Author Topic: menghadirkan hadirat Tuhan  (Read 7347 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 24, 2012, 08:27:29 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2289
Kebanyakan orang yang mengatakan mengalami "hadirat Tuhan" adalah orang yang mengikut kebaktian di gereja karismatik. Dengar orang mengatakan mengalami "hadirat Tuhan" itu menyebabkan saya mencoba untuk ikut kebaktian di sebuah gereja karismatik. Tetapi apa yang saya lihat dalam gereja itu adalah bahwa "hadirat Tuhan" diundang melalui "puji-pujian" dengan musik sensual irima rock, di mana orang menyanyi dan berteriak-teriak seperti orang kesetanan. Saya tidak merasakan hal-hal seperti "hadiran Tuhan" atau kebahagiaan apapun. Melainkan yang ada dalam gereja hanya perasaan "suka cita" yang palsu, dan sebetulnya suasana gereja menyebabkan saya merasa semakin jauh dari Tuhan.

"Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima." (2 korintus 11:3-4)

Sebelum saya pernah datang ke gereja karismatik, dengar orang mengatakan mengalami "hadirat Tuhan" menyebabkan saya menjadi cemburu, tetapi sekarang saya minta maaf kepada Tuhan karena saya pernah mencemburui perasaan "hadirat Tuhan" yang palsu itu, yang sebetulnya tidak dari Tuhan...

Ada beda antara kegiatan agamawi dan hubungan interpersonal dengan Tuhan.
God is real, dialami. Kita harus mencari Dia dengan segenap hati.

Damai sejahtera adalah atmosfir hidup kita yang normal. Ajaib kalau ada orang Kristen bilang : itu palsu  :)

GBU
« Last Edit: October 24, 2012, 09:16:27 PM by Dya1^_^ »
October 25, 2012, 01:46:12 AM
Reply #31
  • Guest
Memangnya kehidupan doa mas seperti apa, koq sampai tidak pernah merasakan hadirat Tuhan ?

Kehidupan saya hanya seperti kehidupan Ayub saja.  :'(

Ada beda antara kegiatan agamawi dan hubungan interpersonal dengan Tuhan.
God is real, dialami. Kita harus mencari Dia dengan segenap hati.

Damai sejahtera adalah atmosfir hidup kita yang normal. Ajaib kalau ada orang Kristen bilang : itu palsu  :)

GBU

Kita harus mencari Tuhan dengan segenap hati. Itu betul.

Yak 4:8a "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu...

Tetapi yang harus kita cari bukan saja perasaan sukacita

Yak 4:8b...Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
Yak 4:9  Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.
Yak 4:10  Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.
(Yakobus 4:8-10)

Setelah diselamatkan, banyak orang Kristen pikir bahwa oleh sebab dosa-dosanya sudah diampuni oleh Tuhan, mereka tidak perlu merasa patah hati lagi. Tetapi hal keselamatan bukan saja sebuah peristiwa yang instan, tetapi juga sebuah proses yang berlaku selama hidup kita.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mazmur 51:17)

Begitulah harus sikap kita terhadap Tuhan selama hidup kita. Janganlah kita melupakan ketakutan kepada Tuhan. Banyak orang Kristen hanya menyukai suatu Injil yang berlimpah “kasih” saja, tetapi menolak Injil yang berisi “kasih dan takut kepada Tuhan”. Tetapi keselamatan dari Tuhan bukan tanpa syarat, Tuhan mewajibkan hati kita dipenuhi perasaan kesedihan karena dosa-dosa kita.

Kita bisa merasa damai sejahtera juga, tetapi harus diperhatikan bahwa damai sejahtera, ada yang dari Tuhan, tetapi ada juga yang palsu. Ada juga orang-orang jahat yang merasa damai dalam kejahataan mereka...
Tetapi perasaan damai sejahtera dari Tuhan juga tidak sama dengan perasaan damai yang duniawi, seperti perasaan "gembira" juga tidak sama dengan perasaan ""bahagia" atau "lega"...

Tuhan memberkati...

October 25, 2012, 08:01:54 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2289
Kehidupan saya hanya seperti kehidupan Ayub saja.  :'(

Kita harus mencari Tuhan dengan segenap hati. Itu betul.

Yak 4:8a "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu...

