Author Topic: TUJUAN HIDUP SEBAGAI ANAK-ANAK TUHAN  (Read 2188 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 25, 2011, 08:52:39 PM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 498
  • Denominasi: Kristen Protestan


Ada banyak pandangan hidup seseorang ketika ditanyakan “ Apa tujuan hidupnya “

•   seorang pengusaha ia akan mengungkapkan pengharapannya yaitu kesuksesan dan peningkatan akan usaha yang digelutinya ,
•    sebagai pegawai perusahaan akan mengungkapkan keinginannya bisa naik pangkat ,
•   seorang pelayan Tuhan mengungkapkan kerinduannya yaitu keberhasilan dan kemajuan pelayanannya dan banyak pandangan orang sesuai dengan profesi dan bidang yang saat ini sedang digelutinya .
 
Apakah Tujuan hidup anak-anak Tuhan juga seperti itu saja ?

Sebagai anak Tuhan seharusnya tidak berpandangan seperti itu saja , sebab tujuan hidup anak Tuhan jauh lebih mulia dari hidup manusia pada umumnya . Tujuan hidup didalam Tuhan Yesus jauh lebih besar dari segala prestasi pribadi , kesuksesan hidup menurut ukuran umum , kebahagiaan yang dicita-citakan , bahkan ambisi-ambisi terliar dalam hidup kita sekalipun tidak bisa dibandingkan dengan tujuan hidup yang Tuhan sudah rencanakan dalam hidup kita sebagai  anak-anakNya .

Satu kenyataan pencarian tujuan hidup telah membingungkan banyak orang selama ribuan tahun, Mengapa bisa seperti itu?

•   Apakah mengetahui tujuan hidup manusia begitu sulitnya?
•   Bukankah ada banyak buku-buku yang memberikan petunjuk untuk hidup sukses?
•   Bukankah ada banyak seminar untuk mencari solusi ditengah persaingan global ini?
•   Bukankah ada banyak jurus yang diberikan oleh para pakar didunia ini dalam meraih keberhasilan hidup ini?

Demikian pula buku-buku rohani banyak yang mengajarkan hidup sukses dan seminar-seminar sama seperti yang dilakukan oleh orang dunia ini, dengan tujuan agar anak-anak Tuhan bisa meraih hidup sukses ! Dan apa yang kita lihat lebih banyak yang tidak berhasil dari pada berhasil setelah dengan sungguh-sungguh mempraktekkan apa yang diperoleh dari buku-buku maupun seminar-seminar yang diikutinya .

Mengapa bisa demikian ?

   
Tujuan hidup manusia pada umumnya terfokus pada ambisi, keinginan-keinginan pribadi, yang dilatar belakangi oleh kesenangan dan kepuasan daging atau karena persaingan hidup antar sesamanya. Kalau kita disodori kertas pertanyaan apa yang kau inginkan dalam hidupmu maka akan muncul banyak jawaban :

•   Aku ingin jadi seperti … aku ingin memiliki istri anak rumah dan perabotnya, mobil, pekerjaan tetap. dan untuk mencapai itu aku harus melakukan ini dan itu harus menurut nasehat orang tua, menurut buku karangan … aku rela mengorbankan apapun asal apa yang kucita-citakan tercapai, dan segala daya upaya difokuskan kesitu.

•   Apakah sasaran-sasaran yang aku buat, aku rancangkan jauh-jauh hari apakah sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan ya? Jangan-jangan tidak sama , aku jadi takut untuk bertanya kepada Tuhan, aku belum siap kalau rancangan dan sasaran hidup yang aku buat ternyata tidak sesuai dengan rencana Tuhan ? gambaran seorang yang mau hidup menurut maunya sendiri dan tidak mau diarahkan menurut rencana  Tuhan .Impian-impianku untuk masa depan aku takut tidak sama dengan yang Tuhan rencanakan. Jadi lebih baik aku tidak bertanya kepada Tuhan, biar impianku terwujud.
•   Aku bingung kalau diberi pertanyaan seperti itu Aku harus menjadi apa? Seperti apa? dan apa yang harus aku lakukan dengan kehidupanku ini? gambaran seorang yang memang tidak memiliki cita-cita dalam hidupnya, atau  asal hidup saja seperti robot.

Dan banyak hal yang bisa diungkapkan seseorang dan semua kelihatannya tidak siap mendengar apa yang Tuhan kehendaki dalam hidupnya, karena sudah puas dng apa yang sudah ada dalam otaknya, semua itu terjadi karena pengaruh kata orang , pengaruh buku-buku , seminar-seminar yang pernah diikutinya atau karena melihat film-film .
 
