Author Topic: Sejarah dan perkembangan Mesianisme (Kekristenan Ibrani) di Indonesia  (Read 13545 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 30, 2011, 11:43:24 PM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8124
  • Gender: Male
  • Shihonage
  • Denominasi: Sebelum muncul kata "denominasi".
Anda berusaha menyudutkan saya dengan statement seperti itu, namun saya punya pendapat bahwa Kekristenan dimulai dari Israel, oleh sebab itu kita kembali ke akar yang sebenarnya.
Bukan saya yang menyudutkan anda sis, melainkan posisi anda sendiri ada di sudut. Apakah pernah saya menyatakan bahwa Kekristenan berasal dari Yunani atau Arab atau Roma?

Quote
ELOHIM sayang kepada Arab, Yunani dan semua bangsa, namun perlu diketahui bahwa ada perjanjian khusus kepada Abraham khususnya yang merupakan anak perjanjian yaitu Israel, oleh sebab itu Arab, Yunani, ataupun siapa saja harus menghormati dan mencangkokkan diri kepada Israel, karena Israel lah pokok anggur yang benar bukan Arab atau Yunani.
Apa realisasi menghormati dan mencangkokkan diri kepada Israel sis? Apakah liturgi Ya'akov yang adalah seorang Yahudi tulen itu bukan bentuk pencangkokan? Apakah pengkanonan surat-surat dari Rav Shaul, Kefah, Yukhanan, Ya'akov, Yehuda, dll bukan merupakan pencangkokan? Jika bukan, maka pencangkokan seperti apa yang dikehendaki?

Quote
Bangsa Arab, Yunani ataupun bangsa-bangsa lainnya menjadi tercakup rencana keselamatan ELOHIM oleh karena Israel yang disayangi oleh ELOHIM sedang jatuh tersandung, Dia yang begitu menyayangi Israel tega membiarkan Israel jatuh dalam kurun waktu tertentu, apalagi kita ini yang bukan keturunan Israel.

Masih beranikah kita bermegah dihadapan ELOHIM oleh karena keturunan kita ????
Masalahnya, jemaat Yahudi asli pada waktu itu, menurut riset Fr. James Bernstein (seorang Yahudi asli) melarikan diri ke Pella dan menyatu dengan Gereja Antakya sampai kini. Nah, yang Jews for Jesus ini (yang adalah ide Arnold Bernstein sebelum masuk orthodox) tidak jelas akar sejarahnya.


Nantikanlah hari kematianmu setiap pagi... Itulah jembatan yang membawamu kepada Kristus.


7ED3C742
August 30, 2011, 11:44:44 PM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8124
  • Gender: Male
  • Shihonage
  • Denominasi: Sebelum muncul kata "denominasi".
Waduh, koq lama-lama mindah situsnya Teguh Hindarto kesini? Lha saya ini mau diskusi dengan anda je, bukan dengan si Teguh Hindarto...
Nantikanlah hari kematianmu setiap pagi... Itulah jembatan yang membawamu kepada Kristus.


7ED3C742
August 30, 2011, 11:47:46 PM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11427
  • Gender: Male
  • Tuus Totus Ego Sum, Et Omnia Mea Tua Sunt
Sederhananya gini sis. Adakah doa ini dalam syariat anda?

"אלוהים ישו, בן האלוהים, ירחם אותי חוטא"

Doa ini begitu sederhana, namun sekaligus begitu sukar untuk dicapai keadaan tertingginya tanpa disiplin rohani yang sungguh-sungguh.
Sorry bro Roderick, mereka hanya mengenal nama YHWH, selain itu mereka menyatakan nama tersebut salah :D

Doa yang bagus ya bro:
אלוהים ישו, בן האלוהים, ירחם אותי חוטא
YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH, kasihanilah aku orang berdosa

:afro:
Inter Esse Et Non Esse

Cogito Ergo Sum

Non Nobis Domine, Non Nobis, Sed Nomini Tuo Da Gloriam

Extra Ecclesiam Nulla Salus

In Hoc Signo Vinces

With love,

your Yopi
August 30, 2011, 11:48:20 PM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8124
  • Gender: Male
  • Shihonage
  • Denominasi: Sebelum muncul kata "denominasi".
Sekedar info, saya pernah informasikan ke Teguh Hindarto bahwa James Scott Trimm telah melakukan plagiarisme, dan beliaupun mengakui dan menyayangkan hal tersebut.
:)
Nantikanlah hari kematianmu setiap pagi... Itulah jembatan yang membawamu kepada Kristus.


