Author Topic: SEPERTI APA PERSEMBAHAN YANG BENAR ITU?  (Read 1216 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 07, 2012, 05:15:55 AM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 243
Persembahan adalah sesuatu yang kita bahwa kepada Tuhan sebagai ungkapan rasa syukur atas kasih setia, pertolongan dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Seringkali manusia memahami persembahan ini dalam bentuk materi.

Memang tidak salah kita memberikan persembahan dalam bentuk materi atau benda.
ada beberapa contoh dalam PL mencatat bahwa umat pilihan-Nya, yakni bangsa ISRAEL memberikan persembahan mereka dengan bentuk materi dan benda, seperti emas, hasil tanah dan hewan atau binatang dll.

Demikian juga dalam PB ketika orang majus memberikan persembahan mereka pada saat bertemu dengan bayi YESUS, mereka memberikan emas, kemenyaan dan mur sebagai persembahan dan ungkapan syukur yang diberikan kepada YESUS.

Pertanyaannya menurut anda persembahan yang bagaimana yang dianggap benar menurut Allah?

   
« Last Edit: June 07, 2012, 05:22:08 AM by Skyhawk »
June 07, 2012, 07:24:08 AM
Reply #1
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2959
  • Gender: Male
  • Teologi Kaum Awam
    • Teologi Kaum Awam
Hidup sudah susah... jangan dibikin lebih susah.. lihat senyumnya...

http://teologikaumawam.blogspot.com/
June 07, 2012, 09:04:01 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1012
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen Protestan
Persembahan adalah sesuatu yang kita bahwa kepada Tuhan sebagai ungkapan rasa syukur atas kasih setia, pertolongan dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Seringkali manusia memahami persembahan ini dalam bentuk materi.

Memang tidak salah kita memberikan persembahan dalam bentuk materi atau benda.
ada beberapa contoh dalam PL mencatat bahwa umat pilihan-Nya, yakni bangsa ISRAEL memberikan persembahan mereka dengan bentuk materi dan benda, seperti emas, hasil tanah dan hewan atau binatang dll.

Demikian juga dalam PB ketika orang majus memberikan persembahan mereka pada saat bertemu dengan bayi YESUS, mereka memberikan emas, kemenyaan dan mur sebagai persembahan dan ungkapan syukur yang diberikan kepada YESUS.

Pertanyaannya menurut anda persembahan yang bagaimana yang dianggap benar menurut Allah?

   
roma 12:1

Tubuh kita yang kudus dimana kita menjauhi segala bentuk dosa , itulah persembahan kudus yang tak bercacat
Galatia 6:7   Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
June 07, 2012, 09:51:43 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2421
  • Gender: Male
Persembahan adalah sesuatu yang kita bahwa kepada Tuhan sebagai ungkapan rasa syukur atas kasih setia, pertolongan dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Seringkali manusia memahami persembahan ini dalam bentuk materi.

Memang tidak salah kita memberikan persembahan dalam bentuk materi atau benda.
ada beberapa contoh dalam PL mencatat bahwa umat pilihan-Nya, yakni bangsa ISRAEL memberikan persembahan mereka dengan bentuk materi dan benda, seperti emas, hasil tanah dan hewan atau binatang dll.

Demikian juga dalam PB ketika orang majus memberikan persembahan mereka pada saat bertemu dengan bayi YESUS, mereka memberikan emas, kemenyaan dan mur sebagai persembahan dan ungkapan syukur yang diberikan kepada YESUS.

Pertanyaannya menurut anda persembahan yang bagaimana yang dianggap benar menurut Allah?

   

per.sem.bah.an
[n] (1) hadiah; pemberian (kpd orang yg terhormat): berjalan sambil menjunjung -- yg terdiri atas buah-buahan; (2) pemberitahuan (dng hormat); (3) yg dihidangkan atau dipertunjukkan (spt permainan, film): film kenang-kenangan -- Perusahaan Film Negara

Apakah Tuhan benar-benar butuh persembahan, hadiah, pemberian kita??? Tuhan maha segala-galanya dan Ia tidak butuh hadiah atau pemberian atau persembahan dari dunia yang fana ini sebab semuanya tidak berarti bagiNya.

