Author Topic: BAHAYA AGAMA PLURALISME = AGAMA GADO2 = AGAMA UNIVERSAL = SESAT = TIDAKBOLEH !!!  (Read 2284 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 20, 2012, 11:44:29 PM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 444
  • www.jesusministries.org
    • www.jesusministries.org
  • Denominasi: www.jesusministries.org
   
+

SUMBER INFO :

http://bocahbancar.files.wordpress.com/2010/10/pluralisme-musuh-agama-agama.pdf

http://ganryukg.wordpress.com/2012/05/02/pluralisme-sebagai-paham-yang-bertentangan-dengan-ideologi-pancasila

http://media-islam.or.id/2007/09/27/fatwa-mui-pluralismeislam-liberal-sesat

http://id.wikipedia.org/wiki/Pluralisme

http://www.sarapanpagi.org/eksklusif-inklusif-atau-pluralis-vt2278.html

http://www.oocities.org/thisisreformed/artikel/pluralisme.htm

+

Islam :
Fatwa MUI, 2005: paham sekularisme, pluralisme agama dan liberalisme bertentangan dengan Islam dan haram bagi umat Islam untuk memeluk.

Kristen :
Pdt. Dr. Stevri Lumintang: pluralisme agama adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi Kekristenan.

Katolik :
Paus  Yohannes  Paulus  II, 2000,  mengeluarkan  Dekrit Dominus Jesus, Katolik menolak paham Pluralisme Agama, juga menegaskan kembali  bahwa Yesus Kristus adalah satu­-satunya pengantara keselamatan Ilahi dan tidak ada orang yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus.

Hindu :
Dr. Frank Gaetano Morales, Cendekiawan Hindu: setiap kali orang Hindu mendukung universalisme, dan secara bombastik memproklamasikan bahwa semua agama adalah sama (pluralisme agama), dia melakukan itu atas kerugian besar dari agama Hindu yang dia cintai.

+

BAHAYA AGAMA PLURALISME = AGAMA GADO2 = AGAMA UNIVERSAL =   SESAT   =   TIDAK BOLEH   !!!

BAHAYA AGAMA PLURALISME = SERIGALA TOPENG AGAMA2  =  IBLIS PENIPU PENCURI PENYESAT !!!

BAHAYA AGAMA PLURALISME = AGAMA GADO2 = AGAMA UNIVERSAL =   SESAT   =   TIDAK BOLEH   !!!


+


   
« Last Edit: October 23, 2012, 12:49:18 PM by sucito »
October 21, 2012, 11:05:34 PM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 444
  • www.jesusministries.org
    • www.jesusministries.org
  • Denominasi: www.jesusministries.org
   
+

sumber info :

http://prajuritkecil.multiply.com/reviews/item/48

Paham Pluralisme agama, menurut Frans Magnis, jelas-jelas ditolak oleh Gereja Katolik. Pada tahun 2001, Vatikan menerbitkan penjelasan ''Dominus Jesus.'' Penjelasan ini, selain menolak paham Pluralisme Agama, juga menegaskan kembali bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya pengantara keselamatan Ilahi dan tidak ada orang yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus.

MUI mendefinisikan Pluralisme Agama (PA) sebagai: ''Suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.''

Gagasan penyamaan agama, oleh sebagian kalangan kemudian dipopulerkan dengan istilah Pluralisme Agama yang dikembangkan sampai ke level operasional kehidupan sosial, seperti penghalalan perkawinan antaragama, dan sebagainya. Gagasan ini juga secara tidak terlalu tepat disandarkan pada ide Trancendent Unity of Religion yang secara sistematis dikembangkan oleh Fritchof Schuon.

Dengan gagasan Pluralisme Agama itu, maka tidak boleh ada truth claim, bahwa hanya satu agama saja yang benar. Dengan gagasan ini, maka masing-masing agama tidak dibolehkan mengklaim memiliki kebenaran secara mutlak, karena masing-masing mempunyai metode, jalan, atau bentuk untuk mencapai Tuhan.

Ide Trancendent Unity of Religion sendiri berpendapat, bahwa semua Agama, esensinya dianggap sama saja, sebab agama-agama itu didasarkan kepada sumber yang sama, Yang Mutlak. Bentuknya bisa berbeda karena manifestasi yang berbeda ketika menanggapi yang Mutlak. Tapi, semua agama dapat bertemu pada level esoteris, kondisi internal atau batin, dan berbeda dalam bentuk lahirnya (eksoteris) saja. Semua agama adalah jalan untuk mencapai Yang Mutlak (Fritchof Schuon, The Transcendent Unity of Religions, The Philosophical Publishing House, Wheaton, 1984).

