Author Topic: Apa tujuan TUHAN menciptakan manusia hidup dibumi (dunia) itu ?  (Read 32680 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 15, 2012, 08:09:47 AM
Reply #540
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Sizxbn,
Quote
Jangan tuding orang tidak mengenal ALLAH gara-gara ALLAH yang sodara sembah itu dikonsepkan BER-PRIBADI seperti manusia.

Kitab Suci mengingatkan:
1:21   Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
1:22   Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
1:23   Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
1:24   Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
1:25   Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

Orang yang menyembah ALLAH BER-PRIBADI seperti manusia itu adalah sesat.

Ajaran kafir sodara yang berbau Pantheistik sama sekali tidak bernilai didalam mengkritik Kekristenan karena allahmu hanya materi yang mati jadi jauh panggang dari api kalau dibandingkan dengan Allah Kekristenan.

When pantheism is considered in relation to theism, there is a denial of theistic claims. For example, theism is the belief in a “personal” God that transcends (is separate from) the world. Pantheists deny the existence of a personal God. Some deny the existence of a Being that has intentional states and associated capacities such as the ability to make decisions.

It is a form of non-theistic monotheism, or even non-personal theism. It is the belief in one God, a God identical to the all-inclusive unity, but pantheists (generally) do not believe God is a person or anything like a person.

http://en.wikipedia.org/wiki/Pantheism

Jadi menilai Kekristenan pakai kacamata Pantheisme hanyalah pekerjaan setan belaka.


Lah, kok ?
Keyakinan sodara yang bersebrangan dengan Kitab Suci sendiri kok malah menilai orang lain macem-macem?

Apa kata Kitab Suci itu bung!!

Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

Siapa dan kenapa mereka dibilang begitu? baca kelanjutannya...
Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana

Baca tuh.. :cheesy:

Quote
Wah..wah.. ndlewer kemana-mana deh
Kalimat "..Ia akan menyertai kamu selama-lamanya" bukan berarti Ia ngendon dalam tubuh manusia bung!!

Istilah ngendon itu hanya karanganmu saja bung,tetapi sudah pasti komentarmu sudah kebablasan mengatakan Allah bekerja diluar tubuh manusia sedangkan Alkitab berkata didalam.

Jadi jelas menilai Kekristenan berdasarkan ajaran kafir pantheisme memang tidak mungkin nyambung karena Allah Kekristenan adalah Allah yang berpribadi dan supranatural sedangkan allahmu hanyalah materi yang mati yang natural dan diciptakan hanya oleh ide manusia doang !

Konsep allahmu adalah allah bercampur aduk dengan segala macam ciptaan sehingga tidak ada lagi bedanya mana ciptaan mana allah.


Yang kebablasan memahami tulisan "di dalam" itu sodara...saya sudah jelaskan mengenai tulisan itu seturut Kitab Suci, apa perlu saya ulangi lagi?


Salam,
« Last Edit: January 15, 2012, 01:02:18 PM by sizxbn »
January 15, 2012, 09:12:31 AM
Reply #541
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Sizxbn,
Quote
Sodara jangan bohong!!
Mana ayatnya yang mengatakan secara literal "IMAN YANG PALSU"?

Oleh karena sodara bebal, maka mengatakan kebohongan secara terang-terangan-pun tidak merasa malu... bener gak? 


Iman yang palsu adalah iman yang tidak sejati,yaitu iman yang pura pura tetapi ternyata bukan iman yang benar sehingga akhirnya terbukti palsu.

Ini persis seperti sodara yang pura pura mengerti Alkitab tetapi semua pemahamannya hanyalah ajaran kafir pantheisme,bukan Kekristenan.

Kalau iman sejati yang tidak palsu sudah pasti akan tetap percaya karena keselamatan adalah pekerjaan Allah bukan manusia sehingga tidak mungkin gagal.

Gal.2:4 Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam KRISTUS YESUS, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita.

Saudara saudara palsu diatas adalah contoh kongkrit akan iman palsu,karena mereka bukan saudara seiman yang sejati karena memiliki niat yang tidak benar.

Kalau nalarmu tidak bisa menangkap ini saja maka kebebalanmu sudah mencapai puncaknya sehingga perlu diperiksakan kedokter.


Lagi-lagi sodara ngelindur.. :cheesy:

Saya bertanya: Tunjukkan ayatnya yang mengatakan secara literal "IMAN YANG PALSU"?

Ada atau tidak?
Kalau tidak ada katakan tidak ada...jangan sodara terus jualan obat yang akhirnya sodara hanya menipu saja.

