Author Topic: Skizofrenia - dan indikasi penderitanya  (Read 18643 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 29, 2012, 12:22:20 AM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3317
  • Denominasi: protestan
Penderita neurosis seperti psikosomatis, neurasthenia, psychoasthenia bisa menjadi psikosis yaitu skizophrenia, maniak depresif, psikosa senelis kalo lama sekali tidak diobati atau faktor pencetusnya tetap ada atau gangguan kepribadian dan emosional.
Mungkin ADA BAIKNYA kalau sis menjelaskan....APA sih itu :

Psikosomatis dengan contohnya !

Neurasthenia....IDEM !

Psychoasthenia.....IDEM !

PSIKOSIS ....IDEM !

Psikosa Senelis....IDEM !

Gangguan Kepribadian .....IDEM !

EMOSIONAL ....IDEM !

DEPRESSI....IDEM !

MANIAK......IDEM !

Kalau TIDAK itu semua hanya menjadi sekedar Gelar Kata2 Diatas Angin yg gak ngarti dan dipahami orang2 awam yg membacanya....entar dikirain si Sis...."RADA2 " juga nih ! Becanda sis !
Ditunggu penjelasannya !

May 29, 2012, 02:09:27 AM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Female
  • Denominasi: Kharismatik
Mungkin ADA BAIKNYA kalau sis menjelaskan....APA sih itu :

Psikosomatis dengan contohnya !

Neurasthenia....IDEM !

Psychoasthenia.....IDEM !

PSIKOSIS ....IDEM !

Psikosa Senelis....IDEM !

Gangguan Kepribadian .....IDEM !

EMOSIONAL ....IDEM !

DEPRESSI....IDEM !

MANIAK......IDEM !

Kalau TIDAK itu semua hanya menjadi sekedar Gelar Kata2 Diatas Angin yg gak ngarti dan dipahami orang2 awam yg membacanya....entar dikirain si Sis...."RADA2 " juga nih ! Becanda sis !
Ditunggu penjelasannya !


Psikosomatis adalah mengeluh badannya sakit tapi sebenarnya disebabkan oleh jiwa yang cemas dan tertekan, contohnya: mengeluh sakit kepala, perut tapi penyebabnya lebih banyak karena faktor stres dan emosi

Neurasthenia adalah kelelahan pada jiwa, contohnya: orang yang sering merasa lelah dan sulit tidur karena banyak pikiran dan tekanan yang membebani sehingga merasa lelah dan tidak semangat dalam hidup.
http://en.wikipedia.org/wiki/Neurasthenia

Psychoasthenia adalah kelelahan pada jiwa juga tapi disebabkan karena ingin menunjukkan diri superior atau terlalu dituntut selalu sempurna, jadi sering merasa tertekan dan obsesi apabila tidak bisa menunjukkan keunggulannya, contohnya: terobsesi ingin menjadi juara tapi kemampuannya tidak sampai superior sehingga memeras otak terlalu kuat sehingga akibatnya stres, anak yang sejak kecil selalu dituntut harus begini begitu dan sempurna segalanya padahal kemampuan orang terbatas sehingga stres.
http://en.wikipedia.org/wiki/Psychasthenia

Psikosis adalah penyakit jiwa sehingga penderita sudah tidak bisa lagi hidup di dunia nyata, sedangkan neurosis masih bisa, contohnya: melihat sesuatu atau mendengar, atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada, memiliki rasa curiga, takut, cemas, kuatir yang berlebihan sehingga timbul halusinasi yaitu merasa ada orang yang mengatakan negatif, mau membunuh, menyerang dirinya dll padahal sebenarnya tidak ada hanya timbul dari perasaan sendiri yang berlebihan dan tidak masuk akal.
http://en.wikipedia.org/wiki/Psychosis

Psikosa senelis adalah gejala psikosis yang muncul pada orang lanjut usia, contohnya: orang lanjut usia yang mulai pikun sudah tidak mengerti apa2 lagi, misalnya sudah diberi makan tapi dia bilang belum, bahkan ada yang berhalusinasi misalnya pikirannya mundur kembali ke masa lalunya lagi jadi sudah tidak sadar lagi kalau dirinya sudah tua.

