Author Topic: Komunitas Yahudi  (Read 1449 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 02, 2011, 01:07:57 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5328
  • Gender: Male
Komunitas Yahudi : Pembantaian dengan Sechita Tidak Menyakitkan

Komunitas Yahudi di Inggris mendukung penuh penyediaan makanan dengan informasi yang berkaitan darimana makanan itu berasal dan bahwa daging yang dilabel harus disertai dengan keterangan apakah sebelumnya dibuat kaku dengan listrik, ditembak, digas, atau dipukul seperti jutaan binatang lainnya dimana dagingnya tidak dibekukan selama proses. Namun, ada satu metode yang dicurigai, bermasalah, dan didiskriminasi.

Metode itu disebut dengan kata Shechita. Shechita diyakini adalah metode yang menyakitkan binatang saat dibantai. Kenyataannya, menurut bukti yang cukup malah sebaliknya. Proses Shechita ini membutuhkan pemotongan organ vital binatang yang tidak tanggung-tanggung dan cepat dimana prosedur ini menyebabkan tekanan darah yang langsung turun di otak binatang tersebut. Tekanan darah yang secara tiba-tiba turun ini akan membuat binatang tersebut tidak merasakan sakit.

Semenjak Sechita menghadirkan pemotongan binatang yang ‘bersahabat’, hal ini mengakibatkan binatang tersebut efektif buat dikonsumsi dan lagipula tidak membuat binatang mati dengan cepat sehingga dagingnya masih segar. Lebih jauh lagi, hanya ada 0.03 persen dari semua binatang yang dibantai secara Sechita setiap tahun untuk makanan di Inggris.

Para pemerhati binatang tentunya bersyukur bahwa binatang itu tidak dibunuh dengan listrik tingkat tinggi atau dibantai dengan sadis. Mungkin inilah jalan keluar yang menjadi solusi buat masalah pembantaian binatang secara sadis. Bagi umat Kristen di sana, mereka tidak menginginkan makanan daging yang disebut ‘halal’ bagi umat Islam karena cara mereka membunuhnya. Untuk itulah, solusinya yaitu dengan menggunakan metode Sechita ini.

Source : christianpost/lh3
April 05, 2011, 07:35:58 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 566
  • Gender: Female
  • They're beautiful, but we more than those
yaah bila dilistrik atau digas itu spt penyiksaan, apalagi bila melhtnya sec langsung pasti tak tega memakan daging tsb...belum lg efek yg mempengaruhi kualitas daging itu sendiri...btw dg cara apapun itu klo kita melhtnya pasti deh kita sukses jadi vegetarian. :ashamed0004:   
Matius 6:29-30
April 11, 2011, 01:56:37 PM
Reply #2
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2738
  • me , just moe without 'o'
Komunitas Yahudi : Pembantaian dengan Sechita Tidak Menyakitkan

Komunitas Yahudi di Inggris mendukung penuh penyediaan makanan dengan informasi yang berkaitan darimana makanan itu berasal dan bahwa daging yang dilabel harus disertai dengan keterangan apakah sebelumnya dibuat kaku dengan listrik, ditembak, digas, atau dipukul seperti jutaan binatang lainnya dimana dagingnya tidak dibekukan selama proses. Namun, ada satu metode yang dicurigai, bermasalah, dan didiskriminasi.

Metode itu disebut dengan kata Shechita. Shechita diyakini adalah metode yang menyakitkan binatang saat dibantai. Kenyataannya, menurut bukti yang cukup malah sebaliknya. Proses Shechita ini membutuhkan pemotongan organ vital binatang yang tidak tanggung-tanggung dan cepat dimana prosedur ini menyebabkan tekanan darah yang langsung turun di otak binatang tersebut. Tekanan darah yang secara tiba-tiba turun ini akan membuat binatang tersebut tidak merasakan sakit.

Semenjak Sechita menghadirkan pemotongan binatang yang ‘bersahabat’, hal ini mengakibatkan binatang tersebut efektif buat dikonsumsi dan lagipula tidak membuat binatang mati dengan cepat sehingga dagingnya masih segar. Lebih jauh lagi, hanya ada 0.03 persen dari semua binatang yang dibantai secara Sechita setiap tahun untuk makanan di Inggris.

