Author Topic: Skizofrenia - dan indikasi penderitanya  (Read 18649 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 20, 2012, 12:25:39 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Female
  • Denominasi: Kharismatik
Hitler penuh dengan kepahitan, dendam, amarah, kebencian sehingga melampiaskannya dengan membantai bangsa Yahudi. Mussolini setelah naik jabatan jadi orang yang tidak punya rasa iba sehingga kekasihnya meninggalkannya, setelah itu dia jadi pemarah dan penuh dengan kebencian. Napoleon, Ferdinand Marcos, Soeharto, Hosni Mubarak, Moammar Khadafi dikuasai oleh nafsu serakah dan keinginan duniawi yang berlebihan sehingga mengambil hak rakyat yang membuat rakyat sengsara dan menderita. Firman Tuhan mengatakan agar jangan ada akar pahit dan kebencian agar jangan mencemarkan banyak orang. Orang serakah tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.

Memang orang2 seperti itu tidak bisa dibilang gila jenis schizophrenia, tapi sudah termasuk menunjukkan perilaku tidak sehat. Mengapa narapidana disebut juga pesakitan? Karena mereka tidak sehat secara sosial dan emosional juga perilaku yang umumnya mengarah kepada gangguan kepribadian antisosial. Kalo schizophrenia sudah gak bisa lagi dituntut secara hukum, sedangkan neurosis masih bisa. Di penjara juga perlu psikiater untuk mencegah tindakan lebih brutal para narapidana, karena mereka umumnya stres tingkat tinggi karena selain dihukum oleh negara, masyarakat bahkan keluarga sendiri juga mengucilkan sehingga mereka merasa terus dibenci dan itu malah menambah rasa pahit dan dendam pada mereka, lalu di penjara mereka juga sering diperlakukan dengan keras oleh petugas penjara bahkan diserang sesama narapidana sendiri, itu membuat mereka merasa tidak berguna dan dianggap seperti binatang sehingga peluang mereka untuk bertobat kembali kecil, sehingga ketika masa hukuman habis dan mereka bebas seringkali masyarakat belum bisa menerima mereka kembali dan itu akan menambah rasa semakin tertolak bagi mereka sehingga mereka kembali membuat masalah sehingga dipenjara lagi sebagai residivis, bahkan ada narapidana yang bilang lebih enak di penjara daripada ditolak masyarakat, contohnya: Perompak Somalia yang tertangkap waktu kebetulan merompak kapal dagang Korea Selatan, lalu dipenjara di Korea Selatan. Mereka bilang seandainya sudah bebas pun gak mau pulang ke negaranya tapi memilih kerja di sana karenanya negaranya amat sangat miskin sehingga mereka gak punya pekerjaan lain selain merompak demi kelangsungan hidupnya, keluarganya dan membantu sesama warga lain yang miskin. Karena itu jiwa mereka sangat perlu diselamatkan oleh kuasa mujizat dan orang yang terbeban melayani secara khusus bagi mereka.

Sedangkan para selebritis yang terlihat hidup mewah dan menyenangkan, sebetulnya banyak dari mereka yang merasa hidupnya hampa dan gelap karena hanya mengejar pamor dan ketenaran duniawi, akhirnya banyak dari mereka yang lari kepada obat2 psikotropika dan alkohol. Marilyn Monroe meninggal karena overdosis obat tidur, Michael Jackson meninggal karena juga overdosis obat2 penenang, dan Whitney Houston juga meninggal karena overdosis obat psikotropika dioplos dengan alkohol, karena itu perlu pertobatan sejati pada mereka dari artis duniawi beralih menjadi artis rohani dsb.

