Author Topic: menghadirkan hadirat Tuhan  (Read 7365 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 22, 2012, 04:32:35 PM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 708
  • Gender: Male
  • Denominasi: Injili
Tidak ada yg menggelitik, tdk ada yg salah,
coba lihat  ayat2 dibawah ini:
I Samuel  16
16:23 Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya;
Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.
II Raja-raja  3
3:15 Maka sekarang, jemputlah bagiku seorang pemetik kecapi.
" Pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi, maka kekuasaan TUHAN meliputi dia.
Mazmur  22
22:4 Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.
GBU all.

Saya setuju dengan anda Bro.
Maha hadir dan ada-Nya Hadirat Tuhan dalam pengertian yang berbeda.
Maha hadir karena tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan.
Hadirat Tuhan karena Tuhan berperkara dengan umat-Nya untuk mendapatkan berkat.

Pada dasarnya Kekristenan pada mulanya, setiap orang percaya pada mulanya dimeteraikan oleh ROH KUDUS terlebih dahulu sebagai jaminan untuk menerima di kemudian kesempatan: ROH KUDUS yang menetap, Dapat penuh dapat tidak, tergantung seberapa banyak FT yang sudah diterima. Di mana dua tiga orang Kristen berkumpul untuk meninggikan Nama-Nya, maka Tuhan hadir di tengah-tengah. Dengan adanya hadirat Tuhan, barangsiapa yang memenuhi syarat (sudah menerima FT secara benar) akan mendapatkan baptisan ROH KUDUS.
Baptisan ROH KUDUS dapat penuh atau tidak. Di Alkitab tertulis orang yang dipenuhi ROH KUDUS tidak berbahasa roh. Bahasa Roh untuk baptisan ROH KUDUS awal, demikian pula karunia bernubuat adalah karunia dasar/utama. (ayat2 FT tertulis di Alkitab; anda pastinya sudah tahu)

Shalom,
October 23, 2012, 02:58:41 AM
Reply #21
  • Guest
Saya kira anda harus memperhatikan konteksnya. Allah memang maha hadir. Allah juga hadir ketika seorang Kristen sedang berzinah dengan seorang pelacur. Tp tentunya bukan ini yang dimaksud, tapi bagaimana dalam sebuah kebaktian, doa atau penyembahan Allah bisa berhubungan secara lebih intim dengan jemaat.

"Allah itu Roh, dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. (Yohanes 4:24).

Saya pikir bahwa tidak mungkin memisahkan kemahahadiranan Tuhan dari intimasi Tuhan dalam hubungan-Nya dengan jemaat.
 
Hal Allah bisa berhubungan secara lebih intim dengan jemaat tidak tergantung pada keadaan atau kehendak orang, atau syarat seperti bagaimana orang berdoa. Bukan orang yang "menghadirkan hadirat Tuhan", melainkan Tuhan yang memutuskan waktu dan dengan orang siapa Dia suka berhubung secara lebih atau kurang intim. Justru, Allah juga mendekati seorang Kristen yang sedang berzinah dengan seorang pelacur untuk mengatakan "Janganlah berzinah lagi", agar orang yang dikasihi-Nya itu tidak binasa...

Tuhan juga tidak perlu menghitung berapa orang sedang berkumpul dalam doa, untuk mendengar doa-doa mereka. Ayat Matius 18:20 "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka" tidak berarti bahwa Tuhan tidak mendekati orang yang berdoa sendirian. Demikian juga Tuhan tidak terpaksa untuk lebih memperhatikan doa-doa kumpulan ribuan orang kalau Dia tidak suka. Intimasi hubungan antara Tuhan dan manusia tidak tergantung pada bagaimana orang mempersiapkan syarat-syarat "bagaimana dalam sebuah kebaktian, doa atau penyembahan Allah bisa berhubungan secara lebih intim dengan jemaat."

Akan tetapi, kalau ada sesuatu yang orang dapat melakukan untuk "menghadirkan hadirat Tuhan", yang harus dilakukan orang itu adalah merendahkan hatinya dan percaya. Bisa dikatakan bahwa dalam hubungan antara Tuhan dan manusia, Tuhan hanya sedekat manusia menurut ukuran betapa dekat orang manusia izinkan Tuhan mendekatinya dalam kepercayaannya.

"Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia." (Ibrani 11:6)

Sayanglah, waktu sekarang, banyak orang Kristen, terutama orang dalam gereja Karismatik, lebih suka mengejar sejenis perasaan senang dan menikmati perasaan senang itu sebagai hadirat Tuhan, daripada percaya bahwa Tuhan hadir (tanpa perasaan), maka jemaat melakukan persiapan untuk "menghadirkan hadirat Tuhan", seperti main sejenis musik tertentu. Tetapi tidak perlu merasa senang untuk berhubung dengan Tuhan, dan perasaan senang itu bukan bukti bahwa Tuhan berhubung dengan jemaat secara intim. Melainkan ada tertulis bahwa "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati..." (Mazmur 34:18). Perasaan senang itu mungkin juga tidak dari Tuhan...
October 23, 2012, 03:14:49 AM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2289
Hadirat Tuhan tidak sama dengan 'perasaan senang'. Semua orang Kristen sejati pasti tahu Hadirat Tuhan, walau tidak dapat dijelaskan. Karena nyata.

Tidak selalu Hadirat Tuhan dapat dirasakan, mungkin disebabkan situasi/kondisi subjektif kita sendiri. Maka dalam keadaan ini, kita bergantung kepada iman. Bahwa Tuhan hadir.


GBU
October 23, 2012, 04:59:08 AM
Reply #23
  • Guest
Hadirat Tuhan tidak sama dengan 'perasaan senang'. Semua orang Kristen sejati pasti tahu Hadirat Tuhan, walau tidak dapat dijelaskan. Karena nyata.

Tidak selalu Hadirat Tuhan dapat dirasakan, mungkin disebabkan situasi/kondisi subjektif kita sendiri. Maka dalam keadaan ini, kita bergantung kepada iman. Bahwa Tuhan hadir.


GBU

Dya1,

Menurut anda, saya seorang Kristen yang tidak sejati, karena saya pasti tidak tahu Hadirat Tuhan, tidak pernah merasa perasaan yang tidak dapat dijelaskan, tetapi nyata itu... :mad0261:

...atau saya seorang Kristen yang hanya "bergantung kepada iman. Bahwa Tuhan hadir." karena Hadirat Tuhan belum pernah dapat saya rasakan...  :mad0261: ...mungkin saya harus tunggu 30 tahun lagi...

Boleh saya tanya, Kalau orang Kristen sejati dapat merasa Hadirat Tuhan yang nyata, mengapa perasaan tidak dapat dijelaskan?
Atau, kalau perasaan tidak dapat dijelaskan, bagaimana mungkin tahu perasaan itu Hadirat Tuhan?

Saya hanya seorang Kristen yang percaya pada apa yang ada tertulis dalam Alkitab saja...
« Last Edit: October 23, 2012, 08:33:03 AM by Yosua 777 »
October 23, 2012, 11:05:37 AM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Apakah 'hadirat Tuhan' hanya bisa dirasakan ???
Hadirat Tuhan itu tidak berubah-ubah, hadirat Tuhan tidak datang dan pergi, hal ini sesuai dg janjiNya; "Mat. 18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." Kesadaran kita akan hadirat-Nya yang berubah-ubah.

*)Saya tidak merasa di jahati oleh perkataan ibu gembala tsb.  Tapi jika perkataan yg dilontarkan dari atas mimbar musti di tafsirkan dulu, berarti jemaat harus mempunyai jurus tafsir yg lebih daripada gembalanya dong.

Bukankah saya sudah jelaskan itu hanya istilah saja?

Kalau kurang paham tentang istilah seperti "menghadap hadirat" atau "menatap wajah" atau "masuk dalam" dan lain-lainnya coba sering-sering baca kitab Mazmur.

Hadirat Tuhan itu bukan secara hurufiah, tetapi istilah untuk suasana hati yang penuh damai dan sukacita. Tetapi kita tidak benar-benar berahada dihadirat atau sinonim kata hadirat, dihadapan fisik TUHAN.
October 23, 2012, 12:10:54 PM
Reply #25
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 30
  • Denominasi: Karismatik
"Allah itu Roh, dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. (Yohanes 4:24).

