Author Topic: Pengajar Sesat  (Read 15946 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 21, 2016, 08:48:17 PM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Bwahhaahhaahhaa... Masih ada Luk 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya di Alkitab yang @Krispus gunakan? Jangan-jangan, sudah @Krispus hapus?

Ini kusalinkan 1 Kor 4:6 dari http://www.jesoes.com/index.php?hal=lihatPasal&injil=46&pasal=4#1 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain. Apa yang ingin @Krispus sampaikan dengan ayat tersebut?

Yang kutangkap, justru @Krispuslah orang yang menyombongkan diri dengan berpandangan bahwa @Krispus lebih kenal akan Allah daripada orang lain, @Krispus lebih mengerti akan Alkitab daripada orang lain. Coba periksa pemahamanmu, @Krispus. :D

Salam olahraga.


Silahkan simak penjelasan diatas. Saya copas disini...

Ayat ayat yang tertulis diatas adalah surat surat Paulus. Tetapi Yesus Kristus mengatakan
Matius 5
17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

18. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

19. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

cut...



Demikian juga saat kita heboh kerena hidup dalam Perjanjian Baru, lupa bahwa Allah berjanji tentang Perjanjian Baru lewat nabi-Nya sebagai berikut:

Yeremia 31
31  Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah Firman Tuhan, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,
32  bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah Firman Tuhan.
33  Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah Firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Nubuat Yeremia jelas menyebutkan bahwa Taurat bukan ditiadakan, tetapi disempurnakan di dalam Kristus. Dimana jika anda membaca Matius 5 maka anda akan tahu bahwa berzinah itu dalam hukum Taurat bukan soal hubungan persetubuh, tetapi sampai dalam hati dan pikiran. Membayangkan saja sudah dianggap bersalah. Tetapi 613 mitzvot sudah tidak berlaku lagi secara jasmani, tetapi timbul perintah baru yang bersifat rohani. Sehingga perintah Taurat itu bukan datang dari luar diri kita lagi tetapi dari dalam diri kita sendiri oleh ROH KUDUS.

Yesus menyatakan "jangan kamu menyangka" karena memang banyak orang menyangka Yesus datang menghapus dan membuat tidak berlaku lagi teks-teks Perjanjian Lama. Padahal tidak... Paulus menjelaskan jelas dalam 2 Korintus 3:14, "Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya." Hukum Taurat dan kitab para nabi bukan tidak lagi dipakai, sebab gereja tetap memakainya karena itu adalah hukum Allah, memuat rahasia Kerajaan Allah yang tersembunyi yang hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkan semuanya. Jika kita membaca tulisan para rasul, tidak sedikit mereka menyebutkan ayat-ayat dalam Perjanjian Lama maupun ketetapan yang ada di dalamnya sebagai dasar mereka mengajar jemaat Allah. Jika semua itu tidak berlaku lagi, maka jelas mereka akan mengabaikannya dan mulai bicara tentang hukum penggantinya.

besambung dibawahnya....
« Last Edit: July 21, 2016, 08:52:07 PM by Krispus »
July 21, 2016, 08:48:33 PM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Hukum Kasih Karunia adalah penyingkapan dari Hukum Taurat. Singkat saya jelaskan,

Matius 22
37  Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
39  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
40  Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Kasih adalah dasar dari seluruh hukum Taurat. Kasih tidak disingkapkan pada jaman Perjanjian Lama, sebab mereka menerima perintah "taatilah" (Rom 10:5), sedangkan dalam jaman Perjanjian Baru dari hukum yang sama kita menerima perintah "kasihilah". Yohanes 13:34  berkata, "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi." Hukumnya tetap tetapi perintah-Nya berbeda.

Taatilah adalah perintah dari luar diri kita, sedangkan kasih adalah dorongan dari dalam diri kita.  Keduanya mengarah kepada hal yang sama, yaitu melakukan kehendak Allah, bukan melakukan kehendak kita sendiri ( Yoh 14:23, Matius 7:21).