Sebetulnya kalo belajar tentang etika Kristen, disebutkan ada 6 cacat jiwa/dosa pokok yaitu: marah, iri, dendam, sombong, rakus, cabul, sedangkan di katekismus Katolik ditambahkan 1 lagi yaitu malas. Semua ini sebenarnya adalah akar dari penyakit sosial masyarakat, yang sanggup memulihkan cuma kuasa mujizat Tuhan saja.
« Last Edit: May 21, 2012, 06:11:26 PM by milnalev »
May 23, 2012, 04:44:12 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3317
  • Denominasi: protestan
Sebetulnya salah satu penyebab sakit penyakit, baik tubuh, jiwa, roh adalah :
1.sikap sulit mengampuni dan
2. hidup dalam akar kepahitan bertahun2 dan
3. masih menyimpan kesalahan orang lain.
Memang gak mudah mengampuni, kadang2 butuh waktu lama, tapi Firman Tuhan berbunyi, :

A. berkatilah mereka yang mencaci kamu dan
B. berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Kalau ditampar pipi kiri berilah pipi kanan
, ini memang sulit,
tapi Firman Tuhan berkata harus lakukan, karena siapa yang gak mau mengampuni kesalahan orang lain Bapa di sorga juga gak mau mengampuni kesalahanmu, siapa yang menghakimi orang lain maka ukuran tongkat yang kamu pakai untuk menghakimi akan diukurkan kepadamu.

Kata Alkitab kalau "dia" masih EMOH melakukan apa yg Tuhan perintahkan (LAKUKANLAH) maka sampailah HUKUMAN dari TUHAN :

Ulangan 28 :
28 TUHAN akan menghajar engkau dengan :

- kegilaan, ....mulai Neurosis..> Psychopath....> Psikotik (PARNOnya makinan nambah). Setiap TAHAPAN disitu ada syarat2 yg harus menyertainya agar Psychiater bisa menentukan sudah berada di TAHAP manakah si "dia" itu !

- kebutaan dan .......gak sadar bahwa kulit pisang yg dipegang dikirain Bulu Domba ....Buta Rasa, Buta Melek, Buta Hati

- kehilangan akal,.......alias Derajadnya jadi kek Hewan, yg Tak Berakal itu !

Kira2 begitu maksud yg TERSIRAT dari Firman Tuhan dalam Ulangan 28 : 28 yg TERSURAT.

Untuk seorang Psychiater, mudah sekali kok untuk menentukan "pasienku" sudah ada dalam TAHAP apa .....> ada TOOLS yg membantunya menentukan si Pasien ada dimana , Tegakkan Diagnosa lalu Tentukan Tindakan dan Pilihan Therapy yg akan dilakukan kepadanya .

Kalau sedang dan sudah MANIA (actifitasnya berlebihan) ya kasih aja deh Syok Therapy, entah berupa EEG (Electro Encephalo Graphy) biar kelejet2 sebentar terus dia "TENANG".....kan ngerepotin PERAWAT2 dan mengganggu KETENANGAN di RS Jiwa kalau tetap didiemin

Kalau banyak BENGONGNYA (Depressi) sedang asyik didunia Delusinya yg KOSONG MELOMPONG.....ya di AKTIFKAN agar NYADAR bahwa didunia REALITA masih ada yg namanya Orang2 dengan segala aktifitasnya

Kalau lagi MEGALOMANIA (termasuk Mania atau Maniac) merasa dirinya sudah jadi SUPER- man atau woman.....berani maki2 orang lain yg dianggapnya Kutu Kupret atau Cucakrowo......ya tinggal si Psychiaternya aja mau ambil tindakan Action apa baginya......yg terang sih seorang Psychiater yg HANDAL pasti suka melakukan EMPATHY masuk kedalam Dunia Delusinya "sebentar" pengen tahu aja sih apa sih yg ada dalam Dunia Delusinya itu !

Kalau yg saya perhatikan sih disini terkadang kalau sudah merasa SUPER, SENIOR ama AKTIF eh eh eh keluar deh MANIA nya tanpa SADAR terus pas dibilangin.....eh eh eh itu SALAH lho.....malahan keluar deh PSYCHOPATH nya (suka menghakimi, merasa dirinya paling BENAR, dll)....belum sampai Neuroleptik/Psikotok sih cuma yg PASTI sudah diatas NEUROSIS.

