Author Topic: Apa tujuan TUHAN menciptakan manusia hidup dibumi (dunia) itu ?  (Read 31055 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 18, 2011, 07:09:52 AM
Reply #140
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 154
Lha wong jelas sekali yang difirmankan oleh Allah : "Baiklah Aku menjadikan manusia menurut gambar dan rupa-Ku, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Anda telah merendahkan Allah dengan anggapan anda : Mengapa Allah harus bersusah payah untuk menciptakan segala sesuatu ini, untuk manusia ? Buat Allah menjadikan manusia untuk hidup didunia (bumi) itu misteri Allah artinya hanya Allah yang tahu, kita hanya mengetahui dari apa2 yang difirmankanNya.tidak lebih dan tidak kurang.
Ngarang anda, dimana Allah pernah berfirman yang menyatakan 'Allah menjadi manusia itu'..??
Sorry bro, anda jual iman itu yang bisa diikuti oleh nalar yang benar, jangan asal cuap, nggak laku.....!


Saudara ku ..

Seperti dalam penjelasan saya pada anda, untuk mengetahui "Tujuan Allah" menciptakan Alam semesta ini, maka anda "Harus" memahami perbedaan yang terdapat pada Kejadian 1 : 26 dan Kejadian 1 : 27, dimana jika anda "Tidak dapat" menemukan perbedaan "penting" itu, maka seumur hidup, anda tidak akan pernah menemukan jawaban, "Apa tujuan Allah dalam menciptakan alam semesta ini dan khususnya dalam menciptakan manusia".

Saudara ku, dalam Kejadian 1 : 27, dikatakan sbb : "Maka Allah Menciptakan manusia ...", sementara pada Kejadian 1 : 26, dikatakan sbb :"..Baiklah Kita Menjadikan manusia menurut Gambar dan Rupa Kita.."

Pada ke-2 ayat tersebut, dapat kita lihat beberapa perbedaan, yaitu :

1. Perbedaan perkataan "Menciptakan dan Menjadikan", dimana ke-2  perkataan ini, memiliki "Perbedaan makna yang besar", Menciptakan, artinya : membuat sesuatu dari tidak ada, menjadi ada, sedangkan Menjadikan, artinya : membuat sesuatu yang telah ada, menjadi suatu bentuk yang baru.

2. Perbedaan proses penciptaan manusia itu, dimana pada Ayat 26, dinyatakan kalau manusia itu akan dijadikan Allah, "Segambar dan Serupa" dengan Allah, sementara pada ayat ke-27, dinyatakan kalau Allah itu menciptakan manusia, "Hanya Segambar" dengan Allah dan tidak dinyatakan "Segambar dan Serupa dengan Allah".

Nah, kedua perbedaan tersebut diatas, adalah "Bukti yang sangat penting", untuk mengetahui, Apa tujuan Allah untuk menciptakan alam semesta ini dan khususnya manusia.

Jadi, dalam penjelasan saya sebelumnya kepada anda, maka saya tidak mengarang dan juga tidak mengada2 atau juga tidak berhalusinasi atau juga tidak memaksakan pendapat atau pemikiran saya, tetapi apa yang saya jelaskan kepada anda, adalah "Fakta Alkitab" yang tidak terbantahkan, yaitu : Tujuan Allah menciptakan manusia dan alam semesta ini, adalah Untuk diri Allah sendiri dan bukan untuk sesuatu yang lain diluar diri Allah atau bukan juga untuk manusia.

Karena itulah saudara ku, saya mengatakan kepada anda pada jawaban sebelumnya, bahwa : Tidak ada seorang manusiapun yang akan mampu untuk menjawab dengan benar pertanyaan dalam topik ini, jika Ia bukan seorang Kristen, sebab diluar Kristen, siapapun tidak akan pernah untuk menemukan jawaban yang benar, tentang "Tujuan Penciptaan Allam semesta dan manusia".

Nah .. kemampuan anda untuk menggali Kejadian 1 : 26 dan 27, akan membawa anda pada Yesus Kristus, dimana "Inti" dari Kejadian 1 : 26 dan Kejadian 1 : 27 tersebut, itulah yang diuraikan Alkitab hingga kelahiran Yesus Kristus kedalam dunia ini.


Salam ....
August 19, 2011, 06:13:38 AM
Reply #141
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 404
Saudara ku ..

Seperti dalam penjelasan saya pada anda, untuk mengetahui "Tujuan Allah" menciptakan Alam semesta ini, maka anda "Harus" memahami perbedaan yang terdapat pada Kejadian 1 : 26 dan Kejadian 1 : 27, dimana jika anda "Tidak dapat" menemukan perbedaan "penting" itu, maka seumur hidup, anda tidak akan pernah menemukan jawaban, "Apa tujuan Allah dalam menciptakan alam semesta ini dan khususnya dalam menciptakan manusia".

Saudara ku, dalam Kejadian 1 : 27, dikatakan sbb : "Maka Allah Menciptakan manusia ...", sementara pada Kejadian 1 : 26, dikatakan sbb :"..Baiklah Kita Menjadikan manusia menurut Gambar dan Rupa Kita.."

