Author Topic: Wakil Allah di dunia ( Allah selalu menggunakan Sistemnya-Allah tidak berubah)  (Read 30806 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 14, 2011, 10:20:16 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8870
  • Gender: Male
  • Shihonage
  • Denominasi: Sebelum muncul kata "denominasi".
Nantikanlah hari kematianmu setiap pagi... Itulah jembatan yang membawamu kepada Kristus.
September 16, 2011, 12:44:52 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9773
Bro Clay menulis.
Urut-urutan Para Paus Secara Kronologis

1.  Santo Petrus (33-64 atau 33-67)
Martir, disalibkan dan wafat di Roma. Makamnya baru ditemukan pada tahun 1950-an tepat berada di bawah altar Basilika Santo Petrus di Vatikan. Mengingatkan kita akan sabda YESUS di Matius 16:18. Dengan demikian nubuat YESUS dalam ayat tersebut terpenuhi dengan suatu tanda yang signifikan.

2. Santo Linus dari Tuscany (67-76)
Santo Irenaeus mengatakan bahwa ia adalah Linus yang disebutkan dalam 2 Tim. 4:21 dan bahwa ia diangkat menjadi uskup oleh Santo Paulus sendiri. Dipestakan tanggal 23 September.

Jackson.

Saya pernah membaca analisa dari seorang bekas katolik, untuk masalah ini.

Menurutnya Rasul Yohanes masih hidup sampai sekitar tahun seratus masehi.

Seandainya benar urutan diatas tahun 67 pimpinan gereja Tuhan dibawah Linus, maka Rasul Yohanes waktu itu tunduk dibawah Linus.

Benarkah Rasul Yohanes jadi anak buah Linus? Ini yang dia pertanyakan.
September 16, 2011, 02:40:50 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5328
  • Gender: Male
lha saudara clay siapa?? apa bukan wakil Allah???
apa kita semua anak2 buahnya wakil???
atau kita semua wakil Allah???
September 17, 2011, 08:28:47 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3685
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
lha saudara clay siapa?? apa bukan wakil Allah???
apa kita semua anak2 buahnya wakil???
atau kita semua wakil Allah???


Saya akan menjawab pertanyaan anda dengan mengutip tulisan mbak deby sbb:

Quote from: DEBY
Anda mengatakan "Tidak pernah juga ada Wakil KRISTUS dalam Alkitab?" Bagaimana dengan ayat-ayat ini:

"16 Kata YESUS pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata YESUS kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
17 Kata YESUS kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena YESUS berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata YESUS kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (Yoh 21:16-17)


"18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku (Gereja-Ku) dan alam maut tidak akan menguasainya. 19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." (Mt 16:18-19)

Bukankah ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa Tuhan memberikan tugas menggembalakan umat Allah dan memberikan kunci kepada Petrus? Dan kemudian tugas ini dilanjutkan oleh penerus rasul Petrus, yaitu para Paus.

yang mengangkat wakil KRISTUS adalah KRISTUS sendiri, dengan memberikan kunci Kerajaan Sorga (Mt 16:18-19) dan tugas mengembalakan domba (Yoh 21:16-17). Untuk kepentingan apa? Agar umat Allah dapat bersatu dalam kesatuan Gereja yang didirikan oleh Tuhan YESUS sendiri dan agar umat Allah dapat menerima dan menjalankan pengajaran KRISTUS secara murni dan tidak diombang-ambingkan oleh pengajaran yang bukan dari KRISTUS. Tanpa adanya wakil KRISTUS di dunia ini, maka gereja akan terpecah-belah seperti yang dapat kita lihat dari sejarah Gereja sampai saat ini.


Sumber : http://forumkristen.com/index.php?topic=24595.msg201153#msg201153
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 18, 2011, 11:17:54 AM
Reply #34
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 130
Bro Clay menulis.
Urut-urutan Para Paus Secara Kronologis

1.  Santo Petrus (33-64 atau 33-67)
Martir, disalibkan dan wafat di Roma. Makamnya baru ditemukan pada tahun 1950-an tepat berada di bawah altar Basilika Santo Petrus di Vatikan. Mengingatkan kita akan sabda YESUS di Matius 16:18. Dengan demikian nubuat YESUS dalam ayat tersebut terpenuhi dengan suatu tanda yang signifikan.

2. Santo Linus dari Tuscany (67-76)
Santo Irenaeus mengatakan bahwa ia adalah Linus yang disebutkan dalam 2 Tim. 4:21 dan bahwa ia diangkat menjadi uskup oleh Santo Paulus sendiri. Dipestakan tanggal 23 September.

Jackson.

Saya pernah membaca analisa dari seorang bekas katolik, untuk masalah ini.

Menurutnya Rasul Yohanes masih hidup sampai sekitar tahun seratus masehi.

