Author Topic: Wakil Allah di dunia ( Allah selalu menggunakan Sistemnya-Allah tidak berubah)  (Read 30684 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 12, 2011, 09:29:47 PM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 854
  • Gender: Male
  • Guru terbaik adalah ROH KUDUS
  • Denominasi: Murid Kristus

Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.” (Luk 10:16). Itu perkataan YESUS sendiri!! Jadi bagaimana kamu bisa dibilang tunduk kepada YESUS jika kamu menolak tunduk kepada para penerus ajaran2 Kritus? Kamu pikir untuk apa YESUS menunjuk 12 orang rasul nya selama Ia di dunia ini? Apa dasar kamu mengatakan bahwa anda tidak menolak KRISTUS sedangkan YESUS sendiri menyatakan Jika kamu menolak para rasul maka kamu menolak Dia!
Lucunya saya tidak menolak para rasul

Yang saya tolak bapa gereja bukan para rasul

Jika seumpama benar gerejamu adalah penerus ajaran Kristus sejati , tentunya tidak diperbolehkan untuk sujud di bawah patung dan menyembahnya

Dan saya tidak pernah mendengar Petrus ataupun Paulus sujud / mencium patung

Itu artinya dari buahnya gerejamu tidak memenuhi syarat sebagai penerus ajaran Kristus sejati

matius 7:15-20

7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Saya rasa perang salib dan inkuisi tidak mencerminkan perbuatan kristus

shalom
1 Yohanes 2 : 27
(27) Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu
September 12, 2011, 10:28:56 PM
Reply #11
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 270
kalo boleh comot ayat pan ada ntu ayat yagn bilang klo seorang murid bakal jdi kek gurunya klo dah kelar belajar
tapi kalo diliat sekarang kq malah aneh aneh aja manalagi banyak doktrin g jelas spertinya murid murid nya ntah pd blajarnya ngikut guru yagn mana kali yee ato salah kale dalam porses pembelajarannya
September 12, 2011, 10:33:11 PM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1114
  • Gender: Male
  • Yesus sahabatku
“Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.” (Luk 10:16).

sorry bro clay, sedikit koreksi,

Luk 10:1  Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
Amsal 21:2  Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.

Wahyu 22: 21  Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

http://www.yabina.org/layout2.htm
September 13, 2011, 07:12:40 AM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3677
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Quote from: Heretics2
Lucunya saya tidak menolak para rasul

Yang saya tolak bapa gereja bukan para rasul


Siapakah yang menulis Injil? Siapakah yang meng canon-kan apa yang sekarang disebut ALKITAB yang menjadi pedoman iman anda untuk percaya pada YESUS dan membuat anda kenal YESUS?  Apakah para Rasul atau penerusnya?Jika YESUS datang tanpa menunjuk 12 orang rasulnya, dan jika para rasul tidak menunjuk penerusnya apakah hari ini anda mengenal YESUS?  300 tahun lamanya para Martir mempertahankan kemurnian ajaran YESUS yang mereka terima dari para rasul, dan mereka membayar itu dengan darah mereka, karena itu anda mengenal YESUS hari ini!  Karena itu jika anda mengatakan MENOLAK BAPA GEREJA tolak pula ALKITAB yang anda pegang hari ini!! Jangan2 itu bukan berisi Firman Tuhan!! Jangan anda berstandard Ganda disini!!

Sejarah menunjukkan bahwa yang menentukan apakah suatu kitab tertentu diilhami ROH KUDUS atau tidak adalah Gereja Katolik. Hal ini mungkin karena kita percaya bahwa Gereja Katolik dipimpin oleh para rasul dan para penerusnya yang dibimbing oleh ROH KUDUS. Karena ROH KUDUS ini adalah Roh yang sama dengan Roh yang mengilhami penulisan kitab-kitab itu, maka peneguhan yang ditetapkan oleh Gereja tentang kitab-kitab tersebut tidak mungkin keliru, karena ROH KUDUS tidak mungkin mempertentangkan Diri-Nya sendiri.

Jika anda  tidak mempercayai hal ini, anda  sama saja dengan mempertanyakan janji KRISTUS yang mengatakan akan menyertai para rasul-Nya sampai akhir zaman (lih. Mat 28:19-20). Kita tahu, bahwa para rasul semuanya telah wafat, sehingga janji penyertaan-Nya sampai akhir zaman hanya mungkin diartikan bahwa YESUS akan menyertai para pengganti rasul- rasul tersebut, dan menjaga mereka dari kesesatan dalam kapasitasnya memimpin Gereja dan melestarikan ajaran KRISTUS. Maka, dengan mengimani janji KRISTUS itu, kita percaya bahwa para pengganti rasul diilhami oleh ROH KUDUS untuk meneguhkan kitab-kitab mana yang diilhami ROH KUDUS dan untuk membimbing umat beriman dari kesesatan.

Quote from: Heretics2
Jika seumpama benar gerejamu adalah penerus ajaran KRISTUS sejati , tentunya tidak diperbolehkan untuk sujud di bawah patung dan menyembahnya

Dan saya tidak pernah mendengar Petrus ataupun Paulus sujud / mencium patung

Itu artinya dari buahnya gerejamu tidak memenuhi syarat sebagai penerus ajaran KRISTUS sejati

matius 7:15-20

7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.


Soal patung dalam gereja Katolik sudah sering dibahas di sini, masuk saja dlm diskusi2 tsb.

Quote from: Heretics2
Saya rasa perang salib dan inkuisi tidak mencerminkan perbuatan KRISTUS

shalom



Soal inkuisi yang sering anda bawa2 terus dalam diskusi kita berikut tanggapan saya:

Jangan merasa diri suci sendiri dan tidak berdosa, itu ciri kaum munafik!! Kita melihat apa yang terjadi dalam inkuisisi yang dilakukan oleh Gereja dan yang dilakukan oleh pemerintah sekular pada abad 13-14, dan jumlah korban umat manusia di abad- abad berikutnya.

Sebagai contohnya, di Touluose, dari 1308-1323 hanya 42 orang dari 930 yang diadili dinyatakan sebagai “unpenitent heretics“/ bidat yang tak menyesal, dan diserahkan kepada pihak pemerintah sekular.

Spanish Inquisition, dalam 30 tahun pemerintahan ratu Isabel, ada sekitar 100,000 orang yang dikirim ke inkuisisi, dan 80,000 dinyatakan tidak bersalah. 15,000 dinyatakan bersalah, namun setelah mereka menyatakan iman secara publik, maka mereka dibebaskan kembali. Hanya ada sekitar 2,000 orang yang meninggal karena keputusan inkuisisi sepanjang pemerintahan  Ratu Isabella, dan 3000 orang kemudian dari tahun 1550 – 1800. Sedangkan, sebagai perbandingan,  hanya dalam waktu 20 hari, Revolusi Perancis (1794), yang dimotori oleh gerakan “Enlightenment”, meng-eksekusi pria dan wanita sebanyak 16,000- 40,000. Jumlah korban ini, jauh lebih banyak daripada korban inkuisisi dalam 30 tahun pemerintahan Ratu Isabella.


Menurut Raphael Molisend, seorang sejarahwan Protestan, Henry VIII membunuh 72,000 umat Katolik. Orang yang meninggal selama beberapa tahun pada masa pemerintahan Henry VIII dan anaknya Elizabeth I, jauh melebihi apa yang terjadi pada inkuisisi di Spanyol dan Roma selama 3 abad. Dari Geneva, Calvin mengirimkan utusan kepada England (Inggris) dengan pesan untuk membunuh orang-orang Katolik: “Siapa yang tidak mau membunuh para pengikut Paus, adalah pengkhianat.” Kebijakan ini dikenal tidak hanya oleh orang-orang Inggris yang setia kepada Roma, tetapi juga orang- orang Irlandia, yang hidup dan hak asasinya diambil (sampai 1913), demikian juga tanah mereka. Tahun  1585 parlemen Inggris mengeluarkan dekrit “hukuman mati bagi para warga Inggris yang kembali ke Inggris setelah ditahbiskan menjadi imam Katolik, dan semua orang yang menghubungi mereka.” (Black Legends of the Church by Vittorio Messori, ch. 6, nr. 36)

Pertanyaan yang sama saya ajukan kepada anda apakah yang dilakukan Calvin dan parlemen inggris mencerminkan perbuatan KRISTUS?

