Author Topic: Ramalan Watchtower (yang meleset lagi)  (Read 11634 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 19, 2011, 04:18:52 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9049
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
@Maonedez

Brur, kisah anda sedikit bersentuhan dengan ksiah saya. Maka jika anda mengijinkan saya post di sini, dan bisa anda pelajari. Ini adalah kisah nyata.

Saya adalah keluarga Katolik, begitu juga adik adik saya, tetapi adik ipar saya adalah anak seorang pareses HKBP yang juga tersingkir karena kasus perebutan ephorus pada jaman babeh Harto itu. Jangan lupa, perebutan ephorus itu penuh dengan konflik kepentingan politik babeh harto, bukan murni karena ego para calon ephorus, ya.

Saya mengenal ssy sudah sangat lama, diawali dengan kedatangan dua orang yang secara rutin memberi majalah sedarlah ke rumah saya, yang saya terima dengan ramah, dan saya simpan di gudang setelah membaca sekilas. Saya tidak pernah menolak orang dari manapun alirannya, mulai dari salvation army, family care hingga ssy. Biasanya saya hanya pasif saja tidak mau berdebat karena hanya sia sia saja, tidak ada gunanya.

Hingga suatu kali ada seorang sepupu saya yang agnostik dan ikut menemui penganut ssy yang datang. Celakanya sepupu saya mengaku Katolik, sedangkan ngomongnya ngaco, sehingga saya ikut meluruskan pernyataannya yang kacau itu. Maka jadilah sya terlibat pada diskusi itu.

Memang, pada awalnya, penganut ssy itu sangat sopan, segala hal disampaikan dengan pujian, terima kasih, dan senyum ramah. Tetapi, karena saya sudah terbiasa dalam dunia sales-marketing, saya bisa menilai mana senyum tulus dan mana senyum culas. Tetapi adalah sikap pribadi saya dimana selalu saya megimbangi apa yang diberikan orang, kalau orang itu ramah saya tetap ramah. Maka singkatnya kami menjadi sahabat.

Dari dua orang ini (suami istri) dia mengajak temannya, bahkan penetuanya (kebetulan istri penetuanya ternyata orang pertama yang memberi sedarlah pada saya), bahkan kepada teman teman baru itu, ia memperkenalkan saya sebagai calon penganut ssy, padahal setiap kali diskusi selalu saya bantah ucapan dan ajarannya.

Hingga suatu kali saya marah karena temannya yang juga salah satu penetua yang lain lagi berkata, bawa saya enam bulan lagi sudah bisa di baptis. Waaa, saya bahkan tidak percaya seujung kukupun ajaran ssy mau dibaptis? Saya tepuk (kasarnya gebrak) alkitab NWT dan saya katakan, 'Tidak sedikitpun saya percaya pada isi dari kitab ini'. Tetapi, walau mereka sadar saya menolak dengan keras, teman saya itu tetap bersahabat dengan saya.

Suatu kebetulan pula, ketika teman itu membutuhkan tempat usaha, dan menyewa tempat di samping rumah saya. Jadi kami lebih sering lagi berinteraksi secara sehari hari. Dan ini membuka wawasan saya tentang siapa sebenarnya para penganut ssy itu.

Pada suatu kesempatan di awal, teman saya itu berkisah bahwa para ssy selalu berpakaian rapi seperti mereka itu, tetapi pada keseharian mereka ternyata sama saja dengan manusia kebanyakan.

Pernah juga dikatakan bahwa mereka selalu menjaga ucapan dan selalu berkata halus, karena orang yang lemah lembutlah yang mewarisi bumi. Tetapi saya sangat sering melihatya memaki maki istrinya sendiri, dan bahkan pada suatu kesempatan, saya sungguh terkejut, ketika hanya karena sebab sepele, ia memaki maki dan meunjuk nunjuk istrinya dimuka umum, dan mengatakan mulutmu busuk dsb.

Ada suatu kisah aneh ketika ada beberapa orang yang mampir ke rumah saya, dan mengaku teman dari teman saya itu, dan mereka bertanya secara sangat mendetail tentang bisnis teman saya itu. Ketika saya sampaikan ke teman saya, rupanya mereka adalah dari sesama ssy yang mengusut bisnis sang teman ini. Dan teman saya menyatakan memang ada saja orang orang yang iri di dalam organisasi, sehingga kalau ada yang tiba tiba maju dalam ekonomi, mereka saling mengawasi. Begitu juga ketika dalam suatu kesempatan teman saya ke LN dan fotonya dipajang ke FB. Kebetulan pula ada yang melihat FB nya, dan berujung pada teguran kepada teman saya itu.

