Author Topic: Apa perbedaan agama Yahudi, Kristen dan Khatolik?  (Read 15113 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

June 16, 2012, 05:03:54 AM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 243
Dari ketiga Agama ini saya ingin tahu apa perbedaan?

Yaitu tentang Kristus?
Tentang Kitab Suci?
Tentang Keselamatan?

June 16, 2012, 06:19:44 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3317
  • Denominasi: protestan
Dari ketiga Agama ini saya ingin tahu apa perbedaan?Yaitu :
1. Tentang KRISTUS?
2. Tentang Kitab Suci?
3. Tentang Keselamatan?
1. Tentang Kristus :
- Katholik dan Kristen sama2 mengakui bahwa Yesus Kristus itu adalah Allah YHWH yg tak terhampiri yg datang kedunia menghampiri manusia untuk melaksanakan Janji-Nya menyelamatkan manusia dari KUTUK Dosa Asal yg adalah MAUT di Neraka !

- Agama Yudaisme (Yahudi) TIDAK.......semua yg aye' tulis diatas dalam Katholik dan Kristen ! Sampai sekarang Umatnya masih melakukan Tripping sambil anggut2 kepala merengek rengek minta dikirimkan Mesias di Tembok Ratapan bekas Reruntuhan Bait Allahnya Raja Solomo di Yerusalem !

2. Tentang Kitab Suci :
Katholik mempunyai Alkitab seperti Alkitab Kristen Protestan PLUS ditambah 10 Kitab lainnya plus Tradisi (ajaran manusia yg dihafalkan itu)

Kristen Protestan hanya Alkitab saja tanpa embel2 lainnya.

Yudaisme.....hanya Kitab Taurat dan Kitab Para Nabi serta MENOLAK Kitab PB (Injil dan Surat para Rasul)

3. Tentang Keselamatan :
Katholik : mengimani Maha Karya Penebusan Allah hanya sayangnya masih tercemar dengan "Ajaran manusia yg dihafalkan" seperti Api Penyucian, Air Suci, Mengaku Dosa masih pakai perantara manusia yaitu Pastor , TIDAK LANGSUNG ke Perantara yg esa yaitu Kristus.....padahal Tirai Bait Allah sudah terbelah dua dari atas kebawah sehingga tak ada lagi yg membatasi manusia masuk ke Ruang Maha Suci (Hadirat Allah) saat beribadah.

Protestan : mengimani Maha Karya Penebusan Allah ....ITU SAJA sudah cukup dan sempurna gak perlu lagi "yg lain2 buatan ajaran manusia" untuk DISELAMATKAN !

Yudaisme :  Masih men cari2 Keselamatan sambil me rengek2 di Tembok Ratapan , lalu anggut2 kepala kek orang Tripping terus "ngirim surat ke Sorga" yg diseipkan di celah2 retakan Tembok Ratapan........

GIMANA, ada lagi yg mau diketahui, Bro ?
June 16, 2012, 04:55:40 PM
Reply #2
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 61
  • Gender: Male
  • I Love The Way You Make Me
  • Denominasi: Kharismatik
Membantu saja melengkapi (menegaskan) jawaban saudara Liliput :

1. Tentang KRISTUS

Yahudi : belum percaya adanya mesias yang sudah datang di dunia, mereka masih menanti-nantikan mesias, dan mereka tidak percaya bahwa YESUS adalah mesias itu sendiri.

Kristen & Katholik : percaya bahwa YESUS adalah mesias yang berarti mesias telah datang ke dunia ini.

2. Tentang Kitab Suci

Yahudi : Perjanjian Lama dalam Alkitab tanpa 10 Kitab Deuterokanonika. Penamaan saja yang berbeda dibanding umat Kristen. Nama-nama kitab dalam Agama Yahudi adalah Torah atau Taurat (Pentateuch); Nevi’im (Kitab Para Nabi); dan Ketubim (Kitab-kitab Tulisan).