Bandingkan juga dengan Perang Dunia I dan II, yang membunuh 50 juta orang. 40 juta orang meninggal dalam masa pemerintahan Stalin di Rusia. 80 juta orang meninggal di Cina karena revolusi komunis dan 2 juta di Kamboja.

Tentu saja ada kesalahan yang dilakukan oleh putera/i Gereja yang tidak menerapkan hukum kasih selama dalam proses inkuisisi ini. Inilah sebabnya Paus Yohanes Paulus II meminta maaf atas nama mereka, menjelang perayaan tahun Yubelium 2000. Di satu sisi, kita seharusnya melihat keberanian dari Gereja Katolik untuk mengakui kesalahan ini dan dengan berani meminta maaf. Silakan membandingkan dengan agama atau gereja lain, apakah ada yang pernah melakukan hal yang sama, untuk meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh putera dan puteri mereka di masa yang lalu?

Salam
« Last Edit: September 13, 2011, 07:55:20 AM by CLAY »
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 13, 2011, 08:04:31 AM
Reply #14
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 293
  • Denominasi: Kristen
Dear All,


Kemurtadan—Jalan menuju Allah Terhalang

MENGAPA 400 tahun pertama sejarah Susunan Kristen begitu penting? Alasannya sama dengan pentingnya tahun-tahun pertama kehidupan seorang anak—karena periode itu merupakan tahun-tahun pembentukan yang menjadi dasar kepribadian individu tersebut di masa depan. Apa yang disingkapkan oleh abad-abad permulaan Susunan Kristen?

2 Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita ingat suatu kebenaran yang dinyatakan oleh Yesus Kristus, ”Masuklah melalui gerbang yang sempit; karena lebar dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; sebab sempitlah gerbang dan sesaklah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang menemukannya.” Jalan yang sesuai dengan kemauan kita itu lebar; jalan yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang benar itu sempit.—Matius 7:13, 14.

3 Pada awal Kekristenan terbentanglah dua jalan di hadapan orang-orang yang mendukung iman yang tidak populer itu—tanpa kompromi berpegang pada ajaran-ajaran dan prinsip-prinsip dari Kristus dan Alkitab atau tertarik ke jalan kompromi yang lebar dan mudah bersama dunia zaman itu. Seperti yang akan kita lihat, 400 tahun pertama sejarah tersebut memperlihatkan jalan mana yang akhirnya dipilih oleh kebanyakan orang.

Rayuan Filsafat
4 Sejarawan Will Durant menjelaskan, ”Gereja mengadopsi beberapa kebiasaan dan bentuk ibadat yang umum di Roma pra-Kristen [kafir]—selendang dan jubah keagamaan para imam kafir, penggunaan kemenyan dan air suci untuk pemurnian, penyalaan lilin dan lampu abadi di depan altar, penyembahan santo, arsitektur basilika, hukum Roma sebagai dasar hukum kanonis, gelar Pontifex Maximus bagi Imam Tertinggi, dan pada abad keempat, bahasa Latin . . . Tak lama kemudian, para uskuplah, bukannya para penguasa daerah Romawi, yang mengeluarkan peraturan dan memegang tampuk kekuasaan di kota-kota; para uskup agung akan mendukung, atau bahkan menggantikan, gubernur provinsi; dan sinode para uskup menggantikan dewan provinsi. Gereja Roma mengikuti jejak negara Roma.”—The Story of Civilization: Part III—Caesar and Christ.

5 Sikap kompromi dengan dunia Roma ini bertentangan sekali dengan ajaran Kristus dan para rasul. (Lihat kotak, halaman 262.) Rasul Petrus menasihati, ”Saudara-saudara yang kukasihi, . . . aku membangunkan kemampuan berpikirmu yang tajam melalui suatu pengingat, agar kamu mengingat perkataan yang telah disampaikan sebelumnya oleh nabi-nabi kudus dan perintah Tuan dan Juru Selamat itu melalui rasul-rasulmu. Maka, hai, saudara-saudara yang kukasihi, karena kamu telah mengetahui ini sebelumnya, waspadalah agar kamu tidak terbawa oleh mereka, melalui kesalahan orang-orang yang menentang hukum dan jatuh dari keadaanmu yang kokoh.” Paulus dengan jelas menasihati, ”Jangan memikul kuk secara tidak seimbang bersama orang-orang yang tidak percaya. Karena apakah ada persekutuan antara keadilbenaran dengan pelanggaran hukum? Atau apakah ada persamaan antara terang dengan kegelapan? . . . ’”Karena itu keluarlah dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu,” kata Yehuwa, ”dan berhentilah menyentuh perkara yang najis”’; ’”dan aku akan menerima kamu.”’”—2 Petrus 3:1, 2, 17; 2 Korintus 6:14-17; Penyingkapan 18:2-5.

6 Meskipun adanya pengingat yang jelas ini, orang Kristen yang murtad pada abad kedua mengadopsi atribut-atribut agama Romawi kafir. Mereka tidak mempertahankan kemurnian awal yang berdasarkan Alkitab, tetapi sebaliknya mengenakan jubah serta gelar-gelar Romawi kafir dan sangat dipengaruhi oleh filsafat Yunani. Profesor Wolfson dari Harvard University menjelaskan dalam The Crucible of Christianity bahwa pada abad kedua, banyak sekali ”orang kafir yang paham filsafat” memasuki Kekristenan. Mereka mengagumi hikmat orang Yunani dan menyangka bahwa ada persamaan antara filsafat Yunani dan ajaran Alkitab. Wolfson melanjutkan, ”Adakalanya mereka menyatakan diri dengan berbagai cara untuk menunjukkan bahwa filsafat adalah karunia istimewa Allah untuk orang Yunani melalui penalaran manusia seperti halnya Alkitab untuk orang Yahudi melalui penyingkapan langsung.” Ia melanjutkan, ”Bapak-Bapak Gereja . . . memulai upaya yang sistematis untuk memperlihatkan bahwa, di balik bahasa sederhana yang Alkitab gunakan, tersembunyi ajaran-ajaran para filsuf yang diutarakan dengan istilah-istilah teknis yang
samar-samar yang diciptakan di Akademi, Lyceum, dan Beranda [pusat-pusat diskusi filsafat] mereka.”

7 Sikap demikian membuka jalan bagi filsafat dan peristilahan Yunani untuk memasuki ajaran Susunan Kristen, khususnya di bidang doktrin Tritunggal dan kepercayaan akan jiwa yang tak berkematian. Sebagaimana Wolfson nyatakan, ”Bapak-Bapak [Gereja] mulai mencari dua istilah teknis yang baik dalam perbendaharaan istilah filsafat. Yang satu digunakan untuk menunjukkan kenyataan bahwa setiap anggota Tritunggal adalah pribadi yang terpisah, dan yang satu lagi digunakan untuk menunjukkan kesatuan mereka yang mendasar.” Namun, mereka harus mengakui bahwa ”konsep Allah tiga serangkai merupakan misteri yang tidak dapat dipecahkan oleh penalaran manusia”. Sebaliknya, Paulus dengan jelas menyadari bahaya pencemaran dan ’pemutarbalikan kabar baik’ demikian ketika ia menulis kepada orang-orang Kristen di Galatia dan Kolose, ”Berhati-hatilah: mungkin ada orang yang akan membawa kamu pergi sebagai mangsanya melalui filsafat [bahasa Yunani, fi·lo·so·fi′as] dan tipu daya kosong menurut ajaran turun-temurun dari manusia, menurut hal-hal dasar dari dunia dan bukan menurut Kristus.”—Galatia 1:7-9; Kolose 2:8; 1 Korintus 1:22, 23.

