Author Topic: Antara Teologi Kemiskinan dan Teologi Kemakmuran  (Read 13435 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 19, 2011, 09:44:44 PM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9049
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic

Broo broo....sepertinya sudah tabiat / habit nya kale ya...???  di sodok -sodok baru mau mengakui dan menjelaskan..
Biasanya kalo disodok dng perkataan yng manis-manis dan sopan sopan...tidak responsive ( kaya ban merk dunlop ).
Tapi senengnya disodok dng hal-hal yang negative ...eehhh..malah responsif banget bahkan berlebihan..?? hihihi kaya ban racing merk ..gud yer...!!
Di anggap negatif thingking..baru bereaksi balik..??? heeemmm ... Akibatnya Malah dng enteng ..berasumsi negataif terhadap orang diseberangsan  yang mencari klarifikasi dari koment yang sudah jelas dibuat oleh anda.
Yahh..itu namanya berkelit atau ngeles ?? hihihi

Makanya coba jangan kebiasaan membuat statement...yang tidak dijelaskan dng argument sih..?!! itu namanya memancing dng konotasi "menjebak " dan sifatnya menuju kelicikan..bukan kejujuran. Kenapa sih kok keliatannya / terkesan seneng... gitu...?? melakukan hal yng gimana gitu...??

Salam damai..


Anda ini rupanya punya karakter yang sungguh sangat tidak terpuji bro, sebagai anak Tuhan seharusnya sifat seperti itu anda hilangkan, kurangi paling sedikitnya.

Anda baca posting yang saya copast itu?  Masing masing pelnulis aslinya bukan saya ataupun bukan pihak saya. Tetapi sesama pihak protestan. Itu fakta pertama.

Post itu saya sengaja sandingkan, agar memberi efek saling menjawab, jika diperlukan. Saya tidak ada kepentingan memihak salah satu kubu. Itu fakta kedua.

Saya, sengaja tidak memberi tambahan tulisan saya sendiri, karena saya tidak mendukung atau memihak salah satunya, itu fakta ketiga.

Saya kemudian menjawab pertanyaan sis Lidya, juga berdasarkan tulisan yang saya copas itu, itupun saya tidak memihak salah satunya, hanya memaparkan fakta yang bisa anda baca sendiri di tulisan itu. Itu fakta ke empat.

Anda menuduh saya dengn segala macam tuduhan, itu fakta kelima.

Saya memberi penjelasan tambahan sesuai jawaban leonardo kepada tuduhan nda, itu fakta ke enam.

Dan anda kembali menuduh saya?
Sekarang saya tanaya ke anda, APA MAU ANDA bro? Sungguh, saya sangat serius di sini. Jika anda memang mau mencari gara gara dengn saya, anda akan saya hadapi. APA MAU ANDA ?

Jika anda lelaki dan mampu bertanggung jawab, TARIK UCAPAN ANDA, saya tidak butuh permohonan maaf, tetapi buktikan bahwa anda bukan hanya OMDO !  Tahu arti OMDO ? Omong DOang !
Bah.......

Muak saya melihat kemunafikan anda.
Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
October 19, 2011, 10:02:33 PM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4430
  • Denominasi: unam sanctam catholicam et apostolicam ecclesiam

OOOOOO...jadi yang akan "di-jadi-in" umpan pancing nya si GIB getho ya...??? hiihihihi ..sungguh teeeerlallu..!!

YAHHH...sok wae ateuh...kalao itu kalean anggab baik adanya...!!
loh kok umpan pancing segala hehe..jangan prajudice dan sensi gitu dong ..

TS kan juga udah klarifikasi sumber tulisannya dari mana...dari pada bro Purba negative thinking terus coba bro Purba gali lagi sesuai dengan judul thread tersebut.....

Atau mungkin bro Purba malah mendapatkan sumber referensi bahwa tidak ada Gereja berpaham tersebut atau bahkan gereja berpaham tersebut malahan gereja katolik misalnya...nah monggo sharing dll...

Saya kira ybs..bro bruce niatnya baik mendiskusikan adanya paham yang saling kontradiktif dalam Kekristenan.

Oleh karena itu di ujung kalimat nya terbuka (open) dengan CMIIW...

