Author Topic: Orang yang berdosa di gereja.....kenapa gak disingkirkan ?.  (Read 6272 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 29, 2012, 04:15:50 PM
Reply #10
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 356
  • Denominasi: Kristen Perdana tanpa gereja.
Dear Nembakmanuk

Tidak semua Gereja Protestan menganut "pembiaran" yang saudara maksudkan, atau membiarkan seseorang bertindak sesukanya karena kaya, punya kedudukan, punya hubungan dekat dengan orang tertentu. Kalau yang saudara lihat seperti itu, berarti itulah kondisi Gereja itu, kalau yang lain saya ragukan seperti itu. Mungkin saudara perlu melihat lebih luas.

Kalau seseorang kedapatan berdosa, adalah tugas gembala untuk menegur dan melakukan konseling agar yang bersangkutan bertobat, jikalau tidak juga bertobat, setiap Gereja memiliki kebijakan sendiri-sendiri, ada yang meminta bersangkutan untuk tidak terlibat pelayanan (jika yang bersangkutan terlibat dalam pelayanan atau struktur Gerejawi), namun setahu saya tidak serta merta diminta meninggalkan Gereja.

Ayat yang dikutip mengenai dianggap seperti pemungut cukai tidak lantas berarti pemungut cukai di jaman itu tinggal diluar lingkungan orang Yahudi. Dikucilkan dalam arti tidak makan semeja atau tidak bergaul dengan kalangan pemungut cukai. Dalam konteks saat ini, dapat berarti tidak menyertakan yang bersangkutan dalam pelayanan atau kegiatan gereja yang menuntut keaktifan yang bersangkutan, namun tetap hak bersangkutan untuk beribadah di gereja, kita tidak memiliki hak untuk meminta seseorang meninggalkan gereja.

Salam

Salam

Di Mormon berbeda.  Kalau dilakukan tegoran sampai 3 x dan semua umat sudah tahu. Maka yang bersangkutan harus keluar dari gereja sebab sudah tidak melaksanakan Perjanjian dengan Allah saat di baptis.

Setiap orang Mormon saat dibaptis sudah punya ikatan Perjanjian dengan Allah untuk melaksanakan Firman Tuhan dengan sepenuh hati.  Setiap minggu ke gereja , itu adalah pembaruan perjanjian.

Kalau anda Mormon mau bercerai lalu menikah lagi otomatis melanggar Perjanjian dengan Allah dan kerelaan harus meninggalkan gereja Mormon.  Maka gereja kita disebut  "Orang-orang suci zaman Akhir" .

Seorang Mucikari minta di baptis , tetapi tetap menjadi Mucikari tidak dapat bergabung dengan Mormon dan gak bisa dibaptis.  Setelah di Baptis tidak mau meninggalkan pekerjaannya , maka harus keluar juga.

Hidup baru di Mormon "harus benar-benar hidup sesuai Firman Tuhan / seusai kehendak Bapa di Surga". Mormon tidak membutuhkan banyak umat tetapi membutuhkan manusia yang menepati Perjanjiannya dengan Tuhan sampai garis akhir.

Maka Alkitab  Injil disebut  PERJANJIAN BARU.  Perjanjian Tuhan dengan kita , untuk mematuhi Kehendak Bapa di Surga, Jika melaksanakan Perjanjian itu sampai garis akhir. Kita diterima Bapa di Surga.

Salam... GBU.
« Last Edit: May 29, 2012, 04:20:49 PM by nembakmanuk »
Melaksanakan kehendak Bapa di Surga , yang menyelamatkan kita untuk bersama di dalam Surga.
May 29, 2012, 04:29:03 PM
Reply #11
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 235
  • Denominasi: Injili
Di Mormon berbeda.  Kalau dilakukan tegoran sampai 3 x dan semua umat sudah tahu. Maka yang bersangkutan harus keluar dari gereja sebab sudah tidak melaksanakan Perjanjian dengan Allah saat di baptis.

Setiap orang Mormon saat dibaptis sudah punya ikatan Perjanjian dengan Allah untuk melaksanakan Firman Tuhan dengan sepenuh hati.  Setiap minggu ke gereja , itu adalah pembaruan perjanjian.

Kalau anda Mormon mau bercerai lalu menikah lagi otomatis melanggar Perjanjian dengan Allah dan kerelaan harus meninggalkan gereja Mormon.  Mengapa kita menyebut  "Orang-orang suci zaman Akhir" .

Seorang Mucikari di baptis , tetapi tetap menjadi Mucikari tidak dapat bergabung dengan Mormon.

Hidup baru di Mormon "harus benar-benar hidup sesuai Firman Tuhan/ seusai kehendak Bapa di Surga". Mormon tidak membutuhkan banyak umat tetapi membutuhkan manusia yang menepati Perjanjiannya dengan Tuhan sampai garis akhir.

