Author Topic: "SATU HARI TUHAN = SERIBU TAHUN ?"  (Read 5656 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 22, 2013, 08:57:18 AM
Reply #170
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2523
  • Gender: Male
Nature Adam & Hawa memang sdh berubah sejak saat memakan buah itu,
dari yg tdk bisa mati menjadi mati, itu maksudnya, bukan langsung mati,
kalau langsung mati apakah Allah harus menciptakan lagi manusia?
Itulah pemahaman yg salah yg selalu dibawa2 tt makna 1 hari = 10000 th dlm Alkitab,
yg dikaitkan dgn umur manusia yg tdk sampai seribu tahun.
Apakah 1 hari penciptaan juga = 1000 tahun manusia? Bukankah hal yg tdk mungkin?
Tidak ada perbandingan waktu antara Allah dgn manusia di ayat II Petrus 3:8 tsb
Ketika Tuhan Yesus mengatakan waktunya sdh dekat, maka Dia mau spy setiap org selalu siap sedia krn tdk tahu kapan waktunya tiba.
Sebentar lagi, tdk lama lagi, 1000 th lagi, bagi Allah sama saja, itu yg dimaksudkan Petrus ketiak menuliskan ayat itu dibawah ilham ROH KUDUS.
Petrus menuliskan bahwa Allah tdk berada dlm dimensi waktu, waktu hanya diciptakan bagi manusia sejak penciptaan alam semesta, jadi dlm ayat itu sama sekali tdk bicara matematika.
Thx, GBU

"Hari itu juga" adalah kunci memahami apa yang ditulis Petrus. Sebab saat membaca kitab kita juga harus berusaha memahami apa yang dimaksudkannya, bikan langsung menafsirkan seakan itu adalah wahyu yang turun untuk disampaikan kepada manusia sebagai pasel yang hilang tentang 6 hari penciptaan = berapa tahun bumi mengitari matahari.

Petrus membahas tentang kemurahan, bahwa hukuman tidak dijatuhkan seketika (baca ayat dibawahnya), tetapi berlambat-lambat agar manusia memiliki kesempatan bertobat. Dalam hal ini Petrus mengambil gambaran Adam, sebagai manusia pertama yang berdosa, harusnya hari itu hukuman dijatuhkan, tetapi ternyata berlambat juga sampai 930 tahun kemudian. Demikian anak cucunya berumur mendekati 1000 tahun semua, karena itu dikatakan satu hari, yang artinya hari itu juga bagi Allah dapat berarti 1000 tahun, yang dimaksud adalah Adam.

Memahami konteks dan keseluruhan ide yang disampaikan penulis, membantu kita tidak menafsirkan terlalu jauh (dipakai untuk membenarkan hipotesa) dan akhirnya menghindari umat Allah menafsirkan sebuah tafsiran.

Surat ini untuk menjawab pertanyaan di ayat 4,

Kata mereka: “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.” (2 Petrus 3:4 TB)

Selanjutnya Petrus menjelaskan tentang seketika, hari ini juga atau satu hari, tidak sama dengan satu hari bumi berputar pada porosnya. Gambaran jeda waktu tersebut sebagai kesempatan bertobat muncul dengan 1000 tahun sebagai acuan usia manusia pertama mengenal dosa yang tidak seketika mati. Dia mengambil gambaran tentang kemurahan Allah yang seakan mengulur waktu. Ditegaskan dalam ayat 15,

Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. (2 Petrus 3:15 TB)

Adam diberi kesempatan untuk selamat, demikian juga dengan kita. Karena itu dalam ayat 10 tentang hukuman Allah terhadap dunia yang sama seperti hukuman terhadap Adam,

Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.  Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup (2 Petrus 3:10, 11 TB)

Kapan hal itu? Ingatlah akan Adam, Allah bukan tidak menepati janjinya, tetapi memberi kesempatan manusia bertobat. Itu adalah kemurahan Allah.

Lalu jika dikaitkan hari penciptaan, terlalu matematis sekali, sebab seperti membuat rumus dan memasukan rumus.

