Author Topic: ROH, JIWA, DAN TUBUH  (Read 6100 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 02, 2011, 02:28:46 PM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3694
thx atas penjelasannya..
iya saya ngerti bro arti kata kudus...

yang saya maksudkan disini adalah tubuh adalah jahat, dan roh sama sekali tidak ada andil dalam kejahatan disini..
jiwa pengendali tubuh...

saat jiwa tidak mendapat tempat untuk bermanifestasi sesuatu yang jahat.. berarti tidak dapat berbuat dosa lagi..

kalo begitu, mengapa harus ke neraka bila sudah tidak dapat berbuat jahat ? ini yang saya maksudkan dengan "kudus otomatis"

contoh...
seorang pembunuh membawa "Senjata" untuk membunuh orang..
saat "senjata" nya di hilang kan,
bukankah pembunuh tersebut menjadi tidak dapat membunuh orang ?
karena untuk membunuh orang di butuhkan "alat"

begitu kira2...
Gbu..
February 02, 2011, 03:02:43 PM
Reply #21
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 127
  • Gender: Male
  • don't copy but pay the price
    • Yasperin
didalam alkitab masalahnya tidak ada membahas perkara neraka. yang ada didalam alkitab adalah lautan api. lautan api ini disediakan oleh Allah bagi iblis dan para pengikutnya. siapakah pengikutnya? pertama adalah malaikat jatuh yang memberontak kepada Allah mengikuti lucifer. kedua adalah manusia ciptaan lama. yang dimaksud dengan manusia ciptaan lama adalah manusia yang telah jatuh dan bersatu dengan iblis. yang demikian tidak akan berbagian dengan kerajaan Allah. oleh karena itu mengapa kita perlu percaya kepada Tuhan.

ketika seseorang percaya kepada Tuhan, roh orang tersebut yang semula mati dan tidak berdaya untuk datang pada Allah, dihidupkan kembali oleh Allah dengan menyalurkan hayat Allah kepada kita, sehingga kita mampu untuk berkontak kembali dengan Allah. seperti ketika lampu rumah kita mati, tidak mungkin lampu itu kita bongkar agar dapat menyala lagi. satu-satunya cara adalah dengan mengganti lampu tersebut dengan yang baru. hayat ciptaan lama kita dibuang dan hayat ciptaan baru diberikan kepada kita.

kita dulu sering berbuat dosa dan pelanggaran adalah karena hayat kita masih milik ciptaan lama. namun ketika kita percaya kepada Tuhan maka hayat yang lama itu disingkirkan dan hayat Allah diberikan kepada kita. hayat inilah yang memampukan kita untuk tidak lagi berbuat dosa dan melanggar hukum Allah.

hal ini bukan berarti ketika manusia tidak memiliki alat untuk berbuat kejahatan maka manusia tidak akan berbuat dosa. saya katakan tidak. ketika manusia didalam hatinya membenci saudaranya maka dihadapan Allah manusia telah membunuh orang tersebut dan berbuat dosa. ketika manusia didalam pikirannya telah mengingini seorang perempuan maka dia telah berzinah didalam pikirannya.

hanya ketika seseorang telah dilahirkan kembali maka orang tersebut telah dikuduskan bagi Allah dan telah menjadi milik Allah, sehingga kita seharusnya tidak lagi memiliki kuasa atas jiwa kita maupun tubuh kita. kita secara mutlak menjadi milik Allah dan kita secara mutlak mengakui bahwa Dialah satu-satunya Allah dan Tuhan serta raja didalam roh kita. Dialah yang mengendalikan seluruh hidup kita dan Dialah yang memampukan kita tidak berbuat dosa.

setelah itu apakah manusia yang telah dilahirkan kembali tidak dapat berbuat dosa? saya katakan tidak. ketika kita mulai tidak lagi menghiraukan raja kita yang ada didalam roh kita maka kita telah berbuat dosa. ketika kita berpaling dari pada Allah maka kita telah berbuat dosa. oleh karena itu ketika kita sudah tahu bahwa kita telah jauh dari Allah, perlu bertobat dan kembali kepada Allah.

inilah yang Allah harapkan atas diri kita. walaupun tubuh dosa kita masih melekat pada kita, asal kita terus datang kepada Allah dan bersatu dengan Allah didalam roh kita, maka tubuh dosa kita kehilangan kekuatannya dan kita tidak akan berbuat dosa lagi. sampai kelak ketika Tuhan datang kembali kali kedua tubuh dosa ini akan terus melekat dengan kita dan ketika Tuhan datang kembali tubuh daging kita akan ditanggalkan dan tubuh rohani akan ternyatakan.