Nah seperti kata Ilmu JIWA , untuk menentukan si "dia" sudah ada di TAHAP mana , KUDU TAHU terlebih dahulu apa syarat2 SITUASI dan KONDISI yg ada pada"nya" untuk menentukan DIAGNOSA bagi"nya" abis itu tinggal tentukan Action Therapynya deh......begitu kira2 penjelasan Ilmiah Kedokteran Jiwa (Psyciater) yg bukan bidangnya seorang Neurolog (Doker Ahli Syaraf)

Sebenarnya sih yg rusak JIWA nya (bukan OTAKnya atau per SYARAF annya)....emang sih kalau diteliti lebih dalam ke OTAKnya .....kelebihan Cairan Neurohumoral yg disebut DOPAMIN....ya paling2 kalau lagi ANGOT dan NGADAT ya kasihkan aja deh obat2 Penurun DOPAMINNYA.......semacam Haloperidol, dll.....
« Last Edit: May 24, 2012, 06:03:42 AM by liliput124 »
May 23, 2012, 04:57:29 AM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3317
  • Denominasi: protestan
Jauh dari dunia nyata, benar.
Tapi bukan berarti tidak ingat siapa-siapa.
Tingkat intelektual orang schizophrenia tidak berbeda dengan orang normal, malah dalam beberapa kasus mereka lebih hebat (Misalnya John Nash http://en.wikipedia.org/wiki/John_Forbes_Nash,_Jr.)

Ngomong-ngomong, di sini ada yang punya pengalaman ngobrol dengan orang schizophrenia?
Salam

Kalau DISINI (di FK) keknya belum pak, paling2 yg udeh tingkat Psychopath (Psychisnya udeh masuk Pathologis alias sudah jadi "penyakit").....ya kadang2 ada sih !

Kalau diluar dari DISINI.....ya itu sih emang URUSAN DALAM NEGERINYA Professi yg mengharuskan NGOBROL dengan orang Schizophrenia......nah ini ada HUMOR dari calon2 Dokter yg kebetulan lagi Tugas Praktek / Cosh up di RS Jiwa......

Gila atau Bodoh
Suatu hari, Rudi yang mahasiswa kedokteran bersama temannya, Rado ,  datang ke sebuah Rumah Sakit Jiwa untuk mengadakan penelitian kejiwaan disana. Rudi kebetulan dapat pinjaman mobil mewah baru ayahnya. Dengan bangga ia mengendarai mobil baru bersama Rado.

Sepulang dari penelitian, tiba-tiba ban mobil Rudi kempes tepat di dekat pintu gerbang Rumah Sakit Jiwa. Rudi pun turun sambil memaki-maki dalam hati.
"Sial, sudah seharian ngumpul ama orang gila sekarang ban mobil gue kempes lagi", gerutu Rudi.

Rudi lalu turun dari mobil dan mengganti ban mobil yang kempes dengan ban cadangan. Malangnya, saat akan memasang kembali ban mobil, keempat mur jatuh ke dalam lubang saluran air.

"Sial.. sial.. sial...!", maki Rudi.
Rado pun hanya bisa mengangkat tangan.

"Terus gimana Rud?", tanya Rado.

"Ngga tahu, masa kita mesti jalan ke bengkel cari mur?", jawab Rudi.

Tiba-tiba seorang pasien Rumah Sakit Jiwa bernama Ujo yang dari tadi mengawasi kedua mahasiswa itu nyeletuk, "Ambil aja dari masing-masing roda satu mur lalu pasang di situ. Ntar kalau sudah ketemu bengkel baru beli mur lagi"

Rudi dan kawannya tersenyum girang dan mulai melepas satu mur dari masing-masing roda untuk memasang roda yang murnya hilang.

Setelah bersusah payah, akhirnya keempat roda sudah terpasang dan mobil sudah siap jalan lagi. Tiba-tiba terbersit satu pikiran di benak Rudi.

"Loh, bapak tadi bisa ngasih saya ide cemerlang. Lalu kenapa bapak bisa di Rumah Sakit Jiwa?", tanya Rudi.