Kristen : Alkitab yang terdiri Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Katholik : Kitab Suci yang meliputi Perjanjian Lama + Perjanjian Baru + Deuterokanonika. Deuterokanonika merupakan kitab Apokrif (tersembunyi. Sebagian umat Kristen tidak mengakui kitab ini masuk dalam Alkitab karena tidak ditemukan naskah asli kitab yang berbahasa Ibrani. Bahasa yang digunakan dalam kitab-kitab Deuterokanonika hanyalah terjemahannya dalam bahasa Yunani. Karena itu sebagian umat Kristen tidak mengakui kitab yang tidak ditemukan sumber aslinya (bahasa Ibrani.)

3. Tentang Keselamatan

Yahudi : Masih menunggu kedatangan Mesias. Tangisan di tembok ratapan hanyalah bagian dari tradisi Yahudi.
(Namun bila kita mendalami Mat 23:39 dapat ditafsirkan bila bangsa Yahudi bertobat dan mendengar tentang YESUS, maka itulah saatnya kedatangan Tuhan untuk kali yang kedua)

Kristen : Keselamatan hanya berasal dari Allah saja melalui penebusan putra-Nya yang tunggal Tuhan kita YESUS KRISTUS.

Katholik : Keselamatan hanya berasal dari Allah saja melalui penebusan putra-Nya yang tunggal Tuhan kita YESUS KRISTUS. namun ada beberapa dogma tambahan dalam Agama Katholik yang tidak disetujui oleh umat Kristen yang memyebabkan perpecahan pada abad XVI; seperti Dogma Penjualan Surat Penebusan Dosa (namun Dogma ini sudah dihapuskan dari Gereja Katholik.

Ajaran-ajaran Katholik yang mengalami tentangan dalam umat Kristen beberapa diantaranya :
1. Api Penyucian karena tidak ada ayat alkitab yang menyebutkannya.
2. Doa bagi orang mati karena kembali tidak ada ayat yang menyebutkannya.
3. Doa melalui perantaraan orang kudus termasuk Bunda Maria karena selain tidak alkitabiah juga mengapa kita tidak langsung berdoa kepada Allah Bapa, Tuhan Yesus Kristus melalui perantaraan Allah ROH KUDUS.

Semoga hal ini dapat menjadi tambahan pengertian bagi kita semua.

Tuhan Memberkati.
« Last Edit: June 16, 2012, 05:02:09 PM by Ancien »
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku  bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."
June 21, 2012, 03:03:46 PM
Reply #3
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 4
  • Gender: Male
  • Jesus is my savior in my Live
  • Denominasi: protestan
Ancien @:_ beenr banget tuh..
dulu saya juga heran knpa dalam bible khatolik ada 10 ayat tambahan ?
padahal di dalam FA jelas di tulis Amsal 30:5-6:
5. ”Segala Firman Allah itu amat suci adanya, maka ialah laksana perisai bagi segala orang yang berpaut kepadanya”.
6. “Janganlah apalah engkau menambahi FirmanNya dengan barang sesuatu, supaya jangan dihukumkannya engkau dan didapatinya akan dikau seorang pembohong”.

Wahyu 22:18-19  :
18. ”Maka aku menyatakan kepada tiap-tiap orang yang mendengar perkataan Nubuat didalam kitab ini, bahwa jikalau sesorang menambah apa-apa kepada perkataan itu, niscaya Allah akan menambah kepadanya berbagai-bagai bala yang tersurat dalam kitab ini”.
19. “Dan jikalau barang seorang mengurangkan perkataan didalam kitab Nubuat ini, niscaya Allah akan menghilangkan bahagiannya daripada pohon hayat dan daripada negeri yang dudus, yaitu yang tersurat didalam kitab ini”.
GBU
http://i179.photobucket.com/albums/w313/avebri/kisss.gif
Hakim-hakim 10:13 " Tetapi kamu telah meniggalkan Aku dan beribadah kepada allah lain; sebab itu Aku tidak akan menyelamatkan kamu lagi"
June 28, 2012, 04:57:21 PM
Reply #4
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 56
  • Gender: Male
  • Sleeping Giant has awaken
    • Knowing and Loving the Church
  • Denominasi: Catholic is not a denomination
Saya ingin menanggapi apa yang ditulis oleh liliput124, Ancien dan anto11 tentang Deuterokanonika dalam Gereja Katolik, Tradisi Suci, Dogma dan Ajaran Gereja Katolik, Api Penyucian, mendoakan orang mati, doa dengan perantaraan orang kudus dan penjualan surat penebusan dosa.