Kebangkitan Ditiadakan
8 Seperti telah kita bahas dalam buku ini, manusia terus bergumul dengan misteri kehidupannya yang singkat dan terbatas yang berakhir dengan kematian. Seorang penulis asal Jerman Gerhard Herm menyatakan dalam bukunya The Celts—The People Who Came Out of the Darkness, ”Agama adalah salah satu jalan untuk membuat orang bisa menerima kenyataan bahwa suatu hari mereka pasti mati, entah dengan janji akan kehidupan yang lebih baik di alam baka, kelahiran kembali, atau keduanya.” Hampir setiap agama bergantung pada kepercayaan bahwa jiwa manusia itu tak berkematian dan bahwa setelah mati jiwa akan pergi ke alam baka atau pindah ke makhluk lain.

9 Hampir semua agama Susunan Kristen dewasa ini juga menganut kepercayaan itu. Miguel de Unamuno, seorang pakar terkemuka abad ke-20 asal Spanyol, menulis mengenai Yesus, ”Sebaliknya, ia percaya pada kebangkitan jasmani [misalnya kasus Lazarus (lihat halaman 248-51)], seperti yang dianut orang Yahudi, dan bukan pada jiwa yang tak berkematian, seperti yang dianut Plato [Yunani]. . . . Bukti mengenai hal ini dapat dilihat dalam setiap buku tafsiran yang jujur.” Ia menyimpulkan, ”Jiwa yang tak berkematian . . . adalah dogma filsafat kafir.” (La Agonía Del Cristianismo [Penderitaan Kekristenan]) ”Dogma filsafat kafir” itu menyusup ke dalam ajaran Susunan Kristen, meskipun Kristus jelas-jelas tidak memiliki gagasan demikian.—Matius 10:28; Yohanes 5:28, 29; 11:23, 24.

10 Pengaruh filsafat Yunani yang tidak kentara ini merupakan faktor kunci dari kemurtadan setelah kematian para rasul. Ajaran jiwa yang tak berkematian dari Yunani menyiratkan perlunya berbagai tujuan bagi jiwa—surga, api neraka, api penyucian, firdaus, Limbo. Dengan memanipulasi ajaran-ajaran demikian, mudahlah bagi golongan imam untuk membuat kawanan mereka tetap patuh dan takut pada Akhirat serta untuk menarik pemberian dan sumbangan dari mereka. Hal ini membuat kita bertanya lebih jauh: Bagaimana asal mula golongan imam dan pendeta yang eksklusif dalam Susunan Kristen?—Yohanes 8:44; 1 Timotius 4:1, 2.

Terbentuknya Golongan Klerus
11 Petunjuk lain kemurtadan adalah mundurnya semua orang Kristen dari pelayanan umum yang diajarkan oleh Yesus serta para rasul, dan berkembangnya golongan pemimpin agama yang eksklusif serta hierarki dalam Susunan Kristen. (Matius 5:14-16; Roma 10:13-15; 1 Petrus 3:15) Pada abad pertama, setelah kematian Yesus, para rasul beserta penatua Kristen lainnya yang memenuhi syarat secara rohani di Yerusalem bertugas untuk memberikan nasihat dan bimbingan kepada sidang Kristen. Tidak seorang pun merasa lebih tinggi daripada yang lain.—Galatia 2:9.

12 Pada tahun 49 M, mereka perlu mengadakan rapat di Yerusalem untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang mempengaruhi orang Kristen pada umumnya. Catatan Alkitab menceritakan bahwa setelah pembahasan secara terbuka, ”rasul-rasul dan para tua-tua [pre‧sby′te‧roi] bersama segenap sidang jemaat berkenan mengutus pria-pria yang dipilih dari antara mereka ke Antiokhia bersama Paulus dan Barnabas, . . . dan melalui tangan pria-pria itu, mereka menulis, ’Dari rasul-rasul dan para tua-tua, saudara-saudara, kepada saudara-saudara yang ada di Antiokhia, Siria, dan Kilikia, yang berasal dari bangsa-bangsa: Salam!’” Jelaslah, para rasul dan penatua melayani sebagai badan pimpinan yang mengurus sidang-sidang Kristen yang tersebar luas.—Kisah 15:22, 23.

13 Jika badan pimpinan di Yerusalem merupakan penyelenggaraan Kristen masa awal untuk mengawasi semua orang Kristen secara umum, sistem pengarahan apa yang ada di setiap sidang, di tingkat lokal? Dari surat Paulus kepada Timotius jelaslah bahwa sidang-sidang mempunyai pengawas-pengawas (bahasa Yunani, e‧pi′sko‧pos, asal kata ”episkopal”) yang adalah para penatua (pre‧sby′te‧roi), pria-pria yang memenuhi syarat untuk mengajar rekan-rekan Kristen karena tingkah laku dan kerohanian mereka. (1 Timotius 3:1-7; 5:17) Pada abad pertama, pria-pria ini tidak membentuk golongan klerus yang eksklusif. Mereka tidak mengenakan jubah yang khas. Kerohanian merekalah ciri khasnya. Bahkan, setiap sidang memiliki badan penatua (pengawas), bukan kekuasaan oleh satu orang semacam sistem monarki.—Kisah 20:17; Filipi 1:1.

14 Seraya waktu berlalu, kata e‧pi′sko‧pos (pengawas, penanggung jawab) berubah menjadi ”uskup”, artinya imam yang mempunyai wewenang atas klerus lainnya di wilayah keuskupannya. Sebagaimana dijelaskan Bernardino Llorca, seorang Yesuit Spanyol, ”Mula-mula, tidak dibuat perbedaan yang besar antara uskup dan presbiter, dan yang diperhatikan hanyalah arti kata-kata tersebut: uskup sama dengan penanggung jawab; presbiter sama dengan tua-tua. . . . Tetapi, sedikit demi sedikit perbedaannya semakin jelas, yang disebut uskup adalah penanggung jawab yang lebih penting dengan wewenang keimaman tertinggi dan kemampuan untuk menumpangkan tangan serta menganugerahkan keimaman.” (Historia de la Iglesia Católica [Sejarah Gereja Katolik]) Sebenarnya, para uskup mulai menjalankan peranan dalam semacam sistem monarki, khususnya sejak permulaan abad keempat. Suatu hierarki, atau kelompok klerus yang memerintah, dibentuk dan belakangan uskup Roma yang mengaku sebagai pengganti Petrus diakui oleh banyak orang sebagai uskup tertinggi dan paus.

15 Dewasa ini, kedudukan uskup di berbagai gereja Susunan Kristen merupakan kedudukan yang bergengsi dan berkuasa, biasanya dengan gaji besar, dan sering disejajarkan dengan golongan penguasa elit setiap negara. Tetapi, ada perbedaan yang mencolok antara status mereka yang ditinggikan serta dimuliakan dan kesederhanaan organisasi di bawah Kristus serta para penatua, atau pengawas, sidang Kristen masa awal. Dan, apa yang dapat dikatakan mengenai perbedaan besar antara Petrus dan orang-orang yang menyebut diri para penggantinya, yang memerintah di lingkungan Vatikan yang mewah?—Lukas 9:58; 1 Petrus 5:1-3.