7ED3C742
August 30, 2011, 11:50:28 PM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8124
  • Gender: Male
  • Shihonage
  • Denominasi: Sebelum muncul kata "denominasi".
Sorry bro Roderick, mereka hanya mengenal nama YHWH, selain itu mereka menyatakan nama tersebut salah :D

Doa yang bagus ya bro:
אלוהים ישו, בן האלוהים, ירחם אותי חוטא
YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH, kasihanilah aku orang berdosa

:afro:
Yoi bro, begitu sederhana sekaligus dalam. Agak susah sampai ke tingkat lebih tinggi jika tidak disiplin. Doa ini sangat membantu saya, terutama dalam menghadapi tekanan kehidupan.


Nantikanlah hari kematianmu setiap pagi... Itulah jembatan yang membawamu kepada Kristus.


7ED3C742
August 30, 2011, 11:55:38 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2025
  • Gender: Female
  • Pujilah YAHWEH, hai jiwaku. Haleluyah
  • Denominasi: Penyembah YHWH & Mesianik
Bro Roderick, masalah Islam-Mesianik; coba anda lihat diboard member non Kristen dengan topik "Sekte Islam Mesianik" (sudah dilock oleh moderator) dan coba lewat Facebook cari nama Priscilla Daniel; dia adalah sekretaris gerakan Islam Mesianik lulusan STT Calvinus Jakarta, murtad dari Kristen. Lihat statement tokohnya yang bernama Moch. Ali.

Saya belum selesai menjelaskan tentang doa-doanya, apa yang ada dalam aliran mesianik ini, tetapi anda sudah menyudutkan saya dan memberikan kesan bahwa back to hebraic roots adalah salah, maka itu saya jelaskan tentang kenapa harus akar Ibrani.

Shaloom.
Dan bangsa-bangsa itu akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, demikianlah Firman Tuhan YAHWEH
August 30, 2011, 11:59:59 PM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2025
  • Gender: Female
  • Pujilah YAHWEH, hai jiwaku. Haleluyah
  • Denominasi: Penyembah YHWH & Mesianik
Waduh, koq lama-lama mindah situsnya Teguh Hindarto kesini? Lha saya ini mau diskusi dengan anda je, bukan dengan si Teguh Hindarto...
He he he...... komputer saya lambat bro, juga mata udah mulai ngantuk. Jadi harap bersabar, ya.
Dan bangsa-bangsa itu akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, demikianlah Firman Tuhan YAHWEH
August 31, 2011, 12:05:56 AM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2025
  • Gender: Female
  • Pujilah YAHWEH, hai jiwaku. Haleluyah
  • Denominasi: Penyembah YHWH & Mesianik
Mengakui bahwa bangsa non Yahudi merupakan Tunas Liar yang di tempelkan pada Zaitun asli

Sebelum kita melakukan eksegese terhadap Roma 11:16-14], kita cermati terlebih dahulu kata “cangkok” dalam terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia. Kata “cangkok” dalam Roma 11:16-24, ada enam kali. Namun istilah “cangkok” adalah tidak tepat sama sekali. Kata yang diterjemahkan “cangkok” dalam bahasa Yunaninya “Egkentrizo” [ ejgkentrivzw ] . Menurut Eanchend Strong Lexicon , kata “Egkentrizo” bermakna, “to cut into, for the sake of inserting scion” [memotong demi menghasilkan keturunan] dan “to innoculate”, “ingraft”, “graft in” [menyuntikan, menempelkan] (f1).