"Saya di sini karena gila mas. Bukan karena bodoh", jawab Ujo sambil ngeloyor pergi dan ngebatin dalam hatinya "Lu yg BODOH mana bisa di SAMA2in ama gue yg GILA !"
 
« Last Edit: May 24, 2012, 05:21:13 AM by liliput124 »
May 23, 2012, 06:05:34 AM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Female
  • Denominasi: Kharismatik
Kalo neurosis serontonin di otaknya yang gak seimbang, kalo insomnia ada hormon melantonin yang kurang, penyimpangan seksual, gangguan kepribadian, kelainan perilaku seperti autisme, ADHD, hiperaktif, gangguan perkembangan, dll mungkin ada hormon tertentu yang gak seimbang. Pasien RSJ kebanyakan skizophrenia, narapidana umumnya gangguan kepribadian dan emosional sampai neurosis, sedangkan orang yang sering stres, cemas, depresi biasanya neurosis atau bisa disebabkan karena gangguan kepribadian dan seniman, artis dan ilmuwan banyak yang seperti itu.

Sebetulnya otak narapidana kalo difoto dengan PET-SCAN terlihat agak berbeda dengan orang normal, agak menciut pada bagian tertentu, sedangkan otak orang skizophrenia lebih parah lagi, menciut sekali sampai terlihat kecil. Karena  itu pemulihan untuk orang2 seperti itu harus secara holistik mencakup tubuh, jiwa dan roh terutama peran hamba Tuhan yang diurapi yang paling penting untuk memulihkan luka-luka batin yang mendalam, psikiater dan psikolog serta pekerja sosial dan terapis sifatnya hanya sebagai penunjang, campur tangan Tuhan sendiri mutlak diperlukan.
May 24, 2012, 12:47:54 AM
Reply #24
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 454
  • Denominasi: kristen
Interupsi pimpinan..

kalo mengenai hidup damai sejahtera sih menurut sayatergantung orangnya juga.  Hanya hidup dekat dengan Tuhan saja ada damai sejahtera, tidak selalu berlaku buat semua orang. Ada banyak orang yang merasa hidup damai sejahtera kalau bisa penghasilan sebesar2nya, pengeluaran sekecil2nya.  DAlam arti Uang adalah hidup! - bagi orang itu .  Kalau bisa semua biaya idup dipotong, ya dipotong, termasuk dengan cara sogok, yg paling umum soal bayar listrik, dan masih banyak lainnya, belum lagi dari sisi pendapatan yg sengaja "diciptakan"...

Otak n jiwa mereka sudah well trained untuk hal2 seperti itu, dan jika tidak bisa dapat uang dari hal2 gitu... hati mereka akan sangat terganggu,  :cheesy:

Ga ada yg lain dihati dan otak mereka selain uang... especially uang gampang!

Tapi kalo kita takut Tuhan hrsnya ga melakukan itu...  hehehe.

Kadang saya suka protes, :Tuhan saya kerja bener hasilnya segini, org lain bangga banget bisa cerita2 kebusukannya dlm menarik uang."

Jadi kalo menurut saya, kamus hidup damai dalam Tuhan berlaku hanya bagi org yang takut sama Dia, kalo yg ga takut ya ga ngerasa apa2.. paling nanti saat pengadilan Terakhir... naahh baru deh ketauan semua.
May 24, 2012, 06:01:40 AM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3317
  • Denominasi: protestan
Kalo neurosis serotonin di otaknya yang gak seimbang,
kalo insomnia ada hormon melantonin yang kurang,
penyimpangan seksual,
gangguan kepribadian,
kelainan perilaku seperti autisme,
ADHD,
hiperaktif,
gangguan perkembangan, dll mungkin ada hormon tertentu yang gak seimbang.
Kalau HORMON dibuatnya di Kelenjar Endokrin dan biasanya diedarkan masuk ke Pembuluh darah untuk digunakan pada organ tertentu.Misalnya Kel Hypophyse di Otak mengeluarkan Hormon Luteinizing Hormon yg merangsang Testis (laki2) memproduksi Hormon Testosteron atau Ovarium (wanita) memproduksi Hormon Progesteron dan Hormon Estradiol.

