Author Topic: Antara Teologi Kemiskinan dan Teologi Kemakmuran  (Read 5787 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 18, 2011, 08:09:07 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9054
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
Teologi Kemiskinan dan Keberpihakan Gereja
Diakoni FM - Diakoni FM

Pada umumnya di dunia ini orang menderita kemiskinan dan penindasan, karena situasi yang tidak adil, atau karena struktur di dalam masyarakat itu tidak berpihak kepada kelompok orang-orang yg terpinggirkan tsb. Gereja seharusnya berfihak dalam kesetiakawanan dengan orang-orang yang menderita dan berjuang sebagai suatu bagian terpadu dari kesaksian dan misi gereja.

Keberpihakan gereja terhadap kaum miskin merefleksikan solidaritas Allah sendiri terhadap mereka yang menderita dan “hina”. Allah mengasihi orang miskin. Allah membela orang miskin. Yesus mengidentifikasikan diri-Nya sebagai saudara bagi orang miskin. Karena itu, dalam Injil Matius 25:42-45 dijelaskan Yesus mengidentifikasikan dirinya dengan mereka yang menderita (yang lapar, haus dan penjara). Oleh sebab itu gereja harus memberdayakan kelompok marginal dan memperjuangan perubahan struktur yang tidak adil (exploitatif).

Gereja masa kini, janganlah beralih esensinya dari persekutuan (koinonia) umat yang mau hidup berbagi, kemudian berubah fungsi menjadi pelembagaan ritual yang menjauhkan hidup dengan sesamanya. Ini merupakan kritik pedas para Nabi PL terhadap praktik ibadah di sekitar altar. Nabi Yesaya menyerukan: “... supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya” (Yes 58:6).

Apakah orang miskin itu penting untuk gereja?
Kemiskinan merupakan kenyataan hidup dalam sejarah manusia, dan Yesus menyatakan bahwa orang miskin akan selalu ada (Mat. 26:11).  Namun menurut Injil Matius,  si miskin adalah berhak untuk memiliki Kerajaan Sorga. Sebab ada tertulis, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga." (Mat 5:3). Dan pada masa para rasul, banyak orang Kristen yang menjual hartanya dan membagikannya kepada mereka yang miskin (Kis. 2:43-47; bnd. Kis. 5:1-11).

Dari kedua nats di atas ini, tidak ada alasan gereja tidak memperhatikan si miskin. Gereja berfungsi untuk memperhatikan jemaatnya baik secara jasmani dan rohani. Karena itu, secara kontekstual, ajaran kotbah Tuhan Yesus di bukit ini (Mat 5-7) sangat mengena bagi kehidupan umat-Nya. Tujuan Yesus dalam khotbah tsb adalah mengajak orang Kristen yang miskin tidak menjadi minder, rendah diri, maupun tidak menjadi pengemis untuk menuntut pemberian, sebab iman Kristenlah yang membawa mereka mewarisi kerajaan sorga.

Jika saat ini masih banyaknya orang-orang miskin, bukan menjadi alasan untuk tidak mewarisi kerajaan sorga, tetapi juga iman dan kepercayaan orang Kristen yang menjadi bagian dalam pewarisan kerajaan sorga. Melalui pemahaman ini, maka orang Kristen yang memiliki kekayaan mau berbagi dengan mereka yang miskin untuk menjadi saluran berkat dan perwujudan pemeliharaan Tuhan atas umat-Nya.

Apakah keadilan masih dimiliki gereja?
Berbicara soal keadilan dalam hubungannya dengan kemiskinan, maka miskin yang berikutnya ini tidak dilihat dari sudurt karena ekonomi, tetapi lebih dititikberatkan dalam hubungannya dengan miskin rohani. Secara materi, kekayaan orang percaya merupakan titipan dan kepercayaan Tuhan.

Orang Kristen hanya berperan sebagai pengelola untuk menyalurkan berkat Tuhan kepada orang-orang yang membutuhkan dan kepada pelayanan pekerjaan Tuhan. Sebab alam semesta ini dengan segala kekayaannya adalah milik Tuhan. Karena itu orang Kristen yang kaya jangan menjadi miskin dalam hal kerelaan memberi. Sebaliknya orang Kristen yang miskin jangan menjadi miskin dalam hal keberanian memberi.