Tetapi yang harus kita cari bukan saja perasaan sukacita

Yak 4:8b...Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
Yak 4:9  Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.
Yak 4:10  Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.
(Yakobus 4:8-10)

Setelah diselamatkan, banyak orang Kristen pikir bahwa oleh sebab dosa-dosanya sudah diampuni oleh Tuhan, mereka tidak perlu merasa patah hati lagi. Tetapi hal keselamatan bukan saja sebuah peristiwa yang instan, tetapi juga sebuah proses yang berlaku selama hidup kita.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mazmur 51:17)

Begitulah harus sikap kita terhadap Tuhan selama hidup kita. Janganlah kita melupakan ketakutan kepada Tuhan. Banyak orang Kristen hanya menyukai suatu Injil yang berlimpah “kasih” saja, tetapi menolak Injil yang berisi “kasih dan takut kepada Tuhan”. Tetapi keselamatan dari Tuhan bukan tanpa syarat, Tuhan mewajibkan hati kita dipenuhi perasaan kesedihan karena dosa-dosa kita.

Kita bisa merasa damai sejahtera juga, tetapi harus diperhatikan bahwa damai sejahtera, ada yang dari Tuhan, tetapi ada juga yang palsu. Ada juga orang-orang jahat yang merasa damai dalam kejahataan mereka...
Tetapi perasaan damai sejahtera dari Tuhan juga tidak sama dengan perasaan damai yang duniawi, seperti perasaan "gembira" juga tidak sama dengan perasaan ""bahagia" atau "lega"...

Tuhan memberkati...

Ya itulah mas..
Kalau sudah berpatokan bahwa Tuhan ada di mana-mana, lalu ngapain mencari Tuhan.
Maka pantesan aja kan, kalau ada yang ngaku belum pernah tahu Hadirat Tuhan (mungkin karena kurang/belum sungguh-sngguh)  :)

Dalam Perjanjian Lama saja, di mana tabir ruang maha kudus belum tersingkap, Tuhan selalu menghendaki untuk mencari Dia. Apalagi dalam Perjanjian Baru.

1Ch 16:11  Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!
Isa 55:6  Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!



Tetapi perasaan damai sejahtera dari Tuhan juga tidak sama dengan perasaan damai yang duniawi, seperti perasaan "gembira" juga tidak sama dengan perasaan ""bahagia" atau "lega"...
Ya itu karena seseorang berusaha menerangkan apa yang sebenarnya tidak bisa diterangkan secara persis. Jadinya kayak gitu. Diterangkan bagaimana pun juga pasti akan keliru, kecuali dialami sendiri baru tahu kayak apa.  :happy0025:


GBU
October 26, 2012, 02:06:29 AM
Reply #33
  • Guest
Ya itulah mas..
Kalau sudah berpatokan bahwa Tuhan ada di mana-mana, lalu ngapain mencari Tuhan.
Maka pantesan aja kan, kalau ada yang ngaku belum pernah tahu Hadirat Tuhan (mungkin karena kurang/belum sungguh-sngguh)  :)

Dalam Perjanjian Lama saja, di mana tabir ruang maha kudus belum tersingkap, Tuhan selalu menghendaki untuk mencari Dia. Apalagi dalam Perjanjian Baru.

1Ch 16:11  Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!
Isa 55:6  Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!



"carilah wajah-Nya" artinya bukan mencari untuk melihat wajah Tuhan secara kelihatan atau dengan perasaan. Wajah Tuhan tidak bisa dipandang orang:

"Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup." (keluarga 33:20)

Maka "carilah wajah-Nya" berarti sesuatu yang lain. Pada waktu Perjanjian Lama, Yesus belum timbul, maka orang harus "mencari Tuhan", atau mencari keselamatan-Nya dalam iman. Tetapi dalam Perjanjian Baru ada tertulis:

"dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu." (Luka 10:9)

Maka sudah nyata bahwa "mencari wajah Tuhan" waktu "Ia berkenan ditemui", yaitu waktu "Kerajaan Alla sudah dekat" berarti mencari Yesus, datang kepada-Nya, dan percaya kepada-Nya:

"Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi." (Yohanes 6:35)

"Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang. Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!" Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui." (Yohanes 6:16-21)

Setelah orang-orang menerima Yesus, mereka telah sampai ke tempat yang mereka tujui. Maka tidak perlu cari lagi, karena jalan keselamatan telah ditemui, Tuhan telah ditemui. Orang bisa merasa bahagia, bisa merasa damai, tetapi yang harus dicari bukan perasaan-perasaan, tetapi Yesus Kristus sendiri, dalam imam. Orang yang menemukan Yesus telah "mendekati Tuhan", telah "memandang Tuhan", dalam imam telah datang dalam keselamatan-Nya. Tidak ada perasaan atau pengalaman lain yang harus dicari untuk "datang kepada Tuhan".