Disinilah kasih karunia itu. Kasih karunia itu bukan system dimana jika kita percaya lalu menerima kasih karunia Allah. Tidak! (silahkan jika ada yang terterik berdiskusi tentang hal ini). Kasih karunia itu adalah pemberian Allah, yang didasari atas kehendak Allah murni.

Roma 9
14  Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!
15  Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."
16  Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

Karena itu Yesus katakan dalam Yohanes 6:44, "Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman." Seorang diselamatkan atau tidak itu tergantung Bapa yang melihat hati manusia. Yohanes 2:23-25, menuliskan tentang orang-orang yang percaya kepada Yesus, namun Yesus tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka. Juga dalam Matius 7:21-23 dan Lukas 13:25-28, menggambarkan orang yg merasa dirinya selamat ternyata ia tidak dikenal oleh Allah. Saya katakan pada akhir jaman akan banyak orang Kristen yang terkejut saat namanya tidak tertulis dalam Kerajaan Sorga.

Matius 22:14, "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Banyak orang dipanggil untuk diselamatkan, tetapi tidak semuanya merespon yang benar. Matius 22:12-13 menuliskan orang yang tidak layak telah diundang datang pesta namun tidak mengenakan pakaian pesta.

12  Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
13  Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

Pakaian adalah gambaran perbuatan manusia, pakaian pesta adalah perbuatan yang memuliakan Allah, bukan sebaliknya berbuat apa yang Allah tidak perkenan demi pernyataan sepenggal "hukum Taurat sudah tidak berlaku lagi" tanpa paham apa maksud pemahaman ayat tersebut.

Demikian seorang dipilih-Nya atau tidak, walau sepenuhnya kehendak Allah, tetapi kita orang kudus mengenal-Nya. Ia bukan Allah yang suka-suka seperti Mad King, tetapi Allah yang kita kenal, Allah yang menyatakan diri-Nya sebagai Bapa bagi kita. Sehingga jelas bagaimana kita dipilih-Nya yaitu jika kita hidup sesuai dengan kehendak-Nya, hidup sesuai dengan hukum-hukum Allah (bukan tentang perbuatan tetapi tentang hati). Seperti seorang anak bagaimana, seorang anak itu dapat tetap disayang oleh ayahnya, jika ia melakukan apa yang diajarkan oleh ayahnya dan meneladani hidup ayahnya. Yesus menjelakan dalam Yohanes 15:9-10, "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya." Tinggal di dalam kasih-Nya adalah tinggal dalam Firman-Nya.

Demikian maka jelas bahwa hukum Taurat dan kitab para nabi bukan ditiadakan, sebab itu adalah hukum Allah yang kekal. Tetapi disempurnakan di dalam Kristus, digenapi di dalam Kristus, menjadi hukum Allah yang lahir dari Roh Allah yang mendorong kita untuk tidak melakukan yang membuat sedih hati Bapa dan melakukan apa yang membuat Bapa bersuka. Seperti Kristus yang telah memberi teladan bagi kita, demikian sekarang kita hidup dalam hukum kasih karunia, dimana segala hukuman dalam Taurat telah ditanggung oleh Kristus (hanya mereka yang dipilih Allah Bapa saja) dan kita hidup dalam dimensi baru, dimana kasih adalah penggeraknya. Sehingga bahasa kita bukan taatilah tetapi kasihilah.
« Last Edit: July 21, 2016, 09:02:09 PM by Krispus »
July 22, 2016, 10:12:45 AM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
Silahkan simak penjelasan diatas. Saya copas disini...
Kuartikan bahwa hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai zaman Yohanes berdasarkan Luk 16:16. Lalu, @Krispus menanggapinya dengan memberitahukan 1 Kor 4:6, yang setelah kubaca, menurut penangkapanku berisikan pesan Paulus agar tidak ada jemaat yang melampaui ada yang tertulis.
Tidak nyambung.
Idealnya, menurut pendapatku, jika @Krispus tidak setuju dengan pengertian bahwa berdasar Luk 16:16 diartikan keberlakuan hukum Taurat dan kitab para nabi sampai zaman Yohanes, @Krispus mengemukakan pendapatmu mengartikan ayat tersebut, bukan memperlebar masalah dengan menuding seolah orang lain sombong dan tidak mengerti Kitab Suci.

