Author Topic: BOLEHKAH SEORANG Kristen/KATOLIK (ORG TIONGHOA) MERAYAKAN TAHUN BARU IMLEK ????  (Read 5356 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 03, 2012, 10:34:46 PM
Reply #90
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 9
Benar, menurut saya tergantung cara anda menanggapinya... Kalau mau disangkut pautkan dengan mitos, sudah tentu banyak sekali kegiatan sehari hari saudara yang berkaitan dengan mitos, entah anda mengerti atau tidak, akan tetapi jika diambil hikmah pstifnya , bukankah hal hal semacam itu bisa menjadi suatu hal yang manis dan indah untuk dilakukan.. Dalam kasus ini imlek memudahkan kita untuk beqrkumpul, dan bercengkrama dengan sanak saudara... Dan tentunya bisa menjadi sarana pengabaran injil...
February 03, 2012, 11:46:39 PM
Reply #91
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9054
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
hehheh 

kalau menurut saya, kalau kalangan Protestan aja bilang boleh maka apa lagi kalangan Katolik? pasti lebih boleh.

karena selama ini banyak orang tua yang bukan Kristen, tidak ingin anaknya pergi ke gereja, karena: takut anaknya nanti tidak mau ikut cengbeng..tidak mau makan bekas makanan sembayang cengbeng.

jika ketahuan anaknya kegereja karena sekolahan  maka ditanya: gerejamu salibnya yg ada orangnya atau ga? karena jika ada orangnya maka boleh pegang hio dan yg gak ada orangnya itu fanatik.

siapa yang mempunyai andil sehingga orang2 tua ini bisa mendapat kesimpulan seperti diatas? heheh

Mudah-mudahan ngga OOT.

Ada salah pengertian bagi sebagian orang, bahwa Katolik itu bisa menerima sembayang dengan cara selain cara Katolik. Saya tegaskan, itu salah. Orang Katolik justru sangat tegas dalam sikap, termasuk berdoa dengan cara yang berbeda dari iman Katolik.

Ajaran Katolik, oleh sebagian orang tua etnis china, dianggap lebih toleran, karena tidak secara lagsung menyerang cara orang tua yang masih menerapkan agama adat (buddha ataupun Konghucu). Katolik, lebih dahulu membina cara dan perilaku para penganutnya dibanding dengan mengatakan cara lain adalah salah, keliru ataupun sesat. Jadi, ajaran Katolik 'lebih bisa diterima'  oleh para orang tua itu.

Sembayang cengbeng, jelas bukan iman Katolik, jadi sepatutnya tidak dilakukan oleh penganut Katolik. Makan bekas sembayang tidak dilarang selama tidak mengganggu iman yang memakannya. Saya sendiri, tidak akan menolak makanan bekas sembayang, asalkan tetap terjaga kebersihannya. Karena bagi saya, tidak ada tuhan lain, selain Tuhan yang saya sembah. Jadi makanan yang sudah dipersembahkan kepada dewa-dewi apapun, buat saya tidak berarti apa apa.

  1Kor 8:4    Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."

  1Kor 8:5    Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian--

  1Kor 8:6    namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

  1Kor 8:7    Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.

  1Kor 8:8    "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."

  1Kor 8:9    Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.

Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
February 04, 2012, 11:55:57 AM
Reply #92
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 155
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Mudah-mudahan ngga OOT.

Ada salah pengertian bagi sebagian orang, bahwa Katolik itu bisa menerima sembayang dengan cara selain cara Katolik. Saya tegaskan, itu salah. Orang Katolik justru sangat tegas dalam sikap, termasuk berdoa dengan cara yang berbeda dari iman Katolik.

Ajaran Katolik, oleh sebagian orang tua etnis china, dianggap lebih toleran, karena tidak secara lagsung menyerang cara orang tua yang masih menerapkan agama adat (buddha ataupun Konghucu). Katolik, lebih dahulu membina cara dan perilaku para penganutnya dibanding dengan mengatakan cara lain adalah salah, keliru ataupun sesat. Jadi, ajaran Katolik 'lebih bisa diterima'  oleh para orang tua itu.

Sembayang cengbeng, jelas bukan iman Katolik, jadi sepatutnya tidak dilakukan oleh penganut Katolik. Makan bekas sembayang tidak dilarang selama tidak mengganggu iman yang memakannya. Saya sendiri, tidak akan menolak makanan bekas sembayang, asalkan tetap terjaga kebersihannya. Karena bagi saya, tidak ada tuhan lain, selain Tuhan yang saya sembah. Jadi makanan yang sudah dipersembahkan kepada dewa-dewi apapun, buat saya tidak berarti apa apa.

  1Kor 8:4    Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."

  1Kor 8:5    Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian--

  1Kor 8:6    namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu YESUS KRISTUS, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

  1Kor 8:7    Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.

  1Kor 8:8    "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."

  1Kor 8:9    Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.
saya setuju bro.
dan saya kira memang tidak patut kita [baik Katolik maupun Protestan] ikutan cengbeng. tapi apa salahnya kalau kita ikut saudara kita pergi sembayang cengbeng? selama kita tidak menganggapnya tuhan saya kira baik2 saja, bukankah itu orang2 tua2 sebelum kita? memangnya kesana minta berkat sama kuburan? kan ga.

jika kita [baik Katolik maupun Protestan] tidak mau ikut sembayang cengbeng, yang ada malah dianggap 'orang aneh' dan orang2 tua akan melarang anaknya pergi ke gereja.

