Author Topic: Apa tujuan TUHAN menciptakan manusia hidup dibumi (dunia) itu ?  (Read 32321 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 02, 2011, 03:42:40 AM
Reply #190
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1757
  • Gender: Male
  • Denominasi: No Thank's
Saudara ku, mungkin agak janggal bagi saudara, sebab saya katakan "INTI" dari segala "Kemuliaan" yang dimiliki oleh Allah itu adalah "KASIH",   Mengapa ? Sebab menurut saya, saudara belum memahami makna Kasih itu dengan benar. Tahukah saudara, bahwa yang pertama sekali diciptakan oleh Allah dalam diri Allah, sebelum segala sesuatu ini ada, adalah : "Kasih", sehingga dalam diri Allah itu, terbentuk lautan Kasih yang tidak terhingga. Nah .. Kasih inilah yang digambarkan dalam Kitab Amsal, sebagai Hikmat dan Pengertian yang bermain - main disekitar Allah, artinya : Setelah Allah itu ada, maka Ia pertama sekali menciptakan Kasih ( Hikmat dan Pengertian ) terhadap diri Allah itu sendiri, Nah .. dengan lautan kasih yang tidak terbatas yang dimiliki oleh Allah inilah, maka Allah itu disebut Maha Mulia, artinya : Segala Kemuliaan yang dimiliki oleh Allah itu tidak akan pernah ada, "JIKA" Allah itu tidak memiliki "KASIH". Nah .. untuk Kasih Inilah, maka YESUS datang kedunia ini ( Yohanes 3 : 16 yang merupakan manifestasi dari Kejadian 1 : 26 ). Jadi saudara ku, adalah "sangat keliru", jika kita memahami makna "Kemuliaan Allah" dengan melepaskan "Kasih", sebab Kasih itu adalah "INTI" dari segala Kemuliaan  yang dimiliki oleh Allah. Hal ini tepat, seperti apa yang diajarkan oleh YESUS, yaitu : YESUS tidak mengajarkan kepada manusia tentang "Kemuliaan Allah", tetapi YESUS mengajarkan kepada manusia, tentang "KASIH". Mengapa ? sebab dengan pengajaran Kasih yang diajarkan oleh YESUS itu, maka artinya adalah : YESUS itu telah mengajarkan tentang Kemuliaan yang dimiliki oleh Allah itu, sebaliknya Jika YESUS mengajarkan Kemuliaan yang dimiliki oleh Allah itu, tanpa mengajarkan Kasih, maka semua pengajaran YESUS itu akan menjadi sia - sia,. Nah .. Melihat Fakta ini, maka dapat disimpulkan bahwa Kasih itu adalah Inti dari Kemuliaan yang dimiliki  oleh Allah.

Jadi, kembali kepada apa yang kita bicarakan diatas ( Yesaya 43 : 7 ), maka saya tidak menafsirkan ayat tersebut berdasarkan kemauan saya, tetapi berdasarkan Fakta Alkitab seperti penjelasan saya diatas, bahwa Kasih adalah Inti dari segala kemuliaan yang dimiliki oleh Allah, sehingga pada Yesaya 43 : 7 tersebut, makna Kemuliaan Allah disana dapat diartikan dan identik dengan makna Kasih Allah.

"Mulia/glory" itu sendiri mengandung arti : predikat/reputasi Allah yg di dalamnya terdapat sifat2 maha tahu, maha pengasih, maha suci, maha kuasa, maha pengampun, dll. Jadi mengatakan bahwa Kemuliaan Allah adalah sebatas kasih Allah adalah penyempitan arti daripada makna "mulia" itu sendiri.

Quote
Selanjutnya, tentang permasalahan Allah yang Maha Besar, tidak dapat anda bandingkan dengan contoh biji sesawi. Mengapa ? Allah adalah Non Materi dan Biji Sawi adalah Materi, sehingga Allah tidak dapat kita pahami, bahwa Ia masih dapat untuk berkembang lagi ataupun Allah tidak dapat pula kita pahami bahwa Ia sudah tidak dapat berkembang lagi, sebab Allah itu adalah Non Materi, artinya : Tidak terhingga, sementara biji sawi adalah materi, dimana manteri ini memiliki keterbatasan. Jadi, jika anda memahami Allah dengan membandingkannya dengan Materi adalah "Suatu Kekeliruan Besar".

