Author Topic: Yesus dan Pengampunan dosa  (Read 10701 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 10, 2019, 09:33:41 PM
Reply #200
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5068
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote from: Sotardugur Parreva on September 04, 2019, 07:45:31 PM
Wah, dalam memaknai batu sandungan, kelihatannya kita beda pemaknaan. Pemaknaanku, batu sandungan adalah seperti jerat, orang tidak sengaja menyentuhnya. Sementara Yesus Kristus tidak menjerat orang (iblis yg suka menjerat) menjadi pengikut-Nya. “Marilah kepada-Ku …” kata Yesus tanpa memaksa, tanpa menjerat, tanpa memerangkapi. Orang datang kepada-Nya secara merdeka, bukan karena tersandung. 1 Pet 2:7-8 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan." Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.
Menurut pendapatku
Sandungan itu bisa ber-kali2
Sedangkan jerat cukup sekali jadi
Pada poin itu, pandangan Anda ada benarnya.
Yang kumaksud kesamaan batu sandungan dengan jerat bukan pada jumlah terkena, melainkan pada ketidaksengajaan terkena atau menyentuh keduanya. Seperti tidak ada orang yang ingin tersandung, demikian juga tidak ada orang yang sengaja menjeratkan diri.

SP: Menurut penangkapanku, arti batu sandungan pada ayat 7 adalah sesuatu yang negatif bagi mereka yang tidak taat kepada Firman Allah. Batu yang membuat kesakitan. Pada saat mereka tersandung (ayat 8), mereka jatuh dan tidak akan mampu bangkit lagi.
Tersandung bukan tertimpa batu tak bangkitlagi, Bro!
Tersandung itu oleh batu kecil, bisa ber-kali2 jatuhnya
Yg aku belum paham ay.7 itu, "batu sentuhan", apa = kiblat
Apa spt "batu hajar aswad, batu dr sorga", yg hrs dicium segala rupa?
Tulisanku bukan menyatakan tertimpa. Pemaknaanmu suka seenakmu sendiri. Orang yang terkena batu sandungan, sedikitnya akan terhuyung, hilang keseimbangan. Itu sedikitnya. Mungkin saja membuat terjatuh, dan mati, karena terjatuh ke ranjau bom.
Karena batu sentuhan juga tidak kumengerti yang bagaimana, kumaknai batu sandungan saja.

Dan itu pula anehnya. Sudah mengetahui kebenaran, bahwa Tuhan senantiasa menyertai rasul sampai kepada akhir zaman, namun masih bertegar tengkuk mengikuti yang bukan ajaran rasul, walaupun pengajarnya berulang-ulang melakukan kesalahan. Terlanjur nyaman dengan ajaran yang diterima dari pengajar yang tidak jelas lajur kerasulannya.
Contoh lain spt Hawa dan Adam terjerat Iblis, mereka bukan tersandung
Dlm hal murid2 Yesus, yg kerap tersandung Petrus, yg terjerat Yudas Iskariot
Boleh juga.

Salam Damai!
Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 12, 2019, 09:28:39 AM
Reply #201
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3215
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Menurut pendapatku
Sandungan itu bisa ber-kali2
Sedangkan jerat cukup sekali jadi


SP: Pada poin itu, pandangan Anda ada benarnya.

Tersandung bukan tertimpa batu tak bangkit lagi, Bro!
Tersandung itu oleh batu kecil, bisa ber-kali2 jatuhnya


Tulisanku bukan menyatakan tertimpa.
Pemaknaanmu suka seenakmu sendiri.
Orang yang terkena batu sandungan, sedikitnya akan terhuyung, hilang keseimbangan.
Itu sedikitnya. Mungkin saja membuat terjatuh, dan mati, karena terjatuh ke ranjau bom.

Ya!
Yg itu namanya terjerat
Terbom, ter-racun atau terikat
Cukup sekali dan tak akan bangun lagi


Karena batu sentuhan juga tidak kumengerti yang bagaimana,
Menurutku batu yg sering disentuh itu batu akik
Batu akik memang mahal dan sering di-poles2
Lebih keras dr "petros" dan kerap jadi jimat

Itu nalar liarku, Bro!
Metapora batu sentuhan
Gimana dgn nalar sehatmu?

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 14, 2019, 01:12:38 AM
Reply #202
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5068
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Tidak ada yang perlu kutambahkan.

Damai masih tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 16, 2019, 11:36:55 AM
Reply #203
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3215
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
No problem!
Mungkin nalarmu belum nyampe utk batu sentuhan itu
Aku sudah coba uraikan metafora ke-tiga-batu itu sbb:


Ada tiga metapora batu dr [1Pet 2:7] kpd Yesus:
“Batu yg telah dibuang oleh tukang2 bangunan, telah
menjadi batu penjuru, juga telah jadi batu sentuhan dan batu sandungan.”