Orang ssy dilarang keras merokok dan berjinah. Teman saya sangat anti merokok, juga tidak berani berjinah. Tetapi kalau dari ucapannya yang berhubungan dengan 'botol susu alami' wah setiap saat meluncur dari mulutnya, bahkan saya terpaksa menghentikan ucapannya yang dilontarkan di depan anak saya yang mulai remaja.

Untuk soal ekonomi, teman saya berkata bahwa sesama orang ssy sangat akrab kecuali dalam hal ekonomi, dimana tidak ada tolong menolong secara ekonomi kepada teman seperhimpunan sekalipun.

Begitu juga masalah karier dalam organisasi, teman saya berkisah banyak tentang saling jegal dan saling menjatuhkan dalam urusan karier itu. Kadang masalah pribadi bisa tiba tiba muncul hanya karena seseorang sedang berpeluang untuk naik poisisi.

Begitu juga dengan masalah kolekte yang selalu dijadikan 'ejekan' oleh penganut ssy kepada umat Kristen. Ternyata lebih kejam dibanding Gereja Kristen. Penganut ssy wajib membeli dengan uang pribadi majalah 'sedarlah' dan 'menara pengawal' untuk dibagikan saat mengabar. Sedangkan setiap minggu seorang calon baptis sudah dikenakan target jam kunjungan, dengan akibat kesehatan imannya dipertanyakan jika target tidak tercapai, dengan akibat kena pengawasan dan akibat lanjutannya.

Banyak, banyak sekali apa yang ditampilkan di luar ternyata berbeda jauh dalam hidup mereka sehari hari brur. Bahkan teman saya juga bisa saling bermusuhan dengan temannya hanya gara gara saingan dalam bisnis.

Itulah kisah nyata yang saya alami sendiri, dan sama sekali bukan berasal dari gossip ataupun fitnah.

Syalom
Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
December 19, 2011, 04:38:28 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 625
  • Denominasi: Kristen
@Maonedez

Brur, kisah anda sedikit bersentuhan dengan ksiah saya. Maka jika anda mengijinkan saya post di sini, dan bisa anda pelajari. Ini adalah kisah nyata.

Saya adalah keluarga Katolik, begitu juga adik adik saya, tetapi adik ipar saya adalah anak seorang pareses HKBP yang juga tersingkir karena kasus perebutan ephorus pada jaman babeh Harto itu. Jangan lupa, perebutan ephorus itu penuh dengan konflik kepentingan politik babeh harto, bukan murni karena ego para calon ephorus, ya.

Saya mengenal ssy sudah sangat lama, diawali dengan kedatangan dua orang yang secara rutin memberi majalah sedarlah ke rumah saya, yang saya terima dengan ramah, dan saya simpan di gudang setelah membaca sekilas. Saya tidak pernah menolak orang dari manapun alirannya, mulai dari salvation army, family care hingga ssy. Biasanya saya hanya pasif saja tidak mau berdebat karena hanya sia sia saja, tidak ada gunanya.

Hingga suatu kali ada seorang sepupu saya yang agnostik dan ikut menemui penganut ssy yang datang. Celakanya sepupu saya mengaku Katolik, sedangkan ngomongnya ngaco, sehingga saya ikut meluruskan pernyataannya yang kacau itu. Maka jadilah sya terlibat pada diskusi itu.

Memang, pada awalnya, penganut ssy itu sangat sopan, segala hal disampaikan dengan pujian, terima kasih, dan senyum ramah. Tetapi, karena saya sudah terbiasa dalam dunia sales-marketing, saya bisa menilai mana senyum tulus dan mana senyum culas. Tetapi adalah sikap pribadi saya dimana selalu saya megimbangi apa yang diberikan orang, kalau orang itu ramah saya tetap ramah. Maka singkatnya kami menjadi sahabat.

Dari dua orang ini (suami istri) dia mengajak temannya, bahkan penetuanya (kebetulan istri penetuanya ternyata orang pertama yang memberi sedarlah pada saya), bahkan kepada teman teman baru itu, ia memperkenalkan saya sebagai calon penganut ssy, padahal setiap kali diskusi selalu saya bantah ucapan dan ajarannya.