Pada ke-2 ayat tersebut, dapat kita lihat beberapa perbedaan, yaitu :

1. Perbedaan perkataan "Menciptakan dan Menjadikan", dimana ke-2  perkataan ini, memiliki "Perbedaan makna yang besar", Menciptakan, artinya : membuat sesuatu dari tidak ada, menjadi ada, sedangkan Menjadikan, artinya : membuat sesuatu yang telah ada, menjadi suatu bentuk yang baru.

2. Perbedaan proses penciptaan manusia itu, dimana pada Ayat 26, dinyatakan kalau manusia itu akan dijadikan Allah, "Segambar dan Serupa" dengan Allah, sementara pada ayat ke-27, dinyatakan kalau Allah itu menciptakan manusia, "Hanya Segambar" dengan Allah dan tidak dinyatakan "Segambar dan Serupa dengan Allah".

Nah, kedua perbedaan tersebut diatas, adalah "Bukti yang sangat penting", untuk mengetahui, Apa tujuan Allah untuk menciptakan alam semesta ini dan khususnya manusia.

Jadi, dalam penjelasan saya sebelumnya kepada anda, maka saya tidak mengarang dan juga tidak mengada2 atau juga tidak berhalusinasi atau juga tidak memaksakan pendapat atau pemikiran saya, tetapi apa yang saya jelaskan kepada anda, adalah "Fakta Alkitab" yang tidak terbantahkan, yaitu : Tujuan Allah menciptakan manusia dan alam semesta ini, adalah Untuk diri Allah sendiri dan bukan untuk sesuatu yang lain diluar diri Allah atau bukan juga untuk manusia.

Karena itulah saudara ku, saya mengatakan kepada anda pada jawaban sebelumnya, bahwa : Tidak ada seorang manusiapun yang akan mampu untuk menjawab dengan benar pertanyaan dalam topik ini, jika Ia bukan seorang Kristen, sebab diluar Kristen, siapapun tidak akan pernah untuk menemukan jawaban yang benar, tentang "Tujuan Penciptaan Allam semesta dan manusia".

Nah .. kemampuan anda untuk menggali Kejadian 1 : 26 dan 27, akan membawa anda pada YESUS KRISTUS, dimana "Inti" dari Kejadian 1 : 26 dan Kejadian 1 : 27 tersebut, itulah yang diuraikan Alkitab hingga kelahiran YESUS KRISTUS kedalam dunia ini.


Salam ....

Perhatikan :

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.(Kej.1:27)

Allah menciptakan sesuai gambarNya, apa yang dimaksud "gambar" atau "desain" yaitu 'rancangan' atau 'renacana' atau KEHENDAK. Jadi Allah mencipta manusia itu sesuai dengan KEHENDAKNYA. Apa kehendak Allah itu yaitu manusia diciptakan terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Allah, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."(Kej.1:26)

Setelah manusia diciptakan menurut KEHENDAK Allah yakni manusia itu terdiri laki-laki dan perempuan maka Allah MENJADIKAN manusia menurut "gambar dan rupa Allah". Apa maksud MENJADIKAN manusia menurut "gambar dan rupaNya"?  yaitu (dpt dilihat pd kalimat berikutnya) yaitu supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Yang semuanya itu (dalam kehidupannya di bumi) tetap sesuai "gambar & rupaNya = kehendak & CitraNya -kebaikan-= Yang dikehendaki Allah adalah keselamatan buat manusia."

Jadi demikian konteks ayat-ayat tsb. bro.. maaf, anda jangan nerawang (menghayal) bahwa Allah mencipta bumi untuk digunakan Allah kelak berdiam di bumi, padahal tidak  ada keterangan demikian diayat itu.....!



« Last Edit: August 19, 2011, 06:26:38 AM by Samino »
August 19, 2011, 01:43:30 PM
Reply #142
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 154
Perhatikan :

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.(Kej.1:27)

Allah menciptakan sesuai gambarNya, apa yang dimaksud "gambar" atau "desain" yaitu 'rancangan' atau 'renacana' atau KEHENDAK. Jadi Allah mencipta manusia itu sesuai dengan KEHENDAKNYA. Apa kehendak Allah itu yaitu manusia diciptakan terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Allah, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."(Kej.1:26)

Setelah manusia diciptakan menurut KEHENDAK Allah yakni manusia itu terdiri laki-laki dan perempuan maka Allah MENJADIKAN manusia menurut "gambar dan rupa Allah". Apa maksud MENJADIKAN manusia menurut "gambar dan rupaNya"?  yaitu (dpt dilihat pd kalimat berikutnya) yaitu supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Yang semuanya itu (dalam kehidupannya di bumi) tetap sesuai "gambar & rupaNya = kehendak & CitraNya -kebaikan-= Yang dikehendaki Allah adalah keselamatan buat manusia."

Jadi demikian konteks ayat-ayat tsb. bro.. maaf, anda jangan nerawang (menghayal) bahwa Allah mencipta bumi untuk digunakan Allah kelak berdiam di bumi, padahal tidak  ada keterangan demikian diayat itu.....!

Saudara ku, ternyata saudara belum juga menemukan "Inti dari Perbedaan" yang terkandung dalam Kejadian 1 : 26 dan Kejadian 1 : 27, padahal saya telah mencoba untuk memberikan masukan pada saudara, agar saudara dapat melihat "Inti dari Perbedaan" kedua ayat tersebut.