Dalam terminologi pertanian, ada istilah “Cangkok” , yaitu pemisahan cabang dari batangnya, setelah dibuatnya berakar. Tidak ada organisme baru ditambahkan maupun organisme baru dihasilkan. Lalu, “Okulasi” , pertumbuhan batang sangat dipengaruhi si penempel dan hasilnya terserah dari si penempel. Dari hasil okulasi atau tempel, dapat dihasilkan organisme baru yang lebih baik dari aslinya. Sementara, “Stek” adalah potongan batang dari tumbuhan lain yang dapat tumbuh sendiri. Jika mengikuti definisi diatas, maka kata “egkentrizo” lebih tepat diterjemahkan “ditempelkan” . The New International Version menggunakan kata “grafted” (f2). Sementara The New Century Version menggunakan kata “joined” (f3). Rasul Paul menjelaskan hubungan akar dan cabang, sbb :

- Roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan adalah kudus
- Akar kudus maka cabang adalah kudus
- Beberapa cabang telah dipatahkan. Tunas liar ditempelkan dan mendapat bagian dalam akar pohon zaitun
- Jangan kamu bernegah, karena akar yang menopang kamu [shelo atta noshe et ha shoresh ella ha shoresh noshe otka, Heb.]
- Bangsa non Yahudi ditempelkan semata-mata karena ketidak percayaan Israel. Sementara Bangsa Non Yahudi dapat tegak karena iman
- Jika cabang asli tidak membuang cabangnya, maka ELOHIM juga tidak akan mengambil Bangsa Non Yahudi
- Perhatikanlah kemurahan ELOHIM dan kekerasannya
- ELOHIM akan menempelkan kembali jika Israel bertobat
- Penempelan kembali Bangsa Israel adalah dikarenakan mereka cabang yang asli

Dari uraian diatas, kita mendapatkan pemahaman bahwa bangsa-bangsa non Yahudi tidak layak memegahkan diri dan mengganggap rendah bangsa Yahudi serta meninggalkan akar iman yang bersumber dari keyahudian. Yahshua ha Mashiah secara manusiawi merupakan keturunan suku Yahda [Ibr 7:14]. Pelayanan Mesias pertama-tama ditujukan untuk domba-domba Israel yang hilang [Mat 15:24], Mesias membaca Torah dan mengajar di Sinagog pada hari Sabat [Luk 4:16], Mesias merayakan tujuh hari raya Israel [Yoh 7:1-2]. Yahshua dan para rasul tidak membawa agama baru yang disebut Kristen. Dia Mesias yang datang sebagaimana dituliskan dalam TaNaKh. Dia datang dan mengajar dengan bingkai Yudaisme. Tidak heran jika para murid pun sepeninggal Yahshua tetap beribadah Sabat di Sinagog [Kis 13:13-14, 42,44]. Berdoa tiga kali sehari [shakharit, minha, maariv,Heb] diwaktu-waktu tertentu [Kis 3:1, Kis 10:3,9], tetap memelihara Torah dalam terang kematian dan kebangkitan Mesias [Kis 21:20]. Pengikut Mesias dari kalangan Yahudi, dijuluki “Sekte Netsarim”, “Pengikut Jalan itu” . Sementara pengikut Mesias di luar Yahudi dijuluki “Christianoi” [Kis 11:24].

Hubungan antara Israel dengan nenek moyang Israel yaitu Abraham, Ishak dan Yakub, digambarkan dengan istilah “roti kudus” dan “adonan” , “akar kudus” dan “cabang” atau “ranting” [Rm 11:16]. Sementara Israel sebagai “ranting” , dipatahkan karena penolakkan mereka terhadap Mesias yang dijanjikan Yahweh melalui mulut para nabi. Bangsa non Yahudi “ditempelkan” kepada akar zaitun untuk menerima kehidupan dan kekayaan rohani dan menjadi bagian dari umat beriman [Rm 11:17]. Konsekwensi logisnya bangsa non Yahudi tidak selayaknya bermegah terhadap bangsa Yahudi terutama pengikut Mesias yang berasal dari Yahudi [Rm 11:18]. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa abad ke-2 Ms menjadi saksi momentum perubahan terhadap Gereja yang berakar pada Yudaisme. Gereja mulai tercabut dari akarnya setelah bangsa non Yahudi diluar Yerusalem menerima Mesias. Mulailah muncul sikap-sikap kebencian dikalangan Gereja di Roma terhadap kalangan Yahudi. Maka berbagai bentuk-bentuk ibadah berbingkai Yudaisme mengalami perubahan. Mulailah muncul perayaan “Christmas” dan “Easter” , sebagai pengganti “Tujuh Hari Raya Israel” . “Ibadah Hari Minggu” sebagai pengganti “Sabat” . Demikian pula dengan “Ekaristi” sebagai pengganti “Seder Pesakh” , dll. Kesemua bentuk ini kelak disebut dengan “Anti Semitisme” dan “Replacement Theology” [Teologi Pengganti]. Kesemua wujud perubahan ini mencerminkan sikap goyim yang BERMEGAH/MENYOMBONGKAN diri dan berusaha menggantikan posisi Israel secara lahiriah.