Kalau SEROTONIN, MELANTONIN, DOPAMINE,ADRENALINE disebutnya Neurotransmitter atau Neurohumoral bukan HORMON serta fungsinya menstranmitt impuls/rangsangan dari satu sel syaraf ke sel syaraf yg lain melalui sambungan yg disebut SYNAPSE

Quote
- Pasien RSJ kebanyakan skizophrenia,
- narapidana umumnya gangguan kepribadian dan emosional sampai neurosis,
 sedangkan orang yang sering stres, cemas, depresi biasanya neurosis atau bisa disebabkan karena gangguan kepribadian dan
- seniman, artis dan ilmuwan banyak yang seperti itu (??) stres, cemas, depresi .

JUSTRU ORANG2 KECIL YG HIDUPNYA BERKEKURANGAN JUGA "BANYAK" LHO PAK ! Kalau ILMUWAN yg enjoy ama lingkungannya suka ngutak ngutik ILMU, malahan keknya mereka NYAMAN dan COMFORTABLE deh di AREA nya itu. Sama aja kek orang main Play Station/Nintendo.....biar TEGANG tetapi ASYIK.....keknya LOLOS lho pak dari yg namanya STRESS ama DEPRESSI atau ANXIETY itu.



Quote
Sebetulnya otak narapidana kalo difoto dengan PET-SCAN terlihat agak berbeda dengan orang normal, agak menciut pada bagian tertentu, sedangkan otak orang skizophrenia lebih parah lagi, menciut sekali sampai terlihat kecil. Karena  itu pemulihan untuk orang2 seperti itu harus secara holistik mencakup tubuh (PHYSIC), jiwa (PSYCHIS) dan roh (SOUL) terutama peran hamba Tuhan yang diurapi yang paling penting untuk memulihkan luka-luka batin yang mendalam, psikiater dan psikolog serta pekerja sosial dan terapis sifatnya hanya sebagai penunjang, campur tangan Tuhan sendiri mutlak diperlukan.
Lha IYA lah pak karena Tuhanku itu adalah Dokter Agung, gak ada yg MUSTAHIL yg gak bisa ditangani-Nya.
Tetapi Tuhanku juga yg sudah menurunkan sebagian ILMU-Nya kepada Manusia misalnya Ilmu Kedokteran, DIA juga sebal dan kesal kalau si Pasiennya itu gak mau di utak atik ama dokter yg manusia itu lho !
Keknya urusan PHYSIC ama PSYCHIS udeh diserahkan pada manusia deh sedangkan yg namanya SOUL atau SPIRIT nah NYANG ITU baru urusannya Tuhanku.
ASAL TAHU saja ya pak, setiap manusia Tuhanku sudah berikan 4 Power yaitu Spiritual Power, Mental Power , Emotional Power dan Physical Power. Dan dari 4 Power itu setiap manusia memiliki 1 Power yg LEMAH (gak mungkin 2/3/4 atau bahkan KUAT semuanya).
Nah dengan Kedokteran Energy, saya bisa menunjukkan kepada para pasien dimana Power mereka yg LEMAH yg achirnya menjurus kepada Penyakit2 yg AKAN dan SUDAH diidapnya........Hati Nurani mereka sendiri yg berbicara, aku sih CUMA NGOBROL aja sama Hati Nurani si Pasien. APA pun yg ada dan terjadi pada Organ Tubuhnya bisa aku tanyakan pada Hati Nuraninya dan ia akan memberitahu padaku. Si Hati Nuraninya JAUH LEBIH CANGGIH dari pada Alat Kedokteran yang MAHAL2 sehingga hanya untuk Biaya Pemeriksaannya saja bisa ratusan ribu bahkan Jutaan rupiah. Padahal cuma untuk membantu menegakkan DIAGNOSA buat si dokter saja.
Bahkan banyak yg oleh Alat Kedokteran yg MAHAL2 dan banyak makan waktu untuk mendapatkan HASILnya, dengan Kedokteran Energy sudah didapat hasilnya dibawah 1 Menit saja dan biayanya MURAAAAAAH BANGET dibandingkan pakai itu ALAT2 yg MAHAL2.....cukup dengan Rp. 100.000,- saja sudah BERES dan bisa dibuktikan / di Cross Check dengan Alat Kedokteran itu.Misalnya Stadium Kanker pada Pasienku, apakah Stadium Dini, I, II, III atau IV....tanya aja sama Hati Nuraninya......langsung DAPAT deh. MURAH, MERIAH dan AKURAT !
May 24, 2012, 06:27:44 AM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3317
  • Denominasi: protestan
Interupsi pimpinan..