Ide trancendent unity of religion ini secara sistematis telah dikritisi oleh berbagai ilmuwan Muslim, seperti Prof Naquib al-Attas. Lihat uraian masalah ini secara lengkap di Majalah ISLAMIA edisi 3 dan 4).

Romo Magnis pun menolak
Frans Magnis Suseno, dalam bukunya yang berjudul Menjadi Saksi Kristus di Tengah Masyarakat Majemuk uga menolak keras PA. Pluralisme agama, kata Magnis, sebagaimana diperjuangkan di kalangan Kristen oleh teolog-teolog seperti John Hick, Paul F. Knitter (Protestan) dan Raimundo Panikkar (Katolik), adalah paham yang menolak eksklusivisme kebenaran. Bagi mereka, anggapan bahwa hanya agamanya sendiri yang benar merupakan kesombongan.

Paham Pluralisme agama, menurut Frans Magnis, jelas-jelas ditolak oleh Gereja Katolik. Pada tahun 2001, Vatikan menerbitkan penjelasan ''Dominus Jesus.'' Penjelasan ini, selain menolak paham Pluralisme Agama, juga menegaskan kembali bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya pengantara keselamatan Ilahi dan tidak ada orang yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus.

Di kalangan Katolik sendiri, ''Dominus Jesus'' menimbulkan reaksi keras. Frans Magnis sendiri mendukung ''Dominus Jesus'' itu, dan menyatakan, bahwa ''Dominus Jesus'' itu sudah perlu dan tepat waktu. Menurutnya, Pluralisme Agama hanya di permukaan saja kelihatan lebih rendah hati dan toleran daripada sikap inklusif yang tetap meyakini imannya. Bukan namanya toleransi apabila untuk mau saling menerima dituntut agar masing-masing melepaskan apa yang mereka yakini.

Terhadap paham semacam itu, Frans Magnis menegaskan: ''Menurut saya ini tidak lucu dan tidak serius. Ini sikap menghina kalau pun bermaksud baik. Toleransi tidak menuntut agar kita semua menjadi sama, bari kita bersedia saling menerima. Toleransi yang sebenarnya berarti menerima orang lain, kelompok lain, keberadaan agama lain, dengan baik, mengakui dan menghormati keberadaan mereka dalam keberlainan mereka! Toleransi justru bukan asimilasi, melainkan hormat penuh identitas masing-masing yang tidak sama.''

Adian Husaini
Kandidat Doktor di ISTAC-IIUM
opini di republika

+

AGAMA PLURALISME = AGAMA GADO2 = AGAMA UNIVERSAL = BAHAYA  SESAT = TIDAK BOLEH !!!
   
+


   
« Last Edit: October 23, 2012, 12:40:52 PM by sucito »
October 21, 2012, 11:54:21 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2289
October 22, 2012, 07:23:14 AM
Reply #3
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 444
  • www.jesusministries.org
    • www.jesusministries.org
  • Denominasi: www.jesusministries.org
   
+

sumber info :

http://www.sarapanpagi.org/eksklusif-inklusif-atau-pluralis-vt2278.html



TINJAUAN RINGKAS PANDANGAN PLURALISME

1. PLURALISME SEBAGAI PRODUK FILSAFAT

Pandangan pluralisme adalah hasil dari pemikiran filsafat era post-modern[1] yang anti terhadap segala proposisi, anti terhadap segala ide mengenai kemutlakan dimana filsafat post-modern berpijak diatas dasar relativisme murni, walaupun pada kenyataannya terjebak pada kemutlakan pemikiran manusia secara subyektif, yang mengakibatkan timbulnya epistemology subjectivism, yaitu suatu konsep kebenaran yang menganggap bahwa sesuatu adalah benar dan hanya benar jika dinyatakan benar oleh seseorang / sekelompok orang, dimana pada dasarnya pemikiran tersebut tidak akan meng-intervensi pemikiran orang / kelompok lain yang berbeda pandangan dengan kelompoknya selama tidak terjadi konflik atau bersinggungan dengan kepentingan masing-masing kelompok.