--mudah2an tidak oot juga ;D atau kita buat thread tentang cengbeng?
 
February 04, 2012, 01:41:32 PM
Reply #93
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9054
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
saya setuju bro.
dan saya kira memang tidak patut kita [baik Katolik maupun Protestan] ikutan cengbeng. tapi apa salahnya kalau kita ikut saudara kita pergi sembayang cengbeng? selama kita tidak menganggapnya tuhan saya kira baik2 saja, bukankah itu orang2 tua2 sebelum kita? memangnya kesana minta berkat sama kuburan? kan ga.

jika kita [baik Katolik maupun Protestan] tidak mau ikut sembayang cengbeng, yang ada malah dianggap 'orang aneh' dan orang2 tua akan melarang anaknya pergi ke gereja.

--mudah2an tidak oot juga ;D atau kita buat thread tentang cengbeng?
 

Kalau saya pribadi, jika diajak ke kuburan dan berdoa, saya akan berdoa dengan cara saya, yakni dengan membuat tanda salib, melipat tangan dan berdoa kepada Bapa, Putera dan ROH KUDUS, agar memberi ketenangan dan kebahagiaan bagi roh si mati.

Dengan demikia, kita tidak menyakiti hati orang tua kita, karena menghormati orang tua juga adalah perintah Tuhan, juga kita tidak menyalahi ajaran agama kita.

Syalom
Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
February 04, 2012, 05:59:29 PM
Reply #94
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 155
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Kalau saya pribadi, jika diajak ke kuburan dan berdoa, saya akan berdoa dengan cara saya, yakni dengan membuat tanda salib, melipat tangan dan berdoa kepada Bapa, Putera dan ROH KUDUS, agar memberi ketenangan dan kebahagiaan bagi roh si mati.

Dengan demikia, kita tidak menyakiti hati orang tua kita, karena menghormati orang tua juga adalah perintah Tuhan, juga kita tidak menyalahi ajaran agama kita.

Syalom
hehehh tapi bagi orang Protestan ga boleh mendoakan orang yang sudah tidak ada lagi lho bro.

ya..pandangan saya hanya ingin menghilangkan kesan negatif saja dari orang2 tua2 terhadap orang Kristen.
February 04, 2012, 06:45:33 PM
Reply #95
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9054
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
hehehh tapi bagi orang Protestan ga boleh mendoakan orang yang sudah tidak ada lagi lho bro.

ya..pandangan saya hanya ingin menghilangkan kesan negatif saja dari orang2 tua2 terhadap orang Kristen.

Betul, itu sebenarnya suatu hal yang paut disayangkan.
Dasar pertimbangannya adalah ini :

1. Berdoa tidak salah.
2. Mendoakan orang adalah baik, justru kita diharapkan saling mendoakan.
3. Sebagai umat Kristen, kita percaya bahwa kita tetap hidup walaupun telah mati.
4. Kita berdoa kepada Tuhan, bukan kepada si mati

Nah, dimana salahnya mendoakan orang yang sudah mati? Kalau berdoa mohon kekayaan kepada si mati itu jelas salah dan ngawur.

He he he he.

Syalom

Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
February 05, 2012, 10:05:17 AM
Reply #96
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1847
THREAD SAYA KALI INI HANYA INGIN BERTANYA.

(MAAF JUDUL THREAD SUDAH SAYA GANTI MENJADI>>>>> BOLEHKAH???)
:

SUDAH BOLEH, berkat Jasa Almarhum GUSDUR

Tuhan Yesus memberkati
Han
TIDAK SEMUA ISI ALKITAB ADALAH FIRMAN ALLAH DAN TIDAK SEMUA FIRMAN ALLAH TERTULIS DALAM ALKITAB
February 06, 2012, 01:46:29 PM
Reply #97
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 4
  • Denominasi: protestan
lalu kalau saya merayakan imlek , tetapi tidak percaya mitos apakah itu salah ??
saya hanya meneruskan tradisi keluarga saja untuk acara kumpul keluarga merayakan tahun baru cina , apakh itu salah ??
February 06, 2012, 03:49:45 PM
Reply #98
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9054
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
lalu kalau saya merayakan imlek , tetapi tidak percaya mitos apakah itu salah ??
saya hanya meneruskan tradisi keluarga saja untuk acara kumpul keluarga merayakan tahun baru cina , apakh itu salah ??

Jika anda ikut sembayang kepada leluhur itu udah menyalahi iman Kristen bro. Kalau sekedar berbaju baru,  makan bersama, memberi hormat dan mendapat./memberi angpao, itu sih sah sah saja.

Syalom
Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
February 06, 2012, 04:07:01 PM
Reply #99
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 12
  • Denominasi: Yesus My Saviour
menurut gw sih, sah sah aja orang TiongHoa dari agama apapun untuk merayakan Tahun Baru Cina atau Imlek..
itu kan tradisi kebudayaan, jgn hanya dilihat dari sisi spiritual aja..

gw Cina dan Kristen, dan gw merayakan Natal secara SPIRITUAL dan merayakan Imlek untuk tetap menjaga tradisi budaya dari etnis gw..

hikmah yg bisa gw ambil, gw bisa kumpul" dg semua saudara..
dan dapat ampao pastinya.. :D

yg penting gw ga ke Klenteng untuk sembahyang.. :)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)