Yang paling menarik penutupnya Petrus menulis demikian,

Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain. (2 Petrus 3:16 TB)
« Last Edit: January 22, 2013, 09:17:23 AM by Krispus »
January 22, 2013, 09:24:19 AM
Reply #171
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6958
  • Gender: Male
  • Denominasi: Back to Bible
"Hari itu juga" adalah kunci memahami apa yang ditulis Petrus. Sebab saat membaca kitab kita juga harus berusaha memahami apa yang dimaksudkannya, bikan langsung menafsirkan seakan itu adalah wahyu yang turun untuk disampaikan kepada manusia sebagai pasel yang hilang tentang 6 hari penciptaan = berapa tahun bumi mengitari matahari.

Petrus membahas tentang kemurahan, bahwa hukuman tidak dijatuhkan seketika (baca ayat dibawahnya), tetapi berlambat-lambat agar manusia memiliki kesempatan bertobat. Dalam hal ini Petrus mengambil gambaran Adam, sebagai manusia pertama yang berdosa, harusnya hari itu hukuman dijatuhkan, tetapi ternyata berlambat juga sampai 930 tahun kemudian. Demikian anak cucunya berumur mendekati 1000 tahun semua, karena itu dikatakan satu hari, yang artinya hari itu juga bagi Allah dapat berarti 1000 tahun, yang dimaksud adalah Adam.

Memahami konteks dan keseluruhan ide yang disampaikan penulis, membantu kita tidak menafsirkan terlalu jauh (dipakai untuk membenarkan hipotesa) dan akhirnya menghindari umat Allah menafsirkan sebuah tafsiran.

Surat ini untuk menjawab pertanyaan di ayat 4,

Kata mereka: “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.” (2 Petrus 3:4 TB)

Selanjutnya Petrus menjelaskan tentang seketika, hari ini juga atau satu hari, tidak sama dengan satu hari bumi berputar pada porosnya. Gambaran jeda waktu tersebut sebagai kesempatan bertobat muncul dengan 1000 tahun sebagai acuan usia manusia pertama mengenal dosa yang tidak seketika mati. Dia mengambil gambaran tentang kemurahan Allah yang seakan mengulur waktu. Ditegaskan dalam ayat 15,

Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. (2 Petrus 3:15 TB)

Adam diberi kesempatan untuk selamat, demikian juga dengan kita. Karena itu dalam ayat 10 tentang hukuman Allah terhadap dunia yang sama seperti hukuman terhadap Adam,

Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.  Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup (2 Petrus 3:10, 11 TB)

Kapan hal itu? Ingatlah akan Adam, Allah bukan tidak menepati janjinya, tetapi memberi kesempatan manusia bertobat. Itu adalah kemurahan Allah.

Lalu jika dikaitkan hari penciptaan, terlalu matematis sekali, sebab seperti membuat rumus dan memasukan rumus.

Yang paling menarik penutupnya Petrus menulis demikian,

Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain. (2 Petrus 3:16 TB)
Beda pemahaman boleh2 saja, spt sdh dijawab sebelumnya:

Nature Adam & Hawa memang sdh berubah sejak saat memakan buah itu,
dari yg tdk bisa mati menjadi mati, itu maksudnya, bukan langsung mati,
kalau langsung mati apakah Allah harus menciptakan lagi manusia?
Itulah pemahaman yg salah yg selalu dibawa2 tt makna 1 hari = 10000 th dlm Alkitab,
yg dikaitkan dgn umur manusia yg tdk sampai seribu tahun.
Apakah 1 hari penciptaan juga = 1000 tahun manusia? Bukankah hal yg tdk mungkin?

Tidak ada perbandingan waktu antara Allah dgn manusia di ayat II Petrus 3:8 tsb
Ketika Tuhan Yesus mengatakan waktunya sdh dekat, maka Dia mau spy setiap org selalu siap sedia krn tdk tahu kapan waktunya tiba.
Sebentar lagi, tdk lama lagi, 1000 th lagi, bagi Allah sama saja, itu yg dimaksudkan Petrus ketiak menuliskan ayat itu dibawah ilham ROH KUDUS.
Petrus menuliskan bahwa Allah tdk berada dlm dimensi waktu, waktu hanya diciptakan bagi manusia sejak penciptaan alam semesta, jadi dlm ayat itu sama sekali tdk bicara matematika.
Thx, GBU
Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami . . .  tetapi seandainya tidak, . . . kami tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." - Daniel 3:17-18
January 22, 2013, 09:24:47 AM
Reply #172
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 271
  • Denominasi: Katolik
manusia yg terlalu pongah dgn ajarannya,
yg tdk dpt mengerti kebenaran Firman Allah,
segala seuatu harus dpt dijangkau otaknya,
sehingga segala sesuatu yg tdk kelihatan coba dihadirkan
Thx, see u n GBU
Entahlah siapa yang pongah?
Sebenar Pak Paul ini sudah mengerti hitung-hitungan di atas cuma .......

