Author Topic: Apa tujuan TUHAN menciptakan manusia hidup dibumi (dunia) itu ?  (Read 32309 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 12, 2011, 10:43:39 AM
Reply #90
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male
Lha ayat dibawah ini apa bukan pernyataan YESUS yang pernah beliau ajarkan ??

"Barangsiapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga".

"Melakukan" itu artinya "mengamalkan" sama dengan 'perbuatan-perbuatan', bisa dipahami bro.......

Jelas dikatakan di situ oleh Yesus Kristus: Barangsiapa
Itu menunjukkan bahwa Ia "menantang" kepada setiap orang, siapa yang mampu untuk melakukannya.

Dimana ternyata tidak ada seorangpun yang layak/sanggup/mampu untuk melakukannya... dan oleh sebab itu saya pernah minta sama saudara untuk saudara tunjukkan orangnya yang sudah melakukan segala perintah-perintah hukum Taurat secara demikian (secara menyeluruh)..... kalau ada.

Dan ternyata tidak ada kan..  itu artinya (sesungguhnya) bukan hukum Taurat yang diperintahkan oleh ALLAH kepada manusia.

Dan oleh sebab itu Paulus menjelaskan bahwa DASAR timbulnya perintah-perintah hukum Taurat itu sendiri adalah oleh karena pelanggaran-pelanggaran manusia atas perintah ALLAH.

Gal. 3:19   Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran--sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu--dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.

Paham?


Salam,

Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
August 12, 2011, 12:48:55 PM
Reply #91
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 404
Quote
"Barangsiapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga"."Melakukan" itu artinya "mengamalkan" sama dengan 'perbuatan-perbuatan', bisa dipahami bro.......

Jelas dikatakan di situ oleh YESUS KRISTUS: Barangsiapa
Itu menunjukkan bahwa Ia "menantang" kepada setiap orang, siapa yang mampu untuk melakukannya.
Dimana ternyata tidak ada seorangpun yang layak/sanggup/mampu untuk melakukannya... dan oleh sebab itu saya pernah minta sama saudara untuk saudara tunjukkan orangnya yang sudah melakukan segala perintah-perintah hukum Taurat secara demikian (secara menyeluruh)..... kalau ada.

Dan ternyata tidak ada kan..  itu artinya (sesungguhnya) bukan hukum Taurat yang diperintahkan oleh ALLAH kepada manusia.
Anda ini mulai membelokkan bahasan, diatas anda telah menganggap bahwa Hukum Kasih yang diajarkan KRISTUS tidak menyangkut/menuntut perbuatan-perbuatan manusia secara lahiriah , lalu saya beri pengajaran YESUS di Matius 5:19, lantas anda berbelok (maunya ngeles), fokus pada pokok bahasan bro.....

Dan oleh sebab itu Paulus menjelaskan bahwa DASAR timbulnya perintah-perintah hukum Taurat itu sendiri adalah oleh karena pelanggaran-pelanggaran manusia atas perintah ALLAH.

Gal. 3:19   Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran--sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu--dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.

Paham?
Ya memang demikian yang diinginkan paulus, tapi beda dengan yang dikehendaki YESUS, dan anda kurang lengkap mengambil perndapatnya paulus, nih perhatikan apa katanya :

[Gal, 2:16-17 ] "Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yg dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tapi hanya karena iman dalam Yesus Kristus."

Pernyataan paulus itu kan jelas-jelas menentang pengajaran Yesus khususnya di matius 5:19 tsb.

Itu yang tidak anda pahami......sorry bro !


« Last Edit: August 12, 2011, 01:07:55 PM by Samino »
August 12, 2011, 01:46:28 PM
Reply #92
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5389
Jelas dikatakan di situ oleh YESUS KRISTUS: Barangsiapa
Itu menunjukkan bahwa Ia "menantang" kepada setiap orang, siapa yang mampu untuk melakukannya.
Dimana ternyata tidak ada seorangpun yang layak/sanggup/mampu untuk melakukannya... dan oleh sebab itu saya pernah minta sama saudara untuk saudara tunjukkan orangnya yang sudah melakukan segala perintah-perintah hukum Taurat secara demikian (secara menyeluruh)..... kalau ada.