Secara umum kita melihat ke-bhinneka tunggal ika-an yang harmonis serta suatu kerukunan yang ditunjukkan oleh masing-masing kelompok, namun pada dasarnya telah menyimpang dari hakekatnya. Permasalahan disini ada pada landasan filosofis-nya dimana pendapat subyektif manusia-lah yang menjadi penentu apakah sesuatu hal itu benar atau tidak benar, karena (secara mutlak) tergantung kepada diri manusia itu sendiri. (bdk. Kejatuhan Manusia – Kejadian 3:1-24)

Suatu pertanyaan yang seharusnya timbul adalah: "Apakah manusia yang secara hakekat bersifat relatif dengan pemikiran yang subyektif tersebut dapat menjadi verifikator dari suatu kebenaran?"

2. PERKEMBANGAN PLURALISME DIDALAM NEW AGE

New Age Movement[2] (Gerakan Zaman Baru; GZB) mengadopsi epistemology subjectivism dan mengikatnya dengan suatu otoritas sehingga berkembanglah suatu konsep kebenaran yang disebut dengan epistemology otoritarianism, yaitu suatu kebenaran yang bersifat subyektif namun dimutlakkan oleh suatu otoritas tertentu. Otoritas yang seringkali digunakan adalah otoritas “ilahi” namun manusia-lah yang menjadi “ilah” tersebut (humanistic). Apabila gerakan ini ter-asimilasi dengan suatu agama tertentu maka otoritas “allah” tersebut yang digunakkan, baik didalam agama-agama pantheistic timur maupun didalam ke-Kristenan sendiri, dimana Allah telah diubah dari natur-Nya (Allah hanyalah suatu kekuatan universal, bukanlah pribadi yang berkehendak[3]).

Pandangan pluralistic yang “saling menghargai” akan semakin kabur batas-batas keagamaannya, sehingga para pemeluk masing-masing agama akan kehilangan identitas agamanya dan terbentuklah one universal religion[4] sesuai dengan ide dasar dari filsafat New Age.
   


sambung ...



+

AGAMA PLURALISME = AGAMA GADO2 = AGAMA UNIVERSAL = BAHAYA  SESAT = TIDAK BOLEH !!!
   
+


     
« Last Edit: October 23, 2012, 12:39:47 PM by sucito »
October 22, 2012, 07:24:48 AM
Reply #4
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 444
  • www.jesusministries.org
    • www.jesusministries.org
  • Denominasi: www.jesusministries.org
   
+

sumber info :

http://www.sarapanpagi.org/eksklusif-inklusif-atau-pluralis-vt2278.html



... sambung



TINJAUAN IMAN Kristen TERHADAP PANDANGAN PLURALISME

Konsep kebenaran didalam Iman Kristen dengan tegas sekali menyatakan bahwa sesuatu adalah benar dan hanya benar jika dinyatakan benar oleh Firman Tuhan.

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran (alētheia; kebenaran hakiki/sejati) dan hidup (kekal). Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. - Yohanes 14:6

Kristuslah kebenaran hakiki/sejati dan hanya didalam Dia-lah ada kehidupan kekal (keselamatan), diluar Kristus sama sekali tidak ada keselamatan

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Kristus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." – Kisah Para Rasul 4:12

Sifat keselamatan yang eksklusif ini yang menjadi pertentangan orang dunia, karena dunia ini telah jatuh kedalam dosa dan menjadi dunia yang berdosa, sehingga orang dunia lebih senang dengan ide pluralisme yang berdiri diatas paham humanistik dan anti proposisi, daripada ide tentang ke-absolut-an yang menuntut ketaatan yang mutlak (bdk. Mat 16:24)

Firman Tuhan dengan eksklusivitas keselamatan diatas telah secara langsung menggugurkan konsep pemikiran pluralisme yang menganggap semua agama adalah “sama” dan sama-sama mengajarkan kebaikan (tidak ada agama yang mengajarkan hal yang tidak baik), akan tetapi konsep perbuatan baik dalam ke-Kristenan adalah respon terhadap Anugerah Allah yang mendahului respon manusia, Allah yang mencari manusia bukan sebaliknya (dengan perbuatan dan amal-ibadah manusia)

Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. – Kolose 2:8

Kemudian bagaimana dengan realita bahwa kita hidup didalam masyarakat yang majemuk (pluralis) yang memiliki berbagai tingkatan dan lapisan sosial-ekonomi, kebudayaan maupun keyakinan?