Selanjutnya, @Krispus seolah sependapat dengan @jopfish, yang membandingkan Luk 16:16 dengan Mat 5:17-19. Kucermati, Luk 16:16 itu senada atau saling melengkapi dengan Mat 5:17-19, di mana dikatakan bahwa hukum Taurat dan kitab para nabi sudah digenapi oleh Yesus Kristus. Hukum Taurat dan kitab para nabi tidak dihapus. Tetap ada, namun tidak berlaku lagi karena sudah digenapi.
Nah, kalo @Krispus mengartikan berbeda dari itu, kemukakan saja pengertianmu, untuk menjadi pengetahuan bersama.

Demikian juga saat kita heboh kerena hidup dalam Perjanjian Baru, lupa bahwa Allah berjanji tentang Perjanjian Baru lewat nabi-Nya sebagai berikut:
Yeremia 31
31  Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah Firman Tuhan, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,
32  bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah Firman Tuhan.
33  Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah Firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Nubuat Yeremia jelas menyebutkan bahwa Taurat bukan ditiadakan, tetapi disempurnakan di dalam Kristus. Dimana jika anda membaca Matius 5 maka anda akan tahu bahwa berzinah itu dalam hukum Taurat bukan soal hubungan persetubuh, tetapi sampai dalam hati dan pikiran. Membayangkan saja sudah dianggap bersalah. Tetapi 613 mitzvot sudah tidak berlaku lagi secara jasmani, tetapi timbul perintah baru yang bersifat rohani. Sehingga perintah Taurat itu bukan datang dari luar diri kita lagi tetapi dari dalam diri kita sendiri oleh ROH KUDUS.

Yesus menyatakan "jangan kamu menyangka" karena memang banyak orang menyangka Yesus datang menghapus dan membuat tidak berlaku lagi teks-teks Perjanjian Lama. Padahal tidak... Paulus menjelaskan jelas dalam 2 Korintus 3:14, "Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya." Hukum Taurat dan kitab para nabi bukan tidak lagi dipakai, sebab gereja tetap memakainya karena itu adalah hukum Allah, memuat rahasia Kerajaan Allah yang tersembunyi yang hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkan semuanya. Jika kita membaca tulisan para rasul, tidak sedikit mereka menyebutkan ayat-ayat dalam Perjanjian Lama maupun ketetapan yang ada di dalamnya sebagai dasar mereka mengajar jemaat Allah. Jika semua itu tidak berlaku lagi, maka jelas mereka akan mengabaikannya dan mulai bicara tentang hukum penggantinya.
Panjang kali lebar kali tinggi penjelasanmu @Krispus. Intinya, @Krispus hendak mengatakan bahwa Tuhan menaruh Taurat-Nya (sekali lagi, Taurat-Nya) bukan Taurat Musa dalam batin manusia, bukan?

Tidak ada orang Kristen yang menyangkal itu. Luk 16:16 berbicara mengenai Taurat Musa dan kitab para nabi, bukan Taurat-Nya (Taurat Tuhan). Yeremia (satu dari kitab para nabi) yang @Krispus kutip itu berbicara mengenai Taurat Tuhan, bukan Taurat Musa yang sudah digenapi oleh Yesus Kristus itu. Taurat Tuhan menyempurnakan Taurat Musa.

