Author Topic: Apa tujuan TUHAN menciptakan manusia hidup dibumi (dunia) itu ?  (Read 32677 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 12, 2012, 10:47:25 PM
Reply #490
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Quote
Rupanya sodara suka mengutip ayat tanpa mengerti maknanya.
Ayat di atas bukan untuk menunjukkan bahwa `roh' (huruf kecil) itu adalah roh manusia.
‘ruah’ (nafas) dalam ayat di atas itu adalah untuk binatang-binatang... baca ayatnya yang benar.
Sodara yang ngaco sendiri tidak mengerti makna roh yang dimiliki baik oleh manusia maupun binatang.

Ayat itu menjelaskan roh berasal dari Allah,roh manusia adalah bagian dari immaterial manusia yang berasal dari Allah bukan dari jiwa manusia itu sendiri menurut teori karangan sodara sendiri yang tidak ada dasar Alkitabnya.

Zakharia 12:1 Firman Tuhan tentang Israel: Demikianlah Firman Tuhan yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi dan yang menciptakan roh dalam diri manusia:
Jangan ngelantur kemana-mana!!
Saya tidak sedang menyanggah roh manusia berasal dari ALLAH.
Saya menyanggah pernyataan sodara atas ayat di Mazmur 104:30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi. yang menurut sodara konteks 'roh' pada ayat itu adalah roh manusia?

Binatangpun memiliki roh :

Bil.16:22 Tetapi sujudlah mereka berdua dan berkata: "Ya Allah, Allah dari roh segala makhluk! Satu orang saja berdosa, masakan Engkau murka terhadap segenap perkumpulan ini?

Pengkotbah 3:21 (KJV) Who knoweth the spirit of man that goeth upward, and the spirit of the beast that goeth downward to the earth?



Jadi jelas argumentasi sodara berantakan lagi nih !
Yang berantakkan memahami kata ‘roh’ atau ‘ru-ah’ itu adalah sodara.
Kata ‘roh’ atau ‘ru-ah’ itu (yang secara umum ditujukan kepada mahkluk hidup) bermakna sebagai: "NAFAS" atau "BREATH" secara literal; BUKAN nišmaṯ ḥayyîm (ROH KUDUS) yang dihembuskan ALLAH atau di-naphach-kan ALLAH kepada manusia saja... tidak kepada binatang.


Salam,
January 12, 2012, 11:09:09 PM
Reply #491
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
sizxbn
Quote
Pendapat yang mengatakan bahwa ROH KUDUS berdiam dalam tubuh manusia dan tidak bisa keluar lagi adalah pengerrtian yang menyesatkan!!

Kitab Suci mengatakan dengan jelas bahwa ada orang-orang yang menyalahgunakan Kasih karunia ALLAH sehingga tidak bisa diperbaharui lagi.

Ibr. 6:6   namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Jadi sodara menganggap Tuhan YESUS menyesatkan dengan mengatakan bahwa ROH KUDUS selamanya akan tinggal didalam diri manusia ?

Silahkan buktikan apakah YESUS atau sodara yang sedang sesat,tetapi sudah pasti hanya sodara saja yang sesat total dengan mengatakan ROH KUDUS tidak tinggal selamanya didalam diri manusia !

Yang pasti bukan Yesus Kristus yang sesat ucapan-Nya, melainkan pengertian sodara yang sesat memahaminya.
Artinya tidak ada yang perlu dibuktikan dari perkataan Yesus, melainkan saya akan buktikan bahwa pengertian sodara yang sesat memahaminya. :D

ROH KUDUS yang sudah dimeteraikan Allah tidak mungkin bisa dibatalkan oleh manusia bung !

Kitab Suci juga mengatakan bahwa ada orang yang sudah membuat segala macam mujizat juga ternyata imannya palsu.

Mat. 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!


Ada juga Kitab Suci mengatakan bahwa ada orang Kristen yang imannya ternyata palsu !

1 Yoh.2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

Bukan karena iman mereka palsu; Mereka semua adalah orang-orang yang sungguh-sungguh mempercayai Yesus Kristus seperti sodara tetapi dengan pengertian dan pemahaman yang salah, sehingga mereka sesat.

Tidak perlu sodara membawa-bawa masalah murtad disini karena bukan threadnya.

Saya tidak membicarakan tentang murtad.
Saya hanya membuktikan kesalahan pengertian sodara tentang eksistensi ROH KUDUS pada orang-orang yang ercaya kepada Yesus Kristus. Jadi jangan coba-coba sodara alihkan kepermasalahan lain.

