Author Topic: Studi Kasus: Perceraian yang diperbolehkan dalam Kristen  (Read 21121 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 12, 2011, 04:10:50 PM
Reply #40
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 9
Tuhan tidak mengijinkan adanya perceraian alasan pertama dan kedua, tetapi ada opsi untuk bercerai yaitu jika pasangan berselingkuh, tetapi setelah bercerai tidak boleh menikah dengan siapapun, karena jika menikah lagi maka terhitung berzinah.

Alasan tidak boleh melakukan perceraian :

Pertama : Dalam agama Kristen perceraian adalah kekejian bagi Tuhan.

Maleakhi 2:14- 16:
(14) Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.
(15) Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
(16) Sebab Aku membenci perceraian, Firman Tuhan, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, Firman Tuhan semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Kedua : pada saat menikah pasangan suami istri berjanji di hadapat Tuhan, manusia dan iblis untuk selalu setia satu sama lain. Jika ada yang berselingkuh berarti dia ingkar janji pada Tuhan. Sama Tuhan aja ingkar janji apa lagi sama manusia. ck ck ck.

Matius 19 : 5 - 6 :
(5) Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
(6) Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Walaupun ada opsi untuk bercerai :
Matius 19 : 9 :
(9) Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."
Seseorang boleh menceraikan pasangannya kalau pasangannya berbuat zinah.
Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, dengan alasan pasangan berzinah ia bercerai.
tetapi dia tidak boleh kawin lagi dengan yang lain karena kalau dia kawin lagi dengan yang lain maka dia berbuat zinah.
(setelah dia bercerai dengan alasan pasangan berzinah) lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.

contoh kasus itu adalah fakta betapa manusia ini geblek, bebal, dll.

contoh yang di kemukakan :

Pangeran Charles dan Camila, kalau mereka menikah setelah Diana meninggal itu sah-sah saja karena pangeran Charles tidak terikat ikatan perkawinan dengan siapapun. tetapi kalau selama berkeluarga pangeran charles berselingkuh dengan Camila maka itu adalah dosa.

Pendeta Benny Hinn yang digugat cerai istrinya, ini bukti bahwa bagaimanapun juga dia adalah manusia yang bisa melakukan kesalahan. Wajar sebagai manusia bisa berbuat kesalahan dan dia harusnya tahu itu, dan harus segera bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

dan banyak sekali contoh lainnya.

Dan semuanya itu membuktikan kepada kita bahwa siapapun dia, apapun dia kembali lagi ke pribadi masing-masing, apakah mau berbuat dosa dan memilukan hati Tuhan atau jalan di jalanNya.
Kalau ada yang salah tolong di ingatkan. :D
August 12, 2011, 04:26:52 PM
Reply #41
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 9
PERCERAIAN ITU DILARANG.

Di katolik ada yg namanya PEMBATALAN perkawinan. PEMBATALAN PERKAWINAN dapat di lakukan jika memenuhi beberapa persyaratan, salah satunya adalah menikah dibawah umur, dalam artian dipaksa menikah oleh orang tua pada saat blm dewasa dan belum mengerti arti dan tugas perkawinan, dan setelah menikah mereka tidak ribut terus.
Dalam hal ini perkawinan dianggap cacat, karena tentu para saksi juga bersaksi dusta.
Tetapi jika perkawinan itu tidak cacat ya DILARANG KERAS UNTUK BERCERAI.

Beberapa kasus, spt pangeran charles menurut saya dia bercerai secara sipil, dan menikah lagi di gereja yg bersebrangan dengan gerejanya yg lama. Krn pemberkatan di gereja lama dianggap tidak sah oleh gereja yg baru.

contoh kasus di daerah saya:
Seorang Duda cerai dulu menikah di katolik, dan di katolik dilarang untuk bercerai, maka dia bercerai secara sipil saja, walaupun gereja tidak mengakui perceraian tsb.
Seorang Janda Cerai dulunya Islam (ga masalah klo cerai)
Keduanya menikah lagi di gereja Kristen, dan anehnya gereja Kristen tsb mau menikahkan mereka. Keduanya mengaku pindah agama menjadi Kristen.

Apakah karena gereja Kristen tsb menganggap Gereja Katolik Sesat sehingga tanpa penyelidikan lebih lanjut menganggap Perkawinan di Gereja Katolik  tidak sah, atau di Gereja Kristen tsb ada celah untuk melakukan kawin cerai.

MOHON JAWABAN/PENJELASAN dari pihak Kristen...

