Author Topic: Yesus bukan Allah ?  (Read 31750 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 18, 2011, 12:13:03 AM
Reply #1660
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3347
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA

Sorry bro, seharusnya itu anda harus banyak belajar, sampai-sampai anda tidak tahu kalau ayat-ayat pembuka injil Yohanes psl.1 itu merupakan adopsian dari filsafat Yunani (platonis), makanya keliru terus memahami manusia YESUS yang adalah Utusan Allah tidak lebih dan tidak kurang.


Logos atau Firman bukan Tuhan

Philo dari Alexandria memperkenalkan ide Logos dari Tuhan tanpa iktikad mempersamakan Logos dengan Tuhan, jauh sebelum penulisan Injil Yohanes.

-cut-


 PHILO, karyanya mengenai pokok-pokok filsafat, menyajikan sumber bahan yang berharga untuk penelitian filsafat Yunani yang kurang dikenal. Tapi kerja utamanya ialah menghasilkan uraian-uraian tentang Pentateukh; ia didorong oleh keinginan untuk membuktikan bahwa yang dicari-cari oleh filsafat dan agama dalam dunia non-Yahudi pada waktu itu, menemukan tujuannya yang sebenarnya dalam diri Allah Abraham.

Meski beberapa karyanya bersifat theologis, namun ada banyak pemikiran-pemikirannya tercampur dengan helenisme yang tidak dapat diterima kalangan Yahudi. Yang menjadi pusat dalam pengertiannya, baik tentang alam semesta maupun tentang pengalaman agama ialah pikiran tentang λογος – "LOGOS" (kata, firman, kalam, logika), suatu istilah yang berasal dari golongan Stoiki.

Pemikiran Philo tentang λογος – "LOGOS" membuat orang menghubungkannya dengan tulisan Rasul Yohanes dalam Injil Yohanes 1:1, dan bahkan ada yang mengira Yohanes terpengaruh dengan Philo/ terpengaruh pemikiran-pemikiran helenistis.

Sehingga teks "Pada mulanya adalah Firman (Logos)..." dianggap bukanlah wahyu dari Allah tetapi adalah berasal dari teori filsafat dari Philo dari Aleksandria. Benarkah pendapat itu?

Philo adalah orang Yahudi yang menyibukkan diri dengan mempelajari hikmat yang terdapat di dalam dunia Yahudi dan Yunani. Ia juga mengenal, memakai, dan menyenangi ide tentang 'logos', "firman" dan "pikiran" Allah tersebut. Ia memang berpendapat bahwa 'logos' adalah hal yang tertua di dunia dan merupakan alat yang dipakai oleh Allah untuk menciptakan dunia. Ia mengatakan bahwa 'logos' adalah pikiran allah yang dimeteraikan ke atas alam semesta. Ia berbicara tentang 'logos' yang dipakai oleh Allah menciptakan dunia dan segala sesuatu. Ia mengatakan bahwa Allah, sang pengendali alam semesta, memegang 'logos' itu seperti seorang pembajak sawah dan dengan 'logos' itu Ia mengemudikan segala sesuatu. Ia juga mengatakan, bahwa pikiran manusia telah dimeteraikan dengan 'logos' dan bahwa 'logos' itu memberi manusia nalar, kemampuan untuk berpikir dan kemampuan untuk mengetahui sesuatu. Ia katakan, bahwa 'logos' adalah pengantara antara dunia dan Allah dan bahwa 'logos' adalah iman yang memperhadapkan jiwa kepada Allah. Segala sesuatu tentang 'logos' diketahui dan dikenal oleh pikiran Yunani. Di dalam 'logos' itu pikiran Yunani melihat kekuatan Allah yang sedang mencipta, membimbing dan mengarahkan; kekuatan Allah yang menjadikan alam semesta dan membuatnya tetap berjalan terus.

Yohanes 1:1 berbeda dengan pola pikir helenistis. Rasul Yohanes, penulis Injil, datang kepada orang Yunani dan mengatakan: "Selama berabad-abad kalian telah berpikir, menulis, dan bermimpi tentang 'logos', yaitu kekuatan yang telah menjadikan dunia, dan menjaga keteraturan dunia; kekuatan yang dipakai oleh manusia untuk berpikir, menalar dan mengetahui sesuatu; kekuatan yang dipakai manusia untuk berhubungan dengan Allah. YESUS KRISTUS adalah 'logos' tersebut, yang datang ke bumi, 'logos' itu telah menjadi daging." Dengan perkataan lain, "pikiran Allah telah menjadi seorang pribadi."

Kepada orang-orang Yahudi dan Yunani itu, Rasul Yohanes memberitahukan, bahwa pikiran Allah yang menopang, mengendalikan, memberikan terang dan menciptakan itu telah datang ke bumi di dalam YESUS KRISTUS. Ia memberitahu mereka, bahwa manusia tidak perlu lagi menduga dan meraba-raba; yang mereka perlu lakukan hanyalah melihat kepada YESUS KRISTUS, dan dengan demikian mereka melihat pikiran Allah.


Injil Yohanes tidak menyerupai alegori Philo, walaupun kelihatannya "ada hubungan" yang erat dengan legori Philo. Hal ini tidaklah menyatakan bahwa penulis-penulis Perjanjian Baru ini tergantung kepada Philo.