Perumpamaan itu bukan dari saya, tapi Yesus sendiri yg mengatakan. Dan namanya jg perumpamaan, dia bekerja secara paralel dgn maksud dari perumpamaan tsb. Perump. biji sesawi dan ragi adalah menjelaskan tentang kerajaan Allah yg mengembang dan semakin besar, apakah kerajaan Allah adalah bersifat materi? Tidak bukan?.

Quote
Saudara ku, dari respon2 saudara diatas, terhadap permasalahan yang kita bahas disini, sebenarnya menurut pendapat saya, saudara tidak memahami tentang Hakikat dan Kemuliaan dari  Allah itu, terutama tentang Kasih Allah. MENGAPA ?

Mengapa? Karena pengertian anda masih terlalu "mentah" dan premature. Masih ada banyak "missing piece" untuk sampai pada kesimpulan sdr. tsb.

Quote
Seperti apa yang saya bold diatas, dimana saudara mempertanyakan Apakah Allah perlu untuk membuktikan Kasih yang dimiliki-Nya kepada Ciptaan-Nya ?

Nah .. disinilah maksut dari pernyataan saya, bahwa saudara belum memahami makna Hakikat dan Eksistensi Allah itu. Tahukah Saudara, Jika Allah tidak menciptakan sesuatu, maka siapa yang tahu, Allah itu adalah Maha Kasih atau Maha Jahat. Dapatkah saudara katakan, bahwa Allah itu adalah Maha Kasih, sementara saudara sendiri belum diciptakan ?

Apa pentingnya Allah menciptakan manusia hanya sebagai pembuktian diriNya? Pembuktian kpd siapa? Ini yg lucu sekali,

Itu sama saja saya nulis di kertas bahwa "saya ganteng", trus saya tempel deh di kamar saya, agar saya dpt membuktikan (kpd kertas) bahwa saya ganteng... :D

Quote
Lalu kapan saudara ketahui bahwa Allah itu adalah Maha Kasih ? Nah .. saudara dapat mengatakan bahwa Allah itu adalah Maha Kasih, setelah saudara diciptakan oleh Allah, Artinya : Allah menciptakan saudara supaya saudara mengetahui bahwa Allah itu adalah Maha Kasih.

Maaf saudaraku, saya ga habis pikir dgn kesimpulan anda ini. :mad0261:
Sama saja mengatakan bahwa dari mana anda tahu bahwa rasa telor itu gurih jika telor tidak pernah exist? Apakah telor itu exist hanya agar di ketahui bahwa rasa telor itu gurih? Apa untungnya bagi si telor untuk diketahui rasanya? Apa pentingnya bagi Allah untuk (scr. khusus) di ketahui bahwa Dia adalah kasih oleh ciptaanNya? Hanya agar Ia mendapat predikat maha pengasih? Apakah tanpa manusia lalu Allah tdk memiliki reputasi sbg maha pengasih? Bagaimana dgn kasihNya kpd malaikat?

Quote
Saudara ku ... pernyataan saya bahwa Allah menciptakan Surga dan dunia, karena Allah itu mau membuktikan bahwa Ia adalah Maha Kasih, kelihatannya sangat sepele dan mungkin anda tertawakan, mengapa ? seperti penjelasan saya diatas, hal itu terjadi, karena saudara belum memahami Hakikat dan Eksistensi Allah terlebih Kasih yang dimiliki oleh Allah.

Hakikat eksistensi Allah? Sepertinya itu adalah hal yg di luar kemampuan manusia untuk mengetahui secara benar dan menyeluruh, Allah itu exist untuk apa? Bagaimana seharusnya Allah dalam ke-existensian-Nya?

Quote
Untuk itu, Silahkan saudara tanya diri anda dan renungkan dalam2, dapatkah anda mengetahui bahwa Allah itu adalah Maha Kasih, jika anda tidak pernah diciptakan atau jika Allah itu tidak pernah menciptakan Surga dan Dunia ini, atau Jika Allah itu hidup dalam Kesendirian-Nya.