Quote
Benar bahwa tubuh tanpa roh/spirit adalah mati; Tetapi masalahnya adalah pengertian 'roh' atau spirit pada ayat-ayat itu bukan seperti pengertian sodara... pengertian 'roh' atau spirit dalam ayat Yak.2:26 itu adalah sebagai "Daya/Kekuatan". Jadi, jika tubuh tidak lagi mempunyai daya/kekuatan maka ia dikatakan mati.
Yang rancu adalah sodara yang tidak pernah bisa membuktikan nafas hidup adalah identik dengan ROH KUDUS selain hanya teori karangan sendiri saja.

Mengatakan roh adalah daya kekuatan saja pun sudah kaco tidak karuan karena mencampurkan berbagai macam istilah yang tidak relevan sama sekali.

Stepanus berteriak itu dalam adalah menjelang kematiannya yaitu sewaktu roh nya akan meninggalkannya.

Kalau roh hanya daya kekuatan tubuh maka Stepanus tidak mati dirajam,melainkan hanya kehilangan kekuatan saja alias lemas bung.

Ada ada saja sodara ini !

Jadi teori sodara yang mengatakan roh meninggalkan manusia sewaktu dia berdosa hanyalah omong kosong doang !

Hayo belajar lagi etimologi Alkitab jangan hanya terima indoktrinasi agama yang mati seperti robot.

Sodara jangan ngelantur kemana-mana!!

Apakah sedang membicarakan Stefanus?..... Tolong sodara perhatikan tulisan saya di atas.


Salam,
January 12, 2012, 11:35:00 PM
Reply #492
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
sizxbn
Quote
Begitu juga rohku yang dimaksud dalam Kis.7:59, bukan roh seperti pemahaman sodara. Kata 'rohku' yang dimaksudkan oleh Stefanus itu adalah jiwanya sendiri.... bukan roh yang berasal dari Allah. (masa roh yang dari ALLAH sendiri masih dimohonkan juga untuk diterima ALLAH?)
Roh manusia bukan Allah melainkan perangkat hidup yang diberikan Allah kepada manusia dan setelah manusia mati maka roh tersebut kembali kepada Allah.

Pengk.12:7 dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

Roh dan jiwa manusia yang merupakan elemen non material semua berasal dari Allah dan kalau tidak ada berarti manusia itu sudah mati.

Dimana ada ajaran Alkitab bahwa roh manusia berasal dari jiwanya ???

Belajar lagi etimologi Alkitab baik baik agar tidak ngaco tidak karuan penafsirannya dan mengambil segala macam ayat yang tidak nyambung sama sekali.

Baca lagi semua penjelasan awal saya mengenai penggunaan kata kata roh,jiwa dan nyawa supaya tidak bertele tele terus komentar sodara !

Argumentasi sodara ngelantur kemana-mana!!
Fokus dengan penjelsan saya di atas.

Kalau sodara belum sanggup mengomentari penjelsan saya, lebih baik sodara belajar dulu yang benar.. jangan cepat-cepat ikut berdebat.

Quote
Betul, hidup itu datangnya hanya dari ALLAH; Tetapi hidup yang dimaksud itu bukan hidup seperti layaknya binatang yang hidup, yang hanya dapat bergerak dan bernafas oleh karena ia bernyawa, melainkan hidup mulia seturut gambaran rupa ALLAH.
Tetapi mengatakan gambar Allah ada didalam nafas hidupnya sudah pasti teori ngaco karena tidak ada dukungan Alkitabnya !

Menurut sodara yang tidak mengerti Kitab Suci memang tidak ada ayatnya.

Quote
ROH KUDUS adalah roh yang menjadikan manusia hidup seturut gambar dan rupa ALLAH.
Oleh sebab itu ALLAH menghembuskan [naphach (naw-fakh')-Nya] dengan nišmaṯ ḥayyîm (ROH KUDUS) ke dalam hidungnya manusia.
nišmaṯ ḥayyîm (ROH KUDUS) inilah roh manusia pada awalnya ketika ia belum berdosa.

