Author Topic: Message of a Messenger - 5. Sikap yang berkenan di hadapan TUHAN  (Read 855 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 08, 2012, 09:57:49 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2516
  • Gender: Male
Kali ini saya hanya turut menyampaikan bagaimana kita sebagai manusia menyikapi hidup ini melalui percakapan DWI berikut ini…………..

Januari 2009

Aku   :Tuhan, bagaimana seharusnya seluruh umat di bumi menyikapi hal itu? (peperangan)
Tuhan    :Jangan terpancing untuk emosi. Ingatlah bahwa setiap satu tindakan kecil yang berakibat dosa dan mengakibatkan kesengsaraan bagi orang lain, Tuhan tak pernah tinggal diam. Jangan menghakimi, cukuplah kalian berseru tentang kedamaian tapi jangan melakukan aksi yang bisa memprovokasi keadaan. Hakekat dari agama atau kepercayaan adalah cinta kasih dan memberi, jika mereka belum bisa melakukan itu maka mereka belum beragama. Mereka belum mengenal Aku, mereka masih berada jauh di luar rumah-Ku namun mereka sudah merasa dekat dan memasukinya. Wilayah apa yang ia masuki Aku sungguh tak mengenalnya. Hanya mereka yang berhati damai, yang menjadi hamba-hamba sejati-Ku. Hanya mereka yang menyerukan damai yang akan Aku pilih untuk memasuki rumah-Ku. Janganlah bermulut besar, sebab Tuhan lebih menyukai orang  yang pandai menutup mulutnya untuk kebaikan. Salah satu kelemahan manusia adalah ketika ia tidak pandai menutup mulutnya. Mulut yang kotor dan dengki adalah biang keladi dari permusuhan. Langkah yang salah dan sikap yang pemberani tanpa memperhitungkan resiko adalah salah satu pemicu lahirnya perang atau permusuhan. Cintalah yang akan mengobati luka itu; cinta untuk saat ini jauh tersembunyi dari manusia. Mereka ada tapi tak tampak sebab jika tampak, kecurigaan dan tatapan tajam pun akan selalu terarah kepadanya. Tuhan dengan berbagai cara sekalipun itu berbahaya dan mengambil resiko, tapi Ia tetap akan usahakan untuk memberikan cinta. Hanya saja Tuhan perlu memilih jiwa2 yang ikhlas, yang kepadanya akan diserahkan untuk berseru tentang kebaikan. Atas Nama Tuhan, ia akan berkata pada ribuan umat bahwa Tuhan tidak menghendaki apapun dari umat-Nya selain berbuat baik. Seseorang yang berbicara atas nama kasih, untuk para kekasih. Para kekasih adalah mereka-mereka yang mendengarkan seruan Tuhan dan melaksanakannya demi perubahan baik di dalam dirinya. Orang-orang itulah yang akan lihat siapa yang pantas untuk mengemban tugas itu karena itu sungguh berat dan penuh resiko.

Aku   :Tuhan, Tuhan, semoga Engkau lebih bisa bersabar atas kekeliruan dan ketidak-mengertian mereka
Tuhan    :Ya, Aku hanya berharap segera ada perbaikan sikap yang significant dari manusia, agar rencana Tuhan tidak berakibat fatal. Terima kasih Dwi, kamu sudah menuliskan masalah ini, semoga akan muncul satu orang untuk mewartakannya.

Aku   :Tuhan, mungkin ada satu orang itu bagi-Mu, tapi bagaimana ia bisa berdiri di antara mereka dan berseru tentang apa yang Engkau kehendaki; Bagaimana caranya dan apakah mereka percaya?
Tuhan     :Itu bukanlah pekerjaan yang mudah Dwi, Aku benar2 harus temukan orang yang siap untuk itu

Aku   :Tuhan, sebelum ini bunda Teressa, Paulus Yohanes II dan tokoh2 dunia juga berseru tapi tidak banyak yang mau mendengar. Justeru mereka malah curiga dan berburuk sangka.
Tuhan    :Itulah Dwi, manusia masih kurang percaya, sekalipun tangan dan mulutnya sama-sama bisa merasakan. Tidak banyak yang mendengar Firman Tuhan sebab mereka rata-rata menganggap barang yang usang, kuno dan perlu dilupakan. Andai saja mereka tahu bahwa sedikit saja tangan-Ku berkehendak, maka terjadilah, tapi Aku tak mau lakukan itu Dwi, sebab cinta kasih-Ku begitu besar sehingga Aku akan bersabar dan menunggu perubahan dari mereka.

"Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
January 08, 2012, 09:59:13 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2516
  • Gender: Male
Aku   :Tuhan, terjadilah atas Kehendak-Mu, Engkau yang lebih tahu, Engkau yang tak pernah salah dan Engkau Sang Maha melihat, semoga Engkau mengambil tindakan yang pas dan paling pantas buat kami semua akan tetapi jika Engkau perkanankan aku memohon, maka ijinkan aku memohon maaf atas kesalahan dan ketidak-tahuan mereka. Aku ingin sekali menjadi silih bagi mereka, seperti halnya Sang KRISTUS rela mati di Kayu Salib untuk menebus dosa manusia
Tuhan    :Terpujilah namamu, terpujilah dirimu di antara wanita Dwi, apa yang kamu rencanakan itu adalah tindakan mulia tapi itu tidak semudah yang kamu bayangkan

Aku   :Tuhan, saya mengerti, semoga kebijaksanaan-Mu selalu ada dan selalu tersedia untuk memaklumi setiap kebodohan dan kebebalan kami sebagai manusia. Tuhan, kami percaya Engkau mengasihi kami semua, maka Engkau akan berikan yang terbaik dan pantas untuk kami
Tuhan    :Ya, Dwi, itulah yang akan Aku usahakan. Serukanlah kepada mereka Dwi, bahwa kesabaran Tuhan itu masih ada, dan itu diwujudkan dalam penantian panjangnya dalam melihat perubahan perilaku manusia. Tuhan masih berharap banyak akan terjadi perubahan. Benih-benih itu telah Aku sebarkan maka Aku mau menanti benih itu tumbuh dan menghasilkan buah. Layaknya seorang petani, Aku ingin saatnya tiba Aku akan mendapatkan panen yang melimpah, dimana hasilnya bisa dinikmati bersama. Itulah yang Aku usahakan dari kehidupan manusia. Kesengsaraan-Ku Aku berikan padanya sebagai pupuk agar ia bisa tumbuh pesat sebagai pengayom dan penghasil buah. Aku rela menjadi sesuatu yang tak terlihat, tak berarti dan mudah dilupakan tapi ketahuilah Aku melakukan itu semua karena kecintaan-Ku yang begitu besar kepada mereka. Aku tak ingin kembali kepada Bapa-Ku dengan tangan hampa, Aku ingin tunjukkan kepada Bapa-Ku, bahwa kepercayaan yang IA berikan kepada-Ku tidaklah sia-sia. Tolong bantulah Aku untuk mewujudkan itu

Aku      :Adakah yang lain lagi Tuhan yang akan Engkau sampaikan?
Tuhan    :Tidak, Dwi, cukup dulu; ketahuilah Dwi, di waktu yang kian sempit ini engkau akan lebih banyak jumpai kesengsaraan dan penderitaan bukan dari Aku melainkan dari mereka sendiri yang selalu merasa puas dan tak mau belajar. Kebodohan dan ketidak-mengertian mereka kerap mendatangkan prahara, namun lebih baik bagi mereka jika segera membuat permohonan pengampunan. Jadilah orang yang sadar, jangan tertidur, sebab yang tersadarlah yang akan terlebih dulu terselamatkan sedangkan yang lain akan menunggu giliran. Ok, Dwi, cukup dulu, sampai jumpa, Aku mengasihimu, tetaplah bersama-Ku

Aku   :Terima kasih Tuhan, terpujilah selalu Nama-Mu di hati para umat-Mu, Amin
Tuhan     :Ok, Dwi, terima kasih banyak


Kebetulan di tahun yang baru ini mulailah kita ubah sikap kita lebih baik lagi agar TUHAN berkenan kepada kita………..

Topik Sebelumnya :

1.   Natal : http://forumkristen.com/index.php?topic=40833.0
2.   Doa Pelepasan : http://forumkristen.com/index.php?topic=40924.0
3.   Nubuatan Pulau Jawa dan Indonesia : http://forumkristen.com/index.php?topic=41112.0
4.   Tentang Ramalan 2012 : http://forumkristen.com/index.php?topic=41220.0
« Last Edit: January 22, 2012, 10:36:41 AM by lbmagi »
"Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)