"Isa 55:6  Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)

Kenapa selama Ia dekat? Karena Dia tidak selalu dekat untuk semua orang:

"Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka." (Yohanes 12:40)

"kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu." (Luka 19:42)

"Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta." (Yohanes 9:39)

Jadi waktu Yesus datang ke bumi, keselamatan tersembunyi bagai (kebanyakan) orang Yahudi, mereka tidak dapat "melihat Tuhan", sedangkan orang-orang lain dapat lihat...

Tuhan memberkati...
October 26, 2012, 11:14:23 AM
Reply #34
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 11
  • Denominasi: protestan
Ada satu pertanyaan mendasar yg timbul: kenapa kebaktian yg 'ngangkat' itu begitu penting sehingga selalu diupayakan?? kenapa hadirat Tuhan itu dicari dalam setiap kebaktian?? Mau apa dengan adanya hadirat Tuhan??
October 26, 2012, 11:32:38 AM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6955
  • Gender: Male
  • Denominasi: Back to Bible
Ada satu pertanyaan mendasar yg timbul: kenapa kebaktian yg 'ngangkat' itu begitu penting sehingga selalu diupayakan?? kenapa hadirat Tuhan itu dicari dalam setiap kebaktian?? Mau apa dengan adanya hadirat Tuhan??
Tanpa hadirat Tuhan kebaktian akan terasa kering, membosankan,
hanya merupakan ritual rutin yg dipaksakan
GBU
Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami . . .  tetapi seandainya tidak, . . . kami tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." - Daniel 3:17-18
October 26, 2012, 02:11:21 PM
Reply #36
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12115
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
adalah benar Tuhan kalau Dia mahahadir tetapi kehadiranNya itu hanya terjadi bila ada kekudusan dari "pemanggilnya"
dan ketika Dia hadir, kuasaNya pasti dinyatakan
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
October 26, 2012, 06:19:53 PM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2289
Ada satu pertanyaan mendasar yg timbul: kenapa kebaktian yg 'ngangkat' itu begitu penting sehingga selalu diupayakan?? kenapa hadirat Tuhan itu dicari dalam setiap kebaktian?? Mau apa dengan adanya hadirat Tuhan??

Ya tentu saja, karena kta datang ibadah untuk bersekutu dengan Tuhan. We live in His Presence.

GBU
October 31, 2012, 01:04:31 AM
Reply #38
  • Guest
hadirat tuhan itu ndak bisa dirasakan, kamu dengan iman percaya berdoa/beribadah kepada tuhan itu sudah didengar kok. tanpa kamu sadari tuhan yang menentukan kapan mau mendatangi kamu.
jangan terlalu terobsesi dengan pengalaman2 rohani orang lain, tapi uji dulu dengan imanmu terhadap semua kesaksian itu, karena itu bisa jadi suatu kepalsuan yang dibuat2 (karena kita tidak tahu jaman sekarang orang semakin pintar memutarbalikkan firman  :coolsmiley: ).
intinya kalo kamu meminta hadirat tuhan, gak bakalan kamu mengalami suatu hal transisi yang membuat kamu beda dari semuanya, seperti misal dengan mata terpejam semua tiba2 menjadi terang benderang, disini otak juga mempengaruhi loh  :D jangan sampai2 hal yang kamu anggap supernatural menjadi nyata padahal itu salah satu dari perasaan kita saja  ;D ;D
gak mesti berjingkrak2, loncat2 atau bahasa2 aneh dengan teriak2 atau memain2kan tangan seperti penari, atau doa dipinggir jalan/tikungan seperti farisi  ;D ;D ;D atau ditopang tangan, atau banyak dengar lagu2 atau apalah itu yang gak jelas2 gak menjamin hadirat tuhan ada kok.
cobalah jangan terlalu berpatok kepada omongan manusia, tapi patokan kita hubungan pribadi antara Tuhan dan kamu pribadi, gak mesti berpatokan harus dengan hadirat tuhan pasti kebaktian/doa kamu "sah" dimata DIA. Sikap iman percaya kamu kepada DIA dalam setiap kebaktian/doa yang dilihat TUHAN. Ingat perumpamaan biji sesawi, tapi yang saya garis bawahi disini adalah IMAN. Jadi kembali ke IMAN ya...  :D
October 31, 2012, 03:49:40 AM
Reply #39
  • Guest
hadirat tuhan itu ndak bisa dirasakan, kamu dengan iman percaya berdoa/beribadah kepada tuhan itu sudah didengar kok. tanpa kamu sadari tuhan yang menentukan kapan mau mendatangi kamu.
jangan terlalu terobsesi dengan pengalaman2 rohani orang lain, tapi uji dulu dengan imanmu terhadap semua kesaksian itu, karena itu bisa jadi suatu kepalsuan yang dibuat2 (karena kita tidak tahu jaman sekarang orang semakin pintar memutarbalikkan firman  :coolsmiley: ).
intinya kalo kamu meminta hadirat tuhan, gak bakalan kamu mengalami suatu hal transisi yang membuat kamu beda dari semuanya, seperti misal dengan mata terpejam semua tiba2 menjadi terang benderang, disini otak juga mempengaruhi loh  :D jangan sampai2 hal yang kamu anggap supernatural menjadi nyata padahal itu salah satu dari perasaan kita saja  ;D ;D
gak mesti berjingkrak2, loncat2 atau bahasa2 aneh dengan teriak2 atau memain2kan tangan seperti penari, atau doa dipinggir jalan/tikungan seperti farisi  ;D ;D ;D atau ditopang tangan, atau banyak dengar lagu2 atau apalah itu yang gak jelas2 gak menjamin hadirat tuhan ada kok.
cobalah jangan terlalu berpatok kepada omongan manusia, tapi patokan kita hubungan pribadi antara Tuhan dan kamu pribadi, gak mesti berpatokan harus dengan hadirat tuhan pasti kebaktian/doa kamu "sah" dimata DIA. Sikap iman percaya kamu kepada DIA dalam setiap kebaktian/doa yang dilihat TUHAN. Ingat perumpamaan biji sesawi, tapi yang saya garis bawahi disini adalah IMAN. Jadi kembali ke IMAN ya...  :D