Mat. 5:37   Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Quote
Selamanya apa?
Selamanya tinggal di dalam tubuh manusia atau selamanya menyertai manusia?

Jangan biasakan mengalihkan pembicaraan kemasalah lain... sodara harus fokus pada pokok pembicaraan.
Kalau sudah tidak mampu katakan..


Ha ..ha..ha..ha..baca lagi ayat ayat Alkitab jangan ngoceh tidak karuan saja kerjamu :

I Korintus 3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

I Korintus 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait ROH KUDUS yang diam di dalam kamu, ROH KUDUS yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

II Korintus 1:22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan ROH KUDUS di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.

Matius 10:20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

Roma 8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan YESUS dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan KRISTUS YESUS dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.


Kalau Alkitab mengatakan ROH KUDUS bekerja didalam maka jangan putar belit tidak karuan mengatakan diluar berbicara tanpa bukti sama sekali hanya mau menutupi kesalahan yang sudah jelas kelihatan.

Kalau istilah 'didalam' menurut Alkitab kamu ganti istilah 'diluar' maka silahkan belajar lagi bahasa dengan baik bung !


Makanya jangan perlakukan Kitab Suci itu seperti buku pelajaran (teks-book) sekolah, tetapi sodara sudah memperlakukannya seperti itu.

Kata Yunani: ἐν ὑμῖν (en hymin) tidak bisa dipahami artinya secara literal "di dalam", khususnya menyangkut keberadaan ROH KUDUS itu sendiri.
Selain manusia itu adalah daging, manusia itu juga telah berdosa (tidak kudus); Jadi bagaimana mungkin kekudusan dapat bercampur baur dengan ketidak-kudusan?... menurut saya tidak mungkin, kecuali kalau  sodara merasa diri kudus, itu masalah lain.

Kembali kepada kata Yunani ἐν ὑμῖν (en hymin).
Menurut saya, kata itu lebih tepat diartikan sebagai: through

Sebagai contohnya seperti translasi Mat.10:20 berikut ini:
οὐ (not) γὰρ (indeed) ὑμεῖς (you) ἐστε (are) οἱ (they who) λαλοῦντες (speak) ἀλλὰ (but) τὸ (the) πνεῦμα (spirit) τοὺ (of the) πατρὸς (Father) ὑμῶν (of you) τὸ (which) λαλοῦν (speaks) ἐν (through) ὑμῖν (you).

Dalam Alkitab versi BIS menuliskan sbb:
Karena yang berbicara pada waktu itu bukanlah kalian, melainkan Roh Bapa yang di surga, melalui kalian.

Sebagai perbandingan, sodara bisa lihat pada: http://biblos.com/matthew/10-20.htm


Salam,
January 15, 2012, 11:21:40 AM
Reply #542
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 713
  • Denominasi: Protestan

sizxbn,


Saya masih menunggu tanggapan sodara atas postingan replay 508,509,510,511.

Silahkan jawab kalau masih becus berdiskusi secara sehat.

Jangan mengalihkan persoalan dan lari dari kewajiban mempertahankan komentar sendiri bung !

Sodara sengaja menjawab serabutan supaya bisa terhindar dari ketidakmampuan menjawab ya !



Ecclesia Semper Reformanda Est
January 15, 2012, 01:11:05 PM
Reply #543
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
sizxbn,


Saya masih menunggu tanggapan sodara atas postingan replay 508,509,510,511.

Silahkan jawab kalau masih becus berdiskusi secara sehat.

Jangan mengalihkan persoalan dan lari dari kewajiban mempertahankan komentar sendiri bung !

Sodara sengaja menjawab serabutan supaya bisa terhindar dari ketidakmampuan menjawab ya !

Maaf, reply-reply sodara tersebut tidak perlu saya tanggapi sebab isinya hanya adhominem sodara yang ngaco tanpa di dukung ayat-ayat Kitab Suci.


Salam,

January 15, 2012, 01:38:54 PM
Reply #544
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Sizxbn,
Quote
Jangan ngasal mengatakan tanpa ayat Kitab Suci.... Baca!!

Kej. 6:3   Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

Roh siapa yang keluar meninggalkan manusia.... Roh ALLAH atau Roh Manusia? 

Ada dua penafsiran berbeda tetapi keduanya adalah benar yaitu :

1.   Kalau istilah roh disitu adalah ROH KUDUS maka memang didalam PL ROH KUDUS tidak selamanya tinggal pada diri manusia (1 Sam.16:13,14 ).

