Author Topic: Apa tujuan TUHAN menciptakan manusia hidup dibumi (dunia) itu ?  (Read 33594 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 29, 2011, 02:51:42 AM
Reply #150
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 154
Pertanyaan atau judul threat kan : Apa tujuhan penciptaan manusia untuk hidup dibumi, jadi ya fokusnya tentang manusia bukan TUHAN......

Saudara ku, anda sangat keliru, sebab judul topik yang dibahas disini adalah :"Apa tujuan TUHAN menciptakan manusia hidup dibumi ( dunia ) itu ?

Nah, karena topiknya adalah Mempermasalahkan "Tujuan TUHAN", maka yang kita bahas juga adalah "Fokus terhadap tujuan TUHAN itu", karena itulah dalam uraian saya sebelumnya, saya mengatakan, bahwa tidak ada satupun manusia yang akan mampu untuk menjawab topik yang diangkat disini dengan benar, jika dia bukan seorang Kristen, atau dengan kata lain, "Diluar Kristen, maka tidak ada satupun yang akan dapat menjawab topik disini dengan benar, sebab jawaban yang tepat dan benar terhadap topik yang diangkat disini ada dalam Kitab Kejadian 1 : 26, seperti pada penjelasan saya sebelumnya".



Salam  ...
August 29, 2011, 04:00:58 AM
Reply #151
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 154
Pasal Tiga
Apa Maksud-Tujuan Allah bagi Bumi?


Apa maksud-tujuan Allah bagi umat manusia?
Tuduhan apa yang dilontarkan kepada Allah?
Seperti apakah kehidupan di bumi kelak?

MAKSUD-TUJUAN Allah bagi bumi benar-benar menakjubkan. Yehuwa ingin agar bumi dipenuhi dengan orang-orang yang berbahagia dan sehat. Alkitab mengatakan bahwa ”Allah . . . membuat sebuah taman di Eden” dan bahwa Ia ”menumbuhkan . . . segala pohon yang menarik untuk dilihat dan baik untuk dimakan”. Setelah Allah menciptakan pria dan wanita pertama, Adam dan Hawa, Ia menempatkan mereka di taman yang indah itu dan menyuruh mereka, ”Beranakcuculah dan bertambah banyak dan penuhilah bumi dan taklukkanlah itu.” (Kejadian 1:28; 2:8, 9, 15) Jadi, maksud-tujuan Allah ialah agar manusia mempunyai anak-anak, memperluas taman, atau firdaus, yang mereka tinggali hingga meliputi seluruh bumi, dan memelihara binatang-binatang.

Saudara ku, pendapat anda diatas adalah suatu "Kekeliruan besar", terutama terhadap apa yang saya "BOLD" diatas, sebab jika kita artikan bahwa Tujuan Allah untuk menciptakan manusia, "HANYA" agar manusia itu dapat berkembang biak, seperti yang tertulis dalam Kitab Kejadian yang anda utarakan diatas ( Dengan Melupakan Kitab Kejadian 1 : 26 yang merupakan Inti dari Tujuan Allah yang sebenarnya), maka yang akan menjadi pertanyaan besar adalah : Mengapa Maksiat dilarang oleh Agama ??? Bukankah Perbuatan Maksiat juga merupakan sarana untuk melakukan perkembang biakan manusia ???

Nah .. dari pertanyaan diatas, maka jelaslah pada kita sekarang, bahwa Tujuan Allah dalam menciptakan manusia, "BUKAN" agar manusia itu dapat berkembang biak semata-mata., tetapi Allah mau agar perkembang biakan yang dilakukan oleh manusia itu, haruslah dalam koridor perkembang biakan yang "Suci dan Kudus".

Mengapa proses perkembang biakan itu, harus dalam Proses Koridor perkembang biakan yang suci dan kudus ??? Jawabannya adalah kembali kepada Kitab Kejadian 1 : 26, yaitu : Allah mau menjadi manusia, karena Allah adalah Suci dan Kudus, maka Allah mau menjadi manusia itu melalui suatu Proses Koridor perkembang biakan manusia yang suci dan kudus.

Saudara ku ..