Kalau di Gereja Katolik pasti mengadakan penyelidikan dulu, apakah menurut Hukum Gereja Katolik Sah Apa Tidak, Cthnya klo babtis, jika di babtis di gereja Kristen dgn cara menggunakan AIR dan mengucap Dalam Nama Bapa, dan Putra, dan ROH KUDUS. Amin. Maka jika pindah Katolik tidak perlu dibabtis lagi, Tapi sebelum menerima komuni harus mengikuti pelajaran agama dulu.

Salam Damai.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Matius 16: 18-19. 18: Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 19. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di didunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
saya Kristen,

Di gereja kami, pernikahan tersebut tidak akan dilayani. Tentu pihak gereja akan mengadakan tanya jawab kepada yang bersangkutan dan saksi-saksi. apa bila ada kejadian seperti diatas maka tidak akan dinikahkan. Walapun alasannya pindah agama ke Kristen, tapi pihak-pihak yang menikah dalam status bercerai.
Bercerai sih boleh-boleh saja asalkan alasan untuk bercerai kuat yaitu pasangan berselingkuh, tapi setelah bercerai dia tidak bisa menikah lagi dengan siapapun.
Matius 19 : 9
(9) Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."

Juga untuk babtisan, jika seseorang sudah dibabtis di gereja Katolik maka dia tidak akan di babtis lagi, tinggal mengikuti kelas katekisasi dan setelah selesai dia di sidi. Karena dia sudah di babtis atas nama Bapa Anak dan ROH KUDUS.
demikian jawaban saya.. syalom
August 16, 2011, 07:45:41 AM
Reply #42
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 154
Secara normatif perceraian tidak diperbolehkan dan mngandung kutuk (siapapun yg bcerai akan hidup dlm kutuk).

Tp scr case per case, masih ada pertimbangan :

1. Jika salah satu pasangan adl non-Kristen dan jika yg non-Kristen hendak bcerai, maka pceraian diperbolehkan walau tidak dianjurkan
2. Jika salah satu pasangan ketahuan berzinah, maka perceraian dibolehkan walau tidak dianjurkan (poin ini masih beda pnafsiran)

Good point, sebab dalam Kristen, "Hanya Kematian yang dapat memisahkan pasangan suami isteri", tetapi dalam point yang dijelaskan diatas ini ( yaitu : kedua point tersebut diatas ), saya akan menambahi beberapa hal, yaitu :

1. Jika salah satu pasangan adl non-Kristen dan jika yg non-Kristen hendak bcerai, maka pceraian diperbolehkan walau tidak dianjurkan ==> Perceraian diperbolehkan, tetapi bagi yang pasangan Kristen, maka setelah melakukan perceraian, orang tersebut TIDAK  LAGI  DIPERBOLEHKAN  KAWIN dengan Alasan Apapun, artinya : setelah perceraian tersebut, Ia harus hidup sendiri sampai mati.

2. Jika salah satu pasangan ketahuan berzinah, maka perceraian dibolehkan walau tidak dianjurkan (poin ini masih beda pnafsiran), sama seperti pada point pertama diatas, maka dalam kasus disini, orang yang telah melakukan perceraian tersebut, maka TIDAK  DIPERBOLEHKAN  lagi untuk kawin, sampai maut menjemputnya.

M e n g a p a ?

Sebab jika ia kawin lagi, seperti dalam kasus kedua point tersebut diatas, maka Ia telah menjadikan perkawinan yang telah dilaluinya tersebut, menjadi suatu "PERZINAHAN", dan menempatkan dirinya didalam "KUTUK" untuk selamanya.


