Author Topic: Efesus 2:15 - Batalnya Semua Perintah dan Ketentuan Hukum Taurat  (Read 2955 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 08, 2011, 04:42:28 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3009
B. Perdamaian oleh darah Kristus (2: 13-18).


* Efesus 2:13-18
2:13  LAI TB, Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
 
KJV, But now in Christ Jesus ye who sometimes were far off are made nigh by the blood of Christ.
 
TR,  νυνι δε εν χριστω ιησου υμεις οι ποτε οντες μακραν εγγυς εγενηθητε εν τω αιματι του χριστου
Translit interlinear, nuni {sekarang} de {tetapi} en {di dalam} khristô {Kristus} iêsou {Yesus} humeis {kalian} hoi  {(orang2) yang} pote {dahulu} ontes {jauh} makran {jauh} eggus {dekat} egenêthête {sudah menjadi} en {di dalam} tô haimati {darah} tou khristou {Kristus}

2:14 LAI TB,  Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
KJV, For he is our peace, who hath made both one, and hath broken down the middle wall of partition between us;
TR,  αυτος γαρ εστιν η ειρηνη ημων ο ποιησας τα αμφοτερα εν και το μεσοτοιχον του φραγμου λυσας
Translit interlinear, autos {Ia} gar {karena} estin {adalah} hê eirênê {damai sejahtera} hêmôn {kita} ho {Dia yang} poiêsas {telah membuat} ta amphotera {keduanya} hen {satu} kai {dan} to mesotoikhon {tembok pemisah} tou phragmou {(yg menjadi) pembatas} lusas {telah merobohkan, merombak, memusnahkan}

2:15  LAI TB, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
KJV,  Having abolished in his flesh the enmity, even the law of commandments contained in ordinances; for to make in himself of twain one new man, so making peace;
TR,  την εχθραν εν τη σαρκι αυτου τον νομον των εντολων εν δογμασιν καταργησας ινα τους δυο κτιση εν εαυτω εις ενα καινον ανθρωπον ποιων ειρηνην
Translit interlinear, tên ekhthran {dalam perseteruan} en {di dalam} tê sarki {daging/ tubuh (sebagai manusia)} autou {-Nya} ton nomon {hukum taurat} tôn entolôn {dari perintah2} en {di dalam} dogmasin {ketentuan2} katargêsas {Ia telah membatalkan/ Ia telah membinasakan} hina {supaya} tous duo {dua} ktisê {Ia menciptakan} en {di dalam} heautô {diri-Nya} eis {menjadi} hena {satu} kainon {yang baru} anthrôpon {manusia} poiôn {(untuk) mengadakan} eirênên {pendamaian}

2:16 LAI TB, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
KJV, And that he might reconcile both unto God in one body by the cross, having slain the enmity thereby:
TR,  και αποκαταλλαξη τους αμφοτερους εν ενι σωματι τω θεω δια του σταυρου αποκτεινας την εχθραν εν αυτω
Translit interlinear,  kai {dan} apokatallaxê {Ia memperdamaikan} tous amphoterous {keduanya} en {di dalam} heni {satu} sômati {tubuh} tô theô {kepada Allah} dia {malalui} tou staurou {salib} apokteinas {melenyapkan} tên ekhthran {perseteruan} en {di dalam} autô {nya}

2:17  LAI TB, Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",
KJV, And came and preached peace to you which were afar off, and to them that were nigh.
TR,  και ελθων ευηγγελισατο ειρηνην υμιν τοις μακραν και τοις εγγυς
Translit interlinear,  kai {maka} elthôn {Ia datang} euêggelisato {Ia memberitakan kabar baik} eirênên {damai sejahtera} humin {kepada kalian} tois {(orang2) yang} makran {jauh} kai {dan} tois {(kepada orang2) yang} eggus {dekat}

2:18 LAI TB, karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa
KJV,  For through him we both have access by one Spirit unto the Father.
TR, οτι δι αυτου εχομεν την προσαγωγην οι αμφοτεροι εν ενι πνευματι προς τον πατερα
Translit interlinear,  hoti {sebab} di {melalui} autou {Dia} ekhomen {kita beroleh} tên prosagôgên {jalan masuk/ akses masuk} hoi amphoteroi {keduanya} en {di dalam} heni {satu} pneumati {Roh} pros {kepada} ton patera {Bapa}


Dalam bagian yang lalu dengan singkat, tetapi dengan tegas, Paulus menguraikan situasi anggota-anggota jemaat di Efesus "pada waktu yang silam" , ketika mereka masih kafir (belum mengenal Allah): mereka terpisah dan Kristus, di luar kewargaan Israel dan janji-janji yang diberikan kepadanya, tanpa harapan (= tanpa masa depan) dan tanpa Allah di dalam dunia. Hal Itu harus mereka ingat, supaya mereka dapat memahami mujizat kasih Allah, yang telah Ia nyatakan kepada mereka. Dalam bagian yang kita bahas sekarang mi ia mau menguraikan situasi, di dalam mana mereka ditempatkan: sesudah mereka bertobat dan menjadi anggota-anggota Jemaat. Ia mulai dengan kata-kata yang berikut: Tetapi sekarang di dalam Kristus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus (ayat 13). Tetapi sekarang (= nuni de) : situasi yang dahulu. tidak ada lagi, Mereka sekarang hidup dalam suatu situasi yang lain, situasl yang sama-sekali baru. Mereka sekarang berada "di dalam Kristus Yesus" (= en khristô iêsou ). Dialah yang menciptakan perubahann situasi itu. Oleh Dia - atau lebih tepat: oleh darah-Nya (= en tô haimati tou khristou) - mereka, yang dahulu "jauh" (= makran), sudah menjadi "dekat" (enggus).

    "En" dalam ungkapan en tô haimati tou khristou haruslah kita tafsirkan secara instrumental dan kita terjemahkan dengan "oleh darah Kristus : dalam Efesus 1:7 darah Kristus adalah "alat", yang mengerjakan penebusan, yaitu pengampunan  dosa. Oleh (di dalam) darah-Nya terciptalah suatu "tata", suatu "orde" baru (1 Korintus 11:25; bandingkan Lukas 22:20; Ibrani 13:20).[/list]



    Dalam Perjanjian Lama pengertian "jauh" dan "dekat" biasanya dipakai untuk orang-orang Israel yang jauh dari dan yang dekat kepada Allah (bandinglan Yesaya 57:19; Daniel 9:7; Ester 9:20). Tetapi kadang-kadang pengertian itu dipakai juga untuk menyatakan perbedaan hubungan antara orang-orang yang bukan-Israel dan orang-orang Israel dengan Allah. Perbedaan itu, menurut Paulus, tidak ada lagi sekarang: khôris khristou (= tanpa Kristus) telah diganti dengan en khristô (= di dalam Kristus).

    Bagaimanakah hal itu mungkin? Jawab Paulus: Karena Dialah damai-sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu perseteruan (ayat 14).

    Ayat 14 mulai dengan: Karena Dialah damai-sejahtera kita, mengingatkan kita kepada ungkapan-ungkapan lain yang serupa, seperti umpamanya Kolose 1:27, bahwa Ia adalah "pengharapan dari kemuliaan" (= hê elpis tês doxês) atau Kolose 3:4, bahwa Ia adalah "hidup kita" (= hê zôê hêmôn). Materiil ungkapan ini mengingatkan kita kepada Yesaya 9:5, dimana Mesias disebut "raja damai-sejahtera" (= שַׂר־שָׁלֹום - SAR-SYALOM). Soalnya Ialah: Apakah yang Paulus maksudkan dengan ungkapan itu? Bahwa Kristus adalah damai-sejahtera antara Tuhan Allah dan manusia? Atau antara orang-orang Yahudi dan orang-orang kafir? Atau kedua-duanya? Jawab penafsir-penafsir atas soal ini tidak sama. Ada (a.l. Schlier dan Rendtorff) mengatakan: hanya antara Tuhan Allah dan manusia (sebab dalam seluruh bagian ini kita tidak baca tentang permusuhan antara orang-orang Yahudi dan orang-orang kafir; yang kita baca ialah tentang perbedaan hubungan mereka dengan Tuhan Allah dan perbedaan inilah yang Kristus tiadakan). Ada pula (a.l. Van Leeuwen, Berkelbach van der Sprenkel dan Grosheide) yang mengatakan kedua-duanya. Alasannya, menurut mereka, ialah: karena lanjutan nas ini mengatakan, bahwa "Kristus telah mempersatukan kedua pihak".