Hingga suatu kali saya marah karena temannya yang juga salah satu penetua yang lain lagi berkata, bawa saya enam bulan lagi sudah bisa di baptis. Waaa, saya bahkan tidak percaya seujung kukupun ajaran ssy mau dibaptis? Saya tepuk (kasarnya gebrak) alkitab NWT dan saya katakan, 'Tidak sedikitpun saya percaya pada isi dari kitab ini'. Tetapi, walau mereka sadar saya menolak dengan keras, teman saya itu tetap bersahabat dengan saya.

Suatu kebetulan pula, ketika teman itu membutuhkan tempat usaha, dan menyewa tempat di samping rumah saya. Jadi kami lebih sering lagi berinteraksi secara sehari hari. Dan ini membuka wawasan saya tentang siapa sebenarnya para penganut ssy itu.

Pada suatu kesempatan di awal, teman saya itu berkisah bahwa para ssy selalu berpakaian rapi seperti mereka itu, tetapi pada keseharian mereka ternyata sama saja dengan manusia kebanyakan.

Pernah juga dikatakan bahwa mereka selalu menjaga ucapan dan selalu berkata halus, karena orang yang lemah lembutlah yang mewarisi bumi. Tetapi saya sangat sering melihatya memaki maki istrinya sendiri, dan bahkan pada suatu kesempatan, saya sungguh terkejut, ketika hanya karena sebab sepele, ia memaki maki dan meunjuk nunjuk istrinya dimuka umum, dan mengatakan mulutmu busuk dsb.

Ada suatu kisah aneh ketika ada beberapa orang yang mampir ke rumah saya, dan mengaku teman dari teman saya itu, dan mereka bertanya secara sangat mendetail tentang bisnis teman saya itu. Ketika saya sampaikan ke teman saya, rupanya mereka adalah dari sesama ssy yang mengusut bisnis sang teman ini. Dan teman saya menyatakan memang ada saja orang orang yang iri di dalam organisasi, sehingga kalau ada yang tiba tiba maju dalam ekonomi, mereka saling mengawasi. Begitu juga ketika dalam suatu kesempatan teman saya ke LN dan fotonya dipajang ke FB. Kebetulan pula ada yang melihat FB nya, dan berujung pada teguran kepada teman saya itu.

Orang ssy dilarang keras merokok dan berjinah. Teman saya sangat anti merokok, juga tidak berani berjinah. Tetapi kalau dari ucapannya yang berhubungan dengan 'botol susu alami' wah setiap saat meluncur dari mulutnya, bahkan saya terpaksa menghentikan ucapannya yang dilontarkan di depan anak saya yang mulai remaja.

Untuk soal ekonomi, teman saya berkata bahwa sesama orang ssy sangat akrab kecuali dalam hal ekonomi, dimana tidak ada tolong menolong secara ekonomi kepada teman seperhimpunan sekalipun.

Begitu juga masalah karier dalam organisasi, teman saya berkisah banyak tentang saling jegal dan saling menjatuhkan dalam urusan karier itu. Kadang masalah pribadi bisa tiba tiba muncul hanya karena seseorang sedang berpeluang untuk naik poisisi.

Begitu juga dengan masalah kolekte yang selalu dijadikan 'ejekan' oleh penganut ssy kepada umat Kristen. Ternyata lebih kejam dibanding Gereja Kristen. Penganut ssy wajib membeli dengan uang pribadi majalah 'sedarlah' dan 'menara pengawal' untuk dibagikan saat mengabar. Sedangkan setiap minggu seorang calon baptis sudah dikenakan target jam kunjungan, dengan akibat kesehatan imannya dipertanyakan jika target tidak tercapai, dengan akibat kena pengawasan dan akibat lanjutannya.

Banyak, banyak sekali apa yang ditampilkan di luar ternyata berbeda jauh dalam hidup mereka sehari hari brur. Bahkan teman saya juga bisa saling bermusuhan dengan temannya hanya gara gara saingan dalam bisnis.

Itulah kisah nyata yang saya alami sendiri, dan sama sekali bukan berasal dari gossip ataupun fitnah.

Syalom

Terima kasih sdr Bruce,
Maaf nama saya sedikit berubah, soalnya sudah di-ban sama Moderator. He..he..he.

Menanggapi pengalaman saudara dan saudara Maonedez.