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS, - Matius 28:19

Firman Tuhan menjelaskan bahwa justru masyarakat yang pluralis tersebut yang seharusnya menjadi sasaran dari Amanat Agung Kristus, dimana keselamatan terbuka secara inklusif bagi setiap orang (percaya)



PENUTUP: EKSLUSIF, INKLUSIF ATAU PLURALISME?

Memelihara kerukunan antar sesama pemeluk agama adalah suatu hal yang sangat penting, demikian pula dengan menghargai pendapat ataupun pandangan orang lain, akan tetapi setiap orang Kristen tidak boleh kehilangan identitas dirinya dengan menyama-ratakan semua pandangan kepercayaan, agama dan keyakinan. Firman Tuhan bersifat mutlak dan merupakan satu-satunya dasar bagi setiap manusia, pemahaman inilah yang seharusnya memberi kita semangat untuk membawa berita Injil, berita keselamatan yang eksklusif didalam Kristus akan tetapi disediakan bagi setiap orang (percaya) tanpa pandang suku, bangsa, ras, golongan atau latar-belakang apa pun juga.

Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. – Roma 1:16

SOLI DEO GLORIA

*) Tanggapan pribadi penulis atas tema persekutuan doa di sebuah gereja di Surabaya pada tanggal 5 September 2008

[1] Pemikiran era post-modern berkembang pada dekade ke-2 abad ke-20 sebagai reaksi atas kehancuran akibat perang dunia. Pemikiran Ludwig Wittgenstein (1889-1951) didalam TRACTATUS LOGICO-PHILOSPHICUS (1922) menjadi dasar pijak pemikiran filsafat era post-modern khususnya didalam membangun positivism-modern, Wittgenstein sangat dipengaruhi oleh Søren Kierkegaard (existentialism) dan bersama dengan Jacques Derrida (deconstructions) mengembangkan language-games.
[2] Aritonang, Jan S.,Dr, Berbagai Aliran di Dalam dan Seputar Gereja, (BPK Gunung Mulia, 2005) hal. 427-455
[3] Ibid., hal.446
[4] Ibid., hal.448

+

AGAMA PLURALISME = AGAMA GADO2 = AGAMA UNIVERSAL = BAHAYA  SESAT = TIDAK BOLEH !!!

   
+


   
« Last Edit: October 23, 2012, 12:38:17 PM by sucito »
October 22, 2012, 07:38:09 AM
Reply #5
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 444
  • www.jesusministries.org
    • www.jesusministries.org
  • Denominasi: www.jesusministries.org
   
+

sumber info :

http://www.sarapanpagi.org/eksklusif-inklusif-atau-pluralis-vt2278.html#p12363



CATATAN:

Catatan berikut diberikan karena begitu banyaknya aliran pluralisme yang berkembang, baik pluralisme yang keberadaannya ditolak oleh hampir keseluruhan gereja konservatif maupun pluralisme yang bersifat kristologi/kristosentris, yang masih diterima oleh sebagian gereja konservatif walaupun adapula yang menolaknya secara mutlak.



6 PARADIGMA PENDEKATAN KAUM PLURALIS:[5]

Kaum pluralis dalam taksonomi Rice lebih cenderung menggunakan pendekatan theosentris. Asumsinya semua agama hasil dari Allah yang satu. Tetapi sebenarnya kaum pluralis tidak satu. Dalam arti ada juga yang melihat persoalan bersama umat manusia atau kemanusiaan itu sendiri sebagai dasar utama dalam kerjasama antar umat beragama. Sesuai dengan namanya kelompok pluralis ini bersifat plural. Anselm Min menyebutkan bahwa paling sedikit ada enam paradigma yang dianut kaum pluralis. Pendekatan-pendekatan itu saya uraikan di bawah ini.

Pertama, the phenomenalist pluralism (John Hick dan Paul Knitter). Dalam pendekatan ini agama hanya dilihat sebagai fenomena respon yang berbeda terhadap realitas transenden yang satu (baca: Allah). Pendekatan ini lebih theosentris. Mereka percaya bahwa Allah yang esa itu tidak bisa dipenjara oleh satu agama atau doktrin agama mana pun. Keanekaragaman agama bukan dilihat sebagai keanekaragaman Allah tetapi keanekaragaman interpretasi tentang Allah yang bekerja dan dipahami di dalam konteks historis dan budaya masyarakat di mana Allah menyatakan diri. Oleh karena itu mereka mengakui adanya kebenaran pada agama-agama lain. Semua agama dianggap menyembah Allah yang menyatakan diri dan dipahami dalam berbagai interpretasi. Kelemahan utama yang tidak diperhitungkan adalah bahwa tidak semua agama menyembah Allah. Misalnya agama Buddha.

