Author Topic: Taat dan setia  (Read 2320 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 10, 2011, 12:37:01 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 520
  • Denominasi: Kristen Protestan
Taat dan setia

Taat dan setia , ( Hupekoos Yunani ) Obedient to the will of God , adalah buah Roh yang dihasilkan lewat berbagai pencobaan hidup , ( seperti yang dialami umat pilihan Allah bangsa Israel dimasa lalu  diuji agar memiliki Ketaatan dan kesetiaan akan kehendak Tuhan dalam hidup mereka . Kisah para Rasul 7 : 39 ) Tujuannya dalam hidup kita adalah agar Iman percaya teruji 1 Petrus 1 : 6-7 !

Belajar Ketaatan dan kesetiaan Tuhan Yesus akan kehendak Bapa dalam hidup-Nya , Filipi 2 : 4 - 11 .

Dalam ayat 8 Rasul Paulus mengatakan bahwa Yesus  “ Taat sampai mati “  kalimat ini berbicara tentang ketaatan Tuhan Yesus kepada Allah Bapa bukan hanya sesaat atau kadang taat kadang tidak , tetapi ketatanNya dimulai dari awal , Saat KelahiranNya dikandang binatang yang hina sampai mati diatas kayu salib  , KetaatanNya bukanlah sesuatu yang sangat mudah dan sederhana , tetapi melalui perjuangan dengan cara ;

“ Mengosongkan diriNya “ ( Yunani Kenoun artinya melayani habis-habisan ) dari awal sampai akhir pelayananNya tetap TAAT dan setia , kita bisa melihat bukti ketaatanNya  yaitu  :

•   Seandainya saat awal pelayananNya yang dimulai dikandang  binatang , apakah Tuhan Yesus bisa menolakNya ? dan memilih diistana yang megah ? kita  menjawab bisa saja karena DIA Allah mampu melakukan segala perkara menurut kehendakNya , tetapi hal itu tidak dilakukanNya , Dia mau taat apapun yang Allah Bapa inginkan dalam perjalanan hidupNya sebagai juru selamat manusia  !

•   Seandainya saat harus tinggal dirumah tukang kayu sehingga harus ikut terlibat sebagai anak yang taat membantu orang tuanya bekerja tanpa mengenal lelah siang dan malam , bisakah Tuhan Yesus menyuruh para Malaikat untuk mengerjakan itu semua ? tentu lebih dari bisa tetapi itu tidak dilakukanNya !

•   Seandainya saat melayani menghadapi pertentangan dan mau didorong masuk jurang oleh orang parisi dan ahli taurat , bisa saja Tuhan Yesus minta Allah Bapa mengutus Malaikat untuk membunuh orang-orang itu atau berkata kepada bumi agar menelan orang yang memusuhinya , tetapi itu tidak dilakukanNya !

•   Seandainya saat bergumul ditaman Getsemani dan tahu  apa yang akan dialaminya dihina, diludahi , disiksa dengan menggunakan cambuk berduri dan puncaknya mengalami penderitaan dikayu salib , Yesus menolak dan minta pilihan lain yang lebih ringan , tentu bisa bukan , tetapi Dia tidak meminta itu kepada Allah Bapa dan membiarkan diriNya dihina , diludahi , dicambuk dan akhirnya mati dkayu salib .

Jadi dengan jalan  taat kepada kehendak Allah Bapa sepenuh hatiNya , barulah hidupNya bisa memberi dampak mendatangkan berkat bagi banyak orang , Dengan ketaatan yang sempurna dari awal sampai akhir hidupNya yang diabdikan hanya kepada kehendak Allah Bapa untuk menyenangkan hati Allah Bapa saja !  Bapapun mempermuliakan Yesus sampai setiap lidah mengaku setiap lutut bertelut menyembah Dia  ( ayat 9-11 )

Pemahaman ini menolong kita untuk mengetahui apabila seseorang  menghambakan diri dengan hidup taat menurut kehendak Allah atau tujuan hidupnya mau menyenangkan hati Allah maka , hidupnya akan  jadi berkat bagi orang lain ( melayani orang lain ) !

Pertanyaan selanjutnya adalah Kristus menjadi hamba siapa ?  Hamba Allah , melayani kehendak Allah atau hamba manusia melayani kehendak manusia ?