Ketika saya membaca pengalaman saudara Maonedez, saya menyimpulkan bahwa saudara Maonedez hanya berbicara tentang apa yang dia alami, tetapi itu tidak mewakili kondisi SSY sepenuhnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap tahun ada ribuan SSY yang dipecat, dan sebagian besar karena masalah moral. Artinya, SSY bukanlah organisasi yang perfect, yang terdiri dari orang-orang yang sempurna. Tidak, sama sekali tidak. Saudara Maonedez tidak sedang mengatakan bahwa SSY adalah agama yang sempurna. Sekali lagi saudara ini hanya berbicara tentang apa yang dia alami, dibadingkan dengan kelompok agamanya yang dahulu.

Mengenai pengalaman saudara, saya tidak membantahnya. Seperti saya akui, ada ribuan SSY di seluruh dunia yang dipecat karena berbagai masalah, termasuk moral. Namun saya juga percaya bahwa saudara tidak sedang menggeneralisasi bahwa semua SSY seperti teman saudara tersebut. Saya yakin saudara juga sedang berbagi tentang apa yang saudara alami. Terlepas dari adanya ribuan SSY yang dipecat, juga ada ratusan ribu orang yang menyelaraskan kehidupannya sesuai Alkitab dan dibaptis menjadi SSY setiap tahunnya.

Sama seperti pohon, jika dari 100 buahnya ada 5 yang busuk, tentu tidak adil jika kita katakan pohon itu adalah pohon yang jelek. Tetapi tentu saja, pohon itu bukan pohon yang sempurna. Lain hal jika sebaliknya.

Kiranya dapat meluruskan.

Terima kasih.
« Last Edit: December 19, 2011, 05:41:31 PM by The Sanctuary »
"Jeova Sanctus Unus"

"Jeova tu Solus Altissimus in Omni Terra"

"Veritas Liberabit Vos"
December 19, 2011, 04:47:11 PM
Reply #32
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 94
  • Success story is not the story of Jesus Christ
  • Denominasi: Protestan anti Kristenisasi
Saya dibesarkan dlm lingkungan gereja HKBP dan org tua saya juga pengurus gereja tsb.
Saya juga adalah salah seorang yg siap mati dlm konflik perebutan jabatan eforus. Dengan bermodalkan kantung plastik yang menutup muka saya dan senjata seadanya saya berpendapat kalaupun saya mati, saya bertarung utk KRISTUS dan masuk surga.
Walaupun pada akhirnya saya berada di pihak yang kalah dan akhirnya dipaksa utk menandatangani penyangkalan thd eforus yang lama, saya mendapat kesempatan utk melanjutkan pendidikan saya di sekolah theologia.

Sebenarnya menurut saya sih... kamu kecewa aja ama ajaran gereja kamu yang lama dan menemukan bahwa ada ajaran lain yang lebih sesuai dengan hati kamu.

Kaga ada hubungan dengan kebenaran Kristus. Saya juga kecewa sama organisasi gereja HKBP tapi bukan berarti gereja lain lebih baik dalam memahami kebenaran Kristus... saya juga kecewa sama banyak pendeta HKBP tapi bukan berarti pendeta lain bisa membantu saya lebih baik dalam memahami kebenaran Kristus... Saya juga bosan dengan ajaran Kristen versi HKBP... tapi bukan berarti ajaran Kristen versi lain lebih baik.. saya juga kaga menemukan kasih persaudaraan di HKBP... tapi bukan berarti di gereja lain saya akan menemukan itu.

Justru pengalaman2 baik buruk/baik, bisa dipakai TUHAN untuk menyatakan kebenaran-Nya.

Sori aja sukacita kamu cuma karena kamu menemukan kebenaran Kristus hasil tafsiran manusia dan ternyata cocok sama tafsiran kamu.

Jadilah jemaat yang bertanggung-jawab... kalau gereja kamu mengecewakan kamu, bikin dong perubahan di situ. Kalau pun harus menanggung kekecewaan/frustasi/kesusahan/dukacita bukan berarti Kristus berhenti dan meninggalkan kamu.

Kasus2 kamu itu ciri khas Kristen2 yang sangat mudah meninggalkan gereja/tubuh Kristus dan dimanfaatkan orang2 tertentu terus berpikir bahwa mereka telah menemukan Kristus & bersaksi kemana2 bikin perpecahan di antara sesama Kristen.