Gangguan kepribadian adalah istilah umum untuk suatu jenis penyakit mental di mana cara berpikir, memahami situasi, dan berhubungan dengan orang lain tidak berfungsi, contohnya: orang yang perbuatannya sering mengganggu atau tidak menyenangkan orang lain seperti terlalu menuntut berlebihan, suka meneror dengan alasan sentimen, sakit hati, bahkan pengaruh paham atau aliran sesat, dll.

http://health.detik.com/read/2009/12/03/091252/1253138/770/gangguan-kepribadian

http://gugling.com/2010/07/12/10-macam-personality-disorder-gangguan-kepribadian/

Emosional adalah  perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu, contohnya: tanggapan seseorang terhadap situasi yang ada dan kemampuan kontrol diri terhadap situasi yang ada, misalnya ketika melihat lukisan di dinding berkomentar bagus dan ingin memiliki, dsb tapi juga mempertimbangkan apakah dia mampu, butuh, atau tidak dsb.

http://id.wikipedia.org/wiki/Emosi

Depresi adalah keadaan perasaan yang merosot seperti muram, sedih, dan perasaan tertekan, contohnya: sedih akan kematian orang tercinta, tidak naik kelas, gagal dalam karier, dsb sehingga mengurung diri, tidak mau makan, tidak mau terima kenyataan bahkan ada yang ingin bunuh diri.

http://id.wikipedia.org/wiki/Depresi

Maniak adalah sikap atau keinginan yang berlebihan terhadap sesuatu dan sering tidak dapat dicegah, contohnya: tidak dapat menahan keinginan untuk mencuri, membakar, bepergian, melakukan hubungan seks, dsb.

http://en.wikipedia.org/wiki/Mania

Waktu saya masih SMA dulu pernah dapat pelajaran tambahan tentang psikologi dan waktu kuliah sastra waktu mata kuliah novel dan drama sering mengulas karakter seorang tokoh dalam novel atau drama dan kadang2 mengulas dari segi ekstrinsik seperti aspek psikologi, jadi kadang2 kalo lagi di perpustakaan baca2 buku psikologi juga.
« Last Edit: May 29, 2012, 02:28:59 AM by milnalev »
May 29, 2012, 06:59:28 AM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9049
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic
@milna

Kalau Split Personality {Dissociative identity disorder (DID, also known as Multiple Personality Disorder in the ICD-10) is a psychiatric diagnosis} masuk ke yang mana sis?

Syalom
Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
May 29, 2012, 03:02:39 PM
Reply #53
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 454
  • Denominasi: kristen
Pimpinan...

Bro Liliput itu psikiater ya.. ! bukan psikolog. Kumis dikit2 ngerti beda diantaranya. Tp betulkan bro liliput psikiater, sama seperti sus milnalev. Pencerahannya please.

Mengenai  Pe-Munir-an, kumis tidak bermaksud "menghakimi", hanya "meng-habisi". Bedakan! :char11:   
kalo ga sempat menaruh "bara api" dikepalanya, ya taruh "timah panas" ditubuhnya biasanya lebih efektif.hehehe.

tapi Kumis ga jahat ko, biar body rambo, hatiku selembut salju !

  "Otot kawat, balung besi, kringet wedang Jahe, pipis draft beer, air mata kristal. "



May 29, 2012, 06:53:43 PM
Reply #54
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Female
  • Denominasi: Kharismatik
@milna

Kalau Split Personality {Dissociative identity disorder (DID, also known as Multiple Personality Disorder in the ICD-10) is a psychiatric diagnosis} masuk ke yang mana sis?

