Author Topic: Yakobus 2:14-26 = Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati  (Read 5997 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 18, 2012, 11:18:42 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4540
  • Gender: Male
  • Stella-Maris---Living-It-Up
  • Denominasi: the origin of Church
Yakobus 2:14-26 = Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati


(14) Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

(15) Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,   

(16) dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?   

(17) Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

(18) Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."   

(19) Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

(20) Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?

(21) Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?

(22) Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.   

(23) Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah."

(24) Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.

(25) Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?
   
(26) Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.


bagaimanakan iman yg hidup?
bagaimanakah beriman yang benar?

dan apakah beriman yg mati atau tidak benar menyelamatkan?
“…jadilah pendosa, dan biarkan dosa2mu menjadi kuat. Tapi biarkan kepercayaanmu akan Kristus lebih kuat. Tidak ada dosa yg dapat memisahkan kita dariNya, sekalipun jika kita melakukan pembunuhan dan perzinahan ribuan kali sehari..." (SolaFide by Luther)
April 19, 2012, 07:24:01 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 7696
Quote
bagaimanakan iman yg hidup?
bagaimanakah beriman yang benar?

dan apakah beriman yg mati atau tidak benar menyelamatkan?

Ef 2 :
2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

2:3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,

2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan --

2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

2:7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.

2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Setiap orang yang telah di lahirkan dari Allah, memang telah di persiapkan oleh Allah UNTUK MELAKUKAN PERBUATAN BAIK.

Matius  7
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Matius  12
12:33 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.


April 19, 2012, 07:42:49 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4540
  • Gender: Male
  • Stella-Maris---Living-It-Up
  • Denominasi: the origin of Church
selamat pagi sista, Damai sejahtera bagi sista..
trimakasih tanggapannya... :)

Ef 2 :
2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

2:3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,

2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan KRISTUS, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan --

bener sekali sista..
itulah babtisan...

kita yg telah mati dalam dosa, dibangkitkan kembali dalam KRISTUS.
kita telah ditebus. kini kita telah lahir baru.

2:6 dan di dalam KRISTUS YESUS Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

2:7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam KRISTUS YESUS.

2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
benar..

kita diselamatkan oleh iman, tanpa punya iman maka segalanya perbuatan akan sia2..
dengan iman, iman yg hidup maka perbuatan kita menjadi menyelamatkan.

2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam KRISTUS YESUS untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Setiap orang yang telah di lahirkan dari Allah, memang telah di persiapkan oleh Allah UNTUK MELAKUKAN PERBUATAN BAIK.
ada manusia yg durhaka, yaitu manusia yg telah melanggar kodratnya.. manusia yg telah melanggar maksud penciptaannya.

Matius  7
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

Matius  12
12:33 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.



mohon penjelasan relevansinya..

btw, apa tapsir sista terhadap surat yakobus diatas? saya buat tread ini bertujuan untuk mendiskusikan dan memperdalam surat yakobus tersebut.

Tuhan sertamu....
“…jadilah pendosa, dan biarkan dosa2mu menjadi kuat. Tapi biarkan kepercayaanmu akan Kristus lebih kuat. Tidak ada dosa yg dapat memisahkan kita dariNya, sekalipun jika kita melakukan pembunuhan dan perzinahan ribuan kali sehari..." (SolaFide by Luther)
April 19, 2012, 11:27:43 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 7696
Selamat pagi , bro Onde2, saya masak dulu ya, nanti saya masuk lagi .
April 19, 2012, 01:53:52 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 7696
Bro  Onde2, apakah kamu setuju akan ayat2 di atas, bahwa Iman adalah pemberian Allah, dan manusia di benarkan karena Iman.

karena ayat Yakobus yang kamu ambil adalah ayat2 dimana diributkan bertentangan dengan Roma oleh Paulus.

Jadi kalau kita tidak menerima prinsip Alkitab tentang keselamatan hanya karena anugerah Allah, kita akan kesulitan diskusikan ayat Yakobus.