Kekuasaan dan Prestise Kepausan
16 Salah satu sidang Kristen masa awal yang menerima pengarahan dari para rasul dan penatua di Yerusalem adalah sidang di Roma, yang dijangkau oleh kebenaran Kristen mungkin tidak lama setelah Pentakosta 33 M. (Kisah 2:10) Seperti halnya sidang Kristen lain pada masa itu, sidang tersebut memiliki penatua-penatua, yang melayani sebagai suatu badan pengawas tanpa seorang pun yang berkedudukan lebih tinggi. Pasti tidak ada pengawas masa awal di sidang Roma itu yang dipandang oleh orang-orang sezamannya sebagai uskup atau paus, karena keuskupan monarki di Roma belum terbentuk. Kapan mulainya keuskupan yang bersifat monarki, atau dipimpin oleh satu orang, sulit untuk dipastikan. Bukti menunjukkan bahwa itu mulai terbentuk pada abad kedua.—Roma 16:3-16; Filipi 1:1.

17 Gelar ”paus” (dari bahasa Yunani pa′pas, bapak) tidak digunakan selama dua abad pertama. Seorang mantan Yesuit bernama Michael Walsh menjelaskan, ”Tampaknya pada abad ketigalah pertama kalinya seorang Uskup Roma disebut ’Paus’, dan gelar itu diberikan kepada Paus Kalistus . . . Pada akhir abad kelima, ’Paus’ biasanya memaksudkan Uskup Roma dan bukan orang lain. Tetapi, baru pada abad kesebelaslah seorang Paus dapat menuntut agar gelar itu berlaku untuk dirinya saja.”—An Illustrated History of the Popes.

18 Salah seorang uskup Roma pertama yang menegakkan wewenangnya adalah Paus Leo I (paus, 440-461 M). Michael Walsh selanjutnya menjelaskan, ”Leo mengambil gelar Pontifex Maximus yang berasal dari kekafiran, yang masih digunakan oleh para paus dewasa ini, dan yang menjelang akhir abad keempat, masih disandang oleh Kaisar-Kaisar Romawi.” Tindakan Leo I didasarkan pada tafsiran Katolik atas kata-kata Yesus di Matius 16:18, 19. (Lihat kotak, halaman 268.) Ia ”menyatakan bahwa karena St.  Petrus adalah yang utama di antara para Rasul, gereja St.  Petrus harus dipandang unggul di antara gereja-gereja”. (Man’s Religions) Melalui langkah ini, Leo I membuat jelas bahwa walaupun kaisar memegang kekuasaan sementara di Konstantinopel di Timur, ia menjalankan kekuasaan rohani dari Roma di Barat. Kekuasaan ini lebih diperjelas ketika Paus Leo III menobatkan Charlemagne sebagai kaisar Imperium Romawi Suci pada tahun 800 M.

19 Sejak tahun 1929, pemerintah sekuler memandang paus Roma sebagai penguasa suatu negara yang berdaulat, yakni Kota Vatikan. Jadi, tidak seperti organisasi agama lainnya, Gereja Katolik Roma dapat mengirim wakil-wakil diplomatik, nunsius (duta besar), ke berbagai pemerintahan dunia. (Yohanes 18:36) Paus dihormati dengan banyak gelar, di antaranya Vikaris (Wakil) Yesus Kristus, Pengganti sang Pemimpin para Rasul, Imam Tertinggi Gereja Universal, Patriark Barat, Uskup Agung Italia, Penguasa Kota Vatikan. Ia disambut dengan kebesaran dan upacara. Ia diberi kehormatan bagaikan seorang kepala negara. Sebagai kontras, perhatikan bagaimana reaksi Petrus, yang dianggap sebagai paus dan uskup Roma pertama, ketika perwira Romawi Kornelius berlutut di kaki Petrus untuk sujud kepadanya, ”Petrus menarik dia berdiri, dan mengatakan, ’Bangunlah; aku juga seorang manusia.’”—Kisah 10:25, 26; Matius 23:8-12.

20 Pertanyaannya sekarang: Bagaimana gereja yang murtad pada abad-abad permulaan itu bisa memperoleh kekuasaan dan prestise yang begitu besar? Bagaimana kesederhanaan dan kerendahan hati Kristus serta orang Kristen masa awal berubah menjadi keangkuhan dan kemegahan Susunan Kristen?

Fondasi Susunan Kristen
21 Titik balik untuk agama baru ini dalam Imperium Romawi adalah tahun 313 M, ketika Kaisar Konstantin konon ditobatkan ke ”Kekristenan”. Bagaimana pertobatan ini terjadi? Pada tahun 306 M, Konstantin menggantikan ayahnya dan belakangan, ia bersama Lisinius memerintah Imperium Romawi. Ia dipengaruhi oleh pengabdian ibunya kepada Kekristenan dan kepercayaannya sendiri pada perlindungan ilahi. Sebelum ia pergi bertempur di dekat Roma di Jembatan Milvian pada tahun 312 M, ia mengaku mendapat mimpi dan diperintahkan untuk menuliskan monogram ”Kristen”—huruf-huruf Yunani khi dan rho, dua huruf pertama dari nama Kristus dalam bahasa Yunani—pada perisai prajuritnya. Dengan ’jimat suci’ ini, bala tentara Konstantin mengalahkan musuhnya, Maxentius.

22 Tak lama setelah memenangkan pertempuran itu, Konstantin menyatakan bahwa ia telah menjadi orang percaya, meskipun ia baru dibaptis tepat sebelum kematiannya kira-kira 24 tahun kemudian. Ia selanjutnya berupaya memperoleh dukungan orang-orang yang mengaku Kristen dalam imperiumnya dengan ”menggunakan [huruf-huruf Yunani] Khi-Rho [Artwork—Greek characters] sebagai lambangnya . . . Akan tetapi, Khi-Rho telah lebih dahulu digunakan sebagai ligatur [gabungan huruf-huruf] dalam konteks kafir maupun Kristen”.—The Crucible of Christianity, disunting oleh Arnold Toynbee.

23 Alhasil, fondasi Susunan Kristen diletakkan. Seperti ditulis oleh penyiar radio Inggris Malcolm Muggeridge dalam bukunya The End of Christendom, ”Susunan Kristen dimulai dari Kaisar Konstantin.” Namun, ia juga membuat komentar yang jeli, ”Anda bahkan dapat mengatakan bahwa Kristus sendiri telah meniadakan Susunan Kristen sebelum terbentuk dengan mengatakan bahwa kerajaannya bukan dari dunia ini—salah satu pernyataannya yang berdampak paling luas dan penting.” Dan, itu merupakan pernyataan yang paling diabaikan oleh para penguasa agama dan politik Susunan Kristen.—Yohanes 18:36.

24 Dengan dukungan Konstantin, agama Susunan Kristen menjadi agama resmi Negara di Imperium Romawi. Seorang profesor agama, Elaine Pagels, menjelaskan, ”Para uskup Kristen, yang tadinya menjadi sasaran penangkapan, penyiksaan, dan eksekusi, kini mendapat pembebasan pajak, hadiah-hadiah dari perbendaharaan kaisar, prestise, dan bahkan pengaruh di istana; gereja-gereja mereka kini memperoleh kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan terkemuka.” Mereka telah menjadi sahabat kaisar, sahabat dunia Roma.—Yakobus 4:4.

Konstantin, Bidah, dan Ortodoksi
25 Mengapa ”pertobatan” Konstantin begitu penting? Karena sebagai kaisar ia memiliki pengaruh kuat dalam urusan Gereja ”Kristen” yang terpecah belah secara doktrin, dan ia menginginkan persatuan dalam imperiumnya. Pada masa itu, para uskup yang berbahasa Yunani dan Latin sedang berdebat sengit tentang ”hubungan antara ’Firman’ atau ’Putra Allah’ yang telah menjelma sebagai Yesus, dan ’Allah’ sendiri, sekarang disebut ’sang Bapak’—yang nama-Nya, yakni Yahweh, umumnya telah dilupakan”. (The Columbia History of the World) Ada yang lebih menyukai pandangan yang didukung Alkitab bahwa Kristus, Lo′gos, diciptakan sehingga kedudukannya lebih rendah daripada sang Bapak. (Matius 24:36; Yohanes 14:28; 1 Korintus 15:25-28) Di antaranya ialah Arius, seorang imam di Aleksandria, Mesir. Malah, R. P. C. Hanson, seorang profesor teologi, menyatakan, ”Sebelum pecahnya Kontroversi Arius [pada abad keempat], tidak ada teolog di Gereja Timur ataupun Barat yang dalam beberapa hal tidak menganggap Putra lebih rendah kedudukannya daripada Bapak.”—The Search for the Christian Doctrine of God.