Kedua, the universalist pluralism (Leonard Swidler, Wilffred Cantwell Smith, Ninian Smart, dsb). Pendekatan ini menekankan kemungkinan dan bahkan keperluan dibuatnya satu teologi yang universal berdasarkan pengalaman sejarah agama-agama. Kelemahannya adalah pendekatan ini terlalu menekankan universalitas yang bisa mengorbankan partikularis atau kekhasan setiap agama. Pendekatan ini bisa terlalu menekankan persamaan sehingga mengabaikan adanya perbedaan.

Ketiga, soteriosentrik pluralism (Rosemary Ruether, Suchocki, Tom Driver dan juga Knitter) menegaskan perlu keadilan sebagai ukuran dan praxis bersama umat berbagai agama. Dalam pendekatan ini umat beragama didorong untuk bekerja-sama secara fungsional dalam menangani persoalan sosial dan politik demi kemaslahatan bersama. Tetapi, kelemahan pendekatan ini ialah bahwa ia menghindari umat untuk berbicara dan saling berdiskusi tentang persoalan dogma dan doktrin agama.

Keempat, pluralisme ontologis dengan tokohnya Panikkar yang menegaskan bahwa pluralisme bukanlah sekedar suatu pengetahuan tetapi bahkan eksistensi dan hakikat hidup manusia. Pendekatan lebih bersifat kristosentris. Dalam pendekatan ini, Kristus mewujudkan diri dalam berbagai agama lain sebagai pribadi yang berbeda.

Kristus dalam agama Kristen menampilkan diri dalam diri Yesus. Kristus dalam agama Hindu menampilkan diri dalam diri dewa Wisnu atau Dewi Sri. Kristus bisa pula menampilkan diri sebagai Tao atau bahkan sebagai Muhammad. Pendekatan ini cukup dipengaruhi pemikiran Hindu yang memiliki ribuan dewa/dewi.

(CATATAN: Empat paradigma pluralisme di atas ditolak oleh hampir semua gereja konservatif)



sambung ...



+

AGAMA PLURALISME = AGAMA GADO2 = AGAMA UNIVERSAL = BAHAYA  SESAT = TIDAK BOLEH !!!


+


   
« Last Edit: October 23, 2012, 12:36:59 PM by sucito »
October 22, 2012, 07:40:02 AM
Reply #6
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 444
  • www.jesusministries.org
    • www.jesusministries.org
  • Denominasi: www.jesusministries.org
     
+

sumber info :

http://www.sarapanpagi.org/eksklusif-inklusif-atau-pluralis-vt2278.html#p12363



... sambung



Kelima, Kristosentris pluralis tokohnya adalah Hans Kung, John Cobb, Jurgen Moltmann, Kenneth Surin, dsb. Pendekatan ini menegaskan bahwa meskipun kita harus menghargai agama-agama lain, orang Kristen harus tetap mengakui identitas dan finalitas Yesus Kristus sebagai juruselamat dunia. Tanpa pengakuan ini, orang Kristen kehilangan identitas Kristennya. Sebaliknya, tanpa sikap positif terhadap agama lain, orang Kristen terjebak dalam kepongahan rohaninya. Kelemahan pendekatan ini justru sebaliknya dari pendekatan ketiga. Pendekatan ini lebih bersikap deduktif dan bisa terjebak pada abstraksi teologis yang tidak relevan bagi kehidupan kita kini.

Keenam, Kristologi yang Soteriosentris. Eka Darmaputera salah satu tokohnya. Posisi ini sangat menekankan Kristosentris, tetapi Yesus Kristus yang ditekankan di sini bukanlah Yesus yang kita kenal melalui doktrin dan dogma. Paradigma ini menekankan Yesus sebagai Anak Allah yang ‘care’ pada manusia dan dunia serta rela berinkarnasi untuk masuk, hidup dan berjuang untuk menciptakan keadilan dan perdamaian di dalam dunia di tengah umat manusia. Bagi pendekatan ini, seorang Kristen belum sungguh-sungguh ‘Kristen’ bila belum meneladani sikap hidup Kristus.