DEUTEROKANONIKA
Deuterokanonika dalam Gereja Katolik sudah ada sejak jemaat awal. Baru sekitar 1500 tahun kemudian, Martin Luther memisahkan ketujuh kitab ini dari kanon Perjanjian Lama. Kitab-kitab ini digabungkan dengan kitab-kitab lain yang umum disebut sebagai kitab Apokrif/ “Apocrypha” oleh Gereja Protestan.

Kalau kita mengetahui sejarah kanonisasi Kitab Suci, kita akan mengetahui bahwa Kitab PL yang dipakai Protestan saat ini ialah kitab PL yang dikanon oleh para rabi Yahudi yang ironisnya, masih menolak Kristus sampai sekarang.

Begini sejarahnya:

Kanon Perjanjian Lama (PL)

Kanon Perjanjian Lama gereja Protestan diambil berdasarkan kanon kaum Yahudi yang berbahasa Ibrani di Palestina. Sedangkan kanon Perjanjian Lama Gereja Katolik berdasarkan atas kanon kaum Yahudi yang berbahasa Yunani (Alexandria) di seluruh Mediterania, termasuk di Palestina. Alexandria adalah kota di Mesir yang mempunyai perpustakaan terbesar pada jaman itu, di bawah kepemimpinan Raja Ptolemy II Philadelphus (285-246 BC). Maka keseluruhan Kitab Suci Ibrani diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani oleh 70 atau 72 orang ahli kitab Yahudi. Terjemahan ini selesai pada tahun 250-125 BC, dan dari sanalah kita mengenal kata “Septuagint” yaitu kata Latin dari 70 (LXX), sesuai dengan jumlah para penerjemah itu.

Pada jaman Yesus hidup, bahasa Ibrani adalah bahasa yang mati/tidak digunakan. Orang-orang Yahudi di Palestina pada saat itu umumnya bicara dengan bahasa Aramaic. Sedangkan pada waktu itu, bahasa Yunani merupakan bahasa yang umum dipergunakan di seluruh dunia Mediteranian. Maka tak mengherankan bahwa Alkitab yang dipergunakan oleh Yesus adalah terjemahan Septuagint/Yunani, dan terjemahan Septuagint ini pula yang dipergunakan oleh para penulis kitab Perjanjian Baru.

Pengarang Protestan yang bernama Gleason Archer dan G.C. Chirichigno membuat daftar yang menyatakan bahwa Perjanjian Baru mengutip Septuagint sebanyak 340 kali, dan hanya mengutip kanon Ibrani sebanyak 33 kali. Dengan demikian, kita ketahui bahwa dalam Perjanjian Baru, terjemahan Septuagint dikutip sebanyak lebih dari 90%. Jangan lupa, seluruh kitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani.
Temukan jawaban Gereja Katolik untuk pertanyan-pertanyaan yang menantang seputar Iman Katolik: Catholics Come Home, Knowing and Loving the Catholic Church, YeSaYa
June 28, 2012, 04:57:50 PM
Reply #5
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 56
  • Gender: Male
  • Sleeping Giant has awaken
    • Knowing and Loving the Church
  • Denominasi: Catholic is not a denomination
DEUTEROKANONIKA
Mengapa PL menurut Septuagint berisi 46 kitab sedangkan kanon Ibrani 39 kitab