Dan ternyata tidak ada kan..  itu artinya (sesungguhnya) bukan hukum Taurat yang diperintahkan oleh ALLAH kepada manusia.
Anda ini mulai membelokkan bahasan, diatas anda telah menganggap bahwa Hukum Kasih yang diajarkan KRISTUS tidak menyangkut/menuntut perbuatan-perbuatan manusia secara lahiriah , lalu saya beri pengajaran YESUS di Matius 5:19, lantas anda berbelok (maunya ngeles), fokus pada pokok bahasan bro.....
Ya memang demikian yang diinginkan paulus, tapi beda dengan yang dikehendaki YESUS, dan anda kurang lengkap mengambil perndapatnya paulus, nih perhatikan apa katanya :

[Gal, 2:16-17 ] "Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yg dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tapi hanya karena iman dalam YESUS KRISTUS."

Pernyataan paulus itu kan jelas-jelas menentang pengajaran YESUS khususnya di matius 5:19 tsb.Itu yang tidak anda pahami......sorry bro !




Broo@Samino..

Dari pernyataan anda yang saya "bold" tsb, bisakah kiranya dijelaskan apa artinya " menentang " disitu..??
Karena jika anda sendiri salah pemahamannya mengenai ayat-ayat yang dimaksud tsb maka menjadi hal yang aneh juga bagi saya. Karena pada dasarnya tidak ada ayat-ayat Firman Tuhan dalam Alkitab yang saling bertentangan / bertolak belakang, malahan semuanya saling mendukung.satu sama lainnya,  Disini mungkin anda juga salah seperti @vbn dalam memaknai ayat-ayat ydm tsb.

Salam GBU
August 12, 2011, 02:30:16 PM
Reply #93
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male
Quote
Jelas dikatakan di situ oleh YESUS KRISTUS: Barangsiapa
Itu menunjukkan bahwa Ia "menantang" kepada setiap orang, siapa yang mampu untuk melakukannya.
Dimana ternyata tidak ada seorangpun yang layak/sanggup/mampu untuk melakukannya... dan oleh sebab itu saya pernah minta sama saudara untuk saudara tunjukkan orangnya yang sudah melakukan segala perintah-perintah hukum Taurat secara demikian (secara menyeluruh)..... kalau ada.

Dan ternyata tidak ada kan..  itu artinya (sesungguhnya) bukan hukum Taurat yang diperintahkan oleh ALLAH kepada manusia.
Anda ini mulai membelokkan bahasan, diatas anda telah menganggap bahwa Hukum Kasih yang diajarkan KRISTUS tidak menyangkut/menuntut perbuatan-perbuatan manusia secara lahiriah ,
lalu saya beri pengajaran YESUS di Matius 5:19, lantas anda berbelok (maunya ngeles), fokus pada pokok bahasan bro.....

Saya menjelaskan maksud perkataan YESUS KRISTUS itu kok malah dibilang ngeles? apa saya keluar dari bahasan ayat Mat.5:19  itu???  :cheesy:

Mat. 5:19   Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Secara kontekstual saja sudah dapat dipahami dengan jelas bahwa sekalipun ada orang yang bisa melakukan  99,99% dari segala perintah-perintah hukum Taurat tetapi ia mengabaikan perintah yang 0,01% nya, YESUS KRISTUS mengatakan bahwa ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga... bagaimana dengan orang yang tidak mencapai 99,9%???.. apakah (menurut saudara) ia masih akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga? sekalipun ditempat yang paling rendah? :coolsmiley:

Ya memang demikian yang diinginkan paulus, tapi beda dengan yang dikehendaki YESUS, dan anda kurang lengkap mengambil perndapatnya paulus, nih perhatikan apa katanya :

[Gal, 2:16-17 ] "Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yg dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tapi hanya karena iman dalam YESUS KRISTUS."

Pernyataan paulus itu kan jelas-jelas menentang pengajaran YESUS khususnya di matius 5:19 tsb.

Itu yang tidak anda pahami......sorry bro !


Saudara yang tidak paham perkataan-Nya YESUS eh malah memfitnah Paulus?