semoga ini menjadi pengalaman kita yang riil dan membawa kita semakin mengenal maksud hati Allah diatas diri kita. puji Tuhan :happy0025:
« Last Edit: February 02, 2011, 03:07:42 PM by Yasperin Lawang »
Don't Copy but Pay the Price - God be with you all - Yasperin Lawang :happy0025:
February 02, 2011, 06:30:29 PM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11426
  • Gender: Male
  • Tuus Totus Ego Sum, Et Omnia Mea Tua Sunt
1. Tubuh--->keseluruhan jasad manusia atau binatang yg kelihatan dr bagian ujung kaki sampai ujung rambut:
2. Jiwa--->nyawa; seluruh kehidupan batin manusia (yg terjadi dr perasaan, pikiran, angan-angan, dsb)
3. Roh--->Awalnya berasal dari TUHAN ALLAH, apabila tersesat menjadi roh jahat


Berdasarkan Katolik:

2270   Kehidupan manusia harus dihormati dan dilindungi secara absolut sejak saat pembuahannya. Sudah sejak saat pertama keberadaannya, satu makhluk manusia harus dihargai karena ia mempunyai hak-hak pribadi, di antaranya hak atas kehidupan dari makhluk yang tidak bersalah Bdk. DnV 1, 1. yang tidak dapat diganggu gugat.
"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau" (Yer 1:5) Bdk. Ayb 10:8-12; Mzm 22:10-11..

"Tulang-tulangku tidak terlindung bagiMu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah" (Mzm 139:15).
1703, 357
2271   Sejak abad pertama Gereja telah menyatakan abortus sebagai kejahatan moral. Ajaran itu belum berubah dan tidak akan berubah. Abortus langsung, artinya abortus yang dikehendaki baik sebagai tujuan maupun sebagai sarana, merupakan pelanggaran berat melawan hukum moral:
"Engkau tidak boleh melakukan abortus dan juga tidak boleh membunuh anak yang baru dilahirkan" (Didache 2,2) Bdk. Surat Barnabas 19,5; Diognet 5,5; Tertulianus, apol. 9..

"Allah, Tuhan kehidupan, telah mempercayakan pelayanan mulia melestarikan hidup kepada manusia, untuk dijalankan dengan cara yang layak baginya. Maka kehidupan sejak saat pembuahan harus dilindungi dengan sangat cermat. Pengguguran dan pembunuhan anak merupakan tindakan kejahatan yang durhaka" (GS 51,3).
 