Oke yah btt...ditunggu sharing2nya ...

shalom :)

October 20, 2011, 10:17:37 AM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 543
  • Gender: Male
  • Denominasi: Recovery Protestant
Ah, sudahlah. Jangan dimasukin ati bruce. Anda nulis 2 macam teologi ini sudah bagus. Dengan begitu kita punya perbandingan bagaimana seharusnya kita bersikap.
Gini aja. Mari kita inventarisir mana gereja yg menganut teologia kemakmuran, mana gereja yg menganut teologia kemiskinan. Kira2 ada yg ngaku nggak?
Masalahnya, dua2nya kan punya kekurangan?
Secara umum, penganut teologia kemakmuran memang biasanya dari kalangan kharismatik. Meskipun tidak semua kharismatik mengadopsi ajaran ini 100%. Ajaran ini sama sekali tidak menekankan pada : Ikut Yesus berarti harus mau pikul salib. Pikul salib ini sendiri punya berbagai macam pengertian. Nanti akan saya susulkan penjabarannya.
Nah, teologia kemiskinan karena punya arti yg negatif, tidak semua gereja protestan (bagaimana dengan GK?) mau mengakui penganut aliran ini. Mereka menyebutnya dengan: Mau ikut pikul salib Yesus. Apakah mau ikut pikul salib sama dengan teologi kemiskinan? Saya rasa tidak. Tapi kenyataan hari ini bahwa jemaat2 gereja protestan dan gereja2 katolik banyak yang diberkati (itu terlihat dr penampilan mereka waktu ke gereja), itu merupakan fenomena wajar.
"It's not how much we give but how much love we put into giving". (Mother Teresa) :)
October 20, 2011, 10:25:55 AM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9049
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
Ah, sudahlah. Jangan dimasukin ati bruce. Anda nulis 2 macam teologi ini sudah bagus. Dengan begitu kita punya perbandingan bagaimana seharusnya kita bersikap.
Gini aja. Mari kita inventarisir mana gereja yg menganut teologia kemakmuran, mana gereja yg menganut teologia kemiskinan. Kira2 ada yg ngaku nggak?
Masalahnya, dua2nya kan punya kekurangan?
Secara umum, penganut teologia kemakmuran memang biasanya dari kalangan kharismatik. Meskipun tidak semua kharismatik mengadopsi ajaran ini 100%. Ajaran ini sama sekali tidak menekankan pada : Ikut YESUS berarti harus mau pikul salib. Pikul salib ini sendiri punya berbagai macam pengertian. Nanti akan saya susulkan penjabarannya.
Nah, teologia kemiskinan karena punya arti yg negatif, tidak semua gereja protestan (bagaimana dengan GK?) mau mengakui penganut aliran ini. Mereka menyebutnya dengan: Mau ikut pikul salib YESUS. Apakah mau ikut pikul salib sama dengan teologi kemiskinan? Saya rasa tidak. Tapi kenyataan hari ini bahwa jemaat2 gereja protestan dan gereja2 katolik banyak yang diberkati (itu terlihat dr penampilan mereka waktu ke gereja), itu merupakan fenomena wajar.

Betul, yang ekstrim kaang kadang justru jadi aneh. Misalkan ikut Kristen harus melepas keduniawian, hidup miskin seperti Jesus. Atau malah kebalikannya, ikut Jesus pasti diberkati dan kaya raya, miskin berarti kena kutuk.

Di Katolik juga ada tarekat / ordo yang sepertinya menganut teologi kemiskinan.

Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
October 20, 2011, 10:50:51 AM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 543
  • Gender: Male
  • Denominasi: Recovery Protestant
Bro, kita coba keluar dikit dr Kekristenan: Kalo menurut pandangan saya, orang jadi miskin itu karena pilihan hidup. Kenapa? Apakah orang itu kurang pintar? Atau orang itu malas? Atau memang orang tuanya miskin maka keturunannya ikut miskin? Benarkah alasan2 itu? Saya kok nggak setuju.
Saya katakan itu pilihan hidup manusia karena saya sering dicekoki oleh pengajaran mlm.
MLM sisi positifnya adalah: memacu semangat kerja, membuat orang tidak mudah putus asa.
Semangat dan tidak mudah putus asa. Cukupkah kedua hal itu utk merubah kemiskinan? Tidak. Itu namanya cuma mengandalkan otot, bukan otak. Jaman sekarang umumnya org mengandalkan otot, tapi yg make otaknya cuma sedikit. Yg make otaknya inilah yg biasanya diberkati berlimpah2. Padahal banyak dr mereka asalnya gak punya apa2 tapi ya akhirnya bisa kaya raya.
Tapi apakah yg pake otot nggak bisa hidup? Ya bisa. Tapi kalo mau hidup mewah ya gak bisa.
Itulah pilihan hidup. Kasian dong orang2 desa/kampung yg lugu2 dan otaknya nggak sepinter orang kota? Siapa bilang orang desa nggak pinter? Buktinya Habibie itu anak orang desa tapi jenius. Mungkin ini namanya takdir ya?
"It's not how much we give but how much love we put into giving". (Mother Teresa) :)
October 20, 2011, 11:17:14 AM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9049
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
Bro, kita coba keluar dikit dr Kekristenan: Kalo menurut pandangan saya, orang jadi miskin itu karena pilihan hidup. Kenapa? Apakah orang itu kurang pintar? Atau orang itu malas? Atau memang orang tuanya miskin maka keturunannya ikut miskin? Benarkah alasan2 itu? Saya kok nggak setuju.
Saya katakan itu pilihan hidup manusia karena saya sering dicekoki oleh pengajaran mlm.
MLM sisi positifnya adalah: memacu semangat kerja, membuat orang tidak mudah putus asa.
Semangat dan tidak mudah putus asa. Cukupkah kedua hal itu utk merubah kemiskinan? Tidak. Itu namanya cuma mengandalkan otot, bukan otak. Jaman sekarang umumnya org mengandalkan otot, tapi yg make otaknya cuma sedikit. Yg make otaknya inilah yg biasanya diberkati berlimpah2. Padahal banyak dr mereka asalnya gak punya apa2 tapi ya akhirnya bisa kaya raya.
Tapi apakah yg pake otot nggak bisa hidup? Ya bisa. Tapi kalo mau hidup mewah ya gak bisa.
Itulah pilihan hidup. Kasian dong orang2 desa/kampung yg lugu2 dan otaknya nggak sepinter orang kota? Siapa bilang orang desa nggak pinter? Buktinya Habibie itu anak orang desa tapi jenius. Mungkin ini namanya takdir ya?

Menarik, bro.

Saya ajukan satu teori lagi ya. Bahwa kita sebagai manusia, akan 'memperoleh' apa yang kita cari (tujuan) dalam hidup. Jika anda mencari sukses secara materi, maka anda akan menjadi sukses secara materi. Jika anda mencari kebahagiaan keluarga, anda akan mendapatkan kebahagiaan dalam keluarga. Begitu juga jika anda mencari kebahagiaa bathin dalam agama, anda akan mendapatkannya juga.

Yang saya sebut dengan cari (tujuan) itu, tentu bukan sekedar 'ucapan ringan' misalkan ah saya mau jadi kaya raya, tetapi tujuan yang akan men-drive diri anda, secara mental dan pikiran, untuk focus pada tujuan anda.

Saya tidak percaya takdir, tetapi percaya pada 'tujuan hidup' yang kita pilih.

Saya punya seorang kawan, yang awalnya hidup sederhana (dari keluarga kurang mampu), tetapi 'drive' dalam dirinya untuk menjadi kaya-raya sangat kuat. Kerja apapun dijalaninya, bahkan yang sedikit menyerempet 'bahaya'  dilakoninya juga. Segala project yang kalau sekarang berakibat dipanggil KPK juga tidak ragu dilakukan. Dan memang betul, sekarang rumahnya di daerah elite, mobilnya yang berharga diatas 1M, tiap tahun jalan jalan keluar negeri. Bagaimana kemampuan otaknya? Tidak terlalu cerdas menurut saya, tetapi keberanisan dan 'drive' nya itulah  yang mengantarnya menjadi OKB.

Dilain pihak, saya punya seorang kawan, yang sejak masih sangat muda sudah selalu tertarik dengan dunia filsafat dan agama. Selalu membicarakan dan mengajak diskusi soal-soal kehidupan. Dia berbisnis, tetapi jalan di tempat, dan kehidupan keluarganya ditopang oleh sang istri yang dokter gigi dan berpenghasilan baik. Maka, jika sekarang kita berdiskusi dengannya, dia sudah bagai seorang fulsuf, ayat Alkitab dikuasainya dengan baik, artinya, dan penafsirannya. Hidupnya tenang dan damai, tidak berlebih, tetapi berada di level bahagia.