Saudara ku, pada Kejadian 1 : 27, apa yang saudara katakan adalah benar, yaitu : Allah menciptakan manusia itu, menurut Gambar atau Peta Atau Kehendak Allah, namun pemahaman ini, "Tidak dapat disamakan dengan apa yang tertulis pada Kejadian 1 : 26".

Lihat perbedaannya, yaitu : Pada kejadian 1 : 26, disana Allah tidak "MENCIPTAKAN" manusia, tetapi disana Allah akan membuat manusia yang telah diciptakan-Nya pada Kejadian 1 : 27 itu, menjadi sesuatu bentuk yang baru, dimana manusia yang baru tersebut akan "Segambar dan Serupa" dengan Allah.

Saudara ku, sekali lagi saya tekankan kepada anda, bahwa Kejadian 1 : 26 dan Kejadian 1 : 27 adalah "BERBEDA", sebab pada Kejadian 1 : 27, dipergunakan perkataan "MENCIPTAKAN" ( CREATED ) dan pada Kejadian 1 : 26, dipergunakan perkataan "MENJADIKAN" ( MADE )

Artrinya adalah : Kejadian 1 : 26, yang mempergunakan perkataan "Menjadikan" ( made ), diperuntukan bahwa Allah akan menjadikan manusia yang "telah" diciptakan-Nya tersebut pada Kejadian 1 : 27, menjadi sesuatu "bentuk yang baru", dimana bentuk yang baru tersebut akan "Segambar dan Serupa" dengan Allah".

Nah, pertanyaan selanjutnya adalah : Siapa yang "segambar dan serupa" dengan Allah itu, kecuali Allah itu sendiri.

Saudara ku, disanalah bukti yang tidak dapat disangkal, bahwa Allah menciptakan manusia, karena Allah itu mau menjadi Manusia, Nah .. Allah itu menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Jadi, Yesus adalah Penggenaban Nubuatan Allah, jauh sebelum segala sesuatu ini diciptakan oleh Allah, inilah maksut yang dikatakan oleh Firman Allah pada ayat yang lain, yang mengatakan "Rahasia yang tersimpan selama berabat2 yang ingin diketahui oleh para Malaikat", yaitu : Kapan Allah itu akan menyatakan diri Sebagai Manusia.

Nah, terakhir saya tekankan kembali kepada saudara, bahwa Pengertian dari Kejadian 1 : 26 dan Kejadian 1 : 27 adalah "BERBEDA", dimana Kejadian 1 : 26 adalah "Tujuan dari Penciptaan yang terkandung dalam Kejadian 1 : 27 ", sedangkan Kejadian 1 : 27 adalah : Realisasi Allah terhadap proses penciptaan manusia.

Karena itulah saya katakan kepada anda sebelumnya, diluar Kristen, manusia tidak akan dapat untuk menjawab dengan benar, apa Tujuan Allah menciptakan manusia ini, sebab Hanya didalam Kristen, manusia akan menemukan jawaban tersebut, dimana jawaban itu ada dalam Kejadian 1 : 26, dan realisasi dari Kejadian 1 : 26 itu adalah : Yesus Kristus.

Jadi, kedatangan Allah sebagai Manusia didalam Yesus Kristus, telah dinibuatkan oleh Allah sendiri dalam Kejadian 1 : 26 dan kemudian Nubuatan yang terdapat dalam Kejadian 1 : 26 tersebut, kembali dilansir oleh Nabi2 Allah pada Nubuatan para Nabi.


Salam .. 
August 19, 2011, 10:57:51 PM
Reply #143
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 404
Saudara ku, ternyata saudara belum juga menemukan "Inti dari Perbedaan" yang terkandung dalam Kejadian 1 : 26 dan Kejadian 1 : 27, padahal saya telah mencoba untuk memberikan masukan pada saudara, agar saudara dapat melihat "Inti dari Perbedaan" kedua ayat tersebut.
Saya sudah menemukan perbedaannya dan itu berdasarkan teks dan konteks ayat-ayatnya. artinya saya tidak keluar dari teks dan konteks yang ada. Perhatikan lagi paparan saya diatas.

Saudara ku, pada Kejadian 1 : 27, apa yang saudara katakan adalah benar, yaitu : Allah menciptakan manusia itu, menurut Gambar atau Peta Atau Kehendak Allah, namun pemahaman ini, "Tidak dapat disamakan dengan apa yang tertulis pada Kejadian 1 : 26".

Lihat perbedaannya, yaitu : Pada kejadian 1 : 26, disana Allah tidak "MENCIPTAKAN" manusia, tetapi disana Allah akan membuat manusia yang telah diciptakan-Nya pada Kejadian 1 : 27 itu, menjadi sesuatu bentuk yang baru, dimana manusia yang baru tersebut akan "Segambar dan Serupa" dengan Allah. Artrinya adalah : Kejadian 1 : 26, yang mempergunakan perkataan "Menjadikan" ( made ), diperuntukan bahwa Allah akan menjadikan manusia yang "telah" diciptakan-Nya tersebut pada Kejadian 1 : 27, menjadi sesuatu "bentuk yang baru", dimana bentuk yang baru tersebut akan "Segambar dan Serupa" dengan Allah".
Fokusnya adalah pada 'penciptaan manusia' walau dikatakan "menurut gambar dan rupa Allah" lantas tidak bisa dikatakan bahwa itu maksudnya Allah menjadi manusia, itu sih keluar teks dan konteks yang ada.