Juga, dapatkah sdr tahu bahwa Allah itu maha kuasa/maha pengampun, maha pencipta dan maha lain2.... jika anda tidak pernah di ciptakan? Sepertinya anda terjebak dalam apa yg saya sebut "pseudo-conclusion" yg tdk menyentuh dasar pemikiran yg cukup kuat.

Dan juga, Apakah Allah menciptakan manusia (yg lalu berdosa) agar manusia tahu bahwa Dia maha pengampun? Mana yg lebih berkenan, mengampuni atau tdk ada yg perlu di ampuni?

Apakah Allah mencipta manusia karena Dia haus predikat ataupun reputasi?

Maafkan saya, terus terang, pemikiran anda di samping menggelikan juga menyedihkan....Kesimpulan anda mengesankan bahwa Allah itu kurang kerjaan....


GBU

Janganlah perbedaan berpendapat membuat kita saling memaki dan mencela.....perbedaan itu tidak berarti apa-apa, selama kita tetap ber-iman dalam Yesus Kristus, Tuhan dan juruselamat manusia.
September 02, 2011, 04:23:21 AM
Reply #191
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1757
  • Gender: Male
  • Denominasi: No Thank's
Hakekat dan tujuan adalah 2 hal berbeda. Kalau pertanyaannya "APA TUJUAN TUHAN?", berarti kita harus  mencoba melihat dari sudut pandang Tuhan, untuk apa Tuhan mencipta manusia. Sedangkan Hakekat (esensi) hidup manusia adalah bagaimana manusia seharusnya mengisi hidupnya sehingga berkenan di mata Allah.


GBU

Padahal kedua pernyataan tsb. semua menunjuk kepada TUHAN, yang satu tentang TUJUAN TUHAN dan satunya lagi tentang MENURUT TUHAN. Jangan diplintir-plintir laah........

Hehe..bukan saya plintir2 bro....sebenarnya cukup mudah utk mengetahui perbedaannya.

Tujuan/Goal : Sesuatu yg ingin di capai, final result.

Kalau kita mengimani bahwa dunia ini bukanlah "goal" bagi Allah, maka kita akan setuju bahwa tujuan Tuhan adalah terletak pada "setelah" duniawi .

Ilustrasi :

- Apa "tujuan petani" menanam padi di sawah? :

a. Agar padinya tumbuh subur? ataukah,
b. Agar dapat dipanen padi kelak dan beroleh manfaatnya.

Hakekat hidup :

- Bagaimana kita seharusnya menjalani dan memaknai hidup ini.
- Apa sebenarnya yg di kehendaki Tuhan atas manusia dalam menjalani hidupnya.


Mudah2an bisa nangkep maksudnya... :D

GBU



« Last Edit: September 02, 2011, 04:33:49 AM by simonsez »
Janganlah perbedaan berpendapat membuat kita saling memaki dan mencela.....perbedaan itu tidak berarti apa-apa, selama kita tetap ber-iman dalam Yesus Kristus, Tuhan dan juruselamat manusia.
September 14, 2011, 12:13:53 AM
Reply #192
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 154
Sdr.@genta..
Memang sudah SEHARUSNYA saudara TIDAK BOLEH 'mempertanyakan' hal yang demikian jika saudara mengerti arti Kemuliaan ALLAH. Tetapi, oleh karena saudara belum memahami arti Kemuliaan ALLAH, maka pernyataan 'pertanyaan' saudara itu saudara sampaikan.

Saudara tahu? bahwa keberadaan manusia itu oleh karena Kemuliaan ALLAH!? :coolsmiley:
Jika ALLAH itu tidak Mulia (MAHAMULIA), niscaya manusia itu tidak akan pernah ada..... paham?

Kenapa 'pertanyaan' itu harus timbul pada saudara? :cheesy:


Jika ALLAH ingin memperlihatkan Kemuliaan-Nya dengan menciptakan semesta alam; Kepada siapakah ALLAH ingin memperlihatkannya?... kepada manusia-kah? yang notabene adalah 'ciptaan'-Nya? Apakah ALLAH kurang Mulia jika Dia tidak 'menciptakan' manusia? :coolsmiley:


ALLAH tidak HARUS menjadi Manusia untuk menunjukkan KEMULIAAN-NYA sebagai ALLAH Yang MAHAMULIA.