Sumber:
- H Leisegang, artikel 'Philo' dalam RE; E Brehier, Les Idees Philosophiques et Religieuses de Philon "Alexandrie, 1925;
- R Villiamson, Philo and the Epistle to the Hebrews, 1970.


Artikel terkait:
-   PHILO, di http://www.sarapanpagi.org/philo-vt2606.html#p14997
-   PHILO DAN TULISAN PARA RABBI: PERANANNYA DALAM STUDI PERJANJIAN BARU, di http://www.sarapanpagi.org/philo-vt2606.html#p21302



Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
August 18, 2011, 02:04:31 AM
Reply #1661
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4482
    • fossil coral cantik
Keluaran 3:14
Firman Allah kepada Musa: AKU ADALAH AKU Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus (SYALAKH) aku kepadamu."

maap.... kok saya gak ngeliat / nangkep artian "Aku mengutus Aku" yah pada ayat diatas ?

ibarat :

SBY berkata ke odad : "gini aja deh, pokok kamu bilang spt begini kpd org2 di pasar : "SBY telah mengutus aku kepada kalian".

maka odadpun saat berjumpa dgn org2 di pasar (percis spt yg SBY instruksikan) - berkata : "SBY telah mengutus aku kepada kalian".

:)
salam.
« Last Edit: August 18, 2011, 02:09:26 AM by odading »
August 18, 2011, 05:20:04 AM
Reply #1662
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 404
Pemikiran Philo tentang λογος – "LOGOS" membuat orang menghubungkannya dengan tulisan Rasul Yohanes dalam Injil Yohanes 1:1, dan bahkan ada yang mengira Yohanes terpengaruh dengan Philo/ terpengaruh pemikiran-pemikiran helenistis.

Sehingga teks "Pada mulanya adalah Firman (Logos)..." dianggap bukanlah wahyu dari Allah tetapi adalah berasal dari teori filsafat dari Philo dari Aleksandria. Benarkah pendapat itu?

Yohanes 1:1 berbeda dengan pola pikir helenistis. Rasul Yohanes, penulis Injil, datang kepada orang Yunani dan mengatakan: "Selama berabad-abad kalian telah berpikir, menulis, dan bermimpi tentang 'logos', yaitu kekuatan yang telah menjadikan dunia, dan menjaga keteraturan dunia; kekuatan yang dipakai oleh manusia untuk berpikir, menalar dan mengetahui sesuatu; kekuatan yang dipakai manusia untuk berhubungan dengan Allah. YESUS KRISTUS adalah 'logos' tersebut, yang datang ke bumi, 'logos' itu telah menjadi daging." Dengan perkataan lain, "pikiran Allah telah menjadi seorang pribadi."

Kepada orang-orang Yahudi dan Yunani itu, Rasul Yohanes memberitahukan, bahwa pikiran Allah yang menopang, mengendalikan, memberikan terang dan menciptakan itu telah datang ke bumi di dalam YESUS KRISTUS. Ia memberitahu mereka, bahwa manusia tidak perlu lagi menduga dan meraba-raba; yang mereka perlu lakukan hanyalah melihat kepada YESUS KRISTUS, dan dengan demikian mereka melihat pikiran Allah.


Injil Yohanes tidak menyerupai alegori Philo, walaupun kelihatannya "ada hubungan" yang erat dengan legori Philo. Hal ini tidaklah menyatakan bahwa penulis-penulis Perjanjian Baru ini tergantung kepada Philo.
Kalau didalam seluruh gerak prilaku seluruh kehidupan Yesus itu ditopang oleh pikiran Allah, apakah lantas manusia Yesus itu sama dengan Allah (secara biologis+rohaninya) ??
August 18, 2011, 07:21:54 AM
Reply #1663
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3347
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA

maap.... kok saya gak ngeliat / nangkep artian "Aku mengutus Aku" yah pada ayat diatas ?

ibarat :

SBY berkata ke odad : "gini aja deh, pokok kamu bilang spt begini kpd org2 di pasar : "SBY telah mengutus aku kepada kalian".

maka odadpun saat berjumpa dgn org2 di pasar (percis spt yg SBY instruksikan) - berkata : "SBY telah mengutus aku kepada kalian".


Ayat ini jelas menulis AKU mengutus AKU:

* Keluaran 3:14
LAI TB, Firman Allah kepada Musa: AKU ADALAH AKU Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus (SYALAKH) aku kepadamu."
KJV, And God said unto Moses, I AM THAT I AM: and he said, Thus shalt thou say unto the children of Israel, I AM hath sent me unto you.
Hebrew,
וַיֹּאמֶר אֱלֹהִים אֶל־מֹשֶׁה אֶהְיֶה אֲשֶׁר אֶהְיֶה וַיֹּאמֶר כֹּה תֹאמַר לִבְנֵי יִשְׂרָאֵל אֶהְיֶה שְׁלָחַנִי אֲלֵיכֶם׃
Translit interlinear, VAYO'MER {dan Dia berfirman} 'ELOHIM {Allah} 'EL-MOSYEH {kepada Musa} 'EHEYEH {Aku akan ada} 'ASYER {yang} 'EHEYEH {Aku akan ada} VAYO'MER {dan Dia berfirman} KOH {demikian} TO'MAR {engkau harus berkata} LIVENEY {kepada anak-anak} YISERA'EL {Israel} 'EHEYEH {Aku akan ada} SYELAKHANI {mengutus Aku} 'ALEYKHEM {ke atas kalian}

