Author Topic: Apa tujuan TUHAN menciptakan manusia hidup dibumi (dunia) itu ?  (Read 33595 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 27, 2011, 11:55:57 AM
Reply #230
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 713
  • Denominasi: Protestan
Maksudnya MATI ROHANI, bukan mati roh nya, buktinya kan Adam terus hidup dan di usir dari taman eden.

Mati rohani artinya, keterpisahan dari Allah, peta dan gambar Allah dalam diri manusia tercemar, manusia tidak mempunyai kemampuan mencari Tuhan.
Salam,


Roh tidak dapat mati.
Roh adalah hidup.

Hidup Adam setelah itu tidak ada bedanya dengan hidup binatang.

Pkh. 3:19   Karena nasib manusia adalah sama dengan nasib binatang, nasib yang sama menimpa mereka; sebagaimana yang satu mati, demikian juga yang lain. Kedua-duanya mempunyai nafas yang sama, dan manusia tak mempunyai kelebihan atas binatang, karena segala sesuatu adalah sia-sia.

Salam,


Yang dimaksud dengan kematian rohani adalah roh manusia yang sudah putus hubungan dengan Allah.

Ef.2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

Paulus berbicara kepada orang yang masih hidup tetapi ia mengatakan 'kamu dahulu sudah mati'.

Kematian rohani secara alkitab mengajarkan bahwa rohani manusia berada didalam perseteruan dengan Allah,oleh karena itu manusia harus dilahirbarukan kembali agar bisa selamat.

Kehidupan manusia seperti yang digambarkan oleh kitab Pengkotbah itulah natur manusia yang sudah didalam status mati secara rohani sehingga ia hanya hidup secara kedagingan saja ibarat seperti hewan.

Tetapi didalam PB mereka yang sudah lahir baru merupakan manusia yang baru dihadapan Allah dimana hubungan perseteruan telah diganti dengan hubungan antara Bapa dan Anak didalam pengertian rohaniah.




Ecclesia Semper Reformanda Est
December 27, 2011, 11:58:24 AM
Reply #231
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12360
  • tidak menyimpan kepahitan
Anda melupakan Allah adalah Pencipta manusia, tidak ada kesulitan bagi Allah mengontrol manusia ciptaannya yang terbatas.

Manusia dibandingkan dengan Allah, sangat sangat jauh , itu lah yang di sebut Transenden, tidak terselami pikiran Allah, apalagi KEKUATAN ALLAH.

Manusia memang tidak berdaya menghadapi dirinya dan sesama, tetapi bagi Allah, tidak ada yang mustahil.


Sodara jangan melupakan KEKUDUSAN ALLAH Yang Mahakudus.
Jika sodara berfikir (memahami ALLAH) seperti itu maka artinya sodara tidak menghargai KEKUDUSAN ALLAH Yang Mahakudus.

ALLAH Yang Mahakudus tidak mungkin melanggar KEKUDUSAN-Nya sendiri?
Artinya, TIDAK MUNGKIN ALLAH "bergaul" dengan manusia (yang berdosa) untuk mengontrolnya.


Salam,
December 27, 2011, 12:00:17 PM
Reply #232
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 991
  • Gender: Male
  • Condemnant quod non intellegunt
dalam terjemahan "New Living Translation" tidak disebutkan akan mati hari itu juga. hanya akan mati... memang upah dosa adalah maut/mati.
manusia seutuhnya terdiri atas daging,jiwa dan roh. buah yg dimakan adalah dosa karna daging melakukan kehendak jiwa yg terpengaruh roh jahat/iblis.
Condemnant quod non intellegunt
December 27, 2011, 12:12:47 PM
Reply #233
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12360
  • tidak menyimpan kepahitan

Yang dimaksud dengan kematian rohani adalah roh manusia yang sudah putus hubungan dengan Allah.

Ef.2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

Paulus berbicara kepada orang yang masih hidup tetapi ia mengatakan 'kamu dahulu sudah mati'.

Kematian rohani secara alkitab mengajarkan bahwa rohani manusia berada didalam perseteruan dengan Allah,oleh karena itu manusia harus dilahirbarukan kembali agar bisa selamat.

Kehidupan manusia seperti yang digambarkan oleh kitab Pengkotbah itulah natur manusia yang sudah didalam status mati secara rohani sehingga ia hanya hidup secara kedagingan saja ibarat seperti hewan.

Tetapi didalam PB mereka yang sudah lahir baru merupakan manusia yang baru dihadapan Allah dimana hubungan perseteruan telah diganti dengan hubungan antara Bapa dan Anak didalam pengertian rohaniah.