Salam,

Saudara ku ... maaf baru sekarang saya dapat memberikan respon atas argument2 saudara tersebut diatas., untuk menjawab semua argument saudara diatas, disini saya akan menjawab dengan sederhana, terutama terhadap pernyataan saudara yang saya bold bewarna merah, yaitu : Firman Allah mengatakan : "Allah tidak menyayangkan malaikat-Nya yang jatuh, melainkan keturunan Abraham".

Nah .. dari Firman Allah tersebut diatas, maka jelaslah, bahwa Manusia itu sangat "Berharga" di mata Allah. Mengapa Manusia itu demikian "Berharga" dimata Allah dan bahkan melebihi para Malaikat ?

Yah .. Sebab Firman Allah yang lain mengatakan :"Siapakah Manusia, sehingga Engkau MENJADIKANNYA  HAMPIR  SAMA  seperti  Allah"?

Nah .. Bagaimana mungkin Allah akan menjadikan manusia itu "Hampir Sama Seperti Allah", Jika Allah itu tidak menjadi manusia ( Kejadian 1 : 26 ) ?

Jadi saudara ku, berdasarkan Fakta Alkitab diatas dan semua uraian2 saya sebelumnya, maka kembali saya tekankan kepada anda, terhadap topik yang diangkat disini, maka : Tidak ada satu manusiapun yang akan mampu untuk menjawab topik yang diangkat disini dengan benar, Kecuali seorang Kristen. == M E N G A P A == ?

Sebab "Hanya Kristen" yang mengajarkan kepada manusia, apa yang menjadi Tujuan Tuhan dalam menciptakan manusia dan alam semesta ini, yaitu : Allah menciptakan manusia dan alam semesta ini, karena Allah itu akan menjadi manusia ( Kejadian 1 : 26 ).

Catatan :

Untuk memahami Kejadian 1 : 26 dengan benar dan dalam hubungan dengan topik yang dibahas disini, maka "HARUS" saudara renungkan kedua Firman Allah ini, yaitu :

1. Allah tidak pernah menyayangkan Kejatuhan Para Malaikat, melainkan Keturunan Abraham.
2. Bagaimana Allah akan menjadikan manusia itu "Hampir Sama Seperti Allah", jika Allah itu tidak menjadi manusia, sebab untuk menjadikan manusia hampir sama sperti Allah, maka "Tidak Mungkin Manusia itu yang menjadi Allah". Tetapi sebaliknya, Allah itu yang "HARUS" menjadi manusia.

Nah .. Pertanyaan selanjutnya adalah : Mengapa Hanya Kristen yang mampu untuk menjawab topik yang diangkat disini dengan benar ? Maka jawabnya adalah sederhana, yaitu : Tidak ada satupun manusia yang dapat mengajarkan Hakekat dan Eksistensi Allah dengan benar, jika Ajaran itu bukan berasal dari Allah, artinya : Karena Kristen adalah Ajaran yang benar2 berasal dari Allah, maka "Sudah Pasti", Kristen dapat memahami Hakekat dan Eksistensi Allah dengan benar, terutama dalam menjawab pertanyaan yang diangkat dalam topik disini.


Salam ..
September 14, 2011, 12:33:05 AM
Reply #193
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 154
Sekali lagi, itu sih sebuah pemaksaan tafsir yang keluar dari konteke ayat. Itulah yang saya sebut multi tafsir, tergantung mau diarah kan kemana Kalimat-Kalimat "MENURUT GAMBARNYA" dan MENURUT GAMBAR DAN RUPANYA.
Tidak ada fakta ilmiyah dan fakta sejarah kalau TUHAN mau menjadi manusia, itu hayalan orang doang....!

Saudara ku ... saya tersenyum membaca respon saudara tersebut diatas, karena dari jawaban saudara diatas, artinya : Saudara belum membaca dan memahami keseluruhan isi Alkitab, sebab jika saudara telah membaca dan memahami keseluruhan isi Alkitab, sudah pasti saudara tidak akan mengatakan demikian.