Allah mengaruniai kita "Otak/Akal/Pikiran" untuk dipakai memuji dan memulyakan Allah.
Apa salah kita memaksimalkan "Otak" yang Allah Karuniakan untuk kita?

Ada beberapa yang bisa dimengerti oleh "Akal" tapi ada yang masih belum dimengerti karena Akal terbatas dan Allah tak terbatas.
Kalau kita salah menghitung dan salah logika, bukankah kita akan lebih tersesat?
Karena Allah kebenaran, tidak mungkin salah bahkan dalam bagian kecil Pengetahuan-Nya dalam matematika dan logika serta semua ilmu pengetahuan.

Sejauh kita mengerti, peganglah itu, selebihnya adalah iman.
iman yang benar maka pengetahuan akan bertambah.


Ok Pak Paul, Damai Kristus besertamu dan keluargamu.
« Last Edit: January 22, 2013, 09:29:37 AM by Kata-Holos »
Untuk Rekan-rekan Katolik kalau bisa, menjawab untuk mempertanggung-jawabkan iman saja jangan terpancing untuk mempertanyakan iman saudara kita Non-Katolik.
Diindikasikan ada pihak lain yang menfaatkan perbedaan ajaran dalam Kristen yang digunakan untuk menyerang Kekristenan.
January 22, 2013, 01:27:58 PM
Reply #173
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 39216
kalu penasaran buka TRIT, mampu gak?,
jangan dimulai dgn copas Quote, itu gak mutu, gak mampu artinya
Lihat saja postinganmu yg bertebaran dimana2 itu, parah :mad0261:



Pkh 10:13  Awal perkataan yang keluar dari mulutnya adalah kebodohan, dan akhir bicaranya adalah kebebalan yang mencelakakan.

1Kor 2:14  Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
January 22, 2013, 01:39:00 PM
Reply #174
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 39216
Jadi belum buka TRIT baru?
cuma bolak balik ngejer point?

Mzm 37:35  Aku melihat seorang fasik yang gagah sombong, yang tumbuh mekar seperti pohon aras Libanon;

Mzm 101:5  Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat temannya, dia akan kubinasakan. Orang yang sombong dan tinggi hati, aku tidak suka.

Mzm 86:14  Ya Allah, orang-orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku, dan gerombolan orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku, dan tidak mempedulikan Engkau.
January 22, 2013, 07:02:40 PM
Reply #175
  • Guest


Pkh 10:13  Awal perkataan yang keluar dari mulutnya adalah kebodohan, dan akhir bicaranya adalah kebebalan yang mencelakakan.

1Kor 2:14  Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

Apa hubungannya 1 Kor 2:14 dengan Pkh 10:13?...

Hhahahahahahahah asli gw sakit perut liat cara debat Paul dan Jannet... mainannya Ayat Alkitab untuk menyerang seseorang (sifat)

Kasihan Paulus yang udah capek2 mau nulis Alkitab dan Nabi2 lainnya hanya dijadiin pantun oleh kalian berdua

:) memprihatinkan
January 22, 2013, 07:11:39 PM
Reply #176
  • Guest
2 Petrus pasal 3, membahas tentang kedatangan KRISTUS yang kedua. Ayat 3-4 menulis "Akan tampil pengejek-pengejek… Dimanakah janji tentang kedatanganNya?".

Janji tentang kedatangan YESUS yang kedua, memang bisa menimbulkan ejekan karena janji "kapan" datangNya ini tidak bisa diprediksi manusia. Rasul Petrus memakai peristiwa akan peristiwa air bah zaman Nuh, dimana peristiwa itu juga terjadi "lama" sesudah saat pemberitaan sehingga apa yang diberitakan Nuh dianggap orang waktu itu tidak masuk akal; tetapi penghakiman/penghukuman dengan Air Bah tiba juga sebagaimana diungkapkan Allah.