2272   Keterlibatan aktif dalam suatu abortus adalah suatu pelanggaran berat. Gereja menghukum pelanggaran melawan kehidupan manusia ini dengan hukuman Gereja ialah ekskomunikasi. "Barang siapa yang melakukan pengguguran kandungan dan berhasil terkena ekskomunikasi" (CIC, can. 1398), "(ekskomunikasi itu) terjadi dengan sendirinya, kalau pelanggaran dilaksanakan" (CIC, can. 1314) menurut syarat-syarat yang ditentukan di dalam hukum Bdk. CIC, cane. 1323-1324.. Dengan itu, Gereja tidak bermaksud membatasi belas kasihan; tetapi ia menunjukkan dengan tegas bobot kejahatan yang dilakukan, dan kerugian yang tidak dapat diperbaiki lagi, yang terjadi bagi anak yang dibunuh tanpa kesalahan, bagi orang-tuanya dan seluruh masyarakat.   1463
2273   Hak yang tidak dapat dicabut atas kehidupan dari tiap manusia yang tidak bersalah merupakan satu unsur mendasar bagi masyarakat dan bagi perundang-undangannya.
"Hak-hak pribadi yang tidak boleh dicabut harus diakui dan dihormati oleh masyarakat negara dan oleh kekuasaan negara: hak-hak manusia tidak bergantung pada individu masing-masing, juga tidak pada orang-tua dan juga tidak merupakan satu karunia masyarakat dan negara. Mereka termasuk dalam kodrat manusia dan berakar dalam pribadi berkat tindakan penciptaan, darinya mereka berasal. Di antara hak-hak fundamental ini orang harus menjabarkan dalam hubungan ini: hak atas kehidupan dan keutuhan badani tiap manusia sejak saat pembuahan sampai kepada kematian" (DnV 3).
"Pada saat, hukum positif merampas dari satu kelompok manusia perlindungan, yang harus diberikan kepada mereka oleh undang-undang negara, negara menyangkal kesamaan semua orang di depan hukum. Kalau kekuasaan negara tidak melayani hak setiap warga, dan terutama mereka yang paling lemah, maka dasar negara hukum diguncangkan.... Sebagai akibat dari penghormatan dan perlindungan, yang harus diberikan kepada anak yang belum lahir sejak saat pembuahannya, hukum harus dilengkapi dengan sanksi-sanksi yang memadai bagi setiap pelanggaran yang dikehendaki terhadap hak-hak seorang anak" (DnV 3).   1930
2274   Oleh karena embrio sejak pembuahan harus diperlakukan sebagai pribadi, maka ia, sebagaimana setiap mangsia yang lain, sejauh mungkin harus dipertahankan secara utuh, dirawat, dan disembuhkan.
Diagnosis pranatal diperbolehkan secara moral, apabila ia "menghormati kehidupan dan keutuhan embrio dan janin manusiawi dan diarahkan kepada perlindungan dan perawatan embrio sebagai pribadi.... Tetapi ia bertentangan berat dengan hukum moral, kalau ini, - tergantung, bagaimana hasilnya, - dilakukan dengan pikiran mengenai kemungkinan abortus. Dengan demikian diagnosis... tidak boleh praktis merupakan hukuman mati" (DnV 1,2).   
2275   "Pembedahan embrio manusia harus dilihat sebagai sesuatu yang diperbolehkan dengan syarat bahwa ia menghormati kehidupan dan keutuhan embrio dan tidak membawa risiko-risiko yang tidak sebanding, tetapi bertujuan demi penyembuhannya, perbaikan keadaan kesehatannya, atau kelanjutan kehidupan pribadinya" (DnV 1,3).
"Adalah tidak bermoral mengadakan embrio manusia dengan tujuan untuk memakainya sebagai 'bahan biologis' yang siap dipakai secara bebas" (DnV 1,5).
"Beberapa percobaan untuk memanipulasi kromosom dan pembawaan genetic, tidak bersifat terapeutis, tetapi bertujuan mengadakan makhluk manusia, yang dipilih menurut jenis kelamin atau sifat-sifat lain yang ditentukan lebih dahulu. Manipulasi ini bertentangan dengan martabat pribadi manusia, integritasnya, dan identitasnya" (DnV 1,6).

Inter Esse Et Non Esse

Cogito Ergo Sum

Non Nobis Domine, Non Nobis, Sed Nomini Tuo Da Gloriam

Extra Ecclesiam Nulla Salus

In Hoc Signo Vinces

With love,

your Yopi
February 02, 2011, 06:49:58 PM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5389
ROH ..JIWA..TUBUH..

SEKEDAR MEMBERI FORMULASI UNTUK BAGAIMANA MANUSIA ITU BISA BERDINAMIKA DALAM HIDUPNYA..BUKAN LIKE A CYBORG...!!

ROH = SPIRIT.( sifatnya abstrak..untouchable ) =..SEMANGAT...DI SITU
         ADA KEINGINAN /DEZIRE/HASRAT
         ATAU BAHASA KERENNYA SEKARANG POSSION (peyien)

JIWA = PIKIRAN /akal + HATI/budi..DIISTULAH,,TERMANEFESTASIKAN
          menjadi KEHENDAK BEBAS ( FREEWILL )..artinya kalau disatukan
          ya. Berarti jika pikiran 100% ok , maka hati pun harus mensuport
          100% OK....Maka iman percaya kepada TYK SUNGGUH TEGUH
          POWER FULL...Tak bergeming tak tergoyahkan..dosa..?? no way..!

JIWA  = SOUL...( SIFATNYA ABSTRAK..TAK BISA DISENTUH untouchable)

NYAWA = DARAH + DAGING..( bisa di sentuh..real./ nyata )
              Ada jantung / daging ,tapi ga ada darah..deth..!!

NURANI = PIKRAN + HATI..sifatnya dapat dimanefestasikan dalam bentuk
             apapun..sehingga menjadi real dapat disentuh....misalnya
             disebut buah pikiran maupun buah hati...


TUBUH = RAGA FISIK UTUH LUAR DALAM.=..Wadah bagi roh + jiwa.