Nah, pertanyaan selanjutnya adalah : Siapa yang "segambar dan serupa" dengan Allah itu, kecuali Allah itu sendiri.

Saudara ku, disanalah bukti yang tidak dapat disangkal, bahwa Allah menciptakan manusia, karena Allah itu mau menjadi Manusia, Nah .. Allah itu menjadi manusia dalam diri YESUS KRISTUS. Jadi, YESUS adalah Penggenaban Nubuatan Allah, jauh sebelum segala sesuatu ini diciptakan oleh Allah, inilah maksut yang dikatakan oleh Firman Allah pada ayat yang lain, yang mengatakan "Rahasia yang tersimpan selama berabat2 yang ingin diketahui oleh para Malaikat", yaitu : Kapan Allah itu akan menyatakan diri Sebagai Manusia.

Nah, terakhir saya tekankan kembali kepada saudara, bahwa Pengertian dari Kejadian 1 : 26 dan Kejadian 1 : 27 adalah "BERBEDA", dimana Kejadian 1 : 26 adalah "Tujuan dari Penciptaan yang terkandung dalam Kejadian 1 : 27 ", sedangkan Kejadian 1 : 27 adalah : Realisasi Allah terhadap proses penciptaan manusia.

Karena itulah saya katakan kepada anda sebelumnya, diluar Kristen, manusia tidak akan dapat untuk menjawab dengan benar, apa Tujuan Allah menciptakan manusia ini, sebab Hanya didalam Kristen, manusia akan menemukan jawaban tersebut, dimana jawaban itu ada dalam Kejadian 1 : 26, dan realisasi dari Kejadian 1 : 26 itu adalah : YESUS KRISTUS.

Jadi, kedatangan Allah sebagai Manusia didalam YESUS KRISTUS, telah dinibuatkan oleh Allah sendiri dalam Kejadian 1 : 26 dan kemudian Nubuatan yang terdapat dalam Kejadian 1 : 26 tersebut, kembali dilansir oleh Nabi2 Allah pada Nubuatan para Nabi.


Salam .. 
Nah kan, terbukti kalau anda hanya berasumsi untuk supaya pas dengan keyakinan anda, padahal tidak ada keterangan seperti yang anda paparkan itu dalam Kej.1:26 tsb. Sorry bro, itu sih pemaksaan penafsiran......!
August 19, 2011, 11:04:17 PM
Reply #144
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 404
Berdasarkan Kejadian 1:26 dan 27 bahwa TUJUAN atau KEHENDAK (GAMBAR) Allah menciptakan manusia hidup didunia ini sebagai Penguasa (yg diberi kuasa oleh Allah = menurut gambarNya ?) dibumi untuk menguasai, mengelola dan memelihara bumi dan seisinya untuk kelangsungan dan kesejahteraan hidup manusia. Sebaliknya jangan sampai ada kerusakan dan kejahatan yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri (SESUAI GAMBAR DAN RUPA ALLAH)---> Dengan demikian maksud tujuan Allah adalah demi kebaikan dan keselamatan manusia itu sendiri.

Ya tentunya Allah tidak membiarkan manusia meraba-raba didalam berusaha mencapai keselamatan, kedamaian, kesejahteraannya, untuk itulah Allah memilih UtusanNya dengan diberi bekal Petunjuk Aturan hidup dan kehidupan buat disampaikan kepada manusia. Ibarat pabrik mobil dipastikan menyertakan pada setiap productnya yakni buku petunjuk pemakaian dan pemeliharaan, agar mobil itu awet dan tidak celaka dipakai.
Petunjuk aturan hidup dan kehidupan manusia itu memang dibatasi peruntukannya hanya dipakai dibumi ini, sebab sesudah kematian manusia, petunjuk itu sudah tidak diperlukan lagi.

Saya teringat pengajaran YESUS di Matius 22:36-40, saat ditanya ahli taurat : "Guru, inti sari dari  hukum Taurat itu tentang apa ?"  Lalu dijawab YESUS :
1. Cintailah Allah Tuhanmu dengan penuh keikhklasan (dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu).
2.Cintailah sesama manusia sebagaimana kamu mencintai dirimu.
Kedua hubungan (Allah dan sesama manusia) mencintai itulah merupakan inti sari dari hukum Taurat dan seluruh kitab para Nabi
. (Terjemahan bebas dari penulis).
Jadi inti sari dari semua hukum (petunjuk aturan) Allah yang dibawa para Rasul atau nabi itu meliputi tata aturan/hukum hubungan vertikal dengan Allah dan hubungan horisontal dengan sesama manusia, dalam Islam disebut "hablumminallah wahablumminnas". Itulah esensinya sebuah agama yang datangnya dari Allah, Tuhan pencipta manusia. Makanya YESUS menegaskan "Bagi siapa yang mengamalkan dan mengajarkan (meneladani) seluruh aturan hukum Taurat dan kitab para Nabi, dia berhak masuk kedalam kerajaan sorga" (terjemahan bebas penulis dari Matius 5:19)-->itulah keselamatan yang dijamin Yesus yang datangnya dari Allah. Semua para Nabi mengajarkan prinsip keselamatan atas kedua hukum kasih tersebut didalam kitab mereka masing-masing.