Tidak ada kepentingan Paulus dalam menjelaskan maksud ALLAH dalam YESUS KRISTUS; Ia hanya menyampaikan penjelasan-penjelasan dari perkataan-perkataan YESUS KRISTUS (Kebenaran) sebagaimana yang telah saya kutipkan dari banyak surat-suratnya.
Pernyataan Paulus dalam Gal.2:16-17 bukan menentang perkataan Yesus tetapi ia menyampaikan intisari/konklusi dari perkataan YESUS KRISTUS di Mat.5:19 itu..... Semoga saudara pahami.


Salam,
« Last Edit: August 12, 2011, 02:40:30 PM by zxcvbn »
Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
August 12, 2011, 03:00:57 PM
Reply #94
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male
Broo@Samino..

Dari pernyataan anda yang saya "bold" tsb, bisakah kiranya dijelaskan apa artinya " menentang " disitu..??
Karena jika anda sendiri salah pemahamannya mengenai ayat-ayat yang dimaksud tsb maka menjadi hal yang aneh juga bagi saya. Karena pada dasarnya tidak ada ayat-ayat Firman Tuhan dalam Alkitab yang saling bertentangan / bertolak belakang, malahan semuanya saling mendukung.satu sama lainnya,  Disini mungkin anda juga salah seperti @vbn dalam memaknai ayat-ayat ydm tsb.

Salam GBU

Menurut saudara sendiri bagaimana pengertiannya bro? :coolsmiley:


Salam,
Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
August 12, 2011, 04:34:01 PM
Reply #95
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5389
Menurut saudara sendiri bagaimana pengertiannya bro? :coolsmiley:


Salam,


Broo@vbn..

Maaf kalo saya ga salah tangkap nih./ kalau tidak salah..??. Alih -alih ayat yang kalian bahas itu dari ayat Matius 5: 19 dan Galatia 2 : 16-17 ...bukan..?? dan broo@ Samino pada akhirnya membuat pernyataan mengenai kata "
menentang " ( atau pernyataan @Samino : pengajaran Paulus menentang pengajaran Yesus, sehingga menjadi Matius 5 :19 vs Galatia 2 : 16-17 ).

Tapi mnurut pandangan saya seperti ini,  terhadap frase"BARANG SIAPA " yang mana adalah sama artinya dengan TIDAK SEORANG PUN "...Jadi bukan diartikan "Menentang " ( sebagaimana yang dikatakan oleh @vbn ). Kalau frase kata tsb diartikan oleh@vbn seperti itu ...wahh...??  pasti untuk selanjutnya arah
kebenaran Firman Tuhan tsb menjadi kabur.

Sedangkan makna sederhanyanya Maatius 5 : 19, yang dimaksudkan oleh TYK adalah jika kita melakukan
hukum Taurat, hendaklah jangan separti layaknya yang dipraktekan / dilakukan oleh orang-orang Farisi tsb. artinya hukum hukum yang dipraktekan dalam hidupnya adalah yang mementingkan kebutuhan jasmaniahnya saja. Dan jika itu di kombinasikan oleh makna ayat Galatia 2 :16-17 ( perkataan /ajaran Paulus), maka makna tsb malahan dipertegas lagi, yaitu bahwa lebih tidak ada gunanya lagi kalau IMAN kita tidak dalam iman percaya kita kepada TYK.  Akibatnya samasekali tidak dapat kedudukan dalam Kerajaan sorga. Padahal isyarat TYK sudah memberi standart pada kita..: ada posisi kedudukan terendah dan tertinggi dalam KERAJAAN SORGA tsb bukan..??

Salam GBU
August 12, 2011, 05:21:32 PM
Reply #96
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 404
@zxcvbn dan S.PURBA

Rupanya sdr.zxcvbn tidak melihat urutan bahasan atau meungkin tidak memahami antara pertanyaan dan jawaban. Coba perhatikan postingan saya dan sdr.zxcvbn yang lalu, sebelumnya sdr.zxcvbn telah menganggap bahwa Hukum Kasih yang diajarkan KRISTUS tidak menyangkut/menuntut perbuatan-perbuatan manusia secara lahiriah , lalu saya beri pengajaran YESUS di Matius 5:19 dimana Yesus meminta umatnya untuk melakukan/mengamalkan hukum taurat,  artinya itu sebuah perbuatan-perbuatan baik lahir maupun batin (kejiwaan/iman). Nah dari sini sdr.zxcvbn mulai ngeles alias berbelok dan akhirnya mbahas tidak ada seorang manusiapun yg bisa mengamalkan 100% hukum taurat menurut sdr.zxcvbn.