Mau HKBP tinggal 1 jemaat dan 1 orang pendetanya yang masih setia mengikut Kristus, Yesus tetap setia dan mengasihi HKBP. Tapi gue ragu lah sama orang Kristen yang hobi pindah2 gereja.
Gue lebih suka berurusan dengan orang kaga sopan, kasar tapi tulus dan rendah hati daripada orang sopan, lemah lembut tapi busuk dan sombong.
December 19, 2011, 04:48:13 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 625
  • Denominasi: Kristen
Penganut ssy wajib membeli dengan uang pribadi majalah 'sedarlah' dan 'menara pengawal' untuk dibagikan saat mengabar.

Quote
Sedangkan setiap minggu seorang calon baptis sudah dikenakan target jam kunjungan, dengan akibat kesehatan imannya dipertanyakan jika target tidak tercapai, dengan akibat kena pengawasan dan akibat lanjutannya.

Sdr Bruce,

Mengenai dua pernyataan saudara diatas, khususnya yang saya bold, saudara dapat informasi dari mana?

Mohon tanggapannya.

Terima kasih.
"Jeova Sanctus Unus"

"Jeova tu Solus Altissimus in Omni Terra"

"Veritas Liberabit Vos"
December 19, 2011, 04:52:49 PM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9049
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
@sanc

Quote
Ketika saya membaca pengalaman saudara Maonedez, saya menyimpulkan bahwa saudara Maonedez hanya berbicara tentang apa yang dia alami, tetapi itu tidak mewakili kondisi SSY sepenuhnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap tahun ada ribuan SSY yang dipecat, dan sebagian besar karena masalah moral. Artinya, SSY bukanlah organisasi yang perfect, yang terdiri dari orang-orang yang sempurna. Tidak, sama sekali tidak. Saudara Maonedez tidak sedang mengatakan bahwa SSY adalah agama yang sempurna. Sekali lagi saudara ini hanya berbicara tentang apa yang dia alami, dibadingkan dengan kelompok agamanya yang dahulu.

Mengenai pengalaman saudara, saya tidak membantahnya. Seperti saya akui, ada ribuan SSY di seluruh dunia yang dipecat karena berbagai masalah, termasuk moral. Namun saya juga percaya bahwa saudara tidak sedang menggeneralisasi bahwa semua SSY seperti teman saudara tersebut. Saya yakin saudara juga sedang berbagi tentang apa yang saudara alami. Terlepas dari adanya ribuan SSY yang dipecat, juga ada ratusan ribu orang yang menyelaraskan kehidupannya sesuai Alkitab dan terbaptis menjadi SSY setiap tahunnya.

Brur, bukankah Jesus datang untuk orang berdosa? Jika ada yang sudah dianggap domba oleh WT. kemudian tersesat lagi, masa kemudian dilempar ke tukang sate? Bukankah salah satu tugas organisasi adalah mengajar dan membimbing serta mengajarkan kebaikan?

Quote
Mengenai dua pernyataan saudara diatas, khususnya yang saya bold, saudara dapat informasi dari mana?

Mohon tanggapannya.

Dari teman saya yang penganut ssy itu brur, apa yang disampaikannya salah? Tolong perbaikan dari anda jika info yang saya peroleh itu salah.

Salam
Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
December 19, 2011, 05:02:19 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 625
  • Denominasi: Kristen

Brur, bukankah JESUS datang untuk orang berdosa? Jika ada yang sudah dianggap domba oleh WT. kemudian tersesat lagi, masa kemudian dilempar ke tukang sate? Bukankah salah satu tugas organisasi adalah mengajar dan membimbing serta mengajarkan kebaikan?


Terima kasih sdr Bruce,

Kalau boleh tahu, darimana saudara dapat informasi seperti yang saya bold itu, pernyataan langsung dari teman SSY saudara itu, atau kesimpulan sendiri?

Terima kasih.
"Jeova Sanctus Unus"

"Jeova tu Solus Altissimus in Omni Terra"

"Veritas Liberabit Vos"
December 19, 2011, 05:07:30 PM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9049
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
Terima kasih sdr Bruce,

Kalau boleh tahu, darimana saudara dapat informasi seperti yang saya bold itu, pernyataan langsung dari teman SSY saudara itu, atau kesimpulan sendiri?

Terima kasih.

Lho, itu bukan dari siapa siapa brur.

