Author Topic: Wakil Allah di dunia ( Allah selalu menggunakan Sistemnya-Allah tidak berubah)  (Read 30950 times)

0 Members and 3 Guests are viewing this topic.

September 26, 2011, 11:14:34 AM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3691
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika


   dan turunlah ROH KUDUS dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."Lukas 3:22


Seringkali burung merpati hinggap di diri Yohanes Paulus II. Dalam Injil kita ketahui bahwa ROH KUDUS menampilkan diri dalam rupa burung merpati pada saat pembaptisan YESUS, apakah ini juga pertanda bahwa ROH KUDUS menyertai pemimpin Gereja Katolik tersebut pada masa kepemipinannya?

Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan ROH KUDUS, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."
Kis. 5:32   



   Tetapi Penghibur, yaitu Roh  Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.(Yoh. 14:26)


Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah ROH KUDUS. (Yoh. 20:22)   

   sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh ROH KUDUS kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya[/b].(Kis. 1:2)
« Last Edit: September 26, 2011, 11:49:23 AM by CLAY »
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 26, 2011, 01:24:28 PM
Reply #51
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 130
Bukankah bro mengatakan Linus menggantikan Petrus karena Linus uskup Roma
Ini yang saya jelaskan ke kamu :
memang benar saat itu Rasul Yohannes masih hidup, tapi ingat ini kepercayaan kami, silahkan anda protest.
begini penjelasannya : Jabatan keutamaan Petrus disuksesikan di Roma karena Petrus meninggal sebagai Uskup Roma (skrng lbh dikenal Paus). Jadi siapa yang terpilih menjabat sebagai Uskup Roma setelah Petrus meninggal otomatis Jabatan Keutamaan Petrus juga tersuksesikan ke Uskup Roma yang baru. Seandainya Rasul Yohannes terpilih menjabat Uskup Roma setelah Petrus meninggal tentu saja yang menjadi Paus kedua adalah sang Rasul.
seandainhya Paus tidak mengundurkan diri selama hidupnya maka jabatan tersebut melekat dalam dirinya.
kira-kira seperti ini :
anggaplah Paus Benediktus XVI pindah takhta ke Jakarta, dan menjadi Uskup Jakarta tapi  tidak melepaskan jabatan Keutamaan Petrus, maka Uskup Roma yang baru tidak menjadi Pimpinan GK (dibumi) yang baru melainkan Uskup Jakarta.
Nahhh, seandainya Paus Benediktus XVI meninggal ketika masih menjabat sebagai Paus dan Uskup Jakarta, maka yang menjadi paus berikutnya adalah Uskup Jakarta dan bukan Uskup Roma lagi.
coba baca pelan-pelan ringkasan berikut ini :
1.   Semua Rasul adalah uskup pertama
2.   Diantara Rasul/uskup ada SATU ORANG yang memiliki keutamaan (Petrus, Mat 16 : 18, Yoh 21 : 15 -19)
3.   Rasul/uskup menahbiskan  diakon, imam/pastor hingga level Uskup (Tahbisan tertinggi adalah Uskup). Dan salah seorang yang menerima tahbisan Uskup adalah  Linus.
4.   Petrus (no. 2) men jabat sebagai uskup Roma (sebelum Petrus meninggal, maka keutamaan yang dimilikinya tetap  melekat pada dirinya)
5.   Disaat Petrus meninggal, maka jabatan Uskup Roma KOSONG, juga keutamaan (no2) KOSONG.
6.   Maka disaat ada pengganti Petrus sebagai Uskup Roma, maka otomatis jabatan dan keutamaan Petrus menjadi milik Uskup Roma yang baru.
7.   Linus terpilih sebagai Pengganti Petrus menjadi Uskup Roma.

. Kalau uskup roma tidak harus dari roma, kenapa Yohanes tidak dipindahkan ke roma. Waktu itu Uskup Roma Petrus, Jadi setelah Petrus mati sementara tidak ada uskup. Pindahkan saja Yohanes ke Roma.
Ini hampir sama dengan :
Kalo yang melahirkan Yesus tidak Harus Maria, kenapa gak milih Atun, Siti, Zaenab dllllllllllll
:D
Lha, faktanya yang terpilih adalah Linus. Masa’ harus Protest??? (mungkinkah karena saat itu belum ada tukang protestt)
. Alkitab mengatakan yang berhikmat hendaklah memimpin yang kurang hikmat.
Sesungguhnya, Alkitab tidak pernah bicara bicara.......


. Apakah Rasul Yohanes yang dikasihi Tuhan itu kurang hikmat dibanding Linus?
sekalian saja bandingkan mana yang lebih berhikmat antara Yohannes dan Petrus (yang digantikan Linus).
dan protestlah ke Yesus, kenapa Yesus  MEMILIH Petrus sebagai penggembala domba2Nya (Yoh 21 : 15-19)

tanyalah pada Yesus :
Apakah Rasul Yohanes yang kamu kasihi itu kurang hikmat dibanding Petrus?

dan jangan lupa mengingatkan Yesus :
 Alkitab mengatakan yang berhikmat hendaklah memimpin yang kurang hikmat
 :afro: ;D :D :huh: :huh: :happy0025:
September 27, 2011, 06:25:16 PM
Reply #52
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 19
Jalan Panjang Kisah Pelecehan Seks Gereja
SENIN, 22 MARET 2010 | 13:27 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO Interaktif, KOTA VATIKAN -
Berita terkait
•   Permintaan Maaf Paus Dianggap Tak Menjawab Persoalan 
•   Paus Minta Maaf Terhadap Korban Pelecehan Seks Pastur Irlandia 
•   Vatikan Segera Lansir Surat Paus Soal Skandal Pelecehan Seksual Anak
•   Paus Diserang, Keamanan Vatikan Dikiritik
•   Semua Utusan Obama Ditolak Vatikan
•   


Gereja Katolik Roma belakangan ini sedang mendapat sorotan tajam. Semua itu merupakan pajak dari mencuatnya tuduhan terjadinya pelecehan seks terhadap anak-anak yang melibatkan sejumlah pendeta di beberapa negara Eropa, Amerika Serikat, dan Asutralia. Seperti ilalang yang terbakar, api menjalar dengan cepat memangsa sekitarnya ttanpa bisa segera dibendung.

Sebagaimana dilansir The Economist, skandal itu menjalar cepat melebihi skandal serupa yang menyebar di sekujur Amerika Serikat dalam beberapa tahun belakangan yang merugikan gereja hingga lebih dari US$ 2 miliar untuk biaya kompensasi korban atas kasus-kasus pelecehan itu. Kecuali itu, dalam beberapa pekan sekurangnya diketahui ada sekitar 350 korban pelecehan di Belanda, lebih dari 300 di Jerman dan Austria.

Di Brasil seorang pendeta dan dua monsinyur dicekal dari gereja atas dugaan membuat video seks yang melibatkan seorang remaja. Sebagian besar kasus-kasus lainnya datang dari masa lalu ketika gereja kurang menyadari bahaya mengerikan yang diakibatkan oleh pelecehan seksual, dan masa sebelum pengawasan melekat yang ketat diberlakukan gereja.