Saudara ku, Firman Allah mengatakan 3 hal, yaitu :

1. Allah tidak menyayangkan kejatuhan Para Malaikat, melainkan Keturunan Abraham.
2. Allah akan menjadikan manusia "Hampir Sama seperti Allah"? ==> Permasalahan adalah : Bagaimana Allah akan  menjadikan manusia itu "Hampir Sama Seperti Allah", jika Allah itu tidak menjadi manusia. Apakah Mungkin untuk menjadikan manusia itu Sperti Allah, maka manusia itu yang harus menjadi Allah ?
3. Kejadian 5 : 3 adalah "Sebanding" dengan Kejadian 1 : 26. ==> Artinya : Jika set yang dinyatakan pada Kejadian 5 : 3 adalah segambar dan serupa Adam, yang dimengerti sebagai "Keturunan yang berasal dari Hakikat dan Substansi Adam", maka pada Kejadian 1 : 26, manusia yang telah "DICIPTAKAN  ALLAH" pada Kejadian 1 : 27, akan dijadikan Allah sebagai "KETURUNAN  ALLAH" yang berasal dari "Hakikat dan Eksistensi Allah". ==> Siapakah manusia itu, maka jika pada Kejadian 5 : 3, manusia itu bernama Set, maka pada Kejadian 1 : 26, manusia itu bernama YESUS.

Saudara ku ... Ajaib sekali Firman Allah itu, ternyata Yesus itu telah di "NUBUATKAN" Allah, jauh sebelum manusia ini ada, artinya : Fakta ini membuktikan kepada kita, bahwa Ajaran yang benar2 berasal dari Allah itu adalah Kristen, dimana diluar Kristen, maka semua Ajaran yang ada di bumi ini, hanyalah Ajaran yang berasal dari Manusia biasa dan Bukan berasal dari Allah yang ada dalam Alkitab.

Salam ...
September 14, 2011, 01:41:57 AM
Reply #194
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 154
Dear Gentasurgawi,

Dasar dilahirkannya YESUS KRISTUS menjadi  manusia adalah Kejadian 3 : 15 (Coba baca)

14 Kemudian Allah Yehuwa berfirman kepada ular itu, ”Karena engkau telah melakukan hal ini, terkutuklah engkau dari antara semua binatang peliharaan dan dari antara semua binatang liar di padang. Dengan perutmu engkau akan berjalan dan debulah yang akan kaumakan sepanjang hari-hari kehidupanmu. 15 Dan aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan wanita itu dan antara benihmu dan benihnya. Ia akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Jadi Allah menubuatkan kedatangan benih (YESUS KRISTUS), setelah kejatuhan manusia kedalam dosa.

Ini adalah upaya Allah, untuk mengatasi kegagalan Adam dan Hawa menaati Hukum Allah tentang buah terlarang. Baca Yohanes 3 : 16-17.
16 ”Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, ia memberikan Putra satu-satunya yang diperanakkan, agar setiap orang yang memperlihatkan iman akan dia tidak akan dibinasakan melainkan memperoleh kehidupan abadi. 17 Karena Allah mengutus Putranya ke dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan agar dunia diselamatkan melalui dia



Tq,
Budi Halasan - Petojo

Saudara ku, paparan Fakta Alkitab diatas, adalah "Penegasan Kembali" dari apa yang telah direncanakan oleh Allah dalam Kitab Kejadian 1 : 26., sehingga "Rencana Kedatangan Yesus", bukan pertama sekali berasal dari apa yang saudara utarakan diatas, melainkan dari Kitab Kejadian 1 : 26.

Ringkasnya adalah sbb :

1. Kejadian 1 : 26 adalah sebanding dengan Kejadian 5 : 3, dimana pada Kejadian 5 : 3, perkataan "SET" yang diperanakan menurut "Rupa dan Gambar" Adam, dapat kita mengerti dan pahami bahwa, Set itu adalah Keturunan yang berasal dari Hakikat dan Eksistensi Adam, maka demikian juga terhadap Kejadian 1 : 26, bahwa "MAKNA" dari perkataan Segambar dan Serupa disana, "HARUS" juga dipahami sebagai "Keturunan yang berasal dari Hakikat dan Eksistensi Allah".

2. Karena pemahaman terhadap Kejadian 1 : 26 adalah sama dengan pemahaman terhadap Kejadian 5 : 3, maka manusia yang akan menjadi "Keturunan Allah itu" , harus pula benar2 berasal dari Hakikat dan Eksistensi dari Allah itu sendiri., seperti makna yang terkandung dalam Kejadian 5 : 3. Dimana manusia itu adalah YESUS.