Maka, dengan ini Petrus menyatakan bahwa "waktu manusia tidak sama dengan 'waktu' Tuhan". Pembandingan 1 hari dengan 1000 tahun (kutipan dari Mazmur 90:4) merupakan pernyataan indah tentang keabadian Allah, bahwa Allah tidak dibatasi waktu, dimana justru Ia tidak bekerja dengan tergesa-gesa (lihat Habakuk 2:3).

* Mazmur 90:4
LAI TB, Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
KJV, For a thousand years in thy sight are but as yesterday when it is past, and as a watch in the night.
Hebrew,
כִּי אֶלֶף שָׁנִים בְּעֵינֶיךָ כְּיֹום אֶתְמֹול כִּי יַעֲבֹר וְאַשְׁמוּרָה בַלָּיְלָה׃
Translit interlinear, KI {bahwa} 'ELEF {seribu} SYANIM {tahun} BE'EYNEYKHA {di mata-Mu} KEYOM {seperti sehari} 'ETMOL {kemarin} KI {bahwa} YA'AVOR {ia berlalu} VE'ASYMURAH {dan seperti giliran jaga} VALAYLAH {waktu malam}

Ayat di atas adalah syair yang mengalegorikan hari, namun bukan sebagai ukuran waktu. Kata "seperti" tidak berarti mutlak "sama". Ayat di atas menyatakan bahwa Allah itu kekal, sedangkan manusia bersifat fana. Tuhan tidak terikat waktu, manusia terikat waktu. Tuhan ada dari kekal sampai kekal; manusia seperti rumput hidupnya singkat. Gaya bahasa kiasan dalam Mazmur 90 ayat 4-6 ini bukan hanya menonjolkan betapa singkat dan rapuhnya hidup di dunia ini, melainkan juga ketergantungan manusia kepada Allah yang kekal. Nasip manusia pasti ada di tangan Allah.


-----

Saya juga kurang menyetujui adanya tafsiran perbandingan 1 hari Tuhan = 1000 hari manusia menjadi alasan tentang ukuran 'kerajaan seribu tahun' dan sebagai dasar ukuran "peta zaman" (dalam berbagai tafsir eskatologi para penganut "premillenialisme dispensasi" di kalangan Kristen tertentu), sebab dalam ayat2 tentang 1000tahun ini pokok2 tersebut tidak dikemukakan.

Dan perlu kita pahami lagi bahwa, kisah yang dicatat dalam Kitab Kejadian bukan laporan ilmiah tentang penciptaan. Kitab Kejadian tidak menceritakan tentang cara Allah menciptakan, hanya bahwa yang menciptakan adalah Allah. Ia sekelumit pun tidak menceritakan tentang "jangka waktu" penciptaan itu; bahwa hari-hari itu lamanya bukan 24 jam seperti hari-hari manusia, tapi tidak juga bisa diartikan sebagai 1000 tahun. Itu jelas, sebab kitab Kejadian sendiri mengatakan, bahwa hari pertama usai sebelum matahari diciptakan.

Terdapat sejumlah tanggapan tentang arti hari-hari yang disebut dalam cerita Kejadian itu, bahwa yang dimaksud dengan itu adalah 'abad-abad geologis', atau, bukan hari-hari penciptaan itu sendiri, melainkan hari-hari pada mana penciptaan itu dinyatakan kepada manusia. Justru tepat bila berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan hari-hari itu adalah hari-hari Allah (dalam ukuran Allah), dan bahwa sia-sialah untuk mencoba mengukurnya dengan ukuran waktu manusia. Alkitab sendiri mengatakan bahwa waktu Allah tidak sama dengan waktu manusia.

Kata "hari" dalam Kejadian pasal 1 berasal dari kata Ibrani "YOM". Kata ini dapat berarti 1 hari (dengan pengertian biasa 1 hari = 24 jam), ½ hari ( 12 jam) dari 24 jam (maksudnya siang, bukan malam), atau biasanya suatu periode waktu yang tidak terbatas (contoh "pada jaman hakim-hakim" atau "pada harinya Tuhan").