Salam olahraga.
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
July 22, 2016, 11:38:43 AM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
Hukum Kasih Karunia adalah penyingkapan dari Hukum Taurat. Singkat saya jelaskan,
...
Kasih adalah dasar dari seluruh hukum Taurat. Kasih tidak disingkapkan pada jaman Perjanjian Lama, sebab mereka menerima perintah "taatilah" (Rom 10:5), sedangkan dalam jaman Perjanjian Baru dari hukum yang sama kita menerima perintah "kasihilah". Yohanes 13:34  berkata, "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi." Hukumnya tetap tetapi perintah-Nya berbeda.

Taatilah adalah perintah dari luar diri kita, sedangkan kasih adalah dorongan dari dalam diri kita.  Keduanya mengarah kepada hal yang sama, yaitu melakukan kehendak Allah, bukan melakukan kehendak kita sendiri ( Yoh 14:23, Matius 7:21).

Disinilah kasih karunia itu. Kasih karunia itu bukan system dimana jika kita percaya lalu menerima kasih karunia Allah. Tidak! (silahkan jika ada yang terterik berdiskusi tentang hal ini). Kasih karunia itu adalah pemberian Allah, yang didasari atas kehendak Allah murni.
...
Karena itu Yesus katakan dalam Yohanes 6:44, "Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman." Seorang diselamatkan atau tidak itu tergantung Bapa yang melihat hati manusia. Yohanes 2:23-25, menuliskan tentang orang-orang yang percaya kepada Yesus, namun Yesus tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka. Juga dalam Matius 7:21-23 dan Lukas 13:25-28, menggambarkan orang yg merasa dirinya selamat ternyata ia tidak dikenal oleh Allah. Saya katakan pada akhir jaman akan banyak orang Kristen yang terkejut saat namanya tidak tertulis dalam Kerajaan Sorga.

Matius 22:14, "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Banyak orang dipanggil untuk diselamatkan, tetapi tidak semuanya merespon yang benar. Matius 22:12-13 menuliskan
...
Pakaian adalah gambaran perbuatan manusia, pakaian pesta adalah perbuatan yang memuliakan Allah, bukan sebaliknya berbuat apa yang Allah tidak perkenan demi pernyataan sepenggal "hukum Taurat sudah tidak berlaku lagi" tanpa paham apa maksud pemahaman ayat tersebut.

Demikian seorang dipilih-Nya atau tidak, walau sepenuhnya kehendak Allah, tetapi kita orang kudus mengenal-Nya. Ia bukan Allah yang suka-suka seperti Mad King, tetapi Allah yang kita kenal, Allah yang menyatakan diri-Nya sebagai Bapa bagi kita. Sehingga jelas bagaimana kita dipilih-Nya yaitu jika kita hidup sesuai dengan kehendak-Nya, hidup sesuai dengan hukum-hukum Allah (bukan tentang perbuatan tetapi tentang hati). Seperti seorang anak bagaimana, seorang anak itu dapat tetap disayang oleh ayahnya, jika ia melakukan apa yang diajarkan oleh ayahnya dan meneladani hidup ayahnya. Yesus menjelakan dalam Yohanes 15:9-10, "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya." Tinggal di dalam kasih-Nya adalah tinggal dalam Firman-Nya.

Demikian maka jelas bahwa hukum Taurat dan kitab para nabi bukan ditiadakan, sebab itu adalah hukum Allah yang kekal. Tetapi disempurnakan di dalam Kristus, digenapi di dalam Kristus, menjadi hukum Allah yang lahir dari Roh Allah yang mendorong kita untuk tidak melakukan yang membuat sedih hati Bapa dan melakukan apa yang membuat Bapa bersuka. Seperti Kristus yang telah memberi teladan bagi kita, demikian sekarang kita hidup dalam hukum kasih karunia, dimana segala hukuman dalam Taurat telah ditanggung oleh Kristus (hanya mereka yang dipilih Allah Bapa saja) dan kita hidup dalam dimensi baru, dimana kasih adalah penggeraknya. Sehingga bahasa kita bukan taatilah tetapi kasihilah.

