Author Topic: penerapan "pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik"  (Read 1062 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 20, 2011, 12:50:46 PM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 210
  • Gender: Male
  • Denominasi: kharismatik
mohon masukan. ada seorang pendeta memberi contoh tentang ayat pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. dia mencontohkan jangan kumpul dengan orang2 miskin kalau mau kaya, tapi bergaulah dengan orang2 kaya, memberi bantuan ke orang miskin tidak apa2, tapi jangan kumpul, nanti malah "tertular" pola pikir orang miskin. kok saya merasa ada yang janggal dengan contohnya ya, entah apa yang janggal, tapi kok sepertinya tidak pas.  apakahkah perkataan pendeta itu benar, perasaan saya yang salah?
December 20, 2011, 12:55:11 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9054
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
Coba kasih si pendeta itu ayat ini :

Mrk 2:16    Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"

Mrk 2:17    Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Kalau masih kurang, coba tanya beliau, Jesus dan para rasul itu orang kaya atau orang miskin?

Syalom
Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
December 20, 2011, 02:17:13 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19938
  • Gender: Male
  • Yohanes 3:16
mohon masukan. ada seorang pendeta memberi contoh tentang ayat pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. dia mencontohkan jangan kumpul dengan orang2 miskin kalau mau kaya, tapi bergaulah dengan orang2 kaya, memberi bantuan ke orang miskin tidak apa2, tapi jangan kumpul, nanti malah "tertular" pola pikir orang miskin. kok saya merasa ada yang janggal dengan contohnya ya, entah apa yang janggal, tapi kok sepertinya tidak pas.  apakahkah perkataan pendeta itu benar, perasaan saya yang salah?

Barangkali harus dilihat keseluruhan isi kotbah itu pendeta, ndak bisa ambil secuil dari perkataan dia  terus  disimpulkan sedemikian rupa bro. Tapi coba ambil hikmahnya,  saya sendiri percaya ada orang miskin dalam Tuhan, tetapi orang malas kemudian menjadi miskin banyak. Sayapun percaya dan berfikir positif bahwa untuk menjadi kaya harus rajin bekerja, tetapi tidak menafikan juga banyak orang kaya karena korupsi dsb.

Jadi kembali kepada"Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik"  dan ilustrasi orang miskin dan kaya itu, hemat saya tentu ini pendeta  sedang bicara orang miskin karena malas (tidak mau bekerja hanya bisa mengemis, meminta-minta dsb) dan kaya yang dimaksud pendeta ini, tentulah kaya dan berhasil karena rajin bekerja dan berdoa bukan kaya karena korupsi, kolusi dsb.

Kalau sudah  begini pengertian "Jangan bergul/kumpul sama orang miskin tapi bergaulah dengan orang-orang kaya" harus dibaca.."Jangan bergaul/kumpul dengan orang-orang malas karena kita yang tadinya rajin bekerja,  bisa jadi ikut-ikutan/terbawa-bawa dan menjadi pemalas (pangkal miskin) tetapi bergaulah kita dengan orang-orang yang rajin bekerja  supaya kita sendiri tetap rajin dan mendapat hasil dari ketekunan kita". Barangkali  demikian  maksud dari contoh itu pendeta bro...


Salam
December 20, 2011, 02:45:08 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1045
Jangan memandang bahwa pendeta pasti dan harus benar seratus persen. Pola pikir seperti itu dipengaruhi pola pikir dari managemen pengembangan diri untuk mencapai kesuksesan jasmani. Dan kalau mau dipikir, memang itu ada benarnya, tetapi bukan benar seratus persen. Maksudnya begini, kalau anda memiliki karakter yang lemah, atau anda masih dalam masa pencarian karakter (karakter kedewasaan belum terbentuk) maka apa yang dikatakan pendeta itu ada benernya, karena kalau anda hanya bergaul dengan orang2 dengan pola pikir tanpa pengetahuan maka demikianlah kita akan terbentuk kemudian.
kalau kita bergaul hanya dengan pengguna narkoba, pada akhirnya kita pasti akan terikut. Itu fakta.
Tetapi mungkin menjadi janggal karena contoh yang diambil adalah contoh yang sensitif berhubungan dengan status ekonomi. Jadi memang seharusnya contoh itu tidak tepat dengan maksud yang tepat. Jadi kita harus bisa menggali maksud itu.