Kita diajak untuk setia kepada perjanjian Allah menuntut orang-orang Kristen secara pribadi dan gereja-gereja untuk menentukan sikap terhadap ketidakadilan ekonomi dan lingkungan hidup iberdasarkan keyakinan teologis. Bahwa ketidakadilan ekonomi dan lingkungan hidup dalam ekonomi global dewasa ini mengajak gereja-gereja untuk meresponnya sebagai suatu masalah iman kepada Injil Yesus Kristus. Karena masalah-masalah keadilan ekonomi dan lingkungan hidup tidak hanya merupakan isu-isu sosial, politik, dan moral, melainkan bagian terpadu dengan iman kepada Yesus Kristus dan mempengaruhi integritas gereja.

Mempraktekkan keseimbangan antara si kaya dan si miskin
Di dalam Taurat ada banyak peraturan yang melindungi orang-orang yang lemah, miskin, dan tertindas dari pengisapan dan kesewenang-wenangan. Rasul Paulus dalam pelayanannya tidak tinggal diam membiarkan mereka yang kaya namun miskin rohani dan yang miskin secara material. Paulus berupaya memberi jalan keluar dengan teori keseimbangan. Ia merancang strategi bantuan. Bantuan bagi masyarakat Yerusalem bermula di Kis.11:27-29 dan Galatia 2:10 dan berakhir di Roma 15:25-29. Paulus menekankan tugas itu dari hati nurani jemaat-jemaatnya untuk mengungkapkan kasih orang Kristen. Saling menolong dan membantu adalah cirri khas masyarakat Kristen pertama (Kis. 2: 44; 4:34-35) inilah yang mendapat penekanan supaya terjadi keseimbangan .Paulus mengutip Kel.16:18 sebagai dasar dan penguatan bahwa menimbun tidak menguntungkan dan kesederhanaan terbukti mencukupi. Kesenjangan sosial; si kaya terlalu kaya dan si miskin terlalu miskin, menjadi salah satu indikator bahwa dalam suatu komunitas masyarakat terjadi ketidak-adilan. Akibatnya bisa terjadi anarkisme. Yang kaya memperbudak dan menjajah yang miskin. Sebaliknya yang miskin bisa kurang sabar lalu memberontak main hakim sendiri (bdk. situasi di Negara kita).

Gereja (dalam arti kita sebagai persekutuan dan sebagai tubuh Kristus) tidak boleh berdiam diri tetapi harus bersuara memperjuangkan keadilan bagi semua. Gereja harus kreatif dan hidup dalam kebenaran dan keadilan, menjadikan dirinya sebagai bagian dari solusi dari setiap persoalan yang ada. Inilah yang dilakukan oleh Gereja pada zaman Rasul Paulus sebagaimana dikisahkan dalam Firman Tuhan yang kita baca. Gereja mendorong masyarakat termasuk warganya untuk menopang yang lemah, menolong yang miskin, mengangkat yang jatuh, dan memberdayakan bagi yang tidak berdaya. Hal ini bukanlah dimaksudkan untuk membebani orang-orang yang memberi bantuan dan meringankan bagi yang mendapat santunan, tetapi supaya terjadi keseimbangan. Bukankah keseimbangan itu menciptakan harmoni kehidupan? Setiap warga Gereja wajib menolong yang lemah (bdk. Rom 15:1)
Yesus Kristus datang memberi perhatian bagi semua, termasuk bagi yang miskin dan tersisi. Bahkan memperjuangkan mereka yang lemah. Bukankah memberi itu kasih? Kasih harus menjadi bagian dari hidup orang yang beriman. Sebagai orang yang beriman marilah memperjuangkan keadilan sosial dan ekonomi. (Pdt.KH.Midian Sirait, Pelayan Pastoral Konseling Rakom Diakoni)


