Author Topic: Apa tujuan TUHAN menciptakan manusia hidup dibumi (dunia) itu ?  (Read 32681 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 12, 2012, 06:36:19 PM
Reply #480
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 713
  • Denominasi: Protestan
sizxbn

Quote
Quote from: alamak on Yesterday at 07:02:45 PM
Demikian juga kalau sodara mengatakan ROH KUDUS bisa keluar maka yang benar adalah ROH KUDUS atau Roh Kebenaran didalam PB tidak mungkin keluar lagi karena sudah dimeteraikan dan tinggal didalam diri manusia selamanya karena orang percaya sudah merupakan merupakan Bait Allah itu sendiri secara simbolis.

Yoh. 14:16,17 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Pendapat yang mengatakan bahwa ROH KUDUS berdiam dalam tubuh manusia dan tidak bisa keluar lagi adalah pengerrtian yang menyesatkan!!

Kitab Suci mengatakan dengan jelas bahwa ada orang-orang yang menyalahgunakan Kasih karunia ALLAH sehingga tidak bisa diperbaharui lagi.

Ibr. 6:6   namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.


Jadi sodara menganggap Tuhan Yesus menyesatkan dengan mengatakan bahwa ROH KUDUS selamanya akan tinggal didalam diri manusia ?

Silahkan buktikan apakah Yesus atau sodara yang sedang sesat,tetapi sudah pasti hanya sodara saja yang sesat total dengan mengatakan ROH KUDUS tidak tinggal selamanya didalam diri manusia !

ROH KUDUS yang sudah dimeteraikan Allah tidak mungkin bisa dibatalkan oleh manusia bung !

Kitab Suci juga mengatakan bahwa ada orang yang sudah membuat segala macam mujizat juga ternyata imannya palsu.

Mat. 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!


Ada juga Kitab Suci mengatakan bahwa ada orang Kristen yang imannya ternyata palsu !

1 Yoh.2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

Tidak perlu sodara membawa-bawa masalah murtad disini karena bukan threadnya.


Quote
Quote from: alamak on Yesterday at 07:02:45 PM
Ini satu lagi kelemahan sodara yang tidak bisa membedakan antara fungsi dan struktur didalam diri manusia. ‘roh’ merupakan struktur manusia yang tanpa dia maka manusia itu bukanlah manusia yang hidup :
Yak. 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Kis.7:59 Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan YESUS, terimalah rohku."

ROH KUDUS didalam PL tidak sekalipun menggunakan istilah ‘nismat hayyim’ melainkan itu hanya penafsiran spekulasi sodara saja.
Silahkan buktikan bahwa kata nismat hayyim dimaksudkan sebagai ROH KUDUS didalam PL bukannya istilah yang menggunakan kata dasar ‘ruakh’ yaitu Ruakh Adonai ; Ruah Qadesow ; Ruakh ELOHIM.

Sodara rancu sendiri dalam menjelaskan masalah roh yang ada pada manusia.

Benar bahwa tubuh tanpa roh/spirit adalah mati; Tetapi masalahnya adalah pengertian 'roh' atau spirit pada ayat-ayat itu bukan seperti pengertian sodara... pengertian 'roh' atau spirit dalam ayat Yak.2:26 itu adalah sebagai "Daya/Kekuatan". Jadi, jika tubuh tidak lagi mempunyai daya/kekuatan maka ia dikatakan mati.


Yang rancu adalah sodara yang tidak pernah bisa membuktikan nafas hidup adalah identik dengan ROH KUDUS selain hanya teori karangan sendiri saja.

Mengatakan roh adalah daya kekuatan saja pun sudah kaco tidak karuan karena mencampurkan berbagai macam istilah yang tidak relevan sama sekali.

Stepanus berteriak itu dalam adalah menjelang kematiannya yaitu sewaktu roh nya akan meninggalkannya.

Kalau roh hanya daya kekuatan tubuh maka Stepanus tidak mati dirajam,melainkan hanya kehilangan kekuatan saja alias lemas bung.

Ada ada saja sodara ini !

Jadi teori sodara yang mengatakan roh meninggalkan manusia sewaktu dia berdosa hanyalah omong kosong doang !

Hayo belajar lagi etimologi Alkitab jangan hanya terima indoktrinasi agama yang mati seperti robot.


Ecclesia Semper Reformanda Est
January 12, 2012, 06:36:39 PM
Reply #481
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 713
  • Denominasi: Protestan
sizxbn

Quote
Begitu juga rohku yang dimaksud dalam Kis.7:59, bukan roh seperti pemahaman sodara. Kata 'rohku' yang dimaksudkan oleh Stefanus itu adalah jiwanya sendiri.... bukan roh yang berasal dari Allah. (masa roh yang dari ALLAH sendiri masih dimohonkan juga untuk diterima ALLAH?)

Roh manusia bukan Allah melainkan perangkat hidup yang diberikan Allah kepada manusia dan setelah manusia mati maka roh tersebut kembali kepada Allah.