Dari beberapa kasus di masa silam itu malah menyentuh sejumlah rohaniwan yang masih hidup dan memangku jabatan penting. Salah satunya adalah Uskup Agung Irlandia Kardinal Sean Brady, yang mengaku terlibat dalam sebuah penyelidikan pada 1975 ketika dua bocah berusia 10 dan 14 tahun dipaksa bersumpah untuk tidak bercerita tentang penderitaan mereka. Pelakunya, mesti dikucilkan gereja, tak sekalipun pernah dilaporkan ke polisi. Kini kobaran itu menjalar hingga ke Vatikan.

2000, JULI, INGGRIS:
Kardinal London Murphy-O'Connor mengakui berlaku salah telah membiarkan seorang pendeta pedofilia (seseorang yang memiliki ketertarikan atau hasrat seksual terhadap anak-anak yang belum memasuki masa remaja) tetap berdakwah pada 1980-an. Pada 1997 pendeta itu akhirnya dihukum setelah terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap sembilan laki-laki selama 20 tahun.

2002, JUNI, AMERIKA SERIKAT:
Konferensi Uskup Katolik Amerika Serikat memerintahkan penyelidikan terhadap seluruh kasus-kasus pelecehan seksual.

2004, FEBRUARI, AMERIKA SERIKAT:
Total ada 10.667 orang yang menuntut keadilan terhadap 4.392 pendeta dari total 109.694 pendeta di Amerika Serikat. Lebih empat ribu pendeta itu dituduh melakukan pelecehan seksual selama 1950-2002. Tak semua kasus disidang karena sebagian besar pelakunya sudah wafat.

2004, JULI, AUSTRIA
Muncul foto-foto sejumlah pendeta yang mencium dan meraba-raba tubuh peserta seminari---sekolah pastor---di Diosis Santo Poelten.

2008, APRIL, AMERIKA SERIKAT: Paus Benediktus menemui korban-korban pelecehan seksual oleh sejumlah penginjil saat melawat ke Amerika Serikat. Serikat Gereja Amerika Serikat mengeluarkan biaya kompensasi sebesar US$ 2miliar untuk para korban pelecehan sejak 1992.


2008, JULI, AUSTRALIA:
Paus Benediktus meminta maaf atas pelecehan seksual yang dilakukan sejumlah penginjil di sana. "Itu perbuatan syeitan," kata Paus mengutuk pelecehan seks itu saat melawat ke Negeri Kanguru itu. "Pelakunya mesti dihukum!" Alhasil ada 107 pelaku yang dihukum terkait pelecehan seks di sana.

2008, OKT, KANADA:
Uskup Raymond Lahey didakwa memiliki dan membeli pornografi anak. Padahal di awal tahun itu pula ia mengawasi penyaluran dana kompensasi US$ 12 juta untuk korban-korban pelecehan seksual yang terjadi pada 1950-an.

2009, MARET, MEKSIKO:

Paus Benediktus memerintahkan pemeriksaan terhadap pendeta-pendeta ordo atau serikat atau kongregasi Legiun Kristen setelah pendirinya Romo Marcial Maciel terbukti melakukan penganiayaan seksual pada 2006. Paus meminta Romo Maciel pensiun dan menghabiskan sisa hidupnya untuk berdoa dan bertobat. Maciel wafat pada 2008.

2009, MEI, IRLANDIA:
Komisi Gereja meminta digelar penyelidikan atas pemukulan dan pemerkosaan anak oleh sejumlah pendeta selama beberapa dasawarsa yang terjadi di dalam tubuh lembaga-lembaga Katolik di sana.

2009, DESEMBER, IRLANDIA:

Setelah bertemu dua pimpinan Gereja Katolik Irlandia Paus mengaku marah, malu, dan merasa dikhianati atas sejumlah skandal di sana.

2010, FEB, JERMAN:

Uskup Agung Robert Zollitsch, yang memimpin Konferensi Keuskupan Jerman meminta maaf atas pelecehan seksual yang dilakukan para rohaniwan Katolik di sana menyusul adanya lebih dari 100 laporan kasus pelecehan seksual di Sekolah Asrama Jesuit di seluruh Negeri Bavaria itu.

2010, MAR, BELANDA:

Lebih dari 300 korban pelecehan seksual melapor dalam beberapa pekan ini setelah media melaporkan tiga pendeta dari Ordo Salesian melakukan pelecehan seksual beberapa dasawarsa lalu di sebuah pondokan Katolik di sana.

2010, FEB, IRLANDIA:

Paus menggelar rapat darurat dengan 24 Uskup Irlandia di Tahkta Suci Vatikan. Tak lama kemudian Vatikan menyatakan pelecehan seksual oleh para penginjil merupakan suatu kejahatan yang keji. Vatikan meminta para uskup di sana untuk berkomitmen dan bekerjasama dengan pihak berwajib guna pengusutan kasus-kasus pelecehan itu.
 
September 27, 2011, 06:31:53 PM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 854
  • Gender: Male
  • Guru terbaik adalah ROH KUDUS
  • Denominasi: Murid Kristus
Jalan Panjang Kisah Pelecehan Seks Gereja
SENIN, 22 MARET 2010 | 13:27 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO Interaktif, KOTA VATIKAN -
Berita terkait
•   Permintaan Maaf Paus Dianggap Tak Menjawab Persoalan 
•   Paus Minta Maaf Terhadap Korban Pelecehan Seks Pastur Irlandia 
•   Vatikan Segera Lansir Surat Paus Soal Skandal Pelecehan Seksual Anak
•   Paus Diserang, Keamanan Vatikan Dikiritik
•   Semua Utusan Obama Ditolak Vatikan
•   


Gereja Katolik Roma belakangan ini sedang mendapat sorotan tajam. Semua itu merupakan pajak dari mencuatnya tuduhan terjadinya pelecehan seks terhadap anak-anak yang melibatkan sejumlah pendeta di beberapa negara Eropa, Amerika Serikat, dan Asutralia. Seperti ilalang yang terbakar, api menjalar dengan cepat memangsa sekitarnya ttanpa bisa segera dibendung.

Sebagaimana dilansir The Economist, skandal itu menjalar cepat melebihi skandal serupa yang menyebar di sekujur Amerika Serikat dalam beberapa tahun belakangan yang merugikan gereja hingga lebih dari US$ 2 miliar untuk biaya kompensasi korban atas kasus-kasus pelecehan itu. Kecuali itu, dalam beberapa pekan sekurangnya diketahui ada sekitar 350 korban pelecehan di Belanda, lebih dari 300 di Jerman dan Austria.

Di Brasil seorang pendeta dan dua monsinyur dicekal dari gereja atas dugaan membuat video seks yang melibatkan seorang remaja. Sebagian besar kasus-kasus lainnya datang dari masa lalu ketika gereja kurang menyadari bahaya mengerikan yang diakibatkan oleh pelecehan seksual, dan masa sebelum pengawasan melekat yang ketat diberlakukan gereja.