Tetapi, oleh karena manusia telah berdosa (karena ia telah berbuat dosa) maka nišmaṯ ḥayyîm (ROH KUDUS) --yang adalah roh manusia sesungguhnya-- yang dihembuskan atau di-naphach-kan oleh ALLAH keluar meninggalkan manusia sehingga manusia hidup tanpa rohnya yang dimaksud, yaitu nišmaṯ ḥayyîm (ROH KUDUS).
Sekarang --setelah manusia dalam keadaannya yang berdosa--, maka manusia yang masih hidup (dalam pengertian masih bergerak, bernafas dsb) tidak lagi memiliki roh yang dari pada-Nya. Ia hanya digerakkan oleh jiwa dan nyawanya, sama seperti binatang yang digerakkan oleh nyawanya; Sebab nyawa itu hidup.
Nafas hidup adalah nafas yang menghidupkan manusia (Kej.2:7) dimana kalau tidak ada lagi berarti manusia sudah tidak bernafas lagi alias mati.

Tetap saya istilah nafas hidup sama sekali tidak identik dengan ROH KUDUS melainkan hanya teori karangan sodara saja.

Apalagi mengkaitkan ‘darah’ yang jelas hanya materi dengan pengertian ROH KUDUS yang bersifat ROH itu,sudah pasti ngaco total.

Sodara masih perlu banyak belajar mengenai nafas, jiwa dan nyawa kalau tidak mau kepentok-pentok sendiri. :D

Quote
Im. 17:11   Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.
Im. 17:12   Itulah sebabnya Aku berfirman kepada orang Israel: Seorangpun di antaramu janganlah makan darah. Demikian juga orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu tidak boleh makan darah.
Im. 17:14   Karena darah itulah nyawa segala makhluk. Sebab itu Aku telah berfirman kepada orang Israel: Darah makhluk apapun janganlah kamu makan, karena darah itulah nyawa segala makhluk: setiap orang yang memakannya haruslah dilenyapkan.
Nyawa ada didalam darah berarti kalau tidak ada darah manusia itu memang sudah pasti mati alias tidak bernyawa lagi.

Begitu saja kok repot banget menafsirkannya.

Tetapi nafas ya tetap nafas artinya dan sama sekali tidak sama dengan ROH KUDUS,wong istilahnya saja berbeda total tapi sodara putar belit maknanya.

Selamat ber Pantheisme ria bung !

Nyawa itu bermakna: HIDUP!! (bukan nyawa ada di dalam darah :D )
Dengan mempunyai Nyawa artinya mempunyai darah dan mempunyai nafas (bernafas), tetapi belum tentu mempunyai nišmaṯ ḥayyîm atau ROH KUDUS.


Salam,
January 13, 2012, 12:02:35 AM
Reply #493
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
sizxbn
Quote
Nišmaṯ ḥayyîm (ROH KUDUS) sebagai roh manusia tidak perlu ditafsirkan lagi, sebab keberadaan YESUS KRISTUS sebagai seorang Manusia menjadi jawaban pengertian tentang apa dan siapa Nišmaṯ ḥayyîm (ROH KUDUS) itu.

Kitab Suci mengatakan:
Mat. 1:18   Kelahiran YESUS KRISTUS adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf,ternyata ia mengandung dari ROH KUDUS, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Mat. 1:20   Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari ROH KUDUS.

Baca lagi berulang ulang dan jangan bosan kitab Kej.2:7 bahwa nafas hidup itu adalah perangkat kehidupan yang diberikan kepada manusia sehingga ia menjadi mahluk hidup.

Sama sekali tidak ada sedikitpun ajaran Alkitab mengatakan nafas hidup (impersonal) adalah ROH KUDUS dan YESUS KRISTUS yang bersifat personal (pribadi).

Semua ini hanya karangan sodara saja yang hobinya cuman membuat teori baru yang Pantheistis dan comot comot ayat Alkitab untuk mendukungnya.

Silahkan buktikan dari postingan saya sebelumnya bahwa ROH KUDUS itu bukan Allah dan juga bukan bersifat pribadi !

Sampai sekarang sodara tidak mampu membuktikan kesalahan ajaran Alkitab bahwa ROH KUDUS adalah Allah yang berpribadi.

ROH KUDUS memang BUKAN ALLAH.
ROH KUDUS adalah nišmaṯ ḥayyîm (ROH KUDUS) yang pernah dihembuskan ALLAH atau di-naphach-kan ALLAH kepada manusia saja. Sebenarnya tidak perlu ayat tertulis untuk memahami pengertian itu jika sodara tidak  didoktrin dengan ajaran Tritunggal.