    Kristus bukan saja telah mempersatukan keduanya (= kedua pihak, kedua daerah), tetapi Ia juga telah merobohkan tembok pemisah. Bagian kalimat ini sama sulitnya dengan bagian kalimat yang mendahuluinya. Sebab, juga di sini kita menghadapi soal: Apakah yang Paulus maksudkan dengan "tembok pemisah" ( to mesotoikhon tou phragmou = dinding pemisah yang menjadi pembatas. Apakah yang dimaksud ini terdiri dari pagar atau tembok? Markus Barth memberikan empat kemungkinan.


    Kemungkinan pertama: Tembok dalam taman Bait-Allah, yang memisahkan orang-orang (pengunjung) non Yahudi (kafir) dengan orang-orang Yahudi yang beribadah di sana. Berdasarkan pemisahan itu orang-orang non-Yahudi disebut orang-orang yang "jauh". Atau mungkin tembok Yerusalem (Nehemia 2:17 dyb.) atau balatentara Allah yang mengelilingi tanah-perjanjian (Kejadian 32:1-2) untuk menjaga, supaya tidak ada orang yang menyelundup masuk. Atau mungkin juga tembok, yang - menurut nabi Yesaya dalam perumpamaannya - didirikan Tuhan Allah sekeliling kebun anggur-Nya (= Israel) dan yang sekali kelak akan dirobohkan-Nya (Yesaya 5:5). Israel mempunyai banyak "pintu-gerbang" yang sangat tua" (Mazmur 24:7 dyb.), tetapi tidak mempunyai tembok-tembok yang kekal. Kalau kita berpedapat, bahwa bukan Paulus yang menulis surat Efesus ini, tetapi seorang lain sesudah tahun 70, kita dapat menafsirkan Efesus 2:14 sebagai suatu petunjuk kepada pemusnahan bangsa Yahudi, kota Yerusalem dan Bait-Allah. Dan kita dapat katakan, bahwa - menurut penulis surat Efesus - pemusnahan itu adalah pekerjaan Kristus: oleh salib-Nya Ia merobohkan tembok pemisah (Efesus 2:14,16). Susahnya ialah: hipotesis ini tidak cocok seluruhnya dengan kesaksian surat Efesus, sebab menurut Efesus 2:16 tembok yang menceraikan manusia (Yahudi) dengan manusia (non-Yahudi) itu berfungsi juga sebagai perseteruan antara manusia (yahudi + non Yahudi) dan juga Tuhan Allah. Seperti kita tahu, semua tembok, yang kita sebutkan di atas, tidak mempunyai fungsi yang demikian. Tembok-tembok itu, kalau dirobohkan, tidak dapat mendamaikan manusia dengan Tuhan Allah. Rupa-rupanya penulis surat Efesus tidak memaksudkan tembok-tembok tersebut, tetapi suatu tembok yang lain.

    Kemungkinan kedua: Tirai di dalam Bait-Allah di Yerusalem yang menceraikan tempat-yang-mahakudus dengan tempat-yang-kudus (Keluaran 26:33). Dalam Markus 15:38 kita baca, bahwa pada saat Tuhan Yesus "menyerahkan nyawa-Nya", terkoyaklah tirai Bait-Allah menjadi dua, dari atas sampai ke bawah. Dan dalam Ibrani 10:19 (bandingkan Ibr. 6:19 dyb. 9:16) dengan tegas dikatakan, bahwa oleh kematian Kristus - "oleh tirai Bait-Allah" - kita beroleh jalan-masuk kepada Allah. Surat Efesus (2:18 dan 3:12) berkata-kata juga tentang jalan-masuk yang demikian, sehingga tidaklah mustahil, bahwa 2:14 memaksudkan tirai Bait-Allah di Yerusalem. Anehnya ialah: pengarang tidak tegas berkata-kata tentang hal itu.

    Kemungkinan ketiga:Segala pemerintah, penguasa dan kekuasaan gelap, seperti yang disebut dalam Efesus 1:21 (bandingkan juga apa yang pengarang katakan tentang "penghulu-penghulu dunia yang gelap" dan "roh-roh jahat di udara" dalam 6:12). Jadi ada suatu tembok perseteruan: yang memisahkan manusia dari "hidup di dalam Allah" .(4:18). Tetapi oleh kematian Kristus tembok itu telah Ia robohkan, sehingga manusia beroleh lagi persekutuan dengan Allah.
     
    Kemungkinan keempat: Hukum Taurat dengan segala peraturan dan tuntutannya, seperti yang dipakai oleh orang-orang Yahudi (bandingkan a.l. Markus 7:7 dyb.; Kolose 2:22 dyb.; Galatia 3:23 dyb.). Maksud peraturan-peraturan dan tuntutan-tuntutan itu - yang diusahakan oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi - ialah untuk menjaga, supaya hukum-hukum Allah jangan dilanggar. Tetapi usaha itu tidak berhasil: peraturan-peraturan dan tuntutan-tuntutan tersebut tidak dapat memberikan perdamaian (damai-sejahtera) kepada manusia. Terutama dari surat-surat Paulus kepada jemaat di Roma dan di Galatia nyata dengan jelas, bahwa perdamaian (damai sejahtera) dengan Allah dan kemerdekaan orang-orang percaya tidak dapat diperoleh dengan jalan melakukan hukum Taurat. Kalau Efesus 2:14-16 kita baca dengan teliti, nyatalah kepada kita, bahwa "tembok" dan "perseteruan" itu dijelaskan .oleh penulis sendiri dengan kata-kata "hukum Taurat "dengan segala. perintah dan ketentuannya". Jadi "perombakan tembok dapat berarti, bahwa fungsi pemisah dari hukum Taurat ditiadakan oleh Kristus. Ia adalah akhir hukum Taurat (Roma 10:4).

    * Roma 10:4
    LAI TB, Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat (END OF THE LAW), sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
    KJV, For Christ is the end of the law for righteousness to every one that believeth.  
    TR, τελος γαρ νομου χριστος εις δικαιοσυνην παντι τω πιστευοντι
    Translit interlinear, telos {akhir/ kesudahan/ tujuan} gar {sebab} nomou {hukum taurat} khristos {Kristus (adalah)} eis {sehingga} dikaiosunên {status yg dibenarkan} panti {bagi setiap} tô {(orang) yang} pisteuonti {percaya}


    B Bauer dan H Rendtorff berpendapat tentang tentang ungkapan - "tembok pemisah" ini  bahwa yang Paulus maksudkan dengan ungkapan itu ialah status yang berbeda dari orang-orang Yahudi dan orang-orang non-Yahudi dengan Tuhan Allah: yang satu "dekat" dengan, yang lain "jauh" dari Dia. Oleh kedatangan Yesus berakhirlah perbedaan Itu dan terjadilah persatuan antara mereka di dalam Dia. Van Leeuwen dan Berkelbach van der Sprenkelg berpikir lebih jauh. Mereka katakan, bahwa yang Paulus maksudkan dengan ungkapan tersebut ialah hukum Taurat. Pendapat ini, menurut mereka, cocok dengan kata-kata yang dipakai dalam nas ini. Yaitu mesotoikhon (= tembok pemisa) dan phragmos (= pagar-keliling) : pada satu pihak, Israel dikelilingi oleh kemurahan dan pemeliharaan Allah, pada pihak lain, mereka dipisahkan-Nya dari bangsa-bangsa non-Yahudi di sekitarnya. Semuanya itu terjadi oleh hukum Taurat yang Tuhan Allah berikan kepada mereka.