Salam Kasih ...
August 19, 2011, 01:11:03 PM
Reply #43
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 17
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Pasangan menikah di gereja syah secara agama Kristen. Tapi bukan itu syah atau tidaknya sebuah penikahan. Okey, agama dengan mendasari Alkitab syah. Pertanyaannya sekarang apakah pasangan itu benar-benar Kristen atau hanya agamanya?
Jika agama saja yang Kristen tetapi mereka belum mengerti arti penebusan dan kelahiran baru. Niscaya mereka akan menemui kebuntuan dalam memecahkan permasalahan keluarga. Sehingga jalan yang harus ditempuh adalah cerai. Orang yang belum "lahir baru" artinya masih "mati" (belum mengenal Allah). Ia harus menerima "penebusan" kemudian ia bisa "lahir baru". Yang lahir baru tahu bahwa yang telah dipersatukan oleh Tuhan tidak boleh diceraikan oleh manusia. Hanya kematian yang akan memisahkan.
Perceraian pada agama Kristen yang banyak terjadi memang karena "kematian" seperti hal di atas. Jadi kematian di sana adalah bukan saja kematian raga terpisah dari roh. Penekanan lebih pada kematian roh manusia yang memisahkan dari Roh Allah. Pisah artinya cerai.
August 19, 2011, 02:37:20 PM
Reply #44
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 154
Pasangan menikah di gereja syah secara agama Kristen. Tapi bukan itu syah atau tidaknya sebuah penikahan. Okey, agama dengan mendasari Alkitab syah. Pertanyaannya sekarang apakah pasangan itu benar-benar Kristen atau hanya agamanya?
Jika agama saja yang Kristen tetapi mereka belum mengerti arti penebusan dan kelahiran baru. Niscaya mereka akan menemui kebuntuan dalam memecahkan permasalahan keluarga. Sehingga jalan yang harus ditempuh adalah cerai. Orang yang belum "lahir baru" artinya masih "mati" (belum mengenal Allah). Ia harus menerima "penebusan" kemudian ia bisa "lahir baru". Yang lahir baru tahu bahwa yang telah dipersatukan oleh Tuhan tidak boleh diceraikan oleh manusia. Hanya kematian yang akan memisahkan.
Perceraian pada agama Kristen yang banyak terjadi memang karena "kematian" seperti hal di atas. Jadi kematian di sana adalah bukan saja kematian raga terpisah dari roh. Penekanan lebih pada kematian roh manusia yang memisahkan dari Roh Allah. Pisah artinya cerai.


Apa yang saudara katakan diatas adalah tepat sekali, sebab jika seorang telah mengenal dan menerima Kristus sebagai Juru Selamatnya, maka sudah pasti hidupnya akan penuh Kasih dan Kemurahan, sehingga tidak akan mungkin terjadinya perceraian, karena didalam Kasih, akan tercipta hidup yang saling memberi dan saling memaafkan.

Nah, jika terjadi perceraian terhadap mereka yang dalam KTP nya adalah Kristen, maka seperti yang anda katakan diatas, menurut saya, mereka yang KTP nya adalah Kristen tersebut, pada dasarnya mereka itu belum Mengenal Kristus dengan benar, untuk itu .. bebas2 aja mereka kawin cerai sampai ribuan kali, karena mereka "PADA  DASARNYA" bukanlah seorang Kristen.

Untuk kasus ini, seperti yang pernah saya jelaskan pada forum disini, maka mereka tersebut "HARUS" dibimbing oleh Gereja, supaya mereka benar2 memahami dan mengenal serta menerima Yesus itu dengan benar, dan kemudian mereka harus "DIBABTIS  ULANG", sebagai Bukti "Lahir Baru", dan setelah mereka lahir baru, jika mereka akan kawin lagi, maka mereka harus diberkati dalam Pemberkatan Perkawinan Kudus, agar terbentuk Rumah Tangga Kristen yang Kudus.

Nah, jika mereka telah lahir baru dan melakukan perkawinan kembali, maka perkawinan mereka yang terakhirlah yang Sah di mata Tuhan, sebab perkawinan yang mereka lakukan adalah perkawinan didalam Kristus, dan setelah itu, apapun alasannya .. mereka tidak diperbolehkan lagi untuk bercerai, sampai kematian memisahkan mereka, dan jika mereka tetap melakukan perceraian, maka mereka telah menempatkan diri mereka kedalam Perzinahan atau mereka telah menempatkan diri mereka kedalam kutuk, untuk kasus ini.. maka tidak ada lagi pengampunan bagi mereka.

Jadi, bagi penatua jemaat dan Gereja, saya menghimbau untuk berhati2 dalam melakukan pemberkatan perkawinan, sebab pada pundak andalah tanggung jawab besar, bila anda salah dalam melakukan pemberkatan perkawinan tersebut, jadi .. himbauan saya adalah .. sebelum anda melakukan pemberkatan perkawinan, maka ada baiknya anda atau gereja terlebih dahulu, benar2 menguji iman percaya mereka pada Kristus, apakah mereka benar2 telah mengenal Kristus atau belum,


Salam Kasih dalam Kristus Yesus ...
August 20, 2011, 03:28:49 AM
Reply #45
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
  • Denominasi: protestan
sory saya masih newbie tapi ingin bertanya ga tau apa ini masih nyambung ama topik atau tidak
saya juga tidak mendukung perceraian secara mutlak cuma ada bbrp macam kasus yang walaupun saya pikir saya hanya bisa mendapat pembenaran dari diri saya sendiri

ada pernah di 1 greja saya 1 org pasangan suami istri membawa cukup banyak pro dan kontra
saya kebetulan di posisi pro

dia seorang gembala yang kebetulan salah 1 yang saya hormati, yang kawin bersama istri org dan telah mempunyai anak dari suami yang meninggalkan dia
tapi dalam kasus ini perempuan tersebut di lari pergi sama suaminya sampe bertahun2 5thn++ tanpa ada kabar masih hidup ataupun tidak... di kontak keluarganya pun gada yang tau
skrg mereka masih kawin dan baik2 saja
banyak yang mencela/menyindir ttg latar belakang dia kawin sama perempuan yang sudah menikah dan tanpa melalui proses perceraian tersebut
banyak juga yang membela dia karena latar belakang istrinya yang suaminya ga jelas dimana dan tanpa kabar sama sekali

tapi dalam hal ini salahkah dia? thx...
 