Teologi kemakmuran
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Teologi Kemakmuran atau Doktrin Kemakmuran (Inggris Prosperity Theology), yang kadang-kadang disebut pula Teologi Sukses, adalah doktrin yang mengajarkan bahwa kemakmuran dan sukses (kaya, berhasil, dan sehat sempurna) adalah tanda-tanda eksternal dari Allah untuk orang-orang yang dikasihinya.[1] Kasih Allah ini diperoleh sebagai sesuatu takdir (predestinasi), atau diberikan sebagai ganjaran untuk doa atau jasa-jasa baik yang dibuat oleh seseorang.[1] Sementara itu, penebusan dosa (yang dalam Kristen dilakukan melalui Yesus Kristus) yang dilakukan Allah bertujuan untuk memberikan berkat kesuksesan dan kesehatan.[1]
Teologi Kemakmuran merupakan salah satu teologi dalam Gerakan Kharismatik, selain ciri lain yang menekankan gerakan roh (setiap orang bisa dipenuhi ROH KUDUS dengan tanda-tanda tertentu dalam hidupnya).[2] Teologi kemakmuran adalah ajaran tentang kesempurnaan hidup bagi setiap orang beriman dalam hal ekonomi dan kesehatan.[2] Dalam hal ekonomi, teologinya disebut sebagai "Teologi Sukses," yang bercirikan pada kesuksesan.[2] Teologi ini meyakini bahwa seorang Kristen yang diberkati adalah mereka yang sukses dalam hidupnya.[2]Dalam kesehatan, seseorang yang diberkati Allah selalu sehat dan sempurna hidupnya, tidak ada cacat, mempunyai kemampuan kesembuhan ilahi.[2] Teologi Sukses atau Injil Sukses (Gospel of Success) disebut juga Teologi Anak Raja, dan secara sederhana dapat disebut sebagai ajaran yang menekankan bahwa:
“   Allah kita adalah Allah yang Mahabesar, kaya, penuh berkat dan manusia yang beriman pasti akan mengalami kehidupan yang penuh berkat pula, kaya, sukses dan berkelimpahan.[2]   ”
Selain itu, sering sekali pengajarannya menonjolkan persembahan sebagai wujud investasi kepada Tuhan, kuat dalam persembahan perpuluhan seperti yang terdapat dalam Alkitab Perjanjian Lama: Kitab Maleakhi 3:10.[2]
“   Billa kita tidak memberikan persepuluhan, maka berarti kita mencuri harta Allah dan menipu Tuhan, dan bahkan akan terkena kutuk.[2]   ”
Hal lain, dikatakan oleh Ron L. Jones, adalah Tuhan dipahami lebih mirip mesin ATM di mana kita dapat memperoleh uang sebanyak-banyaknya dari pada Tuhan yang mencintai anak-anak dan memberikan hadiah kepada mereka.[1] Persembahan 10% dari hasil setiap umat dianggap dapat membuka 'pintu surga' untuk menurunkan berkat yang berlimpah.[1] Hal ini didasarkan pada Kitab Perjanjian Lama dalam Maleakhi 3:10. Ayat ini seringkali dirujuk dalam Teologi Kemakmuran guna mengumpulkan persembahan di gereja.[1] Umat yang meyakini pengajaran ini biasanya memberikan persembahannya dengan harapan akan mendapat berkat dari Tuhan lebih lagi.[1]

Teologi Kemakmuran diusung oleh Gerakan Karismatik yang merupakan aliran neo-pentakostal (ajaran baru yang meneruskan tradisi pentakostal).[3] Hal ini berlangsung pada tahun 1960an.[3] Jika dilihat dari awal mula kemunculannya, dapat dimaklumi bahwa para pendirinya pun dari kalangan orang-orang kaya.[3] Mereka memiliki misi untuk memyebarkan ajarannya kepada orang-orang yang bukan pentakostal.[3]
Teologi Kemakmuran adalah bagian yang cukup umum dari televangelis dan beberapa gereja Pentakostal di Amerika Serikat yang mengklaim bahwa Allah menginginkan agar orang Kristen sukses dalam segala hal, khususnya dalam segi keuangan mereka.[3] Gerakan 'Baptisan Roh' di sejumlah Gereja Episkopal St, Mark di kota kecil Van Nuys di California disebut-sebut sebagai pemicu munculnya gerakan ini.[3] Para penganjur dogma ini mengklaim bahwa tujuannya adalah untuk pekerjaan misi atau mendanai pemberitaan Injil di seluruh dunia.[2] Ajaran mereka didasarkan pada beberapa ayat di Alkitab dan salah satunya adalah Ulangan 8:18 yang mengatakan: "Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini."[4] Seorang penulis buku (David Jones) menganggap hal ini adalah kemasan Alkitab yang baru, yang menyesatkan.[4]
[sunting]Tokoh-Tokoh Teologi Kemakmuran