2.   Kalau istilah roh disitu sebagai nafas hidup (breath of life) yang berasal dari Allah maka memang sewaktu manusia mati maka rohnya akan kembali kepasa Allah.

1. Bukan tidak selamanya ROH KUDUS tinggal di diri manusia tetapi memang tidak tinggal di diri manusia. ROH KUDUS menaungi/menguasai manusia yang mau dipimpin oleh-Nya.

2. Ketika Roh-Ku dalam Kej.6:3 meninggalkan manusia, manusia itu tidak mati.. bahkan dikatakan umurnya akan seratus dua puluh tahun (lebih panjang dibanding umur rata-rata manusia saat ini).

Jadi kesimpulannya, kedua penafsiran sodara itu salah total. :D

Ayub 34:14,15 (KJV) If he set his heart upon man, if he gather unto himself his spirit (ruh) and his breath (nishmat); All flesh shall perish together, and man shall turn again unto dust.

Jelas bahwa kalau nafas hidup (nishmat) dan roh (ruh) yang dari Allah ditarik kembali maka manusia akan mati menjadi debu kembali.

Jika hakekat kehidupan adalah penghembusan nafas hidup kedalam diri manusia,maka hakekat kematian adalah penarikan kembali nafas hidup yang dari Allah itu dari dalam diri manusia.

Sudah ngerti sekarang ?

Perhatikan kata "spirit" yang sodara artikan sebagai (ruh) dan "breath" (nishmat hayyim) dalam ayat itu berasal dari kata Ibrani רוּח֔וֹ (rū·ḥōw) dan kata וְ֝נִשְׁמָת֗וֹ (wə·niš·mā·ṯōw) yang berasal dari kata Ibrani נְשָׁמָה (neshamah) merupakan salah satu karya atau kuasa dari נִשְׁמַ֣ת (niš·maṯ) חַיִּ֑ים (ḥay·yîm) [ROH KUDUS]; Tetapi ia [רוּח֔וֹ (rū·ḥōw)] maupun וְ֝נִשְׁמָת֗וֹ (wə·niš·mā·ṯōw) yang berasal dari kata Ibrani נְשָׁמָה (neshamah) bukanlah נִשְׁמַ֣ת (niš·maṯ) חַיִּ֑ים (ḥay·yîm) ROH KUDUS itu sendiri.

Jadi, pemahaman sodara tentang נִשְׁמַ֣ת (niš·maṯ) חַיִּ֑ים (ḥay·yîm) [ROH KUDUS] salah total.

Spirit manusia hanya datang dari ciptaan Allah bung :

Zak. 12:1 Firman Tuhan tentang Israel: Demikianlah Firman Tuhan yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi dan yang menciptakan roh dalam diri manusia.

Mazmur 104:30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.


Jadi jelas komentarmu ngaco !

ר֣וּחַ (rū·aḥ) atau "spirit" manusia tidak diciptakan mas..tetapi diberikan dari Hakekat-Nya sendiri yang adalah: נָפַח (naphach) [ROH]

Lagi pula, LAI salah dalam menterjemahkan kata Ibrani יָצַר (yatsar) yang Definisinya adalah: to form, fashion.
Seharusnya, kalimat yang dituliskan dalam Zak. 12:1 adalah: "....dan yang menempatkan roh-Nya pada manusia"

Begitu juga dengan terjemahan kalimat "mereka tercipta" dalam Mazmur 104:30 adalah kurang tepat alias salah, sebab kata Ibrani yang digunakan untuk menterjemahkan kalimat itu adalah יִבָּרֵא֑וּן (yib·bā·rê·’ūn) yang berasal dari kata Ibrani: בָּרָא (bara') yang artinya: CHOOSE (pilih).

Jadi kalimat terjemahan yang benar adalah: Apabila Engkau memberikan roh kepada mereka, mereka menjadi orang-orang yang terpilih, dan Engkau membaharui muka bumi.

bersambung...
« Last Edit: January 15, 2012, 05:22:58 PM by sizxbn »
January 15, 2012, 01:40:04 PM
Reply #545
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Quote
Sodara tidak mampu membedakan mana Roh Allah dan mana roh manusia

Kalau sodara merasa mampu membedakan jawab pertanyaan saya di bawah ini:

Kej. 6:3   Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

Pertanyaannya:

Roh siapa yang keluar meninggalkan manusia? Roh ALLAH atau Roh Manusia?
Sudah dijawab diatas !

Yang pasti kebingunganmu yang menyamakan roh Allah dengan roh manusia adalah ajaran sesat.

Sodara ngelindur... sodara tidak menjawab pertanyaan saya.