Bisa saja ku-coba2 gunakan nalar liarku sbb:,
Dia menjadi batu penjuru bagi mereka yg telah beriman kpd Yesus (logos)
Dia menjadi batu sentuhan bagi mereka yg spt percaya kpd Yesus (logis)
Dia menjadi batu sandungan bagi mereka yg hanya tahu hal Yesus (logy)

Kerap kali Yesus menggunakan metafora batu
Sbg kekerasan hati terhadap sesuatu pd jiwa
Spt petros batu kecil, petra bukit batu karang
http://forumkristen.com/index.php?topic=51684.msg1251694#msg1251694

Demikian pula Daud dlm Mazmur-nya:
Pd-Mu, TUHAN, aku berlindung,
Janganlah se-kali2 aku mendapat malu.
Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu,

Sendengkanlah telinga-Mu kpd-ku, bersegeralah melepaskan aku!
Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan utk menyelamatkan aku!
Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun
dan membimbing aku. [Alkitab hari ini Maz 31:3]


Salam Damai!
« Last Edit: September 16, 2019, 11:53:26 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 20, 2019, 09:49:10 AM
Reply #204
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3215
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Kembali ke lep top ik:
“Yesus dan pengampunan dosa”

Ada isu dr perempuan, bw Yesus telah bangkit, tapi murid2 penuh tanda tanya, sebab kesaksian perempuan kala itu tidak dpt diterima dlm masyarakat Yahudi. Lalu mereka selidiki, tapi tak ada informasi tambahan, selain kuburan telah kosong. Mencekam, terlebih saat malam hari, yaitu hari pertama kebangkitan-Nya, murid2 numpuk di satu rumah dan mengunci semua pintu dan jendela, karena takut aneh2, takut juga ketahuan org Yahudi, sebab mereka pasti dibenci karena menjadi murid-Nya. Tiba2 datanglah Yesus berdiri di tengah2 mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!". Dgn melihat sosok itu, cengkraman takut semakin mencekam semakin kuat: “Mustahil!!!”, pikirnya, “Masuk dr mana? Siapa org ini, ngapain, dst?”

Sesudah Yesus berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kpd mereka lalu murid2 itu bernafas lega kembali dan bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Lalu Yesus sekali lagi mengucapkan salam, sebab salam yg pertama so pasti mereka tidak bisa dengar karena mampet, nafas macet sesaat, maka pendengaran rada budeg. Kemudian, kata Yesus sekali lagi:
"Damai sejahtera bagi kamu!
Sama spt Bapa mengutus Aku, demikian juga
sekarang Aku mengutus kamu"


Lalu kemudian  Yesus mengembusi mereka
Mungkin spt pd [Kej 2:7] lalu berkata lagi:
"Terimalah ROH KUDUS.
Jikalau kamu mengampuni dosa org, dosanya diampuni, dan
jika kamu menyatakan dosa org tetap ada, dosanya tetap ada." [Yoh 20:21:23]


Yg bisa menjadi pertanyaan diskusi,
Seberapa besar mereka menerima ROH KUDUS itu?
Sebab hari Pentakosata yg dijanjikan-Nya itu belum tiba ...

[Kis.1:8]
"Tetapi kamu akan menerima kuasa,
kalau ROH KUDUS turun ke atas kamu,
dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan
di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Bapamu akan memberikan ROH KUDUS kpd mereka yg minta [Luk 11:13]


Salam Damai!

« Last Edit: September 20, 2019, 01:26:26 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 22, 2019, 04:40:30 AM
Reply #205
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1093
  • Denominasi: Protestan
Pengampunan dosa hanya ada didalam iman kepada darah Yesus yg menghapus dosa manusia,tidak ada jalan lain termasuk penjualan indulgensi yg kebohongan itu.
September 23, 2019, 03:41:05 PM
Reply #206
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5068
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman diberi kewenangan oleh Yesus Kritus untuk mengampuni dosa.
Yoh 20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 24, 2019, 08:38:52 AM
Reply #207
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1093
  • Denominasi: Protestan
Pengampunan dosa baru terjadi bila :

1.Beriman kepd Kristus
2.Mengakui dosa dan mohon pengampunan
3.Hanya diberikan oleh Tuhan saja

Yang sangat keliru adalah pengampunan dosa :

1.Pakai kertas yg dijual dgn kedok persembahan
2.Oleh Pejabat Gereja

September 24, 2019, 11:01:08 AM
Reply #208
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5068
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Pengampunan dosa baru terjadi bila :

1.Beriman kepd Kristus
2.Mengakui dosa dan mohon pengampunan
3.Hanya diberikan oleh Tuhan saja
Perkataan Yesus kepada rasul yang dicatat di Yoh 20:23 ini: Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada, belum dianulir dari Injil.


Yang sangat keliru adalah pengampunan dosa :
1.Pakai kertas yg dijual dgn kedok persembahan
2.Oleh Pejabat Gereja
Pengampunan dosa oleh penerus rasul tidak ada kaitan dengan kertas.
Penerus rasul Petrus memberikan kewenangannya menggembalakan domba Kristus kepada banyak penggiat Gereja yang tunduk kepada Kepausan Roma. Pengampunan dosa oleh penerus rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman, memiliki dasar Injili, dan kewenangan mengampuni dosa itu didelegasikan kepada para imam yang setia, tidak diberikan kepada imam yang membelot.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 25, 2019, 11:46:26 AM
Reply #209
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
    • fossil coral cantik
Pengampunan dosa baru terjadi bila :

1.Beriman kepd Kristus
2.Mengakui dosa dan mohon pengampunan
3.Hanya diberikan oleh Tuhan saja
Yang nomor-3 nabrak kalimat sbb :
Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni

So,
KETIKA ada manusia Rasul yang mengampuni dosa mr.X
MAKA Tuhan IKUTAN manusia Rasul tsb, yakni ikut mengampuni dosa mr.X

Kalimat ijo menunjukkan dua oknum.

Kalimat nomor-3 menunjukkan gila SOLA, membabibuta, sampai2 menentang dari apa yang terbaca di catetan itu sendiri  :D

Quote
Yang sangat keliru adalah pengampunan dosa :
1.Pakai kertas yg dijual dgn kedok persembahan
2.Oleh Pejabat Gereja
Sependapat. Wewenang Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni disalah gunakan.
« Last Edit: September 25, 2019, 11:51:51 AM by odading »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)