Tanpa pengecualian, pada Perjanjian Lama kata Ibrani "YOM" dalam bahasa Ibrani tidak pernah digunakan untuk menunjukkan periode waktu yang panjang dan terbatas dengan permulaan yang spesifik sampai titik akhirnya. Lebih jauh lagi kita harus mengingat bahwa ketika kata "YOM" digunakan dalam arti periode waktu yang tidak terbatas, hal itu sangat jelas terlihat dalam konteksnya. Jadi kita dapat dengan mudah membedakan "YOM" yang berarti 24 jam atau dengan periode waktu yang tidak terbatas.
(keterangan : study kata "YOM" bisa dibaca di : http://www.sarapanpagi.org/hari-study-kata-ibrani-yunani-vt198.html#p384 )


Mantab Bro....
January 22, 2013, 08:53:25 PM
Reply #177
  • Guest
Mzm 37:35  Aku melihat seorang fasik yang gagah sombong, yang tumbuh mekar seperti pohon aras Libanon;

Mzm 101:5  Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat temannya, dia akan kubinasakan. Orang yang sombong dan tinggi hati, aku tidak suka.

Mzm 86:14  Ya Allah, orang-orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku, dan gerombolan orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku, dan tidak mempedulikan Engkau.

Perlu menjadi Masukan buat anda berdua.....

Musa dalam menuliskan Kitab Taurat, Daud, Rasul Paulus dan sebagainya mengalami pengalaman Rohani yang Tuhan ijinkan sehingga setiap perkataaan dalam Firman Tuhan haruslah pada kontexnya....

Jangan mentang2 ada google, software lalu anda berdua mengartikan dan mengeluarkan Ayat2 tersebut untuk mewakili dan membenarkan kehendak pribadi anda....

Kamu tidak pernah mendalami apa yang penulis alami ketika mereka menuliskannya.... anda2 berdua menjadikan Firman Tuhan tidak pada tempatnya...

Menjadi pengingat buat kita semua... perlu bijaksana ketika mencomot ayat Alkitab

Kitalah yang seharusnya taat pada kehendak Firman Tuhan... bukan sebaliknya
January 23, 2013, 10:45:47 AM
Reply #178
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 39216
Bukankah yang diceritakan adalah Adam? Saat dikatakan "akan mati pada hari itu juga" ternyata Adam yang makan buah larangan matinya 1000 tahun kemudian. Sehingga dalam ilham ROH KUDUS, Petrus menuliskan bahwa telah berlaku bahwa satu hari dihadapan Tuhan itu berarti 1000 tahun, sehingga ayat selanjutnya dalam kitab 2 Petrus tersebut bercerita tentang kemurahan Tuhan agar kita mempunyai waktu untuk bertobat.

Dalam implikasinya, bahwa Allah berkuasa atas waktu sehingga saat dikatakan "waktunya sudah dekat" bukan artinya Allah tidak menepati janjiNya menjemput kita, tetapi bagi Allah satu hari sama seperti 1000 tahun. Memang benar Tuhan Yesus tidak lama lagi akan datang, ya tidak lama lagi sebab sekarang telah dua hari bagiNya dan hari ketiga (jaman sekarang ini), Ia akan datang menjemput kita dan membangkitkan mereka yang mati sebelum kita didalam kemuliaannya.

Itu adalah pesan, tetapi kalau jadi rumus matematika, saya rasa Tuhan tidak sedang memberi soal teka-teki matematika.

lantas apa makna Yesus mengatakan dalam kisah si bungsu  :

Luk 15 : 21  Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

apakah benar anak bungsu yang pergi meninggalkan rumah Bapanya, hidup dengan pelacur, kemudian kembali dari perantauan dia mati  sesuai ayat 24 ?

 kehidupan "diluar Kristus" adalah mati, mati rohaninya, tidak ada hubungan DENGAN BAPA.
sama saja ketika Adama melanggar perintah Allah, dia "mati"
January 23, 2013, 06:26:59 PM
Reply #179
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12119
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
Apa hubungannya 1 Kor 2:14 dengan Pkh 10:13?...

Hhahahahahahahah asli gw sakit perut liat cara debat Paul dan Jannet... mainannya Ayat Alkitab untuk menyerang seseorang (sifat)

Kasihan Paulus yang udah capek2 mau nulis Alkitab dan Nabi2 lainnya hanya dijadiin pantun oleh kalian berdua

:) memprihatinkan
saya setuju
mohon anda berdua jangan saling gunakan FT untuk hal2 yang rendah seperti itu
bukankan itu namanya secara tidak langsung maaf....."menghina" FT ?

ayo pada akur ya semuanya

BTT lagi
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)