Dari beberapa kasus di masa silam itu malah menyentuh sejumlah rohaniwan yang masih hidup dan memangku jabatan penting. Salah satunya adalah Uskup Agung Irlandia Kardinal Sean Brady, yang mengaku terlibat dalam sebuah penyelidikan pada 1975 ketika dua bocah berusia 10 dan 14 tahun dipaksa bersumpah untuk tidak bercerita tentang penderitaan mereka. Pelakunya, mesti dikucilkan gereja, tak sekalipun pernah dilaporkan ke polisi. Kini kobaran itu menjalar hingga ke Vatikan.

2000, JULI, INGGRIS:
Kardinal London Murphy-O'Connor mengakui berlaku salah telah membiarkan seorang pendeta pedofilia (seseorang yang memiliki ketertarikan atau hasrat seksual terhadap anak-anak yang belum memasuki masa remaja) tetap berdakwah pada 1980-an. Pada 1997 pendeta itu akhirnya dihukum setelah terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap sembilan laki-laki selama 20 tahun.

2002, JUNI, AMERIKA SERIKAT:
Konferensi Uskup Katolik Amerika Serikat memerintahkan penyelidikan terhadap seluruh kasus-kasus pelecehan seksual.

2004, FEBRUARI, AMERIKA SERIKAT:
Total ada 10.667 orang yang menuntut keadilan terhadap 4.392 pendeta dari total 109.694 pendeta di Amerika Serikat. Lebih empat ribu pendeta itu dituduh melakukan pelecehan seksual selama 1950-2002. Tak semua kasus disidang karena sebagian besar pelakunya sudah wafat.

2004, JULI, AUSTRIA
Muncul foto-foto sejumlah pendeta yang mencium dan meraba-raba tubuh peserta seminari---sekolah pastor---di Diosis Santo Poelten.

2008, APRIL, AMERIKA SERIKAT: Paus Benediktus menemui korban-korban pelecehan seksual oleh sejumlah penginjil saat melawat ke Amerika Serikat. Serikat Gereja Amerika Serikat mengeluarkan biaya kompensasi sebesar US$ 2miliar untuk para korban pelecehan sejak 1992.


2008, JULI, AUSTRALIA:
Paus Benediktus meminta maaf atas pelecehan seksual yang dilakukan sejumlah penginjil di sana. "Itu perbuatan syeitan," kata Paus mengutuk pelecehan seks itu saat melawat ke Negeri Kanguru itu. "Pelakunya mesti dihukum!" Alhasil ada 107 pelaku yang dihukum terkait pelecehan seks di sana.

2008, OKT, KANADA:
Uskup Raymond Lahey didakwa memiliki dan membeli pornografi anak. Padahal di awal tahun itu pula ia mengawasi penyaluran dana kompensasi US$ 12 juta untuk korban-korban pelecehan seksual yang terjadi pada 1950-an.

2009, MARET, MEKSIKO:

Paus Benediktus memerintahkan pemeriksaan terhadap pendeta-pendeta ordo atau serikat atau kongregasi Legiun Kristen setelah pendirinya Romo Marcial Maciel terbukti melakukan penganiayaan seksual pada 2006. Paus meminta Romo Maciel pensiun dan menghabiskan sisa hidupnya untuk berdoa dan bertobat. Maciel wafat pada 2008.

2009, MEI, IRLANDIA:
Komisi Gereja meminta digelar penyelidikan atas pemukulan dan pemerkosaan anak oleh sejumlah pendeta selama beberapa dasawarsa yang terjadi di dalam tubuh lembaga-lembaga Katolik di sana.

2009, DESEMBER, IRLANDIA:

Setelah bertemu dua pimpinan Gereja Katolik Irlandia Paus mengaku marah, malu, dan merasa dikhianati atas sejumlah skandal di sana.

2010, FEB, JERMAN:

Uskup Agung Robert Zollitsch, yang memimpin Konferensi Keuskupan Jerman meminta maaf atas pelecehan seksual yang dilakukan para rohaniwan Katolik di sana menyusul adanya lebih dari 100 laporan kasus pelecehan seksual di Sekolah Asrama Jesuit di seluruh Negeri Bavaria itu.

2010, MAR, BELANDA:

Lebih dari 300 korban pelecehan seksual melapor dalam beberapa pekan ini setelah media melaporkan tiga pendeta dari Ordo Salesian melakukan pelecehan seksual beberapa dasawarsa lalu di sebuah pondokan Katolik di sana.

2010, FEB, IRLANDIA:

Paus menggelar rapat darurat dengan 24 Uskup Irlandia di Tahkta Suci Vatikan. Tak lama kemudian Vatikan menyatakan pelecehan seksual oleh para penginjil merupakan suatu kejahatan yang keji. Vatikan meminta para uskup di sana untuk berkomitmen dan bekerjasama dengan pihak berwajib guna pengusutan kasus-kasus pelecehan itu.
Hmmm.........

Jadi inget ayat ini

Matius 7 :15-16
7:15   "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:16   Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?


Pohon yang baik buahnya pasti baik

Kalo buahnya buruk berarti pohonnya..............?

Logika yang mudah

Shalom :afro:
 
« Last Edit: September 27, 2011, 06:33:57 PM by Heretics2 »
1 Yohanes 2 : 27
(27) Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu
September 27, 2011, 07:10:53 PM
Reply #54
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 19
Santo-Santo (Orang-Orang Kudus)

Definisi: Menurut ajaran Katolik Roma, santo-santo adalah orang-orang yang sudah mati dan sekarang ada bersama Kristus di surga dan mereka diberi penghormatan oleh gereja karena kesucian dan kebajikan mereka yang luar biasa. Pengakuan iman berdasarkan Konsili di Trent menyatakan bahwa permohonan harus ditujukan kepada santo-santo sebagai perantara kita dengan Allah dan bahwa relikui maupun patung-patung mereka harus dipuja. Agama-agama lain juga memohon bantuan dari orang-orang kudus. Ada agama-agama yang mengajarkan bahwa semua anggota mereka adalah orang kudus dan bebas dari dosa.

Alkitab banyak menyebut tentang santo-santo atau orang-orang kudus. Yang dimaksudkan ialah ke-144.000 pengikut Yesus yang diurapi dengan roh.

Apakah Alkitab mengajarkan bahwa seseorang harus mendapat kemuliaan surgawi dahulu sebelum ia diakui sebagai orang kudus?

Alkitab memang menyebut tentang orang-orang kudus, atau santo-santo, yang ada di surga. Yehuwa dikatakan sebagai ”Pribadi Kudus [bahasa Yunani, ha′gi‧on]”. (1 Ptr. 1:15, 16; lihat Imamat 11:45.) Yesus Kristus digambarkan sebagai ”Yang Kudus [ha′gi‧os] dari Allah” ketika berada di bumi dan sebagai ”yang kudus [ha′gi‧os]” sewaktu di surga. (Mrk. 1:24; Pny. 3:7) Malaikat-malaikat pun ”kudus”. (Kis. 10:22) Kata dasar yang sama dalam bahasa Yunani diterapkan kepada cukup banyak orang di bumi.

Kis. 9:32, 36-41, TB: ”Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus [ha‧gi′ous] yang di Lida. Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita [yang meninggal] . . . [Petrus] berpaling ke mayat itu dan berkata: ’Tabita, bangkitlah!’ Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk. Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.” (Jelaslah, orang-orang kudus ini belum berada di surga. Selain itu, yang dianggap sebagai orang kudus bukan hanya pribadi yang menonjol seperti Petrus.)