    Ayat 15 : dengan "perseteruan" (= tên ekhthran) dan menganggapnya sebagai keterangan dari "tembok pemisah". Hal tersebut dapat terjemahkan sebagai berikut: Karena Dia adalah damai-sejahtera kita, Dia yang telah membuat keduanya menjadi satu dan yang telah merobohkan tembok pemisah, (Dia yang telah memusnahkan perseteruan di dalam daging-Nya ... dst). Frasa ini kemudian berlanjut: "(sebab) di dalam daging-Nya Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya dan dengan itu mengadakan damai-sejahtera.

    Ayat itu mulai dengan: sebab dengan perseteruan di dalam daging-Nya Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah. Isi kalimat ini begitu jelas, sama dengan apa yang telah dikatakan dalam ayat 14. Katargesas (= telah membatalkan, telah memusnahkan) adalah keterangan lanjutan dari "lusas" (= telah merombak, telah memusnahkan). Dalam kedua ayat ini Paulus sebenamya mengatakan hal yang sama, tetapi mengungkapkan dengan dua cara: cara yang satu menjelaskan cara yang lain. Berhubung dengan itu, permulaan ayat 15 ("sebab perseteruan/ kematian di dalam daging-Nya Ia telah membatalkan/memusnahkan  di dalam daging-Nya".




    bersambung.. (dikarenakan maksimal 20.000 karakter dalam 1 post)
    Efesus 2:15-a

    (TB)
    sebab dengan mati-Nya sbg manusia IA telah
    membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya


    (BIS)
    Hukum agama Yahudi dgn perintah-perintah dan peraturan-peraturannya sudah dihapuskan oleh Kristus
    February 08, 2011, 04:43:09 PM
    Reply #1
    • FK - Hero
    • *****
    • Posts: 3009
    Kita kaji ayat 15 ini :

    * Efesus 2:15
    Alkitab LAI Terjemahan Baru, "sebab dengan mati-Nya sebagai manusia IA TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,"
    Alkitab Terjemahan Lama 1954, "sesudah dilenjapkan-Nja hukum Taurat dengan segala sjariatnja, supaja didjadikannja didalam diri-Nja kedua pihak itu satu manusia jang baharu dengan mengadakan perdamaian,"
    Alkitab Shellabear 1912, "laloe ditidakkannja dengan toeboehnja akan perseteroean itoe, jaitoe Tauret dengan hoekoem-hoekoem jang dipesan didalamnja, soepaja kedoeanja itoe didjadikan dalam dirinja seorang orang baroe, serta mengadakan perdamaian demikian,"
    Kitab Soetji Indjil 1912, "Kematian-Nja membatalkan Kitab Soetji Taoerat dengan semoea perintah-perintah jang terkandoeng didalamnja, soepaja didalam diri-Nja, kedoeanja didjadikan satoe manoesia baroe. Demikianlah terdjadinja perdamaian."
    King James Version, "Having abolished in his flesh the enmity, even the law of commandments contained in ordinances; for to make in himself of twain one new man, so making peace;"
    New International Version, "by abolishing in his flesh the law with its commandments and regulations. His purpose was to create in himself one new man out of the two, thus making peace,"
    The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "the chok of mishpatim in ordinances having annulled that the Shneym he might create in himself into Adam Chadash Echad, arbitrating shalom,"
    Stephanus Textus Receptus, την εχθραν εν τη σαρκι αυτου τον νομον των εντολων εν δογμασιν καταργησας ινα τους δυο κτιση εν εαυτω εις ενα καινον ανθρωπον ποιων ειρηνην
    Translit interlinear, tên ekhthran {dalam perseteruan} en {di dalam} tê sarki {daging/ tubuh (sebagai manusia)} autou {-Nya} ton nomon {hukum taurat} tôn entolôn {dari perintah2} en {di dalam} dogmasin {ketentuan2} katargêsas {Ia telah membatalkan/ Ia telah membinasakan} hina {supaya} tous duo {dua} ktisê {Ia menciptakan} en {di dalam} heautô {diri-Nya} eis {menjadi} hena {satu} kainon {yang baru} anthrôpon {manusia} poiôn {(untuk) mengadakan} eirênên {pendamaian}


      IA TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT,
    katargêsas, aorist aktif partisip nominatif tunggal maskulin dari kata kerja katargeô.   Kata Yunani katargeô berasal dari gabungan partikel kata yang berarti menurut, sesuai dengan, dan kata kerja argeô, non-aktif, tidak berfungsi.  
    Kata Yunani katargeô bermakna : membatalkan, menyebabkan tidak bekerja lagi, tidak beroperasi lagi, tidak aktif, berakhir, dan makna-makna lain yang sejenis.

    Menurut konstruksi kalimat ini, en tê sarki autou (= dalam daging-Nya) harus dihubungkan dengan katargêsas (= telah membatalkan, telah memusnahkan): sarx di sini dianggap sebagai "tempat", di mana Kristus telah menang oleh sengsara dan kematian-Nya. [/list]


    Apakah yang telah Ia (= Kristus) batalkan/musnahkan di dalam daging-Nya? Jawab Paulus: hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.

      Ho nomos tôn entolôn = hukum Taurat yang terdiri dari dan yang diperkembangkan dalam entolai (= perintah-perintah, ordinansi-ordinansi), yang dapat dibandingkan a.l. dengan Roma 7:8 dyb.; 13:9 ; 1 Korintus 7:19 ; dll. "Dogmata" = keputusan-keputusan, peraturan-peraturan, ketentuanketentuan En dogmasin = dalam bentuk dogmata, dalam bentuk keputusan-keputusan, peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan: suatu sistim yang menuntut dan memerintah, tetapi yang tidak dapat memusnahkan kuasa dosa, dan lain-lain. Seluruh ungkapan ton nomon tôn entolôn en dogmasin itu dapat kita terjemahkan sebagai berikut: hukum Taurat yang terdiri dari (dan yang berkembang dalam) perintah-perintah, yang berbentuk ketentuan-ketentuan (dan peraturan-peraturan).[/list]

      Jadi, pengertiannya adalah : Kematian Kristus di dalam dagingNya MEMBATALKAN HUKUM TAURAT BERSAMA MACAM-MACAM PERINTAH-PERINTAH DAN KETENTUAN-KETENTUANNYA.

      Ayat 15 ini sama sekali tidak menyatakan adanya bagian-bagian dari Taurat yang disisakan untuk kembali dilaksanakan dalam ibadah umat Kristiani. Tetapi justru jelas menulis "Ia membatalkan Hukum Taurat bersama macam-macam perintah-perintah dan ketentuan-ketentuannya."

      -----


      Efesus 2:15-a

      (TB)
      sebab dengan mati-Nya sbg manusia IA telah
      membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya


      (BIS)
      Hukum agama Yahudi dgn perintah-perintah dan peraturan-peraturannya sudah dihapuskan oleh Kristus
      February 08, 2011, 04:43:22 PM
      Reply #2
      • FK - Hero
      • *****
      • Posts: 3009
      Ada beberapa kebingungan di antara orang Kristen dalam memahami Efesus 2:15., sbb :

      "Kalau hukum Taurat "batal", apakah benar yang dulunya dilarang berzinah boleh berzinah? dan yang dulunya dilarang membunuh boleh membunuh?"


      Perlu kita sadari bahwa, pembatalan Taurat tidak menjadikan orang Kristen menjadi "TANPA HUKUM" (ανομος – ANOMOS), Tuhan kita Yesus Kristus sudah memberikan dasar kepada para murid suatu HUKUM yang BARU sebelum kematianNya di Kayu Salib itu "membatalkan Taurat" :


      * Matius 11:28-30
      11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
      11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
      11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."


      Lihat penjelasan di http://www.sarapanpagi.org/pikullah-kuk-matius-11-28-30-vt39.html#p93


      Tuhan Yesus mengatakan dalam Matius 11:30, bahwa KUK (hukum) yang Dia pasang itu "easy" karena KUK Kristus hanya ada 2, bukan 613.


      Kuk Hukum Kasih :


      * Matius 22:37-40
      22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
      22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
      22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
      22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."