April 20, 2012, 12:19:33 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4540
  • Gender: Male
  • Stella-Maris---Living-It-Up
  • Denominasi: the origin of Church
Bro  Onde2, apakah kamu setuju akan ayat2 di atas, bahwa Iman adalah pemberian Allah, dan manusia di benarkan karena Iman.
saya setuju.. manusia dibenarkan oleh iman yg benar..
Solafide setuju, tapi yg jadi masalah adalah "fide" yg bagaimana?

karena ayat Yakobus yang kamu ambil adalah ayat2 dimana diributkan bertentangan dengan Roma oleh Paulus.
tentu saja kita harus berangkat dari keyakinan bahwa antara yakobus dan paulus tidaklah bertentangan.
sehingga kita akan dengan hati2 berusaha mengerti dan "mengharmoniskan" kedua pandangan yg terlihat kontradiksi tersebut.

apa sista punya ide?

saya coba mulai sedikit,

pertama, Paulus dan yakobus sedang mempunyai dua permasalahan yg berbeda. Paulus sedang mempertentangkan suatu kecenderungan orang yahudi yang mengandalkan hukum taurat untuk keselamatan, sehingga tidak perlu peranan yesus, tidak perlu iman pada yesus.
sementara dalam kasus yg dihadapi oleh yakobus adalah diamana ketika yakobus sedang berjuang melawan "pembelokan ajaran" yg dilakukan orang2 Kristen dengan cara beriman saja. yakobus juga ingin menegaskan, dan menolak iman yg OMDO, iman tanpa perbuatan adalah iman yg pura2, iman yg mati.
mereka melihat dari perspeltif yg berbeda.

maka, secara singkat saya mengharmoniskan kedua pandangan tersebut sbb:
untuk selamat maka seseorang haruslah beriman, beriman yg hidup, yaitu "iman yg bekerja oleh kasih" kalimat ini juga dipake oleh paulus. iman itu akan efektif(hidup) manakala manusia mempunyai kasih (perbuatan) dan perbuatan juga tidak akan berfungsi apa2 jika tidak diasarkan pada iman.

Jadi kalau kita tidak menerima prinsip Alkitab tentang keselamatan hanya karena anugerah Allah, kita akan kesulitan diskusikan ayat Yakobus.
justru dari diskusi yakobus itulah kita bisa menyetuh esensi tentang keselamatan itu sebenarnya seperti apa?
karena memang surat yakobus inilah yg paling sulit untuk "dicocokkan" dengan pengajaran "SOLA FIDE" apalagi OSAS.

untuk itulah saya penasaran dan ingin belajar, bagaimana seorang penganut SOLAFIDE apalagi OSAS memahami konsepsi surat yakobus ini.
“…jadilah pendosa, dan biarkan dosa2mu menjadi kuat. Tapi biarkan kepercayaanmu akan Kristus lebih kuat. Tidak ada dosa yg dapat memisahkan kita dariNya, sekalipun jika kita melakukan pembunuhan dan perzinahan ribuan kali sehari..." (SolaFide by Luther)
April 20, 2012, 12:44:49 PM
Reply #6
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 38
  • Denominasi: tidak ada denominasi
Salam damai Kristus,
ikut nyumbang pemikiran ya.

iman tanpa perbuatan adalah mati mungkin menjadi hal yang dipertanyakan oleh banyak orang Kristen. Lho, katanya keselamatan itu adalah anugrah, bukan hasil usaha manusia, bukan perbuatan baik yang kita buat. lalu kenapa beriman saja masih tidak cukup? masih harus diikuti perbuatan?

iman adalah urusan manusia langsung dengan Tuhan, sedangkan perbuatan adalah produk nyata yang merefleksikan orang macam apa kita itu. mulut kita bisa mengaku bahwa kita percaya pada Yesus, hati kita bisa ikut mengatakan hal yang sama, bahkan kita bisa sampai terharu dan menangis karenanya. tapi semua itu tidak berarti kalau kita tidak menjadi manusia yang baru, yang meninggalkan dosa dosa yang telah diperbuat sebelumnya. Bukti dari pengakuan bahwa kita percaya, dan menerima Yesus sebagai juruslamat adalah perbuatan nyata kepada sesama.