Salam... GBU.

Dear Nembakmanuk

Itu adalah pola penggembalaan Gereja, terlepas dari dasar teologis yang berbeda, prinsip yang saudara sebutkan diatas juga dianut oleh mayoritas Gereja di Indonesia. Kekristenan tidak mengenal perceraian (walaupun ada yang menganut, misalnya karena berzinah) namun sebagian besar tidak memperbolehkan seseorang bercerai dengan alasan apapun. Baptis adalah tanda percaya, beriman kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan harus hidup sesuai perintahNya (termasuk didalamnya hidup kudus).

Jika ada seseorang berbuat dosa yang jelas-jelas dan diketahui (misal berzinah, mencuri, dstnya) maka yang bersangkutan harus digembalakan karena tugas dan tanggung jawab Gereja adalah menggembalakan domba-dombaNya. Jika orang tersebut masih mengimani Kristus sebagai Tuhan serta masih terus datang ke Gereja, seharusnya orang tersebut akan merasa tidak nyaman dengan dosa-dosanya.

Tidak ada orang Kristen yang sungguh-sungguh hidup di dalam Kristus yang akan nyaman dengan dosa-dosanya dan tidak ada Gembala yang sungguh-sungguh hidup melayani Tuhan akan diam melihat jemaatnya nyaman dengan dosa-dosanya.

Salam
May 29, 2012, 05:51:07 PM
Reply #12
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 356
  • Denominasi: Kristen Perdana tanpa gereja.
Dear Nembakmanuk

Itu adalah pola penggembalaan Gereja, terlepas dari dasar teologis yang berbeda, prinsip yang saudara sebutkan diatas juga dianut oleh mayoritas Gereja di Indonesia. Kekristenan tidak mengenal perceraian (walaupun ada yang menganut, misalnya karena berzinah) namun sebagian besar tidak memperbolehkan seseorang bercerai dengan alasan apapun. Baptis adalah tanda percaya, beriman kepada KRISTUS sebagai Tuhan dan Juruselamat dan harus hidup sesuai perintahNya (termasuk didalamnya hidup kudus).

Jika ada seseorang berbuat dosa yang jelas-jelas dan diketahui (misal berzinah, mencuri, dstnya) maka yang bersangkutan harus digembalakan karena tugas dan tanggung jawab Gereja adalah menggembalakan domba-dombaNya. Jika orang tersebut masih mengimani KRISTUS sebagai Tuhan serta masih terus datang ke Gereja, seharusnya orang tersebut akan merasa tidak nyaman dengan dosa-dosanya.

Tidak ada orang Kristen yang sungguh-sungguh hidup di dalam KRISTUS yang akan nyaman dengan dosa-dosanya dan tidak ada Gembala yang sungguh-sungguh hidup melayani Tuhan akan diam melihat jemaatnya nyaman dengan dosa-dosanya.

Salam

anda salah , dengan kelonggaran sepreti itu, di Katolik pun banyak yang ke gereja tetapi punya istri 2 , perkerjaan rentenir , banyak yang tidak sesuai dengan kehendak Bapa. 

Sebab skrg gereja mengutamakan kebaktian dan misa nya (liturginya saja) bukan perbuatan anggotanya.

Zaman gereja perdana , yang ikut Yesus hidupnya berbeda dengan hidup di luar Ke kristenan.

maka jelas sekali bahwa Paulus mengatakan bagi yang percaya Yesus HARUS hidup dalam roh dan kebenaran bukan hidup dalam kedagingan.

kasus teman saya tersebut kalau dibiarkan lalu ada jemaat baru jadi anggota gereja akan bisa menjadi batu sandungan . Lama - lama sudah menjadi rahasia umum bahwa anggota gereja 60 % hidupnya gak susuai dengan Perjanjian Baru.

Dan zaman sekarang saya rasa masih banyak anggota gereja yang perbuatannya tidak sesuai tetapi dibiarkan saja, sebab ketakutan pada diri sendiri untuk menegurnya. Itu adalah suatu kesalahan.

Seseorang berani menegur sesama akan membuat berpikir pada diri sendiri untuk berbuat semakin baik.
Melaksanakan kehendak Bapa di Surga , yang menyelamatkan kita untuk bersama di dalam Surga.
May 29, 2012, 06:27:01 PM
Reply #13
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 235
  • Denominasi: Injili
anda salah , dengan kelonggaran sepreti itu, di Katolik pun banyak yang ke gereja tetapi punya istri 2 , perkerjaan rentenir , banyak yang tidak sesuai dengan kehendak Bapa. 

Sebab skrg gereja mengutamakan kebaktian dan misa nya (liturginya saja) bukan perbuatan anggotanya.

