Author Topic: keselamatan oleh iman saja atau iman + perbuatan?yang mana yg sesuai Alkitab?  (Read 55857 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 18, 2018, 03:52:59 PM
Reply #2630
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2154
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Maksudku,
Mengetahui/merasakan mujizat lebih berkesan dr pd tatap muka
Namun demikian pengetahuan/pengalaman itu pun bukan faktor

Salam Damai
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 18, 2018, 03:58:00 PM
Reply #2631
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Maksudku,
Mengetahui/merasakan mujizat lebih berkesan dr pd tatap muka
Namun demikian pengetahuan/pengalaman itu pun bukan faktor

Salam Damai
OOT.
Tidak menunjang trit.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
July 18, 2018, 04:18:33 PM
Reply #2632
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2154
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Gimana dgn yg ini:

Yang bergaris bawah itu terjadi pada saat si tersalib bertatap muka dengan Tuhan Yesus Kristus, secara fisik, mereka sama-sama tergantung di salib.

Yg kau beri grs bawah:
 orang yg disalibkan di dekat Yesus saja cuma modal bertobat di menit2 terakhir hidupnya, diselamatkan.

Yg grs bawah menjadi fokusmu
terjadi adalah tujuan dari fokus
pd saat adalah faktor penentu

Itu sebabnya spt “hands ball” = “free kick”
Mungkin dgn begitu lebih telak, Bro!
"pada saat"- tatap muka (terjadi)

Salam Damai!
« Last Edit: July 18, 2018, 04:23:36 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 19, 2018, 10:36:57 AM
Reply #2633
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2154
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
OOT
Tidak menunjang trit.

Apa responku yg ke-2 sudah agak nendang?
Jawaban hanya pd YES strip miring NO
Bukan pd strip atau pd miring, heh!

Salam Damai!
« Last Edit: July 19, 2018, 11:31:24 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 19, 2018, 06:20:27 PM
Reply #2634
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 305
  • Denominasi: Katolik
Pertama- tama keselamatan itu adalah kasih karunia Allah yang perlu ditanggapi dengan iman.
Sampai disini seseorang sudah selamat. Namanya tercatat di kitab kehidupan. Seperti cabang zaitun liar yang dicangkokkan ke pohon zaitun asli.
Jadi bila seseorang sampai tahap ini tetapi belum sempat melakukan perbuatan baik lalu meninggal, orang tersebut tetap selamat seperti penjahat yang bertobat ketika disalibkan bersama-sama dengan Yesus.

Kemudian iman ini perlu diwujudkan dengan perbuatan supaya tetap selamat, nama kita tidak dihapus dalam kitab kehidupan. Kita sebagai cabang zaitun liar yang dicangkokkan ke pohon zaitun asli tidak dipatahkan.
Jadi penjahat yang bertobat ketika disalibkan bersama-sama dengan Yesus bila tidak meninggal ketika disalib dan mempunyai kesempatan hidup, diapun harus berbuat baik supaya tetap selamat sesuai dengan kemampuannya.

Jadi keselamatan yang sejati yang bisa memasukkan kita ke surga: pertama- tama adalah kasih karunia Allah yang perlu ditanggapi dengan iman dan diwujudkan dalam perbuatan baik (Efesus 2:8-10).

Di pihak Allah : Allah menganugerahkan kasih karunia kepada manusia (kasih karunia).
Di pihak manusia : manusia perlu menanggapi anugerah Allah ini dengan iman yang diwujudkan dengan perbuatan baik (iman dan perbuatan)

Dan manusia harus mempunyai iman dan perbuatan sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, bukan iman saja, bukan perbuatan saja tetapi keduanya.

Perkataan Yesus
Matius 16:24-27
16:24. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
16:25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.


Perkataan Paulus
Roma 2:6-11
2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,
2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,
2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.
2:9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani,
2:10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.
2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu.

Roma 15:18
Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan,

Titus 1:16
Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.


Perkataan Yohanes
Yohanes 3:20-21
3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
3:21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

I Yohanes 3:8
barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

Wahyu 20:12
Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.


(bersambung)
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
July 19, 2018, 06:25:18 PM
Reply #2635
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 305
  • Denominasi: Katolik
(sambungan)

Perkataan Petrus
I Petrus 1:17
Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

2 Petrus 1:3-8
1:3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
1:5. Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
1:6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,
1:7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
July 20, 2018, 04:19:53 PM
Reply #2636
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2154
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Pertama- tama keselamatan itu adalah kasih karunia Allah yang perlu ditanggapi dengan iman.
Sampai disini seseorang sudah selamat. Namanya tercatat di kitab kehidupan. Seperti cabang zaitun liar yang dicangkokkan ke pohon zaitun asli.