Allah bukan manusia, ketika Allah inkarnasi ke bumi dalam YESUS KRISTUS, bukan berarti Allah "absen" di Surga. Allah kenosis, mengosongkan diriNya, menjelma menjadi manusia (inkarnasi).
Sebelum inkarnasi-pun Allah dapat mengutus Firman-Nya melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Sang Firman di dalam Alkitab PL dan PB melakukan penciptaan, dan kita bersama tahu bahwa hanya Allah saja yang ber-otoritas mencipta :

 * Yohanes 1:3
LAI TB, Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
KJV,  All things were made by him; and without him was not any thing made that was made. 
TR, παντα δι αυτου εγενετο και χωρις αυτου εγενετο ουδε εν ο γεγονεν
Interlinear, panta {segala sesuatu} di {melalui} autou {Dia} egeneto {dijadikan} kai {dan} khôris {tanpa} autou {Dia} egeneto {dijadikan} oude en {tidak satupun} ho gegonen {sesuatu terjadi}

* Mazmur 33:9
LAI TB, Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.
KJV, For he spake, and it was done; he commanded, and it stood fast. 
Hebrew,
כִּי הוּא אָמַר וַיֶּהִי הוּא־צִוָּה וַיַּעֲמֹד׃
Translit, KI HU 'AMAR VAYEHI HU-TSIVAH VAYA'AMOD

* Yesaya 45:12
LAI TB, Akulah yang menjadikan bumi dan yang menciptakan manusia di atasnya; tangan-Kulah yang membentangkan langit, dan Akulah yang memberi perintah kepada seluruh tentaranya.
KJV,  I have made the earth, and created man upon it: I, even my hands, have stretched out the heavens, and all their host have I commanded. 
Hebrew,
אָנֹכִי עָשִׂיתִי אֶרֶץ וְאָדָם עָלֶיהָ בָרָאתִי אֲנִי יָדַי נָטוּ שָׁמַיִם וְכָל־צְבָאָם צִוֵּיתִי׃
Translit, ANOKHI 'ASITI ERETS VE'ADAM 'ALEIHA VARATI 'ANI YADAI NATU SYAMAYIM VEKHOL-TSEVA'AM TSIVEITI

Sang Firman itu inkarnasi, dan ini dijelaskan dalam Yohanes pasal 1:

* Yohanes 1:14
LAI TB, Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
KJV, And the Word was made flesh, and dwelt among us, (and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace and truth. 
TR, και ο λογος σαρξ εγενετο και εσκηνωσεν εν ημιν και εθεασαμεθα την δοξαν αυτου δοξαν ως μονογενους παρα πατρος πληρης χαριτος και αληθειας
Translit interlinear, kai {adapun} ho {itu} logos {Firman} sarx {daging} egeneto {telah menjadi} kai {dan} eskênôsen {berdiam} en {diantara} hêmin {kita,} kai {(bahkan)} etheasametha tên {kita telah melihat} doxan autou {kemuliaanNya,} doxan {kemuliaan} hôs {sebagai} monogenous {Yang Tunggal/ Yang Unik} para {dari} patros {Bapa,} plêrês {penuh} kharitos {dengan anugerah} kai {dan} alêtheias {kebenaran.}

"ο λογος σαρξ εγενετο -  ho logos sarx egeneto" Firman itu menjadi "daging" (harfiah) LAI menterjemahkannya 'manusia'.

Firman Allah itu (sejak semula) adalah bersama-sama dengan Allah dan adalah Allah. Firman (Sabda/Kalam/Kalimat Allah) itu turun (nuzul) ke dunia menjadi manusia YESUS, dan tinggal diantara manusia. Ketika itulah sesuatu yang tidak berbatas (Firman) harus menajdi terbatas di dunia yang terbatas. Namun "pembatasan" ini tidaklah menghilangkan ataupun menggantikan potensi ZatNya yang ilahi, melainkan "terselubung sementara" (pentabiran) atas unsur-unsur keilahian tertentu yang memang tidak mutlak dibutuhkan untuk diperankan dalam misi-Nya ke dunia. Misalnya, dalam keadaanNya sebagai manusia untuk sementara waktu, YESUS KRISTUS tidak serentak ada di Yerusalem sekaligus di Nazareth, atau Ia membatasi diriNya "tidak-tahu" hari kiamat dan lain sebagainya. Bahkan kita dapat pula menunjuk bahwa Allah sendiri juga "menyelubungkan" sifat-sifat ilahi tertentu dari pemahaman manusia di dunia ini. Misalnya sifat Maha Adilnya Allah!

Allah menjelma menjadi manusia. Meskipun demikian, penggunaan kata "menjelma", bukanlah merupakan suatu kata atau pengertian yang sudah dianggap tepat untuk menjelaskan hal pernyataan Allah itu. Dengan lain kata, bahwa kata "menjelma dapat dipergunakan, tetapi tidaklah didalam arti kata menurut kamus bahasa.

Menjelma menurut kamus adalah:
Putih menjelma menjadi hitam, maka yang ada sekarang adalah hitam, sedang putih jadi tidak ada.
Batu menjelma menjadi emas, maka yang ada sekarang adalah emas, sedang batu menjadi tidak ada lagi.