Beberapa penginjil di Amerika Serikat yang menganut teologi kemakmuran antara lain adalah Kenneth Copeland, Benny Hinn, Nasir Saddiki, Robert Tilton, T.D. Jakes, Paul Crouch, Joel Osteen, dan Peter Popoff.[1] Pat Robertson menyebut teorinya ini sebagai "Hukum Timbal-Balik" dalam acaranya TV-nya, The 700 Club.[2]
Akan tetapi, apapun pandangan yang dilontarkan oleh kedua belah pihak mengenai kemakmuran, setiap orang Kristen harus kembali melandaskan semuanya itu pada Alkitab, yang dipercaya oleh semua orang Kristen sebagai Firman Tuhan yang hidup.[3] Allah akan memberkati dan memberikan harta kekayaan yang sejati untuk setiap orang percaya yang takut akan Allah dan taat berjalan dalam Firman-Nya (Mazmur 112:1-10).[4]

Di beberapa negara, tokoh-tokoh Gerakan ini sangat mempengaruhi perkembangannya, sosok pemimpin gerakan ini biasanya berkarisma sehingga cepat mendapatkan banyak pengikut.[2] Di Indonesia sendiri bisa dilihat dari penterjemah dari buku-buku di bagian pengaruh
Di Amerika : Robert Schuller dengan ajaran "Possibility Thinking" dan terkenal denga Katedral Kristal, Kenneth Hagin, Morris Cerullo, Norman Vincent Peale
Di Korea : Paul Yonggi Cho, Sun Myung Moon (Gereja Unifikasi)
Di Indonesia, Ir, Niko NR dengan Gereja Bethel Indonesia, Ishak Sugiyanto.
Pengajaran yang khas dari para pendeta ini adalah klaim bahwa mereka telah bertemu dengan Yesus dan ROH KUDUS, dan menyatakan diri bahwa mereka diutus untuk memberitakan Injil kemakmuran kepada jemaat. [5] Dengan Injil Kemakmuran yang mereka beritakan, jemaat merasa sebagai orang yang dipilih untuk mendapat pengajaran khusus dari Tuhan.[5] Kennet Hagin salah satunya yang mengklaim diri sebagai orang yang mendapatkan mandat dari Tuhan untuk menyampaikan pesan kepada Jemaat.[5]
[sunting]Kritik terhadap Teologi Kemakmuran

Para pengkritik teologi kemakmuran mengklaim bahwa doktrin itu digunakan oleh para pemberitanya untuk memetik keuntungan.[1][2] Mereka juga mengatakan bawah bahwa fokus doktrin itu pada kekayaan materi adalah keliru .[1][2] Mereka berpendapat bahwa kekayaan materi justru bisa membuat orang percaya jatuh ke dalam rasa cinta akan uang.[1][2] Ada juga yang menyatakan teologi ini adalah sebagai ajaran sesat.[1]
Andar Ismail pernah mengatakan bahwa pengajaran yang dilakukan para tokoh gereja (Pendeta dan pekabar Injil) seharusnya tidak mengedepankan hal-hal materi untuk memperkaya gereja maupun pemberitanya.[6]Ajaran ini merupakan pencarian keuntungan dari penderitaan Yesus di kayu salib, para penganjur teologi kemakmuran mencari 'menjual' kematian Kristus dengan maksud mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya di gereja.[4][6] Para pengajar atau pendeta Teologi kemakmuran dianggap sebagai korupsi atas penebusan yang dilakukan Yesus di kayu Salib.[4] Pandangan yang terlalu sembrono mengkaitkan tujuan penebusan Allah melalui Yesus dengan dunia materi atau kekayaan.[4]
Paul Enns juga menolak keras ajaran teologi ini.[5] Ajaran ini dianggap sebagai ajaran di luar Alkitab, mengotori Alkitab, bukan bagian dari warisa Kekristenan, dan bukan Kristen.[5]
[sunting]Pengaruh