Pengk.12:7 dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

Roh dan jiwa manusia yang merupakan elemen non material semua berasal dari Allah dan kalau tidak ada berarti manusia itu sudah mati.

Dimana ada ajaran Alkitab bahwa roh manusia berasal dari jiwanya ???

Belajar lagi etimologi Alkitab baik baik agar tidak ngaco tidak karuan penafsirannya dan mengambil segala macam ayat yang tidak nyambung sama sekali.

Baca lagi semua penjelasan awal saya mengenai penggunaan kata kata roh,jiwa dan nyawa supaya tidak bertele tele terus komentar sodara !


Quote
Quote from: alamak on Yesterday at 07:03:02 PM

Oleh karena sodara tidak mengerti tentang "hidup" itu, maka sodara minta ayatnya ketika dijelaskan... begitu?
Sebenarnya, saya tidak pernah mengatakan ada dua macam spirit dalam manusia, tetapi sodara sendiri yang menganggap saya mengatakannya.... weleh...weleh.. 
Oleh karena sodara tidak mengerti tentang "HIDUP" maka akibatnya sodara kebingungan sendiri.

Saya ulangi lagi penjelasan saya mengenai "ROH" manusia.

Kej.2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Kalau mau membahas mengenai hidup maka hidup itu hanya dari Allah datangnya.
Allah (ROH KUDUS) menghembuskan nafas hidup (nismat hayyim) kepada debu tanah yang sudah dibentuk oleh tangan Allah menjadi mahluk hidup (nephesh).

Hanya nafas hidup yang dihembuskan oleh Allah (ROH KUDUS) yang membuat manusia menjadi hidup.

Jadi mengatakan nafas hidup datangnya dari manusia hanyalah kebohongan besar belaka.

Betul, hidup itu datangnya hanya dari ALLAH; Tetapi hidup yang dimaksud itu bukan hidup seperti layaknya binatang yang hidup, yang hanya dapat bergerak dan bernafas oleh karena ia bernyawa, melainkan hidup mulia seturut gambaran rupa ALLAH.

Tetapi mengatakan gambar Allah ada didalam nafas hidupnya sudah pasti teori ngaco karena tidak ada dukungan Alkitabnya !


Quote
ROH KUDUS adalah roh yang menjadikan manusia hidup seturut gambar dan rupa ALLAH.
Oleh sebab itu ALLAH menghembuskan [naphach (naw-fakh')-Nya] dengan nišmaṯ ḥayyîm (ROH KUDUS) ke dalam hidungnya manusia.
nišmaṯ ḥayyîm (ROH KUDUS) inilah roh manusia pada awalnya ketika ia belum berdosa.

Tetapi, oleh karena manusia telah berdosa (karena ia telah berbuat dosa) maka nišmaṯ ḥayyîm (ROH KUDUS) --yang adalah roh manusia sesungguhnya-- yang dihembuskan atau di-naphach-kan oleh ALLAH keluar meninggalkan manusia sehingga manusia hidup tanpa rohnya yang dimaksud, yaitu nišmaṯ ḥayyîm (ROH KUDUS).
Sekarang --setelah manusia dalam keadaannya yang berdosa--, maka manusia yang masih hidup (dalam pengertian masih bergerak, bernafas dsb) tidak lagi memiliki roh yang dari pada-Nya. Ia hanya digerakkan oleh jiwa dan nyawanya, sama seperti binatang yang digerakkan oleh nyawanya; Sebab nyawa itu hidup.


Nafas hidup adalah nafas yang menghidupkan manusia (Kej.2:7) dimana kalau tidak ada lagi berarti manusia sudah tidak bernafas lagi alias mati.

Tetap saya istilah nafas hidup sama sekali tidak identik dengan ROH KUDUS melainkan hanya teori karangan sodara saja.

Apalagi mengkaitkan ‘darah’ yang jelas hanya materi dengan pengertian ROH KUDUS yang bersifat ROH itu,sudah pasti ngaco total.


Quote
Im. 17:11   Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.
Im. 17:12   Itulah sebabnya Aku berfirman kepada orang Israel: Seorangpun di antaramu janganlah makan darah. Demikian juga orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu tidak boleh makan darah.
Im. 17:14   Karena darah itulah nyawa segala makhluk. Sebab itu Aku telah berfirman kepada orang Israel: Darah makhluk apapun janganlah kamu makan, karena darah itulah nyawa segala makhluk: setiap orang yang memakannya haruslah dilenyapkan.

Nyawa ada didalam darah berarti kalau tidak ada darah manusia itu memang sudah pasti mati alias tidak bernyawa lagi.

Begitu saja kok repot banget menafsirkannya.

Tetapi nafas ya tetap nafas artinya dan sama sekali tidak sama dengan ROH KUDUS,wong istilahnya saja berbeda total tapi sodara putar belit maknanya.

Selamat ber Pantheisme ria bung !



