Author Topic: Bolehkah/ dosakah menabur bunga dan berdoa dikuburan??  (Read 2699 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 28, 2011, 11:35:11 AM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9054
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
@loyd

Lantas apa kesimpulannya bro? Boleh ngga (ada larangannya ngga) menabur bunga di kuburan? Itu yang ditanyakan kan?
Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
October 28, 2011, 12:28:45 PM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4539
Memang, menabur bunga dikuburan tidak ada peraturan hukumnya, tapi biasanya Ht mengkait kaitkannya dengan peraturan lain
contohnya : tidak ada peraturan dalam kitab suci untuk merokok, akan tetapi Ht sering menyebutnya sebagai dosa

Tuhan YESUS memberkati
han


Broo@ Han...

Jika anda seorang Kristen dan sudah menerima Tuhan Yesus sbg Tuhan dan Juru selamat pribadi anda..maka kalau anda masih merokok..maka berdosalah anda..., Begitu pula jika anda kekuburan dan berdoa disana demi alasan yang anda punya untuk orang yang sudah mati dikuburkan. Namun kalau ke kuburan demi tujuan untuk membersihkan kuburan dan supaya kelihatan bersih dan asri kuburan tsb dng menaburkan bunga..?? ya tidak masalah tah bagi setiap orang Kristen (apapapun denomnya mnurut saya ).

Salam GBU
October 28, 2011, 12:51:27 PM
Reply #12
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 124
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen

Broo@ Han...

Jika anda seorang Kristen dan sudah menerima Tuhan YESUS sbg Tuhan dan Juru selamat pribadi anda..maka kalau anda masih merokok..maka berdosalah anda..., Begitu pula jika anda kekuburan dan berdoa disana demi alasan yang anda punya untuk orang yang sudah mati dikuburkan. Namun kalau ke kuburan demi tujuan untuk membersihkan kuburan dan supaya kelihatan bersih dan asri kuburan tsb dng menaburkan bunga..?? ya tidak masalah tah bagi setiap orang Kristen (apapapun denomnya mnurut saya ).

Salam GBU
Saya sangat setuju dengan Bro Purba.

Menurut saya menabur bunga, merawat kuburan memang harus dilihat motivasinya, bila motivasinya seperti yang Bro Purba contohkan, maka tentulah tidak apa-apa.  Tapi ada pula yang sudah Kristen tapi mewarisi motivasi dan kebiasaan kepercayaan terdahulu atau nenek moyang, yaitu merawat kuburan supaya hoki atau dijauhkan dari kesialan,  pemikirannya adalah supaya sang almarhum senang dan memberkati kita dan tidak mengutuk kita.  Tentunya motivasi ini tentunya sangat salah dan menjurus ke penyembahan berhala.

Kalau berdoa dikuburan, tergantung mendoakan apa? Kalau mendoakan jenazah menurut saya tidak benar. Kalau misalnya mendoakan keluarganya (yang mungkin baru ditinggalkan) ya tentu tidak apa-apa.  Walaupun kalau soal berdoa ini menurut saya harus lebih hati-hati, harus bisa menjawab kenapa kalau tidak berhubungan dengan alamarhum berdoa harus di makam. Nah itu tentunya masing-masing pribadi harus menjawab.

Semoga bisa menyumbangkan jawaban dan kontrubusi positif dalam diskusi ini
October 28, 2011, 12:52:02 PM
Reply #13
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 37
  • Denominasi: Protestan
Kalau menurut saya tidak masalah tuh yang penting jangan kita berdoa kepada arwah yang sudah mati misal nya Si A ayah nya meninggal kemudian si A datang ke kuburan dan mengajak berbicara didepan nisan ayah nya. nah ini lah yang dilarang jika mau berdoa, berdoa lah kepada Tuhan. Kita harus bisa menjaga tradisi leluhur untuk menghormati yang sudah mati. kebanyakan orang keturunan setelah masuk Kristen melupakan segala tradisi nenek moyang nya padahal kebiasaan kebaktian natal merupakan kebiasaan orang2 pagan romawi demikian juga perayaan paskah dengan mencari2 telur itu adalah tradisi pagan orang2 Eropa. Sangat aneh kita melupakan tradisi nenek moyang tapi kita sendiri melanjutkan tradisi paganisme orang2 Eropa.
October 28, 2011, 01:00:26 PM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9054
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
Quote
Jika anda seorang Kristen dan sudah menerima Tuhan YESUS sbg Tuhan dan Juru selamat pribadi anda..maka kalau anda masih merokok..maka berdosalah anda..., Begitu pula jika anda kekuburan dan berdoa disana demi alasan yang anda punya untuk orang yang sudah mati dikuburkan. Namun kalau ke kuburan demi tujuan untuk membersihkan kuburan dan supaya kelihatan bersih dan asri kuburan tsb dng menaburkan bunga..?? ya tidak masalah tah bagi setiap orang Kristen (apapapun denomnya mnurut saya ).