Jika manusia masih memiliki roh, maka pemahaman sodara di atas benar. Tetapi masalahnya, Kebenaran menyatakan bahwa roh manusia (sejak ia berdosa) sudah tidak ada lagi di dalam dirinya (rohnya kembali kepada ALLAH); sesuai dengan pernyataan Kitab Suci. (baca: Kej.2:17)

Kembalinya roh manusia kepada ALLAH dinyatakan dalam Firman Tuhan berikut:

Kej.6:3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."


Salam,
« Last Edit: December 27, 2011, 12:21:26 PM by sizxbn »
December 27, 2011, 12:15:43 PM
Reply #234
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 713
  • Denominasi: Protestan
Sodara jangan melupakan KEKUDUSAN ALLAH Yang Mahakudus.
Jika sodara berfikir (memahami ALLAH) seperti itu maka artinya sodara tidak menghargai KEKUDUSAN ALLAH Yang Mahakudus.

ALLAH Yang Mahakudus tidak mungkin melanggar KEKUDUSAN-Nya sendiri?
Artinya, TIDAK MUNGKIN ALLAH "bergaul" dengan manusia (yang berdosa) untuk mengontrolnya.


Salam,


Kekudusan didalam Alkitab dari bahasa ibrani qadosy dan bahasa yunani hagios adalah terpisahkan atau dikhususkan, digunakan terhadap keadaan terpisahnya seseorang agar Tuhan dapat memakainya.

Tuhan mewajibkan kita kudus dengan maksud kita harus hidup sepenuhnya bagi Tuhan dan meninggalkan hal hal duniawi yang bersifat dosa.



Ecclesia Semper Reformanda Est
December 27, 2011, 12:23:54 PM
Reply #235
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9262
Sodara jangan melupakan KEKUDUSAN ALLAH Yang Mahakudus.
Jika sodara berfikir (memahami ALLAH) seperti itu maka artinya sodara tidak menghargai KEKUDUSAN ALLAH Yang Mahakudus.

ALLAH Yang Mahakudus tidak mungkin melanggar KEKUDUSAN-Nya sendiri?
Artinya, TIDAK MUNGKIN ALLAH "bergaul" dengan manusia (yang berdosa) untuk mengontrolnya.


Salam,

Benar sekali , kekudusan Allah tidak memungkin manusia tidak di hukum, justru manusia berada di bawah penghukuman Allah, harus mati binasa.

Allah kasih, maka dengan belas kasihan Nya, , Allah mengirim AnakNya ke dunia, untuk menanggung kutukan dan dosa manusia, dengan mati bagi sodara dan saya.

Pengorbanan Allah dengan mengirim Anak Nya, untuk menebus dosa manusia, memilihkan hubungan manusia dengan Allah, mengembalikan peta dan teladan Allah yang rusak, mendamaikan manusia dengan Allah.

Jadi anda harus sadar bahwa sekarang ada jalan keselamatan Allah, yang merupakan ANUGERAH ALLAH.

Allah memberikan anugerah keselamatan dengan kerelaan kehendak Nya sendiri, Allah dari kekekalan telah memilih bagi diri Nya, suatu Umat Pilihan Nya, yang di berinya anugerah keselamatan.

Sehingga melalui penebusan Kristus, manusia yang bejat dan telah mati rohani, di pulihkan kembali statusnya, menkadi kudus dan tanpa cacat.

Anugerah keselamatan memampulan menusia mempunyai hubungan dengan Allah kembali, karena Tuhan Yesus mati di kayu salib, mendamaikan manusia dengan Allah, menjadi PENGANTARA antara manusia dengan Allah.

manusia yang telah mendapat anugerah Allah, di pulihkan melalui lahir kembali menjadi ciptaan mansia baru.

Dimana manusia baru yang mempunyai status kudus, roh yang baru, hati baru, Allah ROH KUDUS diam bersamanya, memampukannya untuk hidup menurut kehendak Allah.

Yeh 36 : 26,7

36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.


36:27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Yoh 3
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.



 
December 27, 2011, 12:27:51 PM
Reply #236
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 713
  • Denominasi: Protestan
Jika manusia masih memiliki roh, maka pemahaman sodara di atas benar. Tetapi masalahnya, Kebenaran menyatakan bahwa roh manusia (sejak ia berdosa) sudah tidak ada lagi di dalam dirinya (rohnya kembali kepada ALLAH); sesuai dengan pernyataan Kitab Suci. (baca: Kej.2:17)

Kembalinya roh manusia kepada ALLAH dinyatakan dalam Firman Tuhan berikut:

Kej.6:3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."