Ecclesia Semper Reformanda Est
January 12, 2012, 06:36:59 PM
Reply #482
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 713
  • Denominasi: Protestan
sizxbn

Quote
Quote from: alamak on Yesterday at 07:03:02 PM
 
Nafas hidup yang impersonal hanyalah perangkat struktur atau asesoris yang membuat manusia menjadi mahluk hidup,sedangkan ROH KUDUS mulai sejak penciptaan sampai dengan PB penuh dengan segala aktivitas-Nya yang sepenuhnya hanya bersifat pribadi seperti puluhan ayat Kitab Suci  yang saya sudah pernah berikan sebagai dukungan kebenarannya,tetapi sodara tidak mempunyai kemampuan untuk menyanggahnya melainkan hanya lempar tuduhan seolah saya ad-hominem saja.

Setahu saya tidak ada didalam Alkitab bahwa istilah ROH KUDUS menggunakan kata ganti "it" atau a "thing",atau sodara mungkin bisa menemukannya ?

Kalau sodara mampu tidak hanya berspekulasi doang silahkan buktikan ayat ayat yang saya berikan tersebut bahwa ROH KUDUS adalah diri-Nya Allah itu sendiri dan sangat personal sifatnya.

Nišmaṯ ḥayyîm (ROH KUDUS) sebagai roh manusia tidak perlu ditafsirkan lagi, sebab keberadaan YESUS KRISTUS sebagai seorang Manusia menjadi jawaban pengertian tentang apa dan siapa Nišmaṯ ḥayyîm (ROH KUDUS) itu.

Kitab Suci mengatakan:
Mat. 1:18   Kelahiran YESUS KRISTUS adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf,ternyata ia mengandung dari ROH KUDUS, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Mat. 1:20   Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari ROH KUDUS.


Baca lagi berulang ulang dan jangan bosan kitab Kej.2:7 bahwa nafas hidup itu adalah perangkat kehidupan yang diberikan kepada manusia sehingga ia menjadi mahluk hidup.

Sama sekali tidak ada sedikitpun ajaran Alkitab mengatakan nafas hidup (impersonal) adalah ROH KUDUS dan Yesus Kristus yang bersifat personal (pribadi).

Semua ini hanya karangan sodara saja yang hobinya cuman membuat teori baru yang Pantheistis dan comot comot ayat Alkitab untuk mendukungnya.

Silahkan buktikan dari postingan saya sebelumnya bahwa ROH KUDUS itu bukan Allah dan juga bukan bersifat pribadi !

Sampai sekarang sodara tidak mampu membuktikan kesalahan ajaran Alkitab bahwa ROH KUDUS adalah Allah yang berpribadi.


Quote
Quote from: alamak on Yesterday at 07:03:20 PM
sizxbn
Saya kutip lagi :

Kej. 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Komentar:

Sungguh teori sodara mengenai ‘roh’ manusia sudah sangat rancu dan campur aduk sedemikian rupa sehingga mengacaukan sama sekali ajaran kebenaran Kitab Suci sebagai satu satunya norma kebenaran Allah.

Satu hal lagi yang tidak jelas adalah bahwa apakah gambar Allah bisa hilang atau tidak dari diri manusia yang masih hidup karena jawban sdr diatas sangat ambigu sekali  ?

Ayat-ayat tersebut dengan jelas telah memperlihatkan kepada kita tentang rancangan ALLAH atas manusia yang dijadikan-Nya seturut gambar dan rupa ALLAH sehingga ia boleh berkuasa atas ciptaan-Nya yang lain; tetapi yang kemudian --gambar dan rupa ALLAH tersebut-- keluar dari manusia oleh karena dosa (Kej.6:3).

Sama sekali tidak ada istilah ‘tselem demut’ (gambar Allah) didalam ayat yang sodara kutip,berarti memang hobi sodara berdiskusi dengan comot comot ayat yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan teori karangan sodara sendiri.

Quote
Jika sodara mengerti; Dapatkah sodara bertanya: "apakah gambar Allah bisa hilang atau tidak dari diri manusia yang masih hidup...???"

Komentar dan pertanyaan sodara di atas hanya membuktikan bahwa sodara tidak mengerti Kitab Suci maupun Kuasa ALLAH.


Kita tidak sedang membicarakan kuasa Allah disini bung tetapi masalah roh.

Sodara yang ngaco belo mengatakan gambar Allah bisa hilang karena ayat yg sodara kutip sama sekali tidak menggunakan istilah ‘tselem demut’ (gambar Allah),demikian juga ayat berikut ini sudah menghancu-rleburkan teori karangan sodara :

Kejadian 9:6 Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.

Jelas bahwa manusia yang hidup tetap memiliki gambar Allah didalam dirinya.

Satu lagi bukti bahwa sodara tidak menarik pelajaran dari dalam Alkitab (eksegesis) melainkan berusaha memasukkan teori karangan sodara dengan mencomot-comot ayat Alkitab untuk mendukungnya (eisegesis).