kalo mengenai hidup damai sejahtera sih menurut saya tergantung orangnya juga.  Hanya hidup dekat dengan Tuhan saja ada damai sejahtera, tidak selalu berlaku buat semua orang.
MANTAB Bro Kumis......emang GITU lho yg BENAR nya ! :afro:
Quote
Ada banyak orang yang merasa hidup damai sejahtera kalau bisa penghasilan sebesar2nya, pengeluaran sekecil2nya.  DAlam arti Uang adalah hidup! - bagi orang itu .  Kalau bisa semua biaya idup dipotong, ya dipotong, termasuk dengan cara sogok, yg paling umum soal bayar listrik, dan masih banyak lainnya, belum lagi dari sisi pendapatan yg sengaja "diciptakan"...

Otak n jiwa mereka sudah well trained untuk hal2 seperti itu, dan jika tidak bisa dapat uang dari hal2 gitu... hati mereka akan sangat terganggu,  :cheesy:

Ga ada yg lain dihati dan otak mereka selain uang... especially uang gampang!

Yang MODEL begini yg nganggap Uang adalah Tuhannya yg KEDUA.......keknya dia KUDU ikut Pelajaran INI deh :

Uang hanya bisa beli OBAT, bukan KESEHATAN
Uang hanya bisa beli HIBURAN, bukan KEBAHAGIAAN & DAMAI SEJAHTERA
Uang hanya bisa beli TEMPAT TIDUR MEWAH, bukan TIDUR NYENYAK
Uang hanya bisa beli SEX, bukanCINTA KASIH SAYANG
Uang hanya bisa beli COMPUTER, bukan HIKMAT dan KEARIFAN
Uang hanya bisa beli MAKANAN ENAK, tetapi bukan NAFSU/SELERA MAKAN (Appetite)
- DLL

Quote
Tapi kalo kita takut Tuhan hrsnya ga melakukan itu...  hehehe.
Yang BEGITUAN , dia sih cuma TAKUT MISKIN doang sih !

Quote
Kadang saya suka protes, :Tuhan saya kerja bener hasilnya segini, org lain bangga banget bisa cerita2 kebusukannya dlm menarik uang."

Nah ITU sih kembali ke KITA nya aja , mau ikut si BUSUK atau tetap mau BERSIH ?

Sesuatu yang baik, belum tentu benar.
Sesuatu yang benar, belum tentu baik.
Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga.
Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.

Nah TINGGAL PILIH aja deh mau DIMANA dan KEMANA si KITA ini !

Quote
Jadi kalo menurut saya, kamus hidup damai dalam Tuhan berlaku hanya bagi org yang takut sama Dia, kalo yg ga takut ya ga ngerasa apa2.. paling nanti saat pengadilan Terakhir... naahh baru deh ketauan semua.
DAN akan menerima KETAKUTAN ABADI yg gak ada ujungnya di NERAKA !
May 24, 2012, 06:52:11 AM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1138
  • Denominasi: satu Tuhan satu iman satu baptisan

Ngobrol dengan pengidap Schizophrenia? Sepertinya sih kalau di dunia nyata ngga pernah, kalau di dunia maya (FK ?), koq sepertinya sering ya, he he he.
Syalom