Lebih ringkas bila @Krispus memberikan pengertian @Krispus terhadap Luk 16:16. Tidak perlu melebar ke pakaian pesta, dipanggil dan dipilih, dll, dll.

O ya, jika pada hari akhir @Krispus tidak ingin terkejut karna tidak dikenal oleh Tuhan, sebaiknya @Krispus tidak mengasingkan diri dari kawanan domba-Nya yang diharapkan-Nya sebagai satu kawanan satu gembala. Jangan pula seperti orang yang berseru pada hari akhir, ingin ‘memaksa’ Tuhan mengelompokkan dirinya sebagai yang terpilih karena sudah bernubuat, sudah mengusir setan, dan sudah melakukan mujizat demi nama Yesus Kristus.  Periksa hatimu, hilangkan kesombongan dari dalamnya, cermati lagi, sudahkah @Krispus di kumpulan yang tepat?

Salam olahraga.
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
July 23, 2016, 11:45:48 PM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Kucermati, Luk 16:16 itu senada atau saling melengkapi dengan Mat 5:17-19, di mana dikatakan bahwa hukum Taurat dan kitab para nabi sudah digenapi oleh Yesus Kristus. Hukum Taurat dan kitab para nabi tidak dihapus. Tetap ada, namun tidak berlaku lagi karena sudah digenapi.

Dapatkah anda menjelaskan tentang Yesaya 65:17, "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati." Digenapi kapan? Dan apakah ini artinya tidak berlaku lagi karena ini adalah kitab para nabi?

Atau kapankah terjadi yang ditulis Yesaya 11:6-8, "Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak."?

Jika anda mengatakan itu saat Yesus datang kembali menjemput kita ke Sorga, maka bacalah Matius 5:18 yang berkata, "Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.". Selama Allah belum menciptakan Langit dan Bumi yang baru, maka selama itu hukum Taurat tetap berlaku bagi umat manusia di bumi yang sekarang. Mereka yang hidup dalam roh, menjalankan hukum Allah di dalam roh dan mereka yang hidup dalam daging dituntut dalam daging. Yesus mengatakan dalam Yohanes 4:21-23 "Saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Apa yang dulu jasmani yaitu perintah Taurat, tidak lagi berlaku secara jasmani tetapi secara rohani. Sunat bukan lagi sunat jasmani tetapi sunat rohani. Membunuh bukan lagi soal menghilangkan nyawa orang, tetapi membenci sudah disamakan dengan membunuh. Jadi kita tetap terikat dengan hukum-hukum Allah.

Tidak membacakah kamu yang ditulis oleh Petrus dalam surat 2 Petrus 3
11  Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup
12  yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.
13  Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

Hidup saleh, hidup suci! Dengan dasar apakah disebut suci dan saleh? Bukankah atas dasar hukum-hukum Allah. Apa yang dianggap suci apa yang disebut saleh oleh Allah sejak jaman purbakala sampai hari ini tetap sama, Allah tidak pernah berubah dan tidak labil dalam keputusan-Nya (Bil 23:19). Selama Allah belum membinasakan bumi ini dan menciptakan bumi yang baru, hukum Taurat tetap berlaku. Berlaku secara rohani bagi kita yang diselamatkan dan secara jasmani menuntut setiap orang fasik. Jadi yang tidak berlaku lagi adalah perintah jasmaninya, sebab kita telah menerima perintah yang baru dari Yesus dalam menjalankan Taurat secara rohani. Panjang lebar Yesus menjelaskan dalam satu pasal dalam Matius 5, bacalah.

Pahamkah anda saat saya menjelaskan hal-hal yang rohani tentang hukum Taurat?
« Last Edit: July 23, 2016, 11:57:12 PM by Krispus »
July 23, 2016, 11:46:17 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Tidak ada orang Kristen yang menyangkal itu. Luk 16:16 berbicara mengenai Taurat Musa dan kitab para nabi, bukan Taurat-Nya (Taurat Tuhan). Yeremia (satu dari kitab para nabi) yang @Krispus kutip itu berbicara mengenai Taurat Tuhan, bukan Taurat Musa yang sudah digenapi oleh Yesus Kristus itu. Taurat Tuhan menyempurnakan Taurat Musa.