2 Kor. 1:1; 13:12, TB: ”Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus [ha‧gi′ois] di seluruh Akhaya.” ”Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Salam dari semua orang kudus kepada kamu.” (Semua orang Kristen masa awal yang sudah dibersihkan dengan darah Kristus dan dipisahkan untuk dinas Allah sebagai calon ahli-ahli waris bersama Kristus, disebut santo, atau orang kudus. Jelaslah bahwa mereka diakui sebagai orang kudus bukan setelah mereka mati.)

Apakah berdoa kepada ”santo-santo” agar mereka menjadi perantara dengan Allah dibenarkan Alkitab?
Yesus Kristus berkata, ”Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, . . . ” Jadi, doa harus ditujukan kepada Bapak. Yesus juga berkata, ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” (Mat. 6:9, TB; Yoh. 14:6, 14, TB) Jadi, Yesus menepis gagasan bahwa orang lain dapat menjalankan peranan sebagai perantara. Mengenai Kristus, rasul Paulus menambahkan, ”Kristus Yesus itulah, yang sudah mati, bahkan, yang dihidupkan pula, dan yang ada di sebelah kanan Allah, dan yang memohonkan karena kita.” ”Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” (Rm. 8:34, TL; Ibr. 7:25, TB) Jika kita benar-benar menginginkan agar doa kita didengar Allah, bukankah lebih baik menghampiri Dia sesuai dengan petunjuk Firman-Nya? (Lihat juga halaman 214, di bawah judul ”Maria”.)

Ef. 6:18, 19, TB: ”Berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil.” (Cetak miring ditambahkan.) (Di sini dianjurkan berdoa untuk orang-orang kudus bukan kepada atau melalui mereka. New Catholic Encyclopedia, 1967, Jil. XI, hlm. 670, mengakui, ”Biasanya dalam P[erjanjian] B[aru], semua doa, baik doa pribadi maupun doa bersama dalam liturgi umum, ditujukan kepada Allah Bapak melalui Kristus.”)

Rm. 15:30, TB: ”Demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku.” (Rasul Paulus, sebagai orang kudus, memohon agar rekan-rekan Kristennya yang juga orang-orang kudus berdoa bagi dia. Namun, perhatikan bahwa doa-doa Paulus tidak ditujukan kepada sesama orang kudus itu. Dan juga doa-doa mereka bagi Paulus tidak menggantikan hubungan akrab yang Paulus sendiri nikmati secara pribadi dengan Bapak melalui doa. Bandingkan Efesus 3:11, 12, 14.)

Bagaimana seharusnya pandangan kita terhadap kebiasaan memuja relikui dan patung ”orang-orang kudus”?
New Catholic Encyclopedia mengakui, ”Jadi, sia-sia untuk mencari dalam Perjanjian Lama dasar pembenaran kebiasaan memuja relikui orang-orang kudus; dalam Perjanjian Baru juga tidak banyak perhatian diberikan kepada relikui. . . . [”Bapak” Gereja] Origen tampaknya menganggap kebiasaan itu sebagai suatu tanda penghormatan yang bersifat kafir untuk sebuah benda jasmani.”—(1967), Jil. XII, hlm. 234, 235.
Patut diperhatikan bahwa Musa dikubur oleh Allah, dan tidak seorang pun pernah menemukan kuburannya. (Ul. 34:5, 6) Namun, Yudas 9 memberi tahu kita bahwa penghulu malaikat Mikhael berselisih dengan si Iblis tentang tubuh Musa. Mengapa? Jelaslah Allah menyembunyikannya sedemikian rupa sehingga manusia tidak akan tahu di mana tempatnya. Apakah si Musuh ingin membawa manusia kepada jenazah tersebut untuk dipertunjukkan dan mungkin dijadikan objek pemujaan?
Mengenai pemujaan patung ”santo-santo”, lihat judul utama ”Patung-Patung”.

Mengapa ”santo-santo” Katolik digambarkan berhalo?
New Catholic Encyclopedia mengakui, ”Tanda pengenal paling umum yang diberikan kepada semua santo ialah nimbus (awan), sebuah lingkaran bercahaya di sekeliling kepala seorang santo. Asal usulnya ialah dari masa pra-Kristen. Contoh-contoh dapat ditemukan dalam karya seni Helenistik yang diilhami agama kafir; seperti terlihat pada mosaik dan uang-uang logam, halo digunakan untuk keturunan dewa [setengah dewa setengah manusia] dan dewa-dewa seperti Neptunus, Yupiter, Bakkhus, dan terutama Apolo (dewa matahari).”—(1967), Jil. XII, hlm. 963.

The New Encyclopœdia Britannica mengatakan, ”Dalam kesenian Helenistik dan Romawi, dewa matahari Helios dan kaisar-kaisar Romawi sering muncul dengan mahkota cahaya. Karena berasal dari kekafiran, bentuk ini dihindari dalam kesenian Kristen masa awal, tetapi nimbus bulat yang sederhana digunakan oleh kaisar-kaisar Kristen untuk gambar-gambar resmi mereka. Sejak pertengahan abad ke-4, Kristus juga digambarkan dengan tanda pengenal diraja seperti itu . . . baru pada abad ke-6, halo ini biasa digunakan untuk Maria dan santo-santo lainnya.”—(1976), Micropædia, Jil. IV, hlm. 864.

Apakah patut untuk membaurkan Kekristenan dengan lambang-lambang kafir?
”Bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial [Setan]? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup . . . Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, Firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anakKu perempuan demikianlah Firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”—2 Kor. 6:14-18, TB.

Apakah mungkin seluruh anggota suatu kelompok agama adalah orang-orang kudus dan karena itu bebas
dari dosa?

Semua orang yang membentuk sidang Kristen abad pertama memang orang-orang kudus. (1 Kor. 14:33, 34; 2 Kor. 1:1; 13:13, TB) Mereka digambarkan sebagai orang-orang yang menerima ”pengampunan dosa” dan ”dikuduskan” oleh Allah. (Kis. 26:18; 1 Kor. 1:2, TB) Meskipun demikian, mereka tidak mengaku bebas dari semua dosa. Mereka lahir sebagai keturunan dari pedosa, Adam. Dengan rendah hati rasul Paulus mengakui bahwa warisan ini sering membuat mereka harus berjuang untuk melakukan yang benar. (Rm. 7:21-25) Dan rasul Yohanes dengan tegas mengatakan, ”Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.” (1 Yoh. 1:8, TB) Jadi, sebagai orang kudus, dalam pengertian yang digunakan sehubungan dengan pengikut-pengikut Kristus sejati, tidak berarti bahwa selama dalam tubuh jasmani mereka bebas dari semua dosa.

Sumber Buku : Bertukar Pikiran; halaman 342 - 346; Penerbit Perkumpulan Siswa-Siswa Alkitab

Good,
 :wink:
September 27, 2011, 07:23:25 PM
Reply #55
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 19
Pergantian Rasuli

Definisi: Doktrin bahwa ke-12 rasul mempunyai pengganti-pengganti yang menerima wewenang melalui pelantikan ilahi. Di Gereja Katolik Roma, para uskup secara kelompok dikatakan sebagai pengganti rasul-rasul, dan paus dikatakan sebagai pengganti Petrus. Mereka berkukuh bahwa paus-paus Roma muncul segera setelah menduduki jabatan dan melaksanakan tugas-tugas Petrus, yang konon diberi wewenang utama atas seluruh Gereja oleh Kristus. Bukan ajaran Alkitab.