Kejadian 1 : 26 ini adalah "Nubuatan Allah" langsung dan "BUKAN" Nubuatan dari Para Nabi. Nah ... mengapa Allah melakukan NUBUATAN dalam Kejadian 1 : 26 ini ??? Allah melakukan Nubuatan dalam Kitab Kejadian 1 : 26, adalah : supaya manusia yang diciptakan-Nya itu "TIDAK  TERSESAT" dalam memahami makna kehidupan ini, sehingga jika manusia itu "TELAH   MEMAHAMI", bahwa Tujuan dari Penciptaan manusia, karena Allah itu mau menjadi manusia, maka "SUDAH   PASTI" tidak akan ada lagi perdebatan terhadap Alkitab dan tidak ada lagi kesesatan.

Nah, saudara - saudara semua ...

Kejadian 1 : 26 ini, adalah "RAHASIA  BESAR  dan  SANGAT  PENTING", untuk mengetahui manakah Ajaran yang berasal dari Allah atau Bukan, sebab Kejadian 1 : 26 ini adalah "Dasar" Lahirnya Kristus kedalam Dunia ini.

Jadi, berdasarkan Kejadian 1 : 26, maka "Setiap Ajaran yang tidak mengakui dan mengimani bahwa Allah itu telah datang kedalam Dunia ini, sebagai Manusia dalam diri Yesus Kristus, maka Ajaran tersebut BUKAN   berasal dari Allah". Sebaliknya .. setiap Ajaran yang mengajarkan bahwa Allah telah datang sebagai manusia dalam diri Yesus Kristus, maka Ajaran tersebut adalah benar2 Ajaran yang berasal dari Allah, Sebab kedatangan Kristus kedalam dunia ini, adalah sebagai Penggenaban Nubuatan Allah dalam Kejadian 1 : 26.

Jadi saudara ku semua ... karena itulah dalam penjelasan saya terhadap makna Kejadian 1 : 26 pada uraian sebelumnya, saya mengatakan bahwa, "Diluar Kristen, tidak ada satupun manusia yang mampu untuk menjawab dengan benar, terhadap topik yang diangkat disini" ==M E N G A P A ==

Sebab Kejadian 1 : 26, adalah "Rahasia Allah yang Sangat besar" yang tersembunyi selama berabad-abad dan yang ingin diketahui oleh para Malaikat di Surga, yang telah direalisasikan Allah dalam diri Yesus Kristus, dan "Makna" dari Rahasia besar tersebut juga disembunyikan Allah dan akan diungkapkan oleh Allah melalui Roh Nya, sebelum kedatangan Yesus sebagai Hakim dan Raja.

Jadi, saudara - saudara ku semua yang terkasih dalam Kristus ...

Pengungkapan makna yang "Tersembunyi" dalam Kejadian 1 : 26, seperti pada uraian saya sebelumnya, adalah sautu "Pertanda Besar", bahwa Kedatangan Yesus sebagai Hakim dan Raja, sudah sangat dekat sekali, sebab dengan "Dibukanya Selubung Terhadap makna dalam Kejadian 1 : 26" akan membawa kita umat manusia, untuk mengetahui "MANAKAH   AJARAN  YANG  BENAR - BENAR  BERASAL DARI   ALLAH   ATAU  BUKAN", karena  pengetahuan kita terhadap Ajaran yang benar inilah, yang dimaksutkan sebagai "Masa - Masa Anugerah", artinya : Setiap orang yang telah ditetapkan oleh Allah untuk diselamatkan, maka akan terbuka hatinya, untuk menerima dan mengimani apa yang terkandung dalam Kejadian 1 : 26 tersebut, dan sebaliknya .. setiap orang yang masih hidup dalam keraguan terhadap Kristus, maka dengan dibukanya selubung dalam makna Kejadian 1: 26 itu, akan memperteguh Iman percaya nya dalam penantian terhaap Kedatangan Kristus.

Kesimpulan :

Kejadian 1 : 26 yang merupakan jawaban terhadap topik yang diangkat disini, yaitu : Allah menciptakan Manusia, karena Allah itu mau menjadi manusia, merupakan "KUNCI  YANG  SANGAT  PENTING", untuk melihat dan memahami, apakah Ajaran yang kita percaya atau yakini tersebut, benar2 berasal dari Allah atau BUKAN. Sehingga setelah saudara2 memahami makna yang selama ini "Tersembunyi" dalam Kitab Kejadian 1 : 26 tersebut, dapat "SEGERA  BERTOBAT" , sebab Kedatangan Yesus sebagai Hakim dan Raja sudah sangat dekat sekali.