Kemudian iman ini perlu diwujudkan dengan perbuatan supaya tetap selamat, nama kita tidak dihapus dalam kitab kehidupan. Kita sebagai cabang zaitun liar yang dicangkokkan ke pohon zaitun asli tidak dipatahkan.
Jadi penjahat yang bertobat ketika disalibkan bersama-sama dengan Yesus bila tidak meninggal ketika disalib dan mempunyai kesempatan hidup, diapun harus berbuat baik supaya tetap selamat sesuai dengan kemampuannya.

Yes Bro! Jgn sampai kita dipatahkan!
Setelah beriman hendaklah bertumbuh
Setelah bertumbuh hendaklah berbuah
Setelah berbuah hendaklah banyak

Akulah pokok anggur yg benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
Setiap ranting pd-Ku yg tidak berbuah, dipotong-Nya dan
setiap ranting yg berbuah, dibersihkan-Nya,
supaya ia lebih banyak berbuah.

Kamu memang sudah bersih
karena firman yg telah Kukatakan kpd-mu.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Sama spt ranting
tidak dpt berbuah dr dirinya sendiri,
kalau ia tidak tinggal pd pokok anggur
Demikian juga kamu tidak berbuah,
kalau kamu tidak tinggal di dlm Aku.

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.
Yg tinggal di dlm Aku dan Aku di dlm dia, ia berbuah banyak,
sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa2. [Yoh.15:1-5]


Salam Damai
« Last Edit: July 20, 2018, 04:27:39 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
June 08, 2019, 06:52:35 AM
Reply #2637
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Agar menjadi jelas, kupikir, ada hal yang perlu kureviu terhadap beberapa posku.
Pada #2614, @HenHen menulis: kasarnya gini dah : Yakobus bilang lu mau tau iman gw sejati apa kagak? liat dari perbuatan gw lah

Menanggapi @HenHen pada yang ijo, di #2615 @revoltzer menulis: perbuatan adalah maksudnya = perbuatan baik maka itu tidak berlaku bang, iman adalah harga mati keselamatan. bukan perbuatan. orang yg disalibkan di dekat Yesus saja cuma modal bertobat di menit2 terakhir hidupnya, diselamatkan.

Keutangkap ada yang miss dari @revoltzer.
@HenHen menulis tentang menilai apakah iman seseorang sejati atau bukan, namun @revoltzer mengkaitkannya kepada keselamatan. @revoltzer mengungkapkan bahwa seorang dari penjahat yang disalib bersama Yesus, sebelumnya berlaku jahat, dia hanya bertobat di penghujung hidup duniawinya, dia diselamatkan.
Kesalahtangkapan @revoltzer dari tulisan @HenHen, @revoltzer seolah memandang bahwa @HenHen menulis tentang hubungan perbuatan dengan keselamatan. Padahal, kutangkap, @HenHen menulis tentang menilai kesejatian iman seseorang dapat terlihat dari perbuatan orang bersangkutan.
@revoltzer menangkap, perbuatan si penjahat yang disalib bersama Yesus itu sebelum disalib adalah perbuatan jahat, namun penjahat itu diselamatkan hanya karena dia mengakui ketuhanan Yesus. Penjahat itu, walaupun berbuat jahat, dia diselamatkan karena menerima ketuhanan Yesus beberapa detik atau menit sebelum menjemput ajal.
Padahal, @HenHen menulis tentang nilai keimanan seseorang akan terlihat dari perbuatannya. @HenHen belum mengkaitkannya ke keselamatan.

@jamu di #2616 mengomentari tulisan @HenHen yang ijo dengan menulis: Perbuatan baik merupakan salah satu ciri iman yang benar tetapi perbuatan baik tidak menjamin iman yang sejati. @jamu mengoplos dengan Mat 7:22-23, di mana banyak orang bernubuat demi nama Yesus, dan mengusir setan demi nama Yesus, dan mengadakan banyak mujizat demi nama Yesus juga, tetapi di penilaian Yesus sendiri, mereka adalah pembuat kejahatan.
@jamu menambah dengan Titus  3:5, di mana penyelamatan bukan karena perbuatan baik seseorang, tetapi karena rahmat-Nya oleh kelahiran kembali dan pembaharuan oleh ROH KUDUS,

@jamu menolak tulisan @HenHen serta menarik simpulan agar jangan mokso mau tahu kepastian iman orang yang hanya Allah yg bisa tahu, agar tidak dicap menghakimi orang jahat karena perbuatannya padahal sebenarnya orang itu selamat.