Mengapa Goyim tidak sepantasnya bermegah terhadap Israel jasmani? Pertama, akar itulah yang menopang ranting dan bukan sebaliknya [Rm 11:18]. Dalam terjemahan The Orthodox Jewish Brit Chadsha, dituliskan:

But if some of the ana'fim have been broken off, and you, a wild olive, have been grafted among them and have become sharer in the richness of the olive tree's root, do not boast (4:2) over the ana'fim. If you do boast, it is not the case that you sustain the shoresh, but the shoresh sustains you (f4) :

Kata “sustain” bukan sekedar menopang namun secara terus menerus menyediakan atau memberikan kekuatan dan kehidupan. Sikap yang Anti Semit maupun menganut pemahaman Replacement Teology merupakan wujud bermegah atau menyombongkan diri terhadap akar. Bahkan secara tidak langsung merendahkan kedudukan Mesias yang Yahudi adanya.

Hans Ucko menjelaskan dalam tulisannya:

“Gereja Kristen, teologi Kristen dan Kekristenan secara keseluruhan, tidak terpisahkan dengan umat Yahudi atau Yudaisme. Orang Yahudi dan Kristen memiliki Kitab Suci yang sama. Iman Kristen lahir dalam lingkungan Yahudi. Gereja masih saja ragu apakah kenyataan tersebut dinilai sebagai berkat atau kutuk. Sejumlah kecil orang Kristen melihat hubungan diatas sebagai suatu masalah dan berupaya memecahkannya dengan membatasi kitab Perjanjian Lama dan agama umat Israel di satu sisi dan Yudaisme di sisi lainnya. Dengan cara ini, seseorang sebenarnya ‘membebaskan’ orang Israel dari keyahudiannya. Pendekatan tersebut mencerminkan sebentuk rasa sulit [bagi orang Kristen atas hubungannya yang terlalu dekat dengan umat Yahudi dan dengan Yudaisme yang hidup saat ini. Seseorang memang tidak mudah mengakui akibat dari memilih ‘Tuhan Yahudi’ itu” (f5)

Demikian pula Nelly Van Doorn-Harder, MA., menjelaskan,

“…proses melupakan warisan keyahudian ini berawal dari pengajaran mengenai amanat Kristen diluar tanah asalnya sendiri, tanah Palestina, yakni ketika pesan Kristen ini dikontekstualisasikan dengan cara menyerap budaya-budaya dan ide-ide lokal seperti ide-ide filsafat Yunani…Dalam kenyataan, yang terjadi adalah para reformator bahkan membawa gereja keluar jauh dari warisan aslinya karena mereka dipengaruhi oleh suatu budaya yang berorientasikan ilmu pengetahuan sebagai hasil dari Renaisance. Sehingga keaslian sikap Kristen Yahudi yang senantiasa berdialog secara konstan dengan [ELOHIM] yang penuh simbol dan misteri, sama sekali hilang dari kehidupan liturgi Protestan dan diganti oleh penekanan ala Protestan yakni doktrin…anti Yahudi telah memberi andil terhadap paham [ide] bahwa Kekristenan adalah sebuah agama yang betul-betul asli dan tidak menggunakan unsur Yudaisme apapun. Melupakan akar-akar keyahudian, memberikan konsekwensi-konsekwensi serius terhadap kehidupan liturgi Kristen. Bila orang-orang Kristen tidak lagi memahami arti sepenuhnya latar belakang keyahudian dalam kehidupan liturgi mereka, kontroversi-kontroversi seperti yang ada dalam interpretasi mengenai perjamuan kudus, mulai nampak diantara orang-orang Kristen. Akibat dari kontroversi-kontroversi ini adalah munculnya perpecahan-perpecahan dan aliran-aliran dalam gereja” (f6).