Setuju

Quote
jangan terlalu terobsesi dengan pengalaman2 rohani orang lain, tapi uji dulu dengan imanmu terhadap semua kesaksian itu, karena itu bisa jadi suatu kepalsuan yang dibuat2 (karena kita tidak tahu jaman sekarang orang semakin pintar memutarbalikkan firman  :coolsmiley: ).

Saya pernah datang di sebuah gereja yang baru menjadi Karismatik. Ternyata pendeta gereja hendak menjadikan kebaktian dan suasana gereja menjadi semakin serupa dengan pertunjukan TV seorang terkenal yang membuat banyak "mukjizat" (Benny Hill). Orang penyanyi mulai menyanyi sebuah lagu yang syairnya begitu: "Aku merasa kehadiran Tuhan..." Umat gereja belum duduk, masih ada orang yang sedang mencari tempat atau memindahkan barang-barang... Dimanakah perasaan kehadiran Tuhan itu? Ternyata itu hanya syair lagu, tetapi orang penyanyi sedang memaksa umat gereja untuk menganggap syair lagu itu sebagai sesuatu yang nyata, lalu dimainkan lagu-lagu diiringi musik yang semakin keras selama setengah jam. Waktu doa dimainkan musik lembut yang jenisnya seperti untuk menghipnotis orang. Sebenarnya musik itu sangat sensual, menyebabkan orang tidak bisa berdoa, tetapi jemaat diminta untuk menyerahkan diri pada perasaan sensual itu yang disebutkan "Kehadiran Tuhan". Pada akhir kebaktian, orang jemaat kelihatannya seperti sedang mengalami pelayangan di angkasa luar tanpa gravitasi...

Pada suatu hari, crusade Benny Hinn itu datang ke kota dekat tempat tinggal saya, dan saya diberikan tiket untuk ikut, jadi saya menemani seorang teman yang ikut. Sebelum pertunjukan mulai, musik dimainkan sebegitu keras sehingga tidak mungkin berbicara, dengan menjerit pun tidak mungkin mendengar suara teman saya. Rupanya kepala saya terletak dalam mesin pesawat jet sedang berangkat. Bukan seperti bunyi lonceng yang didengar dalam siaran TV...
Selama 3 jam, tidak terjadi mukjizat apapun, melainkan, ada orang sibuk mengeluarkan orang-orang sakit dalam kursi roda yang mengeluh karena tidak disembuhkan, tetapi peristiwa-peristiwa sebegitu dipotong dan tidak muncul dalam siaran TV.
Kemudian saya dan teman saya keluar, karena bahkan dengan jari dalam telinga, bunyi tidak dapat kita tahan lebih lama lagi.

Begitulah apa yang disebut "kuasa Tuhan" masa sekarang... tetapi ada orang yang senang "merasa kehadiran Tuhan"...

Quote
Sikap iman percaya kamu kepada DIA dalam setiap kebaktian/doa yang dilihat TUHAN. Ingat perumpamaan biji sesawi, tapi yang saya garis bawahi disini adalah IMAN. Jadi kembali ke IMAN ya...  :D

"...Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (Luka 18:8b)

Tuhan memberkati...  :)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)