Demikian bro.......!
« Last Edit: August 19, 2011, 11:10:54 PM by Samino »
August 21, 2011, 04:38:54 PM
Reply #145
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 154
Berdasarkan Kejadian 1:26 dan 27 bahwa TUJUAN atau KEHENDAK (GAMBAR) Allah menciptakan manusia hidup didunia ini sebagai Penguasa (yg diberi kuasa oleh Allah = menurut gambarNya ?) dibumi untuk menguasai, mengelola dan memelihara bumi dan seisinya untuk kelangsungan dan kesejahteraan hidup manusia. Sebaliknya jangan sampai ada kerusakan dan kejahatan yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri (SESUAI GAMBAR DAN RUPA ALLAH)---> Dengan demikian maksud tujuan Allah adalah demi kebaikan dan keselamatan manusia itu sendiri.

Ya tentunya Allah tidak membiarkan manusia meraba-raba didalam berusaha mencapai keselamatan, kedamaian, kesejahteraannya, untuk itulah Allah memilih UtusanNya dengan diberi bekal Petunjuk Aturan hidup dan kehidupan buat disampaikan kepada manusia. Ibarat pabrik mobil dipastikan menyertakan pada setiap productnya yakni buku petunjuk pemakaian dan pemeliharaan, agar mobil itu awet dan tidak celaka dipakai.
Petunjuk aturan hidup dan kehidupan manusia itu memang dibatasi peruntukannya hanya dipakai dibumi ini, sebab sesudah kematian manusia, petunjuk itu sudah tidak diperlukan lagi.

Saya teringat pengajaran YESUS di Matius 22:36-40, saat ditanya ahli taurat : "Guru, inti sari dari  hukum Taurat itu tentang apa ?"  Lalu dijawab YESUS :
1. Cintailah Allah Tuhanmu dengan penuh keikhklasan (dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu).
2.Cintailah sesama manusia sebagaimana kamu mencintai dirimu.
Kedua hubungan (Allah dan sesama manusia) mencintai itulah merupakan inti sari dari hukum Taurat dan seluruh kitab para Nabi
. (Terjemahan bebas dari penulis).
Jadi inti sari dari semua hukum (petunjuk aturan) Allah yang dibawa para Rasul atau nabi itu meliputi tata aturan/hukum hubungan vertikal dengan Allah dan hubungan horisontal dengan sesama manusia, dalam Islam disebut "hablumminallah wahablumminnas". Itulah esensinya sebuah agama yang datangnya dari Allah, Tuhan pencipta manusia. Makanya YESUS menegaskan "Bagi siapa yang mengamalkan dan mengajarkan (meneladani) seluruh aturan hukum Taurat dan kitab para Nabi, dia berhak masuk kedalam kerajaan sorga" (terjemahan bebas penulis dari Matius 5:19)-->itulah keselamatan yang dijamin YESUS yang datangnya dari Allah. Semua para Nabi mengajarkan prinsip keselamatan atas kedua hukum kasih tersebut didalam kitab mereka masing-masing.

Demikian bro.......!

Saudara ku, baiklah saya akan uraikan dengan detail makna dari Kejadian 1 : 26 dan Kejadian 1 : 27, sebab ternyata saya melihat bahwa sampai saat ini, saudara belum juga mampu untuk membedakan perbedaan yang terdapat dalam ayat2 tersebut diatas.

Saudara ku .. perbedaan pada kedua ayat tersebut diatas, seperti pada penjelasan saya sebelumnya adalah, sbb :

Kejadian 1 : 27 :

1. Pada ayat ini, dipergunakan perkataan "Menciptakan" atau Created, yang artinya : Allah itu menciptakan dari sesuatu "yang tidak ada menjadi ada".

2. Dalam proses penciptaan pada ayat ini, depergunakan perkataan "Segambar", sehingga perkataan segambar ini, dapat diartikan, sebagai sesuatu berdasarkan : Peta Allah, Kehendak Allah ataupun Pikiran Allah.

Sebaliknya pada Kejadian 1 : 26, dinyatakan sbb :

1. Pada ayat ini, dipergunakan perkataan "Menjadikan" atau made, yang artinya : Allah itu akan membuat manusia yang sudah diciptakan-Nya itu "Menjadi" sesuatu bentuk yang baru, sehingga berdasarkan penggunaan perkataan "Menjadikan atau Made" pada ayat ke-26 ini, maka teranglah bagi kita, bahwa  Ayat 26 ini, "TIDAK  DIMAKSUTKAN" untuk proses penciptaan manusia, melainkan untuk menjelaskan kepada manusia, apa yang akan menjadi Tujuan Allah dalam menciptakan manusia yang dituangkan pada Kejadian 1 : 27 tersebut diatas.