Syalom


Itu juga termasuk gangguan kepribadian, sedangkan Split Personality (kepribadian yang pecah) itu sudah mengarah kepada skizophrenia.

http://en.wikipedia.org/wiki/Dissociative_identity_disorder

Saya dulu waktu baru lulus SMA pernah jadi pekerja sosial sukarela ikut membantu mengasuh anak-anak cacat mental di panti cacat mental, jadi sudah biasa dengan karakter mereka yang abnormal dan membantu menerjemahkan buku-buku psikologi. Nenekku waktu umur 90 tahun mulai pikun dan sering berhalusinasi tentang masa lalunya dan kalau malam sering membangunkan orang lain, hanya sayang dokter geriatri susah dihubungi dan masih jarang sehingga dibawa ke dokter saraf saja, kalo halusinasinya lagi kumat diberikan obat2 penenang agar bisa tidur. Akhirnya meninggal dalam usia 100 tahun akibat jatuh dari tempat tidur dan mengalami patah tulang kaki.
« Last Edit: May 29, 2012, 08:29:22 PM by milnalev »
May 29, 2012, 07:11:42 PM
Reply #55
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 29
  • Denominasi: Non Katolik
Banyak psikater rupanya

Mau nanya nih, kalau cuci otak yang dilakukan organisasi itu bisa mengakibatkan gangguan jiwa gak?

Contohnya, diindoktrinasi melihat hitam sebagai putih dalam jangka waktu yang panjang.

Apakah hal ini bisa memicu korban lama kelamaan berhasil "menipu diri"? dan setelahnya menipu orang lain.


Tambahan pertanyaan:

Mungkin gak ada pengaruh Roh Iblis yang masuk ke dalam diri seseorang atau sekumpulan organisasi yg membuat seluruh organisasi itu menderita kelainan jiwa?

Contoh kelainan yang diderita: tanpa malu2 menipu diri dan orang lain, suka menyiksa dan membunuh orang lain yg gak segolongan dgn Roh yg menyertai organisasinya, mengalami kelainan seksual (laki-laki dgn laki-laki) dalam taraf luar biasa dibanding kejahatan sejenis tanpa melibatkan Roh Iblis yang merasuki mereka.


May 29, 2012, 07:21:39 PM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 725
  • Gender: Female
  • Denominasi: Kharismatik
Banyak psikater rupanya

Mau nanya nih, kalau cuci otak yang dilakukan organisasi itu bisa mengakibatkan gangguan jiwa gak?

Contohnya, diindoktrinasi melihat hitam sebagai putih dalam jangka waktu yang panjang.

Apakah hal ini bisa memicu korban lama kelamaan berhasil "menipu diri"? dan setelahnya menipu orang lain.


Tambahan pertanyaan:

Mungkin gak ada pengaruh Roh Iblis yang masuk ke dalam diri seseorang atau sekumpulan organisasi yg membuat seluruh organisasi itu menderita kelainan jiwa?

Contoh kelainan yang diderita: tanpa malu2 menipu diri dan orang lain, suka menyiksa dan membunuh orang lain yg gak segolongan dgn Roh yg menyertai organisasinya, mengalami kelainan seksual (laki-laki dgn laki-laki) dalam taraf luar biasa dibanding kejahatan sejenis tanpa melibatkan Roh Iblis yang merasuki mereka.

Bisa saja, biasanya membuat orang jadi lupa diri dan kehilangan jati diri dan berpengaruh kepada kepribadian seseorang, lama2 jadi gangguan kepribadian.
May 29, 2012, 07:34:12 PM
Reply #57
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 912
  • Denominasi: Religion says : Do, but Christianity says : Done!
Mitos Terbesar Dalam Dunia Psikologi