26 Yang lain menganggap pandangan tentang kedudukan Kristus yang lebih rendah itu sebagai bidah dan lebih condong kepada penyembahan Yesus sebagai ”Allah yang Menjelma”. Namun, Profesor Hanson menyatakan bahwa periode yang dipersoalkan (abad keempat) ”bukanlah sejarah tentang upaya membela ortodoksi [Tritunggal] yang telah dimufakati dan mapan terhadap serangan-serangan dari bidah terbuka [Arianisme]. Mengenai pokok yang khususnya sedang dibahas, belum ada doktrin ortodoks apa pun”. Ia melanjutkan, ”Semua pihak yakin bahwa mereka didukung oleh Alkitab sebagai sumber wewenang. Masing-masing menggambarkan pihak lain tidak ortodoks, tidak tradisional, dan tidak berdasarkan Alkitab.” Kalangan agama terpecah belah akibat sengketa teologis ini.—Yohanes 20:17.

27 Konstantin menginginkan persatuan dalam wilayah kekuasaannya, dan pada tahun 325 M ia mengadakan suatu konsili bagi para uskupnya di Nicea, yang terletak di wilayah Timur imperiumnya yang berbahasa Yunani, di seberang Selat Bosporus dari kota baru Konstantinopel. Konon, ada sekitar 250 sampai 318 uskup yang hadir, hanya sebagian kecil dari jumlah keseluruhan, dan kebanyakan yang hadir berasal dari daerah yang berbahasa Yunani. Bahkan, Paus Silvester I tidak hadir. Setelah perdebatan sengit, konsili yang tidak bersifat mewakili itu menghasilkan Kredo Nicea yang sangat condong kepada gagasan Tritunggal. Akan tetapi, konsili itu gagal menyelesaikan perdebatan doktrinal tersebut. Peranan ROH KUDUS Allah dalam teologi Tritunggal tidak dijelaskan. Perdebatan berkecamuk selama puluhan tahun, lebih banyak konsili harus diadakan dan wewenang dari berbagai kaisar serta hukuman pengasingan harus digunakan sebelum akhirnya tercapai kesepakatan. Itu merupakan kemenangan bagi teologi dan kekalahan bagi mereka yang berpegang pada Alkitab.—Roma 3:3, 4.

28 Seraya abad-abad berlalu, salah satu dampak ajaran Tritunggal adalah bahwa satu-satunya Allah yang benar, Yehuwa, telah tenggelam dalam teologi Susunan Kristen yang rumit tentang Allah-Kristus. Konsekuensi logis selanjutnya dari teologi itu ialah bahwa jika Yesus benar-benar Allah yang Menjelma, maka ibu Yesus, Maria, tentunya adalah ’Bunda Allah’. Bertahun-tahun kemudian, ini menghasilkan beragam bentuk pemujaan Maria, meskipun sama sekali tidak ada ayat tentang peranan penting Maria selain sebagai ibu biologis Yesus. (Lukas 1:26-38, 46-56) Selama berabad-abad, ajaran tentang Bunda-Allah itu telah dikembangkan dan dibumbui oleh Gereja Katolik Roma, sehingga banyak orang Katolik lebih bersungguh-sungguh memuja Maria daripada menyembah Allah.

Skisma dalam Susunan Kristen
29 Ciri lain kemurtadan adalah munculnya perpecahan. Rasul Paulus telah menubuatkan, ”Aku tahu bahwa setelah kepergianku, serigala-serigala yang menindas akan masuk di antara kamu dan tidak akan memperlakukan kawanan dengan lembut, dan dari antara kamu sendiri akan muncul pria-pria yang membicarakan perkara-perkara yang belat-belit untuk menjauhkan murid-murid agar mengikuti mereka.” Paulus telah memberikan nasihat yang jelas kepada orang Korintus ketika ia menyatakan, ”Sekarang aku menasihati kamu, saudara-saudara, melalui nama Tuan kita, Yesus Kristus, agar kamu semua selaras dalam hal berbicara, dan agar jangan ada perpecahan di antara kamu melainkan agar kamu bersatu dengan sepatutnya dalam pikiran yang sama dan dalam jalan pikiran yang sama.” Meskipun adanya desakan Paulus ini, kemurtadan dan perpecahan berkembang tak lama kemudian.—Kisah 20:29, 30; 1 Korintus 1:10.

30 Dalam waktu beberapa dasawarsa setelah kematian para rasul, skisma (perpecahan) sudah nyata di kalangan orang Kristen. Will Durant menyatakan, ”Selsus [penentang Kekristenan pada abad kedua] sendiri dengan pedas mengomentari bahwa umat Kristen ’terpecah menjadi begitu banyak golongan, setiap orang ingin memiliki kelompoknya sendiri’. Kira-kira pada tahun 187 [M] Ireneus menyebutkan ada dua puluh macam Kekristenan; kira-kira pada tahun 384 [M] Epifanius mencatat jumlahnya ada delapan puluh.”—The Story of Civilization: Part III—Caesar and Christ.

31 Konstantin lebih menyukai bagian Timur kekaisarannya yang berbahasa Yunani, dengan membangun ibu kota baru yang luas di daerah yang sekarang adalah Turki. Ia menamai kota itu Konstantinopel (sekarang Istambul). Akibatnya, selama berabad-abad Gereja Katolik terpolarisasi dan terbagi secara bahasa maupun geografi—Roma yang berbahasa Latin di Barat versus Konstantinopel yang berbahasa Yunani di Timur.

32 Perdebatan yang memecah belah mengenai aspek-aspek ajaran Tritunggal yang masih berkembang terus menimbulkan pergolakan dalam Susunan Kristen. Konsili lain diselenggarakan pada tahun 451 M di Kalsedon untuk mendefinisikan ciri ”kodrat” Kristus. Gereja-gereja Barat menerima kredo yang dikeluarkan konsili ini, namun gereja-gereja Timur tidak setuju, sehingga terbentuklah Gereja Koptik di Mesir serta Abisinia dan gereja-gereja ”Yakub” di Siria serta Armenia. Persatuan Gereja Katolik terus terancam oleh perpecahan mengenai soal-soal teologi yang sulit dipahami, terutama definisi doktrin Tritunggal.
33 Penyebab lain perpecahan adalah pemujaan patung-patung. Selama abad kedelapan, para uskup Timur menentang pemujaan berhala ini dan memasuki apa yang disebut periode penghancuran patung atau ikonoklasme. Belakangan, mereka kembali menggunakan ikon (patung dan gambar suci).—Keluaran 20:4-6; Yesaya 44:14-18.

34 Ujian besar berikutnya terjadi pada abad keenam sewaktu gereja Barat menambahkan kata Latin filioque (”dan dari Putra”) pada Kredo Nicea untuk menunjukkan bahwa ROH KUDUS keluar dari Bapak dan juga Putra. Penambahan ini mengakibatkan keretakan ketika ”pada tahun 876 suatu sinode [para uskup] di Konstantinopel mengecam paus karena kegiatan politiknya maupun karena ia tidak mengoreksi bidah yang menggunakan klausa filioque. Inilah salah satu tindakan dari penolakan gereja-gereja Timur atas hak paus untuk memiliki yurisdiksi universal atas Gereja”. (Man’s Religion) Pada tahun 1054, perwakilan paus mengekskomunikasi patriark (uskup agung) Konstantinopel, yang sebagai balasannya mengutuk paus. Perpecahan itu akhirnya menyebabkan terbentuknya Gereja-Gereja Ortodoks Timur—Yunani, Rusia, Rumania, Polandia, Bulgaria, Serbia, dan gereja-gereja lain yang berdiri sendiri.