Salam olahraga.


Bisa dijelaskan yang ini Taurat Tuhan menyempurnakan Taurat Musa.?

Apa itu Taurat Tuhan dan apa itu Taurat Musa dan dimana ayatnya?
July 25, 2016, 07:47:06 AM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
Dapatkah anda menjelaskan tentang Yesaya 65:17, ... Digenapi kapan? Dan apakah ini artinya tidak berlaku lagi karena ini adalah kitab para nabi?

Atau kapankah terjadi yang ditulis Yesaya 11:6-8?

Jika anda mengatakan itu saat Yesus datang kembali menjemput kita ke Sorga, maka bacalah Matius 5:18 yang berkata, "Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.". Selama Allah belum menciptakan Langit dan Bumi yang baru, maka selama itu hukum Taurat tetap berlaku bagi umat manusia di bumi yang sekarang. Mereka yang hidup dalam roh, menjalankan hukum Allah di dalam roh dan mereka yang hidup dalam daging dituntut dalam daging. Yesus mengatakan dalam Yohanes 4:21-23 "Saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Apa yang dulu jasmani yaitu perintah Taurat, tidak lagi berlaku secara jasmani tetapi secara rohani. Sunat bukan lagi sunat jasmani tetapi sunat rohani. Membunuh bukan lagi soal menghilangkan nyawa orang, tetapi membenci sudah disamakan dengan membunuh. Jadi kita tetap terikat dengan hukum-hukum Allah.

Tidak membacakah kamu yang ditulis oleh Petrus dalam surat 2 Petrus 3
11  Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup
12  yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.
13  Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

Hidup saleh, hidup suci! Dengan dasar apakah disebut suci dan saleh? Bukankah atas dasar hukum-hukum Allah. Apa yang dianggap suci apa yang disebut saleh oleh Allah sejak jaman purbakala sampai hari ini tetap sama, Allah tidak pernah berubah dan tidak labil dalam keputusan-Nya (Bil 23:19). Selama Allah belum membinasakan bumi ini dan menciptakan bumi yang baru, hukum Taurat tetap berlaku. Berlaku secara rohani bagi kita yang diselamatkan dan secara jasmani menuntut setiap orang fasik. Jadi yang tidak berlaku lagi adalah perintah jasmaninya, sebab kita telah menerima perintah yang baru dari Yesus dalam menjalankan Taurat secara rohani. Panjang lebar Yesus menjelaskan dalam satu pasal dalam Matius 5, bacalah.

Pahamkah anda saat saya menjelaskan hal-hal yang rohani tentang hukum Taurat?
Kitab Yesaya? Apakah itu termasuk sebagai bagian dari Hukum Taurat atau kitab para nabi?
Jika termasuk, maka berdasar Mat 5:17 Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya, dan Luk 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya, maka itu termasuk yang sudah digenapi Yesus Kristus.
Jika tidak termasuk, lantas, kitab Yesaya tergolong ke mana?

@Krispus menyatakan yang tebal bergaris bawah itu (hukum Taurat tetap berlaku), sementara Luk 16:16 menyatakan Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes. Menurut @Krispus, siapa yang harus dipercaya oleh seorang Kristen? Pernyataan @Krispus atau pernyataan Lukas yang dicatat dalam Injil?

Apa kaitan 2 Pet 3 dengan Hukum Taurat dan kitab para nabi? Tidak kutemukan hubungannya. Bisa @Krispus tunjukkan?

Bwahhaahhaahhaa... @Krispus yang panjang lebar menjelaskan hal yang tidak terkait, mengapa pula @Krispus mengklaim bahwa Yesus Kristus yang menjelaskan secara panjang lebar?