UpiDewa diatas telah memberikan ayat yang tepat dalam Roma 12:1, "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." Satu-satunya yang berarti bagi Tuhan adalah manusia, bukan hartanya manusia.

Jika demikian mengapa ada perintah untuk mempersembahkan persembahan?

1 Korintus 9:9-10,

9  Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: “Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!” Lembukah yang Allah perhatikan?

10 Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya.

Apa yang dulu bersifat jasmani disingkapkan sehingga kiata tahu apa kebenarannya. Demikian juga dalam Ibrani 10 dijelaskan pajang lebar tentang korban bahwa bukan binatang domba yang menghapus dosa dan bukan korban bakaran yang dikehendaki Tuhan, tetapi melakukan kehendakNya diatas tubuh kita yang condong kepada dosa itulah korban bakaran yang berbau harum dihadapanNya. Tubuh kita seolah ditaruh dalam pembakaran agar dibakar sampai habis, pada saat kita berusaha mentaati kebenaran. Didalam kalimat lain, YESUS menyatakan dengan memikul salib dan menyangkal diri.

Ibrani 10:4-5,

4  Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.

5  Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata:
“Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki
-- tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku --.

Dalam ayat 9 disebutkan demikian, “Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.” dalam menjelaskan tentang tubuh yang disediakan bagi kita.

Jadi semua didalam Perjanjial Lama tentang korban dan persembahan yang dituliskan adalah kiasan akan apa yang akan datang kemudian. Dulu yang bersifat jasmani kini disingkapkan dan kita beribadah didalam roh dan kebenaran. Dulu menuliskan tentang persembahan lembu, korban anak domba, persembahan ini dan itu, semuanya bersifat jasmani dan berupa kiasan yang harus disingkapkan.

Yohanes 4:23-24, "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Saat kita hendak mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan, ingatlah bahwa Tuhan tidak butuh segala yang fana didunia ini, tetapi yang benar adalah kita mempersembahkan tubuh kita untuk taat melakukan kehendakNya, didalam kekudusan dan kebenaran. Selama kita tidak mentaati Firman Tuhan, selama itu semua apa yang kita anggap persembahan adalah hal yang menjijikan dihadapan Tuhan (Yesaya 1:11-13).


Bersambung dibawahnya...
« Last Edit: June 07, 2012, 10:00:59 AM by Krispus »
June 07, 2012, 09:51:50 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2421
  • Gender: Male
Sekarang kita bicara tentang persembahan duit, bahwa sesungguhnya persembahan duit itu bukan untuk Tuhan tetapi untuk sesama, untuk orang-orang Kudus (jaman sekarang pendeta dan para pengkerja gereja).


2 Korintus 8:12-14,

12 Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.
13 Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. 14 Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.

15 Seperti ada tertulis:
“Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan
dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.”

Demikian persembahan kita baik berupa perpuluhan, kolekte, persembahan sukarela, persembahan ini dan itu yang berupa barang-barang dan uang adalah pemberian kita untuk sesama karena cinta kita kepada Tuhan. Sebab Firman Tuhan mengatakan dalam 2 Korintus 9:6-7, "Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." Ini bukan persembahan kita kepada Tuhan tetapi ini adalah pemberian kita kepada sesama yang  membutuhkan. Pelajari 2 Korintus 8-9 tentang persembahan berupa materi tersebut.

Memang sering kali kita dengar untuk mendorong rasa bersalah kita seorang pendeta atau selevel dengannya memakai nama Tuhan untuk membuat kita merogoh kantong mengeluarkan sejumlah harta baginya atau organisasinya seakan itu pemberian kepada Tuhan. Jika anda lakukan karena cinta anda kepada Tuhan dan atau karena merasa terbeban untuk membantu mereka maka persembahan yang diberikan dengan rela, sukacita dan dari apa yang ada pada kita akan diperhitungkan oleh Tuhan sedangkan jika karena gengsi, terpaksa, dan bukan dari apa yang ada pada kita (diada-adakan) maka seberapa besar nilainya, Tuhan tidak memperhitungkan hal itu. Apalagi yang tidak mau meberikan apa-apa walaupun ada padanya, itu lebih celaka lagi... Seperti Yudas Iskariot, hatinya penuh cinta akan uang dengan dibalut berbagai alasan rohani ia tidak mau berbagi dari apa yang telah Tuhan berikan. Tidak menabur tidak juga menuai. Menabur sedikit atau banyak bukan dihitung dari nilai benda atau uangnya, tetapi dari hatinya.