Saya ulangi lagi.

Kej. 6:3   Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

Pertanyaannya:

Roh siapakah yang keluar meninggalkan manusia dalam ayat tersebut? Roh ALLAH atau Roh Manusia?
Silahkan sodara jawab!!


Salam,
January 15, 2012, 02:03:52 PM
Reply #546
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Sizxbn,
Quote
Pemahaman sodara tentang 'roh' amburadul karena konsep Tritunggal.


Roh Pantheistikmu tidak mungkin mengerti mengenai makna roh didalam Alkitab !

God is everything and everything is God … the world is either identical with God or in some way a self-expression of his nature” . Similarly, it is the view that everything that exists constitutes a “unity” and this all-inclusive unity is in some sense divine .”

Theism is the belief in a “personal” God which in some sense is separate from (transcends) the world. Pantheists usually deny the existence of a personal God. They deny the existence of a “minded” Being that possesses the characteristic properties of a “person.

It is a form of non-theistic monotheism, or even non-personal theism. It is the belief in one God, a God identical to the all-inclusive unity, but pantheists (generally) do not believe God is a person or anything like a person.

http://plato.stanford.edu/entries/pantheism.

A significant debate within the pantheistic community is about the use of the word “God.” Pantheists do not believe in a God in the common and traditional sense of a personal creator being. Some modern Pantheists avoid using God-words altogether, since they regard them as misleading.

Others feel that the word God is essential to express the strength of their feelings towards Nature and the Universe. Some critics have argued that pantheism is little more than a redefinition of the word “God” to mean “Nature,” “Universe”, or “reality”.

http://en.wikipedia.org/wiki/Pantheism


Sodara tambah ngaco dengan menilai saya macam-macam :D

Jadi benakmu yang sepenuhnya dikuasi oleh roh pantheisme ini tidak mungkin mengenal Allah yang berpribadi karena allahmu hanyalah alam semesta yaitu benda yang mati alias tidak berjiwa.


Orang yang meyakini ALLAH memiliki PRIBADI seperti layaknya seorang manusia adalah orang yang BODOH!!

1Kor. 1:21   Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
1Kor. 1:22   Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
1Kor. 1:23   Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
1Kor. 1:24   Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
1Kor. 1:25   Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.


Ingat pernyataan Kitab Suci itu mas!?  :coolsmiley:


Salam,
January 15, 2012, 02:12:03 PM
Reply #547
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Sizxbn,
Otakmu yang gendheng karena racun ajaran Pantheisme yang Monistik naturalistik tidak bisa membedakan istilah Roh yang adalah oknum ROH KUDUS dengan oknum Allah lainnya yang supranaturalistik.

Ajaran Pantheismemu mengatakan :

“ Semua yang ada adalah satu, pantheist adalah monists ... mereka percaya bahwa hanya
ada satu roh universal, dan bahwa semua wujud yang lain dari realitas adalah mode atau tampilan lain dari roh yang satu itu atau yang identik dengannya."

Makanya sodara menyamakan saja dengan membabi buta antara nafas,ROH KUDUS,YESUS,kuasa dll, dan tidak mampu melihat sesuatu yang memang berbeda istilahnya dan maknanya.

Bagi pantheistik anak manusia,anak tangga,anak buah,anak sungai sama saja tidak ada bedanya karena semua itu adalah bayang bayang dari roh yang satu yaitu “Universal Spirit.”

Roh Pantheistik mu tidak mungkin bisa membedakan bahwa sebutan Allah yang berbeda yaitu Bapa,Anak dan Roh adalah pribadi yang berbeda karena konsep allahmu bukan allah yang berpribadi seperti didalam kekeristenan.

Isilah Roh dengan huruf besar didalam Alkitab selalu menunjukkan pribadi oknum ketiga yaitu ROH KUDUS sedangkan istilah Allah Anak atau Firman atau YESUS menunjukkan oknum yang kedua dari Allah Tritunggal.

Sodara tidak mungkin mengerti Allah Tritunggal karena pengertian allah menurut roh Pantheisme mu adalah allah yang tidak berpribadi dan yang diciptakan oleh manusia bukan Allah yang menciptakan manusia.

Bukan kebetulan seluruh Alkitab membedakan nama Bapa,Anak dan Roh kalau bukan membedakan pribadi dari masing masing oknum Tritunggal.

Allah itu bukan pemain sandiwara atau topeng seperti karena itu adalah ajaran bidat yang sesat.