Seandainya benar urutan diatas tahun 67 pimpinan gereja Tuhan dibawah Linus, maka Rasul Yohanes waktu itu tunduk dibawah Linus.

Benarkah Rasul Yohanes jadi anak buah Linus? Ini yang dia pertanyakan.
kami menyebutnya rekan sekerja.
dan dalam suatu organisasi memang harusnya ada yang menjad pengambil keputusan final sebaga otoritas tertinggi. terserah anda setuju atau bukan

memang benar saat itu Rasul Yohannes masih hidup, tapi ingat ini kepercayaan kami, silahkan anda protest.
begini penjelasannya : Jabatan keutamaan Petrus disuksesikan di Roma karena Petrus meninggal sebagai Uskup Roma (skrng lbh dikenal Paus). Jadi siapa yang terpilih menjabat sebagai Uskup Roma setelah Petrus meninggal otomatis Jabatan Keutamaan Petrus juga tersuksesikan ke Uskup Roma yang baru. Seandainya Rasul Yohannes terpili menjabat Uskup Roma setelah Petrus meninggal tentu saja yang menjadi Paus kedua adalah sang Rasul.
seandainhya Paus tidak mengundurkan diri selama hidupnya maka jabatan tersebut melekat dalam dirinya.
kira-kira seperti ini :
anggaplah Paus Benediktus XVI pindah takhta ke Jakarta, dan menjadi Uskup Jakarta tapi  tidak melepaskan jabatan Keutamaan Petrus, maka Uskup Roma yang baru tidak menjadi Pimpinan GK (dibumi) yang baru melainkan Uskup Jakarta.
Nahhh, seandainya Paus Benediktus XVI meninggal ketika masih menjabat sebagai Paus dan Uskup Jakarta, maka yang menjadi paus berikutnya adalah Uskup Jakarta dan bukan Uskup Roma lagi.



dan ingattttttttt,,,,,, ini kepercayaan kami, terserah mau protest.
bagi kami sebuah kebenaran tdak menjadi salah ketika banyak yang protessttt.



sedikit yang pernah saya baca :


lihat halaman Alkitab paling belakang yang ada petanya.

Berikut ini aku tunjukkan sedikit kegunaan peta di halaman belakang Alkitab tersebut yang bisa digunakan untuk membuktikan kebenaran iman yang Katolik.



Coba kalian buka peta di belakang Alkitab. Temukan tiga tempat: Korintus, Efesus dan Roma.


Sudah ketemu?


Nah, sekarang baca surat dari Paus Clement (memerintah 88AD-97AD) kepada umat di Korintus sebagai berikut:

41 (1) BECAUSE of the sudden calamities that have followed one another in turn and because of the adverse circumstances which have befallen us, we think, brethren, that we have returned too late to those matters which are being inquired into among you, beloved, and to the impious and detestable sedition . . . which a few rash and presumptuous men have aroused to such a degree of insolence that your honorable and illustrious name . . . is very much reviled. . . . In order to remind you of your duty, we write. . . . (57) You, therefore, who have laid the foundations of this insurrection, be subject in obedience to the priests and receive correction unto repentance. . . . (59) But if some will not submit to them, let them learn what He [Christ] has spoken through us, that they will involve themselves in great sin and danger; we, however, shall be innocent of this transgression. . . . (63) Indeed you will give joy and gladness to us, if having become obedient to what we have written through the Holy Spirit, you will cut out the unlawful application of your zeal according to the exhortation which we have made in this epistle concerning peace and union.

41 (1) KARENA bencana tiba-tiba yang muncul satu demi satu bergiliran dan karena keadaan yang berbalik yang menimpa kami, kami berpikir, saudara-saudara, bahwa kami telah kembali terlalu lambat kepada masalah-masalah yang menjadi pertanyaan diantara kamu, yang terkasih, [dan diantara] para orang yang tidak saleh dan pembangkangan-pembangkangan yang menjijikkan. . . dimana beberapa orang yang gegabah dan sok telah membangkitkan [ke-gegabahan dan ke-sok-an mereka] sampai pada tingkatan yang lancang sehingga namamu yang terhormat dan dikenal . . . menjadi sangat terhina. . . . untuk mengingatkan engkau kepada tugasmu, kami menulis. . . . (57) Kau, karenanya, yang meletakkan pondasi atas pemberontakan ini, jadilah subyek dalam ketaatan kepada iman-iman dan menerima koreksi kearah pertobatan. . . . (59) Tapi bila beberapa tidak patuh kepada mereka, biarlah mereka belajar apa yang Dia [Kristus] telah katakan kepada kami, bahwa mereka akan melibatkan diri mereka sendiri dalam dosa dan bahaya yang besar; Kami, bagaimanapun, akan menjadi tidak bersalah atas pelanggaran ini. . . . (63) Memang engkau akan memberi kebahagiaan dan kegembiraan kepada kami, kalau setelah menjadi patuh terhadap apa yang kami tulis melalui ROH KUDUS, kamu akan memotong diri dari aplikasi yang tidak legal atas keinginan besarmu sesuai dengan anjuran yang telah kami buat dalam surat ini mengenai kedamaian dan kesatuan.