Apakah Petrus adalah ”batu karang” yang di atasnya gereja dibangun?
Mat. 16:18, TB: ”Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Perhatikan dalam konteks [ay. 13, 20] bahwa percakapan berkisar pada identitas Yesus.)

Siapa, menurut rasul Petrus dan Paulus, ”batu karang”, ”batu penjuru” itu?
Kis. 4:8-11, TB: ”Jawab Petrus, penuh dengan ROH KUDUS: ’Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, . . . bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati—bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan—yaitu kamu sendiri—, namun ia telah menjadi batu penjuru.”

1 Ptr. 2:4-8, TB: ”Datanglah kepada-Nya [Tuan Yesus Kristus], . . . Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: ’Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.’ Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: ’Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan.’”
Ef. 2:20, TB: ”Yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.”

Apa yang dipercayai oleh Agustinus (yang dianggap sebagai seorang santo oleh Gereja Katolik)?
”Dalam periode yang sama dari keimaman saya ini, saya juga menulis sebuah buku yang menentang surat Donatus . . . Pada suatu bagian dalam buku ini, saya mengatakan tentang Rasul Petrus: ’Di atas dia seperti di atas sebuah batu karang Gereja dibangun.’ . . . Tetapi, belakangan saya tahu bahwa saya sering menerangkan apa yang dikatakan Tuhan: ’Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gerejaku,’ bahwa ini harus dimengerti sebagai dibangun di atas Dia yang Petrus akui dengan mengatakan: ’Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang hidup,’ dengan demikian Petrus, yang dinamakan menurut batu karang ini, mewakili pribadi Gereja yang dibangun di atas batu karang ini, dan menerima ’kunci-kunci kerajaan sorga’. Karena, ’Engkau adalah Petrus’ dan bukan ’Engkau adalah batu karang’ yang dikatakan kepadanya. Tetapi ’batu karang itu adalah Kristus’, dengan mengakui hal ini sebagaimana seluruh Gereja juga mengakui, Simon disebut Petrus.”—The Fathers of the Church—Saint Augustine, the Retractations (Washington, D.C.; 1968), diterjemahkan oleh Mary I. Bogan, Buku I, hlm. 90.

Apakah rasul-rasul lain menganggap Petrus terkemuka di antara mereka?
Luk. 22:24-26, TB: ”Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid [rasul-rasul] Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka. Yesus berkata kepada mereka: ’Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. Tetapi kamu tidaklah demikian.’” (Jika Petrus adalah ”batu karang” itu, apakah akan ada keraguan tentang siapa di antara mereka yang ”dapat dianggap terbesar”?)

Karena Yesus Kristus, kepala sidang jemaat itu, hidup, apakah ia membutuhkan pengganti?
Ibr. 7:23-25, TB: ”Dan dalam jumlah yang besar mereka telah menjadi imam [di Israel], karena mereka dicegah oleh maut untuk tetap menjabat imam. Tetapi, karena Ia [Yesus Kristus] tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain. Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.”

Rm. 6:9, TB: ”Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi.”
Ef. 5:23, TB: ”Kristus adalah kepala jemaat.”


Apa yang dimaksud dengan ’kunci-kunci’ yang dipercayakan kepada Petrus?
Mat. 16:19, TB: ”Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

Dalam Penyingkapan, Yesus menyebutkan suatu kunci simbolis yang digunakan oleh dia sendiri untuk membuka hak-hak istimewa dan kesempatan-kesempatan kepada manusia

Why. 3:7, 8, TB: ”Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. . . . Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun.”

Petrus menggunakan ’kunci-kunci’ yang dipercayakan kepadanya guna membuka (bagi orang-orang Yahudi, Samaria, non-Yahudi) kesempatan untuk menerima roh Allah dengan harapan untuk masuk ke dalam Kerajaan surga

Kis. 2:14-39, TB: ”Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: ’Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, . . . Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.’ Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: ’Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?’ Jawab Petrus kepada mereka: ’Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia ROH KUDUS. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.’”

Kis. 8:14-17, TB: ”Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh ROH KUDUS. Sebab ROH KUDUS belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima ROH KUDUS.” (Ayat 20 menyatakan bahwa Petrus-lah yang mengambil pimpinan pada kesempatan ini.)

Kis. 10:24-48, TB: ”Pada hari berikutnya sampailah mereka di Kaisarea. Kornelius [orang non-Yahudi yang tidak disunat] sedang menantikan mereka . . . Lalu mulailah Petrus berbicara, . . . Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah ROH KUDUS ke atas semua orang yang mendengarkan.”

Apakah surga menunggu Petrus membuat keputusan dan kemudian mengikuti petunjuknya?
Kis. 2:4, 14, TB: ”Maka penuhlah mereka dengan ROH KUDUS, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Maka [setelah Kristus, kepala sidang jemaat, menggerakkan mereka melalui ROH KUDUS] bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan . . . ia berkata kepada mereka.” (Lihat ayat 33.)

Kis. 10:19, 20, TB: ”Berkatalah Roh [kepada Petrus]: ’Ada tiga orang mencari engkau. Bangunlah, turunlah ke bawah dan berangkatlah bersama-sama dengan mereka [ke rumah Kornelius orang non-Yahudi itu], . . . sebab Aku yang menyuruh mereka ke mari.’”
Bandingkan Matius 18:18, 19.

Apakah Petrus menjadi hakim sehubungan dengan siapa yang patut masuk ke dalam Kerajaan?
2 Tim. 4:1, TB: ”Kristus Yesus . . . akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati.”
2 Tim. 4:8, TB: ”Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan [Yesus Kristus], Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”

Apakah Petrus pernah ada di Roma?
Roma disebut dalam sembilan ayat Alkitab; tidak satu pun di antaranya menyatakan bahwa Petrus berada di sana. Satu Petrus 5:13 memperlihatkan bahwa ia ada di Babilon. Apakah ini suatu sebutan yang samar-samar tentang Roma? Ia berada di Babilon sesuai dengan tugasnya untuk mengabar kepada orang-orang Yahudi (seperti dinyatakan di Galatia 2:9), karena terdapat sejumlah besar orang-orang Yahudi di dalam dan sekitar kota kuno Babilon. Encyclopaedia Judaica (Yerusalem, 1971, Jil. 15, kol. 755), ketika membahas dihasilkannya Talmud Babilon, menyebut tentang ’akademi-akademi Yudaisme yang besar di Babilon’ selama Tarikh Masehi.

Apakah ada suatu urutan pengganti yang tidak pernah putus dari Petrus sampai paus-paus pada zaman modern?
John McKenzie, seorang Yesuit, ketika menjadi profesor teologi di Notre Dame, menulis, ”Tidak ada bukti-bukti sejarah berkenaan dengan seluruh mata rantai pengganti dalam wewenang gereja.”—The Roman Catholic Church (New York, 1969), hlm. 4.