Bukankah anda (WT) menggolongkan ada yang digolongkan sebagai domba dan ada yang kambing. Betul? Kemudian jika ada yang sudah didombakan (dijadikan domba) dengan mengikuti ajaran ssy, kemudian karena kesalahannya, maka dikeluarkan (seperti kata anda bahwa ribuan orang yang dikeluarkan pertahunnya), bukankah ibaratnya anda (WT)  mengorbankan orang yang sudah mempercayakan keselamatannya melalui organisasi anda (WT)? Sama saja dengan menyate domba yang nakal brur.

Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
December 19, 2011, 05:15:21 PM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 625
  • Denominasi: Kristen
Terima kasih sdr Bruce,

Saudara menulis:
Quote
Penganut ssy wajib membeli dengan uang pribadi majalah 'sedarlah' dan 'menara pengawal' untuk dibagikan saat mengabar.

Saya nyatakan disini bahwa SSY tidak pernah mewajibkan anggotanya untuk membeli majalah atau publikasi lain. Semuanya adalah sumbangan sukarela sesuai kemampuan. Tidak ada paksaan, tidak ada patokan.

Saudara juga menulis:
Quote
Sedangkan setiap minggu seorang calon baptis sudah dikenakan target jam kunjungan, dengan akibat kesehatan imannya dipertanyakan jika target tidak tercapai, dengan akibat kena pengawasan dan akibat lanjutannya.

Juga saya ingin menyatakan bahwa SSY tidak pernah menargetkan jam dinas seseorang sebagai syarat baptisan. SSY menyadari bahwa salah satu tugas yang YESUS berikan bagi mereka adalah menginjil. Namun kemampuan (baik waktu, biaya, maupun tenaga) masing-masing orang untuk menginjil tentu berbeda-beda. Kemampuan seorang lajang tentu berbeda dengan yang berkeluarga. Demikian juga kesanggupan seorang lansia tentu berbeda dengan yang muda. Maka, tidak mungkin untuk menetapkan target. Yang dinilai adalah keseriusan seseorang untuk melakukan tugas penginjilan, bukan jumlah jam dinasnya. Sama seperti contoh janda miskin, yang dinilai adalah kerelaan, bukan nominal.

Semoga dapat meluruskan.

Terima kasih.
« Last Edit: December 19, 2011, 05:17:36 PM by The Sanctuary »
"Jeova Sanctus Unus"

"Jeova tu Solus Altissimus in Omni Terra"

"Veritas Liberabit Vos"
December 19, 2011, 05:21:16 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9049
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
Terima kasih sdr Bruce,

Saudara menulis:
Saya nyatakan disini bahwa SSY tidak pernah mewajibkan anggotanya untuk membeli majalah atau publikasi lain. Semuanya adalah sumbangan sukarela sesuai kemampuan. Tidak ada paksaan, tidak ada patokan.

Saudara juga menulis:
Juga saya ingin menyatakan bahwa SSY tidak pernah menargetkan jam dinas seseorang sebagai syarat baptisan. SSY menyadari bahwa salah satu tugas yang YESUS berikan bagi mereka adalah menginjil. Namun kemampuan (baik waktu, biaya, maupun tenaga) masing-masing orang untuk menginjil tentu berbeda-beda. Kemampuan seorang lajang tentu berbeda dengan yang berkeluarga. Demikian juga kesanggupan seorang lansia tentu berbeda dengan yang muda. Maka, tidak mungkin untuk menetapkan target. Yang dinilai adalah keseriusan seseorang untuk melakukan tugas penginjilan, bukan jumlah jam dinasnya. Sama seperti contoh janda miskin, yang dinilai adalah kerelaan, bukan nominal.

Semoga dapat meluruskan.

Terima kasih.

Terima kasih atas perbaikannya brur.

Jadi saya tekankan lagi di sini, bahwa seorang anggota ssy BOLEH tidak membayar apapun untuk setiap materi/artikel yang dipergunakan dalam pengabaran, betul?

Saya tidak mengatakan seorang calon baptis wajib mengabar, tetapi kewajiban mengabar itu adalah harus dilaksanakan oleh penganut ssy, dan ada jumlah tertentu yang harus dipenuhi, betul atau salah brur?