Segala penciptaan Allah bersifat pluralistik,bahkan Allah sendiri menurut Alkitab bukan merupakan kesatuan yang tak terpisah,melainkan Tiga Yang Bersatu,yaitu Bapa,Anak dan ROH KUDUS,Allah Tritunggal.

Sudah ngerti sekarang teologimu hanya antitesis bagi ajaran Kekristenan ?

Mat. 11:27   Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Perhatikan dan renungkan kata-kata-Nya yang saya garis_bawahi.

"TIDAK SEORANGPUN"!!

Apakah menurut keyakinan sodara apabila seseorang percaya dan yakin kepada konsep TRITUNGGAL orang tersebut sudah mengenal Bapa dan Anak....? jujur!!

Jika iya jawaban sodara, bagaimana dengan pernyataan YESUS KRISTUS di atas? apakah jadi salah? :coolsmiley:


Salam,
January 15, 2012, 02:17:16 PM
Reply #548
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9049
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
Quote
Apakah menurut keyakinan sodara apabila seseorang percaya dan yakin kepada konsep TRITUNGGAL orang tersebut sudah mengenal Bapa dan Anak....? jujur!!

Dengan jujur saya katakan YA (dengan capital).
Sesuai dengan Alkitab.

;D
Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
January 15, 2012, 02:27:22 PM
Reply #549
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Sizxbn,
Quote
Kej.9:6 ALLAH menyatakan bahwa manusia dijadikan seturut gambar-Nya sendiri; tetapi bukan berarti manusia berdosa seperti kita yang menyandang Gambar ALLAH itu. Sebab, jika begitu pengertiannya, maka artinya, YESUS KRISTUS yang adalah Gambaran ALLAH sendiri tidak mempunyai arti apa-apa dipandangan sodara.

Kol. 1:15   Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

Ibr. 1:3   Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,


Baca lagi pakai nalar sehat :

Kejadian 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Jelas bahwa manusialah penyandang gambar Allah sejak awal ciptaan dan ini tidak mungkin sodara mampu bantah lagi.

Dan gambar Allah itu tidak hilang walau manusia berdosa karena Allah mengatakan setelah manusia jatuh kedalam dosa bahwa dilarang membunuh manusia karena ia masih menyandang gambar Allah.

Kejadian 9:6 Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.

Tidak usah dulu nyerempet nyerempet ke PB karena didalam PL ini saja sodara sudah kebingungan dan ngaco  melulu.
Kalau sodara memahami Kitab Suci sepotong-sepotong, maka begitulah jadinya... tersesat, tidak lagi memahami Kitab Suci maupun Kuasa ALLAH.

PB ditulis dalam rangka penggenapan PL; Kenapa sodara melarang saya menjawab PL dengan PB? :coolsmiley:
Jika sodara katakan bahwa gambar ALLAH tidak hilang walau manusia berdosa, maka sama saja artinya sodara tidak menghargai Yesus Kristus yang adalah Gambar ALLAH yang tidak kelihatan itu.

Bagaimana... apa benar begitu??? :coolsmiley:

Quote
Pikiran sodara sendiri yang tidak nyambung.
Jelas-jelas aktualisasi rancangan ALLAH untuk menjadikan manusia segambar dengan rupa-Nya dinyatakan Kitab Suci dalam Kej. 2:7, eh malah dibilang tidak nyambung.


Pikiran sodara hanya nyambung ke konsep Tritunggal!!
Pikiran sodara yang sudah dihantui ajaran Pantheisme yang tidak mengenal Allah berpribadi melainkan semua adalah allah sehingga allah sodara dan semua benda yang lain tidak ada bedanya lagi.

Sodara sudah kontradiksi sendiri mengenai gambar Allah sbb :

Sodara pernah mengatakan sbb :

1.   Itulah alasannya kenapa kemudian "Nafas hidup" yang dari ALLAH itu hengkang meninggalkan manusia. (Kej.6:3).”

2.   Sejak manusia berdosa, "nafas hidup" (roh) yang mencerminkan gambar dan rupa ALLAH telah keluar meninggalkan tubuh jasmani manusia.

3.   Gambar ALLAH masih tetap di dalam diri manusia bukan karena manusia masih memiliki roh, melainkan karena ia memiliki jiwa.


Inilah buktinya Sodara terbukti kontradiksi sendiri dan tidak konsisten.

Apa masih berani menyangkal ?

Lah? apanya yang kontra?

"Gambar ALLAH" menurut pemahaman jiwa manusia tentu berbeda dengan "Gambar ALLAH" menurut "nafas hidup" [ROH KUDUS]; Lantas apanya yang kontradiksi?... macam-macam saja sodara :D


Salam,
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)