Ini betulan atau halusinasi bro ? hihihi   :onion-head86:
May 24, 2012, 07:42:03 AM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3317
  • Denominasi: protestan
Ini betulan atau halusinasi bro ? hihihi   :onion-head86:

Maklumin aja deh kalau orang Awam yg gak tahu TOOL menentukan apakah si Pasien itu :

- NEUROSIS
- PSYCHOPATH
- NEUROLEPTIK / PSIKOTIK yg umumnya sudah ada gejala PARNO(Paranoid) yg bahasa kerennya sudah mengidap SCHIZOPHRENIA.
 
Yang LUCU adalah yg mengidap Gejala HEBE-PHRENIA.....PARNO nya itu MUNCUL saat dia menjelang DEWASA (Akil Balik = HEBE) entah Dewasa dalam Umur atau mulai Dewasa dalam IMAN, Ilmu Ketuhanan.....disini Lumayan ada bermunculan di SINI !

Kalau NGOBROL ama orang Schizophrenia di Tempat Praktek.....itu sih Kewajiban Profesi atuh Sis Dya !

Nih aye' cerita dikit saat nemuin dan ngobrol bareng ama si Pasien.

Suatu sore yg gerimis2 kecil datang sepasang suami istri membawa anaknya yg AKIL BALIK lagi "DEPRESSIE" yg menurut mereka mulai PARNO.......pas dipersilahkan masuk ama susterku.......eh eh eh itu anak langsung DUDUK dan angkat kakinya ke Meja Praktek-ku. Nyak ama Babe' nya langsung KEBLINGSATAN dan MALU melihat kelakuan anaknya yg "kurang ajar" kata orang awam.
Lalu aku sambil tersenyum mempersilahkan orangtuanya "ngumpet" sebentar dibalik Tirai Kamar Praktekku.....lalu aku juga "MENGANGKAT KAKIKU" keatas Meja Praktekku.....lalu si Pasienku ini mulai keluar dari sikap CU'EK gak PEDULIAN nya itu....dia pikir...wah wah wah ternyata ada GENG gue nih disini !
Matanya mulai melihat tajam ke mukaku yg juga pasang muke' gile'  "nyengir2  kuda"......lalu asyik deh aku ngobrol ngalor kidul pake' Ilmu Persuasif ama Empathy.....lalu TERBUKA deh MISTERY yg ada dalam dirinya yg gak pernah mau dia buka sama Orang Tuanya , cuma ama aku aja nih Sis Dya , dia mau TERBUKA dan NGOBROL nge GOSIP di Dunia DELUSI nya itu.......ITU gunanya Ilmu EMPATHY ama PSYCHIATRY digunakan buat yg STRESSan ama DEPRESSIan.....paham Sis ?

Nah setelah si Orangtuanya mendengar "pengakuan" anaknya yg semata wayang itu, mereka menangis dan menyesal atas KETELEDORAN mereka hidupnya HANYA ngejar HARTA ama PRESTISE didunia mereka, sehingga "Titipan Allah" berupa "anak mereka" terbengkalai......lalu aku sih cuma ngasih nasehat buat orangtuanya : ANAK adalah HARTA yg PALING BERNILAI dan BERHARGA didunia ini !"

Eh Eh kok jadinya malah orang tuanya yg sebenarnya Pasienku itu lho ! Nah apa gak LUCU jadinya tuh Sis Dya ?  :mad0261: :rolleye0014: :ashamed0004:
May 24, 2012, 07:48:18 PM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Female
  • Denominasi: Kharismatik
Kata Alkitab kalau "dia" masih EMOH melakukan apa yg Tuhan perintahkan (LAKUKANLAH) maka sampailah HUKUMAN dari TUHAN :

Ulangan 28 :
28 TUHAN akan menghajar engkau dengan :

- kegilaan, ....mulai Neurosis..> Psychopath....> Psikotik (PARNOnya makinan nambah). Setiap TAHAPAN disitu ada syarat2 yg harus menyertainya agar Psychiater bisa menentukan sudah berada di TAHAP manakah si "dia" itu !