August 21, 2011, 05:14:23 PM
Reply #46
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 154
sory saya masih newbie tapi ingin bertanya ga tau apa ini masih nyambung ama topik atau tidak
saya juga tidak mendukung perceraian secara mutlak cuma ada bbrp macam kasus yang walaupun saya pikir saya hanya bisa mendapat pembenaran dari diri saya sendiri

ada pernah di 1 greja saya 1 org pasangan suami istri membawa cukup banyak pro dan kontra
saya kebetulan di posisi pro

dia seorang gembala yang kebetulan salah 1 yang saya hormati, yang kawin bersama istri org dan telah mempunyai anak dari suami yang meninggalkan dia
tapi dalam kasus ini perempuan tersebut di lari pergi sama suaminya sampe bertahun2 5thn++ tanpa ada kabar masih hidup ataupun tidak... di kontak keluarganya pun gada yang tau
skrg mereka masih kawin dan baik2 saja
banyak yang mencela/menyindir ttg latar belakang dia kawin sama perempuan yang sudah menikah dan tanpa melalui proses perceraian tersebut
banyak juga yang membela dia karena latar belakang istrinya yang suaminya ga jelas dimana dan tanpa kabar sama sekali

tapi dalam hal ini salahkah dia? thx...

Saudara ku ..

Menurut pendapat saya, dari permasalahan yang saudara utarakan disini, ada beberapa point penting yang saya tangkap, yaitu :

1. Wanita tersebut telah ditinggalkan oleh suaminya.
2. Wanita tersebut tidak mengetahui lagi, apakah suaminya masih hidup atau sudah mati.
3.Wanita tersebut telah memiliki anak.
4. Wanita tersebut pada akhirnya dikawini oleh seorang Gemba Sidang.

Nah, dari point2 tersebut diatas, saya dapat menjelaskan sbb :

1. Karena perkawinan antara wanita tersebut dengan laki2 yang pergi meninggalkan dia, adalah sah dimata Tuhan ( dengan catatan perkawinan mereka pertama mendapat pemberkatan dari Gereja ), maka berlaku syarat mutlak terhadap perceraian, yaitu : Tidak boleh bercerai sampai maut memisahkan mereka.

2. Karena berlaku syarat mutlak dari perceraian, maka wanita tersebut harus bersabar dalam doa, sampai ia menemukan jawaban pasti, apakah suaminya telah mati atau tidak.

3. Jika wanita tersebut tidak sabar dalam menantikan jawaban tersebut, maka artinya : wanita itu lebih mengedepankan akal sehat dari pada Iman Percaya, artinya : Wanita itu lebih memilih kedagingan dari pada Iman.

4. Jika wanita itu melakukan perkawinan kembali dengan lelaki lain, tanpa mengetahui apakah suami pertamanya telah mati atau belum, maka wanita itu melanggar Janji perkawinan yang dinyatakannya didepan Tuhan dan Jemaat, serta menempatkan perkawinannya kedalam Perzinahan dan menempatkan wanita itu kedalam Kutuk.

5. Jika ternyata Wanita itu kawin dengan seorang Gembala Sidang atau Pendeta atau Penatuan Jemaat, maka Sang Gembala Sidang atau pendeta tersebut, "HARUS" melepaskan jabatannya, sebab perbuatan pendeta atau Gembala Sidang tersebut telah Mencemarkan Nama Tuhan dan menjadi batu sandungan bagi jemaat, sebab Gembala Sidang ataupun Pendeta itu, telah melakukan "Perzinahan" dimata Tuhan, Nah .. setiap orang yang menerima berkat dari orang2 yang dikutuk oleh Tuhan, maka berkat itu dapat berubah menjadi suatu "Kutukan".

6. Jika Pendeta atau Gembala sidang anda, telah hidup dalam perzinahan dan Kutuk, saya harapkan agar saudara dan seluruh keluarga ataupun Jemaat, untuk segera mencari Gereja yang lain.