Tentang pujian dan penyembahan, adalah sebuah istilah yang dipakai dalam gereja Kharismatik, tentang lagu pujian dan lagu yang merendahkan diri. Ibrani 13:15 menyebutkan, "Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya." Rasa syukur kita yang pada jaman lampau dilakukan dengan membersembahkan korban keselamatan dan korban syukur maka sekarang tidak lagi kita melakukan secara jasmani. Kita menyembah Allah didalam roh dan kebenaran, ucapan syukur kita lahir dari dalam hati keluar lewat mulut dan perbuatan kita. Bukan dengan pemberian atau persembahan sebagai prasyarat. Jadi kalau anda mengikuti ibadah pujian dan penyembahan, tanpa hati yang benar-benar mengucap syukur kepadaNya, maka dihadapan Tuhan itu juga menjijikan, sebab tangan kita yang terangkat penuh dengan dosa dan kejahatan, kelicikan, dusta dan munafik.

Semoga mencerahkan....
« Last Edit: June 07, 2012, 10:05:43 AM by Krispus »
June 07, 2012, 10:13:05 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3009
Menurut saya Simpel saja , ga perlu berpanjang lebar


lakukan  Matius 25:35-40 , maka anda akan memberi persembahan langsung kepada TUHAN



lalu utk jumlah besaran nominalnya ? sama sekali TIDAK ADA PATOKAN ,
semua tergantung situasi dan kondisi masing2 individu dan kerelaan masing2 individu
Efesus 2:15-a

(TB)
sebab dengan mati-Nya sbg manusia IA telah
membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya


(BIS)
Hukum agama Yahudi dgn perintah-perintah dan peraturan-peraturannya sudah dihapuskan oleh Kristus
June 07, 2012, 03:43:47 PM
Reply #6
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 103
  • Denominasi: berbahagialah org yg dosanya tdk diperhitungkan Tuhan kpdnya
UpiDewa diatas telah memberikan ayat yang tepat dalam Roma 12:1, "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."

Satu-satunya yang berarti bagi Tuhan adalah manusia, bukan hartanya manusia.

Jangan kita memahami ayat diatas ini dalam arti berat sebelah, bahwa Allah tidak menghendaki kita dalam bentuk materi.. sehingga tidak perlu lagi memberikan persembahan kita dalam bentuk uang, jangan kita salah kapra. Namun persembahan yang sempurna adalah kedua-keduanya yaitu persembahan yang kita bawa kepada Tuhan apabila materi/ uang yang dipersembahkan diserahkan dengan hidup atau dengan tubuh yang telah dikuduskan oleh Allah.

Dalam arti persembahan tubuh yang benar membuat ibadah kita berkenan kepada Allah. Oleh karena itu, memberikan persembahan yang benar kepada Allah melalui tubuh yang tidak bercacat dengan hati yang tulus ikhlas serta motivasi yang benar dihadapan Allah
Kis 15:9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
Rom 10:12a Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani.
June 07, 2012, 04:23:01 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2421
  • Gender: Male
Jangan kita memahami ayat diatas ini dalam arti berat sebelah, bahwa Allah tidak menghendaki kita dalam bentuk materi.. sehingga tidak perlu lagi memberikan persembahan kita dalam bentuk uang, jangan kita salah kapra. Namun persembahan yang sempurna adalah kedua-keduanya yaitu persembahan yang kita bawa kepada Tuhan apabila materi/ uang yang dipersembahkan diserahkan dengan hidup atau dengan tubuh yang telah dikuduskan oleh Allah.

Dalam arti persembahan tubuh yang benar membuat ibadah kita berkenan kepada Allah. Oleh karena itu, memberikan persembahan yang benar kepada Allah melalui tubuh yang tidak bercacat dengan hati yang tulus ikhlas serta motivasi yang benar dihadapan Allah


Persembahan kita yang berarti kepada Tuhan adalah tubuh yang kudus dan senantiasa siap mentaati kehendak Allah dalam seluruh hidup kita.