Ecclesia Semper Reformanda Est
January 12, 2012, 06:37:14 PM
Reply #483
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 713
  • Denominasi: Protestan
sizxbn


Quote
Quote from: alamak on Yesterday at 07:03:41 PM

Kej. 2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup (nishmat hayyim) ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Istilah nishmat hayyim didalam Kej.2:7 membuat manusia itu menjadi mahluk yang hidup,berarti nismat hayyim itu adalah nafas yang menghidupkan mahluk.

Jadi kalau nishmat hayyim ini meninggalkan tubuh manusia maka manusia itu kembali menjadi debu tanah dong !

Apakah kalau nišmaṯ ḥayyîm meninggalkan tubuh manusia maka manusianya mati (secara fisik)? jawabannya:Tidak.
Sebab sesuai dengan pengertian jiwa dalam bahasa Ibrani, ‘nephesh’ : living being (with life in the blood) masih ada  dalam manusia; Sehingga, sekalipun nishmat hayyim meninggalkan tubuh manusia, manusianya akan tetap hidup.


Baca lagi kej.2:7 dimana nafas hidup itulah yang membuat manusia menjadi mahluk yang hidup.

Kalau nafas hidup diambil maka manusia bukan manusia yang hidup lagi alias darahnyapun sudah beku semua karena tidak ada nafas yang menghidupi lagi.

Kej. 35:18 Dan ketika ia hendak menghembuskan nafas -- sebab ia mati kemudian -- diberikannyalah nama Ben-oni kepada anak itu, tetapi ayahnya menamainya Benyamin

Baca diatas menghembuskan nafas berarti kematian.


Quote
Quote from: alamak on Yesterday at 07:03:41 PM
Kitab Yehezkiel jelas menyatakan bahwa roh itu diperbaharui :

Yeh.18:31 Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu ! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel

Yeh.11:19 Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat.

Roh manusia memang bisa mati dalam arti terputus hubungan secara rohaniah dengan Allah tetapi tidak mungkin hilang dari manusia selama dia masih dikatakan hidup atau bernafas.
Kalau roh diambil Tuhan maka manusia akan menjadi debu alias mati.

Mazmur 104:29 Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.

Manusia tidak akan mati (secara fisik) sekalipun rohnya meninggalkan tubuhnya (baca penjelasan saya di atas).
Kata mengambil 'roh' mereka dalam Mzm. 104:29 di atas mempunyai arti mengambil nyawa mereka, bukan mengambil nišmaṯ ḥayyîm mereka.

Kalau sodara baca Mzm. 104 secara menyeluruh maka akan sodara akan mengetahui bahwa yang dimaksud mereka di sana adalah binatang.
Bagaimana mungkin ALLAH mengambil nišmaṯ ḥayyîm-Nya kepada binatang? pernahkan ALLAH menghembuskan nišmaṯ ḥayyîm-Nya kepada binatang?


Yehezkiel berbicara kepada bangsa Israel,apakah mereka manusia atau binatang bung ?

Sodara mengatakan mengambil nyawa tetapi manusia tidak mati ???

Apakah sodara pakai logika tidak  ?

Baca lagi berulang ulang Kej.2:7 dan camkan baik baik artinya.

Jadi teori karangan sodara yang mengatakan rohani manusia sudah tidak ada karena dosa lagi lagi hanyalah omong kosong doang.



Ecclesia Semper Reformanda Est
January 12, 2012, 06:37:28 PM
Reply #484
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 713
  • Denominasi: Protestan
sizxbn

Quote
Quote from: alamak on Yesterday at 07:03:41 PM
Didalam PB pun roh manusia lama diperbaharui karena sudah mengalami kebinasaan (mati rohani) akibat dosa dosanya

Ef. 4:22,23 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu…

Jelas teologi sodara sudah ambruadul !

Apa maksudnya mati rohani?
Apakah rohnya masih ada di dalam manusia, sehingga rohnya dapat diperbaharui.... begitu?
Yang namanya mati ya mati tidak ada lagi.... kok masih diputer-puter pengertiannya?


Baca dan cermati lagi baik baik replay saya # 230,236,293 dan 331 mengenai kematian rohani,dan terbukti sodara berargumentasi tidak pernah menyimak apa yang sudah dijelaskan,melainkan asal jawab terus sehingga kwalitas kemampuan diskusi sodara sangat rendah.

Jadi jelas bahwa sodara tidak mampu menyanggah pengajaran Alkitab bahwa roh manusia bisa diperbaharui karena teori roh meninggalkan tubuh dari sodara sudah ngaco belo melawan kebenaran Alkitab.

Silahkan bantah kebenaran Alkitab tersebut bukannya muter muter terus pertanyaannya !


Quote
Roh yang dimaksudkan dalam Ef.4:22-23 itu bukan 'roh' seperti pemahaman sodara. Sodara tidak mengerti soal 'roh'. Roh yang dimaksud dalam PB itu adalah "INGATAN" atau "DAYA INGAT" manusia; Oleh sebab itu dikatakan dalam roh (ingatan) pikiranmu!!