Selanjutnya, pada ayat ke-26 ini, dinyatakan bahwa Manusia yang akan dijadikan Allah menjadi suatu bentuk yang baru (Arti dari perkataan Made atau Menjadikan), akan "Segambar dan Serupa" dengan Allah, Nah .. kalau pada kejadian 1 : 27, dipergunakan perkataan Menciptakan, maka perkataan "Segambar" dapat diartikan sebagai sesuatu berdasarkan Kehendak Allah, Peta Allah ataupun Pikiran Allah, tetapi karena pada Ayat  26 ini, dipergunakan perkataan Menjadikan atau Made, dan perkataan "Segambar" diikuti dengan perkataan "Serupa", maka pada ayat ke-26, perkataan "Segambar dan Serupa", TIDAK  DAPAT  LAGI diartikan sebagai sesuatu berdasarkan Kehendak ataupun Peta ataupun pikiran Allah, sebab pada Kejadian 1 : 26, BUKANLAH  SUATU  PROSES  PENCIPTAAN, tetapi suatu proses dari Tujuan Pencptaan yang terdapat dalam Kejadian 1 : 27

Nah, "Segambar dan Serupa"  pada Kejadian 1 : 26 tersebut, seperti pada penjelasan saya diatas, maka tidak dapat lagi diartikan sebagai sesuatu menurut Kehendak ataupun Peta ataupun Pikiran Allah, sebab pada ayat ini, TIDAK MENCERITAKAN  PROSES  PENCIPTAAN, sehingga pengertian dari "Segambar dan Serupa" dengan Allah, adalah sama dengan ataupun Identik dengan Allah.

Nah .. yang menjadi pertanyaan adalah : Siapakah yang dapat "segambar dan serupa" dengan Allah, Kecuali Allah itu sendiri.

Sehingga dengan demikian, Kejadian 1 : 26 tersebut, dapat juga dituliskan kira2 demikian
:

"Berfirman Allah: baiklah kita membuat manusia yang telah kita ciptakan tersebut pada Kejadian 1 : 27, untuk menjadi sesuatu bentuk yang baru ( Makna perkataan menjadikan atau made pada ayat 26) yang "segambar dan serupa dengan" Kita, supaya mereka berkuasa atas alam raya.

Nah, saudara ku ... perkataan pada Kejadian 1 : 26 dan 27, tentang .. Supaya mereka berkuasa atas .... ( alam raya ).. BUKAN ditujukan sebagai suatu tujuan dari penciptaan manusia itu, melainkan perkataan tersebut adalah "Prasyarat yang telah ditetapkan oleh Allah", terhadap Jati diri Allah yang akan menjadi manusia, sehingga manusia tidak mejadi tersesat dalam menantikan Pernyataan diri Allah saat menjadi manusia. Dimana dalam Nubuat tersebut, Allah menetapkan prasyarat, bahwa Allah yang akan menjadi manusia itu nantinya, akan BERKUASA  ATAS  ... (alam raya ) .. Atau dengan kata lain, Allah bernubuat, bahwa bila ada seseorang yang dapat berkuasa atas alam raya ini, maka itulah orang tersebut yang merupakan Inkarnasi Allah pada wujut manusia.

Nah, Sejak manusia itu diciptakan, ternyata tidak ada seorangpun manusia yang memiiki syarat2 yang telah ditetapkan oleh Allah itu, KECUALI  YESUS., sehingga dengan demikian, maka Yesus adalah penggenaban Nubuatan Allah dalam Kitab Kejadian 1 : 26.

Jadi, seperti apa yang telah saya katakan sebelumnya, maka tidak ada seorang pun manusia yang dapat mengetahui apa yang menjadi tujuan Allah dalam menciptakan manusia ini, kecuali orang tersebut adalah seorang Kristen, sebab Hanya Kristen yang dapat dan mampu untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Catatan :

Perlu saudara ketahui, theologia Kristen selama ini hanya mempermasalahkan perkataan "KITA" dalam kitab kejadian tersebut dan juga mempermasalahan perkataaan "Menciptakan" pada ayat 27, tetapi belum ada seorang pun Theologia Kristen dari Barat yang mampu untuk melihat "Perbedaan Besar" dalam Kejadian 1 : 26 dan 27, dimana Kejadian 1 : 26 dan 27 adalah : 2 Ayat yang kelihatannya adalah sama, tetapi memiliki perbedaan yang besar, dimana Kejadian 1 : 27 adalah : berbicara tentang Rencana Allah yang akan menciptakan manusia, sedangkan Kejadian 1 : 26 adalah berbicara tentang Apa maksut dan tujuan Allah dalam menciptakan manusia tersebut.


Salam ...
August 22, 2011, 10:54:44 AM
Reply #146
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 404
Saudara ku, baiklah saya akan uraikan dengan detail makna dari Kejadian 1 : 26 dan Kejadian 1 : 27, sebab ternyata saya melihat bahwa sampai saat ini, saudara belum juga mampu untuk membedakan perbedaan yang terdapat dalam ayat2 tersebut diatas.

Nah, "Segambar dan Serupa"  pada Kejadian 1 : 26 tersebut, seperti pada penjelasan saya diatas, maka tidak dapat lagi diartikan sebagai sesuatu menurut Kehendak ataupun Peta ataupun Pikiran Allah, sebab pada ayat ini, TIDAK MENCERITAKAN  PROSES  PENCIPTAAN, sehingga pengertian dari "Segambar dan Serupa" dengan Allah, adalah sama dengan ataupun Identik dengan Allah.

Nah .. yang menjadi pertanyaan adalah : Siapakah yang dapat "segambar dan serupa" dengan Allah, Kecuali Allah itu sendiri.