Kanon Ibrani ditetapkan oleh para rabi Yahudi di Javneh/Jamnia, Palestina, pada sekitar tahun 100, yang kemungkinan disebabkan oleh reaksi mereka terhadap Gereja yang menggunakan kanon Yunani (Alexandria). Alasan mereka tidak memasukkan seluruh kitab ini ke dalam kanon mereka adalah karena mereka tidak dapat menemukan ke-7 kitab Deuterokanonika tersebut dalam versi Ibrani.

Namun Gereja Katolik tidak mengakui keputusan para rabi Yahudi tersebut. Jangan kita lupa, bahwa mereka (para rabi Yahudi) tidak pernah menerima Kristus, ajaran Kristiani maupun Perjanjian Baru yang sudah ada sebelum kanon Ibrani ditetapkan. Bagaimana kita dapat mempercayai keputusan para rabi Yahudi untuk menentukan kanon Kitab Suci? Atau mengakui bahwa mereka dipimpin oleh ROH KUDUS, padahal mereka malah telah menolak Kristus?

Memang harus diakui bahwa karena wahyu ilahi diberikan pertama-tama melalui bangsa Yahudi, maka tak mengherankan jika Alkitab kita mengandung kitab-kitab suci yang diakui juga oleh kaum agama Yahudi. Menurut The Pontifical Biblical Commision, on The Jewish People and Their Sacred Scriptures in the Christian Bible, (I, E, 3.Formation of the Christian Canon), disebutkan:

“Di Gereja- gereja Timur pada jaman Origen (185-253) ada usaha untuk menyesuaikan dengan kanon Ibrani…. [Namun] usaha untuk menyesuaikan teks Ibrani dalam kanon Ibrani tidak menghalangi para pengarang Kristen di gereja-gereja Timur untuk menggunakan kitab-kitab yang tidak termasuk dalam kanon Ibrani, atau yang mengikuti teks Septuagint. Maka pendapat bahwa – kanon Ibrani yang seharusnya dipilih oleh umat Kristiani- tidak dipilih oleh gereja-gereja Timur, atau setidak-tidaknya tidak ada kesan yang mendukung ke arah itu. Di gereja-gereja Barat, penggunaan Septuagint adalah umum dan dipertahankan oleh St. Agustinus (354-430). Ia melandaskan pandangannya pada praktek yang telah berlangsung lama dalam Gereja.”

Maka berdasarkan penggunaan kitab-kitab yang telah lama berakar di Gereja, Gereja Katolik menetapkan kanon Kitab Suci pada Konsili di Hippo 393 dan Carthage 397, yaitu 46 kitab dari kanon Yunani (Septuagint) sebagai kanon Perjanjian Lama/PL dan 27 kitab Perjanjian Baru/ PB termasuk di sini adalah ketujuh kitab di PL yang disebut sebagai Deuterokanonika. Para Bapa Gereja, baik sejak jaman Kristen abad pertama, Polycarpus, Irenaeus, Clement dan Cyprian mengutip kitab-kitab Deuterokononika tersebut dalam pengajaran mereka, sebab mereka menganggap kitab-kitab tersebut diilhami oleh ROH KUDUS, sama dengan kitab-kitab PL lainnya.