1 yoh 4:7-21 telah menjawab semuanya. Orang sering bilang, 'aku mengasihi Allah!' atau 'I love Jesus!' dan sebagainya, lalu bagaimana sejatinya mengasihi Allah itu? apakah dengan menyembahNya? memuja-mujaNya? menyebut-nyebut nama Nya? (mat 7:21) apakah dengan aktif pelayanan di gereja? dibutuhkan lebih dari sekedar hal-hal yang telah disebutkan diatas. Seseorang baru bisa mengasihi Tuhan kalau dia bisa mengasihi sesamanya seperti dia mengasihi dirinya sendiri.

Oleh karena itu saya mau bilang, bahwa saya belum sukses menjadi orang yang mengasihi Tuhan, karena saya masih belum bisa menjadi orang yang mengasihi sesama dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa raga. dan saya rasa sangat jarang orang yang seperti ini. Akan tetapi kita tetap harus berusaha menuju arah itu. Oleh karena itu hendaknya tidak ada diantara kita yang menyombongkan diri dengan mengatakan 'Aku telah mengasihi Tuhan', karena itu adalah sesuatu yang abstrak, apalagi kalau kita masih menyimpan dendam, menabur kebencian dan bibit perselisihan diantara sesama. Keberhasilan kita dalam 'mengasihi Tuhan' bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan, karena kasih manusia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kasih-Nya kepada kita.

Dari hal-hal tersebut diatas, semoga kita bisa memahami, perbuatan macam apa yang harus kita lakukan supaya iman yang telah kita miliki tidak menjadi sia-sia dan mati. Demikianlah, sedikit yang bisa saya share, semoga bermanfaat. :)
April 20, 2012, 12:55:25 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4540
  • Gender: Male
  • Stella-Maris---Living-It-Up
  • Denominasi: the origin of Church
Salam damai KRISTUS,
ikut nyumbang pemikiran ya.

iman tanpa perbuatan adalah mati mungkin menjadi hal yang dipertanyakan oleh banyak orang Kristen. Lho, katanya keselamatan itu adalah anugrah, bukan hasil usaha manusia, bukan perbuatan baik yang kita buat. lalu kenapa beriman saja masih tidak cukup? masih harus diikuti perbuatan?

iman adalah urusan manusia langsung dengan Tuhan, sedangkan perbuatan adalah produk nyata yang merefleksikan orang macam apa kita itu. mulut kita bisa mengaku bahwa kita percaya pada YESUS, hati kita bisa ikut mengatakan hal yang sama, bahkan kita bisa sampai terharu dan menangis karenanya. tapi semua itu tidak berarti kalau kita tidak menjadi manusia yang baru, yang meninggalkan dosa dosa yang telah diperbuat sebelumnya. Bukti dari pengakuan bahwa kita percaya, dan menerima YESUS sebagai juruslamat adalah perbuatan nyata kepada sesama.

1 yoh 4:7-21 telah menjawab semuanya. Orang sering bilang, 'aku mengasihi Allah!' atau 'I love JESUS!' dan sebagainya, lalu bagaimana sejatinya mengasihi Allah itu? apakah dengan menyembahNya? memuja-mujaNya? menyebut-nyebut nama Nya? (mat 7:21) apakah dengan aktif pelayanan di gereja? dibutuhkan lebih dari sekedar hal-hal yang telah disebutkan diatas. Seseorang baru bisa mengasihi Tuhan kalau dia bisa mengasihi sesamanya seperti dia mengasihi dirinya sendiri.

Oleh karena itu saya mau bilang, bahwa saya belum sukses menjadi orang yang mengasihi Tuhan, karena saya masih belum bisa menjadi orang yang mengasihi sesama dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa raga. dan saya rasa sangat jarang orang yang seperti ini. Akan tetapi kita tetap harus berusaha menuju arah itu. Oleh karena itu hendaknya tidak ada diantara kita yang menyombongkan diri dengan mengatakan 'Aku telah mengasihi Tuhan', karena itu adalah sesuatu yang abstrak, apalagi kalau kita masih menyimpan dendam, menabur kebencian dan bibit perselisihan diantara sesama. Keberhasilan kita dalam 'mengasihi Tuhan' bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan, karena kasih manusia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kasih-Nya kepada kita.