Rasul Paulus mengatakan: bahwa di dalam akal budi ia melayani hukum-hukum ALLAH.
Itu artinya, di dalam pikirannya ia diperbaharui oleh ROH KUDUS.



Teori baru lagi supaya bisa melarikan diri dari kesalahan sendiri !

Sejak kapan pula Alkitab mengajarkan roh manusia hanyalah ingatan doang !

Kalau begitu yang sodara katakan roh manusia meninggalkan tubuhnya sewaktu berdosa berarti manusia tersebut hilang ingatan alias gila kalau berdosa ???

Betapa kontradiksinya dan kacau balaunya pikiran sodara !


Quote
Quote from: alamak on Yesterday at 07:03:41 PM
Silahkan cermati penggunaan istilah ruah atau nishmat hayyim menurut “Jewish Encyclopaedia” terlampir khususnya yang saya bold merah tsb.

http://www.jewishencyclopedia.com/articles/8092-immortality-of-the-soul

The belief that the soul continues its existence after the dissolution of the body is a matter of philosophical or theological speculation rather than of simple faith, and is accordingly nowhere expressly taught in Holy Scripture. As long as the soul was conceived to be merely a breath ("nefesh"; "neshamah"; comp. "anima"), and inseparably connected, if not identified, with the life-blood (Gen. ix. 4, comp. iv. 11; Lev. xvii. 11; see Soul), no real substance could be ascribed to it. As soon as the spirit or breath of God ("nishmat" or "ruaḥ ḥayyim"), which was believed to keep body and soul together, both in man and in beast (Gen. ii. 7, vi. 17, vii. 22; Job xxvii. 3), is taken away (Ps. cxlvi. 4) or returns to God (Eccl. xii. 7; Job xxxiv. 14), the soul goes down to Sheol or Hades.

Disini nishmat atau ruah hayyim ditafsirkan sebagai nafas hidup yaitu syarat suatu mahluk dapat dikatakan hidup.

Kalau dibandingkan dengan komentar sodara diatas maka jelas sudah sodara sudah keliru total dengan mengatakan nishmat hayyim meninggalkan manusia dan dia masih dikatakan hidup karena nafas hidup itulah yang mempersatukan antara unsur material dan imaterial manusia dari mahluk yang hidup.


Jangan sembrono memahami nišmaṯ ḥayyîm-Nya seolah-olah ALLAH telah mengehembuskannya juga kepada binatang.
Tulisan di atas itu NGACO dengan mengatakan: As soon as the spirit or breath of God ("nishmat" or "ruaḥ ḥayyim"), which was believed to keep body and soul together, both in man and in beast..

Kapan ALLAH menghembuskan nišmaṯ ḥayyîm kepada binatang!?   



Baca lagi baik baik Jewish Encyclopaedia tersebut !

Yang menulis itu adalah sumber Yahudi yang paling mengerti bahasanya ketimbang sodara yang butahuruf terhadap bahasa Ibrani.

Didalam keterangan mereka jelas bahwa nishmat dari asal kata ‘neshamah’ dalam konteks tertentu sama maknanya dengan ‘ruwahc’ yaitu nafas kehidupan yang ada didalam segala mahluk hidup.

Hanya sodara saja yang menganggap nafas hidup adalah ROH KUDUS makanya ngaco melulu penafsiran sodara.

Sodara dari awal tidak pernah menyimak penjelasan saya bahwa unsur immaterial dari manusia seperti roh,jiwa,nafas didalam konteks tertentu memiliki kesamaan arti.

Silahkan sodara dalami lagi lexicon yang saya pernah berikan mengenai istilah neshamah,ruwach,dan nephesh.



Ecclesia Semper Reformanda Est
January 12, 2012, 06:37:42 PM
Reply #485
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 713
  • Denominasi: Protestan
Sizxbn

Quote
Quote
Quote from: alamak on Yesterday at 07:03:41 PM
7.Bagaimana pula jawaban sodara terhadap komentar sodara yang mengatakan nmanusia memiliki freewill yang saya pertanyakan itu ?
Bisakah sodara memberikan ayat Kitab Sucinya yang membuktikan manusia memiliki freewill ?

Tidak perlu ada ayat tertulis untuk memahami apa itu "freewill" dalam Kitab Suci.
Sodara dilengkapi kemampuan untuk mengerti bukan?... atau tidak sama sekali?


Lho kok membikin teori sendiri mengenai freewill tantang ajaran Alkitab atas keberadaan manusia,lalu tidak mampu memberikan dasar alkitabiahnya ???

Kalau berdiskusi hanya berdasarkan teori kosong karangan sodara sendiri bukan disini tempatnya bung !

Kita sedang berdiskusi mengenai Kekristenan disini bukan psikologi atau atau filsafat karangan manusia berdosa.

Sodara mengatakan manusia memiliki freewill,sekarang apa definisi freewill sodara itu dan mana ayat Alkitabnya ?