Penjelmaan Allah, bukan berarti menghilangkan Allah, sehingga Allah jadi absen karena ia "menjelma" menjadi manusia.

Didalam penjelmaanNya, Allah tetap Mahahadir. Untuk itulah Allah yang di Surga tetap ada dan disebut Bapa. Dalam Alkitab untuk pengertian diatas adalah "menyatakan", Allah menyatakan DiriNya kepada kita di dalam YESUS orang Nazaret.

Allah meskipun sudah menyatakan DiriNya di dalam YESUS, atau dengan kata lain, meskipun Allah telah menjelmakan DirinNya di dalam YESUS, namun Allah itu sendiri tidaklah berubah, Allah tetap ada bukan tidak ada.

Inilah yang menjadikannya, berbeda sehingga makna "inkarnasi" secara khusus, dalam pengertian Kristianitas hanya diperuntukkan dalam YESUS KRISTUS saja.


Kalau didalam seluruh gerak prilaku seluruh kehidupan YESUS itu ditopang oleh pikiran Allah, apakah lantas manusia YESUS itu sama dengan Allah (secara biologis+rohaninya) ??


YESUS bukan "ditopang oleh pikiran Allah", tetapi YESUS KRISTUS adalah Allah itu sendiri. Dia adalah Allah yang inkarnasi (menjadi daging) datang ke bumi untuk misi keselamatan.

Inkarnasi adalah bahasa KRISTOLOGIS, origin pengertian ini asalnya memang dari kepercayaan Kristiani, Yaitu Allah yang Maha Kuasa itu sudi menjadi daging, seperti makhluk ciptaanNya :


Definisi :

INKARNASI dari kata latin "in carne", merujuk pada istilah Yunani pada Alkitab kita "en sarki"; arti harfiahnya "menjadi daging" (sarx).


Dapat kita pahami istilah ini ditujukan kepada YESUS yang adalah Allah sendiri, dimana hakekat Allah adalah Roh (Yohanes 4:24), namun karena kasihNya, Ia datang ke dunia dalam daging / in the flesh (sarx Yunani; carne, Latin)

Hal tersebut dijelaskan dalam Nyanyian pujian yang dikutip dalam 1 Timotius 3:16 menyebut ‘Dia (Allah), yang telah menyatakan diriNya dalam rupa manusia’ :


* 1 Timotius 3:16
LAI TB, "Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.'"

KL 1870, Maka tiada sjak lagi, besarlah rahasia ibadat itoe: Bahwa Allah dinjatakan dalam daging, dibenarkan dalam Roh, kalihatan kapada segala malaikat, dichabarkan di-antara segala orang kapir, dipertjaja dalam doenia, dan di-angkat kapada kamoeliaan.

KJV, And without controversy great is the mystery of godliness: God was manifested in the flesh, Justified in the Spirit, Seen by angels, Preached among the Gentiles, Believed on in the world, Received up in glory

TR, και ομολογουμενως μεγα εστιν το της ευσεβειας μυστηριον θεος εφανερωθη εν σαρκι εδικαιωθη εν πνευματι ωφθη αγγελοις εκηρυχθη εν εθνεσιν επιστευθη εν κοσμω ανεληφθη εν δοξη

Translit interlinear, kai {adapun} omologoumenôs {yang harus diakui (siapapun)} mega {besar} estin {adalah} to tês {(itu)} eusebeias {ibadah} mustêrion {rahasia:} theos {Allah} ephanerôthê {Dia dinyatakan} en {dalam} sarki {daging} edikaiôthê {terbukti benar /dibebaskan} en {oleh [dalam]} pneumati {Roh (Kudus)/ Roh-Nya,} ôphthê {dilihat} aggelois {oleh malaikat-malaikat,} ekêruchthê {diberitakan} en {diantara} ethnesin {bangsa-bangsa (bukan Yahudi),} episteuthê {dipercayai} en {didalam} kosmô {dunia,} anelêphthê {diangkat} en {ke dalam/ dengan} doxê {kemuliaan.}


Bandingkan dengan terjemahan Latin Vulgata :

et manifeste magnum est pietatis sacramentum quod manifestatum est in carne iustificatum est in spiritu apparuit angelis praedicatum est gentibus creditum est in mundo adsumptum est in Gloria


Terhadap teks bahasa asli Yunani, Alkitab terjemahan LAI menterjemahkan "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia", sedangkan naskah Textus Receptus menulis 'theos ephanerôthê en sarki', harfiah : "Allah - Dia dinyatakan - dalam – daging".


itulah arti dari INKARNASI atau in carne atau en sarki

1 Timotius 3:16 merupakan pernyataan bahwa Allah yang berinkarnasi itu adalah YESUS KRISTUS. YESUS KRISTUS adalah Allah itu sendiri.