Walaupun sebetulnya itu semua hanya untung-untungan tetapi kelihatannya manusia tidak mau belajar dari kesalahan, tetap saja mencoba, memaksakan kehendaknya tercapai. Itulah realita pencarian manusia pada umumnya dalam tujuan hidupnya.  Dan itu juga kesalahan banyak  anak-anak Tuhan, dalam  mencari tahu tujuan hidupnya  diawali dengan langkah awal yang salah!

Seharusnya anak Tuhan memulai pencarian Tujuan hidup dimulai dari Tuhan yang mengetahui dengan jelas apa yang akan dialami dan bagaimana seharusnya anak-anakNya menjalani hidupnya karena Tuhan merencanakan hidup anak-anakNya sejak kita ada dalam kandungan ibu,  bukan dari pikirannya sendiri yang sudah tercemar, terpengaruh oleh kata orang, buku-buku atau karena seminar-seminar yang pernah diikutinya Jadi seharusnya seorang anak Tuhan kalau mau tahu tujuan hidupnya yang mulia yang lebih besar dari segala yang dicita-citakannya harus memulainya dari Tuhan yang mengetahui dengan detail hidup kita karena kita buatan tangannya  ketika Tuhan menciptakan kita . Mazmur 139 : 13-14.   
 
Dia sudah punya rencana dan Tujuan dalam hidup kita !  Yer 1:5 / Kol  1:16 Sesungguhnya Allah tidak meninggalkan kita dalam kegelapan yang membuat kita bertanya tanya atau menebak, Tuhan sudah menyatakan tujuanNya untuk kehidupan kita dengan jelas didalam “Akitab”.

Alkitab merupakan buku panduan yang memberi penjelasan mengapa kita hidup, bagaimana menjalani kehidupan ini apa yang harus dihindari dan apa yang akan terjadi di masa depan (Yermia 29:11)

“ Kebijaksanaan yang saya kemukakan itu ialah kebijaksanaan dari Allah kebijaksaan itu tidak diketahui oleh dunia, tetapi Allah sudah menyediakannya untuk kebahagiaan kita sebelum dunia dijadikan.” 1 Korintus 2:7 (B.I.S)

Dari pembacaan Firman Tuhan ini kita tahu sesungguhnya Allah bukan Cuma titik awal dalam pencarian tujuan hidup kita dan Alkitab bukan cuma petunjuk untuk kita mengetahui tujuan hidup kita yang sudah Allah rencanakan, tetapi sesungguhnya Allah dan Alkitab adalah segalanya, bagi hidup kita, merupakan sumber kehidupan dan kebahagiaan kita. Firman Tuhan dalam Matius 6:33 dengan jelas memberitahukan kepada kita “ Carilah kerajaan Allah serta  Kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan kepada kita “ artinya kita harus membangun kehidupan diatas “ Kebenaran-kebenaran “ bukan kata orang, kata buku-buku atau filsafat-filsafat dunia ini.

Untuk jelasnya Alkitab mengatakan dalam Efesus 1:9-11 dari ayat-ayat ini kita melihat :

1.   Allah merencanakan hal-hal yang indah dan mulia sejak semula menurut kehendakNya bagi umat pilihanNya.

2.   Semua rencana dan kehendaknya itu bisa dialami oleh umatNya apabila umatNya ada didalam “ Kristus Yesus ” jadi kita bisa menemukan tujuan hidup kalau kita membangun hubungan terlebih dulu dengan Yesus Kristus.( Hidup sebagai tubuh Kristus, berfungsi sebagai tubuh Kristus).

3.   Dari pembacaan Firman Tuhan ini kita juga tahu ternyata Allah sudah memikirkan kita jauh hari sebelum kita sendiri berpikir tentang Allah , sebelum kita merencanakan tujuan hidup ternyata Allah sudah memikirkanya bagi kita.

4.   Tujuan hidup kita dalam perencanaan Allah jauh lebih besar dan lebih mulia dari alam semesta ini, karena perencanaan Allah dalam hidup kita sampai pada kekekalan sedang alam ini akan lenyap.

Oleh sebab itu kendati saat ini kita sudah punya progam atau promosi dari manusia yang menjanjikan masa depan hidup kita yang cerah kita harus mengingatkan diri kita sendiri bahwa kehidupan yang sebenarnya yang Tuhan sudah rencanakan bagi kehidupan kita  adalah jauh lebih tinggi dan lebih mulia dari segala ambisi dan keinginan pribadi yang sudah ada dalam pikiran kita.  Marilah kita membangun hubungan dengan Tuhan lebih intim lagi , karena lewat itu Tuhan bisa membisikkan jalan-jalanNya untuk kita bisa mencapai tujuan panggilanNya yang mulia dalam hidup kita . Amin.
