Quote
8.Sodara juga mengatakan sbb :
Quote
YESUS KRISTUS adalah "Nafas Hidup" yang dari ALLAH yang pada mulanya pernah diberikan (dihembuskan) kepada Adam (manusia) untuk membawa gambar dan rupa ALLAH; Tetapi yang kemudian tertolak oleh karena dosa.

b.Nafas hidup itu kemudian ditempatkan ALLAH ke dalam rahim seorang perempuan, dikandung dan dilahirkan menjadi --disebut sebagai-- seorang Anak Manusia (karena sebelumnya, Ia berada di dalam diri manusia laki-laki, Adam); Yang diberi Nama YESUS, Mesias, KRISTUS, Anak ALLAH yang hidup.

Darimana sodara mendapat teori nafas hidup ditempatkan kedalam rahim perempuan (Maria) sedangkan nafas hidup itu ada pada setiap manusia pada saat dia tercipta ?

Manusia masih hidup kok masih diberikan nafas hidup lagi ?

Dari mana sodara mendapatkan pengertian itu bahwa: nafas hidup ada pada setiap manusia pada saat dia tercipta?

Kitab Suci hanya menyatakan bahwa yang dihembuskan naphach-Nya dengan nišmaṯ ḥayyîm (ROH KUDUS) adalah  hanya Adam (Manusia).


Tidak ada sama sekali ajaran Alkitab bahwa ROH KUDUS duhembuskan Allah kedalam diri manusia sewaktu dia diciptakan.

Yang dihembuskan hanyalah nafas hidup (nishmat hayyim), jadi jelas sodara hanya memaslkukan ayat Alkitab saja dan memutarbelitkan penafsirannya secara sembrono.

Sodara sudah dibutakan oleh indoktrinasi organisasi agama sdr.

Baca lagi baik baik replay 272 dan 321 dari saya supaya tidak muter muter melulu kerjaan sodara !

Kej. 2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Sodara tidak menjawab pertanyaan saya malah bertanya ?

Biasakan menjawab pertanyaan orang dulu baru bertanya kembali ?

Silahkan jawab pertanyaan saya dulu ajaran darimana pula nafas hidup (Kej.2:7) diberikan kepada rahim seorang perempuan yang masih hidup sesuai komentar sodara sendiri ?

Ajaran darimana pula nafas hidup sodara identikkan dengan Yesus ?

Jangan mengalihkan persoalan dan lari dari tanggungjawab mempertahankan opini sendiri !



Ecclesia Semper Reformanda Est
January 12, 2012, 06:38:00 PM
Reply #486
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 713
  • Denominasi: Protestan

Sizxbn,


Quote
Quote from: alamak on Yesterday at 07:04:00 PM

Saya masih belum jelas bagaimana YESUS yaitu Firman yang kekal itu ada didalam dirinya Adam sedangkan Dia adalah Allah yang menciptakan Adam didalam kitab kejadian dan Yoh.1:1-3.
YESUS sudah ada sebelum adam diciptakan (Yoh.1:1-3) tetapi sodara mengatakan Dia ada didalam Adam ?

Bisa dijelaskan bagaimana teori anda ini didukung oleh kebenaran Kitab Suci ?

Konsep Tritunggal telah membuat pengertian sodara jadi kacau!!
YESUS KRISTUS bukan ALLAH dalam pengertian Ia bukan Firman yang dimaksudkan dalam Yoh.1:1.

YESUS KRISTUS memang sudah ada dari sebelum manusia dijadikan, bahkan dari sebelum langit dan bumi diciptakan; Tetapi Ia bukan ALLAH. Ia adalah Gambar dan Rupa ALLAH yang akan diletakkan di dalam manusia yang akan dijadikan-Nya.

Oleh sebab itu Kitab Suci mengatakan:

Kol. 1:16   karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh (karena) Dia dan untuk Dia.

Artinya, untuk nišmaṯ ḥayyîm yang akan ditempatkan-Nya di dalam manusia itulah ALLAH menciptakan segala sesuatu.


Sudah pernah baca kitab kejadian 2 : 7 belum ?

Kalau sudah silahkan baca dengan cermat dan pakai akal sehat bahwa‘istilah ‘nishmat hayyim’ itu adalah ‘nafas hidup’ dan adalah ngaco total kalau menyamakannya dengan pribadi Yesus yang adalah Allah yang kekal.

Konsep anti Tritunggal sodara yang membuat semua argumentasi sodara ngaco melulu alias melawan kebenaran Alkitab.

Konsep Pantheistis sodara yang tidak mampu melihat sifat pribadi dari Tuhan sendiri melainkan menganggap Tuhan itu hanya sekedar nafas,gambar dan kuasa doang.

Baca lagi ayat berikut :

Yoh. 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Matius 1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."


Kalau Firman yang dinyatakan ayat ayat tsb diatas bukan pribadi Allah yang kekal yang inkarnasi kedunia dengan nama Yesus,maka sodara memang masih buta huruf didalam hermeneutika melainkan hanya menerima indoktrinasi mati dari organisasi keagamaan sodara saja.