Ingat pengkondisian diatas adalah ketika karakter kita lemah atau belum terbentuk karakter. Jadi bedakan dengan yang sudah mapan secara karakter. Kalau sudah terbentuk sih lebih bebas, dan bahkan dianjurkan untuk lebih luas pergaulan agar bisa menjangkau lebih banyak lagi jiwa.
Tuhan Yahshua, aku hanya pendosa, masih melakukan dosa, belum ada kebenaran didalamku, aku hanya bisa mencoba dalam jatuh bangun usahaku. Selanjutnya aku hanya bisa katakan, "biarlah semua Engkau yang tentukan, arahkan dan tujukan".
December 20, 2011, 03:03:43 PM
Reply #4
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 94
  • Success story is not the story of Jesus Christ
  • Denominasi: Protestan anti Kristenisasi

Kalau sudah  begini pengertian "Jangan bergul/kumpul sama orang miskin tapi bergaulah dengan orang-orang kaya" harus dibaca.."Jangan bergaul/kumpul dengan orang-orang malas karena kita yang tadinya rajin bekerja,  bisa jadi ikut-ikutan/terbawa-bawa dan menjadi pemalas (pangkal miskin) tetapi bergaulah kita dengan orang-orang yang rajin bekerja  supaya kita sendiri tetap rajin dan mendapat hasil dari ketekunan kita". Barangkali  demikian  maksud dari contoh itu pendeta bro...


Salam

@ gusgus: khotbah pendeta itu berdasarkan ayat Al-Kitab yang mana dulu, biar kita ngerti konteks khotbahnya?

@ bro budiman: gue rasa kita sebagai Kristen juga belum ada kesepakatan dalam mengartikan apa itu "orang miskin" atau "orang kaya" menurut iman ke-Kristen-an... kalo baca Lukas 16:19-31, disitu cuma diceritakan orang kaya yang kita tdk tau darimana kekayaannya berasal apa dari kerja keras atau korupsi... dilain pihak disitu juga diceritakan tentang Lazarus yang miskin... kita tidak tahu apa si Lazarus pemalas atau emang nasibnya aja sial...

Si kaya pokoknya masuk neraka gara2 cuek sama si miskin... si miskin masuk sorga dan dihibur karena selama hidupnya di dunia ini dicuekin...

Pertanyaannya apa gunanya perumpamaan ini bagi kita Kristen2 di zaman begini? Pendeta yang dikelilingi orang kaya tidak akan pernah bisa menjelaskannya.

Carilah pendeta yang bergaul dengan banyak dan sangat dekat dengan orang miskin, karena pendeta itu di jamin bisa menjelaskan nats ini dengan sangat baik dan membuka mata banyak jemaat Kristen.
Gue lebih suka berurusan dengan orang kaga sopan, kasar tapi tulus dan rendah hati daripada orang sopan, lemah lembut tapi busuk dan sombong.
December 20, 2011, 03:45:17 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1447
  • Gender: Male
  • My Saviour
Menurut saya si pendeta itu sebenernya menekankan di kata 'Pola pikir'

kalau contohnya: jangan bergaul dengan orang pemalas pasti lebih kena sasaran..

cuma sayang, perumpamaan/ contohnya yg ga pas.. makanya menguji setiap pengajaran itu Recommended bgt..
Yohanes 1:17   sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh  Yesus Kristus.
December 20, 2011, 04:18:03 PM
Reply #6
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 210
  • Gender: Male
  • Denominasi: kharismatik
December 20, 2011, 04:24:55 PM
Reply #7
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 94
  • Success story is not the story of Jesus Christ
  • Denominasi: Protestan anti Kristenisasi
@ bro ed : 1 korintus 15 : 33

Kamu kaga salah koq... emang pendeta-nya aja yang ngasih contoh salah... perikopnya aja berjudul tentang kebangkitan kita... & Paulus memperingati tentang bergaul dengan orang sesat... koq jadi ke orang miskin... emang ada yang salah dengan pemahaman pendeta itu masa miskin = sesat hehehehehe
Gue lebih suka berurusan dengan orang kaga sopan, kasar tapi tulus dan rendah hati daripada orang sopan, lemah lembut tapi busuk dan sombong.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)