3. Dengan demikian, Kejadian 1 : 26, dapat ditulis dengan bahasa bebas, yaitu :"Baiklah Kita menjadikan manusia yang sudah Kita Ciptakan itu menjadi Keturunan Kita".

Nah .. untuk menguji Kebenaran Pemahaman diatas, maka kita dibawa pada Firman Allah yang mengatakan :"Siapakah Manusia, sehingga Engkau menjadikannya hampir sama seperti Allah".

Dari Firman Allah tersebut diatas, timbul pertanyaan besar, yaitu : Bagaimana Allah akan menjadikan manusia itu hampir sama seperti Allah ?, maka Jawabannya adalah sederhana, yaitu : Allah akan menjadikan manusia itu hampir sama seperti Allah, adalah dengan cara Allah itu menjadi manusia.

Jadi saudara ku, berdasarkan Fakta diatas, maka Yesus itu adalah Keturunan Allah ( Inkarnasi Allah), yang benar2 berasal dari Hakikat dan Substansi Allah, sehingga Yesus itu adalah Identik atau sama dengan Allah itu sendiri. Artinya : Yesus itu adalah Penggenaban dari Nubuatan Allah, jauh sebelum manusia itu ada ( Kejadian 1 : 26 ).


Selanjutnya saudara ku ...

Jika saudara teliti dengan seksama, kelanjutan tulisan yang terdapat dalam Kejadian 1 : 26 dan dengan Kejadian 1 : 27 - 28, maka disana ada perbedaan besar, yaitu :

1. Kejadian 1 : 26, dikatakan ... Supaya manusia itu berkuasa ... Artinya adalah : Perkataan "Supaya" pada kalimat dikejadian 1 : 26, adalah suatu penekanan yang memiliki makna Absolut, atau mutlak atau suatu Keharusan yang tidak boleh tidak, melainkan pasti atau harus. Dimana jika hal ini kita pahami demikian, maka akan lahir pertanyaan besar kepada kita, yaitu : Bolehkah ada Penguasa lain untuk menguasai Alam ini selain Allah itu sendiri ? Kalau boleh, berarti ada 2 ( dua ) penguasa di alam ini, yaitu : Allah dan manusia. ==> Nah .. jika kita memahami dengan demikian, maka hal ini akan bertentangan dengan Firman Allah, yaitu : Allah itu adalah penguasa tunggal atas seluruh alam semesta ini.

2. Jadi,  jika Allah itu adala penguasa tunggal atas seluruh alam semesta ini, maka perkataan "SUPAYA" dalam Kejadian 1 : 26, seperti penjelasan diatas, tidak akan dipahami dengan keliru, jika kita dapat mengerti, bahwa Kejadian 1 : 26 tersebut diatas, "DIPERUNTUKAN" untuk kedatangan Allah sebagai manusia dalam diri Yesus, seprti apa yang telah saya uraikan diatas., sebab Yesus adalah Inkarnasi Allah ( Keturunan Allah ), sehingga sekalipun Allah itu telah menjadi manusia dan bernama Yesus, maka dengan berkuasanya Yesus atas alam raya ini ( Penggenaban Nubuatan Kejadian 1 : 26 ), TIDAK  AKAN  BERTENTANGAN dengan Eksistensi Allah sebagai Penguasa Tunggal atas alam ini, Sebab Yesus itu adalah Inkarnasi dari Hakikat dan Eksistensi Allah itu sendiri.