Sehingga dengan demikian, Kejadian 1 : 26 tersebut, dapat juga dituliskan kira2 demikian
:

"Berfirman Allah: baiklah kita membuat manusia yang telah kita ciptakan tersebut pada Kejadian 1 : 27, untuk menjadi sesuatu bentuk yang baru ( Makna perkataan menjadikan atau made pada ayat 26) yang "segambar dan serupa dengan" Kita, supaya mereka berkuasa atas alam raya.
Anda mengatakan (itu pendapat anda) "siapakah yang dapat segambar dan serupa dengan Allah ? Kecuali Allah sendiri."  Jelas-jelas ini hanya asumsi anda yang tidak ada dasar pijakannya alias keluar dari teks dan konteks pesan ayat tsb. Asumsi anda itu sengaja dibelokkan sebagai argumen yang seolah-olah itu benar (seperti kutipan dibawah), padahal salah.

Nah, Sejak manusia itu diciptakan, ternyata tidak ada seorangpun manusia yang memiiki syarat2 yang telah ditetapkan oleh Allah itu, KECUALI  YESUS., sehingga dengan demikian, maka YESUS adalah penggenaban Nubuatan Allah dalam Kitab Kejadian 1 : 26.

Jadi, seperti apa yang telah saya katakan sebelumnya, maka tidak ada seorang pun manusia yang dapat mengetahui apa yang menjadi tujuan Allah dalam menciptakan manusia ini, kecuali orang tersebut adalah seorang Kristen, sebab Hanya Kristen yang dapat dan mampu untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Catatan :

Perlu saudara ketahui, theologia Kristen selama ini hanya mempermasalahkan perkataan "KITA" dalam kitab kejadian tersebut dan juga mempermasalahan perkataaan "Menciptakan" pada ayat 27, tetapi belum ada seorang pun Theologia Kristen dari Barat yang mampu untuk melihat "Perbedaan Besar" dalam Kejadian 1 : 26 dan 27, dimana Kejadian 1 : 26 dan 27 adalah : 2 Ayat yang kelihatannya adalah sama, tetapi memiliki perbedaan yang besar, dimana Kejadian 1 : 27 adalah : berbicara tentang Rencana Allah yang akan menciptakan manusia, sedangkan Kejadian 1 : 26 adalah berbicara tentang Apa maksut dan tujuan Allah dalam menciptakan manusia tersebut.

Salam ...
paparan anda ini sangat kelihatan pemaksaannya, apalagi anda kuatkan dengan pernyataan anda : "...tidak ada seorang pun manusia yang dapat mengetahui apa yang menjadi tujuan Allah dalam menciptakan manusia ini, kecuali orang tersebut adalah seorang Kristen, sebab Hanya Kristen yang dapat dan mampu untuk menjawab pertanyaan tersebut."
-----------------------------------------------------
Ada analis lain seperti ini :

1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Aku menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Ku (Allah), supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Ayat 26 itu menjelaskan saat itu manusia belum diciptakan tapi Allah punya rencana yakni agar manusia yang diciptakan itu menurut gambar dan rupa Allah. Kemudian pada ayat 27 (lihat kata "maka")itulah diwujudklannya rencana Allah yakni mencipta manusia.

Maksud kalimat 'menurut gambar dan rupa Allah' adalah :

- gambar = desain = rancangan = keinginan = kehendak
- rupa = wajah =  citra

Jadi pada dasarnya Allah menciptakan manusia itu merupakan kehendak yang sungguh-sungguh (tidak main-main) direncanakan  oleh Allah agar manusia dalam hidup dan kehidupan didunia (dibumi) sesuai citra-Nya yakni selamat dan ketaatan kepada Allah dan agar bisa menghantarkan keselamatan pula kehidupannya diakherat  Mudah2an jadi renungan anda......

August 22, 2011, 04:07:24 PM
Reply #147
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 154
Ayat 26 itu menjelaskan saat itu manusia belum diciptakan tapi Allah punya rencana yakni agar manusia yang diciptakan itu menurut gambar dan rupa Allah. Kemudian pada ayat 27 (lihat kata "maka")itulah diwujudklannya rencana Allah yakni mencipta manusia.

Saudara ku, disinilah "Kekeliruan besar" anda dalam menafsirkan Kejadian 1 : 26 tersebut, dimana saudara "Benar2 Keliru" dalam menafsirkan ayat itu, karena saudara menyamakan arti dari "Create dan Make" atau "Menciptakan dan Menjadikan".

"Create atau Menciptakan", seperti penjelasan saya sebelumnya, memiliki pengertian yang berbeda jauh dengan "Make atau Menjadikan atau membuat".

Create atau Menciptakan, memiliki makna : Membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada, sedangkan Make atau Menjadikan atau Membuat, memiliki makna : Membuat atau membentuk sesuatu dari yang telah ada menjadi suatu bentuk yang baru.

Dari kedua perbedaan makna diatas ( Create dan Make ), maka jelaslah bahwa "Pemahaman" anda terhadap Kejadian 1 : 26 adalah "Salah total", sebab pada ayat 26 tersebut, jelas2 menggunakan perkataan "Make atau Menjadikan" dan "BUKAN" menggunakan perkataan "Create atau menciptakan"., sehingga jika anda memahami Kejadian 1 : 26, dengan "Pemahaman" bahwa manusia itu "BELUM  DICIPTAKAN", maka pemahaman ini adalah suatu "Kekeliruan besar". Sebab disana menggunakan perkataan "Made dan Bukan Created".