@Krispus tidak menjelaskan apa-apa selain berpongah-ria, menuding poster yang tidak sepaham dengan Anda tidak mengerti Kitab Suci dan perintah Allah. Sementara, @Krispus bukan bagian dari pewaris penerima kewenangan mengajarkan segala sesuatu yang telah diperintahkan Yesus Kristus.

Salam olahraga.
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
July 25, 2016, 08:16:01 AM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
Quote
Tidak ada orang Kristen yang menyangkal itu. Luk 16:16 berbicara mengenai Taurat Musa dan kitab para nabi, bukan Taurat-Nya (Taurat Tuhan). Yeremia (satu dari kitab para nabi) yang @Krispus kutip itu berbicara mengenai Taurat Tuhan, bukan Taurat Musa yang sudah digenapi oleh Yesus Kristus itu. Taurat Tuhan menyempurnakan Taurat Musa.
Bisa dijelaskan yang ini Taurat Tuhan menyempurnakan Taurat Musa.?
Apa itu Taurat Tuhan dan apa itu Taurat Musa dan dimana ayatnya?
Tidakkah @Krispus bisa menangkap?
Pada Yer 31:31-33 yang @Krispus kutip itu, Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah Firman Tuhan, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,
bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir
; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah Firman Tuhan.
Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah Firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.


Pada Yer 31:31-33 itu, dicatat bahwa "perjanjian-Ku" (Taurat Musa=hukum yang dicatat oleh Musa) telah diingkari kaum Israel dan kaum Yehuda, lalu Tuhan menaruh "Taurat-Ku" (utuk menyempurnakan yang ijo) dalam batin kaum Yehuda dan kaum Israel.
Menurut @Krispus, untuk apa yang blau jika bukan untuk menyempurnakan yang ijo?

Salam olahraga.
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
July 25, 2016, 01:38:31 PM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Bisa dijelaskan yang ini Taurat Tuhan menyempurnakan Taurat Musa.?
Apa itu Taurat Tuhan dan apa itu Taurat Musa dan dimana ayatnya?Tidakkah @Krispus bisa menangkap?


Pada Yer 31:31-33 yang @Krispus kutip itu, Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah Firman Tuhan, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah Firman Tuhan.
Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah Firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Pada Yer 31:31-33 itu, dicatat bahwa "perjanjian-Ku" (Taurat Musa=hukum yang dicatat oleh Musa) telah diingkari kaum Israel dan kaum Yehuda,

lalu Tuhan menaruh "Taurat-Ku" (utuk menyempurnakan yang ijo) dalam batin kaum Yehuda dan kaum Israel.

Menurut @Krispus, untuk apa yang blau jika bukan untuk menyempurnakan yang ijo?

Pertama perlu tahu arti kata sempurna itu bukan mengganti, tetapi menjadikan lengkap apa yang kurang.

Perjanjian Allah dengan bangsa Israel yang dimaksud diatas adalah perjanjian yang dibuat Allah dengan bangsa Israel di gunung Horeb, biasa disebut dengan istilah "perjanjian Sinai". Itu terjadi pada jaman Musa.

Perjanjian Sinai merupakan pemenuhan atas perjanjian Allah dengan Abraham, sedangkan Perjanjian Baru merupakan pemenuhan perjanjian Sinai. Ini merupakan satu urutan, dari perjanjian Abraham, Sinai dan Baru.

Perjanjian memuat hak dan kewajiban kedua pihak, di pihak Allah dan di pihak manusia. Dalam perjanjian Sinai, dari pihak Allah dikatakan:

Ulangan 6:6-7
"Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir. Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah TUHAN."

Sama seperti perjanjian dengan Abraham:

Kejadian 17:7-8
"Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."