Salam,


Istilah mati didalam Alkitab memiliki pengertian dasar adalah 'keterpisahan' dan Alkitab mengajarkan ada tiga jenis kematian manusia yaitu :

1.Ibr.9: 27  kematian secara fisik yaitu keterpisahan antara roh/jiwa dengan tubuh

2.Ef.2:1 kematian rohani yaitu keterpisahan rohani antara manusia dengan Allah

3.2Tes.1:9 Yaitu kebinasaan kekal dimana roh/jiwa manusia terpisah selama-lamanya dengan Allah.


Salam







Ecclesia Semper Reformanda Est
December 27, 2011, 12:28:34 PM
Reply #237
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12360
  • tidak menyimpan kepahitan

Kekudusan didalam Alkitab dari bahasa ibrani qadosy dan bahasa yunani hagios adalah terpisahkan atau dikhususkan, digunakan terhadap keadaan terpisahnya seseorang agar Tuhan dapat memakainya.

Tuhan mewajibkan kita kudus dengan maksud kita harus hidup sepenuhnya bagi Tuhan dan meninggalkan hal hal duniawi yang bersifat dosa.

Pemahaman kekudusan sodara di atas hanya dalam pengertian kekudusan bagi manusia; Sodara tidak memahami arti KEKUDUSAN bagi ALLAH.

Sekalipun manusia berusaha untuk menguduskan dirinya, manusia tidak mungkin layak memasuki KEKUDUSAN ALLAH.


Salam,
December 27, 2011, 12:37:37 PM
Reply #238
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 713
  • Denominasi: Protestan
Pemahaman kekudusan sodara di atas hanya dalam pengertian kekudusan bagi manusia; Sodara tidak memahami arti KEKUDUSAN bagi ALLAH.

Sekalipun manusia berusaha untuk menguduskan dirinya, manusia tidak mungkin layak memasuki KEKUDUSAN ALLAH.


Salam,


II Tesalonika 2:13 Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.

Setelah manusia dikuduskan oleh ROH KUDUS maka manusia berlayak datang langsung kepada Allah :

Ibrani 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

YESUS sudah memperdamaikan kita dengan Allah sehingga kita bisa langsung menghampiri Tahta Kemuliaan Allah karena kita kan sudah menjadi anak anak Allah.

Galatia 3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam YESUS KRISTUS.




« Last Edit: December 27, 2011, 12:40:15 PM by alamak »
Ecclesia Semper Reformanda Est
December 27, 2011, 12:42:14 PM
Reply #239
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12360
  • tidak menyimpan kepahitan
Benar sekali , kekudusan Allah tidak memungkin manusia tidak di hukum, justru manusia berada di bawah penghukuman Allah, harus mati binasa.

Allah kasih, maka dengan belas kasihan Nya, , Allah mengirim AnakNya ke dunia, untuk menanggung kutukan dan dosa manusia, dengan mati bagi sodara dan saya.

Pengorbanan Allah dengan mengirim Anak Nya, untuk menebus dosa manusia, memilihkan hubungan manusia dengan Allah, mengembalikan peta dan teladan Allah yang rusak, mendamaikan manusia dengan Allah.

Jadi anda harus sadar bahwa sekarang ada jalan keselamatan Allah, yang merupakan ANUGERAH ALLAH.

Allah memberikan anugerah keselamatan dengan kerelaan kehendak Nya sendiri, Allah dari kekekalan telah memilih bagi diri Nya, suatu Umat Pilihan Nya, yang di berinya anugerah keselamatan.

Sehingga melalui penebusan KRISTUS, manusia yang bejat dan telah mati rohani, di pulihkan kembali statusnya, menkadi kudus dan tanpa cacat.

Anugerah keselamatan memampulan menusia mempunyai hubungan dengan Allah kembali, karena Tuhan YESUS mati di kayu salib, mendamaikan manusia dengan Allah, menjadi PENGANTARA antara manusia dengan Allah.

manusia yang telah mendapat anugerah Allah, di pulihkan melalui lahir kembali menjadi ciptaan mansia baru.

Dimana manusia baru yang mempunyai status kudus, roh yang baru, hati baru, Allah ROH KUDUS diam bersamanya, memampukannya untuk hidup menurut kehendak Allah.

Yeh 36 : 26,7

36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.


36:27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Yoh 3
3:5 Jawab YESUS: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

Namun demikian, siapa orangnya (menurut sodara) yang hidup menurut segala ketetapan ALLAH dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan ALLAH dan melakukannya...  kalau bukan hanya Manusia Yesus Kristus? :coolsmiley:

Hal itu membuktikan, bahwa manusia sudah tidak ada lagi rohnya.


Salam,
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)