Zaman gereja perdana , yang ikut YESUS hidupnya berbeda dengan hidup di luar Ke kristenan.

maka jelas sekali bahwa Paulus mengatakan bagi yang percaya YESUS HARUS hidup dalam roh dan kebenaran bukan hidup dalam kedagingan.

kasus teman saya tersebut kalau dibiarkan lalu ada jemaat baru jadi anggota gereja akan bisa menjadi batu sandungan . Lama - lama sudah menjadi rahasia umum bahwa anggota gereja 60 % hidupnya gak susuai dengan Perjanjian Baru.

Dan zaman sekarang saya rasa masih banyak anggota gereja yang perbuatannya tidak sesuai tetapi dibiarkan saja, sebab ketakutan pada diri sendiri untuk menegurnya. Itu adalah suatu kesalahan.

Seseorang berani menegur sesama akan membuat berpikir pada diri sendiri untuk berbuat semakin baik.


Dear Nembakmanuk

Pendapat saudara terlalu menggenalisir,tidak ada gereja yang membiarkan jemaatnya hidup dalam dosa,menegur dengan tetap membiarkannya di dalam gereja bukanlah kelonggaran. Orang tersebut harus tetap dibina dan dididik dalam gereja kecuali orang tersebut memilih keluar dari gereja

Melihat kasus teman saudara,yg aneh adalah mengapa org teersebut masih 'pd' di dalam lingkungan gereja? Itu aneh dan tidak biasa. Yg pasti kondisi seperti itu tidak menjadi hal yg biasa dalam gereja.

Salam
May 29, 2012, 08:16:24 PM
Reply #14
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 368
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Gak nyambung ,,, khan sudah ditegor sama pendeta.

contoh nyata nih :
Teman gua menikah  . Diberkati di gereja dengan pesta meriah. Punya anak 1. Anak umur 7 bulan istri diceraikan. Dengan alasan tidak sanggup melayani di tempat tidur. Temen gua nih hyper. Istri dari desa.
Sebelum cerai Gembala sudah memperdamaikan dengan anggota majelis yg senior. Mama temen gua pemegang uang gereja. Tidak mau ikut campur.
Tidak ada kata kompromi, lalu cerai dan istri dipulangkan kedesanya. Napa gua tahu persoalan sebab dia cerita napa dicerai. Hanya aku dan istri gua yg tahu.

Lalu 6 bulan kemudian menikah lagi dengan anak Dugem. Bukan gadis alias janda Dugem. Saat menikah di berkati oleh pendeta yang sama .  Temen gua ke gereja istrinya tidak, skrg sudah punya anak lagi.

Kalau kasus seperti diatas sepertinya tuh pendeta harusnya gak mau datang saat pernikahan ke 2 nya. Itu konsekuen dan ikut FT. 

Lantas aku keluar dah.... skrg di rumah aja dah, baca semua FT dari buku apa saja.... termasuk Kitab Mormon

hai teman, saya rasa tidak bijaksana jika karena kelakuan beberapa orang dalam 1 gereja yang 'tidak sesuai dengan kita' maka kita anggap ajaran gereja itu tidak benar.

contohnya begini:
dalam 1 keluarga besar ada kakek, bapak, anak, cucu. besar kemungkinan ada 2 orang cucu yang tidak benar kelakuannya dan bebal dan gak tobat2. dalam hal ini sepertinya kita tidak bijak jika  mencap bahwa semua orang dalam keluarga itu tidak benar.

perlu kita ketahui gereja protestan itu banyak, alirannya juga banyak, sedang gereja mormon pasti tidak sebanyak itu. dalam hal mayoritas dan minoritas, biasanya kesalahan kaum mayoritas akan lebih banyak  dibandingkan kaum minoritas.

ada sebuah artikel yang mungkin berguna buat sobat:
Quote
Saya menyukai-Mu Kristus, tapi aku tidak suka orang-orang Kristen itu. Orang-orang Kristen itu sangat berbeda dengan-Mu Kristus.

Rice lelah dengan kehidupan agamawi yang ada dalam Kekristenan, namun dia memberikan hidupnya bagi Kristus sepenuhnya. Bagi penulis ini, kini Kristus adalah pusat hidupnya.

selengkapnya:
Penulis "Vampire" Berhenti Jadi Orang Kristen
May 29, 2012, 08:41:13 PM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 912
  • Denominasi: Religion says : Do, but Christianity says : Done!
Everybody thinks i`m crazy. They say, "you take the Jesus thing too seriously." Well i don`t know, but Jesus Christ took me pretty seriously when He died for me on the Cross.
May 29, 2012, 10:29:07 PM
Reply #16
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 356
  • Denominasi: Kristen Perdana tanpa gereja.
Melaksanakan kehendak Bapa di Surga , yang menyelamatkan kita untuk bersama di dalam Surga.
May 29, 2012, 10:35:27 PM
Reply #17
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 356
  • Denominasi: Kristen Perdana tanpa gereja.
hai teman, saya rasa tidak bijaksana jika karena kelakuan beberapa orang dalam 1 gereja yang 'tidak sesuai dengan kita' maka kita anggap ajaran gereja itu tidak benar.