Sejak saat diresmikannya kanon Kitab Suci pada abad ke-4, Septuagint ini diterima oleh umat Kristiani, kecuali oleh mereka yang kemudian menolaknya pada sekitar tahun 1529 bersamaan dengan pemisahan diri mereka dari kesatuan dengan Gereja Katolik. Jadi tidak benar bahwa Kitab Deuterokanonika baru ditambahkan pada tahun 1546 pada Konsili Trente; ini adalah mitos yang sangat keliru!
Temukan jawaban Gereja Katolik untuk pertanyan-pertanyaan yang menantang seputar Iman Katolik: Catholics Come Home, Knowing and Loving the Catholic Church, YeSaYa
June 28, 2012, 04:58:15 PM
Reply #6
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 56
  • Gender: Male
  • Sleeping Giant has awaken
    • Knowing and Loving the Church
  • Denominasi: Catholic is not a denomination
DEUTEROKANONIKA
PL menurut Martin Luther dan gereja Protestan

Dengan berpegang pada kanon Ibrani berdasarkan Konsili Jamnia dan pendapat St. Jerome, gereja Protestan menganggap ke-39 kitab sebagai kanon Perjanjian Lama. Namun demikian sebenarnya alasan ini tidak cukup kuat, karena walaupun St. Jerome pernah menyatakan pendapatnya yang menolak status kanonik kitab Yudit, Tobit, Makabe, Sirakh dan Kebijaksanaan, ia pada akhirnya dengan rendah hati tunduk pada keputusan Gereja, dengan memasukkan kitab-kitab tersebut ke dalam terjemahan Kitab Suci berbahasa Latin, “the Vulgate”. Juga penelitian terakhir dari the Dead Sea Scroll di Qumran menunjukkan ditemukannya copy naskah berbahasa Ibrani dari beberapa kitab yang dipermasalahkan (yang tidak termasuk kanon Ibrani). Selanjutnya, penemuan naskah Ibrani pada sebagian besar kitab Sirakh/ Ecclesiaticus di Mesir memperkuat anggapan para ahli kitab suci bahwa kitab Sirakh tersebut diterjemahkan ke bahasa Yunani dari bahasa Ibrani.

Bukti-bukti ini sesungguhnya memperkuat bahwa Septuagint adalah terjemahan awal yang lengkap dan otentik, hanya saja dengan berselangnya waktu, naskah Ibrani dari beberapa kitab ini tidak dapat ditemukan seluruhnya. Jika suatu saat nanti ditemukan semua naskah Ibraninya, barangkali semua menjadi lebih jelas. Namun dengan ditemukannya sebagian saja dari naskah Ibrani kitab tersebut, itu sudah menunjukkan bahwa alasan mencoret keberadaan kitab Deuterokanonika dari kanon hanya karena tidak dapat ditemukan naskah Ibrani-nya, sesungguhnya bukan merupakan alasan yang kuat. Sebab, jika suatu saat dapat ditemukan semua naskah Ibrani-nya, bagaimana mempertanggungjawabkan pendapat ini?

Juga perlu direnungkan, mengapa gereja Protestan mengambil dasar konsili Jamnia sebagai dasar penentuan kanon PL, sebab konsili itu tidak umum diketahui oleh kaum Yahudi dan hasil konsili tersebut tidak diterima oleh segenap kaum Yahudi. Kaum Saduki dan Samaria tidak menerimanya, bahkan kaum Yahudi di Ethiophia sampai sekarang mempunyai kitab PL yang sama dengan yang kanon PL Gereja Katolik.

Sekarang mari kita melihat fakta sejarah. Walaupun Luther mempertanyakan penetapan 46 kitab dalam kanon PL, namun ia sendiri tetap menyertakan Kitab Deuterokanonika tersebut dalam terjemahan Alkitab pertamanya dalam bahasa Jerman pada tahun 1530. Kitab Deuterokanonika juga ditemukan dalam edisi pertama King James Version pada tahun 1611, dan pada saat pertama Alkitab dicetak. Maka kitab Deuterokanonika memang sudah termasuk dalam semua Alkitab (setidak-tidaknya sebagai appendix dalam Alkitab Protestan) sampai pada tahun 1825, yaitu saat Komite Edinburgh dari the British Foreign Bible Society ‘memotongnya’. Maka terlihat bahwa bukan Gereja Katolik yang menambahkan Kitab Deuterokanonika, melainkan gereja Protestan yang menguranginya dari keseluruhan Kitab Suci.