Pada aba ke XIX,khususnya pada pasca Perang Dunia II tahun 1945, Gerakan Kharismatik ini mengalami kejayaan.[2] Setelah kemenangan Amerika pada banyak tempat, termasuk pada Perang Korea (1950)Amerika mengalami perkembangan dalam industri dan berkelimpahan materi.[2] Namun kekosongan spiritual juga tidak bisa diabaikan, sehingga Gerakan Kharismatik mudah sekali disukai orang.[2] Salah satu sebabnya adalah karena Teologi ini juga mengajarkan Teologi Sukses.[2] Di Korea Selatan Gerakan Karismatik dengan Teologi Kemakmuran ini sangat besar.[2] Diawali dengan kemenangan Amerika Serikat pada Perang Korea (1950), Gerakan in Melalui Seminar Pertumbuhan Gereja yang didakan di gereja Yoido Full Gospel Church Bahkan penyebarannya sudah memasuki acara-acara dalam beberapa media, TV, dan promosi lainnya.[2]

dewasa ini di amerika dan negara negara eropa kebanyakan jemaat yang dulunya sungguh sungguh beribadah sangat kecewa setelah mereka tahu bahwa kebanyakan pendeta mencoba mendapatkan uang dari jemaat dengan teologi kemakmuran. sehingga kebanyakan dari mereka menjadi atheis. adapun ayat yang menjadi favorit pendeta adalah maleakhi 3:10, yang intinya mewajibkan jemaat untuk memberi uang sebanyak 10% pendapatan mereka kepada pendeta
Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
October 19, 2011, 05:00:04 PM
Reply #1
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 135
  • Denominasi: Catholic
teologi kemakmuran, aku baru denger..
October 19, 2011, 05:37:38 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9054
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
Biasanya yang 'dianggap penganut' teologi kemakmuran adalah gereja gereja dari GBI (cmiiw)
Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
October 19, 2011, 07:31:35 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5082
Biasanya yang 'dianggap penganut' teologi kemakmuran adalah gereja gereja dari GBI (cmiiw)

apakah secara kasat mata , anda sudah menemukan buktinya kah ..?? broo@bruce...??
Tanpa bukti..itu fitnah loh...!!! tanpa empati dan simpati..?? maka itu apriori dan menghujat loh..!!
So...?? adakah yang bisa anda cerahkan di " fk" ini mengenai gereja GBI tsb..??? hihihihi.

Salam
October 19, 2011, 07:36:37 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4430
  • Denominasi: unam sanctam catholicam et apostolicam ecclesiam
@Purba...CMIIW....itu artinya correct me if I am wrong...

jadi bro bruce terbuka pada klarifikasi dari pihak yang bersangkutan...

shalom :)
October 19, 2011, 07:53:39 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9054
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
@purba

apakah secara kasat mata , anda sudah menemukan buktinya kah ..?? broo@bruce...??
Tanpa bukti..itu fitnah loh...!!! tanpa empati dan simpati..?? maka itu apriori dan menghujat loh..!!
So...?? adakah yang bisa anda cerahkan di " fk" ini mengenai gereja GBI tsb..??? hihihihi.

Salam

Perhatikan apa yang saya tulis itu bro, BUKAN spt ini :

'Penganut teologi kemakmuran adalah dari GBI', itu jelas salah dalam diskusi, kecuali memang saya ingin menjelek-jelekan penganut GBI.

tetapi yang saya pergunakan adalah kata kata ini :

'Biasanya yang 'dianggap penganut' teologi kemakmuran adalah gereja gereja dari GBI (cmiiw)
Saya pergunakan kata dianggap penganut, dianggap, masih dugaan, dan itupun menggunakan tanda petik.
Setelah itu, sayapun masih menambahkan kata (cmiiw), yang berarti Correct Me If I'm Wrong, jadi masih terbuka untuk dikoreksi.