Quote
Ayat-ayat tersebut dengan jelas telah memperlihatkan kepada kita tentang rancangan ALLAH atas manusia yang dijadikan-Nya seturut gambar dan rupa ALLAH sehingga ia boleh berkuasa atas ciptaan-Nya yang lain; tetapi yang kemudian --gambar dan rupa ALLAH tersebut-- keluar dari manusia oleh karena dosa (Kej.6:3).

Sama sekali tidak ada istilah ‘tselem demut’ (gambar Allah) didalam ayat yang sodara kutip,berarti memang hobi sodara berdiskusi dengan comot comot ayat yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan teori karangan sodara sendiri.

Sodara sungguh-sungguh tidak mengerti Kitab Suci maupun Kuasa ALLAH. :'(

Quote
Jika sodara mengerti; Dapatkah sodara bertanya: "apakah gambar Allah bisa hilang atau tidak dari diri manusia yang masih hidup...???"

Komentar dan pertanyaan sodara di atas hanya membuktikan bahwa sodara tidak mengerti Kitab Suci maupun Kuasa ALLAH.
Kita tidak sedang membicarakan kuasa Allah disini bung tetapi masalah roh.

Sodara yang ngaco belo mengatakan gambar Allah bisa hilang karena ayat yg sodara kutip sama sekali tidak menggunakan istilah ‘tselem demut’ (gambar Allah),demikian juga ayat berikut ini sudah menghancu-rleburkan teori karangan sodara :

Kejadian 9:6 Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.

Jelas bahwa manusia yang hidup tetap memiliki gambar Allah didalam dirinya.

Satu lagi bukti bahwa sodara tidak menarik pelajaran dari dalam Alkitab (eksegesis) melainkan berusaha memasukkan teori karangan sodara dengan mencomot-comot ayat Alkitab untuk mendukungnya (eisegesis).

Membicarakan Kitab Suci tanpa mengikut-sertakan Kuasa ALLAH sama juga omong kosong.
Membicarakan tentang 'roh' manusia tanpa memahami Kuasa ALLAH adalah menipu diri.

Btw, Di mana ayatnya yang mengatakan bahwa gambar ALLAH tetap ada pada manusia yang berdosa? :coolsmiley:


Salam,
January 13, 2012, 08:11:59 AM
Reply #494
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
sizxbn
Quote
Apakah kalau nišmaṯ ḥayyîm meninggalkan tubuh manusia maka manusianya mati (secara fisik)? jawabannya:Tidak.
Sebab sesuai dengan pengertian jiwa dalam bahasa Ibrani, ‘nephesh’ : living being (with life in the blood) masih ada  dalam manusia; Sehingga, sekalipun nishmat hayyim meninggalkan tubuh manusia, manusianya akan tetap hidup.
Baca lagi kej.2:7 dimana nafas hidup itulah yang membuat manusia menjadi mahluk yang hidup.

Kalau nafas hidup diambil maka manusia bukan manusia yang hidup lagi alias darahnyapun sudah beku semua karena tidak ada nafas yang menghidupi lagi.

Kej. 35:18 Dan ketika ia hendak menghembuskan nafas -- sebab ia mati kemudian -- diberikannyalah nama Ben-oni kepada anak itu, tetapi ayahnya menamainya Benyamin

Baca diatas menghembuskan nafas berarti kematian.

Kej.2:7 berbicara mengenai REALISASI rancangan ALLAH menjadikan Adam segambar dengan Rupa-Nya; Tidak ada sangkut pautnya dengan manusia sebagai mahkluk hidup seturut gambar-Nya.
Mengenai manusia yang seturut Gambar-Nya terdapat dalam Kitab Kejadian pasal 1:27

Darah tidak menjadi beku, jiwa tidak menjadi lenyap hanya oleh karena nafas hidup (nišmaṯ ḥayyîm atau ROH KUDUS) keluar dari pada manusia. Buktinya, banyak orang yang tidak percaya Yesus Kristus tetap hidup, mempunyai darah, mempunyai jiwa dan bernafas.

Menghembuskan nafas pada Kej. 35:18 mempunyai pengertian jiwanya ber-angkat; Bandingkan dengan terjemahan KJV: And it came to pass, as her soul was in departing,... bukan menghembuskan nišmaṯ ḥayyîm.

Quote
Manusia tidak akan mati (secara fisik) sekalipun rohnya meninggalkan tubuhnya (baca penjelasan saya di atas).
Kata mengambil 'roh' mereka dalam Mzm. 104:29 di atas mempunyai arti mengambil nyawa mereka, bukan mengambil nišmaṯ ḥayyîm mereka.