TUJUAN HIDUP SEBAGAI ANAK-ANAK TUHAN

Ada banyak pandangan hidup seseorang ketika ditanyakan “ Apa tujuan hidupnya “
•   seorang pengusaha ia akan mengungkapkan pengharapannya yaitu kesuksesan dan peningkatan akan usaha yang digelutinya ,
•    sebagai pegawai perusahaan akan mengungkapkan keinginannya bisa naik pangkat ,
•   seorang pelayan Tuhan mengungkapkan kerinduannya yaitu keberhasilan dan kemajuan pelayanannya dan banyak pandangan orang sesuai dengan profesi dan bidang yang saat ini sedang digelutinya .
 
Apakah Tujuan hidup anak-anak Tuhan juga seperti itu saja ?

Sebagai anak Tuhan seharusnya tidak berpandangan seperti itu saja , sebab tujuan hidup anak Tuhan jauh lebih mulia dari hidup manusia pada umumnya . Tujuan hidup didalam Tuhan Yesus jauh lebih besar dari segala prestasi pribadi , kesuksesan hidup menurut ukuran umum , kebahagiaan yang dicita-citakan , bahkan ambisi-ambisi terliar dalam hidup kita sekalipun tidak bisa dibandingkan dengan tujuan hidup yang Tuhan sudah rencanakan dalam hidup kita sebagai  anak-anakNya .

Satu kenyataan pencarian tujuan hidup telah membingungkan banyak orang selama ribuan tahun, Mengapa bisa seperti itu?

•   Apakah mengetahui tujuan hidup manusia begitu sulitnya?
•   Bukankah ada banyak buku-buku yang memberikan petunjuk untuk hidup sukses?
•   Bukankah ada banyak seminar untuk mencari solusi ditengah persaingan global ini?
•   Bukankah ada banyak jurus yang diberikan oleh para pakar didunia ini dalam meraih keberhasilan hidup ini?

Demikian pula buku-buku rohani banyak yang mengajarkan hidup sukses dan seminar-seminar sama seperti yang dilakukan oleh orang dunia ini, dengan tujuan agar anak-anak Tuhan bisa meraih hidup sukses ! Dan apa yang kita lihat lebih banyak yang tidak berhasil dari pada berhasil setelah dengan sungguh-sungguh mempraktekkan apa yang diperoleh dari buku-buku maupun seminar-seminar yang diikutinya .

Mengapa bisa demikian ?
   
Tujuan hidup manusia pada umumnya terfokus pada ambisi, keinginan-keinginan pribadi, yang dilatar belakangi oleh kesenangan dan kepuasan daging atau karena persaingan hidup antar sesamanya. Kalau kita disodori kertas pertanyaan apa yang kau inginkan dalam hidupmu maka akan muncul banyak jawaban :

•   Aku ingin jadi seperti … aku ingin memiliki istri anak rumah dan perabotnya, mobil, pekerjaan tetap. dan untuk mencapai itu aku harus melakukan ini dan itu harus menurut nasehat orang tua, menurut buku karangan … aku rela mengorbankan apapun asal apa yang kucita-citakan tercapai, dan segala daya upaya difokuskan kesitu.

•   Apakah sasaran-sasaran yang aku buat, aku rancangkan jauh-jauh hari apakah sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan ya? Jangan-jangan tidak sama , aku jadi takut untuk bertanya kepada Tuhan, aku belum siap kalau rancangan dan sasaran hidup yang aku buat ternyata tidak sesuai dengan rencana Tuhan ? gambaran seorang yang mau hidup menurut maunya sendiri dan tidak mau diarahkan menurut rencana  Tuhan .Impian-impianku untuk masa depan aku takut tidak sama dengan yang Tuhan rencanakan. Jadi lebih baik aku tidak bertanya kepada Tuhan, biar impianku terwujud.
•   Aku bingung kalau diberi pertanyaan seperti itu Aku harus menjadi apa? Seperti apa? dan apa yang harus aku lakukan dengan kehidupanku ini? gambaran seorang yang memang tidak memiliki cita-cita dalam hidupnya, atau  asal hidup saja seperti robot.

Dan banyak hal yang bisa diungkapkan seseorang dan semua kelihatannya tidak siap mendengar apa yang Tuhan kehendaki dalam hidupnya, karena sudah puas dng apa yang sudah ada dalam otaknya, semua itu terjadi karena pengaruh kata orang , pengaruh buku-buku , seminar-seminar yang pernah diikutinya atau karena melihat film-film .
 