(CATATAN: Dua paradigma pluralisme di atas diterima oleh sebagian gereja konservatif dengan beberapa catatan, walaupun ada pula yang menolak pluralisme jenis apapun juga)



PENUTUP

Sebagai penutup marilah kita meneladani Paulus yang adalah Rasul Kristus untuk bangsa non-Yahudi memberi contoh kepada kita ketika ia di Athena memperkenalkan Injil tentang Kristus dan kebangkitan-Nya diantara para penyembah dewa-dewa

(23)Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. (31)Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia (Kristus) dari antara orang mati." – Kisah Para Rasul 17:23;31

Dan oleh karena pekerjaan Paulus, para Rasul dan jemaat mula-mula injil Kristus boleh tersebar keseluruh dunia dan berita keselamatan dapat diterima oleh semua orang, marilah kita meneladani contoh yang telah mereka berikan, sambil bertanya dan merenungkan, “Apakah pelayanan mereka bersifat eksklusif, inklusif atau pluralis?”



GOD AND THE TRUTH OF GOD CANNOT BE PLURAL



[5]Dr. Albertus Patty., Paradigma Teologia Kristen Terhadap Pluralisme Agama

+

AGAMA PLURALISME = AGAMA GADO2 = AGAMA UNIVERSAL = BAHAYA  SESAT = TIDAK BOLEH !!!


+


   
« Last Edit: October 23, 2012, 12:35:58 PM by sucito »
October 22, 2012, 09:07:42 AM
Reply #7
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 444
  • www.jesusministries.org
    • www.jesusministries.org
  • Denominasi: www.jesusministries.org
   
+

sumber info :

http://www.oocities.org/thisisreformed/artikel/pluralisme.htm

http://www.gandummas.com/product_info.php?cPath=246&products_id=63



buku : TEOLOGI ABU-ABU (PLURALISME AGAMA)

penulis : Pdt. Stevri Indra Lumintang, M.Th.

Teologi abu-abu (Pluralisme) yang kehadirannnya seperti singa berbulu domba,
seolah-olah menawarkan teologi yang sempurna, karena itu teologi tersebut
mempersalahkan semua rumusan teologi tradisional yang selama ini dianut dan
sudah berakar dalam gereja. Namun sesungguhnya, pluralisme sedang menawarkan
agama baru yang bertolak dari semua kebenaran yang diakui baik dari Alkitab
maupun dari yang bukan Alkitab, yaitu disiplin ilmu pengetahuan umum, termasuk
disiplin ilmu teologi agama-agama lain yang resmi atau diakui pemerintah, maupun
yang tidak resmi (terselubung)
. Karena itu, teologi jenis gado-gado ini, dinamai
oleh penulis sebagai Teolgi Abu-abu. Teologi Abu-abu atau Pluralisme, sesuai
dengan pengertian dan jiwanya adalah teologi yang sulit untuk didefinisikan
dengan jelas namun lebih gampang untuk digambarkan seperti perpaduan antara dua
warna atau lebih, yaitu teologi yang telah kehilangan warna aslinya, bukan putih
juga bukan hitam, melainkan suatu asimilasi atau integrasi seimbang antara putih
dan hitam, sehingga menjadi warna abu-abu. Warna abu-abunya pluralisme agama
adalah seperti ini, bukan ajaran Alkitab Kristen, bukan pula ajaran Al Quran Islam,
bukan doktrin Buddha, bukan pula doktrin Hindu, bukan Yesus sekaligus bukan pula
allah yang lain, melainkan perpaduan dari semua ilmu pengetahuan dan semua teologi2
dari semua agama-agama yang ada di dunia
. Itulah yang mereka sebut Theologia Religionum