Kalau sodara baca Mzm. 104 secara menyeluruh maka akan sodara akan mengetahui bahwa yang dimaksud mereka di sana adalah binatang.
Bagaimana mungkin ALLAH mengambil nišmaṯ ḥayyîm-Nya kepada binatang? pernahkan ALLAH menghembuskan nišmaṯ ḥayyîm-Nya kepada binatang?
Yehezkiel berbicara kepada bangsa Israel,apakah mereka manusia atau binatang bung ?

Sodara mengatakan mengambil nyawa tetapi manusia tidak mati ???

Apakah sodara pakai logika tidak  ?

Baca lagi berulang ulang Kej.2:7 dan camkan baik baik artinya.

Jadi teori karangan sodara yang mengatakan rohani manusia sudah tidak ada karena dosa lagi lagi hanyalah omong kosong doang.

Sodara sungguh tidak fokus dengan ayat yang sodara kutip sendiri.
Saya mengomentari konteks Mzm. 104 yang sodara kutip; Tetapi sodara nyeliwer ke Yehezkiel? :D

Mengenai nyawa, jiwa dan nafas; sodara masih perlu belajar banyak.


Salam,
January 13, 2012, 08:48:53 AM
Reply #495
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
sizxbn
Quote
Apa maksudnya mati rohani?
Apakah rohnya masih ada di dalam manusia, sehingga rohnya dapat diperbaharui.... begitu?
Yang namanya mati ya mati tidak ada lagi.... kok masih diputer-puter pengertiannya?

Baca dan cermati lagi baik baik replay saya # 230,236,293 dan 331 mengenai kematian rohani,dan terbukti sodara berargumentasi tidak pernah menyimak apa yang sudah dijelaskan,melainkan asal jawab terus sehingga kwalitas kemampuan diskusi sodara sangat rendah.

Jadi jelas bahwa sodara tidak mampu menyanggah pengajaran Alkitab bahwa roh manusia bisa diperbaharui karena teori roh meninggalkan tubuh dari sodara sudah ngaco belo melawan kebenaran Alkitab.

Silahkan bantah kebenaran Alkitab tersebut bukannya muter muter terus pertanyaannya !

Apa yang jelas dari pemahaman sodara itu?
Yang namanya mati ya mati, gak ada lagi.... kok bisa diperbaharui? diperbaharui apanya, wong sudah tidak ada.

Quote
Roh yang dimaksudkan dalam Ef.4:22-23 itu bukan 'roh' seperti pemahaman sodara. Sodara tidak mengerti soal 'roh'. Roh yang dimaksud dalam PB itu adalah "INGATAN" atau "DAYA INGAT" manusia; Oleh sebab itu dikatakan dalam roh (ingatan) pikiranmu!!

Rasul Paulus mengatakan: bahwa di dalam akal budi ia melayani hukum-hukum ALLAH.
Itu artinya, di dalam pikirannya ia diperbaharui oleh ROH KUDUS.
Teori baru lagi supaya bisa melarikan diri dari kesalahan sendiri !

Sejak kapan pula Alkitab mengajarkan roh manusia hanyalah ingatan doang !

Kalau begitu yang sodara katakan roh manusia meninggalkan tubuhnya sewaktu berdosa berarti manusia tersebut hilang ingatan alias gila kalau berdosa ???

Betapa kontradiksinya dan kacau balaunya pikiran sodara !

Teori baru atau teori lama yang baru sodara dengar?

Ya, benar.... sesungguhnya semua orang telah kehilangan ingatannya akan kebenaran ketika nišmaṯ ḥayyîm atau ROH KUDUS meninggalkan dirinya. Tetapi karena kasih ALLAH, oleh Yesus Kristus telah diberikan kembali nišmaṯ ḥayyîm atau ROH KUDUS untuk mengingatkannya kembali akan kebenaran-Nya.

Yoh. 14:26   tetapi Penghibur, yaitu ROH KUDUS, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Quote
Jangan sembrono memahami nišmaṯ ḥayyîm-Nya seolah-olah ALLAH telah mengehembuskannya juga kepada binatang.
Tulisan di atas itu NGACO dengan mengatakan: As soon as the spirit or breath of God ("nishmat" or "ruaḥ ḥayyim"), which was believed to keep body and soul together, both in man and in beast..

Kapan ALLAH menghembuskan nišmaṯ ḥayyîm kepada binatang!?   
Baca lagi baik baik Jewish Encyclopaedia tersebut !