Mitos : Penderita Schizophrenia memiliki Kepribadian Ganda

FAKTA : Dalam sebuah survey, 77% mahasiswa psikologi percaya kalau penderita schizophrenia adalah pemilik kepribadian ganda. Fim Me, Myself, and Irene yang diperankan Jim Carrey juga mengeksploitasi mitos ini. Ia didiagnosa menderita schizophrenia, padahal pada kenyataannya ia menderita kepribadian ganda. Pada kenyataannya, dua penyakit ini sangat berbeda. Penderita MPD memiliki dua atau lebih kepribadian dalam dirinya dalam satu waktu. Dan banyak ahli psikologi yang ragu kalau penyakit seperti ini benar-benar ada. Schizophrenia sebaliknya, memiliki fungsi psikologi yang terpisah-pisah, khususnya emosi dan berpikir. Bagi orang normal, apa yang kita rasakan dan pikirkan sekarang akan berhubungan erat dengan apa yang kita rasakan dan pikirkan beberapa saat lagi. Tapi bagi penderita Schizophrenia, pikiran dan emosi tersebut dapat berubah begitu cepat dan ekstrim. Kepribadiannya tetap sama, hanya saja emosi dan pikirannya yang tidak terprediksi. Akibatnya orang skizophrenia justru memiliki resiko rendah melakukan bunuh diri, mengalami depresi, ketakutan, penyalahgunaan narkoba, pengangguran dan tuna wisma. Wajar saja, bila sekarang ia merasa begitu sedih beberapa saat lagi ia menjadi sangat senang. Bagi orang normal, sekarang ia merasa begitu sedih, beberapa saat lagi mungkin ia akan bunuh diri atau depresi. Seperti kata Irving Gottesman, “penyalahgunaan istilah schizophrenia dalam merujuk kebijakan luar negeri Amerika Serikat, pasar saham atau ketidak sesuaian sesuatu dengan harapan seseorang tidaklah sama dengan masalah kesehatan umum dan penderitaan dengan penyakit paling sulit dipahami dari pikiran manusia ini.”


Mitos : Bulan Purnama Menyebabkan Kegilaan dan Kejahatan

FAKTA : Mitos ini sudah sangat purba. Ia berasal dari masa saat manusia belum memiliki lampu listrik. Akibatnya orang senang saat malam hari terang oleh purnama. Mereka lebih aktif daripada malam biasa yang gelap. Sekarang hal tersebut sudah tidak teramati lagi, karena setiap rumah memiliki listrik dan tidak terlalu banyak orang terlalu memperhatikan bulan. Legenda dari Yunani Kuno dan Abad Pertengahan mengatakan adanya manusia serigala, vampire, dan monster menyeramkan saat bulan purnama. Tapi beberapa pihak mengklaim kalau kebiasaan ini tertanam secara tidak sadar pada diri manusia. Tahun 1985, dua psikolog memeriksa semua bukti penelitian yang ada mengenai pengaruh bulan, dan tidak satupun ada bukti kalau bulan berpengaruh pada kejahatan, kecenderungan bunuh diri, masalah kejiwaan, jumlah orang yang masuk rumah sakit jiwa atau telpon darurat. Penelitian lebih modern juga membantah adanya hubungan antara bulan purnama dengan bunuh diri, orang yang masuk rumah sakit jiwa, orang yang masuk UGD, dan gigitan anjing.

Mitos : Banyak Kriminal Berhasil Membela Diri dengan Mengaku Gila

FAKTA : Setelah memberi pidato tanggal 30 maret, 1981, Presiden Ronald Reagan muncul dari hotel Washington Hilton. Beberapa detik kemudian, enam tembakan terdengar. Satu mengenai agen rahasia, satu polisi, satu sekretaris James Brady dan satu mengenai presiden sendiri. Sang penembak adalah pria berusia 26 tahun bernama John Hinckley, yang jatuh cinta dengan artis Jodie Foster dan yakin kalau dengan membunuh Presiden, Foster akan tergugah dan jatuh cinta padanya. Tahun 1982, saksi ahli psikologi berdebat mengenai apakah Hinckley bersalah atau tidak karena alasan gila. Akhirnya juri memutuskan kalau Hinckley gila. Keputusan juri memicu protes publik. Pooling ABC menunjukkan 76% rakyat tidak setuju dengan keputusan tersebut. Dan dari sini mulailah mitos kalau dengan alasan gila, banyak penjahat yang berhasil lolos dari penjara. Mitos ini semakin diperkuat oleh film-film action yang menunjukkan antagonis pura-pura gila untuk menghindari hukuman. Namun keyakinan ini sama sekali salah. Data menunjukkan kalau pengajuan alasan gila di pengadilan berada di bawah 1%. Dan dari semua pengajuan ini, hanya 25% saja yang diputuskan memang gila. Lebih parah lagi, orang yang dinyatakan gila di pengadilan akan dikirim ke rumah sakit jiwa dan disana mereka menghabiskan waktu rata-rata 3 tahun sebelum diputuskan apakah ia harus ditahan lebih lama atau dilepaskan. Akibatnya bagi orang normal yang berhasil mengaku gila, tinggal di rumah sakit jiwa bisa jadi hal yang lebih menyiksa dari di penjara. Di penjara ia punya waktu yang jelas untuk bebas dan tidak perlu berpura-pura, di rumah sakit jiwa tidak.
Everybody thinks i`m crazy. They say, "you take the Jesus thing too seriously." Well i don`t know, but Jesus Christ took me pretty seriously when He died for me on the Cross.
May 29, 2012, 07:36:11 PM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 912
  • Denominasi: Religion says : Do, but Christianity says : Done!
Mitos : Kita Hanya Menggunakan 10% Otak Kita