Begini aja deh kalau kalian masih ngotot bahwa hukum taurat sudah tidak diperlukan lagi dalam Kekristenan, itu saja sudah cukup dari pengakuan kalian bahwa memang Kekristenan itu sudah tidak punya aturan hukum yang datangnya dari Allah (Tuhan pencipta langit dan bumi), padahal itu salah satu esensi sebuah agama yakni mempunyai petunjuk aturan hukum dari Tuhannya.
August 12, 2011, 06:16:37 PM
Reply #97
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male
@zxcvbn dan S.PURBA

Rupanya sdr.zxcvbn tidak melihat urutan bahasan atau meungkin tidak memahami antara pertanyaan dan jawaban. Coba perhatikan postingan saya dan sdr.zxcvbn yang lalu, sebelumnya sdr.zxcvbn telah menganggap bahwa Hukum Kasih yang diajarkan KRISTUS tidak menyangkut/menuntut perbuatan-perbuatan manusia secara lahiriah , lalu saya beri pengajaran YESUS di Matius 5:19 dimana YESUS meminta umatnya untuk melakukan/mengamalkan hukum taurat,  artinya itu sebuah perbuatan-perbuatan baik lahir maupun batin (kejiwaan/iman). Nah dari sini sdr.zxcvbn mulai ngeles alias berbelok dan akhirnya mbahas tidak ada seorang manusiapun yg bisa mengamalkan 100% hukum taurat menurut sdr.zxcvbn.

Secara jelas saya mengatakan demikian, yaitu bahwa ajaran Kasih yang diajarkan oleh Yesus Kristus tidak menyangkut/menuntut perbuatan-perbuatan manusia secara lahiriah seperti yang ada dalam tuntutan hukum Taurat; Sebab yang disebut dengan penggenapan hukum Taurat oleh Yesus Kristus sudah jelas dikatakan oleh Yesus Kristus sendiri dalam perumpamaan-Nya di dalam Injil Lukas pasal 5: 36-39 yang tidak lagi ber-afiliasi kepada hukum Taurat, sbb:

Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: "Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.
Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur.
Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.
Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."


Dan di dalam Injil Matius pasal 5 ayat 19 jelas-jelas Yesus Kristus "menantang" kepada semua orang yang merasa dirinya mampu untuk melakukan hukum Taurat dengan mengatakan: Barangsiapa, dimana penjelasannya sudah saya uraikan sebelumnya.

Begini aja deh kalau kalian masih ngotot bahwa hukum taurat sudah tidak diperlukan lagi dalam Kekristenan, itu saja sudah cukup dari pengakuan kalian bahwa memang Kekristenan itu sudah tidak punya aturan hukum yang datangnya dari Allah (Tuhan pencipta langit dan bumi), padahal itu salah satu esensi sebuah agama yakni mempunyai petunjuk aturan hukum dari Tuhannya.


Justru oleh karena saudara tidak memahami kitab suci makanya saudara menilai Kekristenan seperti itu.
Buat saya, bisa saya maklumi.


Salam,
Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
August 12, 2011, 11:00:04 PM
Reply #98
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 404
Secara jelas saya mengatakan demikian, yaitu bahwa ajaran Kasih yang diajarkan oleh YESUS KRISTUS tidak menyangkut/menuntut perbuatan-perbuatan manusia secara lahiriah seperti yang ada dalam tuntutan hukum Taurat; Sebab yang disebut dengan penggenapan hukum Taurat oleh YESUS KRISTUS sudah jelas dikatakan oleh YESUS KRISTUS sendiri dalam perumpamaan-Nya di dalam Injil Lukas pasal 5: 36-39 yang tidak lagi ber-afiliasi kepada hukum Taurat, sbb:

Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: "Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.
Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur.
Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.
Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."
Wah anda tidak dapat menangkap secara benar perumpamaan Yesus tsb, yang berkaitan dengan anggapan orang2 farisi bahwa murid2 Yesus disangkanya tidak sembahyang dan berpuasa. Yang lalu sudah saya jelaskan bahwa jawaban perumpamaan Yesus tsb. berkenaan dengan sifat munafiknya orang2 farisi dan senang mencobai Yesus. Dalam perumpamaan tsb. menggambarkan ketidak tulus ikhlasnya orang2 farisi menjalankan hukum taurat, sedangkan maksud kedatangan Yesus (kain baru dan anggur yg baru) adalah mengoreksi atau mereformasi atas pandangan agama (hukum taurat) mereka yang telah terjadi penyelewengan (kemunafikan)-->baca Matius 23 tentang sifat kemunafikan orang2 farisi dan ahli taurat. Yesus tetap taat dan masih memegang teguh hukum taurat dan tidak seiota-pun ditiadakan Yesus. Itu yang harus anda pahami....