Perlu juga diketahui bahwa Luther mempertanyakan keaslian kitab 2 Makabe, dari segi historis dan karena di kitab tersebut juga berisi dasar doktrin Api Penyucian, yang bertentangan dengan prinsip-nya “Salvation by faith alone”. Pandangan inilah yang sering dianggap sebagai alasan mengapa Luther memisahkan kitab Deuterokanonika sebagai “Apokrif ‘Apocrypha’, yaitu kitab-kitab yang tidak dianggap sama seperti Kitab Suci lainnya namun sebagai kitab yang berguna dan baik untuk dibaca.” Sayangnya, setelah jaman Reformasi, arti ‘apocrypha’ –yang terjemahan bebasnya adalah ‘tersebunyi’ ini memperoleh konotasi negatif, sehingga diartikan sebagai ‘salah/ sesat’.
Temukan jawaban Gereja Katolik untuk pertanyan-pertanyaan yang menantang seputar Iman Katolik: Catholics Come Home, Knowing and Loving the Catholic Church, YeSaYa
June 28, 2012, 04:58:37 PM
Reply #7
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 56
  • Gender: Male
  • Sleeping Giant has awaken
    • Knowing and Loving the Church
  • Denominasi: Catholic is not a denomination
DEUTEROKANONIKA
Kanon PL mana yang kita pilih?

Jika kita memilih untuk berpegang pada Kitab Suci yang mengandung ketujuh kitab tersebut, artinya, kita mengikuti tradisi para rasul, para penulis kitab Perjanjian Baru dan para jemaat awal. Namun jika kita berpegang pada Kitab Suci yang tidak mencantumkan ketujuh kitab itu, artinya kita mengikuti tradisi para rabi Yahudi non-Kristen yang kemudian diikuti oleh gereja Protestan.


Kanon Perjanjian Baru (PB)

Mengenai hal kanon PB, baik Gereja Katolik maupun Protestan setuju, bahwa terdapat 27 kitab di dalam kitab Perjanjian Baru. Kitab pertama PB dituliskan sekitar tahun 50, yaitu Injil Matius dan Surat Rasul Paulus yang pertama kepada jemaat di Tesalonika (1 Tesalonika), dan yang terakhir, Wahyu, pada tahun 90-100.

Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana sampai diperoleh Kitab Perjanjian Baru tersebut, jika pada waktu yang sama dituliskan kitab-kitab lain, yang mengundang perbedaan pendapat dalam kelompok jemaat mengenai hal ke-otentikan kitab sebagai yang diilhami ROH KUDUS. Misalnya ada yang berpendapat bahwa kitab Ibrani, Yudas, Wahyu dan 2 Petrus itu tidak diilhami ROH KUDUS, sedangkan sebaliknya ada yang berpendapat bahwa kitab Hermas, Injil Petrus dan Thomas, surat Barnabas dan Klemens adalah tulisan yang diilhami ROH KUDUS. Gereja memahami situasi ‘kebingungan’ ini maka pada akhir abad ke- 4 dimulailah suatu konsili dan dekrit yang memutuskan Kanon seluruh Kitab Suci, sebagai berikut:

  • Tahun 382, Paus Damasus I, didorong oleh Konsili Roma, menulis dekrit yang menentukan ke 73 kitab, PL dan PB.
  • Tahun 393, Konsili Hippo di Afrika Utara menyetujui adanya ke-73 kitab tersebut dalam kanon Kitab Suci, PL dan PB.
  • Tahun 397, Konsili Carthage/ Carthago, Afrika Utara, kembali menyetujui kanon PL dan PB tersebut. Banyak gereja Protestan yang menganggap konsili ini sebagai yang menentukan secara otoritatif kanon Perjanjian Baru.
  • Tahun 405, Paus St. Innocentius I (401-417) menulis surat kepada Uskup Exsuperius dari Toulouse, menetapkan ke 73 kitab seperti yang disetujui oleh Konsili Hippo dan Carthage.
  • Tahun 419, Konsili ekumenikal di Florence secara resmi mendefinisikan daftar ke-73 kitab yang sama tersebut dalam kanon Kitab Suci.
  • Tahun 1546, Konsili ekumenikal di Trente meneguhkan lagi kanon Kitab Suci yang terdiri dari ke-73 kitab tersebut.
  • Tahun 1869, Konsili ekumenikal Vatikan I kembali meneguhkan daftar kitab yang disebutkan dalam Konsili Trente.