Menurut penangkapanku, @jamu juga mengkaitkan tulisan @HenHen pada keselamatan, padahal, @HenHen hanya memberi cara menilai kesejatian iman seseorang.

Di 2621, @Sotardugur Parreva menulis komentar terhadap tulisan @revoltzer #2615: Yang bergaris bawah itu (orang yg disalibkan di dekat Yesus saja cuma modal bertobat di menit2 terakhir hidupnya) terjadi pada saat si tersalib bertatap muka dengan Tuhan Yesus Kristus, secara fisik, mereka sama-sama tergantung di salib. Orang zaman sekarang tidak mungkin bertatap muka dengan Tuhan Yesus Kristus sebelum orang termaksud mati.
Kumaksudkan, seorang dari penjahat yang disalib bersama Yesus itu dapat melakukan begitu (menerima Yesus Kristus sebagai raja – kelak datang menyelamatkan manusia) karena dia bertatap muka dengan Yesus Kristus. Apabila si penjahat tidak bertatap muka langsung dengan Yesus, seperti manusia zaman now, mustahil melakukan hal seperti itu, karena Yesus Kristus sekarang sudah di sorga sejak kenaikan-Nya. Sekarang ini, pengakuan seseorang akan ketuhanan Yesus adalah dengan baptisan oleh petugas yang berwenang, bukan melalui tatap muka dengan Yesus Kristus.

Di #2622, @Sotardugur Parreva menanggapi simpulan @jamu #2616 dengan menuliskan: Kupikir, mengutipkan Yak 2:26 bukan pemaksaan. Orang yang berkata tentang hubungan iman dan perbuatan berbeda dari ayat itulah yang maksa.
Yak 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. Maka, dari sikap hidup seseorang, di mana jika orang itu tidak berbuat apa-apa dengan imannya, sama saja orang itu dengan mati. Jadi, @HenHen menulis #2614 itu bukan untuk memaksa siapa-siapa untuk mengetahui iman seseorang. Yang kutangkap, maksud @HenHen ialah: Kesejatian iman seseorang akan tampak dari perbuatannya.

SAMBUNGIN
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
June 08, 2019, 06:56:12 AM
Reply #2638
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
SAMBUNGAN

Di #2624 @jamu mengomentari tulisan @Sotardugur Parreva untuk @revoltzer dengan menulis Keselamatan itu karena iman percaya kepada Yesus bukan karena tatap muka  dengan Yesus (ajaran lucu),dijaman Yesus banyak ahli Taurat juga bertatap muka dengan Yesus tetapi tidak selamat. Satu lagi penjahat disamping Yesus juga bertatap muka tetapi tidak selamat karena tidak beriman.
Jangan membuat ajaran barulah seperti kebiasaan tradisimu.

@jamu salah tangkap, menduga bahwa menurut @Sotardugur Parreva, keselamatan si penjahat yang disalib bersama Yesus itu karena dia bertatap muka dengan Yesus ketika sama-sama disalib. Padahal, yang @Sotardugur Parreva maksudkan, seperti yang kujelaskan di atas, ialah bahwa penjahat itu dapat melakukan penerimaan ketuhanan Yesus Kristus langsung adalah karena dia bertatap muka dengan Yesus Kristus.
Lalu, penjahat itu diselamatkan karena penerimaannya pada ketuhanan Yesus, bukan karena mereka bertatap muka. Entah apa dasar @jamu menyimpulkan @Sotardugur Parreva sedang membuat ajaran baru, menuding @Sotadugur Parreva mengatakan keselamatan si penjahat karena tatap muka. @jamu konyol, sok tahu, salah menyimpulkan. Pos tidak ditujukan padanya, nekat memberi tanggapan salah.
Jeblok.
Seharusnya, dari tulisan @jamu ini:
dijaman Yesus banyak ahli Taurat juga bertatap muka dengan Yesus tetapi tidak selamat. Satu lagi penjahat disamping Yesus juga bertatap muka tetapi tidak selamat karena tidak beriman
@jamu mengetahui bahwa bertatap muka dengan Yesus bukan penentu keselamatan. Namun, dengan konyolnya, @jamu menuding @Sotardugur Parreva memaksudkan bahwa bertatap muka dengan Yesus adalah faktor keselamatan. Benar-benar gaya tukang jamu, ngoplos seenak jidat.

Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)