Di surat ini tampaknya umat Korintus mengajukan suatu pertanyaan kepada Paus Clement dan meminta keputusan dari dia. Namun karena penganiayaan yang diterima sang Paus (dan juga semua umat Katolik jaman itu), balasan dari sang Paus baru ditulis beliau agak terlambat.

Setelah memberikan keputusannya Paus Clement, dalam suratnya, kemudian melanjutkan bahwa bila keputusannya tidak dipatuhi maka itu akan membahayakan bagi mereka yang tidak mematuhinya. Karena apa yang dikatakan sang Paus adalah apa yang dikatakan Kristus melalui dia. sehingga ketidakpatuhan tersebut akan berbuah "dosa dan bahaya yang besar."



Nah, mari kita kembali ke peta.


Coba lihat jarak antara Korintus ke Roma. Suatu jarak yang cukup jauh.

Lalu coba lihat jarak antara Korintus ke Efesus. Jauh lebih dekat dari jarak Korintus ke Roma.



Mengapa Efesus? Karena pada saat surat menyurat itu terjadi Rasul Yohanes masih hidup dan tinggal di Efesus!

Pada awalnya Yohanes tinggal di Efesus bersama Bunda Allah dalam jangka waktu yang lama. Sampai-sampai ada Gereja besar disana yang menyandang nama Maria. Gereja yang menyandang nama Maria ini disebut di dokumen resmi Konsili Efesus dimana didogmakan bahwa Maria adalah Bunda Allah (Theotokos).

Tidak selalu tentram bagi Yohanes untuk tinggal di Efesus. Suatu ketika dia ditangkap di Efesus dan dibawa ke Roma untuk dimasak hidup-hidup dalam kuali dengan minyak panas. Namun Allah melindungi sang murid tercinta dan dia tidak mati. Sebagai ganti karena tidak mampu membunuh sang Rasul, Kaisar Domitian (memerintah 81AD-96AD) mengucilkannya di Patmos. Pulau dimana menurut tradisi Yohanes menulis kitab Wahyu. setelah sang Kaisar mati, Yohanes balik kembali ke Efesus dan mati disana sekitar 100AD karena usia tua.




Nah, kenapa umat Korintus tidak meminta keputusan Yohanes, yang adalah seorang rasul, atas masalah mereka dan malahan meminta keputusan kepada Paus Clement? Padahal Efesus jauh lebih dekat dan relatif lebih aman dari Roma.


Kenapa ya?
September 19, 2011, 10:23:05 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8870
  • Gender: Male
  • Shihonage
  • Denominasi: Sebelum muncul kata "denominasi".
Kan Yohanes memberikan contoh untuk "tunduk pada otoritas"? Sekalipun usia lebih tua, rohani lebih matang, hati hamba jalan terus. Tidak masalah dikatakan anak buahnya Linus.
;D

Daripada protes dan berontak? Ya kan?

"Kami lebih baik tunduk kepada kitab daripada kepada manusia"

jadinya.... ---->  Bibliolatri

;D
Nantikanlah hari kematianmu setiap pagi... Itulah jembatan yang membawamu kepada Kristus.
September 20, 2011, 01:38:24 AM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4100
  • Gender: Male
Yah, TUHAN tetap menggunakan sistimnya dan itu tidak berubah, jika pada jaman perjanjian lama wakil TUHAN adalah para nabi, maka pada umat perjanjian baru wakil TUHAN adalah penerus para rasul yaitu para uskup2 yang dipimpin oleh Paus. Hal ini merupakan ketetapan TUHAN sendiri seperti yang Ia nyatakan sendiri dalam Mat 16: 15-19. Dan TUHAN sendiri telah memberikan jaminan bahwa Ia akan menyertai Gereja yang Ia bangun hingga akhir Jaman. Bantuan ilahi juga dianugerahkan kepada pengganti-pengganti para Rasul, yang mengajarkan dalam persekutuan dengan pengganti Petrus, dan terutama kepada Uskup Roma yaitu PAUS, gembala seluruh Gereja.

Kaum beriman mengenangkan perkataan KRISTUS kepada para Rasul: “Barang siapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku” (Luk 10:16) Karena itu jika kita mau mendengarkan ajaran penerus para Rasul maka kita mendengarkan TUHAN sendiri. Ini tertulis dalam Alkitab, bukan karangan CLAY!

Tentang pernyataan anda yang saya bold merah, saya kembalikan kepada anda!

Salam



Para nabi sebagai utusan TUHAN, ALLAH jelas ada pengutusan-Nya.

