Author Topic: Bolehkah/ dosakah menabur bunga dan berdoa dikuburan??  (Read 2688 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 31, 2011, 10:40:30 AM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9054
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
@loyd

Jujur saja, saya koq tidak melihat adanya kesalahan dalam menabur bunga, walau berkali kali setiap kunjungan ke kuburan. Saya juga tidak melihat adanya peluang bagi iblis untuk memanfaatkan celah itu.

Bapak saya dikremasi, jadi kalau menabur bunga saya lakukan di pantai dimanapun, bisa di Jakarta atau pantai manapun. Apa itu salah? Rasanya ngga, kecuali kalau dianggap mencemari lingkungan (mengotori laut).

Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
October 31, 2011, 02:01:02 PM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 518
  • Denominasi: Protestan
@loyd

Jujur saja, saya koq tidak melihat adanya kesalahan dalam menabur bunga, walau berkali kali setiap kunjungan ke kuburan. Saya juga tidak melihat adanya peluang bagi iblis untuk memanfaatkan celah itu.

Bapak saya dikremasi, jadi kalau menabur bunga saya lakukan di pantai dimanapun, bisa di Jakarta atau pantai manapun. Apa itu salah? Rasanya ngga, kecuali kalau dianggap mencemari lingkungan (mengotori laut).


Sebagai orang Kristen yang paling berbahaya adalah "tipu muslihat Iblis" artinya siasat yang dipergunakan iblis dalam menghalangi karya Allah dalam kehidupan kita pribadi dan kesaksian kita dalam pelayanan kita. Jangan lupa pengalaman musuh kita jauh lebih banyak daripada pengalaman kita. Ia sudah melawan kehendak Allah selama ribuan tahun, ia pun mengetahui kelamahan dan kekurangan kita.

 Tentu setiap orang mempunyai alasan-alasan tersendiri, mengapa ada yang masih melakukan tradisi menabur bunga kekuburan orang tua, anak atau nenek moyang mereka dengan begitu banyak alasan tersendiri.

setiap orang mempunyai alasan-alasan tersendiri, dan setiap suku mempunyai tradisi yang berbeda-beda, namun sebenarnya sama, menabur bunga kekuburan adalah suatu keyakinan, bahwa orang mati dapat berhubungan dengan orang yang masih hidup atau sebaliknya.

Keyakinan tradisi nenek moyang ini dianggap roh-roh nenek moyang mereka yang sudah mati dapat menyatakan diri mereka secara langsung kepada orang yang masih hidup, melalui adat.

Ada juga alasan yang adalah untuk menghormati orang tua atau nenek moyang, sesuai hukum yang kelima (“….hormatilah ibu bapamu, supaya lanjut umurmu…”). Alasan ini kelihatannya betul tetapi salah. Cara yang dipakai iblis untuk merusak hidup manusia ialah dengan memakai Firman Tuhan secara terpenggal-penggal, atau lepas dari ayat-ayat sesudanya. Hukum kelima didahulu oleh hukum kedua. Kita menghormati orang tua yang tidak menyembah berhala. (kis.5:29).

Ketaatan kita kepada orang tua, haruslah dalam garis ketaatan kita terhadap Allah dan firmanNya. Kita dapat menyalahkan orang tua kita kalau perintah mereka tidak sesuai dengan kehendak Allah, banding dengan Mat.10:34-37; Kej.12:1; Yes.24:2-3.

Ada juga alasan untuk melayani orang mati, baik roh orang tua maupun roh nenek moyang, terhadap anak-anak atau cucunya yang masih hidup atau sebaliknya.

Alkitab menjelaskan dengan jelas bahwa roh orang mati tidak dapat berhubungan dengan roh orang yang masih hidup atau sebaliknya. Lihat dalam Kej.4:8-10, roh Habel berseru kepada Allah bukan kepada Kain, sebab jiwa Habel tak dapat berhubungan lagi dengan Kain yang masih hidup.

Jikalau kita mengasihi adat kebiasaan yang berdosa, maka Allah membenci kita, kalau kita mengasihi Allah dengan tidak menyembah berhala, maka masyarakat penyembah berhala membenci kita, kita tidak bisa netral (abu-abu), tetapi berdiri dengan Tuhan, walaupun orang banyak menentangnya, maka Tuhan akan menyatakan kemuliaanNya melalui orang yang mengasihi Dia Bil.14:5-10.

Dalam PL Allah melarang keras orang Israel berhubungan dengan arwa orang mati. Lihat Ulangan 18:10 Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir,18:11seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati.18:12Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.

Imamat 20:6Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya. 20:27Apabila seorang laki-laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah mereka dihukum mati, yakni mereka harus dilontari dengan batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri." Kebiasaan ini, yaitu berhubungan arwah orang mati (sebenarnya roh setan yang datang), adalah kebiasaan orang Kanani (Imamat 19:31; 20:6,23,24,27), dan juga kebiasaan orang Mesir (Yes. 19:3) Semangat orang Mesir menjadi hilang, dan rancangannya akan Kukacaukan; maka mereka akan meminta petunjuk kepada berhala-berhala dan kepada tukang-tukang jampi, kepada arwah dan kepada roh-roh peramal.
Amin.
Yakobus 4:11 Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)