      Hukum Kasih juga dikenal dengan istilah Hukum Kristus (lihat penjelasannya di http://www.sarapanpagi.org/hukum-law-nomos-torah-vt1312.html#p4353 )


      Kembali kepada persoalan : Kalau hukum Taurat "batal", apakah yang dulunya dilarang berzinah boleh berzinah? Dan yang dulunya dilarang membunuh boleh membunuh?

      Perlu kita ketahui Firman ke-7 : "Jangan Berzinah" itu dijelaskan lebih lanjut dalam kitab Taurat misalnya Imamat 18:20 dan masih banyak lagi. Tidak ada satu pun ajaran Taurat seperti yang diajarkan oleh Yesus Kristus bahwa setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Inilah yang sering saya kutip bahwa Yesus Kristus merombak habis-habisan hukum Taurat Perjanjian Lama.

      Firman ke-6 : "Jangan Membunuh", bandingkan dengan Hukum balas-dendam {Lex Talionis): Mata ganti mata. Jika perintah itu diubah menjadi mata beri mata, apakah hal ini berarti menjelaskan arti yang sebenarnya? Bagi saya, itu artinya membalikkan hukum Taurat seratus delapan puluh derajat. Hukum balas-dendam yang "permissive" terhadap pembunuhan, juga dirombak habis-habisan.

      Kalau Hukum Taurat mengenai pembunuhan itu terbatas pada hilangnya nyawa. Dan Perzinahan terbatas pada perbuatan kontak seksual fisik. Hukum Kristus lebih lagi, lihat Artikel : "YESUS MEMURNIKAN HUKUM PEMBUNUHAN DAN PERZINAHAN DARI FISIKAL MENJADI MORAL-SPIRITUAL", di
      http://www.sarapanpagi.org/yesus-memurnikan-hukum-pembunuhan-dan-perzinahan-vt612.html#p1392

      Demikianlah perbuatan-perbuatan dosa yang dalam Taurat hanya disorot secara Fisik, dalam Hukum Kristus disorot secara Moral-Spiritual. Dan Hukum Taurat yang termasuk 10 Firman di dalamnya pun sudah digenapi oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Dengan 2 macam hukum saja, Kasih kepada Allah dan Kasih kepada manusia. Yesus Kristus telah menetapkan HUKUM BARU yaitu HUKUM KASIH, karena KASIH telah memenuhi tuntutan hukum Taurat :

      * Roma 13:10
      LAI TB, Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
      KJV, Love worketh no ill to his neighbour: therefore love is the fulfilling of the law.
      TR,   η αγαπη τω πλησιον κακον ουκ εργαζεται πληρωμα ουν νομου η αγαπη
      Translit, hê agapê {kasih} tô plêsion {kepada sesama} kakon {yang jahat/ yang salah} ouk {tidak} ergazetai {melakukan} plêrôma {pemenuhan (perbuatan memenuhi/ melakukan)} oun nomou {hukum taurat} hê agapê {kasih (adalah)}

        Dalam surat2 Paulus
      plêrôma biasanya bermakna 'kegenapan'. Namun kata kerja plêroô berarti memenuhi dalam arti melakukan. Dari situ plêrôma bermakna 'perbuatan memenuhi (melakukan)'[/list]


      Kasih adalah Undang-undang Dasar Kerajaan Allah. Kata-kata "Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia" Adalah suatu petunjuk supaya orang Kristen terhindar dari perbuatan jahat bila mereka memelihara kasih. Maka menyusulah kesimpulan : KASIH ADALAH JALAN MEMENUHI HUKUM TAURAT.

      Jikalau masih ada pertanyaan "Kalau hukum Taurat "batal", apakah benar yang dulunya dilarang berzinah boleh berzinah? dan yang dulunya dilarang membunuh boleh membunuh?", menjadi jelas bahwa si penanya belum memahami ajaran Kasih dari Kristus yang menjadi dasar dalam semua ajaran-ajaranNya.


      Pada bagian lain yang menguatkan Efesus 2:15 ini adalah ada ayat yang mengatakan : Kristus adalah kegenapan Hukum Taurat :

      * Roma 10:4
      LAI TB, Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
      KJV, For Christ is the end of the law for righteousness to every one that believeth."
      TR, τελος γαρ νομου χριστος εις δικαιοσυνην παντι τω πιστευοντι
      Translit interlinear, telos {akhir/ kesudahan/ tujuan} gar {sebab} nomou {hukum taurat} khristos {Kristus (adalah)} eis {sehingga} dikaiosunên {status yg dibenarkan} panti {bagi setiap} tô {(orang) yang} pisteuonti {percaya}


      Dalam terjemahan LAI-TB urutan kata-kata ayat 4a dalam bahasa asli dibalik. Terjemahan harfiah berbunyi : "Kegenapan/ kesudahan hukum Taurat ialah Kristus, demi kebenaran bagi tiap-tiap orang percaya"

      Dalam Perjanjian Baru, kata "telos" paling sering sebagai kata akhir/ end/ kesudahan sebagai lawan dari 'awal'. Disamping itu juga bermakna 'tujuan/ maksud' seperti dalam 1 Timotius 1:5. Tapi juga berunsur 'penggenapan' (bandingkan Lukas 22:37). Dan Yesus Kristuslah penggenap dari hukum Taurat itu. Dalam terjemahan KJV agaknya lebih mudah dipahami, karena kita tentu paham bahasa Inggris dalam memaknai 'the end of the law' di atas. Maksudnya pemanfaatan hukum Taurat untuk mengerjakan kebenaran, ataupun sebagai syariat agamawi sudah tidak diperlukan lagi. Karena umat Kristus telah menerima hukum yang baru, Hukum Kristus yaitu Hukum Kasih. Perbuatan kasih adalah suatu perbuatan2 yang memenuhi hukum Taurat.
      Disini, bagaimanapun "telos" mengandung arti 'kesudahan, akhir'.

      Dari kata dasar yang sama "telos" kita mengenal ungkapan : "Sudah genap, sudah berakhir, SUDAH SELESAI", tetelestai, dalam ayat ini :


      * Yohanes 19:30
      LAI TB, Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: 'Sudah selesai.' Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
      KJV, When Jesus therefore had received the vinegar, he said, It is finished: and he bowed his head, and gave up the ghost.
      The Orthodox Jewish Brit Chadasha, Therefore, when Rebbe, Melech HaMoshiach received the vinegar, he said, "Nishlam!" and having bowed his rosh, Rebbe, Melech HaMoshiach gave up his neshamah.
      TR, οτε ουν ελαβεν το οξος ο ιησους ειπεν τετελεσται και κλινας την κεφαλην παρεδωκεν το πνευμα
      Translit Interlinear, hote {sesudah} oun {oleh karena itu} elaben {Dia menerima} to oxos {anggur asam} ho iêsous {Yesus} eipen {Dia berkata} tetelestai {sudah selesai} kai {dan} klinas {menunduk} tên kephalên {kepala} paredôken {Dia menyerahkan} to pneuma {Roh}


      Perkataan terakhir dari 7 perkataan salib "tetelestai"  (sudah selesai) menggunakan kata perfek yang berarti penebusan telah dilaksanakan, sekali untuk selamanya, efeknya terasa hingga kini. Perfect Tense dalam tata bahasa Yunani ini memiliki fungsi yang khas. Tidak ada padanan baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang mampu menyatakan makna yang terkandung di dalamnya secara utuh.

      Perfect Tense melibatkan tiga gagasan: tindakan yang berlangsung intensif; tindakan yang mengarah pada titik penyelesaian; dan keberadaan dari hasil tindakan. Proses yang dilibatkan dalam Perfect Tense adalah proses yang telah mencapai penyelesaian dengan suatu hasil pasti dari sudut pandang pembaca.

      Roma 10:4, Yohanes 19:30 selaras dengan perkataan Yesus Kristus "tetelestai", Efesus 2:15 dengan sangat tegas mengatakan "KEMATIAN YESUS DI KAYU SALIB itu TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT"


      Maksud Kristus membatalkan/memusnahkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya itu, menurut Paulus dalam bagian ini, mempunyai dua tujuan.