Allah inkarnasi (menjadi daging) dengan cara "pinjam" rahim dari anak dara Maria :

* Matius 1:20
LAI TB, Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari ROH KUDUS
KJV, But while he thought on these things, behold, the angel of the LORD appeared unto him in a dream, saying, Joseph, thou son of David, fear not to take unto thee Mary thy wife: for that which is conceived in her is of the Holy Ghost. 
TR, ταυτα δε αυτου ενθυμηθεντος ιδου αγγελος κυριου κατ οναρ εφανη αυτω λεγων ιωσηφ υιος δαβιδ μη φοβηθης παραλαβειν μαριαμ την γυναικα σου το γαρ εν αυτη γεννηθεν εκ πνευματος εστιν αγιου
Translit interlinear, tauta {(hal-hal) ini} de {tetapi} autou {dia} enthumêthentos {ketika memikirkan,} idou {perhatikanlah,} aggelos {Malaikat} kuriou {Tuhan} kat {didalam} honar {mimpi} ephanê {menampakkan dii} autô {kepada dia,} legôn {berkata,} iôsêph {Yusuf,} huios {anak (keturunan)} dabid {Daud} mê {janganlah} phobêthês {engkau merasa trakut} paralabein {untuk mengambil} mariam {Maria} tên  gunaika {sebagai isteri} sou {mu,} to {(Anak yang)}  gar {sebab} hen {didalam} autê {dia} gennêthen {terjadi/ dilahirkan} ek {dari} pneumatos {Roh} estin {yang} hagiou {Kudus}

* Lukas 1:35
LAI TB, Jawab malaikat itu kepadanya: "ROH KUDUS akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
KJV, And the angel answered and said unto her, The Holy Ghost shall come upon thee, and the power of the Highest shall overshadow thee: therefore also that holy thing which shall be born of thee shall be called the Son of God. 
TR, και αποκριθεις ο αγγελος ειπεν αυτη πνευμα αγιον επελευσεται επι σε και δυναμις υψιστου επισκιασει σοι διο και το γεννωμενον αγιον κληθησεται υιος θεου
Translit interlinear, kai {lalu} apokritheis {menjawab} ho {itu}  aggelos {malaikat} eipen {berkata} autê {kepadanya, pneuma {Roh} hagion {Kudus} epeleusetai {akan datang} epi {atas} se {engkau,} kai {dan} dunamis {kuasa} upsistou {Yang Mahatinggi} episkiasei {akan menaungi} soi {engkau;} dio {karena itu} kai {juga} to {yang} gennômenon {dilahirkan} hagion {Kudus} klêthêsetai {akan dipanggil} huios {Anak} theou {Allah}

Maria mengandung "ROH KUDUS", dan ROH KUDUS itu adalah Allah, inilah proses inkarnasi yang dasyat itu, lahir menjadi manusia YESUS KRISTUS.

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
August 18, 2011, 07:52:42 AM
Reply #1664
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 154
Kalau didalam seluruh gerak prilaku seluruh kehidupan YESUS itu ditopang oleh pikiran Allah, apakah lantas manusia YESUS itu sama dengan Allah (secara biologis+rohaninya) ??

Menurut pendapat saya, untuk menjawab pertanyaan anda tersebut, agar tidak menimbulkan polemik, maka saya menjawab pertanyaan anda tersebut berdasarkan Yohanes 1 : 14 ... Firman itu telah menjadi daging ( manusia ) ...sementara Allah itu adalah Roh adanya.

Dari kedua Fakta tersebut, maka seklipun Roh Yesus adalah Roh Allah atau ROH KUDUS, maka ketika Ia menjadi manusia, Yesus memiliki perbedan dengan Roh Allah itu sendiri, perbedaan yang dimiliki oleh Yesus inilah, yang membuat Yesus disebut sebagai Anak Allah ( Yohanes 1 : 14 ).

Mengapa pada saat menjadi manusia ( daging ), Yesus itu disebut sebagai Anak Allah, pada hal Ia memiliki Roh Allah itu sendiri ?

Jawabnya sederhana : Roh Allah itu tidak memiliki keterbatasan, dimana pada saat Roh Allah itu menjadi Roh manusia yang bernama Yesus, maka Roh Allah itu, telah dibatasi oleh kedagingan Yesus atau telah dibatasi oleh Kemanusiaan Yesus. Pembatasan inilah, yang menjadikan Yesus dalam kedagingan menjadi berbeda dengan Eksistensinya dalam Roh.

Sehingga dalam wujut kedagingannya, apa2 yang menjadi kewenangan dan kuasa Nya dalam Eksistensi Roh, tidak dapat dibawanya serta kedalam kedagingan, sebab keberadaan Roh Allah yang ada pada diri Yesus itu, telah dibatasi oleh daging. Inilah yang disebut Mia Fisit ( Inkarnasi )

Contoh :

Pada salah satu kepercayaan yang ada dimuka bumi ini, ada kepercayaan yang mengajarkan Ajaran Inkarnasi ini, dimana seseorang yang telah mati, kemudian dapat dilahirkan kembali dalam wujut yang lain, seperti : se-ekor anjing. Nah, pada saat orang tersebut dilahirkan kembali menjadi se-ekor anjing, maka ada pembatasan terhadap eksistensi orang tersebut, dimana pembatasan tersebut telah membedakan orang itu dari se-ekor anjing, walaupun pada saat orang itu dilahirkan kembali menjadi se-ekor anjing, maka masih terdapat beberapa kesamaan2 yang terjadi, antara anjing tersebut dengan se-seorang itu pada hidupnya, namun kesamaan yang dimiliki antara anjing dan orang tersebut, bukan lagi 100%, sebab Eksistensi se-ekor anjing, telah membedakan orang tersebut dari Eksistensi kemanusianya, sehingga orang yang dilahirkan kembali ( inkarnasi ) menjadi se-ekor anjing tersebut, tidak dapat lagi dikatakan sebagai Manusia, inilah yang membedakan anatara se-ekor anjing dengan seorang manusia.