Juga sama dengan perjanjian Baru:

Yeremia 31:33-34
"Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah Firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah Firman Tuhan, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."

ayat 38, "Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah Firman Tuhan, bahwa kota itu akan dibangun kembali bagi TUHAN,"

Ada dua garis besar yang diberikan Allah dalam perjanjian-Nya.
Baik dengan Abraham, di gunung Sinai atau perjanjian Baru.
1. Menjadi Allah kita dan kita sebagai umat-Nya
2. Ditempatkan di negeri yang permai dan elok.


bersambung dibawahnya....
« Last Edit: July 25, 2016, 01:47:47 PM by Krispus »
July 25, 2016, 01:39:17 PM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4732
  • Gender: Male
Dari pihak manusia, juga sama ketiganya.

Perjanjian Abraham:
Kejadian 17:10, "Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat."

Perjanjian Sinai:
Keluaran 24:7-8
Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: "Segala Firman Tuhan akan kami lakukan dan akan kami dengarkan." Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: "Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini."

Perjanjian Baru:
Yehezkiel 36:26-28
"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu."

Perjanjian Sunat dan Perjanjan Sinai menjadi jelas saat Perjanjian Baru itu tiba. Saat kita menerima pembaharuan dalam roh dan hati kita, saat ROH KUDUS tinggal dalam diri kita, maka kita dapat melihat bahwa ketiga perjanjian itu sama, Allah tidak berubah-rubah tetapi perjanjian-Nya sama tetapi mengalami tiga tahap pemenuhan.

Taurat adalah bagian dari Perjanjian Allah bukan perjanjannya itu sendiri.

Taurat Musa dan Taurat Tuhan (istilah anda) saya tegaskan itu sama, bukan artinya Taurat Musa itu rekaan Musa dan Taurat Tuhan itu yang aslinya. Taurat itu diberikan oleh Allah kepada Musa untuk orang Israel dimana mereka mengikatkan perjanjian dengan Allah di gunung Sinai.

Dalam Perjanjian Baru, Taurat itu ditaruh dalam batin kita, lewat ROH KUDUS, kita menerima pembaharuan hati dan roh kita (lahir baru), menerima babtisan air (baca ayat 25 diatasnya pada kitab Yehezkiel 36). Bukan ditiadakan, bukan digantikan, melainkan 'pleroo' (πληροω), yang artinya memenuhi sampai sempurna (Matius 5:17). Karena itu dalam penjelasannya, Tuhan Yesus memberi contoh 'pleroo' tersebut sebagai berikut, ayat 21-22, "Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala." Demikian seluruh perikop jika anda baca semua tentang 'pleroo' dari Tuhan Yesus terhadap Hukum Taurat Musa.

Allah menghendaki umat yang melakukan kehendak-Nya, yang hidup sesuai dengan Firman-Nya. Bukan umat yang bebas berbuat dosa dan suka-suka dia demi nama Tuhan Yesus. Matius 7:21 sudah jelas disebutkan, "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." - agar jelas maksudnya lihat perjanjian Allah dengan manusia.

Perjanjian Sunat adalah sunat rohani, penanggalan akan hidup dalam daging, bukan kulit khatan kita yang dibuang. Perintah Taurat yang kita taati adalah perintah rohani, bukan perintah jasmani cara duduk, berdiri, berjalan, berbusana, berbicara dan beraktifitas. Karena kita dibenarkan bukan atas ketaatan kita pada peraturan, tetapi atas hati kita. Dalam perjanjian baru dikatakan "Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya". Ada peran aktif Allah melalui ROH KUDUS yang diutus bagi kita, untuk membuat kita dapat hidup sesuai tuntutan hukum Allah, yaitu Taurat yang telah disingkapkan Kristus dalam hati kita. Semua ini tentang hati manusia. Maka genaplah firman yang berkata, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23). Rasul Paulus berkata, "Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan." Maka dari dalam hati yang telah dibaharui hukum Allah itu mendorong kita (timbul kerinduan) untuk melakukan kehendak-Nya.

besambung dibawahnya...
« Last Edit: July 25, 2016, 02:11:27 PM by Krispus »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)