Jadi mengatakan Yesus Kristus ada didalam Adam hanyalah pernyataan yang konyol belaka !


Quote
Quote from: alamak on Yesterday at 07:04:00 PM
9.Sodara juga mengatakan sbb :

Dan itu artinya ROH KUDUS (nafas hidup) itu mengajar/menuntun manusia kepada pengenalan akan ALLAH secara benar; dan ruang-Nya bukan lagi di dalam diri manusia --seperti awalnya yang dihembuskan ke dalam hidung manusia--; Melainkan di dalam ruang akal-budi manusia --yaitu di luar diri manusia--.

Sedangkan Alkitab mengatakan :

I Korintus 3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Roma 8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan YESUS dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan KRISTUS YESUS dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Semua ayat tsb diatas menyatakan bahwa ROH KUDUS bekerja didalam diri manusia bukan diluarnya.

Jadi yang mana yang benar apakah sodara atau Kitab Suci ?

Kalimat "di dalam" pada ayat-ayat di atas menggunakan kata ἐν (en) dengan Definisi: di, pada, antara; Yaitudalam pengertian KIASAN, bukan dalam arti sungguh-sungguh tinggal tetap atau bersemayam di dalam tubuh manusia.

Silahkan sodara renungkan kembali maknanya dalam arti yang benar itu


Tidak ada yang perlu direnungkan kalau komentarnya tidak mengandung kebenaran

Istilah diluar yang sodara pakai sudah terbukti palsu bukan ? karena Alkitab mengatakan ROH KUDUS bekerja didalam diri manusia.

ROH KUDUS bekerja didalam diri manusia tidak otomatis bersifat lokasi melainkan cara kerja-Nya.

Jadi terbukti lagi teori sodara hanya karangan yang palsu belaka !




Ecclesia Semper Reformanda Est
January 12, 2012, 06:38:14 PM
Reply #487
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 713
  • Denominasi: Protestan

Sizxbn,


Quote
Quote from: alamak on Yesterday at 07:04:00 PM
10.Selain itu sodara juga mengidentikkan ROH KUDUS dengan nafas hidup (nishmat hayyim).

Nishmat hayyim = nafas hidup yaitu unsur yang membuat manusia menjadi mahluk hidup.

ROH KUDUS (Ruakh Adonai ; Ruah Qadesow ; Ruakh ELOHIM) adalah berpribadi yang melakukan :

a)   Berkehendak (1 Kor.12:11)
b)   Intelek (Neh.9:20 ; 1 Kor.2:10)
c)   Mahatahu (1 Kor.2:11)
d)   Sumber kuasa (Kis.1:8)Pengasih (Roma 15:30)
e)   Berduka (Ef.4:30)
f)   Menyelidiki (1 Kor.2:10)
g)   Berdoa (Roma 8:26)
h)   Bersaksi (Yoh.15:26)
i)   Mengajar (Yoh.14:26)
j)   Memimpin (Roma 8:14)
k)   Memerintah (Kis.16:6) 7.   Menghimbau/menugasi (Kis.13:2 ; Kis.20:28)
l)   Menuaikan misi (Yoh.15:26)
m)   Merasa duka (Yes.63:10)
n)   Merasa terhina (Ibr.10:29)
o)   Merasa terluka (Kis.5:3)
p)   Merasa terhujat (Mat.12:31,32)

Catatan:

Baik istilah maupun fungsinya sangat berbeda total.

Pandangan sodara di atas adalah pandangan ngawur konsep Tritunggal.

ROH KUDUS adalah nišmaṯ ḥayyîm yang dihembuskan atau di-naphach-kan oleh ALLAH
ROH KUDUS atau nišmaṯ ḥayyîm-Nya itu hidup dan yang membawa manusia hidup mulia seturut rancangan ALLAH, yaitu serupa dengan gambar ALLAH.

ALLAH itu Mahakudus; Nišmaṯ ḥayyîm adalah roh manusia dari yang Mahakudus sehingga ia disebut ROH KUDUS.


Nafas hidup = nišmaṯ ḥayyîm

ROH KUDUS = Ruakh Adonai ; Ruah Qadesow ; Ruakh ELOHIM.


Hanya orang bebal yang tidak bisa membedakannya.

Jelas kedua istilah tersebut berbeda dan tidak identik sama sekali

Jawaban sodara ngawur total mengkaitkan apa yang tidak terkait,serta mengarang ngarang teori yang sudah terbukti kebablasan.

Selamat berpantheisme ria bung !


Quote
Quote from: alamak on Yesterday at 07:04:00 PM
Bisakah yang namanya  ‘nafas hidup’ (nishmat hayyim) melakukan ke 16 aktivitas yang bersifat pribadi tersebut diatas ?
Kalau bisa tolong berikan dukungan ayat Kitab Sucinya.

BISA!!

Sebab Nišmaṯ ḥayyîm-Nya yang membuat manusia itu hidup dan penuh kuasa.

Baca Kej. 1:26

Kej. 1:26   Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."


Sodara mengutip sembarangan ayat yang tidak ada hubungannya sama sekali.