Nah .. dibukanya makna yang tersembunyi dalam Kejadian 1 : 26 tersebut, akan "MENOLAK" dan "MENELANJANGI" semua Ajaran2 yang "BUKAN  BERASAL  DARI  ALLAH".


Salam Kasih dalam Kristus ...
August 30, 2011, 10:18:21 AM
Reply #152
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 52
Kejadian 1:26 menjelaskan  Allah berfirman bahwa Allah menjadikan (yg telah diciptakan sebelumnya) manusia menurut gambar dan rupa Allah, arti gambar dan rupa Allah sangatlah multi tafsir, tapi yang jelas tidak dapat ditafsiri bahwa Tuhan hendak menjadi manusia sebab Kalimat selanjutnya dalam ayat itu masih berkaitan dengan kepentingan manusia yakni agar manusia berkuasa dibumi.itu tidak bisa dihilangkan begitu saja.

Penafsiran bahwa TUHAN hendak menjadi manusia itu suatu Penafsiran yang dipaksakan (yg tidak berdasar), apalagi mengklaim bahwa hanya Kristen saja yg punya tafsir seperti itu, ini jelas klaim sepihak......
August 30, 2011, 06:04:20 PM
Reply #153
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1757
  • Gender: Male
  • Denominasi: No Thank's


Kesimpulan :

Kejadian 1 : 26 yang merupakan jawaban terhadap topik yang diangkat disini, yaitu : Allah menciptakan Manusia, karena Allah itu mau menjadi manusia, merupakan "KUNCI  YANG  SANGAT  PENTING", untuk melihat dan memahami, apakah Ajaran yang kita percaya atau yakini tersebut, benar2 berasal dari Allah atau BUKAN. Sehingga setelah saudara2 memahami makna yang selama ini "Tersembunyi" dalam Kitab Kejadian 1 : 26 tersebut, dapat "SEGERA  BERTOBAT" , sebab Kedatangan YESUS sebagai Hakim dan Raja sudah sangat dekat sekali.

Nah .. dibukanya makna yang tersembunyi dalam Kejadian 1 : 26 tersebut, akan "MENOLAK" dan "MENELANJANGI" semua Ajaran2 yang "BUKAN  BERASAL  DARI  ALLAH".


Salam Kasih dalam KRISTUS ...

Well....saya sendiri seorang Kristen yg bebas, namun membaca kesimpulan anda saya rasa terlalu jauh. Saya setuju bahwa tujuan penciptaan manusia adalah tidak lain untuk kebesaran Allah (primary), dan bahwa kehidupan manusia di dunia ini adalah persemaian roh Allah.

Mungkin lebih baik di jelaskan knp anda mengambil kesimpulan bhw tujuan penciptaan manusia adalah krn Allah ingin mejadi manusia?



GBU
Janganlah perbedaan berpendapat membuat kita saling memaki dan mencela.....perbedaan itu tidak berarti apa-apa, selama kita tetap ber-iman dalam Yesus Kristus, Tuhan dan juruselamat manusia.
August 30, 2011, 06:27:44 PM
Reply #154
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male
Pasal Tiga
Apa Maksud-Tujuan Allah bagi Bumi?


Apa maksud-tujuan Allah bagi umat manusia?
Tuduhan apa yang dilontarkan kepada Allah?
Seperti apakah kehidupan di bumi kelak?

MAKSUD-TUJUAN Allah bagi bumi benar-benar menakjubkan. Yehuwa ingin agar bumi dipenuhi dengan orang-orang yang berbahagia dan sehat. Alkitab mengatakan bahwa ”Allah . . . membuat sebuah taman di Eden” dan bahwa Ia ”menumbuhkan . . . segala pohon yang menarik untuk dilihat dan baik untuk dimakan”. Setelah Allah menciptakan pria dan wanita pertama, Adam dan Hawa, Ia menempatkan mereka di taman yang indah itu dan menyuruh mereka, ”Beranakcuculah dan bertambah banyak dan penuhilah bumi dan taklukkanlah itu.” (Kejadian 1:28; 2:8, 9, 15) Jadi, maksud-tujuan Allah ialah agar manusia mempunyai anak-anak, memperluas taman, atau firdaus, yang mereka tinggali hingga meliputi seluruh bumi, dan memelihara binatang-binatang.