Yang menulis itu adalah sumber Yahudi yang paling mengerti bahasanya ketimbang sodara yang butahuruf terhadap bahasa Ibrani.

Didalam keterangan mereka jelas bahwa nishmat dari asal kata ‘neshamah’ dalam konteks tertentu sama maknanya dengan ‘ruwahc’ yaitu nafas kehidupan yang ada didalam segala mahluk hidup.

Hanya sodara saja yang menganggap nafas hidup adalah ROH KUDUS makanya ngaco melulu penafsiran sodara.

Sodara dari awal tidak pernah menyimak penjelasan saya bahwa unsur immaterial dari manusia seperti roh,jiwa,nafas didalam konteks tertentu memiliki kesamaan arti.

Silahkan sodara dalami lagi lexicon yang saya pernah berikan mengenai istilah neshamah,ruwach,dan nephesh.

Jangan berkomentar kosong... jika orang Yahudi mengerti bahasanya sendiri, mereka tidak akan menyalibkan Yesus Kristus; Sebab Kitab Suci-nya (Taurat) sudah menuliskan tentang Yesus; Tapi kenapa mereka tetap menyalibkan Yesus?

Sodara sungguh-sungguh salah dalam memahami siapa Yesus Kristus, siapa ROH KUDUS (nišmaṯ ḥayyîm); Tapi sudah banyak berteori.... tambah ngaco bung!!


Salam,
January 13, 2012, 09:48:40 AM
Reply #496
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Sizxbn
Quote
Tidak perlu ada ayat tertulis untuk memahami apa itu "freewill" dalam Kitab Suci.
Sodara dilengkapi kemampuan untuk mengerti bukan?... atau tidak sama sekali?

Lho kok membikin teori sendiri mengenai freewill tantang ajaran Alkitab atas keberadaan manusia,lalu tidak mampu memberikan dasar alkitabiahnya ???

Kalau berdiskusi hanya berdasarkan teori kosong karangan sodara sendiri bukan disini tempatnya bung !

Kita sedang berdiskusi mengenai Kekristenan disini bukan psikologi atau atau filsafat karangan manusia berdosa.

Sodara mengatakan manusia memiliki freewill,sekarang apa definisi freewill sodara itu dan mana ayat Alkitabnya ?

Baca Kitab Kej. 2: 16-17.

Setelah ALLAH menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya (Kej.2:7) ALLAH memberikan freewill kepada manusia.

Kej. 2:16   Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
Kej. 2:17   tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."


Quote
Dari mana sodara mendapatkan pengertian itu bahwa: nafas hidup ada pada setiap manusia pada saat dia tercipta?

Kitab Suci hanya menyatakan bahwa yang dihembuskan naphach-Nya dengan nišmaṯ ḥayyîm (ROH KUDUS) adalah  hanya Adam (Manusia).
Tidak ada sama sekali ajaran Alkitab bahwa ROH KUDUS duhembuskan Allah kedalam diri manusia sewaktu dia diciptakan.

Yang dihembuskan hanyalah nafas hidup (nishmat hayyim), jadi jelas sodara hanya memaslkukan ayat Alkitab saja dan memutarbelitkan penafsirannya secara sembrono.

Sodara sudah dibutakan oleh indoktrinasi organisasi agama sdr.

Jelas-jelas Kitab Suci mengatakannya demikian, jelas-jelas juga sodara menyangkalnya.

Baik nišmaṯ ḥayyîm maupun ROH KUDUS hanyalah menyangkut penyebutannya dalam kata-kata, tetapi yang terpenting adalah pemaknaan atau pengertiannya yang benar.
Jika sodara memisah-misahkan pengertiannya berdasarkan perbedaan penyebutannya, maka sesungguhnya sodara miskin dalam makna dan pengertian yang benar.

Nišmaṯ ḥayyîm adalah penyebutan ROH KUDUS dalam PL; yang mana nišmaṯ ḥayyîm ini berasal dari hembusan (naphach) ALLAH; Sama seperti ROH KUDUS yang juga datang dari hembusan (naphach) ALLAH; yaitu Yesus Kristus.
Yoh. 20:22   Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah ROH KUDUS.


Fyi, saya tidak beragama seperti sodara, jadi bagaimana mungkin saya bisa dibutakan oleh doktrin agama? Sodaralah sesungguhnya yang telah dibutakan oleh doktrin agama sodara karena sodara beragama :D

Baca lagi baik baik replay 272 dan 321 dari saya supaya tidak muter muter melulu kerjaan sodara !