ROH = BISA ROH KUDUS.
ROH = BISA ROH KEHIDUPAN /NAFAS..yng ditiupkan ke hidung ADAM

February 03, 2011, 03:06:58 PM
Reply #24
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 483
Quote
Psikologi tidak bermain di area rohani.

apakah benar psikologi tidak bisa menjelaskan fenomena2 rohani? :huh:



ada peristiwa dalam kisah kejadian:

30:37   Lalu Yakub mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan, dikupasnyalah dahan-dahan itu sehingga berbelang-belang, sampai yang putihnya kelihatan.
30:38   Ia meletakkan dahan-dahan yang dikupasnya itu dalam palungan, dalam tempat minum, ke mana kambing domba itu datang minum, sehingga tepat di depan kambing domba itu. Adapun kambing domba itu suka berkelamin pada waktu datang minum.
30:39   Jika kambing domba itu berkelamin dekat dahan-dahan itu, maka anaknya bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang.

30:40   Kemudian Yakub memisahkan domba-domba itu, dihadapkannya kepala-kepala kambing domba itu kepada yang bercoreng-coreng dan kepada segala yang hitam di antara kambing domba Laban. Demikianlah ia beroleh kumpulan-kumpulan hewan baginya sendiri, dan tidak ditempatkannya pada kambing domba Laban.
30:41   Dan setiap kali, apabila berkelamin kambing domba yang kuat, maka Yakub meletakkan dahan-dahan itu ke dalam palungan di depan mata kambing domba itu, supaya berkelamin dekat dahan-dahan itu.
30:42   Tetapi apabila datang kambing domba yang lemah, ia tidak meletakkan dahan-dahan itu ke dalamnya. Jadi hewan yang lemah untuk Laban dan yang kuat untuk Yakub.

konon , yakub untuk mendapatkan anak domba yg ber-bintik2 dan coreng moreng dan belang2 memakai dasar ilmu psikologi :afro:

February 04, 2011, 05:53:47 PM
Reply #25
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6239
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
thx atas penjelasannya..
iya saya ngerti bro arti kata kudus...

yang saya maksudkan disini adalah tubuh adalah jahat, dan roh sama sekali tidak ada andil dalam kejahatan disini..
jiwa pengendali tubuh...

saat jiwa tidak mendapat tempat untuk bermanifestasi sesuatu yang jahat.. berarti tidak dapat berbuat dosa lagi..

kalo begitu, mengapa harus ke neraka bila sudah tidak dapat berbuat jahat ? ini yang saya maksudkan dengan "kudus otomatis"

contoh...
seorang pembunuh membawa "Senjata" untuk membunuh orang..
saat "senjata" nya di hilang kan,
bukankah pembunuh tersebut menjadi tidak dapat membunuh orang ?
karena untuk membunuh orang di butuhkan "alat"

begitu kira2...
Gbu..

Tidak dmikian Bro.

Di jaman PB dalam hukum Kristus.
Dosa tidak bgantung dr tindakan tubuh.

Membenci orang?
Itu sudah dosa walau tidak ada tindakan apapun yg dlakukan tubuh utk mngekspresikan kebencian tsb.

Ingat Bro,
Yg mnajiskan orang (scr kseluruhan) adalah apa yg timbul dari 'hati' orang tsb.
Apa yg timbul dari hati tkadang tidak slalu bhubungan dg tubuh.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
February 04, 2011, 05:54:54 PM
Reply #26
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6239
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Quote
Psikologi tidak bermain di area rohani.

apakah benar psikologi tidak bisa menjelaskan fenomena2 rohani? :huh:



ada peristiwa dalam kisah kejadian:

30:37   Lalu Yakub mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan, dikupasnyalah dahan-dahan itu sehingga berbelang-belang, sampai yang putihnya kelihatan.
30:38   Ia meletakkan dahan-dahan yang dikupasnya itu dalam palungan, dalam tempat minum, ke mana kambing domba itu datang minum, sehingga tepat di depan kambing domba itu. Adapun kambing domba itu suka berkelamin pada waktu datang minum.
30:39   Jika kambing domba itu berkelamin dekat dahan-dahan itu, maka anaknya bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang.