      Pertama: untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya. Yang pertama-tama dIkatakan. di sini ialah pekerjaan Kristus untuk menciptakan orang-orang Kristen-Yahudi dan orang-orang Kristen-non Yahudi menjadi satu manusia di dalam Dia.

        Kata
      "ktisê", sama seperti dalam ayat 10, dipakai untuk pekerjaan penciptaan baru, tetapi di sini untuk penciptaan-baru dari umat manusia. Arti yang luas ini terkandung juga dalam ungkapan tous duo (= keduanya) dan heis kainos anthrôpos (= satu manusia baru). Kainos di sini mempunyai arti eskatologis, arti manusia baru ini ialah manusia yang sama-sekali baru, manusia sebagai "ciptaan baru" (= kainê ktisis, 2 Korintus 5:17; Galatia 6:15).[/list]

      Penciptaan-baru ini berlangsung di dalam Diri-Nya (= en heautô)' Oleh kematian dan kebangkitan-Nya Ia memperdamaikan manusia dengan Tuhan Allah dan manusia dengan manusia. Dan dengan itu Ia mengadakan/membuat damai sejahtera.

      Kedua: untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu (ayat 16). Kristus bukan saja mempersatukan orang-orang Kristen-Yahudi dan orang-orang Kristen-non-Yahudi di dalam diri-Nya menjadi satu manusia baru, tetapi Ia juga memperdamaikan keduanya, dalam satu tubuh, dengan Allah.

        Kata
      apokatallaxê (dari apokatallassô = membawa kembali kepada nisbah atau perhubungan yang baik, memperdamaikan) hanya terdapat di sini dan dalam Kolose 1:20 dyb. Biasanya Paulus memakai kata yang lebih sederhana: apokatallaxê (bandingkan Roma 5:10, 1 Korintus 7:11; 2 Korintus 5:18, 20) dan katallage (bandingkan Roma 5:11; 11:15; 2 Korintus 5:18 dyb.).[/list]


      Itulah yang dikerjakan oleh Kristus: memusnahkan perseteruan yang terdapat antara Allah dan manusia dan membuka jalan kembali kepada Bapa. Sekarang tidak ada tembok dan batas-batas pemisah lagi. Di dalam Dia keduanya (= tous amphoterous) diperdamaikan dengan Allah. Keduanya, karena perdamaian dengan Allah itu mencakupi baik orang-orang Kristen Yahudi maupun orang-orang Kristen-non-Yahudi. Perdamaian itu, demikian Paulus, terjadi oleh salib (= dia tou staurou). Ungkapan semacam ini banyak ia pakai dalam surat-suratnya. Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi (2:8) ia katakan, bahwa dalam keadaan sebagai manusia Kristus telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai "mati di kayu salib" (= thanatou de staurou) dan dalam suratnya kepada jemaat di Kolose (1:20) ia jelaskan, bahwa oleh Kristus Tuhan Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah ia mengatakan perdamaian "oleh darah salib Kristus" (= dia tou haimatos tou staurou autou). Selain daripada nas-nas ini ungkapan "oleh salib" itu kita temui juga dalam nas-nas lain (bandingkan Kolose 2: 14). Ungkapan itu merupakan unsur hakiki dari pemberitaan Paulus: ia cocok dengan "di dalam Dia" (= en autô) dan "di dalam satu tubuh" (= en heni somati).

      Persekutuan dengan Allah, seperti yang telah kita dengar di atas, sudah rusak, binasa. Karena itu umat manusia juga rusak dan binasa. Tetapi Kristus memulihkan kembali persekutuan yang rusak dan binasa itu. Ia melakukan itu dengan kematian-Nya di kayu salib. Ia sendiri. Karena itu sekarang tidak ada perseteruan lagi. Sekarang manusia Yahudi dan non Kafir - boleh hidup bersama-sama sebagai saudara, ya sebagai anak-anak Allah, di dalam satu tubuh. Itulah yang Paulus maksudkan dengan bagian akhir dari ayat 16 ini: Kristus melenyapkan perseteruan di kayu salib.

      Apa yang ia katakan dalam ayat 14-16 itu ia teruskan sekarang dalam ayat 17 dan ia lanjutkan sampai ke puncaknya. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada kamu yang "dekat". Ia datang dan memberitakan kabar baik (= kai elthôn euêggelisato).

      Yang penting bagi kita ialah, bahwa subyek pemberitaan itu ialah Yesus Kristus: Yesus Kristus, yang telah datang ke dunia sebagai manusia yang melayani, yang menanggung sengsara, yang mati, yang dikuburkan, yang bangkit kembali dan naik ke dalam kemuliaan-Nya di sorga. Yesus Kristus inilap yang datang memberitakan Injil damai-sejahtera kepada anggota-anggota jemaat, baik yang berasal dari bangsa Yahudi, maupun yang berasal dari bangsa kafir. Dan Injil damai-sejahtera ini, seperti yang telah kita dengar di atas, mencakupi segala bidang kehidupan: bidang politik, bidang sosial, bidang agama, dan lain-lain. Malahan Injil ini mempunyai dimensi kosmis. Injil ini adalah begitu besar dan panjang serta tinggi dan dalam, sehingga tidak dapat dijangkau oleh pengetahuan manusia (bandingkan Efesus 3:18 dyb.). Dan di sini kita dengar, bahwa Injil damai-sejahtera itu "diadakan/dibuat" oleh Kristus bukan untuk dunia lain dan makhluk-makhluk lain, tetapi untuk dunia dan untuk kita ("humin" = kalian) sendiri: kita yang "jauh" dan kita yang "dekat". Itu yang mengherankan. Dan itu yang merupakan puncak dari bagian ini.

      Kita mungkin bertanya: Mengapa Kristus berbuat demikian?
      Mengapa Ia mengadakan/membuat damai-sejatera dan memberitakannya kepada kita?

      Jawab Paulus: Karena oleh Dia kita kedua pihak dalam. satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa (ayat 18). Karena (= hoti) : menyatakan sebab dan dasar perbuatan Kristus. Dalam ayat 14 telah kita dengar, bahwa Dialah damai-sejahtera kita.
      . Dalam ayat 18 ini hal itu diulangi lagi: Oleh Dia (= di autou) kita kedua pihak beroleh "jalan-masuk/ akses masuk" (= tên prosagôgên) kepada Bapa.

      Artikel terkait :
      JALAN MASUK/ AKSES MASUK / PROSAGÔGÊ, di http://www.sarapanpagi.org/jalan-jalan-tuhan-vt2967.html#p16752




      Dari Efesus 2:13-18 kita mendapat suatu pemikiran dasar terciptanya MANUSIA BARU sebagai ganti dari 2 macam kelompok manusia : Yahudi dan non-Yahudi yang dipisahkan oleh "tirai besi/ tembok" yaitu Hukum Taurat. Yesus Kristus sebagai Mesias menghapuskan Taurat itu yang telah dilanggar sendiri oleh orang-orang Israel dengan cara menggenapinya (Matius 5:17). KematianNya menjadi akhir dari Hukum Taurat (bandingkan Roma 10:4). Dia mengakhiri dengan cara melakukannya dengan sempurna yaitu dengan memikul hukumannya walaupun Ia tidak bersalah (bandingkan Galatia 3:10-13, Roma 8:3).


      Hasil : Umat Kristen telah bebas dari hukum Taurat.