Para pemerhati binatang tentunya bersyukur bahwa binatang itu tidak dibunuh dengan listrik tingkat tinggi atau dibantai dengan sadis. Mungkin inilah jalan keluar yang menjadi solusi buat masalah pembantaian binatang secara sadis. Bagi umat Kristen di sana, mereka tidak menginginkan makanan daging yang disebut ‘halal’ bagi umat Islam karena cara mereka membunuhnya. Untuk itulah, solusinya yaitu dengan menggunakan metode Sechita ini.

Source : christianpost/lh3
Metode a la islam sebenarnya meniru a la yahudi, yg sebenarnya mengharuskan memakai proses 'pembantaian' yg kasar yaitu memotong leher (urat nadi).

Sebab hanya dg cara seperti inilah cara yg efektif untuk : membunuh dg cepat dan memastikan darah keluar dari tubuh binatang.

Binatang yng dibunuh dg cara2 spt diatas menyerupai matinya binatang dg cara dicekik yg tidak halal untuk dikomnsumsi, krn darah menggumpal 'didalam' daging

[image] of mine  is  God's own [image]

http://rotihidup.blogspot.com/

His crown was of thorns
His throne was a cross
His glory was humiliation

(the wisdom of the desert)
April 16, 2011, 03:53:37 AM
Reply #3
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 111
Ngak ada ceritanya pembunuhan itu mengenakan bagi bersangkutan...hee..hee..Binatang punya naluri juga kalau akan di bunuh dan banyak juga Pernyataan yang mengatakan cara menjagal akan berpengaruh ke dagingnya entah benar atau tidak setiap orang punya trik sendiri.
Tapi buat aku pribadi cara yang normal aja misalnya potong ayam ya pakai pisau yang tajam biar proses sembelihnya cepat dan ayam cepat kek, lain halya kalau pakai pisau tumpul...hee..hee.
Lain hanya kalau potong RW..(Ragiwon) harus di pentung dulu atau di jerat,kalau tidak selamatlah keburuh kabur alias gagal pesta.yang penting Doa dulu itu harus bagi kita orang beriman.Perna di minta tolong sama tetangga yang mau kenduri +/-25 ekor ayam terselesaikan dengan cepat, doanya sederhana aja begini "hai ayam kamu mau saya potong untuk pesta..dalam nama Tuhan Yesus"  creesss...rampung dhe,dan tak semua orang berani lho biarpun ayam entah banyak alasan.
Soal orang yahudi pakai cara sendiri ya mungkin menurut dia bagus,tapi tho semua kembali kehakikat semula bahwa binatang ada memang untuk manusia.Mau di sembelih atau di cekek  manusianya yang berhak menentukan.Yang jadi pertanyaan saya kalau memotong binatang pakai mesin(Lihat di TV) kayaknya lebih exstrim..tapi kalau sudah jadi kentaki ayam goreng orang enak aja makanya tanpa tahu ini ayam di bunuh pakai apa dan bagaimana cara potongya. Pertanyaanya apa ada aturan Buat kita orang Kristen kalau mau motong binatang trimakasih.GBU
April 17, 2011, 08:49:34 PM
Reply #4
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 327
Quote
Lain hanya kalau potong RW..(Ragiwon) harus di pentung dulu atau di jerat,kalau tidak selamatlah keburuh kabur alias gagal pesta.

yg saya dengar, untuk RW tidak dipotong dengan pisau, tapi memang dikarungi lalu dipentungi sampai mati. konon katanya rasanya lebih enak, dan beberapa hewan lain (seperti kucing) juga diperlakukan serupa tapi tak sama, prinsipnya semakin menderita hewan itu saat ajal menjemput, rasanya akan makin enak.

saya belum pernah dan nggak akan mau coba, nggak habis pikir apanya yg enak kalau tau caranya seperti itu. :(
this is too much proved, that with devotion's visage and pious action we do sugar on the devil himself.
October 24, 2017, 08:12:12 PM
Reply #5
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 286
  • Denominasi: Katolik
Memang tidak dijelaskan dalam Perjanjian Baru cara penyembelihan hewan. Yesus juga tidak pernah membicarakannya, tapi Yesus juga tidak anti makanan yang berasal dari hewan seperti susu dan daging.
Tidak ada cara penyembelihan orang Yahudi yang dikritik Yesus .

Jadi sebaiknya kita sebagai umat Kristen mengikuti cara penyembelihan Yahudi yaitu dengan metode Sechita
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)