3. Jika kita lihat dengan teliti kalimat dalam Kejadian 1 : 27 - 28, maka setelah manusia itu diciptakan oleh Allah, pada Kejadian 1 : 27 - 28 tersebut, "TERNYATA" tidak ada dituliskan disana perkataan "SUPAYA", yang memiliki makna absolut atau tidak boleh tidak atau suatu keharusan, seperti yang tertulis dalam Kejadian 1 : 26. Artinya adalah : Pada Kejadian 1 : 27 - 28, terhadap proses penciptaan manusia itu, disana Allah tidak pernah merencanakan manusia yang diciptakan-Nya itu, akan berkuasa atas alam ini, seperti apa yang terkandung dalam Kejadian 1 : 26 diatas, melainkan pada Kejadian 1 : 27 - 28, yang diperuntukan untuk proses penciptaan manusia itu, Allah "MENGHIMBAU" agar manusia yang telah diciptakan-Nya itu, untuk "dapat berusaha" menaklukan dan menguasai alam ini., ==> Hal ini dapat kita lihat pada Kalimat ..taklukan-LAH ..itu, berkuasa-LAH .. Artinya : Adanya partikel "LAH" pada kalimat tersebut, adalah membuktikan adanya suatu tekanan "Himbauan" dan bukan bersifat Absolut atau mutlak atau tidak boleh tidak atau suatu keharusan, seperti yang terkandung dalam Kejadian 1 : 26.

Jadi, dari keseluruhan perbandingan makna Firman Allah yang terdapat dalam Kejadian 1 : 26 - 28 dan Kejadian 5 : 1 - 3, maka sekarang teranglah kepada kita, bahwa Firman Allah tersebut berbicara atas 2 ( dua ) hal, yaitu :

1. Allah akan  menjadi manusia.
2. Karena Allah akan menjadi manusia, maka manusia itu diciptakan oleh Allah.

Nah .. saudara ku ...

Selanjutnya, semua isi Alkitab dan sejarah perjalanan Hidup manusia ini, sampai Yesus Lahir adalah bertujuan untuk merealisasikan Rencana dan Nubuatan Allah yang ada dalam Kitab Kejadian tersebut, jadi setiap orang yang dapat memahami Tujuan penciptaan Manusia dengan benar, pasti akan menerima dan memahami bahwa : Yesus adalah Inkarnasi dari Hakikat dan Substansi Allah itu sendiri, seperti yang di Nubuatkan Allah dalam Kitab Kejadian tersebut, jauh sebelum manusia itu diciptakan.



Salam ....   
September 15, 2011, 04:16:03 PM
Reply #195
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 68
  • Denominasi: hkbp
Jadi, dari keseluruhan perbandingan makna Firman Allah yang terdapat dalam Kejadian 1 : 26 - 28 dan Kejadian 5 : 1 - 3, maka sekarang teranglah kepada kita, bahwa Firman Allah tersebut berbicara atas 2 ( dua ) hal, yaitu :

1. Allah akan  menjadi manusia.
2. Karena Allah akan menjadi manusia, maka manusia itu diciptakan oleh Allah.



bukannya Allah akan mengirim utusan? yaitu Yesus?

Bukankah Musa saja diperingati..bahwa existensi Allah itu begitu hebatnya....sampai-sampai Musa mau lihat wajah Allah saja nggak bisa......manusia bisa mati kalau lihat wajah Allah....

nah...kalau Allah jadi manusia....apakah masuk akal?
September 20, 2011, 09:05:01 AM
Reply #196
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 313
bukannya Allah akan mengirim utusan? yaitu YESUS?

Bukankah Musa saja diperingati..bahwa existensi Allah itu begitu hebatnya....sampai-sampai Musa mau lihat wajah Allah saja nggak bisa......manusia bisa mati kalau lihat wajah Allah....

nah...kalau Allah jadi manusia....apakah masuk akal?
Allah Bukan Radiasi Nuklir yg Tidak dapat Mengendalikan diri Nya

October 19, 2011, 07:47:15 AM
Reply #197
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 52

Jadi, dari keseluruhan perbandingan makna Firman Allah yang terdapat dalam Kejadian 1 : 26 - 28 dan Kejadian 5 : 1 - 3, maka sekarang teranglah kepada kita, bahwa Firman Allah tersebut berbicara atas 2 ( dua ) hal, yaitu :

1. Allah akan  menjadi manusia.
2. Karena Allah akan menjadi manusia, maka manusia itu diciptakan oleh Allah.

Nah .. saudara ku ...

Selanjutnya, semua isi Alkitab dan sejarah perjalanan Hidup manusia ini, sampai YESUS Lahir adalah bertujuan untuk merealisasikan Rencana dan Nubuatan Allah yang ada dalam Kitab Kejadian tersebut, jadi setiap orang yang dapat memahami Tujuan penciptaan Manusia dengan benar, pasti akan menerima dan memahami bahwa : YESUS adalah Inkarnasi dari Hakikat dan Substansi Allah itu sendiri, seperti yang di Nubuatkan Allah dalam Kitab Kejadian tersebut, jauh sebelum manusia itu diciptakan.