Jawabannya adalah Dia melayani Bapa sepenuhnya Alkitab membuktikan hal ini dalam banyak ayat-ayat menuliskan bahwa seluruh hidupNya untuk melayani “ kehendak Bapa “ lebih dulu !  Yoh 4 : 34 /  8 : 29 . wujud ketaatan-Nya mengikuti kehendak Allah Bapa untuk menyelamatkan ( melayani ) manusia , Itulah sebabnya Tuhan Yesus tidak terjebak melayani  semua kemauan manusia yang mengatur hidupNya karena Ia lebih mengutamakan kehendak Bapa !
Motivasi melayani adalah untuk menyenangkan hati Tuhan dan bukan memuaskan kehendak , keinginan manusiawinya , sehingga setelah melayani tidak memperoleh apa-apa marah , menggerutu , Contoh Asaf yang merasa sia-sia hidup saleh , karena ternyata hidupnya kalah senang dari orang kafir yang tidak takut Tuhan , ( Mazmur 73 : 1-13 ) setelah ia masuk lebih dalam lagi ( Mazmur 73 : 17 ) Asaf baru sadar bagaimana akhir hidup mereka , maka Asafpun bisa mengucap syukur kepada Tuhan. Mazmur 73 : 24-27 .

Sebagai anak-Nya kita mau meneladani kehidupan Tuhan Yesus mengasihi Bapa  dan taat akan kehendak Tuhan seperti yang tertulis dalam ;

1 Yohanes 3 : 16  .
Yohanes memberikan petunjuk kepada kita yang mengasihi Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh ada kewajiban untuk kita lakukan dalam hidup ini yaitu , rela  menyerahkan nyawa kita bagi saudara-saudara  yang lain .

1 Yohanes 4 : 20 .
Firman Tuhan ini  mengingatkan , apabila kita mengatakan bahwa  “ aku mengasihi  Allah “ , tetapi disisi lain  tidak peduli kepada saudara kita yang  kelihatan , Alkitab mengatakan ia adalah pendusta , karena barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang kelihatan ,  tidak mungkin  bisa mengasihi Allah yang tidak kelihatan  !

1 Korintus 9 : 19 .
Kita mau belajar dari pandangan Rasul Paulus yang mengatakan “ Sesungguhnya aku bebas terhadap semua orang , aku menjadikan diriku hamba dari semua orang , supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang . “  karena Rasul Paulus hidup dalam ketaatan kepada Tuhan maka hasilnya adalah pandangan hidupnya  jadi berubah , hidup tidak untuk diri sendiri tetapi jadi berkat bagi banyak orang yang belum diselamatkan .

Tetapi kita perlu mewaspadai  hal-hal berikut ini supaya  jangan salah tafsir dalam  melayani Allah dengan sepenuh hati dan melayani sesama Yaitu :

•   Melayani Allah  bisa disalah tafsirkan dengan  hidup mengisolir diri / bertapa dan  waktu hidupnya hanya membaca Alkitab , berdoa , berpuasa , dan memuji Tuhan , dengan maksud menyenangkan hati Allah , dengan pola pikir yang penting antara aku dan Tuhan saja ,  tetapi disisi lain  mengabaikan tugas melayani sesama , jelas paham ini salah hanya tahu sebagian tetapi tidak tahu kehendak Allah sepenuhnya  .

Melayani Tuhan , berbicara melayani kehendak-Nya lewat membaca , merenungkan dan melakukan Firman dalam hidupnya , membangun hubungan yang intim lewat doa dan penyembahan secara  konsisten ( ada waktu saat teduh pribadi )

•   Melayani sesama bisa juga disalah tafsirkan dengan memuaskan kehendak manusia , untuk memuaskan hati manusia , sehingga kehendak dan selera orang -orang dijadikan tujuan , dan mendahulukan kepentingan orang-orang melebihi , kepentingan kesehatannya , keluarga yang juga merupakan kehendak Allah juga !

Dengan pemahaman yang seimbang hidup tidak membiarkan  diperalat , dieksploitasi , diperbudak , dipermainkan , dan didikte orang lain , pelayanan yang benar seimbang , bijaksana dan  sesuai kehendak Allah ! 2 Timotius 4 : 3-4 Oleh sebab itu pengertian melayani Allah dan sesama harus kita pahami melakukannya harus seturut kehendak Allah ,  tidak hanya menyenangkan hati manusia saja !

Dengan pengertian ini suatu saat kita bisa menentang pikiran orang-orang yang tidak mengerti kehendak Tuhan  misal ibadah hanya mau hura-hura saja , minta kotbah yang lucu-lucu saja , tidak mau kotbah tentang pengajaran , atau mau mencampur baurkan mistik dalam  ibadah dan penyembahan  kepada Allah ! hal tersebut  bisa membuat  kecewa , marah dan bisa berakibat semua pengorbanan kita yang habis–habisan diterima dengan pelecehan , kesalah pahaman , kebencian dan berakhir dalam penyaliban , seperti juga yang di alami Tuhan Yesus saat berbicara dan  melayani bangsa Israel ! . Yoh 6 : 25 – 59 .