35 Ada gerakan lain yang juga mulai menyebabkan pergolakan dalam Gereja. Pada abad ke-12, Peter Waldo, dari Lyons, Prancis, ”mengerahkan beberapa pakar untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam langue d’oc [bahasa daerah] di Prancis Selatan. Ia mempelajari terjemahan itu dengan bersemangat, dan menyimpulkan bahwa umat Kristen harus hidup seperti para rasul—tanpa harta benda pribadi”. (The Age of Faith, oleh Will Durant) Ia memulai gerakan pengabaran yang dikenal sebagai gerakan kaum Waldens. Mereka menolak keimaman Katolik, surat pengampunan dosa, api penyucian, transubstansiasi, dan praktek serta kepercayaan tradisional Katolik lainnya. Mereka menyebar ke negeri-negeri lain. Konsili Toulouse mencoba menghalangi mereka pada tahun 1229 dengan melarangkan kepemilikan buku-buku Alkitab. Hanya buku liturgi yang diperbolehkan, itu pun dalam bahasa Latin yang sudah tidak digunakan lagi. Akan tetapi, masih akan ada lebih banyak perpecahan dan penganiayaan agama.

Penganiayaan terhadap Kaum Albigensia
36 Gerakan lain terbentuk pada abad ke-12 di Prancis Selatan—gerakan kaum Albigensia (juga dikenal sebagai orang Kathar), yang namanya diambil dari kota Albi, tempat banyak pengikutnya berada. Mereka memiliki golongan klerus sendiri yang hidup selibat, yang ingin disapa dengan sebutan kehormatan. Mereka percaya bahwa Yesus berbicara secara kiasan pada perjamuan malamnya yang terakhir ketika ia berkata mengenai roti, ”Inilah tubuh-Ku.” (Matius 26:26, TB) Mereka menolak doktrin Tritunggal, Kelahiran oleh Perawan, api neraka, dan api penyucian. Jadi, mereka secara aktif meragukan ajaran-ajaran Gereja Roma. Paus Inocentius III memerintahkan agar kaum Albigensia ditindas. ”Kalau perlu,” katanya, ”ganyang mereka dengan pedang.”

37 Perang salib dilancarkan terhadap ”kaum bidah”, dan para prajurit Katolik membantai 20.000 pria, wanita, dan anak-anak di Béziers, Prancis. Setelah banyak menumpahkan darah, perdamaian terwujud pada tahun 1229, dengan kekalahan di pihak kaum Albigensia. Konsili Narbonne ”melarang kaum awam memiliki bagian mana pun dari Alkitab”. Akar problem yang dihadapi Gereja Katolik ternyata adalah keberadaan Alkitab dalam bahasa rakyat.

38 Langkah berikut yang diambil Gereja adalah membentuk Inkuisisi, suatu pengadilan untuk menindas para bidah. Semangat tidak toleran telah merasuki orang banyak, yang percaya kepada takhayul dan yang dengan senang hati menggantung serta membunuh ”kaum bidah”. Situasi pada abad ke-13 menjadi ladang subur untuk penyalahgunaan kekuasaan oleh Gereja. Akan tetapi, ”kaum bidah yang dikutuk oleh Gereja harus diserahkan kepada ’tangan sekuler’—kalangan berwenang setempat—dan dibakar sampai mati”. (The Age of Faith) Dengan menyerahkan pelaksanaan eksekusi kepada kalangan berwenang sekuler, Gereja tampaknya bebas dari utang darah. Inkuisisi memulai suatu era penganiayaan agama yang mengakibatkan perlakuan kasar, pengaduan palsu dan tanpa nama, pembunuhan, perampokan, penyiksaan, dan kematian perlahan-lahan atas ribuan orang yang berani mempercayai sesuatu yang berbeda dengan Gereja. Kebebasan berekspresi di bidang agama diberangus. Adakah harapan bagi orang-orang yang mencari Allah yang benar? Pasal 13 akan menjawabnya.

39 Sementara semua hal itu berlangsung dalam Susunan Kristen, seorang Arab di Timur Tengah tampil menentang apatisme agama dan penyembahan berhala dari bangsanya sendiri. Ia memulai suatu gerakan keagamaan pada abad ketujuh yang dewasa ini berhasil memenangkan ketaatan dan ketundukan dari hampir semiliar orang. Gerakan itu adalah Islam. Pasal berikut akan membahas sejarah nabi pendirinya dan menjelaskan beberapa ajaran serta sumbernya

Sumber dari Buku :
PENCARIAN MANUSIA AKAN ALLAH : HALAMAN 261 - 283; PENERBIT IBSA: cETAKAN  Tahun 2005

SALAM,
bp
September 13, 2011, 10:39:11 AM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 854
  • Gender: Male
  • Guru terbaik adalah ROH KUDUS
  • Denominasi: Murid Kristus
Siapakah yang menulis Injil? Siapakah yang meng canon-kan apa yang sekarang disebut ALKITAB yang menjadi pedoman iman anda untuk percaya pada YESUS dan membuat anda kenal YESUS?  Apakah para Rasul atau penerusnya?Jika YESUS datang tanpa menunjuk 12 orang rasulnya, dan jika para rasul tidak menunjuk penerusnya apakah hari ini anda mengenal YESUS?  300 tahun lamanya para Martir mempertahankan kemurnian ajaran YESUS yang mereka terima dari para rasul, dan mereka membayar itu dengan darah mereka, karena itu anda mengenal YESUS hari ini!  Karena itu jika anda mengatakan MENOLAK BAPA GEREJA tolak pula ALKITAB yang anda pegang hari ini!! Jangan2 itu bukan berisi Firman Tuhan!! Jangan anda berstandard Ganda disini!!

Sejarah menunjukkan bahwa yang menentukan apakah suatu kitab tertentu diilhami ROH KUDUS atau tidak adalah Gereja Katolik. Hal ini mungkin karena kita percaya bahwa Gereja Katolik dipimpin oleh para rasul dan para penerusnya yang dibimbing oleh ROH KUDUS. Karena ROH KUDUS ini adalah Roh yang sama dengan Roh yang mengilhami penulisan kitab-kitab itu, maka peneguhan yang ditetapkan oleh Gereja tentang kitab-kitab tersebut tidak mungkin keliru, karena ROH KUDUS tidak mungkin mempertentangkan Diri-Nya sendiri.

Jika anda  tidak mempercayai hal ini, anda  sama saja dengan mempertanyakan janji KRISTUS yang mengatakan akan menyertai para rasul-Nya sampai akhir zaman (lih. Mat 28:19-20). Kita tahu, bahwa para rasul semuanya telah wafat, sehingga janji penyertaan-Nya sampai akhir zaman hanya mungkin diartikan bahwa YESUS akan menyertai para pengganti rasul- rasul tersebut, dan menjaga mereka dari kesesatan dalam kapasitasnya memimpin Gereja dan melestarikan ajaran KRISTUS. Maka, dengan mengimani janji KRISTUS itu, kita percaya bahwa para pengganti rasul diilhami oleh ROH KUDUS untuk meneguhkan kitab-kitab mana yang diilhami ROH KUDUS dan untuk membimbing umat beriman dari kesesatan.

Soal patung dalam gereja Katolik sudah sering dibahas di sini, masuk saja dlm diskusi2 tsb.



Soal inkuisi yang sering anda bawa2 terus dalam diskusi kita berikut tanggapan saya:

Jangan merasa diri suci sendiri dan tidak berdosa, itu ciri kaum munafik!! Kita melihat apa yang terjadi dalam inkuisisi yang dilakukan oleh Gereja dan yang dilakukan oleh pemerintah sekular pada abad 13-14, dan jumlah korban umat manusia di abad- abad berikutnya.