Persembahan berupa materi dibersembahkan bukan untuk Tuhan tetapi untuk Rumah Tuhan (orang Lewi) supaya ada makan bagi mereka. Ini juga adalah perintah Tuhan. Silahkan dicek kebenarannya.

Semakin tajam kita membedahnya maka semakin jelas kita melangkahnya. Btw walau kabur-kabur juga gpp bagi Allah yang penting hatinya.
June 07, 2012, 08:48:22 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2494
  • Gender: Male
hmmm........... bagiku......... TUHAN YESUS datang ke dunia ini dengan membawa KASIH........... KASIH adalah.........


P. Baru: Matius: 22
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.


TUHAN sendiri sudah mengatakan bahwa seluruh hukum taurat dan kitab para nabi sudah termasuk dalam KASIH ini........... dari ayat diatas ada suatu rahasia yang jarang orang melihatnya.......... coba pelajarilah namun kesimpulannya adalah berbuat baiklah pada semua orang dengan dasar KASIH tersebut.......... dengan sukacita dan ikhlas(kerelaan)............ itulah persembahan sejati buat TUHAN...........
"Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
June 12, 2012, 08:50:22 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1756
  • Denominasi: Percaya Yesus pasti selamat masuk sorga.
Persembahan adalah sesuatu yang kita bahwa kepada Tuhan sebagai ungkapan rasa syukur atas kasih setia, pertolongan dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Seringkali manusia memahami persembahan ini dalam bentuk materi.

Memang tidak salah kita memberikan persembahan dalam bentuk materi atau benda.
ada beberapa contoh dalam PL mencatat bahwa umat pilihan-Nya, yakni bangsa ISRAEL memberikan persembahan mereka dengan bentuk materi dan benda, seperti emas, hasil tanah dan hewan atau binatang dll.

Demikian juga dalam PB ketika orang majus memberikan persembahan mereka pada saat bertemu dengan bayi YESUS, mereka memberikan emas, kemenyaan dan mur sebagai persembahan dan ungkapan syukur yang diberikan kepada YESUS.

Pertanyaannya menurut anda persembahan yang bagaimana yang dianggap benar menurut Allah?

Istilah "persembahan" berasal dari kata MATTAT (ibrani), atau doron (Yunani), artinya sesuatu yang diberikan kepada Allah sebagai bentuk/wujud penghargaan atau penghormatan.

tujuan memberi persembahan dalam PL untuk menebus seseorang dari kesalahan2nya dgn menggunakan media pengganti (Ibrn:kofer).

sedangkan dalam PB tidak lagi seperti dalam PL, mengapa demikian, sebab, kematian Yesus dikayu salib adalah korban penebus yang terakhir dan sempurna, jadi persembahan yang dimaksud sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan saja. Bagi kita yang hidup dalam PB persembahan tidak lagi merupakan KEWAJIBAN melainkan KERELAAN. Kerelaan yang dimaksud bukan dalam arti mempersembahkan sesuatu hanya jika kita mau, melainkan kesadaran individu utk mempersembahkan sesuatu kepada Allah karena Dia telah membeli kita dengan lunas sehingga kita adalah milik-Nya. Jadi sudah seharusnya kita memberikan sesuatu kepada Tuhan yang merupakan PEMILIK kita.

1 Kor.6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait ROH KUDUS yang diam di dalam kamu, ROH KUDUS yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
6:20   Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Jadi yang sebenarnya persembahan tertinggi bukanlah merupakan uang dan barang saja namun Tuhan tuntut adalah persembahan total dari hidup kita.

Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
 

Jadi persembahan yang bagaimana yang dianggap benar menurut Allah?

perhatikan ayat-ayat diatas dan yang dianggap benar adalah totalitas hidup kita dalam arti meliputi waktu, pekerjaan, keluarga dan bahkan seluruh hidup kita  sebagai persembahan bagi kemuliaan-Nya.

Roma 14:7 Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. 14:8   Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

Roma. 3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)