Sekarang bandingkan dengan 'tuduhan' yang anda sampaikan di post anda kepada saya.
Anda dalam hal ini sudah menuduh saya melakukan tuduhan kepada GBI.

Bagaimana, bro?


@leon

Thanks bro

Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
October 19, 2011, 07:57:53 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5082
@Purba...CMIIW....itu artinya correct me if I am wrong...

jadi bro bruce terbuka pada klarifikasi dari pihak yang bersangkutan...

shalom :)


SO....?? Jika, mau Berangkat dari situ apa yang dapat dipetik..?? broo@ leo...??
October 19, 2011, 08:41:10 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4430
  • Denominasi: unam sanctam catholicam et apostolicam ecclesiam

SO....?? Jika, mau Berangkat dari situ apa yang dapat dipetik..?? broo@ leo...??

Yang dipetik adalah buahnya bro...

berangkat dari sumber referensi yang dipunya terus dikembangkan dalam sharing, diskusi, klarifikasi dll....dan diharapkan jadi semakin memperkaya pandangan khasanah masing2 pihak.

shalom :)
October 19, 2011, 09:26:01 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5082
@purba

Perhatikan apa yang saya tulis itu bro, BUKAN spt ini :

'Penganut teologi kemakmuran adalah dari GBI', itu jelas salah dalam diskusi, kecuali memang saya ingin menjelek-jelekan penganut GBI.

tetapi yang saya pergunakan adalah kata kata ini :

'Biasanya yang 'dianggap penganut' teologi kemakmuran adalah gereja gereja dari GBI (cmiiw)
Saya pergunakan kata dianggap penganut, dianggap, masih dugaan, dan itupun menggunakan tanda petik.
Setelah itu, sayapun masih menambahkan kata (cmiiw), yang berarti Correct Me If I'm Wrong, jadi masih terbuka untuk dikoreksi.


Sekarang bandingkan dengan 'tuduhan' yang anda sampaikan di post anda kepada saya.
Anda dalam hal ini sudah menuduh saya melakukan tuduhan kepada GBI.

Bagaimana, bro?


@leon

Thanks bro




Broo broo....sepertinya sudah tabiat / habit nya kale ya...???  di sodok -sodok baru mau mengakui dan menjelaskan..
Biasanya kalo disodok dng perkataan yng manis-manis dan sopan sopan...tidak responsive ( kaya ban merk dunlop ).
Tapi senengnya disodok dng hal-hal yang negative ...eehhh..malah responsif banget bahkan berlebihan..?? hihihi kaya ban racing merk ..gud yer...!!
Di anggap negatif thingking..baru bereaksi balik..??? heeemmm ... Akibatnya Malah dng enteng ..berasumsi negataif terhadap orang diseberangsan  yang mencari klarifikasi dari koment yang sudah jelas dibuat oleh anda.
Yahh..itu namanya berkelit atau ngeles ?? hihihi

Makanya coba jangan kebiasaan membuat statement...yang tidak dijelaskan dng argument sih..?!! itu namanya memancing dng konotasi "menjebak " dan sifatnya menuju kelicikan..bukan kejujuran. Kenapa sih kok keliatannya / terkesan seneng... gitu...?? melakukan hal yng gimana gitu...??

Salam damai..
October 19, 2011, 09:30:58 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5082
Yang dipetik adalah buahnya bro...

berangkat dari sumber referensi yang dipunya terus dikembangkan dalam sharing, diskusi, klarifikasi dll....dan diharapkan jadi semakin memperkaya pandangan khasanah masing2 pihak.

shalom :)


OOOOOO...jadi yang akan "di-jadi-in" umpan pancing nya si GIB getho ya...??? hiihihihi ..sungguh teeeerlallu..!!

YAHHH...sok wae ateuh...kalao itu kalean anggab baik adanya...!!
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)