Saya bukan perokok, tetapi rasanya ngga pernah dengar ada larangan merokok di Alkitab, apalagi disebut dosa, siapa memangnya yang berwenang menyebut suatu perbuatan adalah dosa?

Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
October 28, 2011, 01:05:54 PM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9054
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
Kalau menurut saya tidak masalah tuh yang penting jangan kita berdoa kepada arwah yang sudah mati misal nya Si A ayah nya meninggal kemudian si A datang ke kuburan dan mengajak berbicara didepan nisan ayah nya. nah ini lah yang dilarang jika mau berdoa, berdoa lah kepada Tuhan. Kita harus bisa menjaga tradisi leluhur untuk menghormati yang sudah mati. kebanyakan orang keturunan setelah masuk Kristen melupakan segala tradisi nenek moyang nya padahal kebiasaan kebaktian natal merupakan kebiasaan orang2 pagan romawi demikian juga perayaan paskah dengan mencari2 telur itu adalah tradisi pagan orang2 Eropa. Sangat aneh kita melupakan tradisi nenek moyang tapi kita sendiri melanjutkan tradisi paganisme orang2 Eropa.

Koq bisa merayakan Natal dianggap perayaan pagan romawi sih bro ?

Memang ada beberapa teori tentang asal mula Natal dan Tahun Baru. Menurut Catholic Encyclopedia, pesta Natal pertama kali di sebut dalam “Depositio Martyrum” dalam Roman Chronograph 354 [edisi Valentini-Zucchetti (Vatican City, 1942) 2:17). Dan karena Depositio Marrtyrum ditulis sekitar tahun 336, maka disimpulkan bahwa perayaan Natal dimulai sekitar pertengahan abad ke-4. Kita juga tidak tahu secara persis tanggal kelahiran Kristus, yang diperkirakan sekitar 8-6 BC. St. Yohanes Chrysostom berargumentasi bahwa Natal memang jatuh pada tanggal 25 Desember, dengan perhitungan kelahiran Yohanes Pembaptis. Karena Zakaria adalah iman agung dan hari Atonement jatuh pada tanggal 24 September, maka Yohanes lahir tanggal 24 Juni dan Kristus lahir enam bulan setelahnya, yaitu tanggal 25 Desember. (sumber: New Catholic Encyclopedia, Vol. 3: Can-Col, 2nd ed. (Gale Cengage, 2002), p.655-656.)

Dan banyak orang yang mempercayai bahwa kelahiran Kristus pada tanggal 25 Desember adalah berdasarkan tanggal winter solstice (25 Desember dalam kalendar Julian), karena pada tanggal tersebut, matahari mulai kembali ke utara. Dan pada tanggal yang sama kaum kafir /pagan berpesta “dies natalis Solis Invicti” (perayaan dewa Matahari). Pada tahun 274, kaisar Aurelian menyatakan bahwa dewa matahari sebagai pelindung kerajaan Roma, yang dirayakan setiap tanggal 25 Desember. Hal ini juga berlaku untuk tahun baru, yang dikatakan berasal dari kebiasaan suku Babilonia. Dan semua itu adalah masih merupakan spekulasi.

Pertanyaannya, anggaplah bahwa data histori tersebut di atas adalah benar, dan pesta Natal diambil dari kebiasaan kaum kafir, apakah kita sebagai orang Kristen boleh merayakannya? Jawabannya YA, dengan beberapa alasan:

1. Dari alasan inkulturasi. Kita tidak harus menghapus semua hal di dalam sejarah atau kebiasaan tertentu di dalam kebudayaan tertentu, sejauh itu tidak bertentangan dengan ajaran dan doktrin Gereja dan juga membantu manusia untuk lebih dapat menerima Kekristenan. Essensi dari perayaan Natal ini adalah kita ingin memperingati kelahiran Yesus Kristus, yang menunjukkan misteri inkarnasi. Dan karena Yesus adalah terang dunia (Lih Yoh 8:12; Yoh 9:5), adalah sangat wajar untuk mengganti penyembahan kepada dewa matahari dengan Allah Putera, Yesus, Sang Terang Dunia. Dan karena Yesus adalah “awal dan akhir” dan datang “untuk membuat semuanya baru” (Wah 21:5-6), maka tahun kelahiran Kristus diperhitungkan sebagai tahun 1. Dengan ini, maka orang-orang yang tadinya merayakan dewa matahari, setelah menjadi Kristen, mereka merayakan Tuhan yang benar, yaitu Yesus. Dan orang-orang tersebut akan dengan mudah menerima Kekristenan dan sebaliknya Gereja juga tidak mengorbankan nilai-nilai Kekristenan.
Namun di satu sisi, Gereja tidak pernah berkompromi terhadap hari Tuhan, yang kita peringati sebagai hari Minggu. Disini Gereja tahu secara persis, kematian Tuhan di kayu salib jatuh pada hari Jumat dan kebangkitannya adalah hari Minggu. Pada masa gereja awal, ada yang memaksakan untuk mengadakan hari Tuhan pada hari Sabat (mulai hari Jumat sore sampai Sabtu malam). Namun beberapa Santo di abad awal mempertahankan bahwa hari Tuhan harus hari Minggu dengan alasan: 1) Yesus bangkit pada hari Minggu, 2) Yesus memperbaharui hukum dalam Perjanjian Baru dengan hukum yang baru. Dengan dasar inilah Gereja berkeras untuk mempertahankan hari Minggu sebagai hari Tuhan. Namun dalam kasus perayaan Natal, tidak ada yang tahu secara persis hari kelahiran Tuhan Yesus.