Nafas hidup sama sekali bukan kuasa melainkan memberikan kehidupan bagi manusia sebagai mahluk hidup (Kej,.2:7).

Jelas pikiran sodara rancu tidak karuan dan comot comot ayat secara sembarangan dan tidak menjawab pertanyaan saya secara fokus yaitu hanya pribadi yang bisa melakukan ke-16 aktivitas tsb diatas sedangkan nafas hidup sama sekali bukan pribadi.

Bisa bedakan ROH KUDUS dengan nafas hidup bung,atau anak manusia sodara samakan saja dengan anak tangga ?

Silahkan baca kamus lagi sampai pagi !


Ecclesia Semper Reformanda Est
January 12, 2012, 07:54:42 PM
Reply #488
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 480
  • "Ayat-Ayat Cinta Bercerita"
Sejauh apapun kita ingin menyelidiki tujuan Allah mahu kita menginap di bumi.... tidak ada yg bisa menjawabnya dgn baik...krn kita diberi ilmu ttg itu cuma sedikit..... dan ia sdh dijelaskan disini

PKH. 3: (11) Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Ya sejak mula Allah menciptakan alam hingga kita semua dibangkitkan..... tdk ada sesiapa mampu menyelaminya.... melainkan sedikit shj.... :)
Matius 13:
(45) Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari MUTIARA yang indah.
(46) Setelah ditemukannya MUTIARA yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli MUTIARA itu.

(Mutiara itu adalah CINTA ALLAH Berbanding Dunia dan Isi-Isinya) :)
January 12, 2012, 10:46:49 PM
Reply #489
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
sizxbn
Quote
Roh yang dimaksudkan dalam 1Tes. 5:23 di atas adalah 'roh' (spirit) yang timbul (berasal) dari jiwa manusia itu sendiri; Sedangkan yang keluar adalah ROH KUDUS (nišmaṯ ḥayyîm) yang pernah dihembuskan ALLAH ke dalam hidungnya manusia. Lantas, apa yang sodara persoalkan dari penjelasan saya?

Roh yang berasal dari jiwa manusia itu sampai sekarang sodara tidak mampu menunjukkan ayat dukungannya didalam Alkitab karena menurut Alkitab hanya ada satu macam roh (huruf kecil) saja yang ada didalam diri manusia yaitu yang berasal dari Allah sendiri bukan dari manusia.

Apakah karena tidak ada ayatnya yang tertulis dalam Kitab Suci maka 'roh' yang timbul dari jiwa manusia itu tidak pernah ada... begitu?

Kalau sodara berargumentasi bukan berdasarkan kitab suci melainkan karangan sodara sendiri tidak perlu saya meladeni teori sodara yang tidak ada nilai kebenarannya itu !
Bukankah argument sodara yang seperti itu juga tidak ada ayatnya di Kitab Suci?

Jika argumentasi saya tidak ada nilai kebenaranya; Maka seharusnya kebenaran-Nya bisa membuktikan bahwa argumentasi saya itu salah... tetapi ternyata tidak ada, malahan yang ada justru argumentasi sodara yang tidak berdasarkan kebenaran.
 
Quote
Jika sekiranya benar anggapan sodara itu --hanya ada satu macam roh (huruf kecil) saja yang ada didalam diri manusia yaitu yang berasal dari Allah sendiri bukan dari manusia--, kenapa kemudian roh yang dari ALLAH itu dapat melakukan perzinahan, penyembahan berhala dsb? Roh dari manakah yang dapat melakukan hal-hal yang seperti itu? apa tanggapan sodara?

1Kor. 6:16   Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging."
1Kor. 6:17   Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

Rm. 8:16   Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Jika--hanya ada satu macam roh (huruf kecil) saja yang ada didalam diri manusia yaitu yang berasal dari Allah sendiri bukan dari manusia-- kenapa masih ada roh yang tidak mengaku bersama-sama ROH KUDUS-Nya bahwa dirinya adalah anak-anak ALLAH?

Mungkinkah  ‘roh’ yang dari ALLAH itu dapat melakukannya?
‘roh’ manusia bukan Roh Allah atau ROH KUDUS sehingga tidak kebal terhadap dosa.

Baca ayat dibawah ini baik baik :

Roma  55:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Jelas bahwa semua orang yang masih memiliki roh,jiwa dan nafas sudah mengalami maut karena dosa dosanya sendiri.

Manusia adalah satu kesatuan antara unsur materi dan rohaninya sehingga semua cemar oleh dosa.

Kalau roh manusia tidak cemar oleh dosa mengapa pula Alkitab mengatakan roh manusia akan diperbaharui ?

Kata siapa roh manusia bukan roh ALLAH?

Baca baik-baik pernyataan Kitab Suci ini:
Mzm. 51:11   (51-13) Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

Siapa yang bicara sembarangan tanpa dasar kebenaran? sehingga berani mengatakan roh ALLAH tidak kebal dari dosa? :mad0261:


bersambung...
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)