Maka kita ketahui dalam waktu 40 tahun dari tahun 382 sampai 419 diadakan beberapa konsili dan keputusan Bapa Paus tentang Kanon Kitab Suci sampai akhirnya ke-73 kitab tersebut diterima secara umum oleh Gereja pada sekitar tahun 450.
Temukan jawaban Gereja Katolik untuk pertanyan-pertanyaan yang menantang seputar Iman Katolik: Catholics Come Home, Knowing and Loving the Catholic Church, YeSaYa
June 28, 2012, 04:58:57 PM
Reply #8
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 56
  • Gender: Male
  • Sleeping Giant has awaken
    • Knowing and Loving the Church
  • Denominasi: Catholic is not a denomination
DEUTEROKANONIKA
Dari uraian di atas, kita mengetahui bahwa Kitab Suci berkaitan erat dengan Gereja Katolik. Kitab Perjanjian Lama ditetapkan berdasarkan terjemahan yang diakui oleh Gereja Katolik. Kitab Perjanjian Baru ditulis, diperbanyak, dikumpulkan dan dilestarikan oleh Gereja Katolik. Dari kanon yang ditetapkan oleh Gereja Katolik inilah semua gereja yang lain memperoleh Kitab Suci.

Namun bukan berarti bahwa otoritas Gereja Katolik-lah yang menciptakan Kitab Suci, sebab Roh Kuduslah yang memberi inspirasi kepada para penulis Kitab Suci. Yang benar adalah, Gereja Katolik diberi kuasa ilahi oleh Yesus Kristus sendiri untuk secara resmi meneguhkan dan menentukan secara dogmatis daftar kitab-kitab tertentu sebagai kitab yang diinspirasikan oleh ROH KUDUS.

Penentuan ini tidak mungkin salah, sebab Gereja dipimpin oleh ROH KUDUS yang tidak mungkin salah. Mari kita tunjukkan ketaatan iman kita kepada Kristus dengan mempercayai ketentuan yang ditetapkan oleh Gereja yang didirikan-Nya. Dan akhirnya, mari bersama-sama kita belajar lebih tekun membaca dan merenungkan Kitab Suci, yang sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Gereja Katolik.

sumber: http://katolisitas.org/737/perkenalan-dengan-kitab-suci-bagian-ke-2#kanon-kitab-suci-menurut-gereja-katolik

Anda dapat mengetahui lebih jauh mengenai Deuterokanonika di link berikut ini:
http://katolisitas.org/8550/menjawab-keberatan-tentang-septuaginta-dan-deuterokanonika
http://katolisitas.org/1873/apakah-deuterokanonika-tidak-termasuk-dalam-alkitab
http://katolisitas.org/3173/tentang-kitab-kitab-deuterokanonika
http://katolisitas.org/2018/deuterokanonika-kitab-kanonik-dan-terjemahan-alkitab
http://katolisitas.org/3542/apakah-sola-scriptura-kitab-suci-saja-cukup
Temukan jawaban Gereja Katolik untuk pertanyan-pertanyaan yang menantang seputar Iman Katolik: Catholics Come Home, Knowing and Loving the Catholic Church, YeSaYa
June 28, 2012, 04:59:19 PM
Reply #9
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 56
  • Gender: Male
  • Sleeping Giant has awaken
    • Knowing and Loving the Church
  • Denominasi: Catholic is not a denomination
TRADISI SUCI
Sdr liliput124 menyebutkan bahwa Tradisi dalam Gereja Katolik adalah ajaran manusia yang dihafalkan. Perlu diketahui, ada dua macam tradisi dalam Gereja Katolik. Yang pertama adalah Tradisi Suci dan yang kedua adalah tradisi (biasa).