Ada lagi seorang kawan, yang sejak SMA menggemari dunia hiburan. Kuliah di luar negeripun ditinggalkannya, demi hura hura. Sekarang, walaupun keuangan keluarganya masuk kategori pas-pasan saja, kehidupan nya termasuk glamor. Tidak ada pusat hiburan malam yang belum pernah dimasukinya. Istrinya pun yang sekarang ini adalah yang ketiga. Dari yang pertama higga yang sekarang masuk kategori cantik. Kemanapun dia ke karaoke, dia selalu disambut hangat oleh manager yang sudah mengenalnya.

Ada lagi yang sejak SMA sudah sangat serius belajar. Nilainya selalu terbaik diantara teman teman. Setelah lulus sma, dia melanjutkan ke univ negeri terbaik dan lulus dengan sempurna. Menjadi dosen dan masih dilanjutkan dengan meneruskan pendidikan di Inggris, hingga jenjang S3 (Ph.D). Keuangannya biasa biasa saja, tetapi tentu saja anda akan menemukan buku buku kelas berat di rumahnya.

Dari kisah nyata orang orang yang saya kenal itu, apa yang bisa anda simpulkan bro?
Saya melihatnya sebagai 'hadiah' atau 'keterkabulan' keinginan dari Tuhan, anda minta A, maka anda dapat A. Tetapi tentu belum lengkap, karena bukan hanya A yang anda butuhkan, anda harus melengkapinya dengan yang lain. Di situ mungkin kita bisa mengerti ayat yang berbunyi :

Mat 6:33   Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 
 
Mat 7:7   "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 

Syalom
Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
October 20, 2011, 06:21:55 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 543
  • Gender: Male
  • Denominasi: Recovery Protestant
Benar bro. Tujuan hidup itulah yg mendrive seorang Steve Jobs, Kolonel Sanders dan Ray Kroc untuk merubah hidup mereka. Kayaknya diantara ketiga orang yg saya sebut tadi kagak ada yg Kristen. Tapi kenginan mereka begitu kuat.
Keinginan yg kuat itu mengalahkan kegagalan2 yg mungkin terjadi dalam perjalanan mereka menuju sukses lho.
Karena itu, buat bro n sis yg kebetulan baca tulisan saya ini: Sudahkah anda punya keinginan yang begitu kuat untk merubah hidup anda? Atau anda akan menyerah begitu saja seperti kebanyakan orang2 yang gagal dan nggak jadi apa2 di dunia yg kejam ini? Atau anda terus2an mengharapkan mujizat dari Tuhan tanpa anda berusaha keras untuk merubah nasib anda?
Mujizat itu cuma sesekali. Selebihnya adalah usaha kita, tentu diiringi dengan doa dan mohon penyertaan-Nya. Orang Kristen sering salah kaprah, bro. Menganggap dia jadi miskin karena Tuhan. Memang ada saya kenal hamba Tuhan yg sudah bertobat dr kepercayaannya yg dulu trus "dihabisi" sama Tuhan. Itu sudah biasa. Nanti toh kalao dia setia pada panggilannya Tuhan pasti pulihkan kok.
Tapi saya kok gak pernah menemui jemaat biasa yg "dihabisi" sama Tuhan dan nggak balik2 hartanya yg dulu, malah susah terus2an. Kalo ada jemaat yg mengalami kayak gini tolong dishare.
Jadi, teologi kemiskinan itu menurut saya berlakunya sementara aja bagi yg Kristen, dengan maksud untuk memurnikan iman kita. Bagi yg katolik, kalo jemaat biasa saya rasa sama: ya sementara aja. Tapi beda dengan romo atau suster, mereka memang dituntut hidup bersahaja.
"It's not how much we give but how much love we put into giving". (Mother Teresa) :)
October 20, 2011, 07:48:10 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4430
  • Denominasi: unam sanctam catholicam et apostolicam ecclesiam
Menarik, bro.

Saya ajukan satu teori lagi ya. Bahwa kita sebagai manusia, akan 'memperoleh' apa yang kita cari (tujuan) dalam hidup. Jika anda mencari sukses secara materi, maka anda akan menjadi sukses secara materi. Jika anda mencari kebahagiaan keluarga, anda akan mendapatkan kebahagiaan dalam keluarga. Begitu juga jika anda mencari kebahagiaa bathin dalam agama, anda akan mendapatkannya juga.