Sebagai contohnya, di Touluose, dari 1308-1323 hanya 42 orang dari 930 yang diadili dinyatakan sebagai “unpenitent heretics“/ bidat yang tak menyesal, dan diserahkan kepada pihak pemerintah sekular.

Spanish Inquisition, dalam 30 tahun pemerintahan ratu Isabel, ada sekitar 100,000 orang yang dikirim ke inkuisisi, dan 80,000 dinyatakan tidak bersalah. 15,000 dinyatakan bersalah, namun setelah mereka menyatakan iman secara publik, maka mereka dibebaskan kembali. Hanya ada sekitar 2,000 orang yang meninggal karena keputusan inkuisisi sepanjang pemerintahan  Ratu Isabella, dan 3000 orang kemudian dari tahun 1550 – 1800. Sedangkan, sebagai perbandingan,  hanya dalam waktu 20 hari, Revolusi Perancis (1794), yang dimotori oleh gerakan “Enlightenment”, meng-eksekusi pria dan wanita sebanyak 16,000- 40,000. Jumlah korban ini, jauh lebih banyak daripada korban inkuisisi dalam 30 tahun pemerintahan Ratu Isabella.


Menurut Raphael Molisend, seorang sejarahwan Protestan, Henry VIII membunuh 72,000 umat Katolik. Orang yang meninggal selama beberapa tahun pada masa pemerintahan Henry VIII dan anaknya Elizabeth I, jauh melebihi apa yang terjadi pada inkuisisi di Spanyol dan Roma selama 3 abad. Dari Geneva, Calvin mengirimkan utusan kepada England (Inggris) dengan pesan untuk membunuh orang-orang Katolik: “Siapa yang tidak mau membunuh para pengikut Paus, adalah pengkhianat.” Kebijakan ini dikenal tidak hanya oleh orang-orang Inggris yang setia kepada Roma, tetapi juga orang- orang Irlandia, yang hidup dan hak asasinya diambil (sampai 1913), demikian juga tanah mereka. Tahun  1585 parlemen Inggris mengeluarkan dekrit “hukuman mati bagi para warga Inggris yang kembali ke Inggris setelah ditahbiskan menjadi imam Katolik, dan semua orang yang menghubungi mereka.” (Black Legends of the Church by Vittorio Messori, ch. 6, nr. 36)

Pertanyaan yang sama saya ajukan kepada anda apakah yang dilakukan Calvin dan parlemen inggris mencerminkan perbuatan KRISTUS?

Bandingkan juga dengan Perang Dunia I dan II, yang membunuh 50 juta orang. 40 juta orang meninggal dalam masa pemerintahan Stalin di Rusia. 80 juta orang meninggal di Cina karena revolusi komunis dan 2 juta di Kamboja.

Tentu saja ada kesalahan yang dilakukan oleh putera/i Gereja yang tidak menerapkan hukum kasih selama dalam proses inkuisisi ini. Inilah sebabnya Paus Yohanes Paulus II meminta maaf atas nama mereka, menjelang perayaan tahun Yubelium 2000. Di satu sisi, kita seharusnya melihat keberanian dari Gereja Katolik untuk mengakui kesalahan ini dan dengan berani meminta maaf. Silakan membandingkan dengan agama atau gereja lain, apakah ada yang pernah melakukan hal yang sama, untuk meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh putera dan puteri mereka di masa yang lalu?

Salam
Setau saya , saya tidak merasa diri saya suci

Setau saya wakil kristuslah yang selalu mengklaim dirinya suci , sampai2 tahtanya pun disebut sebagai tahta suci

Dan setau saya jika seseorang sudah berani menggunakan kata "wakil kristus " saya rasa orang tersebutlah yang merasa dirinya suci

Dan tampaknya anda shock berat  saya tidak mengakui paus sebagai wakil kristus +orang suci

Sudah saya katakan "sang wakil kristus " tersebut tidak mencerminkan perbuatan kristus sama sekali

Setau saya Yesus dan para rasul kalau berkhotbah atau kemana-mana paling hanya modal sandal dan jubahnya

Sangat jauh berbeda dengan wakil kristus yang penuh kemewahan dan ingin disembah

Anda ingat beberapa waktu lalu kota madrid mendemo kedatangan wakil kristus ?

bagaimana tidak didemo , sebuah negara mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk menyambut wakil kristus ke negaranya , sedangkan negara spanyol sedang susah

Tampaknya saya cukup dewasa untuk melihat apakah sang wakil kristus tersebut benar2 wakil kristus atau hanya mengaku2 wakil kristus

Shalom :cheesy:
1 Yohanes 2 : 27
(27) Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu
September 13, 2011, 10:43:33 AM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 854
  • Gender: Male
  • Guru terbaik adalah ROH KUDUS
  • Denominasi: Murid Kristus
Siapakah yang menulis Injil? Siapakah yang meng canon-kan apa yang sekarang disebut ALKITAB yang menjadi pedoman iman anda untuk percaya pada YESUS dan membuat anda kenal YESUS?  Apakah para Rasul atau penerusnya?Jika YESUS datang tanpa menunjuk 12 orang rasulnya, dan jika para rasul tidak menunjuk penerusnya apakah hari ini anda mengenal YESUS?  300 tahun lamanya para Martir mempertahankan kemurnian ajaran YESUS yang mereka terima dari para rasul, dan mereka membayar itu dengan darah mereka, karena itu anda mengenal YESUS hari ini!  Karena itu jika anda mengatakan MENOLAK BAPA GEREJA tolak pula ALKITAB yang anda pegang hari ini!! Jangan2 itu bukan berisi Firman Tuhan!! Jangan anda berstandard Ganda disini!!

Sejarah menunjukkan bahwa yang menentukan apakah suatu kitab tertentu diilhami ROH KUDUS atau tidak adalah Gereja Katolik. Hal ini mungkin karena kita percaya bahwa Gereja Katolik dipimpin oleh para rasul dan para penerusnya yang dibimbing oleh ROH KUDUS. Karena ROH KUDUS ini adalah Roh yang sama dengan Roh yang mengilhami penulisan kitab-kitab itu, maka peneguhan yang ditetapkan oleh Gereja tentang kitab-kitab tersebut tidak mungkin keliru, karena ROH KUDUS tidak mungkin mempertentangkan Diri-Nya sendiri.

Jika anda  tidak mempercayai hal ini, anda  sama saja dengan mempertanyakan janji KRISTUS yang mengatakan akan menyertai para rasul-Nya sampai akhir zaman (lih. Mat 28:19-20). Kita tahu, bahwa para rasul semuanya telah wafat, sehingga janji penyertaan-Nya sampai akhir zaman hanya mungkin diartikan bahwa YESUS akan menyertai para pengganti rasul- rasul tersebut, dan menjaga mereka dari kesesatan dalam kapasitasnya memimpin Gereja dan melestarikan ajaran KRISTUS. Maka, dengan mengimani janji KRISTUS itu, kita percaya bahwa para pengganti rasul diilhami oleh ROH KUDUS untuk meneguhkan kitab-kitab mana yang diilhami ROH KUDUS dan untuk membimbing umat beriman dari kesesatan.

Soal patung dalam gereja Katolik sudah sering dibahas di sini, masuk saja dlm diskusi2 tsb.



Soal inkuisi yang sering anda bawa2 terus dalam diskusi kita berikut tanggapan saya:

Jangan merasa diri suci sendiri dan tidak berdosa, itu ciri kaum munafik!! Kita melihat apa yang terjadi dalam inkuisisi yang dilakukan oleh Gereja dan yang dilakukan oleh pemerintah sekular pada abad 13-14, dan jumlah korban umat manusia di abad- abad berikutnya.