      * Roma 7:6
      LAI TB, Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.
      KJV, But now we are delivered from the law, that being dead wherein we were held; that we should serve in newness of spirit, and not in the oldness of the letter.
      TR, νυνι δε κατηργηθημεν απο του νομου αποθανοντες εν ω κατειχομεθα ωστε δουλευειν ημας εν καινοτητι πνευματος και ου παλαιοτητι γραμματος
      Translit interlinear, nuni {sekarang} de {tetapi} katêrgêthêmen {kita dibebaskan} apo {dari} tou nomou {hukum (Taurat)} apothanontes {setelah mati} en hô {dalam dia yang} kateikhometha {kita dikurung} hôste {sehingga} douleuein {melayani} hêmas {kita} en {dalam/ dengan} kainotêti {keadaan baru} pneumatos {dari Roh} kai {dan} ou {bukan} palaiotêti {dalam keadaan yang lama} grammatos {dari huruf}


      Umat Kristus tidak berada di bawah Hukum Taurat

      *  Roma 3:28
      LAI TB,   Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
      KJV,    Therefore we conclude that a man is justified by faith without the deeds of the law.
      TR,    λογιζομεθα ουν πιστει δικαιουσθαι ανθρωπον χωρις εργων νομου
      Translit. interlinear,   logizometha {kami berpendapat} oun {maka} pistei {(karena) iman} dikaiousthai {dibenarkan} anthrôpon {manusia} khôris {tidak dengan} ergôn {perbuatan-perbuatan} nomou {hukum Taurat}


      Yesus Kristus dengan karya-karyaNya itu membawa suatu zaman kebenaran baru yang sama sekali terlepas dari penunaian/ pelaksanaan Taurat (Bandingkan Roma 3:21 dab), dan dengan demikian di zaman ini manusia-manusia dari kalangan non-Yahudi maupun umat perjanjian Israel, sama-sama menerima anugerah (lihat Galatia 3:14).

      Allah telah menciptakan bangsa baru yang dalamnya tidak lagi terdapat pembedaan antara Yahudi dan non-Yahudi yang telah ada sekian ribu tahun. Haleluyah.



      Artikel terkait :
      MANUSIA DIBENARKAN HANYA OLEH IMAN, baca di http://www.sarapanpagi.org/manusia-dibenarkan-hanya-oleh-iman-roma-3-21-4-25-vt1606.html#p6010
      Efesus 2:15-a

      (TB)
      sebab dengan mati-Nya sbg manusia IA telah
      membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya


      (BIS)
      Hukum agama Yahudi dgn perintah-perintah dan peraturan-peraturannya sudah dihapuskan oleh Kristus
      February 08, 2011, 04:46:26 PM
      Reply #3
      • FK - Hero
      • *****
      • Posts: 3009
      « Last Edit: February 08, 2011, 04:58:00 PM by repento »
      Efesus 2:15-a

      (TB)
      sebab dengan mati-Nya sbg manusia IA telah
      membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya


      (BIS)
      Hukum agama Yahudi dgn perintah-perintah dan peraturan-peraturannya sudah dihapuskan oleh Kristus
      July 10, 2011, 11:49:25 PM
      Reply #4
      • FK - Hero
      • *****
      • Posts: 3492
      • Merdeka di dalam Kristus
        • SARAPANPAGI BIBLIKA
      Tambahan:

      * Efesus 2:15
      KJV, "Having abolished in his flesh the enmity, even the law of commandments contained in ordinances; for to make in himself of twain one new man, so making peace;"
      TR, την εχθραν εν τη σαρκι αυτου τον νομον των εντολων εν δογμασιν καταργησας ινα τους δυο κτιση εν εαυτω εις ενα καινον ανθρωπον ποιων ειρηνην
      Translit Interlinear, tên {the} ekhthran {enmity} en {in} tê {the} sarki {fresh} autou {of Him} ton {the} nomon {law (torah), noun - accusative singular masculine} tôn {of the} entolôn {directions, noun - genitive plural feminine} en {in} dogmasin {decrees, noun - dative plural neuter} katargêsas {nullifying, verb - aorist active participle - nominative singular masculine } hina {that} tous {the} duo {two} ktisê {He should be creating} en {in} heautô {self} eis {into} hena {one} kainon {new} anthrôpon {human} poiôn {(making) mengadakan} eirênên {peace}


      Secara harfiah Efesus 2:15 ini menulis: "sebab dengan perseteruan di dalam daging-Nya Ia telah membatalkan Hukum (Taurat/ Nomos) dengan perintah-perintah dan ketentuan-ketentuannya"

      Efesus 2:15 secara jelas adalah pembahasan mengenai penggenapan dari Nubuat yang diucapkan Allah untuk yang pertamakalinya ketika Adam jatuh dalam Dosa. DALAM PERSETERUANNYA DI DALAM DAGING-NYA, merujuk kepada peristiwa penyaliban dimana darah-Nya tertumpah. Hal ini merujuk pula terhadap nubuat yang pertama kali diucapkan Allah tatkala manusia jatuh di dalam dosa, yaitu: "meremukkan tumitnya" (Kejadian 3:15).

        Kejadian 3:15 ini menulis "
      enmity" ini dalam kata yang mempunyai makna yang sangat dalam, yaitu אֵיבָה - 'EYVAH, yang maknanya adalah "permusuhan/ perseteruan/ dendam  kesumat berdarah" :

      * Kejadian 3:15
      LAI TB, Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.
      KJV, And I will put enmity between thee and the woman, and between thy seed and her seed; it shall bruise thy head, and thou shalt bruise his heel.
      NIV, And I will put enmity between you and the woman, and between your offspring and hers; he will crush your head, and you will strike his heel."
      YLT, and enmity I put between thee and the woman, and between thy seed and her seed; he doth bruise thee -- the head, and thou dost bruise him -- the heel.'
      Hebrew,
      וְאֵיבָה ׀ אָשִׁית בֵּֽינְךָ וּבֵין הָֽאִשָּׁה וּבֵין זַרְעֲךָ וּבֵין זַרְעָהּ הוּא יְשׁוּפְךָ רֹאשׁ וְאַתָּה תְּשׁוּפֶנּוּ עָקֵֽב׃ ס
      Translit interlinear, VE'EYVAH {dan perseteruan/ permusuhan, harfiah: dan dendam kesumat berdarah, KJV: and enmity} ASYIT {Aku akan mengadakan} BENKHA {diantara kalian} UVE'IN {dan diantara} HA'ISYAH {perempuan} UVE'IN {dan diantara} ZARAKHA {keturunanmu} UVE'IN {dan diantara} ZARAH {keturunannya (her seed)} HU {Dia} YESYUFKHA {Dia (He) akan meremukkan kamu} ROSY {kepala} VE'ATAH {dan kamu} TESYUFENU {Engkau akan meremukkan Dia} AKEV {tumit}

      Di bawah ini sajian Naskah Septuaginta yang juga menulis kata "ekhthran":

      LXX, και εχθραν θησω ανα μεσον σου και ανα μεσον της γυναικος και ανα μεσον του σπερματος σου και ανα μεσον του σπερματος αυτης αυτος σου τηρησει κεφαλην και συ τηρησεις αυτου πτερναν
      Translit interlinear (Greek-English), kai {and} ekhthran {enmity/ hatred} têsô {I will put} ana-meson {between} sou {you} kai {and} ana-meson {between} tês gunaikos {the woman} kai {and} ana-meson {between} tou spermatos sou {your seed} kai {and} meson tou spermatos autês {her seed} autos {He}  sou têrêsei kephalên {will give heed to your head} kau {and} su {you} têrêseis {will give heed to} autou {His} pternan {heel}


      Nyatanya memang di dalam perseteruan itu terjadi sampai berdarah-darah. Darah YESUS ini adalah alat bayar yang lunas bagi dosa-dosa manusia (lihat artikel : BAB II Darah sebagai Alat Pembayaran yang Sah, di http://www.sarapanpagi.org/darah-yang-membawa-kemenangan-vt3287.html#p18295 ). Dan atas pembayaran yang lunas terhadap hutang dosa manusia sekaligus Yesus mengakhiri Hukum Taurat.