2. Kalau kita amati, manusia dalam relung hatinya, mempunyai keinginan untuk menemukan penciptanya. Penyembahan kepada dewa matahari adalah merupakan perwujudan bahwa ada sesuatu yang lebih tinggi daripada manusia, dalam hal itu adalah matahari, yang dipandang dapat memberikan kehidupan bagi mahluk hidup pada waktu itu. Namun sesuai dengan prinsip “grace perfects nature atau rahmat menyempurnakan sifat alamiah” (lihat St. Thomas Aquinas, ST, I, Q.1, A.8.), maka tidak ada salahnya untuk mengadopsi tanggal yang sama, dengan menyempurnakan konsep yang salah sehingga menjadi benar, dalam hal ini penyembahan terhadap dewa terang/matahari dialihkan penyembahan kepada Yesus, Sang Sumber Terang. Kalau kita perhatikan, tanggal 1 Mei adalah hari buruh sedunia (Labour day) yang disponsori kaum komunis, namun Gereja memperingatinya sebagai hari St. Yosep pekerja (ditetapkan oleh Paus Pius XII, tahun 1955). Gereja ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa St. Yosep seharusnya menjadi figur bagi para buruh, dimana dengan mencontoh figur St. Yosep, maka dunia dapat dibangun dengan lebih adil. Juga permulaan tahun baru, Gereja menjadikan hari tersebut perayaan “Maria, bunda Allah”.

3. Adalah baik untuk mempunyai tanggal tertentu (dalam hal ini 25 Desember untuk perayaan Natal), yang setiap tahun diulang tanpa henti sampai pada akhir dunia. Tanggal ini senantiasa akan mengingatkan kita akan kelahiran Yesus Kristus. Kalau kita mengadakan quesioner di seluruh dunia, dengan pertanyaan “Kita memperingati apakah pada tanggal 25 Desember?” saya yakin bahwa hampir semua jawaban akan mengatakan “Natal, atau kelahiran Kristus” dan bukan merayakan dewa matahari.

Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
October 28, 2011, 01:17:59 PM
Reply #16
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 124
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen
Saya bukan perokok, tetapi rasanya ngga pernah dengar ada larangan merokok di Alkitab, apalagi disebut dosa, siapa memangnya yang berwenang menyebut suatu perbuatan adalah dosa?

Bro kalau dengan motivasi mencapai kepuasan jasmani sehingga merusak kesehatan tubuh dengan sengaja, bukankah merupakan dosa.

semoga tidak OOT terlampau jauh, karena dari kuburan sekarang nyasar ke asap rokok :)
October 28, 2011, 01:25:14 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9054
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
Bro kalau dengan motivasi mencapai kepuasan jasmani sehingga merusak kesehatan tubuh dengan sengaja, bukankah merupakan dosa.

semoga tidak OOT terlampau jauh, karena dari kuburan sekarang nyasar ke asap rokok :)

Siapa yang bilang merokok bisa mencapai kepuasan jasmani? Bagaimana dengan makan? Bagaimana dengan hiburan? Bagaiman dengan kopi? Dst.

Jangan terlalu mudahlah kita berkata jangan ini, dosa, jangan itu, dosa. Koq seperti tetangga saja.

Ok, BTT yuk.
Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
October 28, 2011, 01:34:25 PM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1309
  • Denominasi: Pentakosta,Protestan

kalau bawa bunga ditaruh didepan makam,terus berdoa kepada Tuhan di kuburuan.lalu jg berkata2 dalam hati ,kepada orang tua yang telah dipanggil Tuhan.apakah ini boleh sebagai umat Kristen?
saya perhatiin umat Kristen ada yang bawa bunga,trus berdoa?
jadi hal apa yang boleh dilakukan umat Kristen?
October 28, 2011, 01:42:57 PM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3196
  • Gender: Male
udah bro bruce,bro Agthervin, dll santai aja..
bagi yg merasa gak boleh berdoa kepada orang mati yah udah lanjutkan, bagi yg merasa boleh berdoa kepada orang mati yah lanjutkan jg..gitu aja kok repot...

jgn maksakan kehendak nantinya jadi ricuh lg..hehe
peace gan
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)