- kebutaan dan .......gak sadar bahwa kulit pisang yg dipegang dikirain Bulu Domba ....Buta Rasa, Buta Melek, Buta Hati

- kehilangan akal,.......alias Derajadnya jadi kek Hewan, yg Tak Berakal itu !

Kira2 begitu maksud yg TERSIRAT dari Firman Tuhan dalam Ulangan 28 : 28 yg TERSURAT.

Untuk seorang Psychiater, mudah sekali kok untuk menentukan "pasienku" sudah ada dalam TAHAP apa .....> ada TOOLS yg membantunya menentukan si Pasien ada dimana , Tegakkan Diagnosa lalu Tentukan Tindakan dan Pilihan Therapy yg akan dilakukan kepadanya .

Kalau sedang dan sudah MANIA (actifitasnya berlebihan) ya kasih aja deh Syok Therapy, entah berupa EEG (Electro Encephalo Graphy) biar kelejet2 sebentar terus dia "TENANG".....kan ngerepotin PERAWAT2 dan mengganggu KETENANGAN di RS Jiwa kalau tetap didiemin

Kalau banyak BENGONGNYA (Depressi) sedang asyik didunia Delusinya yg KOSONG MELOMPONG.....ya di AKTIFKAN agar NYADAR bahwa didunia REALITA masih ada yg namanya Orang2 dengan segala aktifitasnya

Kalau lagi MEGALOMANIA (termasuk Mania atau Maniac) merasa dirinya sudah jadi SUPER- man atau woman.....berani maki2 orang lain yg dianggapnya Kutu Kupret atau Cucakrowo......ya tinggal si Psychiaternya aja mau ambil tindakan Action apa baginya......yg terang sih seorang Psychiater yg HANDAL pasti suka melakukan EMPATHY masuk kedalam Dunia Delusinya "sebentar" pengen tahu aja sih apa sih yg ada dalam Dunia Delusinya itu !

Kalau yg saya perhatikan sih disini terkadang kalau sudah merasa SUPER, SENIOR ama AKTIF eh eh eh keluar deh MANIA nya tanpa SADAR terus pas dibilangin.....eh eh eh itu SALAH lho.....malahan keluar deh PSYCHOPATH nya (suka menghakimi, merasa dirinya paling BENAR, dll)....belum sampai Neuroleptik/Psikotok sih cuma yg PASTI sudah diatas NEUROSIS.

Nah seperti kata Ilmu JIWA , untuk menentukan si "dia" sudah ada di TAHAP mana , KUDU TAHU terlebih dahulu apa syarat2 SITUASI dan KONDISI yg ada pada"nya" untuk menentukan DIAGNOSA bagi"nya" abis itu tinggal tentukan Action Therapynya deh......begitu kira2 penjelasan Ilmiah Kedokteran Jiwa (Psyciater) yg bukan bidangnya seorang Neurolog (Doker Ahli Syaraf)

Sebenarnya sih yg rusak JIWA nya (bukan OTAKnya atau per SYARAF annya)....emang sih kalau diteliti lebih dalam ke OTAKnya .....kelebihan Cairan Neurohumoral yg disebut DOPAMIN....ya paling2 kalau lagi ANGOT dan NGADAT ya kasihkan aja deh obat2 Penurun DOPAMINNYA.......semacam Haloperidol, dll.....

Sekarang obat-obat lama semacam Haloperidol, dll sudah banyak tidak digunakan lagi karena efeknya kurang mempan dan banyak efek sampingnya, diganti dengan obat2an keluaran baru seperti Olandoz, Luften, Remeron, Esilgan, Invega, dll yang lebih mempan dan efek sampingnya lebih kecil. Kalo penderita skizophrenia biasanya dosisnya besar dan obatnya bisa banyak macamnya, tapi kalo penderita neurosis, gangguan kepribadian, kelainan tingkah laku dosisnya tidak sebesar dan sebanyak penderita skizophrenia.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)