FAKTA : Otak bekerja secara totalitas sehingga tidak ada bagian otak yang tidak bekerja bagi orang yang normal. Mitos ini berasal dari psikolog William James satu abad yang lalu. Saat itu ia menulis kalau ia meragukan kalau rata-rata manusia mencapai sekitar 10% potensi intelektualnya. Dalam sebuah studi, saat ditanya “Sekitar berapa persen kekuatan otak potensial manusia yang menurut kamu dipakai sebagian besar orang?, ” sepertiga mahasiswa psikologi menjawab 10%. Dalam waktu lama, para motivator “berpikir positif” memperbesar mitos ini menjadi seolah sebuah fakta. Sebagai contoh, dalam buku How to be Twice as Smart, Scott Witt menulis “Jika kamu seperti orang kebanyakan, berarti kamu hanya memakai sepuluh persen kekuatan otakmu.” Selain itu terdapat juga daerah korteks diam yang menurut para ahli masa lalu tidak memiliki fungsi namun sekarang telah terbukti berperan penting untuk bahasa dan berpikir abstrak dan diganti namanya menjadi korteks asosiasi. Masyarakat awam juga mengambil pernyataan ilmuan kalau mereka belum mengetahui dengan pasti fungsi dari 90% bagian otak, lalu dijadikan seolah fakta bahwa 90% ini berarti tidak berfungsi. Akhirnya ada juga yang mengklaim kalau Albert Einstein yang bilang bahwa kecerdasannya hanya berasal dari 10% bagian otaknya. Walau begitu, tidak ada bukti kalau Einstein pernah mengatakan demikian.

Mitos : Lebih Baik Marah daripada Ditahan

FAKTA : Dalam sebuah survey, 66% mahasiswa percaya kalau lebih baik membiarkan marah itu lepas (katharsis) ketimbang menahannya, karena dapat mengganggu kesehatan. Film Anger Management tahun 2003 juga menyebarkan keyakinan ini dengan menyarankan seorang tokoh memukul bantal atau tas sebagai penyaluran kemarahan. Bahkan ada juga psikolog yang menyuruh kliennya berteriak atau melemparkan bola ke dinding saat mereka marah. Sayangnya, keyakinan ini sama sekali tidak didukung bukti ilmiah apapun kalau hal tersebut memang dapat meredakan agresi. Malahan hal tersebut justru akan meningkatkan agresi. Lebih jauh lagi, bermain sepakbola juga dapat meningkatkan agresivitas baik pemain maupun suporter.


Mitos : Penyebab utama masalah kejiwaan adalah Kepercayaan Diri yang Rendah

FAKTA : Mitos ini juga dimunculkan oleh para motivator berpikir positif. Sebuah buku, Self-Esteem Games, memuat 300 aktivitas untuk membantu anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri, seperti mengulang-ulang afirmasi positif yang menekankan keunikan mereka. Walau demikian, penelitian menunjukkan kalau kepercayaan diri tidak berhubungan kuat dengan kesehatan mental yang lemah. Dalam penelitian komprehensif  oleh Roy Baumeister et al yang meninjau lebih dari 15 ribu studi mengenai kepercayaan diri ke segala jenis variabel psikologi. Mereka menemukan kalau kepercayaan diri kecil sekali hubungannya dengan kesuksesan hubungan antar manusia, dan tidak berhubungan dengan pasti pada penyalahgunaan obat-obatan. Lebih jauh, mereka menemukan kalau kepercayaan diri berhubungan positif dengan prestasi di sekolah, tapi hubungan interaktif ini lebih condong pada prestasi di sekolah. Artinya, pengaruh prestasi sekolah dalam meningkatkan kepercayaan diri lebih kuat daripada pengaruh kepercayaan diri terhadap prestasi di sekolah. Fakta yang paling mengesankan adalah kepercayaan diri yang rendah tidak perlu dan tidak cukup untuk menyebabkan depresi.