Salam Kasih dalam Kristus ...
November 18, 2011, 08:14:07 PM
Reply #47
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
  • Denominasi: Protestan
Shallom..

Maaf newbie yang punya pergumulan masalah perceraian ini jika dilihat dari sisi agama Kristen.

Jikalau ada pasangan yang melakukan pernikahan, menjalani rumah tangga kurang lebih 6 bulan, tetapi pada akhirnya sang suami meninggalkan pasangannya dan tidak menafkahinya hingga saat ini, dikarenakan ketahuan kalau sang suami telah melakukan perzinahan dengan wanita lain yang bukan istrinya "sebelum" menikah sampai sang wanita tersebut mengandung anak dari sang suami tersebut.
(catatan: status mereka berarti belum bercerai saat ini)

Dicari hingga saat ini tidak berhasil ditemukan, malah terdengar kabar kalau suaminya tersebut telah menikahi wanita yang dulu melakukan perzinahan dengannya, memiliki keturunan dan bahkan telah meninggalkan agama yang dianutnya terdahulu (Kristen).

Yang menjadi pertanyaan saya;
Dari sisi sang suami, kini statusnya jelas menikah, berumah tangga dan memiliki keturunan.
Bagaimana nasib/status dari istrinya terdahulu yang belum sah dicerai (walaupun saat menikah terdahulu belum tercatat di kantor Catatan Sipil, hanya diberkati di gereja saja)?
Apa dia tetap sah sebagai istri dari suaminya tersebut? (berarti status mereka poligami, karena sang suami telah memiliki istri yang baru)

Jika sampai saat ini sang istri tidak berhasil menemukan suaminya tersebut untuk meminta kejelasan statusnya dan atau meminta sang suami menceraikannya, apakah berarti dia tidak berhak lagi seumur hidupnya untuk memiliki berkat dalam sebuah pernikahan yang baik dan rumah tangga yang diberkati Tuhan Yesus?

Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati.
November 18, 2011, 10:50:13 PM
Reply #48
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 81
  • Denominasi: Kharismatik
Yesus sendiri berbicara ( saya coba dengan bahasa gaul ya )
Apapun alasannya Yesus ga suka perceraian.
Tapi kalau memang harus cerai harus :
Ga ada rasa amarah, dendam, benci dsb yang demon demon pokoknya. Emang anda bisa
Itupun Yesus sedih.
Jadi titik amannya GA USAH CERAI AJA DEH  ;D
Biar pasanganmu mau bertingkah kya Lucifer sekalipun ga usah cerai.  Doakan sajA, MUJIZAT PASTI TERJADI :afro:
November 20, 2011, 11:41:53 AM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 869
Shallom..

Maaf newbie yang punya pergumulan masalah perceraian ini jika dilihat dari sisi agama Kristen.

Jikalau ada pasangan yang melakukan pernikahan, menjalani rumah tangga kurang lebih 6 bulan, tetapi pada akhirnya sang suami meninggalkan pasangannya dan tidak menafkahinya hingga saat ini, dikarenakan ketahuan kalau sang suami telah melakukan perzinahan dengan wanita lain yang bukan istrinya "sebelum" menikah sampai sang wanita tersebut mengandung anak dari sang suami tersebut.
(catatan: status mereka berarti belum bercerai saat ini)

Dicari hingga saat ini tidak berhasil ditemukan, malah terdengar kabar kalau suaminya tersebut telah menikahi wanita yang dulu melakukan perzinahan dengannya, memiliki keturunan dan bahkan telah meninggalkan agama yang dianutnya terdahulu (Kristen).

Yang menjadi pertanyaan saya;
Dari sisi sang suami, kini statusnya jelas menikah, berumah tangga dan memiliki keturunan.
Bagaimana nasib/status dari istrinya terdahulu yang belum sah dicerai (walaupun saat menikah terdahulu belum tercatat di kantor Catatan Sipil, hanya diberkati di gereja saja)?
Apa dia tetap sah sebagai istri dari suaminya tersebut? (berarti status mereka poligami, karena sang suami telah memiliki istri yang baru)

Jika sampai saat ini sang istri tidak berhasil menemukan suaminya tersebut untuk meminta kejelasan statusnya dan atau meminta sang suami menceraikannya, apakah berarti dia tidak berhak lagi seumur hidupnya untuk memiliki berkat dalam sebuah pernikahan yang baik dan rumah tangga yang diberkati Tuhan YESUS?

Terima kasih, Tuhan YESUS memberkati.


Mungkin ada baiknya dibuat wadah atau perkumpulan istri istri yg diperlakukan seperti itu. Kalau sudah banyak jumlahnya baru deh komplain ke pendeta...
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)