Dan di dalam Injil Matius pasal 5 ayat 19 jelas-jelas YESUS KRISTUS "menantang" kepada semua orang yang merasa dirinya mampu untuk melakukan hukum Taurat dengan mengatakan: Barangsiapa, dimana penjelasannya sudah saya uraikan sebelumnya.

Justru oleh karena saudara tidak memahami kitab suci makanya saudara menilai Kekristenan seperti itu.
Buat saya, bisa saya maklumi.

Salam,
Pengajaran Yesus di Matius 5:19 itu tidak ada dimaksudkan untuk menantang umatnya untuk melakukan hukum taurat. padahal maksud kalimat "barangsiapa" itu dimaksudkan Yesus memanggil bagi siapa saja. untuk apa ? agar melakukan dan mengajarkan hukum taurat, kalau ingin masuk kerajaan sorga. Jadi anda jangan nambai-nambahi yang tidak dikatakan Yesus ya bro......!
August 13, 2011, 01:05:08 AM
Reply #99
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male
Wah anda tidak dapat menangkap secara benar perumpamaan YESUS tsb, yang berkaitan dengan anggapan orang2 farisi bahwa murid2 YESUS disangkanya tidak sembahyang dan berpuasa. Yang lalu sudah saya jelaskan bahwa jawaban perumpamaan YESUS tsb. berkenaan dengan sifat munafiknya orang2 farisi dan senang mencobai YESUS. Dalam perumpamaan tsb. menggambarkan ketidak tulus ikhlasnya orang2 farisi menjalankan hukum taurat, sedangkan maksud kedatangan YESUS (kain baru dan anggur yg baru) adalah mengoreksi atau mereformasi atas pandangan agama (hukum taurat) mereka yang telah terjadi penyelewengan (kemunafikan)-->baca Matius 23 tentang sifat kemunafikan orang2 farisi dan ahli taurat. YESUS tetap taat dan masih memegang teguh hukum taurat dan tidak seiota-pun ditiadakan YESUS. Itu yang harus anda pahami....

Maaf, kalau saya mengatakan: Justru saudaralah yang telah beranggapan (bukan orang-orang Farisi) mengenai berpuasanya para murid KRISTUS.

Jelas-jelas Alkitab menuliskan:

Mat. 9:14   Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada YESUS dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"

Artinya, murid-murid Yesus memang tidak diajarkan-Nya berpuasa seturut Taurat, sebab Yohanes sendiri adalah seorang pelaku dan pengajar hukum Taurat yang terakhir... yang sudah pasti akan mengajarkannya juga kepada murid-muridnya.

Luk. 16:16   Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.


Pengajaran YESUS di Matius 5:19 itu tidak ada dimaksudkan untuk menantang umatnya untuk melakukan hukum taurat. padahal maksud kalimat "barangsiapa" itu dimaksudkan YESUS memanggil bagi siapa saja. untuk apa ? agar melakukan dan mengajarkan hukum taurat, kalau ingin masuk kerajaan sorga. Jadi anda jangan nambai-nambahi yang tidak dikatakan YESUS ya bro......!

Memanggil untuk apa? apakah YESUS (dalam hal mengatakan: "Barangsiapa" itu) berarti Ia memerintahkan kepada setiap orang untuk melakukan segala perintah-perintah hukum Taurat!??.... bukan!!!

Dalam hal Ia mengatakan: "Barangsiapa" itu  Ia menunjukkan TANTANG-Nya kepada setiap orang yang merasa dirinya bisa/dapat/layak untuk melakukan hukum Taurat....  yang ternyata tidak ada kan?


Salam,
« Last Edit: August 13, 2011, 02:12:33 AM by zxcvbn »
Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)