      Dalam pembahasan di bagian lain, Rasul Paulus membahas juga dalam Galatia 3:15-29; di perikop ini Rasul Paulus membandingkan bobot JANJI kepada Abraham dan HUKUM TAURAT. Dalam pernyataan itu ditunjukkan bahwa memang HUKUM TAURAT durasinya sangat terbatas yaitu hanya sampai kepada Kristus datang (Galatia 3:24). Silahkan baca pembahasannya di http://www.sarapanpagi.org/janji-kepada-abraham-dan-posisi-taurat-vt950.html


      [/list]
      Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
      July 10, 2011, 11:58:17 PM
      Reply #5
      • FK - Hero
      • *****
      • Posts: 3492
      • Merdeka di dalam Kristus
        • SARAPANPAGI BIBLIKA
      Saya menyadari bahwa pemaparan pemahaman Efesus 2:15 seperti diatas (di halaman 1) seringkali ditentang, disanggah oleh kalangan orang2 Kristen golongan tertentu, terutama yang berasal dari Kalangan "Gereja-gereja papah-mamah-anak-mantu" (Gereja2 manajemen rumah tangga dalam heirarki keluarga sendiri/ perusahaan keluarga) yang masih yakin bahwa ada "sebagian ketentuan Taurat" (ketentuan pungutan persepuluhan, buah sulung, dll) yang masih harus dilaksanakan dalam ibadah gerejawi mereka. Yah.... wajar saja mereka harus berbicara demikian, itu demi mendukung doktrin yang berlaku di gerejanya yang misalnya masih mewajibkan jemaatnya melaksanakan beberapa ketentutan Taurat sebagai "HUKUM YANG MENGIKAT".
      Dan mereka dengan perkataan sinis berkata: "Jikalau Hukum Taurat tidak berlaku lagi, mengapa tidak kamu robek saja kitab2 Perjanjian Lama itu?"


      Atas anjuran sinis yang "seolah-olah benar" itu, di bawah ini uraiannya:


      APAKAH DENGAN PEMBATALAN HUKUM TAURAT ITU MENJADIKAN KITAB-KITAB PERJANJIAN LAMA MENJADI TIDAK PERLU ADA DALAM KITAB SUCI UMAT KRISTIANI?


      Perjanjian Lama (PL) adalah Firman Tuhan dan memang ada di Alkitab, beberapa orang bingung mana yang harus dikerjakan, PL atau PB?
      Harus dipahami bahwa Taurat adalah untuk Israel, sedangkan para murid KRISTUS dibawah Hukum KRISTUS.

      Walaupun Alkitab kita terdiri dari dua kumpulan kitab, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, keduanya tetap merupakan satu kesatuan. Menurut Paulus terdapat garis sejarah dari Adam Awal yang yang jatuh dalam dosa dan Adam Akhir yang membereskan dosa ada garis sejarah dari Abraham dan Musa kepada YESUS KRISTUS.

      Perjanjian Lama tidak bisa dimengerti di luar YESUS KRISTUS, karena Perjanjian Lama mendapat penggenapannya di dalam Perjanjian Baru. Demikian juga Perjanjian Baru tidak bisa dimengerti tanpa Perjanjian Lama sebagai latar belakang dan prolog dalam drama penyelamatan manusia. Kita harus berdoa supaya YESUS membuka mata kita untuk mengerti rahasia ini persis seperti ia buat untuk dua orang Emaus. yang diceritakan dalam Lukas 24:27.

      Firman dalam Perjanjian Lama tetap merupakan Firman Allah bagi kita, sebab semuanya adalah dasar dari Perjanjian Baru.
      Kita tidak akan bisa mengerti arti "kurban YESUS" tanpa melihat dan memahami dosa asal yang diperbuat Adam-Hawa dan macam-macam tipologinya yang diungkapkan sepanjang PL atas penggenapan yang dilaksanakan Sang Mesias.
      Kita juga tidak akan mengerti terminologi "Anak Domba Allah" tanpa mempelajari prinsip-prinsip pengampunan dosa yang ada di Perjanjian Lama, kurban bakaran, kurban pengampunan dosa dll. Maka PL tetap harus ada dalam Alkitab kita meski kita tidak dibawah hukum-hukum Perjanjian Lama.

      Orang Kristen meski tidak dibawah hukum Taurat harus memahami apakah Taurat itu,  dan dosa harus dikomunikasikan dengan jelas, baru orang berdosa akan menerima Injil YESUS KRISTUS. Kalau kita memberitakan anugerah tanpa memberitakan hukum Taurat lebih dahulu, kita menjual anugerah Tuhan terlalu murah. Kita menjadi seperti nabi-nabi palsu dalam Perjanjian Lama, yang "mengobati luka umat Allah dengan memandangnya ringan, karena mereka hanya katakan: Damai sejahtera: Damai sejahtera!" (bandingkan Yeremia 6:14; 8:11). Jadi orang Kristen harus memahami dosa dan akibat serius dari dosa itu, dimana Allah kemudian memberikan hukum Taurat sebagai penuntun sampai kepada YESUS KRISTUS datang (Galatia 3:24). Setelah karya KRISTUS sempurna di kayu salib darahnya tertumpah untuk hutang dosa (kurban) Hukum Taurat itu berhenti, dan tergenapi, dan selesai!

      Firman dan pengajaran-pengajaran yang ada dalam Perjanjian Lama sangat berguna bagi kita untuk kita pelajari. Maka dari itu, mohon, jangan salah paham bahwa dalam penjelasan2 saya di atas itu melecehkan firman-firman dalam Perjanjian Lama. Sebaliknya, saya mendalaminya dengan teliti mempelajari bahasanya, dan memandang bahwa firman itu sungguh berguna untuk mengajar, mendidik, memperbaiki kesalahan sebagaimana tertulis dalam 2 Timotius 3:16.

      Namun apabila bicara mengenai hukum saya akan tegas mengatakan bahwa kita sekarang telah ada di NEW COVENANT, kita ada dalam Era Perjanjian Baru dibawah HUKUM KRISTUS!.

      Alkitab Perjanjian Baru berkali-kali menyatakan bahwa Hukum Taurat itu sudah digenapi, sudah berakhir. Dan Alkitab juga menyatakan bahwa durasi Hukum Taurat itu terbatas, yaitu hanya sampai KRISTUS datang (Galatia 3:24). Dan Posisi Hukum Taurat itu ada dibawah JANJI dari Allah kepada Abraham (Galatia 3:15-29).

      Allah lebih melihat JANJI-Nya kepada Abraham sebagai suatu yang tidak akan berubah, bahwa dari keturunan Abraham anugerah itu datang, dan keturunan yang dimaksud itu adalah YESUS KRISTUS. Oleh kepercayaan/ iman kepada KRISTUS kita disebut sebagai keturunan Abraham yang berhak menerima anugerah.

      Kita, umat KRISTUS bukanlah anak-anak Musa yang dibawah hukum Taurat.
      Kita, oleh iman kepada KRISTUS, menjadikan kita adalah anak-anak Abraham (keturunan Abraham), olehnya kita berhak menerima Janji Allah!

      Pembahasan tentang Kekokohan dan Keunggulan Ikatan Janji (EPAGGELIA)  diatas Hukum Taurat (NOMOS), dalam Galatia 3:15-18, dijelaskan di : http://www.sarapanpagi.org/janji-kepada-abraham-dan-posisi-taurat-vt950.html#p2686

      Keunggulan Janji (EPAGGELIA) juga menjadikan suatu NEW COVENANT!
      NEW COVENANT ini menggantikan COVENANT (DIATHÊKÊ) yang LAMA yang telah usang, dijelaskan di: http://www.sarapanpagi.org/perjanjian-lama-dan-perjanjian-baru-ibrani-8-6-13-vt125.html#p260

      Semoga menjadikan jelas, bahwa meski kitab-kitab PL masih ada di dalam Alkitab umat Kristiani, namun kita, murid-murid KRISTUS tidak dibawah Hukum PL. PL itu seperti cerita sejarah pra Kekristenan, perlakukanlah itu sebagai sejarah (yang tentu saja bisa dipelajari dan bisa diambil hikmahnya). Sementara PB itu bukan sekedar sejarah tapi juga tonggak awalnya Kekristenan sampai sekarang, jadi bukan saja diperlakukan sebagai sejarah tapi juga dasar dari iman dan dasar bagi kehidupan murid-murid KRISTUS.