Lucu juga yah, mengetahui ada suatu pemahaman bahwa maksud-tujuan ALLAH menjadikan manusia di bumi adalah untuk punya banyak anak? ;D


Salam,



Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
August 30, 2011, 06:46:43 PM
Reply #155
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1757
  • Gender: Male
  • Denominasi: No Thank's
Lucu juga yah, mengetahui ada suatu pemahaman bahwa maksud-tujuan ALLAH menjadikan manusia di bumi adalah untuk punya banyak anak? ;D


Salam,



Bro zxcvbn,

Saya sendiri tdk melihat pendapat sdr. Budi itu lucu, karena dgn beranak cucu maka manusia bermultiply, begitu juga roh, dan akan menghasilkan jiwa2 yg baru (ingat : jasmani+roh/nafas hidup=jiwa yg hidup/living soul). Ketika seseorang di lahirkan ke dunia, maka ada 3 unsur baru terbentuk, yaitu jasmani, roh, dan jiwa, ketiganya akan tumbuh dlm masa hidupnya. Dan bahwa nantinya jiwa2 (keturunan ilahi) tsb di harapkan akan bersatu dgn Allah, seperti halnya YESUS satu dgn Bapa.

Tugas kita selama hidup di dunia adalah membentuk jiwa kita agar sedapat mungkin segambar kembali dgn Allah (kudus), tentu saja dgn bantuan KRISTUS, agar nantinya "compatible" dgn Allah. Seperti menggambar di selembar kertas kosong, dan obyek yg di gambar adalah "image Allah", bukan yg lain.


GBU
« Last Edit: August 30, 2011, 06:49:43 PM by simonsez »
Janganlah perbedaan berpendapat membuat kita saling memaki dan mencela.....perbedaan itu tidak berarti apa-apa, selama kita tetap ber-iman dalam Yesus Kristus, Tuhan dan juruselamat manusia.
August 30, 2011, 07:45:36 PM
Reply #156
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male
Bro zxcvbn,

Saya sendiri tdk melihat pendapat sdr. Budi itu lucu, karena dgn beranak cucu maka manusia bermultiply, begitu juga roh, dan akan menghasilkan jiwa2 yg baru (ingat : jasmani+roh/nafas hidup=jiwa yg hidup/living soul). Ketika seseorang di lahirkan ke dunia, maka ada 3 unsur baru terbentuk, yaitu jasmani, roh, dan jiwa, ketiganya akan tumbuh dlm masa hidupnya. Dan bahwa nantinya jiwa2 (keturunan ilahi) tsb di harapkan akan bersatu dgn Allah, seperti halnya YESUS satu dgn Bapa.

Tugas kita selama hidup di dunia adalah membentuk jiwa kita agar sedapat mungkin segambar kembali dgn Allah (kudus), tentu saja dgn bantuan KRISTUS, agar nantinya "compatible" dgn Allah. Seperti menggambar di selembar kertas kosong, dan obyek yg di gambar adalah "image Allah", bukan yg lain.


GBU

Maap bro@simonsez, terlepas dari komentar saya atas tulisan sdr.@budi; Saya hanya ingin agar kita (sebagai manusia) tidak terjebur pada pikiran-pikiran atau pandangan-pandangan kemanusiaan kita dalam memandang maksud-tujuan ALLAH itu.

Fiman ALLAH dalam Kej.1:28: "beranakcuculah.." merupakan tindakan progresif ALLAH atas sesuatu yang telah dijadikan-Nya; Tetapi ITU BUKANLAH MAKSUD-TUJUAN ALLAH yang sesungguhnya.

ALLAH telah memberitahukan maksud-tujuan-Nya atas orang dari antara manusia yang telah dijadikan itu sebagai alat kemuliaan-Nya.

Yes. 43:7   semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"

Makanya dalam konteks tulisan sdr.@budi, jika dibadingkan dengan maksud-tujuan ALLAH yang sesungguhnya itu (buat saya) menjadi lucu.... Demikian penjelasan saya bro.