Nah, mengapa timbul pemahaman yang keliru tersebut ?

Pemahaman yang keliru tersebut timbul dalam pemikiran anda, sebab Kejadian 1 : 26, terlebih dahulu ditulis dari pada Kejadian 1 : 27, sehingga anda memaksakan pendapat, bahwa Kejadian 1 : 26 memiliki pengertian, bahwa manusia itu "Belum" diciptakan oleh Allah.

Saudara ku, tahukah saudara bahwa awal dari proses penciptaan Manusia itu, "BUKAN" dilakukan Allah pada hari ke-6, tetapi Allah telah memulai proses awal penciptaan manusia itu, sebelum hari ke-3 pada proses penciptaan Alam semesta dan pernyataan proses penciptaan Allah pada hari ke-6 yang terkandung dalam Kejadian 1 : 27, adalah proses finishing atau proses akhir dari Penciptaan manusia ( pada ayat ke - 27 ini, adalah Flash Back dari pernyataan Allah terhadap Proses penciptaan manusia).

Nah, jika kita telah memahami proses penciptaan manusia, maka sekarang tidak sulit lagi bagi saudara untuk memahami makna dari Kitab Kejadian 1 : 26., itulah sebabnya dalam Kejadian 1 : 26, digunakan perkataan "Made atau Menjadikan" dan "BUKAN" Create atau menciptakan, sebab Allah telah melakukan proses penciptaan manusia, sebelum Kejadian 1 : 26 itu lahir, sehingga dengan "Fakta" ini, maka kejadian 1 : 26 itu, dituliskan didalam Alkitab, supaya manusia memahami, "Apa tujuan Allah dalam menciptakan manusia dan Alam semesta ini", yaitu : Allah itu mau menjadi manusia.==> Inilah makna penggunaan perkataan "Segambar dan Serupa" dengan Allah, dimana penggunaan perkataan ini, berbeda dengan penggunaan perkataan pada proses penciptaan manusia, yang "HANYA" menggunakan perkataan "Segambar".

Penjelasan Sederhana

Setelah Allah memulai proses penciptaan manusia sebelum Hari  ke-3 dalam proses penciptaan alam semesta ini, maka setelah proses penciptaan manusia itu "hampir selesai" pada hari ke-6, Kemudian dalam Kejadian 1 : 26, Allah menuangkan apa maksut dan tujuan Allah dalam menciptakan Manusia dan Alam semesta, agar manusia tidak tersesat, itulah sebabnya pada Kejadian 1 : 26 dituliskan dengan perkataan "Make atau Menjadikan" dan bukan dengan perkataan "Create atau Menciptakan". Karena itu Kejadian 1 : 26, "TIDAK" diperuntukan untuk proses penciptaan manusia, tetapi diperuntukan untuk maksut dan Tujuan dari Penciptaan Manusia.

Apa Tujuan Allah dalam menciptakan manusia itu ?

Maka setelah kita memahami makna dari Kitab Kejadian, tentang proses penciptaan manusia, yang telah diciptakan Allah sebelum Hari ke - 3 sampai hari ke- 6 ( Proses tahapan penciptaan ), sekarang kita telah mudah untuk menjawab pertanyaan tersebut diatas, yaitu : Tujuan Penciptaan Manusia terdapat dalam Kitab Kejadian 1 : 26, yaitu : Allah akan membuat manusia yang telah diciptakan-Nya itu "MENJADI  SUATU BENTUK  YANG  BARU", yang akan SEGAMBAR dan SERUPA dengan Allah.

Nah, berdasarkan Fakta tersebut diatas ( Kejadian 1 : 26 ), maka tidak ada satupun yang dapat "di-Segambarkan dan di- Serupakan" dengan Allah, kecuali Allah itu sendiri, maka Kejadian 1 : 26 yang merupakan Tujuan dari Penciptaan manusia, dapat dipahami, bahwa Allah itu mau menjadi manusia, sehingga Inkarnasi Allah yang menjadi manusia itulah, yang benar2 akan "Segambar dan Serupa" dengan Allah.

Itulah sebabnya, saya katakan kepada saudara, Diluar Kristen, tidak ada seorang pun yang tahu, apa Tujuan Allah dalam menciptakan manusia ini, dan pernyataan saya ini, bukanlah suatu pernyataan yang dipaksakan, tetapi pernyataan yang didasarkan pada "Fakta" Kitab Kejadian tersebut.


Salam ...
August 27, 2011, 11:56:58 AM
Reply #148
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 52
Pertanyaan atau judul threat kan : Apa tujuhan penciptaan manusia untuk hidup dibumi, jadi ya fokusnya tentang manusia bukan TUHAN......
August 28, 2011, 11:14:52 PM
Reply #149
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 293
  • Denominasi: Kristen

Salam,
Budi Halasan - Petojo







Posting ini diedit karena terlalu panjang dan kurang relevan dengan topik.

Kahlil_Gibson
« Last Edit: August 31, 2011, 12:30:06 AM by Kahlil_Gibson »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)