New Catholic Encyclopedia mengakui, ” . . . langkanya dokumen-dokumen membuat banyak hal tidak jelas tentang perkembangan yang mula-mula dari keuskupan . . . ”—(1967), Jil. I, hlm. 696.

Pengakuan-pengakuan akan pelantikan ilahi tidak ada artinya jika mereka yang mengatakannya tidak taat kepada Allah dan Kristus

Mat. 7:21-23, TB: ”Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Lihat juga Yeremia 7:9-15.


Apakah orang-orang yang mengaku sebagai pengganti rasul-rasul mengikuti ajaran dan perbuatan Yesus Kristus dan rasul-rasulnya?
A Catholic Dictionary menyatakan, ”Gereja Roma bersifat Rasuli, karena doktrinnya merupakan iman yang pernah dinyatakan kepada Rasul-Rasul, iman yang ia jaga dan jelaskan, tanpa menambahkan kepadanya atau mengurangi darinya.” (London, 1957, W. E. Addis dan T. Arnold, hlm. 176) Apakah fakta-faktanya selaras dengan hal itu?

Identitas Allah
”Tritunggal adalah istilah yang digunakan untuk memaksudkan doktrin utama agama Kristen.”—The Catholic Encyclopedia (1912), Jil. XV, hlm. 47.
”Kata Tritunggal, maupun doktrin yang jelas tentang hal itu, tidak ada dalam Perjanjian Baru . . . Doktrin itu berkembang sedikit demi sedikit selama beberapa abad dan melalui banyak pertentangan.”—The New Encyclopœdia Britannica (1976), Micropædia, Jil. X, hlm. 126.
”Menurut pengakuan dari pihak para penafsir dan teolog Alkitab, termasuk orang-orang Katolik Roma yang terus bertambah jumlahnya, seseorang hendaknya tidak berbicara tentang ajaran Tritunggal dalam Perjanjian Baru jika ia tidak terlalu menguasainya. Ada juga pengakuan yang serupa dari pihak para sejarawan dogma dan teolog sistematis bahwa jika seseorang memang berbicara tentang ajaran Tritunggal yang tidak memenuhi syarat, ia telah beralih dari zaman Kristen yang mula-mula sampai, katakanlah, seperempat bagian terakhir dari abad ke-4.”—New Catholic Encyclopedia (1967), Jil. XIV, hlm. 295.

Para pemimpin agama yang hidup selibat
Paus Paulus VI, dalam surat ensikliknya Sacerdotalis Caelibatus (”Keselibatan Para Imam”, 1967), mengesahkan keselibatan sebagai persyaratan untuk para klerus, tetapi ia mengakui bahwa ”Perjanjian Baru yang melestarikan ajaran Kristus dan Rasul-Rasul . . . tidak secara terbuka menuntut kelajangan rohaniwan-rohaniwan . . . Yesus sendiri tidak membuat hal itu sebagai prasyarat ketika Ia memilih Kedua Belas [murid], demikian juga Rasul-Rasul tidak menetapkan hal itu bagi mereka yang mengepalai masyarakat-masyarakat Kristen yang pertama.”—The Papal Encyclicals 1958-1981 (Falls Church, Va.; 1981), hlm. 204.
1 Kor. 9:5, TB: ”Tidakkah kami mempunyai hak untuk membawa seorang isteri Kristen, dalam perjalanan kami, seperti yang dilakukan rasul-rasul lain dan saudara-saudara Tuhan dan Kefas?” (”Kefas” adalah sebuah nama Aram yang diberikan kepada Petrus; lihat Yohanes 1:42. Lihat juga Markus 1:29-31, yang menyebutkan tentang ibu mertua Simon, atau Petrus.)

1 Tim. 3:2, TB: ”Karena itu penilik jemaat [”uskup”, Dy] haruslah seorang . . . suami dari satu isteri [”menikah hanya satu kali”, NAB].”

Sebelum zaman Kristen, ajaran Buddha menuntut para pendeta dan biarawannya tetap lajang. (History of Sacerdotal Celibacy in the Christian Church, London, 1932, ed. keempat, direvisi, Henry C. Lea, hlm. 6) Bahkan sebelumnya, ordo-ordo tertinggi keimaman Babilonia dituntut untuk tetap lajang, menurut The Two Babylons oleh A. Hislop.—(New York, 1943), hlm. 219.

1 Tim. 4:1-3, TB: ”Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan . . . Mereka itu melarang orang kawin.”
Terpisah dari dunia

Paus Paulus VI, ketika berbicara kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1965, mengatakan, ”Orang-orang di bumi berpaling kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai harapan terakhir bagi kerukunan dan perdamaian; Kami memberanikan diri untuk menyampaikan di sini, penghargaan mereka dan juga Kami sendiri dalam bentuk penghormatan dan pengharapan.”—The Pope’s Visit (New York, 1965), Laporan Khusus Time-Life, hlm. 26.

Yoh. 15:19, TB: ”[Yesus Kristus mengatakan,] Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.”

Yak. 4:4, TB: ”Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah?”
Menggunakan senjata-senjata perang

Sejarawan Katolik E. I. Watkin menulis, ”Meskipun pengakuan ini pasti menyakitkan, kami tidak dapat, demi kemajuan rohani yang palsu atau keloyalan yang tidak jujur, menyangkal atau mengabaikan fakta sejarah bahwa Uskup-Uskup secara tetap telah mendukung semua peperangan yang dilancarkan oleh pemerintah negeri mereka. Saya tidak mengetahui adanya satu peristiwa pun yang memperlihatkan suatu hirarki nasional mengutuk setiap peperangan sebagai sesuatu yang tidak adil . . . Apa pun teori resminya, dalam praktek ’negeriku selalu benar’ menjadi moto yang diikuti dalam masa perang oleh Uskup-Uskup Katolik.”—Morals and Missiles (London, 1959), diedit oleh Charles S. Thompson, hlm. 57, 58.

Mat. 26:52, TB: ”Maka kata Yesus kepadanya: ’Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.’”

1 Yoh. 3:10-12, TB: ”Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang . . . tidak berasal dari Allah, . . . tidak mengasihi saudaranya. . . . Kita harus saling mengasihi; bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya.”

Mengingat hal-hal di atas, apakah orang-orang yang mengaku sebagai pengganti rasul-rasul benar-benar mengajarkan dan mempraktekkan apa yang dilakukan Kristus dan rasul-rasulnya?


Sumber Buku : Bertukar Pikiran : Halaman 287 - 293; Penerbit Perkumpulan Siswa-Siswa Alkitab.


Good,
 :D
September 27, 2011, 09:28:09 PM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3691
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Jalan Panjang Kisah Pelecehan Seks Gereja
SENIN, 22 MARET 2010 | 13:27 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO Interaktif, KOTA VATIKAN -
Berita terkait
•   Permintaan Maaf Paus Dianggap Tak Menjawab Persoalan 
•   Paus Minta Maaf Terhadap Korban Pelecehan Seks Pastur Irlandia 
•   Vatikan Segera Lansir Surat Paus Soal Skandal Pelecehan Seksual Anak
•   Paus Diserang, Keamanan Vatikan Dikiritik
•   Semua Utusan Obama Ditolak Vatikan
•   


Gereja Katolik Roma belakangan ini sedang mendapat sorotan tajam. Semua itu merupakan pajak dari mencuatnya tuduhan terjadinya pelecehan seks terhadap anak-anak yang melibatkan sejumlah pendeta di beberapa negara Eropa, Amerika Serikat, dan Asutralia. Seperti ilalang yang terbakar, api menjalar dengan cepat memangsa sekitarnya ttanpa bisa segera dibendung.

dst .....



Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?    Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
   Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."


(Matius 7:3-5_


Saya berikan refrensi yang obyektif tentang ini:

Quote from: ,
Scandal creates contempt for Catholic clergy
By Electa Draper

A steady stream of revelations and civil lawsuits over child sexual abuse by priests seem to signal the Catholic Church has the biggest problem with clerical scandals, but experts deny it is a hot zone of exploitation.

Insurance companies, child advocacy groups and religion scholars say there is no evidence that Catholic clergy are more likely to be involved in sexual misconduct than other clergy or professionals. Yet ongoing civil litigation of decades-old cases against a church with deep pockets keeps the Catholic Church in the headlines.

“There is no plausible evidence that Catholic priests are gangs of sexual predators, as they are being portrayed,” said Pennsylvania State University Prof. Philip Jenkins, eminent religion and history scholar, and a non-Catholic who’s studied the church’s abuse problems for 20 years.

Jenkins said there has been no formal study comparing denominations for rates of child abuse. However, insurers have been assessing the risks since they began offering riders on liability policies in the 1980s. Two of the largest insurers report no higher risks in covering Catholic churches than Protestant denominations.

Wisconsin-based Church Mutual Insurance Co. has 100,000 client churches and has seen a steady filing of about five sexual molestation cases a week for more than a decade, even though its client base has grown.

“It would be incorrect to call it a Catholic problem,” said Church Mutual’s risk control manager, Rick Schaber. “We do not see one denomination above another. It’s equal. It’s also equal among large metropolitan churches and small rural churches.”

Iowa-based Guide One Center for Risk Management, which insures more than 40,000 congregations, also said Catholic churches are not considered a greater risk or charged higher premiums.

“Our claims experience shows this happens evenly across denominations,” said spokeswoman Melanie Stonewall.

However, the largest insurer of the Catholic Church was silent on the subject.

Midwestern Catholic dioceses formed their own Nebraska-based nonprofit insurance group in 1896, now called the Catholic Mutual Group, which is the provider to 111 out of 195 U.S. Catholic dioceses. Catholic Mutual’s counsel, Tim Augustine, declined comment on sexual-abuse claims.

National Center for Missing and Exploited Children President Ernie Allen said his organization has received more than 825,000 reports of child abuse and does not see any statistical indication the Catholic Church has a greater prevalence of cases than any other setting — after accounting for the size of the church, the largest Christian denomination in the U.S. and the world.

“There is a common denominator among those who abuse children,” Allen said. “They seek out situations where they have easy access and cover. It should surprise nobody that an abuser is a teacher, coach, youth leader, pediatrician, minister, priest or rabbi.”

The Boy Scouts of America was recently ordered to pay $18.5 million to a former scout abused by an assistant scoutmaster in 1983, in a case that highlighted the Boy Scout organization’s secret files on suspected child molesters. In the 1980s, the Church of JESUS CHRIST of Latter-day Saints was the charter holder for an estimated one-third to one-half of the nation’s Boy Scout troops, according to CBS News.

Researchers and journalists examining the sexual and physical abuse by American public schoolteachers have found “a horrendous volume of cases,” Jenkins said, and nobody has paid the sort of attention to it that the Catholic Church has experienced since the late 1990s.

The Catholic Church has a particularly extensive network of schools and youth ministries, and Allen’s organization had been sharply critical in the past of the way it and other churches handled suspected abuse.
“Churches need to see that it’s not just a sin, it’s a crime,” Allen said. “I understand churches put great stock in redemption, but first and foremost they need to hold that person accountable.”

Allen said he has been pleased with the commitment of the Catholic Church in America to deal aggressively with the problem in the past several years.

The only comprehensive report on sexual abuse within any denomination was the study by the John Jay College of Criminal Justice of American Catholic priests. No comparable report exists for any other denomination, Jenkins said.

The U.S. Conference of Catholic Bishops commissioned the study after sexual molestation cases rocked the church in 2002, yet the study, made by a college at City University of New York, is considered a rigorous independent review.

John Jay researchers found more than 4 percent of 110,000 priests active between 1950 and 2002 had faced accusations of sexual misconduct. There were 4,392 complaints, ranging from improper conversations to rape, filed by 10,667 victims under the age of 18.

However, child molestation is an under-reported crime, researchers said. They estimate sexual abuse among the general U.S. adult male population to be 10 percent to 20 percent.

The study also found that more abusive acts by priests occurred in the 1970s and 1980s than any other decades, yet one-third of all allegations, many of them decades old, were reported in 2002-03.
More than half of the offending priests in the John Jay study faced only one accusation. And 149 priests were serial offenders, responsible for 25,000 alleged incidents, more than a quarter of the total, and many of the cases involving very young children.

Yet despite a persistent label of “pedophile priest scandal,” Jenkins said, very few of the accused priests were pedophiles, those having abusing children before they reach the age of puberty, about 12 or 13. This in no way makes the acts more defensible, he said, but it demonstrates distorted public perceptions.

At the end of 2009, Baylor University released a national study of clergy sexual misconduct with adults that concluded it was more common than previously thought and it occurred across all religions and denominations.

Yet many critics suspect the church’s celibacy requirement, exclusion of women from the priesthood and ancient hierarchical structure are factors in its clerical scandals.

The Catholic Church has been forced to scrutinize itself more than any other denomination and it suffers for its better record-keeping … and unique (hierarchical) structure,” Jenkins said.

Even the staunchest Catholics have been appalled by the church’s cover-up of sexual abuse cases and steps taken by many church officials to protect fraternity, image and coffers over Catholic youth.
“They were stupid,” said Jesuit priest Thomas J. Reese, Senior Fellow of the Woodstock Theological Center at Georgetown University. “The Catholic Church needs to apologize, apologize, apologize. There was no excuse for keeping those guys in ministry.”

Attitudes about child molestation have changed enormously over time, Jenkins said.

“No one looks at whether the attitudes of secular professionals in the 1960s, 1970s and 1980s were any less wrong than the church’s,” Jenkins said. “Commonplace therapeutic views until the 1970s were that pedophiles were curable and unlikely to repeat if removed from the setting. A dominant theme of the 1960s was that there was no significant damage to children in these cases.”

The Catholic Church is the only institution being scrutinized by the standards of today for decisions made 30 years ago, Jenkins said.

Yet many within the church, which holds itself up as a leading moral authority, say officials should have known better than to continually move offending priests from parish to parish.

“We will never understand it. The church knew it wasn’t right, yet so many things were swept under the rug,” said Mark Ross, a 73-year-old Thornton Catholic who spent decades in lay ministries. “Many people didn’t know it was happening. Others refused to believe it — it was too shameful. It breaks my heart. I feel sorry for the good priests, and there are so many of them.”