Apa itu Tradisi Suci?
Tradisi Gereja atau Tradisi Suci yang diajarkan oleh Gereja Katolik adalah Tradisi Apostolik, yaitu Tradisi yang diperoleh dari para rasul, yang diperintahkan oleh Kristus untuk mewartakan semua perintah-Nya (lih. Mat 28:19-20). Para rasul mewartakan Injil dengan dua cara, yaitu secara lisan dan tertulis, dan yang lisan ini disebut Tradisi Suci.

Maka contoh Tradisi Suci adalah:
1) Doktrin- doktrin yang diajarkan Gereja Katolik melalui Konsili- konsili;
2) Doktrin/ ajaran yang diajarkan oleh Bapa Paus, selaku penerus Rasul Petrus, dan yang juga diajarkan oleh para uskup dalam kesatuan dengan Bapa Paus;
3) Tulisan pengajaran dari para Bapa Gereja dan para orang kudus (Santo/ Santa) yang sesuai dengan pengajaran Magisterium;
4) Katekismus Gereja Katolik;
5) Liturgi dan sakramen-sakramen.

Harus diingat juga bahwa doktrin, pengajaran, dogma dan liturgi yang dianggap suci di sini tidak berhenti hanya pada Paus atau imam-imamnya, namun bersumber/berasal pada/dari Kristus sendiri. Lalu juga yang namanya dogma tidak pernah dihapus karena tidak dapat salah. Yang disebutkan oleh sdr Ancien bahwa Penjualan Surat Penebusan Dosa itu adalah dogma, tidak tepat. Kesalahpahaman mengenai "Penjualan Surat Penebusan Dosa" yang terjadi di abad pertengahan, sudah saya buatkan thread tersendiri di: http://forumkristen.com/index.php?topic=43996.0

Sedangkan tradisi (biasa) yang tidak mutlak harus ada dalam Gereja Katolik antara lain penggunaan daun palma pada Minggu Palma (daun palmanya bisa tidak sama jenisnya di satu tempat dengan yang lain), doa rosario dengan tambahan permenungan peristiwa- peristiwa Terang, pemasangan goa Natal dan pohon Natal pada masa Natal, dst.

Jadi, Tradisi Suci yang ada dalam Gereja Katolik bukanlah ajaran manusia. Meskipun ada juga tradisi biasa yang timbul karena buah pemikiran manusia, tradisi-tradisi biasa ini bukan Tradisi Suci dan tidak mutlak/tidak harus diikuti oleh seluruh anggota Gereja Katolik dan tidak membuat manusia diselamatkan karenanya.

sumber: http://katolisitas.org/7712/tradisi-suci

Kenyataan lebih lanjut mengenai Tradisi Suci dapat dibaca di sini:
http://katolisitas.org/1867/alkitab-tradisi-suci-magisterium-penafsiran
http://katolisitas.org/8374/apakah-kitab-suci-dan-tradisi-suci-menentang-keutamaan-petrus

Lalu apabila Anda masih memandang api penyucian, air suci dan pengakuan dosa hanya ajaran manusia belaka, silahkan membaca artikel ini:
http://katolisitas.org/624/bersyukurlah-ada-api-penyucian
http://katolisitas.org/5338/tentang-obelisk-dan-air-suci
http://katolisitas.org/222/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2
Temukan jawaban Gereja Katolik untuk pertanyan-pertanyaan yang menantang seputar Iman Katolik: Catholics Come Home, Knowing and Loving the Catholic Church, YeSaYa
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)