Kedua, Israel dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka terhadap Mesias yang telah diutus ELOHIM Yahweh, sementara Goyim karena percaya pada ELOHIM yang telah mengutus Mesias [Rm 11:20]. Ketiga, jika cabang asli tidak dipatahkan maka Goyim belum tentu ditempelkan dan mendapat kekayaan rohani dari Israel [Rm 11:21]. Keempat, jika Goyim mengabaikan kemurahan Yahweh, akan dipatahkan juga. Jadi meskipun Goyim ditempelkan dalam Akar Zaitun dan mendapat kekayaan rohani, bukan bermakna kekal. Jika mereka memberontak, maka akan dipatahkan pula [Rm 11:22]. Kelima, Bangsa Israel akan ditempelkan kembali dengan akar zaitun [Rm 11:24], setelah bangsa-bangsa Goyim menerima Mesias, maka semua Israel akan diselamatkan [Rm 11:25-27].

Footnote:
(f1) : Oak Harbor, WA : Logos Research System, Inc, 1995
(f2) : Grand Rapids, MI : Zondervan Publishing House, 1984
(f3) : Dallas, Texas : Word Publishing, 1987, 1988, 1991
(f4) : www.beittikvahsynagogues.com
(f5) : Akar Bersama: Belajar tentang Iman Kristen dari Dialog Kristen-Yahudi, Jakarta: BPK, 1999, hal 5
(f6) : Akar-akar Keyahudian dalam Liturgi Kristen, dalam : Jurnal Teologi GEMA Duta Wacana, no 53, Yogyakarta: 1998, hal 72-73
Dan bangsa-bangsa itu akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, demikianlah Firman Tuhan YAHWEH
August 31, 2011, 12:06:15 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8124
  • Gender: Male
  • Shihonage
  • Denominasi: Sebelum muncul kata "denominasi".
Bro Roderick, masalah Islam-Mesianik; coba anda lihat diboard member non Kristen dengan topik "Sekte Islam Mesianik" (sudah dilock oleh moderator) dan coba lewat Facebook cari nama Priscilla Daniel; dia adalah sekretaris gerakan Islam Mesianik lulusan STT Calvinus Jakarta, murtad dari Kristen. Lihat statement tokohnya yang bernama Moch. Ali.

Saya belum selesai menjelaskan tentang doa-doanya, apa yang ada dalam aliran mesianik ini, tetapi anda sudah menyudutkan saya dan memberikan kesan bahwa back to hebraic roots adalah salah, maka itu saya jelaskan tentang kenapa harus akar Ibrani.

Shaloom.
Katanya hajar-hajaran sis? Lha ini mumpung saya bisa hajar sampeyan, kenapa tidak?
Buat saya sih tidak mutlak salah back to hebraic root. Cuman gak kena sasaran saja. Lagian pertanyaan awal saya belum dijawab: mana suksesi rasuliahnya?
:)
Nantikanlah hari kematianmu setiap pagi... Itulah jembatan yang membawamu kepada Kristus.


7ED3C742
August 31, 2011, 12:17:59 AM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2025
  • Gender: Female
  • Pujilah YAHWEH, hai jiwaku. Haleluyah
  • Denominasi: Penyembah YHWH & Mesianik
Bro Roderick, mengapa saya copaskan statement dari Bp. Teguh Hindarto ? Jujur saya sudah katakan diawal bahwa gereja kami masih dalam masa transisi setelah menerima Nama YAHWEH.

Belum jelas mau ke mana modelnya, sebagian jemaat menghendaki ke arah Yudaisme Mesianik sebagian tetap Kharismatik namun terima nama YAHWEH.

Mengapa transisi, awalnya sinodenya adalah GBI, gara-gara menerima nama Yahweh disarankan cari sinode lain, kemudian masuk GPIA, tak lama disuruh cari sinode lain akhirnya masuk sinode GPR.

Tuh khan memanggil nama YAHWEH, dipersulit oleh sinode ????

Kembali ke masalah, karena ini menyangkut doktrin gereja khususnya aliran mesianik, mau tidak mau harus berpatokan dari sumber tokoh-tokohnya.

Begitu bro.

Shalom.
Dan bangsa-bangsa itu akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, demikianlah Firman Tuhan YAHWEH
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)