Mohon tanggapan, TQ
Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
December 19, 2011, 05:29:23 PM
Reply #39
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 178
  • Gender: Male
  • a ga'pe
  • Denominasi: Kristen
@bruce
Trimakasih atas info sdr.
izinkan saya menanggapi kisah pribadi sdr tsb.
Dari apa yg selama ini saya pelajari ttg mereka. Ada satu pandangan yg menarik,
Bagi ssy tidak ada ungkapan 'sekali selamat tetap selamat' atau 'sekali ssy ttp ssy' tapi dia yang 'bertekun sampai akhir' yang akan diselamatkan.
Bagi mereka iman bukanlah sesuatu yg statis atau tetap. Tapi iman dapat berfluktuasi (naik/turun) sesuai byk dikitnya yg mereka timba dari alkitab. Mereka juga akrab dgn istilah 'lemah rohani' / 'mati rohani'/'sakit scr rohani' yg diparabelkan dgn tubuh jasmani. Kalau kita makan secara teratur dgn makan makanan yg sehat pastilah kita akan sehat secara rohani. Demikian pula scra rohani kalau kita mulai kehilangan selera makan rohani, byk mengkonsumsi makanan yg tidak sehat scra rohani, dan memang mau tidak mau kita merasakan polusi secara rohani dlm dunia yg bejat dewasa ini, lambat laun iman kita bisa terkikis, lemah, sakit, kemudian mati secara rohani.
Itulah sebabnya mereka slalu mendesak untuk bercermin scr rohani dmn cermin yg digunakan adalah alkitab(2 tim 3:16) dan tidak melalaikan pertemuan rohani krn akan ada pertukaran anjuran dan saling memperhatikan agar tidak jatuh (heb 10:24,25)
Mereka juga mengenal istilah apakah sdr ssy 100 % atau hanya setengah2 (bermuka dua), apakah sdr ssy 24 jam atau hanya di dpn rekan2 sesama saja.
Bagaimana jika ada yg melanggar ?
Akan dibentuk panitia pengadilan yg terdiri dari 3 penatua...fakta-fakta dikumpulkan dan saksi mata akan dipanggil. Mereka yg terbukti bersalah, akan di disiplin yg merupakan wujud kasih agar mereka mau menyadari kesalahan dan berubah haluan. Bagi yg ttp mempertahankan kebiasaan buruk mereka, maka akan ada pemecatan, tujuannya agar menjaga sidang jemaat tetap bersih (mat 18:15-17 ; 1 cor 6:9,10 ; 5:6 ; jas 5:14,15)
Dari penuturan sdr, saya bisa menyimpulkan bahwa teman saksi sdr tsb, tidak suci sehubungan dgn perkataan, yg mgkn terjadi krn mengkonsumsi makanan-makanan bejat dunia ini (bacaan, gambar, film porno) yang walaupun dia sembunyikan, cpt atau lambat akan disingkapkan ROH KUDUS kpd sidang jemaat, krn segala sesuatu adalah telanjang di mata ALLAH.
Dgn mendapatkan teguran, maka kasih Allah nyata agar dia ,merubah haluannya tsb. Jika dia tidak bertobat, maka pemecatan adalah langkah terakhir yg di ambil utk menjaga kebersihan sidang.
Maka perlu untuk selalu waspada agar hati yg fasik tdk berkembang dlm diri kita, dan selalu bercermin pada firman allah Alkitab. Malaikat saja bisa jatuh, apalagi manusia yg tidak sempurna, tapi dia yg bertekun sampai akhir, yang akan diselamatkan.
Mereka sangat ketat dlm menjaga kebersihan rohani di sidang, krn itu jika sdr melihat mreka melanggar, jgn ragu2 utk melaporkannya ke rekan Kristen ssy yg lain, dari apa yg saya amati...jika memang terbukti,100 % akan di disiplin tanpa pandang bulu.
Ttg buku, lektur, majalah & publikasi lain semua tidak dicantumkan label harga (silahkan cross cek dgn ssy yg lain),begitu ambil dari hamba majalah ya lgsg masukkin tas,krn tidak ada tarifnya, maka sumbangan yg sdr masukkan ke kotak sumbangan tergantung brp kerelaan sdr memberi.
Ttg bantuan kpd rekan-rekan Kristen, mreka sangat care satu sama lain, bahkan di sidang tempat saya ikut berhimpun, ada pengaturan untuk membantu para lansia yg sudah tdk mampu menafkahi hidupnya, krn tdk memiliki keluarga dan anak yg mampu menyokong hidupnya, maka dia diberi tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari,

Smoga informasi yg saya amati dari mereka bisa menjelaskan spt apa mereka sebenarnya.
Trims.
« Last Edit: December 19, 2011, 05:38:29 PM by maonedez »
"Love does not work evil to one's neighbor" - romans 13 : 10
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)