Ajaran nya benar , tetapi tidak berani menerapkan dengan alasan yang tidak masuk akal. Kurang berani.


Quote
contohnya begini:
dalam 1 keluarga besar ada kakek, bapak, anak, cucu. besar kemungkinan ada 2 orang cucu yang tidak benar kelakuannya dan bebal dan gak tobat2. dalam hal ini sepertinya kita tidak bijak jika  mencap bahwa semua orang dalam keluarga itu tidak benar.

saya tidak mencap semua nya . saya tidak mencap ajarannya tetapi pelaksanaan oleh gembala dan umat nya yang membuat isi gereja-gereja dengan batas tembok tersebut sudah sangat jauh dari gereja perdana.

Quote
perlu kita ketahui gereja protestan itu banyak, alirannya juga banyak, sedang gereja mormon pasti tidak sebanyak itu. dalam hal mayoritas dan minoritas, biasanya kesalahan kaum mayoritas akan lebih banyak  dibandingkan kaum minoritas.

Gereja Mormon hanya 1

Sama dengan Protestan ada  HKBP, GKI, GKJW  ,    Mormon

Tapi karena tidak diakui Kristen oke saya juluki gereja yang benar-2 ikut ajaran YESUS. Benar-2 melaksanakan ajaran dan Perintah YESUS dengan tegas dan benar.

Sama dengan Rice , aku keluar dan hanya ikut KRISTUS ... dan akan mengikuti yang diajarkan dalam Kitab Mormon
Melaksanakan kehendak Bapa di Surga , yang menyelamatkan kita untuk bersama di dalam Surga.
May 29, 2012, 10:39:46 PM
Reply #18
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 356
  • Denominasi: Kristen Perdana tanpa gereja.

Dear Nembakmanuk

Quote
Pendapat saudara terlalu menggenalisir,tidak ada gereja yang membiarkan jemaatnya hidup dalam dosa,menegur dengan tetap membiarkannya di dalam gereja bukanlah kelonggaran. Orang tersebut harus tetap dibina dan dididik dalam gereja kecuali orang tersebut memilih keluar dari gereja

dari 5 gereja yang ada di kotaku semuanya ada umat yang dibiarkan saja meskipun sudah melanggar ajaran Yesus. Mengapa demikian


Quote
Melihat kasus teman saudara,yg aneh adalah mengapa org teersebut masih 'pd' di dalam lingkungan gereja? Itu aneh dan tidak biasa. Yg pasti kondisi seperti itu tidak menjadi hal yg biasa dalam
gereja.

Bukan cuma 1 dia saja.... masih banyak lainnya...itu salah 1 nya saja


Salam
Melaksanakan kehendak Bapa di Surga , yang menyelamatkan kita untuk bersama di dalam Surga.
May 29, 2012, 11:10:29 PM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11994
    • fossil coral cantik
PANDANGLAH dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
Mungkin perlu ditilik lebih jauh lagi maksud kata "pandanglah" disitu.

Apakah akan sama pengertiannya apabila kata tsb diganti dengan "maka" ?
ataukah lebih condong apabila "pandanglah" itu ibarat "nge-judge" ?

Quote
seorang pemungut cukai pada zaman itu , di kucilkan oleh orang Yahudi.
Mungkin karena perbedaan zaman, kali ?

Quote
Mengapa di dalam gereja masih banyak orang berdosa di biarkan saja.
Seperti "kasus" misionaris, kayaknya orang2 percaya jaman sekarang ini nggak berani nge-judge, apalagi yang bersangkutan dengan urusan pribadi orang lain.

Mungkin... (mungkin loh), kalo sso mencuri atopun memperkosa sesama jemaat didalam gereja dan sampe berulang kali dilakukan , barulah gereja berani nge-judge dgn melarang orang tsb hadir di gereja ybs. :)

Quote
Apakah karena takut Kolekte serta Per-10 berkurang ?
nggak jugalah menurut saya sampe kayak quote diatas :)

Sekalian nanya,
kalo sampe kejadian seperti yg kamu contohkan (si anu kawin 2x, dlsb) lalu di usir oleh gereja mormon, apakah maksudnya si anu ini dianggap gereja mormon memang sudah "percuma deh utk diharapkan bener lagi" (baca : di-judge) ?

bagaimana kalo orang ini akhirnya bertobat ?

salam.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)