Salam,
Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
August 30, 2011, 08:09:43 PM
Reply #157
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 52

Sebagaimana disebutkan dalam Kejadian 1:27 bahwa TUJUAN Allah menciptakan manusia menurut GAMBARNYA (KEHENDAKNYA) hidup didunia ini sebagai Penguasa  dibumi untuk menguasai, mengelola dan memelihara bumi dan seisinya untuk kelangsungan dan kesejahteraan hidup manusia. Sebaliknya jangan sampai ada kerusakan dan kejahatan yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Dengan demikian maksud tujuan Allah adalah demi kebaikan dan keselamatan manusia itu sendiri.

Tentunya Allah tidak membiarkan manusia meraba-raba didalam berusaha mencapai keselamatan, kedamaian, kesejahteraannya, untuk itulah Allah MENJADIKAN manusia menurut GAMBAR dan RUPANYA (CITRANYA = KEBAIKAN) dengan mendatangkan UtusanNya dengan diberi bekal Petunjuk Aturan hidup dan kehidupan buat disampaikan kepada manusia. Ibarat pabrik mobil dipastikan menyertakan pada setiap productnya yakni buku petunjuk pemakaian dan pemeliharaan, agar mobil itu awet dan tidak celaka dipakai.

Petunjuk aturan hidup dan kehidupan manusia itu memang dibatasi peruntukannya hanya dipakai dibumi ini, sebab sesudah kematian manusia, petunjuk itu sudah tidak diperlukan lagi.

Saya teringat pengajaran YESUS di Matius 22:36-40, saat ditanya ahli taurat : "Guru, inti sari dari  hukum Taurat itu tentang apa ?"  Lalu dijawab YESUS :
1. Cintailah Allah Tuhanmu dengan penuh keikhklasan (dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu).
2.Cintailah sesama manusia sebagaimana kamu mencintai dirimu.

Kedua hubungan (Allah dan sesama manusia) MENCINTAI itulah merupakan inti sari dari hukum Taurat dan seluruh kitab para Nabi
. (Terjemahan bebas dari penulis Matius 22:36-40)

Jadi inti sari dari semua hukum (petunjuk aturan) Allah yang dibawa para Rasul atau nabi itu meliputi tata aturan/hukum hubungan vertikal dengan Allah dan hubungan horisontal dengan sesama manusia, dalam Islam disebut "hablumminallah wahablumminnas". Itulah esensinya sebuah agama yang datangnya dari Allah, Tuhan pencipta manusia. Makanya YESUS menegaskan "Bagi siapa yang mengamalkan dan mengajarkan (meneladani) seluruh aturan hukum Taurat dan kitab para Nabi, dia berhak masuk kedalam kerajaan sorga" (terjemahan bebas penulis dari Matius 5:19)

Itulah hakekat tujuan hidup manusia di dunia ini agar manusia dapat selamat hidup dan kehidupannya di bumi ini, mengingat dalam diri manusia terdapat dua keinginan (positif / roh dan negatif / kedagingan) maka mengimani dan mentaati hukum Allah harus diutamakan (Matius 5:19) dan dengan sekuat tenaga tidak memperturutkan keinginan hawa nafsu (keinginan daging) sebab dari situ setan mempengaruhi manusia untuk mengajak berbuat dosa (1 Yoh.3:8).
August 30, 2011, 10:06:47 PM
Reply #158
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male
Sebagaimana disebutkan dalam Kejadian 1:27 bahwa TUJUAN Allah menciptakan manusia menurut GAMBARNYA (KEHENDAKNYA) hidup didunia ini sebagai Penguasa  dibumi untuk menguasai, mengelola dan memelihara bumi dan seisinya untuk kelangsungan dan kesejahteraan hidup manusia. Sebaliknya jangan sampai ada kerusakan dan kejahatan yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Dengan demikian maksud tujuan Allah adalah demi kebaikan dan keselamatan manusia itu sendiri.

Tentunya Allah tidak membiarkan manusia meraba-raba didalam berusaha mencapai keselamatan, kedamaian, kesejahteraannya, untuk itulah Allah MENJADIKAN manusia menurut GAMBAR dan RUPANYA (CITRANYA = KEBAIKAN) dengan mendatangkan UtusanNya dengan diberi bekal Petunjuk Aturan hidup dan kehidupan buat disampaikan kepada manusia. Ibarat pabrik mobil dipastikan menyertakan pada setiap productnya yakni buku petunjuk pemakaian dan pemeliharaan, agar mobil itu awet dan tidak celaka dipakai.