Walaupun sebetulnya itu semua hanya untung-untungan tetapi kelihatannya manusia tidak mau belajar dari kesalahan, tetap saja mencoba, memaksakan kehendaknya tercapai. Itulah realita pencarian manusia pada umumnya dalam tujuan hidupnya.  Dan itu juga kesalahan banyak  anak-anak Tuhan, dalam  mencari tahu tujuan hidupnya  diawali dengan langkah awal yang salah!

Seharusnya anak Tuhan memulai pencarian Tujuan hidup dimulai dari Tuhan yang mengetahui dengan jelas apa yang akan dialami dan bagaimana seharusnya anak-anakNya menjalani hidupnya karena Tuhan merencanakan hidup anak-anakNya sejak kita ada dalam kandungan ibu,  bukan dari pikirannya sendiri yang sudah tercemar, terpengaruh oleh kata orang, buku-buku atau karena seminar-seminar yang pernah diikutinya Jadi seharusnya seorang anak Tuhan kalau mau tahu tujuan hidupnya yang mulia yang lebih besar dari segala yang dicita-citakannya harus memulainya dari Tuhan yang mengetahui dengan detail hidup kita karena kita buatan tangannya  ketika Tuhan menciptakan kita . Mazmur 139 : 13-14.   
 
Dia sudah punya rencana dan Tujuan dalam hidup kita !  Yer 1:5 / Kol  1:16 Sesungguhnya Allah tidak meninggalkan kita dalam kegelapan yang membuat kita bertanya tanya atau menebak, Tuhan sudah menyatakan tujuanNya untuk kehidupan kita dengan jelas didalam “Akitab”.

Alkitab merupakan buku panduan yang memberi penjelasan mengapa kita hidup, bagaimana menjalani kehidupan ini apa yang harus dihindari dan apa yang akan terjadi di masa depan (Yermia 29:11)

“ Kebijaksanaan yang saya kemukakan itu ialah kebijaksanaan dari Allah kebijaksaan itu tidak diketahui oleh dunia, tetapi Allah sudah menyediakannya untuk kebahagiaan kita sebelum dunia dijadikan.” 1 Korintus 2:7 (B.I.S)

Dari pembacaan Firman Tuhan ini kita tahu sesungguhnya Allah bukan Cuma titik awal dalam pencarian tujuan hidup kita dan Alkitab bukan cuma petunjuk untuk kita mengetahui tujuan hidup kita yang sudah Allah rencanakan, tetapi sesungguhnya Allah dan Alkitab adalah segalanya, bagi hidup kita, merupakan sumber kehidupan dan kebahagiaan kita. Firman Tuhan dalam Matius 6:33 dengan jelas memberitahukan kepada kita “ Carilah kerajaan Allah serta  Kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan kepada kita “ artinya kita harus membangun kehidupan diatas “ Kebenaran-kebenaran “ bukan kata orang, kata buku-buku atau filsafat-filsafat dunia ini.

Untuk jelasnya Alkitab mengatakan dalam Efesus 1:9-11 dari ayat-ayat ini kita melihat :

1.   Allah merencanakan hal-hal yang indah dan mulia sejak semula menurut kehendakNya bagi umat pilihanNya.

2.   Semua rencana dan kehendaknya itu bisa dialami oleh umatNya apabila umatNya ada didalam “ Kristus Yesus ” jadi kita bisa menemukan tujuan hidup kalau kita membangun hubungan terlebih dulu dengan Yesus Kristus.( Hidup sebagai tubuh Kristus, berfungsi sebagai tubuh Kristus).

3.   Dari pembacaan Firman Tuhan ini kita juga tahu ternyata Allah sudah memikirkan kita jauh hari sebelum kita sendiri berpikir tentang Allah , sebelum kita merencanakan tujuan hidup ternyata Allah sudah memikirkanya bagi kita.

4.   Tujuan hidup kita dalam perencanaan Allah jauh lebih besar dan lebih mulia dari alam semesta ini, karena perencanaan Allah dalam hidup kita sampai pada kekekalan sedang alam ini akan lenyap.

Oleh sebab itu kendati saat ini kita sudah punya progam atau promosi dari manusia yang menjanjikan masa depan hidup kita yang cerah kita harus mengingatkan diri kita sendiri bahwa kehidupan yang sebenarnya yang Tuhan sudah rencanakan bagi kehidupan kita  adalah jauh lebih tinggi dan lebih mulia dari segala ambisi dan keinginan pribadi yang sudah ada dalam pikiran kita.  Marilah kita membangun hubungan dengan Tuhan lebih intim lagi , karena lewat itu Tuhan bisa membisikkan jalan-jalanNya untuk kita bisa mencapai tujuan panggilanNya yang mulia dalam hidup kita . Amin.
















 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)