Yang saya sebut dengan cari (tujuan) itu, tentu bukan sekedar 'ucapan ringan' misalkan ah saya mau jadi kaya raya, tetapi tujuan yang akan men-drive diri anda, secara mental dan pikiran, untuk focus pada tujuan anda.

Saya tidak percaya takdir, tetapi percaya pada 'tujuan hidup' yang kita pilih.

Saya punya seorang kawan, yang awalnya hidup sederhana (dari keluarga kurang mampu), tetapi 'drive' dalam dirinya untuk menjadi kaya-raya sangat kuat. Kerja apapun dijalaninya, bahkan yang sedikit menyerempet 'bahaya'  dilakoninya juga. Segala project yang kalau sekarang berakibat dipanggil KPK juga tidak ragu dilakukan. Dan memang betul, sekarang rumahnya di daerah elite, mobilnya yang berharga diatas 1M, tiap tahun jalan jalan keluar negeri. Bagaimana kemampuan otaknya? Tidak terlalu cerdas menurut saya, tetapi keberanisan dan 'drive' nya itulah  yang mengantarnya menjadi OKB.

Dilain pihak, saya punya seorang kawan, yang sejak masih sangat muda sudah selalu tertarik dengan dunia filsafat dan agama. Selalu membicarakan dan mengajak diskusi soal-soal kehidupan. Dia berbisnis, tetapi jalan di tempat, dan kehidupan keluarganya ditopang oleh sang istri yang dokter gigi dan berpenghasilan baik. Maka, jika sekarang kita berdiskusi dengannya, dia sudah bagai seorang fulsuf, ayat Alkitab dikuasainya dengan baik, artinya, dan penafsirannya. Hidupnya tenang dan damai, tidak berlebih, tetapi berada di level bahagia.

Ada lagi seorang kawan, yang sejak SMA menggemari dunia hiburan. Kuliah di luar negeripun ditinggalkannya, demi hura hura. Sekarang, walaupun keuangan keluarganya masuk kategori pas-pasan saja, kehidupan nya termasuk glamor. Tidak ada pusat hiburan malam yang belum pernah dimasukinya. Istrinya pun yang sekarang ini adalah yang ketiga. Dari yang pertama higga yang sekarang masuk kategori cantik. Kemanapun dia ke karaoke, dia selalu disambut hangat oleh manager yang sudah mengenalnya.

Ada lagi yang sejak SMA sudah sangat serius belajar. Nilainya selalu terbaik diantara teman teman. Setelah lulus sma, dia melanjutkan ke univ negeri terbaik dan lulus dengan sempurna. Menjadi dosen dan masih dilanjutkan dengan meneruskan pendidikan di Inggris, hingga jenjang S3 (Ph.D). Keuangannya biasa biasa saja, tetapi tentu saja anda akan menemukan buku buku kelas berat di rumahnya.

Dari kisah nyata orang orang yang saya kenal itu, apa yang bisa anda simpulkan bro?
Saya melihatnya sebagai 'hadiah' atau 'keterkabulan' keinginan dari Tuhan, anda minta A, maka anda dapat A. Tetapi tentu belum lengkap, karena bukan hanya A yang anda butuhkan, anda harus melengkapinya dengan yang lain. Di situ mungkin kita bisa mengerti ayat yang berbunyi :

Mat 6:33   Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 
 
Mat 7:7   "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 

Syalom
Nice sharing bro ...:)

Gbu

October 21, 2011, 09:29:34 AM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 543
  • Gender: Male
  • Denominasi: Recovery Protestant
@leonardo: Ya, itu yg dinamakan fakta dalam kehidupan ini, bro. Saya juga punya cerita persis seperti itu. Mungkin anda juga punya cerita seperti itu menyangkut teman2 anda. Jadi, berdasarkan fakta2 itu, adalah tidak tepat rasanya kalo kemiskinan itu Tuhan yg buat.
Miskin atau berkecukupan(belum kaya lho) adalah pilihan hidup. Bukan salah siapa2. Hendaknya ini dicamkan baik2.
"It's not how much we give but how much love we put into giving". (Mother Teresa) :)
October 21, 2011, 04:33:26 PM
Reply #19
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 342
  • Gender: Male
  • Denominasi: protestan
Sis & Bro ,
Ingat ini yah... biar nggak pada ribut kaya miskin , okay ?
Matius 26:11  Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu
Inilah KEBENARAN !

GBU
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)