Saya pikir bahwa tidak mungkin memisahkan kemahahadiranan Tuhan dari intimasi Tuhan dalam hubungan-Nya dengan jemaat.
 
Hal Allah bisa berhubungan secara lebih intim dengan jemaat tidak tergantung pada keadaan atau kehendak orang, atau syarat seperti bagaimana orang berdoa. Bukan orang yang "menghadirkan hadirat Tuhan", melainkan Tuhan yang memutuskan waktu dan dengan orang siapa Dia suka berhubung secara lebih atau kurang intim. Justru, Allah juga mendekati seorang Kristen yang sedang berzinah dengan seorang pelacur untuk mengatakan "Janganlah berzinah lagi", agar orang yang dikasihi-Nya itu tidak binasa...

Tuhan juga tidak perlu menghitung berapa orang sedang berkumpul dalam doa, untuk mendengar doa-doa mereka. Ayat Matius 18:20 "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka" tidak berarti bahwa Tuhan tidak mendekati orang yang berdoa sendirian. Demikian juga Tuhan tidak terpaksa untuk lebih memperhatikan doa-doa kumpulan ribuan orang kalau Dia tidak suka. Intimasi hubungan antara Tuhan dan manusia tidak tergantung pada bagaimana orang mempersiapkan syarat-syarat "bagaimana dalam sebuah kebaktian, doa atau penyembahan Allah bisa berhubungan secara lebih intim dengan jemaat."

Akan tetapi, kalau ada sesuatu yang orang dapat melakukan untuk "menghadirkan hadirat Tuhan", yang harus dilakukan orang itu adalah merendahkan hatinya dan percaya. Bisa dikatakan bahwa dalam hubungan antara Tuhan dan manusia, Tuhan hanya sedekat manusia menurut ukuran betapa dekat orang manusia izinkan Tuhan mendekatinya dalam kepercayaannya.

"Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia." (Ibrani 11:6)

Sayanglah, waktu sekarang, banyak orang Kristen, terutama orang dalam gereja Karismatik, lebih suka mengejar sejenis perasaan senang dan menikmati perasaan senang itu sebagai hadirat Tuhan, daripada percaya bahwa Tuhan hadir (tanpa perasaan), maka jemaat melakukan persiapan untuk "menghadirkan hadirat Tuhan", seperti main sejenis musik tertentu. Tetapi tidak perlu merasa senang untuk berhubung dengan Tuhan, dan perasaan senang itu bukan bukti bahwa Tuhan berhubung dengan jemaat secara intim. Melainkan ada tertulis bahwa "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati..." (Mazmur 34:18). Perasaan senang itu mungkin juga tidak dari Tuhan...

Seperti yg telah disinggung beberapa rekan disini, kemahahadiran Allah tidak sama dengan hadirat Allah. Hadirat Allah adalah sebuah tempat. Oleh krn itu disebutkan seperti masuk ke hadirat Allah, naik ke kehadirat Allah dsb.
Cantiknya pacarku...
October 24, 2012, 01:58:55 AM
Reply #26
  • Guest
Kebanyakan orang yang mengatakan mengalami "hadirat Tuhan" adalah orang yang mengikut kebaktian di gereja karismatik. Dengar orang mengatakan mengalami "hadirat Tuhan" itu menyebabkan saya mencoba untuk ikut kebaktian di sebuah gereja karismatik. Tetapi apa yang saya lihat dalam gereja itu adalah bahwa "hadirat Tuhan" diundang melalui "puji-pujian" dengan musik sensual irima rock, di mana orang menyanyi dan berteriak-teriak seperti orang kesetanan. Saya tidak merasakan hal-hal seperti "hadiran Tuhan" atau kebahagiaan apapun. Melainkan yang ada dalam gereja hanya perasaan "suka cita" yang palsu, dan sebetulnya suasana gereja menyebabkan saya merasa semakin jauh dari Tuhan.

"Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima." (2 korintus 11:3-4)

Sebelum saya pernah datang ke gereja karismatik, dengar orang mengatakan mengalami "hadirat Tuhan" menyebabkan saya menjadi cemburu, tetapi sekarang saya minta maaf kepada Tuhan karena saya pernah mencemburui perasaan "hadirat Tuhan" yang palsu itu, yang sebetulnya tidak dari Tuhan...
October 24, 2012, 11:44:12 AM
Reply #27
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 11
  • Denominasi: protestan
Dalam dunia pelayanan, terlebih bidang PaW/musik dikenal istilah "ngangkat atau tidak ngangkat" dalam satu kebaktian. Jika suasana kebaktian 'ngangkat', berarti Tuhan hadir/hadirat Tuhan ada, dan sebaliknya. Dan (menurut sy) kesalahan gereja tempat sy beribadah/berjemaat adalah mengandalkan jenis musik tertentu, dalam hal ini rock, untuk membuat kebaktian tersebut mengalami apa yg disebut "suasana ngangkat" tadi.

Ada penelitian yg menggunakan media tanaman dan alunan musik. Satu pot tanaman di letakkan dalam ruangan yg diperdengarkan musik rock dan satu pot lagi diletakkan di ruangan yg terpisah dan diperdengarkan musik yg lembut. Setelah diamati, pertumbuhan tanaman yg diperdengarkan musik lembut lebih baik dari pada tanaman yg diperdengarkan musik rock.  Ibu hamil disarankan mendengarkan lagu2 klasik agar pertumbuhan janinnya bagus, bukan dengar musik rock.  Jika demikian yg terjadi dalam dunia sehari-hari, mengapa gereja memilih menggunakan musik rock untuk mengangkat suasana kebaktian??  Apakah penggunaan jenis musik yg lain tidak bisa 'ngangkat'?? Kita tidak bisa membuat suasana kebaktian ngangkat dengan memainkan satu jenis musik tertentu.
October 24, 2012, 12:15:47 PM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 912
  • Denominasi: Religion says : Do, but Christianity says : Done!
Aneh tapi nyata......saya juga pernah denger yg ka gitu, sempet mikir juga. Trus buntut2nya klo kebaktian di tempat lain pasti bilang " ngga ahh disana saya ga menemukan hadirat Tuhan" bener2 doktrin yang of the blukkkk.....hehehehehe
Everybody thinks i`m crazy. They say, "you take the Jesus thing too seriously." Well i don`t know, but Jesus Christ took me pretty seriously when He died for me on the Cross.
October 24, 2012, 08:15:18 PM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2289
Dya1,

Menurut anda, saya seorang Kristen yang tidak sejati, karena saya pasti tidak tahu Hadirat Tuhan, tidak pernah merasa perasaan yang tidak dapat dijelaskan, tetapi nyata itu... :mad0261:

...atau saya seorang Kristen yang hanya "bergantung kepada iman. Bahwa Tuhan hadir." karena Hadirat Tuhan belum pernah dapat saya rasakan...  :mad0261: ...mungkin saya harus tunggu 30 tahun lagi...

Saya tidak menulis begitu tentang mas  :)
Tetapi kalau mas belum pernah merasakan hadirat Tuhan, mas boleh bertanya-tanya, adakah 'chemistry' antara mas dengan Dia. Apakah hubungan mas adalah real.

Paling tidak, dalam perjalanan hidup sedikitnya seseorang harus punya pengalaman pribadi dengan Tuhan. Bukan melulu apa kata orang (kesaksian orang lain, kesaksian para nabi, kesaksian para rasul, dll). Memangnya kehidupan doa mas seperti apa, koq sampai tidak pernah merasakan hadirat Tuhan ?



Boleh saya tanya, Kalau orang Kristen sejati dapat merasa Hadirat Tuhan yang nyata, mengapa perasaan tidak dapat dijelaskan?
Atau, kalau perasaan tidak dapat dijelaskan, bagaimana mungkin tahu perasaan itu Hadirat Tuhan?

Saya hanya seorang Kristen yang percaya pada apa yang ada tertulis dalam Alkitab saja...

Memang tidak bisa dijelaskan.
Bagaimana mas ini menjelaskan apa rasanya 'jatuh cinta' kepada orang yang tidak punya ide apa rasanya jatuh cinta, misalnya  ?

GBU
« Last Edit: October 24, 2012, 08:18:32 PM by Dya1^_^ »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)