Apakah kaum pluralis Kristen percaya kepada Yesus Kristus? Mungkin kita
dan mereka akan menjawab ya, secara eksplisit mereka mengakui bahwa mereka
percaya Yesus. Persoalannya ialah kalau mereka percaya Yesus, Yesus yang mana
yang mereka percayai? Sebab Yesus dalam Alkitab dengan terang-terangan mereka
mengakuinya adalah mitos dari para penulis Injil. Mereka tidak percaya bahwa
Yesus sebagai satu-satunya penyataan Allah, kebenaran final Allah. Dengan kata
lain, mereka mengakui adanya keselamatan di luar Yesus. Sehingga dapatkah mereka
dan kita berkata bahwa mereka selamat? Akhirnya apakah yang akan kita katakan
lagi mengenai kaum pluralis? Mari kita memiliki kerinduan seperti sikap Paulus
saat beliau mengomentari kedegilan orang Israel yang tersandung dengan finalitas
Yesus, ia menulis dalam Roma 10:1-3   :
Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

prakata : Prof. Joseph Tong, Ph.D

Teologi Abu-Abu adalah posisi teologi kaum pluralis. Karena teologi yang mereka bangun merupakan integrasi dari pelbagai warna kebenaran dari semua agama, filsafat dan budaya yang ada di dunia. Alkitab dipakai hanya sebagai salah satu sumber, itu pun dianggap sebagai mitos. Dan perpaduan multi kebenaran ini, lahirlah teologi abu-abu, yaitu teologi bukan hitam, bukan juga putih, bukan teologi Kristen, bukan juga teologi salah satu agama yang ada di dunia ini. Inilah teologi abu-abu yang dengan bangga ditawarkan oleh kaum pluralis, sebagai teologi yang sempurna dan sangat tepat untuk menjawab persoalan fenomena pluralitas agama dan budaya di dunia. Teologi abu-abu (pluralisme agama) sedang meracuni, baik agama Kristen, maupun semua agama2, dengan cara mencabut dan membuang semua unsur-unsur absolut yang diklaim oleh masing-masing agama2. Kaum pluralis sedang bermimpi untuk mengulangi keindahan taman Eden, dan membangun kembali menara Babel (Utopia), namun sayang teologi mereka yang abu-abu tersebut hancur bersama dengan hancurnya menara Babel.

Buku ini, Theologia Abu-Abu: Pluralisme Agama, merupakan hasil karya yang cukup teliti dan tekun. Saya merasa segar dan bangga atas hasil karya Pdt. Stevri Indra Lumintang, seorang murid saya yang telah berusaha dengan sekuat mungkin untuk memahami hakikat ortodoks kebenaran dan tradisi Kristen dengan pemberitaan Injil yang murni. Tema buku ini cukup jelas mengemukakan problema-problema teologi masa kini yang nyatanya tidak mau dan tidak berani mengambil pendirian yang berkonsekwensi, yaitu pendirian yang berdasarkan Firman, wahyu Allah dengan setumpuk alasan dan kepentingan untuk merelevansikan Injil Kristus yang sebenarnya sudah relevan.

+

AGAMA PLURALISME = AGAMA GADO2 = AGAMA UNIVERSAL = BAHAYA  SESAT = TIDAK BOLEH !!!

+


   
« Last Edit: October 23, 2012, 12:31:00 PM by sucito »
October 22, 2012, 12:00:32 PM
Reply #8
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 444
  • www.jesusministries.org
    • www.jesusministries.org
  • Denominasi: www.jesusministries.org
   
+

sumber info :

http://www.sarapanpagi.org/injil-dan-sinkretisme-vt432.html

...

Sinkretisme disebut dalam kamus sebagai "penyatuan aliran" 4 sedangkan istilah ini dalam hal agama oleh Berkhof dan Enklaar disebut "mencampuradukkan agama-agama disebut sinkretisme" 5. Josh McDowell dalam bukunya menyebut bahwa "Syncretistic" berarti "tending to reconcile different beliefs, as philosophy and religion". 6 Dari beberapa kutipan tersebut dapatlah dimengerti bahwa Sinkretisme dalam agama adalah usaha penyatuan dan pencampuradukkan berbagai-bagai faham agama dengan kecenderungan untuk mendamaikan faham-faham itu.

...

Sinkretisme dengan berhala-berhala Romawi dikritik Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma (1:18-32), bahkan dalam jemaat Korintus, Paulus menghadapi sinkretisme dengan Rasionalisme (1Kor. 1:18-2:5) tetapi tidak lepas adanya sinkretisme dengan tradisi penyembahan berhala (1Kor. 8). Dalam suratnya kepada jemaat Galatia, Paulus mengingatkan bahaya sinkretisme dengan adat istiadat Yahudi dan Tauratisme (Gal. 2-3). Dalam suratnya pada jemaat di Kolose, Rasul Paulus mengatakan:

"Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus." (Kol. 2:8)

...