Dari hal-hal tersebut diatas, semoga kita bisa memahami, perbuatan macam apa yang harus kita lakukan supaya iman yang telah kita miliki tidak menjadi sia-sia dan mati. Demikianlah, sedikit yang bisa saya share, semoga bermanfaat. :)
nice! trimakasih atas share nya brother.. :)

salam...
“…jadilah pendosa, dan biarkan dosa2mu menjadi kuat. Tapi biarkan kepercayaanmu akan Kristus lebih kuat. Tidak ada dosa yg dapat memisahkan kita dariNya, sekalipun jika kita melakukan pembunuhan dan perzinahan ribuan kali sehari..." (SolaFide by Luther)
April 20, 2012, 12:57:20 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 7696

saya coba mulai sedikit,

pertama, Paulus dan yakobus sedang mempunyai dua permasalahan yg berbeda. Paulus sedang mempertentangkan suatu kecenderungan orang yahudi yang mengandalkan hukum taurat untuk keselamatan, sehingga tidak perlu peranan YESUS, tidak perlu iman pada YESUS.
sementara dalam kasus yg dihadapi oleh yakobus adalah diamana ketika yakobus sedang berjuang melawan "pembelokan ajaran" yg dilakukan orang2 Kristen dengan cara beriman saja. yakobus juga ingin menegaskan, dan menolak iman yg OMDO, iman tanpa perbuatan adalah iman yg pura2, iman yg mati.
mereka melihat dari perspeltif yg berbeda.

maka, secara singkat saya mengharmoniskan kedua pandangan tersebut sbb:
untuk selamat maka seseorang haruslah beriman, beriman yg hidup, yaitu "iman yg bekerja oleh kasih" kalimat ini juga dipake oleh paulus.
iman itu akan efektif(hidup) manakala manusia mempunyai kasih (perbuatan) dan perbuatan juga tidak akan berfungsi apa2 jika tidak diasarkan pada iman.
justru dari diskusi yakobus itulah kita bisa menyetuh esensi tentang keselamatan itu sebenarnya seperti apa?
karena memang surat yakobus inilah yg paling sulit untuk "dicocokkan" dengan pengajaran "SOLA FIDE" apalagi OSAS.

untuk itulah saya penasaran dan ingin belajar, bagaimana seorang penganut SOLAFIDE apalagi OSAS memahami konsepsi surat yakobus ini.

Saya juga akan mencoba melihat dari Pandangan Reform .

Prinsip Alkitab tentang IMAN, dan KESELAMATAN, harus tetap kita pegang, sehingga kita baru dapat menemukan kehormonisan antara kitab Roma dan Kitab Yakobus.

Karena pandangan Reform, justru melihat kehormonisan antara kedua kitab yang saling mengisi dan saling melengkapi.

Silakan memulainya bro, pandangan kita yang berbeda, saya harap tetap tidak merusak hubungan kita ya bro.

April 20, 2012, 01:08:14 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 7696
'Pertentangan' antara Yakobus dengan Paulus.

YAKOBUS 2:14-26

Kalau kita sudah pernah membaca surat-surat Paulus, maka kita akan melihat bahwa kelihatannya bagian surat Yakobus ini bertentangan dengan banyak bagian surat-surat Paulus.
.
Contoh:
*   Rom 3:28   kelihatannya bertentangan dengan Yak 2:24.

Rom 3:28
“Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat”.

Yak 2:24
 “Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman”.

*        Rom 4:1-4 dan Gal 3:6 kelihatannya bertentangan dengan Yak 2:21.

Rom 4:1-4 –
 “Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? ‘Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.’”.

Yak 2:21 –
“Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?”.

Bagian surat Yakobus ini menyebabkan adanya tokoh-tokoh Kristen yang merendahkan surat Yakobus ini.

Nah kita dapat mulai dengan bagian ini.

Silakan bagaimana mengharmoniskan keduanya.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)