Sumber: http://blogs.denverpost.com/hark/2010/05/25/scandal-creates-contempt-for-catholic-clergy/39/


Saya tidak menolak kebenaran berita tersebut, tetapi itu tidak menjadi bukti bahwa gereja salah, sebab gereja juga terdiri dari manusia yang jg yg cenderung berbuat salah. Paus sendiri telah menyatakan permintaan maaf atas kasus2  pelecehan sexual yang terjadi didalam lingkup gereja Katolik. Salah satu permintaan maaf paus bisa dibaca disini:  http://www.vatican.va/holy_father/benedict_xvi/letters/2010/documents/hf_ben-xvi_let_20100319_church-ireland_en.html

Secara obyektif, kita melihat adanya langkah- langkah dari Paus Benediktus XVI untuk menangani hal ini. Sungguh,  sebagai umat, kami perlu turut mendoakan para imam, agar mereka dapat hidup kudus. Di atas semua itu, kita perlu membedakan antara ajaran dengan orang- orang yang melaksanakannya. Yang bersalah di sini adalah orang- orangnya, yaitu sebagian dari para imam; namun ajaran Gereja tidak salah. Gereja memang terdiri dari “Saints and sinners” (para orang kudus dan orang berdosa), sehingga hal ini dapat terjadi. Kita tidak boleh melihat hanya kepada orang- orangnya (apalagi jika yang dilihat hanya orang- orang yang jahat/ berdosa saja), sebab jika demikian kita dapat menjadi kecewa. Kita harus melihat kepada ajaran KRISTUS, dan bagaimana seharusnya kita hidup sebagai para murid-Nya. Didalam 12 Rasul pun terdapat seorang YUDAS ISKARIOT, tetapi perbuatan YUDAS atas YESUS tidak akan mampu menghapus karya dari 11 rasul lainnya. Sekarang tergantung anda lebih suka melihat  YUDAS atau 11 rasul yang lainya


Dan lagipula pelecehan seksual tidak hanya terjadi di dalam Gereja Katolik, namun juga di gereja-gereja yang lain, bahkan menurut data, jumlahnya lebih banyak.kasus pelecehan ini tidak saja melibatkan para imam Katolik, tetapi juga para pendeta dari gereja- gereja non Katolik. FOX News memuat berita tentang angka kasus pelecehan seksual anak- anak oleh pendeta Protestan di Amerika yang dilaporkan oleh hanya tiga perusahaan asuransi (260 kasus/ tahun) yang melampaui angka pelecehan yang dilakukan oleh imam Katolik (total 228 kasus/ tahun), selengkapnya bisa anda baca disini: http://www.foxnews.com/story/0,2933,286153,00.html

Fakta ini tentu tidak dimaksudkan untuk membela oknum yang melakukan kejahatan tersebut di Gereja Katolik, sebab perbuatan pelecehan tersebut tetap lah sangat keliru/ dosa dan sungguh tidak sesuai dengan ajaran KRISTUS. Namun, fakta tersebut menunjukkan bahwa hal pelecehan seksual terjadi tidak hanya di Gereja Katolik. Nampaknya, masyarakat di dunia dewasa ini banyak yang ’sakit’ dan Gereja tak terpisahkan dari masyarakat yang menjadi anggotanya, maka hal ini dapat terjadi. Padahal, jika seorang imam Katolik setia kepada ajaran KRISTUS, maka tidak akan ada kasus pelecehan seksual di Gereja Katolik; demikian pula di gereja Protestan. Jadi problemnya bukan ajarannya tetapi beberapa orang yang tidak setia melaksanakan ajaran imannya.

Salam
« Last Edit: September 27, 2011, 09:38:16 PM by CLAY »
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 27, 2011, 09:50:27 PM
Reply #57
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3691
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika



Dan lagipula pelecehan seksual tidak hanya terjadi di dalam Gereja Katolik, namun juga di gereja-gereja yang lain, bahkan menurut data, jumlahnya lebih banyak.kasus pelecehan ini tidak saja melibatkan para imam Katolik, tetapi juga para pendeta dari gereja- gereja non Katolik. FOX News memuat berita tentang angka kasus pelecehan seksual anak- anak oleh pendeta Protestan di Amerika yang dilaporkan oleh hanya tiga perusahaan asuransi (260 kasus/ tahun) yang melampaui angka pelecehan yang dilakukan oleh imam Katolik (total 228 kasus/ tahun), selengkapnya bisa anda baca disini: http://www.foxnews.com/story/0,2933,286153,00.html


Report: Protestant Church Insurers Handle 260 Sex Abuse Cases a Year

http://www.insurancejournal.com/news/national/2007/06/18/80877.htm

Sexual Abuse of Minors in Protestant Churches
http://www.foxnews.com/story/0,2933,286153,00.html

Child sex abuse by Protestant clergy difficult to document
Large number of denominations, nature of hierarchy make task elusive
http://www.stopbaptistpredators.org/article07/child_sex_abuse_by_protestant_clergy.html

German Protestant church admits cases of sexual abuse

http://www.christiantelegraph.com/issue9190.html


Sex Abuse in the Protestant Church

http://karen-stephenson.suite101.com/sex-abuse-in-the-protestant-church-a268469

Dan masih banyak lagi kasus yang bisa saya tambahkan disini jika berkenan.

Salam

Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 28, 2011, 09:13:33 AM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9773
Kesimpulan, Juru selamat kita Kristus bukan gereja.


Dan lagipula pelecehan seksual tidak hanya terjadi di dalam Gereja Katolik, namun juga di gereja-gereja yang lain, bahkan menurut data, jumlahnya lebih banyak.kasus pelecehan ini tidak saja melibatkan para imam Katolik, tetapi juga para pendeta dari gereja- gereja non Katolik. FOX News memuat berita tentang angka kasus pelecehan seksual anak- anak oleh pendeta Protestan di Amerika yang dilaporkan oleh hanya tiga perusahaan asuransi (260 kasus/ tahun) yang melampaui angka pelecehan yang dilakukan oleh imam Katolik (total 228 kasus/ tahun), selengkapnya bisa anda baca disini: http://www.foxnews.com/story/0,2933,286153,00.html


Report: Protestant Church Insurers Handle 260 Sex Abuse Cases a Year

http://www.insurancejournal.com/news/national/2007/06/18/80877.htm

Sexual Abuse of Minors in Protestant Churches
http://www.foxnews.com/story/0,2933,286153,00.html

Child sex abuse by Protestant clergy difficult to document
Large number of denominations, nature of hierarchy make task elusive
http://www.stopbaptistpredators.org/article07/child_sex_abuse_by_protestant_clergy.html

German Protestant church admits cases of sexual abuse

http://www.christiantelegraph.com/issue9190.html


Sex Abuse in the Protestant Church

http://karen-stephenson.suite101.com/sex-abuse-in-the-protestant-church-a268469

Dan masih banyak lagi kasus yang bisa saya tambahkan disini jika berkenan.

Salam


September 28, 2011, 07:06:51 PM
Reply #59
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 120
  • Gender: Male
  • religion divide people
  • Denominasi: none of human declaration
man.... pada gak kasian apa sama gw....
susah ya jadi orang Kristen....
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)