      Blessings,
      BP
      « Last Edit: July 11, 2011, 12:02:20 AM by SarapanPagi »
      Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
      July 11, 2011, 12:14:02 AM
      Reply #6
      • FK - Senior
      • ****
      • Posts: 395
      disini perlu pengkajian yang serius deh untuk pemahaman ini...sepeertinya kok aneh cara penerawangannya ya..??. kelihatannya memaksakan sekali dng menggunkan nama Yesus untuk mencari alasannya..padahal maksud Yesus dalm kedatanganNYa kedunia bukan untuk melenyapkan..tapi menggenapi.
      Tapi kok caranya anda menjelaskan  hukum jangan membunuh, sepertinya orang diluar diri anda anda anggap orang bodoh semua ..??? HIHIHI..  Masa dalam pernyataan andaaa..?? anda mengatakan bahwa setelah ada Hukum Kasih di PB..lantas orang berpikiran tidak ada lagi hukum jangan membunuh.?? wwahh..Padhal orang di luar diri anda ga bodoh lah..hanya itulah ajaran statemen dari bapa-bapa gereja anda yang anda copas sampai sekarang zaman ini..cara anda menggiring pendangan/opini anda saja  seakan akan semua orang buta akan hukum yang ada di PL dan PB tsb..??? hhheemm

      Cara yang tidak terlihat Alkitabiyah jika hanya ingin menyampaikan bahwa Kitab TAURAT Musa tidak harus dipakai lagi oleh umat zaman skarang ini yang sudah Kristen...?? Wahh sama pandangannya kayanya dng Mas@hanhalin ya...?? satu gereja kah mereka.?
      may be yes ..may be not...??
      July 11, 2011, 11:22:03 AM
      Reply #7
      • FK - Hero
      • *****
      • Posts: 3492
      • Merdeka di dalam Kristus
        • SARAPANPAGI BIBLIKA
      dalam http://forumkristen.com/index.php?topic=37648.30 telah dijalaskan bahwa BERAKHIRNYA HUKUM TAURAT tidak membuat kita masuk dalam keadaan TANPA HUKUM (ANOMOS). Tetapi justru kita mempunyai suatu HUKUM yang JAUH LEBIH SEMPURNA, yaitu HUKUM KRISTUS yang dikenal dengan HUKUM KASIH, saya kutip komentar teman kita

      Orang Kristen tidak perlu hukum taurat, hukum2 Tuhan yg komplit sudah di tulis di hati Kristen sejati. Kita seperti sudah "di update versinya"  :) , sehingga tdk perlu contekan hukum dari luar lagi. Dari taat karena takut, menjadi taat karena sadar.

      Saya mencintai Allah bukan karena takut hukuman Allah, tapi karena saya jatuh cinta kepada Allah.
      Saya tidak membunuh bukan karena takut hukuman Allah, tapi karena hati saya tidak bisa membunuh.
      Saya tidak berdusta bukan karena takut hukuman Allah, tapi karena saya tidak bisa berdusta.

      Seperti ada yang mencegah dari dalam. Pasti kamu juga merasakannya. :afro:

      GBU


      Memang butuh waktu lama bagi bagi sebagian orang untuk memahami hal ini. Dulu saya juga begitu...
      It takes time. Sama seperti saya dulu juga butuh waktu untuk menyadari adanya perbedaan signifikan antara Perintah Taurat dan Perintah Yesus. Untuk menyadari kenapa ada 2 Perjanjian, bukannya 1 perjanjian lalu Yesus sekedar mengamandemen Perjanjian tersebut (seperti UUD 45 yang kemudian di amandemen). Tapi bener2 berubah dari yang lama dari baru. It will takes time untuk bisa ngelepas yang udah bertahun2 dipegang.
      Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
      July 11, 2011, 12:47:38 PM
      Reply #8
      • FK - Hero
      • *****
      • Posts: 5227


      dalam http://forumkristen.com/index.php?topic=37648.30 telah dijalaskan bahwa BERAKHIRNYA HUKUM TAURAT tidak membuat kita masuk dalam keadaan TANPA HUKUM (ANOMOS). Tetapi justru kita mempunyai suatu HUKUM yang JAUH LEBIH SEMPURNA, yaitu HUKUM KRISTUS yang dikenal dengan HUKUM KASIH, saya kutip komentar teman kita

      Memang butuh waktu lama bagi bagi sebagian orang untuk memahami hal ini. Dulu saya juga begitu...
      It takes time. Sama seperti saya dulu juga butuh waktu untuk menyadari adanya perbedaan signifikan antara Perintah Taurat dan Perintah YESUS. Untuk menyadari kenapa ada 2 Perjanjian, bukannya 1 perjanjian lalu YESUS sekedar mengamandemen Perjanjian tersebut (seperti UUD 45 yang kemudian di amandemen). Tapi bener2 berubah dari yang lama dari baru. It will takes time untuk bisa ngelepas yang udah bertahun2 dipegang.



      Broo@SP...

      Suatu pandangan yang bijaksana dari anda..broo..!!
      Namun, apakah konsisitensi seperti pandangan anda tsb memang nanatinya tidak berdampak pada implikasi kehidupan dan pertumbuhan iman percaya anda..?? Karena jelas disini ada inisiative memarginalkan arti dari setiap ayat -ayat Firman Tuhan yang sudah ada di PL..?? SEHINGGA PADA AKHIRNYA TIDAK ADA LAGI DI JAGAT RAYA INI..KHOTBAH PENDETA YANG MENGGUNAKAN PIJAKAN ayat-ayat DARI KITAB YESAYA, YEREMIA, MAZMUR..DLLnya...??
      Kalu memang demikian pemahaman anda dan yang lainya...?? Ohhh sangat menyedihkan dan memillukan bagi jiwa saya sendiri.. Apa artinya ucapan TYK sendiri mengenai TM/PL dan umatnya..??

      Mat. 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi.
                       Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

      Mat. 9:13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan
                      persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

      Mat. 10:34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan
                         untuk membawa damai, melainkan pedang.

      Mrk. 2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi
                      orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

      Luk. 5:32 Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

      Luk. 12:51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu,
                       bukan damai, melainkan pertentangan.

      Yoh. 12:47 Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya,
                        sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya

      Salam GBU
      July 11, 2011, 03:36:24 PM
      Reply #9
      • FK - Hero
      • *****
      • Posts: 11427
      • Gender: Male
      • Tuus Totus Ego Sum, Et Omnia Mea Tua Sunt

      Broo@SP...

      Suatu pandangan yang bijaksana dari anda..broo..!!
      Namun, apakah konsisitensi seperti pandangan anda tsb memang nanatinya tidak berdampak pada implikasi kehidupan dan pertumbuhan iman percaya anda..?? Karena jelas disini ada inisiative memarginalkan arti dari setiap ayat -ayat Firman Tuhan yang sudah ada di PL..?? SEHINGGA PADA AKHIRNYA TIDAK ADA LAGI DI JAGAT RAYA INI..KHOTBAH PENDETA YANG MENGGUNAKAN PIJAKAN ayat-ayat DARI KITAB YESAYA, YEREMIA, MAZMUR..DLLnya...??
      Kalu memang demikian pemahaman anda dan yang lainya...?? Ohhh sangat menyedihkan dan memillukan bagi jiwa saya sendiri.. Apa artinya ucapan TYK sendiri mengenai TM/PL dan umatnya..??

      Mat. 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi.
                       Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

      Mat. 9:13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan
                      persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

      Mat. 10:34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan
                         untuk membawa damai, melainkan pedang.

      Mrk. 2:17 YESUS mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi
                      orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

      Luk. 5:32 Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

      Luk. 12:51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu,
                       bukan damai, melainkan pertentangan.

      Yoh. 12:47 Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya,
                        sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya

      Salam GBU
      Ikut nimbrung, sekedar perbandingan, orang Yahudi (yang mengikuti Hukum Taurat) seperti orang Indonesia, "aturannya" harus pasti dsb, sedangkan orang PB (yang mengikuti Hukum Cinta Kasih) seperti orang Singapura, "gak perlu koar2" karena aturan sudah "mendarah daging' dalam hati mereka :D

      FYI, yang dibatalkan adalah Hukum Taurat, bukan tidak boleh dikutip dsb :)
      Inter Esse Et Non Esse

      Cogito Ergo Sum

      Non Nobis Domine, Non Nobis, Sed Nomini Tuo Da Gloriam

      Extra Ecclesiam Nulla Salus

      In Hoc Signo Vinces

      With love,

      your Yopi
       


      [X]
      Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

      Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

      Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)