Kej. 2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Sodara tidak menjawab pertanyaan saya malah bertanya ?

Biasakan menjawab pertanyaan orang dulu baru bertanya kembali ?

Silahkan jawab pertanyaan saya dulu ajaran darimana pula nafas hidup (Kej.2:7) diberikan kepada rahim seorang perempuan yang masih hidup sesuai komentar sodara sendiri ?

Pertanyaan sodara tidak ada bedanya dengan pertanyaan Nikodemus yang kebingungan mendengar perkataan YESUS:

Yoh. 3:4   Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" :D

Ajaran darimana pula nafas hidup sodara identikkan dengan YESUS ?

Jangan mengalihkan persoalan dan lari dari tanggungjawab mempertahankan opini sendiri !

Karena YESUS KRISTUS adalah ROH KUDUS yang dikandung dalam rahim Maria.

Mat. 1:20   Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari ROH KUDUS.


Salam,
« Last Edit: January 13, 2012, 01:40:32 PM by sizxbn »
January 13, 2012, 11:02:11 AM
Reply #497
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Sizxbn,
Quote
Konsep Tritunggal telah membuat pengertian sodara jadi kacau!!
YESUS KRISTUS bukan ALLAH dalam pengertian Ia bukan Firman yang dimaksudkan dalam Yoh.1:1.

YESUS KRISTUS memang sudah ada dari sebelum manusia dijadikan, bahkan dari sebelum langit dan bumi diciptakan; Tetapi Ia bukan ALLAH. Ia adalah Gambar dan Rupa ALLAH yang akan diletakkan di dalam manusia yang akan dijadikan-Nya.

Oleh sebab itu Kitab Suci mengatakan:

Kol. 1:16   karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh (karena) Dia dan untuk Dia.

Artinya, untuk nišmaṯ ḥayyîm yang akan ditempatkan-Nya di dalam manusia itulah ALLAH menciptakan segala sesuatu.
Sudah pernah baca kitab kejadian 2 : 7 belum ?

Kalau sudah silahkan baca dengan cermat dan pakai akal sehat bahwa‘istilah ‘nishmat hayyim’ itu adalah ‘nafas hidup’ dan adalah ngaco total kalau menyamakannya dengan pribadi YESUS yang adalah Allah yang kekal.

Ini pertanyaan apa 'pertayaan'? "Sudah pernah baca kitab kejadian 2 : 7 belum?" :D

Yang benar, nafas hidup itu adalah TERJEMAHAN dari kata nišmaṯ ḥayyîm.... bukan nišmaṯ ḥayyîm itu adalah ‘nafas hidup’!! Ngomong masih belepotan saja mau ngajarin saya!?

Yesus BUKAN ALLAH Yang Kekal.
Yesus adalah nišmaṯ ḥayyîm dari ALLAH Yang Kekal bagi manusia.

Konsep anti Tritunggal sodara yang membuat semua argumentasi sodara ngaco melulu alias melawan kebenaran Alkitab.

Konsep Pantheistis sodara yang tidak mampu melihat sifat pribadi dari Tuhan sendiri melainkan menganggap Tuhan itu hanya sekedar nafas,gambar dan kuasa doang.

Bukan argumentasi saya yang ngaco tetapi pemahaman sodara yang sudah dingacoin lebih dulu oleh konsep Tritunggal.
Hanya pemahaman orang yang sudah dingacoin lebih dulu dapat mengatakan bahwa ALLAH BERKEPRIBADIAN (seperti manusia)?

ALLAH bukan Manusia bung!! jadi jangan pernah sodara mempersamakan ALLAH dengan sesuatu apapun yang ada di langit maupun di bumi.

Rm. 1:21   Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
Rm. 1:22   Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
Rm. 1:23   Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana
dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
Rm. 1:24   Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
Rm. 1:25   Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.



bersambung....
January 13, 2012, 11:02:53 AM
Reply #498
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Baca lagi ayat berikut :

Yoh. 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Matius 1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia YESUS, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."


Kalau Firman yang dinyatakan ayat ayat tsb diatas bukan pribadi Allah yang kekal yang inkarnasi kedunia dengan nama YESUS,maka sodara memang masih buta huruf didalam hermeneutika melainkan hanya menerima indoktrinasi mati dari organisasi keagamaan sodara saja.

Jadi mengatakan YESUS KRISTUS ada didalam Adam hanyalah pernyataan yang konyol belaka !