Mitos: Ingatan Manusia bekerja Seperti Kamera Video

FAKTA : Sudah jelas hal ini adalah mitos. Terlalu sering anda atau orang lain disekitar anda lupa akan sesuatu. Tapi 36% orang percaya kalau otak dapat merekam pengalaman secara sempurna layaknya kamera video. Hal ini disebabkan terutama kalau seseorang lupa, ia mungkin tidak sadar kalau ia lupa. Pikirannya menjadi kreatif dan menambal ingatan yang hilang tersebut dengan ingatan lain yang entah dari peristiwa apa yang masih ia ingat. Ini menunjukkan kalau sifat ingatan bukanlah reproduktif (menyalin apa yang kita alami) tapi bersifat rekonstruktif (menambal ingatan). Para ilmuan bahkan mampu membuat subjek penelitiannya percaya sepenuh hatinya kalau sebuah kejadian fiktif yang dibuat ilmuan, benar-benar terjadi.
Everybody thinks i`m crazy. They say, "you take the Jesus thing too seriously." Well i don`t know, but Jesus Christ took me pretty seriously when He died for me on the Cross.
May 29, 2012, 07:37:39 PM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 912
  • Denominasi: Religion says : Do, but Christianity says : Done!
Mitos : Hipnotis adalah Kondisi Khusus yang berbeda dari kondisi sadar

FAKTA : Keyakinan ini muncul dari film dan dunia hiburan. Tapi penelitian menunjukkan orang yang dihipnotis dapat menolak dan bahkan menentang sugesti penghipnotis terutama dalam melakukan hal-hal yang berlawanan dengan prinsipnya seperti menyakiti orang yang mereka tidak sukai. Orang yang terhipnotis sepenuhnya dalam kondisi sadar. Pindai otak juga tidak menunjukkan adanya pola khusus di otak orang yang dihipnotis. Para ilmuan mampu membuat orang melakukan apa yang dilakukan oleh orang yang dihipnotis tanpa melakukan hipnotis. Dengan kata lain, hipnotis semata merupakan sebuah prosedur diantara banyak prosedur untuk meningkatkan respon seseorang pada sugesti.

Mitos : Alat Pendeteksi Kebohongan (Poligraf) adalah Alat yang Akurat

FAKTA : Poligraf ditemukan tahun 1920an oleh psikologi William Moulton Marston. Alat ini pada dasarnya alat pengukur tekanan darah sistolik, karena ia percaya kalau saat orang berbohong, tekanan darah sistoliknya meningkat. Mesin ini kemudian disempurnakan dengan menambahkan pengukuran konduktansi kulit dan pernapasan. Selain hal ini belum tentu berhubungan, grafik poligraf yang dihasilkan sulit untuk dianalisa hingga sekarang. Ambil contoh, orang yang jujur tapi berkeringat banyak, dapat disalah sangka sedang berbohong. Belum lagi tidak adanya bukti kalau efek Pinokio (reaksi emosi atau fisiologi yang hanya terjadi saat seseorang berbohong) itu ada. Satu-satunya yang bisa ditunjukkan poligraf saat seseorang memakainya adalah bukti bahwa orang tersebut tegang atau tidak. Dengan kata lain, poligraf bukanlah alat pendeteksi kebohongan tapi alat pendeteksi ketegangan. Bagi para penjahat berdarah dingin dan psikopat, mereka dapat lolos dengan mudah lewat alat deteksi kebohongan ini. Dan sudah banyak orang yang tidak bersalah dihukum gara-gara mesin poligraf.
Everybody thinks i`m crazy. They say, "you take the Jesus thing too seriously." Well i don`t know, but Jesus Christ took me pretty seriously when He died for me on the Cross.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)