30:40   Kemudian Yakub memisahkan domba-domba itu, dihadapkannya kepala-kepala kambing domba itu kepada yang bercoreng-coreng dan kepada segala yang hitam di antara kambing domba Laban. Demikianlah ia beroleh kumpulan-kumpulan hewan baginya sendiri, dan tidak ditempatkannya pada kambing domba Laban.
30:41   Dan setiap kali, apabila berkelamin kambing domba yang kuat, maka Yakub meletakkan dahan-dahan itu ke dalam palungan di depan mata kambing domba itu, supaya berkelamin dekat dahan-dahan itu.
30:42   Tetapi apabila datang kambing domba yang lemah, ia tidak meletakkan dahan-dahan itu ke dalamnya. Jadi hewan yang lemah untuk Laban dan yang kuat untuk Yakub.

konon , yakub untuk mendapatkan anak domba yg ber-bintik2 dan coreng moreng dan belang2 memakai dasar ilmu psikologi :afro:



Itu brarti bukan 'fenomena rohani' krn bisa djelaskan scr logis, medis dan dapat direplikasi.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
February 04, 2011, 06:08:02 PM
Reply #27
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 3
bukan kah jiwa dan tubuh itu sama ???? :D
February 04, 2011, 06:27:41 PM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11426
  • Gender: Male
  • Tuus Totus Ego Sum, Et Omnia Mea Tua Sunt
bukan kah jiwa dan tubuh itu sama ???? :D

1. Tubuh--->keseluruhan jasad manusia atau binatang yg kelihatan dr bagian ujung kaki sampai ujung rambut:
2. Jiwa--->nyawa; seluruh kehidupan batin manusia (yg terjadi dr perasaan, pikiran, angan-angan, dsb)
3. Roh--->Awalnya berasal dari TUHAN ALLAH, apabila tersesat menjadi roh jahat
Inter Esse Et Non Esse

Cogito Ergo Sum

Non Nobis Domine, Non Nobis, Sed Nomini Tuo Da Gloriam

Extra Ecclesiam Nulla Salus

In Hoc Signo Vinces

With love,

your Yopi
February 05, 2011, 08:32:20 AM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2641
  • Gender: Male
  • RASIO POST MENGHINA thd TOTAL POSTS = ... %
Shalom,

Nas Alkitab mengenai penciptaan manusia mengatakan bahwa manusia diciptakan dari debu tanah yang dibentuk Allah lalu dihembuskan nafas hidup melalui hidung debu tanah yang telah dibentuk Allah itu sehingga menjadi makhluk yang hidup (Alkitab terjemahan RSV) atau menjadi jiwa yang hidup (Alkitab terjemahan KJV).

Inilah nas mengenai pembentukan manusia, terdiri dari apa manusia itu.

Selain itu, nas ini sangat gamblang mengatakan apa manusia itu dan terdiri dari apa manusia itu dibentuk.

Selanjutnya, nas ini bersamaan dengan nas tentang penciptaan bumil, laut dan segala isinyu,

Kemudian, nas ini merupakan nas paling awal di dalam Alkitab mengenai apa dan terdiri dari apa manusia itu itu dibentuk.

Nas ini dengan jelas manusia teridir dari debu tanah yang telah dibentuk dan nafas hidup yang berasal dari Allah menjadi makhluk yang hidup atau jiwa yang hidup.

Dari nas yang paling awal, gamblang tentang pembentukan manusia ini kita ketahui bahwa:

1. Makhluk yang hidup (jiwa yang hidup) ada setelah nafas hidup menyatu dengan tubuh.
2. Nafa hidup atau roh yang dihembuskan ke dalam hidung manusia itu menjadi bagian dari makhluk atau jiwa yang hidup setelah menyatu dengan dengan debu tanah yang telah dibentuk Allah (tubuh).
3. Yang dihembuskan ke dalam tubuh adalah nafas hidup (roh) bukan jiwa.
3. Jiwa bukanlah suatu entitas yang bisa hidup terpisah dari tubuh.
4. Roh bukanlah suatu entitas yang bisa hidup terpisah dari tubuh.

Karena isi Alkitab adalah kebenaran yang tidak mungkin salah, tidak bertentangan, maka nas Alkitab berikutnya semestinyalah dipahami selaras dengan nas yang gamblang, paling awal dan kontekstual dengan penciptaan atau pembentukan manusia ini.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam, JBU, Jericho, J.






BEBERAPA KALI PERLU KETEKUNAN DAN AMBIL RESIKO MEMBUANG WAKTU
MENGHADAPI DISKUSI YG DICOBA DISERET2 KE
HAL2 DI LUAR ALKITAB DAN KE LOGIKA2 SIA2 SERTA AD-HOMINEM2;

SEBAGAI CERMIN BAGI SIAPA SAJA
YG MAU MENYERET2 DISKUSI ALKITAB KE NON ALKITAB






















'
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)