Salam ....   

Kejadian
5:1 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;
5:2   laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama "Manusia" kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.
5:3   Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.

Ternyata konteks perikop diatas yang dimaksud keturunan Adam itu bernama Set, bukan Yesus.......
October 19, 2011, 03:36:47 PM
Reply #198
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5389
Saudara ku ... maaf baru sekarang saya dapat memberikan respon atas argument2 saudara tersebut diatas., untuk menjawab semua argument saudara diatas, disini saya akan menjawab dengan sederhana, terutama terhadap pernyataan saudara yang saya bold bewarna merah, yaitu : Firman Allah mengatakan : "Allah tidak menyayangkan malaikat-Nya yang jatuh, melainkan keturunan Abraham".

Nah .. dari Firman Allah tersebut diatas, maka jelaslah, bahwa Manusia itu sangat "Berharga" di mata Allah. Mengapa Manusia itu demikian "Berharga" dimata Allah dan bahkan melebihi para Malaikat ?

Yah .. Sebab Firman Allah yang lain mengatakan :"Siapakah Manusia, sehingga Engkau MENJADIKANNYA  HAMPIR  SAMA  seperti  Allah"?

Nah .. Bagaimana mungkin Allah akan menjadikan manusia itu "Hampir Sama Seperti Allah", Jika Allah itu tidak menjadi manusia ( Kejadian 1 : 26 ) ?

Jadi saudara ku, berdasarkan Fakta Alkitab diatas dan semua uraian2 saya sebelumnya, maka kembali saya tekankan kepada anda, terhadap topik yang diangkat disini, maka : Tidak ada satu manusiapun yang akan mampu untuk menjawab topik yang diangkat disini dengan benar, Kecuali seorang Kristen. == M E N G A P A == ?

Sebab "Hanya Kristen" yang mengajarkan kepada manusia, apa yang menjadi Tujuan Tuhan dalam menciptakan manusia dan alam semesta ini, yaitu : Allah menciptakan manusia dan alam semesta ini, karena Allah itu akan menjadi manusia ( Kejadian 1 : 26 ).

Catatan :

Untuk memahami Kejadian 1 : 26 dengan benar dan dalam hubungan dengan topik yang dibahas disini, maka "HARUS" saudara renungkan kedua Firman Allah ini, yaitu :

1. Allah tidak pernah menyayangkan Kejatuhan Para Malaikat, melainkan Keturunan Abraham.
2. Bagaimana Allah akan menjadikan manusia itu "Hampir Sama Seperti Allah", jika Allah itu tidak menjadi manusia, sebab untuk menjadikan manusia hampir sama sperti Allah, maka "Tidak Mungkin Manusia itu yang menjadi Allah". Tetapi sebaliknya, Allah itu yang "HARUS" menjadi manusia.

Nah .. Pertanyaan selanjutnya adalah : Mengapa Hanya Kristen yang mampu untuk menjawab topik yang diangkat disini dengan benar ? Maka jawabnya adalah sederhana, yaitu : Tidak ada satupun manusia yang dapat mengajarkan Hakekat dan Eksistensi Allah dengan benar, jika Ajaran itu bukan berasal dari Allah, artinya : Karena Kristen adalah Ajaran yang benar2 berasal dari Allah, maka "Sudah Pasti", Kristen dapat memahami Hakekat dan Eksistensi Allah dengan benar, terutama dalam menjawab pertanyaan yang diangkat dalam topik disini.


Salam ..

Saya sangat setuju dng pandangan broo/sis @ genta surgawi...baik dan super..!! GBU

Artinya Allah melakukan apa yang terbaik menurut pandangan Allah...karena Allah Berdaulat atas segala sesuatunya
yang diciptakan-NYA ( Dari-Nya, Oleh-Nya dan Untuk Nya )

Kolose 1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
October 19, 2011, 06:50:39 PM
Reply #199
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 538
Manusia diciptakan agar bisa mengenal tuhan yesus (kata teman-teman Kristen).
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)