Kita harus tahu  pelayanan pasti membutuhkan pengorbanan waktu , tenaga , pikiran perhatian, uang, juga perasaan , berbicara akan hal ini ada beberapa catatan penting yang perlu kita perhatikan disini yaitu :

1.   Melalui perumpamaan dalam Luk 10 : 25-37 . tentang orang Samaria yang menolong sesama  berdasarkan “ hukum  yang kedua yaitu kasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri “  secara spontan ia menolong tanpa pertimbangan apapun dan berani menanggung  resiko membayar biaya hotel dan perawatan dari orang yang terluka karena perampokan itu , seandainya orang Samaria itu hanya mau menanggung biaya sebagian saja , tanpa mau membawa orang sakit itu sampai dihotel dan membayar biaya  sampai sembuh , maka sia-sia saja pertolongannya itu bukan !

Walaupun kita merelakan semua milik kita , termasuk didalamnya nyawa kita untuk Tuhan pakai menjawab kebutuhan sesama , itu tidak berarti bahwa kita memberikan seluruh milik dan waktu kita kepada siapapun yang memintanya kepada kita , Yesus sendiri sekalipun memberikan seluruh hidupNya untuk kita , tetapi IA tidak asal melayani, dan Ia tidak memberikan hidupnya habis-habisan untuk menyembuhkan siapa saja yang datang kepadaNya , Ia tidak memberi makan kepada siapa saja , Ia juga tidak mengajar kepada siapa saja  hanya  yang Allah bapa katakan kepadaNya , betapa pentingnya kita memahami batasan ini ! contoh ; Tuhan tidak terjebak dalam popularitas orang yang mencari-cari-Nya sepanjang malam Ia tinggalkan mereka untuk melanjutkan tugas dikota lain .
Markus 1 :35 - 38 .

2.   Kebutuhan sesama kita Allah dijawab melalui apa yang kita berikan kepada Allah  dengan rela hati , Yesus melakukan muzizat merubah air menjadi anggur karena para pelayan mau menyediakan air bagiNya ,( Yoh 2 : 5,7 ) muzizat memberi makan 5000 dan sisa 12 keranjang tidak akan terjadi kalau tidak ada anak yang merelakan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan miliknya  . ( Mat 14 : 17 - 21 )

3.   Memberikan pertolongan kepada sesama bukan  berarti kita mengorbankan kepentingan diri sendiri , mengabaikan kepentingan keluarga , sebab kalau dilakukan akan menghancurkan perlayanan itu sendiri Mengapa ? karena kita akan kehabisan segalanya , akibatnya tidak ada lagi yang bisa kita lakukan kepada orang lain karena kita habis –habisan , seperti juga Tuhan Yesus selalu menyingkir mencari tempat untuk bisa ada waktu dengan Allah Bapa , tahu batasan dalam pelayananNya , batasan menolong manusia  , tidak melebihi tujuan utama misi Allah Bapa kepadaNya , yaitu mati dikayu salib sebagai penebus dosa manusia !

Jadi hidup mementingkan orang lain yang Allah kehendaki bukanlah hidup hanya mengurusi orang lain tanpa mengurusi diri sendiri , contoh setiap kali dalam penerbangan pramugari selalu mengatakan kalau ada bahaya kekurangan oksigen maka ibu harus memakai masker oksigen lebih dulu baru menolong anaknya , maksudnya bukan egois , tetapi bagaimana bisa mengurus orang lain kalau dirinya sendiri belum siap menolong orang lain .

Jalan menuju ketaatan adalah hidup melekat kepada Yesus sehingga kita bisa menghasilkan buah-buah dalam kehidupan kita , sebab diluar persekutuan yang intim dengan Tuhan kita tidak mungkin bisa menghasilkan buah kehidupan apapun  !  ( Yohanes 15 :  4, 5 )

Inilah ketaatan dan kesetiaan yang Tuhan inginkan , dengan hidup meneladani Yesus dalam Ketaatan total kepada kehendak Allah Bapa , yang berakibat kita memenuhi kehendak Allah yaitu melayani sesama , dan  manfaat ketaatan dan kesetiaan  kepadaNya , adalah saat Dia datang kembali , Ia akan memberikan kerajaanNya kepada kita semua yang taat dan setia hidup menurut kehendakNya .   -  Amin -


                                                                 
                                                                             
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)