Argumentasi di atas adalah argumentasi orang yang tidak mengerti Kitab Suci maupun Kuasa ALLAH; Melainkan hanya mengikuti apa yang sudah dikonsepkan dalam ajaran agama sodara.
Itu berarti, sodara tidak perlu lagi berpikir dan merenungkan tulisan-tulisan benar yang ada pada Kitab Suci.

Quote
Kalimat "di dalam" pada ayat-ayat di atas menggunakan kata ἐν (en) dengan Definisi: di, pada, antara; Yaitudalam pengertian KIASAN, bukan dalam arti sungguh-sungguh tinggal tetap atau bersemayam di dalam tubuh manusia.

Silahkan sodara renungkan kembali maknanya dalam arti yang benar itu
Tidak ada yang perlu direnungkan kalau komentarnya tidak mengandung kebenaran

Istilah diluar yang sodara pakai sudah terbukti palsu bukan ? karena Alkitab mengatakan ROH KUDUS bekerja didalam diri manusia.

ROH KUDUS bekerja didalam diri manusia tidak otomatis bersifat lokasi melainkan cara kerja-Nya.

Jadi terbukti lagi teori sodara hanya karangan yang palsu belaka !

Lantas menurut sodara, apakah ROH KUDUS TIDAK DIAM atau DIAM di dalam tubuh manusia seperti hansip ngendon di pos rondanya???   :coolsmiley:


Salam,
« Last Edit: January 13, 2012, 11:58:09 AM by sizxbn »
January 13, 2012, 11:52:57 AM
Reply #499
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Sizxbn,
Quote
Pandangan sodara di atas adalah pandangan ngawur konsep Tritunggal.

ROH KUDUS adalah nišmaṯ ḥayyîm yang dihembuskan atau di-naphach-kan oleh ALLAH
ROH KUDUS atau nišmaṯ ḥayyîm-Nya itu hidup dan yang membawa manusia hidup mulia seturut rancangan ALLAH, yaitu serupa dengan gambar ALLAH.

ALLAH itu Mahakudus; Nišmaṯ ḥayyîm adalah roh manusia dari yang Mahakudus sehingga ia disebut ROH KUDUS.

Nafas hidup = nišmaṯ ḥayyîm
ROH KUDUS = Ruakh Adonai ; Ruah Qadesow ; Ruakh ELOHIM.

Hanya orang bebal yang tidak bisa membedakannya.
Jelas kedua istilah tersebut berbeda dan tidak identik sama sekali
Jawaban sodara ngawur total mengkaitkan apa yang tidak terkait,serta mengarang ngarang teori yang sudah terbukti kebablasan.

Selamat berpantheisme ria bung !

Apa bedanya antara

Naphach ELOHIM => Nišmaṯ ḥayyîm => niš·maṯ ’ā·ḏām => roh manusia. (Baca Ams. 20:27; Baca juga Ayb. 27:3 sebagai perbandingan)

Dengan...

ROH KUDUS =  Ruah Qadesow ; Ruakh Adonai; Ruakh ELOHIM.

Bukankah roh manusia yang dari ALLAH itu Kudus adanya!? :coolsmiley:


Quote
BISA!!

Sebab Nišmaṯ ḥayyîm-Nya yang membuat manusia itu hidup dan penuh kuasa.

Baca Kej. 1:26

Kej. 1:26   Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Sodara mengutip sembarangan ayat yang tidak ada hubungannya sama sekali.

Nafas hidup sama sekali bukan kuasa melainkan memberikan kehidupan bagi manusia sebagai mahluk hidup (Kej,.2:7).

Jelas pikiran sodara rancu tidak karuan dan comot comot ayat secara sembarangan dan tidak menjawab pertanyaan saya secara fokus yaitu hanya pribadi yang bisa melakukan ke-16 aktivitas tsb diatas sedangkan nafas hidup sama sekali bukan pribadi.

Bisa bedakan ROH KUDUS dengan nafas hidup bung,atau anak manusia sodara samakan saja dengan anak tangga ?

Silahkan baca kamus lagi sampai pagi !

Apakah dalam memberikan kehidupan kepada manusia sebagai makhluk hidup bukan karena Kuasa-Nya? :coolsmiley:

Nišmaṯ ḥayyîm itu Roh Manusia yang diberikan dari ALLAH.
Apakah Roh manusia yang diberikan dari ALLAH itu tidak Kudus? (bukan Roh yang Kudus atau ROH KUDUS??) :coolsmiley:

Berpikirlah...!!


Salam,
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)