Salah satu sinkretisme yang dualistik-pantheistik berusaha menggabungkan filsafat Barat dengan agama Timur adalah gnostik , yaitu ajaran tentang gnosis. Yang dimaksudkan dengan gnosis yang aslinya berarti pengetahuan, disini dimaksudkan sebagai "hikmat tinggi yang rahasia dan tersembunyi tentang asal dan tujuan hidup manusia." 8

Ajaran gnostik ini cukup mempengaruhi gereja Kristen yang mula-mula, karena pada hemat mereka berita Injil terlalu sederhana. Khususnya golongan terpelajar ingin mencari hikmat yang lebih dalam, lebih indah dan penuh rahasia. Oleh sebab itu mereka mulai menafsirkan Injil secara alegoris, dan dengan demikian mereka menukar kebodohan salib dengan hikmat dunia. 9

...

Suasana sinkretisme demikian jelas terlihat pada kehidupan Agustinus yang terpengaruh Manicheisme , semacam gnostik Parsi yang bersifat asketik dan dualistis yang merupakan campuran dari berbagai-bagai pemikiran kafir. Kemudian ia terpengaruh filsafat Neo-Platonisme.

...

(1095-1229), negara-negara Eropa yang umumnya menganut agama Katolik Roma kemudian mengalami sinkretisme dengan filsafat Aristoteles yang mereka jumpai terjemahan buku-bukunya di Arabia

...

Di kalangan penganut Pentakostalisme mula-mula di Azuza, Amerika Serikat, khususnya di kalangan keturunan Afrika, terjadi sinkretisme Kekristenan dengan aliran-aliran spiritualisme dan okultisme Afrika yang mengakibatkan perpecahan orang-orang Pentakosta asal Afrika dengan yang berkulit Putih

...

Roh sinkretisme agama, khususnya pencampuran ajaran Injil terjadi paling ramai pada era Informasi pasca tahun 1960 di mana kebangkitan agama-agama Timur yang bersifat Pantheistik dan Mistik seperti yang berasal dari India (Hinduisme dan Buddisme) dan China (Taoisme) telah ikut memasuki kepercayaan orang-orang Kristen

...

Sinkretisme filosofis dan juga berbau mistis bisa kita lihat pada kecenderungan akhir-akhir ini di dalam gerakan Oikumene dan Inter-Faith dan khususnya pertemuan Oikumenis Re-Imagining. Beberapa contoh faham sinkretisme Universalisme dengan bisa dilihat di Gereja St. James di Piccadilly, London, yang sejak satu dasawarsa terakhir memperkenalkan apa yang disebut sebagai "Alternative Ministry" yang jelas berlandaskan kebatinan. Gereja ini pernah merayakan ulang tahun Buddha dengan menyetarakan Buddha dengan Kristus dan mengeluarkan selebaran yang berbunyi sebagai berikut:

"Untuk banyak orang Gerakan Zaman Baru, Wesak (bulan purnama ketika matahari ada di rasi Taurus) adalah peristiwa rohani paling penting ... Di Timur ini dirayakan sebagai hari kelahiran Buddha. Ada legenda yang menyebut bahwa pada bulan purnama Buddha dan Kristus bersama-sama dengan mahluk-mahluk bebas dan para orang suci meminta berkat besar tahunan untuk planet bumi. Kami akan merayakan Wesak dengan upacara meditasi antar agama di gereja. Kami mengundang semua orang dengan semua latar belakang budaya, agama dan sistem kepercayaan untuk bergabung dalam perayaan batin yang besar ini." 20

...

Prinsipnya sinkretisme yang terakhir ini sudah menjurus pada pembentukan agama baru Universalisme yang beranggapan bahwa semua tokoh-tokoh agama adalah para avatar yang sama-sama menjadi penghubung dengan dunia ilahi dan semua agama akan menuju pada satu agama yang menyembah tuhan yang Satu itu. Tuhan Yesus Kristus bukan lagi dianggap sebagai satu-satunya jalan tetapi hanya sebagai salah satu jalan

+

SINKRETISME = AGAMA PLURALISME = AGAMA GADO2 = AGAMA UNIVERSAL = SESAT = TIDAK BOLEH !!!

+


   
« Last Edit: October 23, 2012, 12:33:50 PM by sucito »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)