Demikian juga halnya pemahman Inkarnasi ( Mia Fisit ) terhadap Jati diri Yesus, pada saat Ia menjadi daging ( manusia ).


Salam ...
August 18, 2011, 08:02:24 AM
Reply #1665
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male
Dulu, saya mempunyai pemahaman seperti bro.@SP....dimana saya memahami-Nya dengan sekehendak pengertian saya melalui firman-Nya tentang ALLAH yang Mahakuasa. Tetapi sekarang (setelah melalui perenungan panjang bersama firman-Nya), ternyata pemahaman saya keliru dan justru melanggar hakekat ALLAH yang ROH (Yang Kekal); Yang tidak pernah BERUBAH----> menjadi apapun.

Kemahakuasaan-Nya (yaitu melalui Firman-Nya) yang telah melaksanakan rancangan-Nya yang Mulia tanpa harus Ia melanggar/melawan Diri-Nya/Hakekat-Nya sendiri Yang ROH (Yang Kekal) yang tidak pernah berubah itu (sesuai dengan firman-Nya).

Yes.55:11   demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.


Salam,
Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
August 18, 2011, 09:40:32 AM
Reply #1666
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male
Hal tersebut dijelaskan dalam Nyanyian pujian yang dikutip dalam 1 Timotius 3:16 menyebut ‘Dia (Allah), yang telah menyatakan diriNya dalam rupa manusia’ :


* 1 Timotius 3:16
LAI TB, "Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.'"

KL 1870, Maka tiada sjak lagi, besarlah rahasia ibadat itoe: Bahwa Allah dinjatakan dalam daging, dibenarkan dalam Roh, kalihatan kapada segala malaikat, dichabarkan di-antara segala orang kapir, dipertjaja dalam doenia, dan di-angkat kapada kamoeliaan.

KJV, And without controversy great is the mystery of godliness: God was manifested in the flesh, Justified in the Spirit, Seen by angels, Preached among the Gentiles, Believed on in the world, Received up in glory

TR, και ομολογουμενως μεγα εστιν το της ευσεβειας μυστηριον θεος εφανερωθη εν σαρκι εδικαιωθη εν πνευματι ωφθη αγγελοις εκηρυχθη εν εθνεσιν επιστευθη εν κοσμω ανεληφθη εν δοξη

Translit interlinear, kai {adapun} omologoumenôs {yang harus diakui (siapapun)} mega {besar} estin {adalah} to tês {(itu)} eusebeias {ibadah} mustêrion {rahasia:} theos {Allah} ephanerôthê {Dia dinyatakan} en {dalam} sarki {daging} edikaiôthê {terbukti benar /dibebaskan} en {oleh [dalam]} pneumati {Roh (Kudus)/ Roh-Nya,} ôphthê {dilihat} aggelois {oleh malaikat-malaikat,} ekêruchthê {diberitakan} en {diantara} ethnesin {bangsa-bangsa (bukan Yahudi),} episteuthê {dipercayai} en {didalam} kosmô {dunia,} anelêphthê {diangkat} en {ke dalam/ dengan} doxê {kemuliaan.}


Bandingkan dengan terjemahan Latin Vulgata :

et manifeste magnum est pietatis sacramentum quod manifestatum est in carne iustificatum est in spiritu apparuit angelis praedicatum est gentibus creditum est in mundo adsumptum est in Gloria


Terhadap teks bahasa asli Yunani, Alkitab terjemahan LAI menterjemahkan "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia", sedangkan naskah Textus Receptus menulis 'theos ephanerôthê en sarki', harfiah : "Allah - Dia dinyatakan - dalam – daging".


itulah arti dari INKARNASI atau in carne atau en sarki

1 Timotius 3:16 merupakan pernyataan bahwa Allah yang berinkarnasi itu adalah YESUS KRISTUS. YESUS KRISTUS adalah Allah itu sendiri.



ALLAH tidak pernah dan tidak akan mungkin menjadi Manusia; Sebab Dia ROH yang KEKAL dan tidak pernah berubah---> menjadi apapun.

Mengenai makna 1Tim.3:16 dapat dipahami sbb:

Sebagaimana Adam diciptakan untuk Kemuliaan ALLAH melalui penciptaan dari debu tanah, demikian juga YESUS KRISTUS dikandung dan dilahirkan (dari daging dan menjadi daging) untuk menyatakan Kemuliaan Allah.

Itulah pengertian 1 Timotius 3:16 yang saudara sampaikan di atas..... Jangan dipahami lain dari itu.

Firman itu telah menjadi Manusia adalah menunjuk kepada Firman ALLAH yang telah difirmankan-Nya (Bukan karena Injil Yohanes mengatakan: Firman itu adalah ALLAH maka pengertian Firman itu telah menjadi Manusia sama dengan ALLAH telah ber-inkarnasi menjadi manusia).