Petunjuk aturan hidup dan kehidupan manusia itu memang dibatasi peruntukannya hanya dipakai dibumi ini, sebab sesudah kematian manusia, petunjuk itu sudah tidak diperlukan lagi.

Saya teringat pengajaran YESUS di Matius 22:36-40, saat ditanya ahli taurat : "Guru, inti sari dari  hukum Taurat itu tentang apa ?"  Lalu dijawab YESUS :
1. Cintailah Allah Tuhanmu dengan penuh keikhklasan (dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu).
2.Cintailah sesama manusia sebagaimana kamu mencintai dirimu.

Kedua hubungan (Allah dan sesama manusia) MENCINTAI itulah merupakan inti sari dari hukum Taurat dan seluruh kitab para Nabi
. (Terjemahan bebas dari penulis Matius 22:36-40)

Jadi inti sari dari semua hukum (petunjuk aturan) Allah yang dibawa para Rasul atau nabi itu meliputi tata aturan/hukum hubungan vertikal dengan Allah dan hubungan horisontal dengan sesama manusia, dalam Islam disebut "hablumminallah wahablumminnas". Itulah esensinya sebuah agama yang datangnya dari Allah, Tuhan pencipta manusia. Makanya YESUS menegaskan "Bagi siapa yang mengamalkan dan mengajarkan (meneladani) seluruh aturan hukum Taurat dan kitab para Nabi, dia berhak masuk kedalam kerajaan sorga" (terjemahan bebas penulis dari Matius 5:19)

Itulah hakekat tujuan hidup manusia di dunia ini agar manusia dapat selamat hidup dan kehidupannya di bumi ini, mengingat dalam diri manusia terdapat dua keinginan (positif / roh dan negatif / kedagingan) maka mengimani dan mentaati hukum Allah harus diutamakan (Matius 5:19) dan dengan sekuat tenaga tidak memperturutkan keinginan hawa nafsu (keinginan daging) sebab dari situ setan mempengaruhi manusia untuk mengajak berbuat dosa (1 Yoh.3:8).


Wah kalau yang ini mah tujuan orang dunia yang tidak mengenal ALLAH..!!!

"hidup kaya raya, mati masuk surga" :cheesy:


Salam,
Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
August 31, 2011, 02:50:04 AM
Reply #159
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1757
  • Gender: Male
  • Denominasi: No Thank's
Maap bro@simonsez, terlepas dari komentar saya atas tulisan sdr.@budi; Saya hanya ingin agar kita (sebagai manusia) tidak terjebur pada pikiran-pikiran atau pandangan-pandangan kemanusiaan kita dalam memandang maksud-tujuan ALLAH itu.

Fiman ALLAH dalam Kej.1:28: "beranakcuculah.." merupakan tindakan progresif ALLAH atas sesuatu yang telah dijadikan-Nya; Tetapi ITU BUKANLAH MAKSUD-TUJUAN ALLAH yang sesungguhnya.

ALLAH telah memberitahukan maksud-tujuan-Nya atas orang dari antara manusia yang telah dijadikan itu sebagai alat kemuliaan-Nya.

Yes. 43:7   semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"

Makanya dalam konteks tulisan sdr.@budi, jika dibadingkan dengan maksud-tujuan ALLAH yang sesungguhnya itu (buat saya) menjadi lucu.... Demikian penjelasan saya bro.


Salam,


Ok, memang benar apa yg di simpulkan sdr. Budi adalah melihat dari dimensi manusia. Hanya saja perlu lagi sdr. Budi menggali dari sisi roh, apa yg terjadi dan kenapa dgn bermultiplynya manusia tsb.

Karena pada akhirnya jasmani2 manusia yg begitu banyak (yg sudah bermultiply) akan kembali menjadi tanah dan tdk ada lagi nilainya di mata Allah.


GBU
« Last Edit: August 31, 2011, 02:52:53 AM by simonsez »
Janganlah perbedaan berpendapat membuat kita saling memaki dan mencela.....perbedaan itu tidak berarti apa-apa, selama kita tetap ber-iman dalam Yesus Kristus, Tuhan dan juruselamat manusia.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)