Musa
Kel. 3:10   Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir."

Harun
Kel. 4:27   Berfirmanlah TUHAN kepada Harun: "Pergilah ke padang gurun menjumpai Musa." Ia pergi dan bertemu dengan dia di gunung Allah, lalu menciumnya.

Yosua
Ul. 31:23   Kepada Yosua bin Nun diberi-Nya perintah, firman-Nya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan membawa orang Israel ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka, dan Aku akan menyertai engkau."

Gideon
Hak. 6:14   Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!"

Yeremia
Yer. 25:15   Beginilah Firman Tuhan, Allah Israel, kepadaku: "Ambillah dari tangan-Ku piala berisi anggur kehangatan amarah ini dan minumkanlah isinya kepada segala bangsa yang kepadanya Aku mengutus engkau,

Lah para Uskup?....... ada gak pengutusan-Nya!!!? :coolsmiley:

Kalau hanya berdasar perkataan Yesus Kristus di Luk.10:16; Semua orang mempunyai kesempatan yang sama... bukan hanya para uskup. :D

Salam,
Yang menyelamatkan manusia adalah mengenal ALLAH di dalam Anak-Nya.
September 20, 2011, 02:21:37 PM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9773
Saya ingin menanggapi bro Geirwan.

Secara comprehensive/keseluruhan kalau kita baca tulisan bro Clay, ingin menyamakan kepausan katolik dengan sistem di perjanjian lama dimana Tuhan mengirim wakilnya berupa nabi2 dan sampai DirinNya sendiri yaitu KRISTUS.

Kalau kita lihat sistem perjanjian lama, tidak selalu ada suksesi yang dipilih oleh nabi itu sendiri.

Yang saya tahu Nabi itu dipilih oleh Tuhan sendiri dan pemilihannya tidak seperti yang dilakukan vatican dengan rundingan.

Ada kalanya tidak ada nabi sampai lama.

Jadi saya merasa sistem kepausan itu tidak sesuai dengan alkitab.

Dulu saya pernah baca dan sudah saya posting hasil confrence yang diadakan oleh roma sendiri.

Ternyata mereka meragukan bahwa Petrus pernah tinggal dan jadi uskup di Roma.

Dalam alkitab hanya ada satu ayat saja surat Petrus mengatakan dari Babilonia.

Professor itu mengatakan bahwa Babilonia itu baru dibuat untuk menyebut Roma setalah tahun 70 dimana waktu itu Roma menghancurkan bait suci sama seperti babilonia menghancurkan bait suci pada jaman Daniel.

Surat Petrus dibuat sekitar tahun 56 (seingat saya,) jadi waktu itu babilonia belum jadi sebutan untuk Roma.

Professor itu juga membahas tentang tulisan Clement II yang dijadikan acuan oleh katolik bahwa Paulus dan Petrus mati di Roma sebagai martyr.

Padahal menurut penelitian Professor ini tulisan clement II itu hanya memberi contoh tujuh orang di perjanjian lama dibanding dengan tujuh orang diperjanjian baru yang menderita karena iri. antara lain seingat saya  Paulus, Petrus, Yusuf, Kain atau habil saya tidak ingat persis Stefanus

Dari empat belas contoh ini yang betul2 diketahui mati hanya dua saja yaitu Stefanus dan Kain/habil.

Yusuf menderita karena iri dari saudara2nya dan dijual ke mesir.

Segini dulu nanti kalau ada waktu luang saya bahas lebih detail, Kalau perlu saya cari lagi artikel yang saya sudah pernah tayangkan, kalau ketemu.

Tambahan.

Kalau betul sistem kepausan itu sama dengan alkitab dapatkah bro berikan ayat dimana kalau nabi berdomisili di Roma maka penerusnya diambil dari Roma dan kalau nabinya pindah ke jakarta dan mati dijakarta maka penerusnya diambil dari jakarta?
« Last Edit: September 20, 2011, 09:52:11 PM by jackson123 »
September 20, 2011, 04:25:56 PM
Reply #38
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 257
  • Gender: Female
  • Sstt.. aku pacar gelapnya salah satu FKers ..(?)..
  • Denominasi: Orthodox
Kalo gak salah baca, ada yang pernah bilang mengenai Kitab Act of Peter, itu termasuk Tradisi Suci :)
 :onion-head29: :onion-head29: :onion-head29:
 :monkeys19:
Don't test me boys...

:coolsmiley:
September 20, 2011, 09:53:30 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9773
Apa ada kitab act of Peter ? Saya belum pernah baca . mungkin yang bro maksud kitap acts.
Kalo gak salah baca, ada yang pernah bilang mengenai Kitab Act of Peter, itu termasuk Tradisi Suci :)
 :onion-head29: :onion-head29: :onion-head29:
 :monkeys19:
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)