Inilah Firman yang dimaksudkannya telah menjadi Manusia itu:

Yes. 7:14   Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
(Perhatikan Firman-Nya mulai dari kata sesungguhnya)


Firman itu kemudian disampaikan lagi oleh Malaikat kepada Yusuf dan Maria.

Mat. 1:20   Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari ROH KUDUS.
Mat. 1:21   Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia YESUS, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."


Luk. 1:30   Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Luk. 1:31   Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia YESUS.


Sebab dikatakan oleh ALLAH mengenai Firman yang telah difirmankan-Nya tersebut adalah sbb:

Yes. 55:11   demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
====

Satu lagi mengenai kandungan Maria.

Maria mengandung "ROH KUDUS", dan ROH KUDUS itu adalah Allah, inilah proses inkarnasi yang dasyat itu, lahir menjadi manusia YESUS KRISTUS.

Maria BUKAN/TIDAK mengandung ROH KUDUS, tetapi ia mengandung seorang anak laki-laki yang akan dinamakan YESUS; Dan YESUS sendiri adalah BUKAN ROH KUDUS. :afro:

Kata ἐκ [ ek (of) ] yang diterjemahan "dari" oleh LAI adalah kurang tepat.

"...., sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari ROH KUDUS".

Seharusnya

"...., sebab anak yang di dalam kandungannya adalah karena ROH KUDUS".


Salam,
« Last Edit: August 18, 2011, 09:57:12 AM by zxcvbn »
Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
August 18, 2011, 10:14:23 AM
Reply #1667
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3347
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA

Maria BUKAN/TIDAK mengandung ROH KUDUS, tetapi ia mengandung seorang anak laki-laki yang akan dinamakan YESUS; Dan YESUS sendiri adalah BUKAN ROH KUDUS. :afro:

Kata ἐκ [ ek (of) ] yang diterjemahan "dari" oleh LAI adalah kurang tepat.

"...., sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari ROH KUDUS".

Seharusnya

"...., sebab anak yang di dalam kandungannya adalah karena ROH KUDUS".


* Matius 1:20
LAI TB, Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari ROH KUDUS
KJV, But while he thought on these things, behold, the angel of the LORD appeared unto him in a dream, saying, Joseph, thou son of David, fear not to take unto thee Mary thy wife: for that which is conceived in her is of the Holy Ghost. 
TR, ταυτα δε αυτου ενθυμηθεντος ιδου αγγελος κυριου κατ οναρ εφανη αυτω λεγων ιωσηφ υιος δαβιδ μη φοβηθης παραλαβειν μαριαμ την γυναικα σου το γαρ εν αυτη γεννηθεν εκ πνευματος εστιν αγιου
Translit interlinear, tauta {(hal-hal) ini} de {tetapi} autou {dia} enthumêthentos {ketika memikirkan,} idou {perhatikanlah,} aggelos {Malaikat} kuriou {Tuhan} kat {didalam} honar {mimpi} ephanê {menampakkan dii} autô {kepada dia,} legôn {berkata,} iôsêph {Yusuf,} huios {anak (keturunan)} dabid {Daud} mê {janganlah} phobêthês {engkau merasa trakut} paralabein {untuk mengambil} mariam {Maria} tên  gunaika {sebagai isteri} sou {mu,} to {(Anak yang)}  gar {sebab} hen {didalam} autê {dia} gennêthen {terjadi/ dilahirkan} ek {of} pneumatos {Roh} estin {yang} agiou {Kudus}

Kelahiran Yesus berasal dari ROH KUDUS. ROH KUDUS adalah Roh Allah.

Bahasa Inggris mempunyai kata yang sepadan : "gennêthen ek pneumatos estin hagiou"

Interlinear : gennêthen {IS BEGOTTEN} ek {OF} pneumatos {[THE] SPIRIT} estin {IS} hagiou {HOLY.}

is begotten of the Holy Spirit; "of" bukan "from" artinya yang dalam kandungan anak dara Maria itu adalah ROH KUDUS sendiri, bukan 'pemberian dari' ROH KUDUS. Maka, secara kontekstual Matius1:20 mempunyai pengertian bahwa "anak yang di dalam kandungannya adalah ROH KUDUS"




Dan YESUS sendiri adalah BUKAN ROH KUDUS


Alkitab bicara tentang 'Roh Kristus', 'Roh Allah', 'ROH KUDUS' dan 'Roh' tanpa perbedaan (reff : http://www.sarapanpagi.org/roh-kudus-vt33.html#p78).

* Roma 8:9
LAI TB, Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
KJV, But ye are not in the flesh, but in the Spirit, if so be that the Spirit of God dwell in you. Now if any man have not the Spirit of Christ, he is none of his.
TR, υμεις δε ουκ εστε εν σαρκι αλλ εν πνευματι ειπερ πνευμα θεου οικει εν υμιν ει δε τις πνευμα χριστου ουκ εχει ουτος ουκ εστιν αυτου
Translit Interlinear, humeis {kamu} de {tetapi} ouk {tidak} este {adalah} en {dalam} sarki {daging} all {melainkan} en {dalam} pneumati {Roh} eiper {jika memang} pneuma {Roh} theou {Allah} oikei {diam/ tinggal} en {dalam} humin {kamu} ei {jika} de {tetapi} tis {ada orang} pneuma {Roh} khristou {kristus} ouk {tidak} ekhei {mempunyai} houtos {(orang) ini} ouk {tidak} estin {termasuk/ adalah} autou {dari-Nya}