Sebagai contohnya, di Touluose, dari 1308-1323 hanya 42 orang dari 930 yang diadili dinyatakan sebagai “unpenitent heretics“/ bidat yang tak menyesal, dan diserahkan kepada pihak pemerintah sekular.

Spanish Inquisition, dalam 30 tahun pemerintahan ratu Isabel, ada sekitar 100,000 orang yang dikirim ke inkuisisi, dan 80,000 dinyatakan tidak bersalah. 15,000 dinyatakan bersalah, namun setelah mereka menyatakan iman secara publik, maka mereka dibebaskan kembali. Hanya ada sekitar 2,000 orang yang meninggal karena keputusan inkuisisi sepanjang pemerintahan  Ratu Isabella, dan 3000 orang kemudian dari tahun 1550 – 1800. Sedangkan, sebagai perbandingan,  hanya dalam waktu 20 hari, Revolusi Perancis (1794), yang dimotori oleh gerakan “Enlightenment”, meng-eksekusi pria dan wanita sebanyak 16,000- 40,000. Jumlah korban ini, jauh lebih banyak daripada korban inkuisisi dalam 30 tahun pemerintahan Ratu Isabella.


Menurut Raphael Molisend, seorang sejarahwan Protestan, Henry VIII membunuh 72,000 umat Katolik. Orang yang meninggal selama beberapa tahun pada masa pemerintahan Henry VIII dan anaknya Elizabeth I, jauh melebihi apa yang terjadi pada inkuisisi di Spanyol dan Roma selama 3 abad. Dari Geneva, Calvin mengirimkan utusan kepada England (Inggris) dengan pesan untuk membunuh orang-orang Katolik: “Siapa yang tidak mau membunuh para pengikut Paus, adalah pengkhianat.” Kebijakan ini dikenal tidak hanya oleh orang-orang Inggris yang setia kepada Roma, tetapi juga orang- orang Irlandia, yang hidup dan hak asasinya diambil (sampai 1913), demikian juga tanah mereka. Tahun  1585 parlemen Inggris mengeluarkan dekrit “hukuman mati bagi para warga Inggris yang kembali ke Inggris setelah ditahbiskan menjadi imam Katolik, dan semua orang yang menghubungi mereka.” (Black Legends of the Church by Vittorio Messori, ch. 6, nr. 36)

Pertanyaan yang sama saya ajukan kepada anda apakah yang dilakukan Calvin dan parlemen inggris mencerminkan perbuatan KRISTUS?

Bandingkan juga dengan Perang Dunia I dan II, yang membunuh 50 juta orang. 40 juta orang meninggal dalam masa pemerintahan Stalin di Rusia. 80 juta orang meninggal di Cina karena revolusi komunis dan 2 juta di Kamboja.

Tentu saja ada kesalahan yang dilakukan oleh putera/i Gereja yang tidak menerapkan hukum kasih selama dalam proses inkuisisi ini. Inilah sebabnya Paus Yohanes Paulus II meminta maaf atas nama mereka, menjelang perayaan tahun Yubelium 2000. Di satu sisi, kita seharusnya melihat keberanian dari Gereja Katolik untuk mengakui kesalahan ini dan dengan berani meminta maaf. Silakan membandingkan dengan agama atau gereja lain, apakah ada yang pernah melakukan hal yang sama, untuk meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh putera dan puteri mereka di masa yang lalu?

Salam
Haha di atas tampaknya sejarah versi anda

Terserah anda lebih mempercayai sejarah anda atau sejarah dunia

Tampaknya inkuisi dan perang salib sudah merupakan contoh nyata

Anda ingat kasus joan of arc ?

Pahlawan wanita perancis yang dibakar oleh Katolik Roma karena dianggap bidat?

Lucunya sang wanita tersebut dijadikan santa oleh gereja yang membakarnya

Ironis sekali

Joan of arc sudah merupakan bukti sejarah yang tidak bisa disangkal oleh GKR sendiri tentang kekejamannya

Lucu sekali

Sehabis membakar orang , eh orang tersebut dijadikan orang suci sekarang

Shalom :cheesy:
« Last Edit: September 13, 2011, 10:45:04 AM by Heretics2 »
1 Yohanes 2 : 27
(27) Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu
September 13, 2011, 12:32:17 PM
Reply #17
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 293
  • Denominasi: Kristen
Dear All,

Ada berita baru. Coba simak.

Maraknya Pedofilia, Mayoritas Warga Austria Tidak Percaya Gereja Katolik Roma
 


Selasa, 28/06/2011 07:07 WIB | Arsip | Cetak

Mayoritas warga di Austria tidak percaya terhadap Gereja Katolik Roma, karena skandal seks yang melibatkan para pastor pedofil, sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh surat kabar Kurier Austria, 61 persen dari warga Austria mengatakan mereka tidak percaya kepada Gereja Katolik Roma.

Sekitar 35 persen mengatakan mereka masih percaya Gereja sedangkan 4 persen mengatakan mereka tidak tahu apakah mereka percaya kepada Gereja.

Jajak pendapat ini melibatkan 1.000 orang dewasa Austria yang diwawancarai oleh telepon dari tanggal 26-28 Mei.

Gereja Katolik Roma beberapa waktu terakhir telah diguncang banjir keluhan, terutama di Eropa dan Amerika Serikat, di mana dilaporkan banyak pastor yang telah melakukan pelecehan seksual terhadap ratusan anak-anak selama beberapa dekade terakhir.

Gereja sendiri menutup-nutupi kasus pelecehan dengan hanya memindahkan pastor pedofil ke tempat lain, bukan menghukum mereka, para kritikus mengatakan.

Paus Benediktus XV sendiri dituduh telah membantu upaya untuk melindungi para imam pedofil dari penuntutan hukum.

Tuduhan terhadap Paus termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan telah dimulai di Pengadilan Pidana Internasional.

Dua pengacara Jerman, Kristen Sailer dan Gert-Joachim Hetzel dari negara asal Paus dari Bavaria, telah menyerahkan 16.500 dokumen yang mendakwa Paus untuk berbagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Paus Benediktus dibebankan dengan pembentukan dan pemeliharaan sistem di seluruh dunia dengan menutup-nutupi kejahatan seksual yang dilakukan oleh para pastor Katolik dan membuat perlakuan istimewa terhadap mereka, yang hal itu justru membantu terjadinya kejahatan seksual baru.(fq/prtv)

Sumber : Era Muslim

Salam,
BP
September 13, 2011, 06:49:19 PM
Reply #18
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 257
  • Gender: Female
  • Sstt.. aku pacar gelapnya salah satu FKers ..(?)..
  • Denominasi: Orthodox
Don't test me boys...

:coolsmiley:
September 13, 2011, 07:00:15 PM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3677
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Haha di atas tampaknya sejarah versi anda

Terserah anda lebih mempercayai sejarah anda atau sejarah dunia

Tampaknya inkuisi dan perang salib sudah merupakan contoh nyata

Anda ingat kasus joan of arc ?

Pahlawan wanita perancis yang dibakar oleh Katolik Roma karena dianggap bidat?

Lucunya sang wanita tersebut dijadikan santa oleh gereja yang membakarnya

Ironis sekali

Joan of arc sudah merupakan bukti sejarah yang tidak bisa disangkal oleh GKR sendiri tentang kekejamannya

Lucu sekali

Sehabis membakar orang , eh orang tersebut dijadikan orang suci sekarang

Shalom :cheesy:

Kita harus menyadari bahwa walaupun Gereja Katolik didirikan oleh Kristus sendiri, namun terdiri dari pendosa dan orang kudus. Orang kudus membangun Gereja dan sebaliknya para pendosa dapat menjadi batu sandungan. Namun, di tengah-tengah badai yang menerpa Gereja Katolik dari dalam maupun dari luar, Kristus berjanji akan melindungi Gereja-Nya sampai akhir zaman. Dan mari kita mempercayai janji ini, karena Kristus, yang adalah Allah tidak pernah berbohong.

Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)