Allah itu Roh:

* Yohanes 4:24a
LAI TB, Allah itu Roh
TR, πνευμα ο θεος
Translit. Interlinear, pneuma {Roh} ho {(itu)} theos {Allah}

Meskipun Yesus menjadi manusia, Roh-Nya tidak dapat dipersamakan dengan roh manusia biasa. Alkitab menyebut bayi yang dikandung Maria adalah ROH KUDUS . Yohanes pasal 1 menulis tentang Kepra-adaan Yesus Kristus yang adalah Allah sendiri. selain Lukas berbicara tentang ke-Tuhanan Yesus sejak bayi (Lukas 1:35, 2:11), Matius 1:20 telah berbicara juga tentang ke-Allah-an Yesus Kristus secara hakikat yaitu "Roh".

Cukup banyak ayat-ayat Alkitab yang menyatakan bahwa YESUS KRISTUS adalah ALLAH, mengapa Anda masih terus menyangkalinya?

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
August 18, 2011, 10:25:10 AM
Reply #1668
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11205
  • Gender: Male
    • http://www.mypage.com/
  • Denominasi: Protestan Injili/Evangelikal
Dulu, saya mempunyai pemahaman seperti bro.@SP....dimana saya memahami-Nya dengan sekehendak pengertian saya melalui firman-Nya tentang ALLAH yang Mahakuasa. Tetapi sekarang (setelah melalui perenungan panjang bersama firman-Nya), ternyata pemahaman saya keliru dan justru melanggar hakekat ALLAH yang ROH (Yang Kekal); Yang tidak pernah BERUBAH----> menjadi apapun.

Kemahakuasaan-Nya (yaitu melalui Firman-Nya) yang telah melaksanakan rancangan-Nya yang Mulia tanpa harus Ia melanggar/melawan Diri-Nya/Hakekat-Nya sendiri Yang ROH (Yang Kekal) yang tidak pernah berubah itu (sesuai dengan firman-Nya).

Yes.55:11   demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.


Salam,

Polos benar ini anak.

'Berubah' tidak sama artinya dengan 'menjadi'.

Allah 'menjadi daging' tanpa harus mengubah/berubah eksistensi-Nya, ngerti?

Bebel. Buang waktu.
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku salah, tunjukkan kesalahannya tapi jikalau kata-Ku benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Injil riwayat Yuhana 18:23)
August 18, 2011, 10:26:18 AM
Reply #1669
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5555
Ayat ini jelas menulis AKU mengutus AKU:

* Keluaran 3:14
LAI TB, Firman Allah kepada Musa: AKU ADALAH AKU Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus (SYALAKH) aku kepadamu."
KJV, And God said unto Moses, I AM THAT I AM: and he said, Thus shalt thou say unto the children of Israel, I AM hath sent me unto you.
Hebrew,
וַיֹּאמֶר אֱלֹהִים אֶל־מֹשֶׁה אֶהְיֶה אֲשֶׁר אֶהְיֶה וַיֹּאמֶר כֹּה תֹאמַר לִבְנֵי יִשְׂרָאֵל אֶהְיֶה שְׁלָחַנִי אֲלֵיכֶם׃
Translit interlinear, VAYO'MER {dan Dia berfirman} 'ELOHIM {Allah} 'EL-MOSYEH {kepada Musa} 'EHEYEH {Aku akan ada} 'ASYER {yang} 'EHEYEH {Aku akan ada} VAYO'MER {dan Dia berfirman} KOH {demikian} TO'MAR {engkau harus berkata} LIVENEY {kepada anak-anak} YISERA'EL {Israel} 'EHEYEH {Aku akan ada} SYELAKHANI {mengutus Aku} 'ALEYKHEM {ke atas kalian}

Allah bukan manusia, ketika Allah inkarnasi ke bumi dalam YESUS KRISTUS, bukan berarti Allah "absen" di Surga. Allah kenosis, mengosongkan diriNya, menjelma menjadi manusia (inkarnasi).
Sebelum inkarnasi-pun Allah dapat mengutus Firman-Nya melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Sang Firman di dalam Alkitab PL dan PB melakukan penciptaan, dan kita bersama tahu bahwa hanya Allah saja yang ber-otoritas mencipta :
.......
Maria mengandung "ROH KUDUS", dan ROH KUDUS itu adalah Allah, inilah proses inkarnasi yang dasyat itu, lahir menjadi manusia YESUS KRISTUS.

keluaran 3:14. bukan Allah mengutus Allah fren..  :ashamed0004:
seharusnya anda teliti bahwa, ada percakapan antara Musa dgn Allah. dan Allah mengajari Musa cara berbicara kpd org Israel. jadi inti utamanya adalah, Allah mengajari Musa cara mengatakan bahwa dia (Musa)  diutus oleh Allah (Aku adalah Aku)..  :happy0025:

ROH KUDUS adalah Roh Kebenaran yg dari Allah.
apakah setiap Roh yg dari Allah adalah Allah.. ?  :mad0261:
bukankah Allah pernah mengutus roh jahat utk merasuki Saul..?  :coolsmiley:
« Last Edit: August 18, 2011, 10:30:43 AM by don silver »
Efesus 1:2.  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)