Author Topic: perantara yang disembah??  (Read 1926 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 26, 2012, 03:39:25 PM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3317
  • Denominasi: protestan
Sambungan .....
Saya merasa tersentak melihat pernyataan ayat di atas itu, mata rohani saya semakin menyadari dan memahaminya. Karena dengan jelas dan tegas ayat itu mengatakan bahwa Isa dalam pra keberadaan-Nya atau sebelum ada di dalam kandungan Maryam adalah Kalam atau Firman dari Allah. Kata Almasih artinya yang diurapi, yang ditahbiskan atau yang dinobatkan, serta diikuti dengan kata Wajihaan fiiddunyaa wal akhirah, yang artinya terkemuka di dunia dan di akhirat. Jadi secara tersirat dan tersurat ayat ini menyatakan bahwa Isa itu pada hakikatnya adalah Firman Allah yang menjadi manusia diurapi dengan status kedudukan terkemuka di dunia dan di akhirat

Pertanyaannya, siapakah oknum yang punya kedudukan dan kehormatan terkemuka di dunia dan di akhirat kecuali Allah SWT. Lalu, siapakah sebenarnya Isa itu? Sebab tidak manusia, nabi, rasul sampai malaikat pun yang punya kedudukan atau kehormatan terkemuka di dunia dan di akhirat. Saya dibuat semakin bertanya-tanya dan akhirnya saya temukan juga jawabannya dalam Surat An Nisaa 4:171 yang saya ambil pointnya saja demikian bunyinya:

"Innamaal masiikhu Isabnu maryama Rasulullah wa kalimatuhu al qohaa ilaa maryama wa rukhu minhu". Artinya: "Sesungguhnya Almasih Isa Putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, dan Roh dari-Nya". Qs. 4:171

Dari sini bisa saya simpulkan bahwa ayat di atas menyatakan Isa Almasih itu utusan Allah, Isa Almasih itu Firman Allah, Isa Almasih itu Roh Allah, ayat itu juga didukung Hadits Shahih Bukhari (HSB) 1496 dan Hadits Anas Bin Malik hal. 72:

Isa faa innahu Rohulullah wa kalimatuhu.
Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Kalam Allah.

Disamping itu saya juga membaca pernyataan Hadits Shokhih Musfim dan Hadits Shokhih Bukhori yang mengatakan:

"Wal ladzi nafsi bi yadihi layusyikanna ayyanzila fi kumubnu maryama hakamam muqsithon"
"Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa Anak Maryam akan turun ditengah-tengah kamu. Dia akan menjadi Hakim yang adil."
HSM 127, HSB 1090

Kembali timbul sebuah pertanyaan lagi dalam hatiku, "Siapakah sebenarnya Isa Al Masih itu?" Karena kalau menurut pernyataan di dalam Al Qur'an, bahwa Allah itulah Hakim yang seadil-adilnya.

"Alaysallahu bi akh khamil khakhimin"
"Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya"
Qs. At Tiin 95:8

Walaupun semuanya itu sudah jelas, tetapi saya tetap belum mau mempercayai dan mengimani Yesus itu adalah Tuhan dan Juruselamat saya. Karena masalah keyakinan, kepercayaan dan keimanan, tidak segampang orang membalikkan telapak tangan langsung terima dan diaminkan atau tidak semudah orang yang beli jajan di pinggir jalan langsung ditelan jadi kenyang. Tetapi ini masalah hati nurani yang suci, maka membutuhkan pencerahan, penerangan Sang Ilahi Yang Maha Suci supaya hati nurani ini dapat mengambil suatu keputusan untuk menyatakan keberanian tentang kebenaran yang datang dari Tuhan Pencipta dan Penguasa Semesta Alam.

Maka untuk mendukung dan memperkuat semuanya itu saya langsung terus untuk mengumpulkan data-data yang bersumber dari Al Qur'an maupun Hadits yang berkaitan dengan kesaksian dan pengakuan mengenai pernyataan tentang isa Almasih itu:

Dalam Al Qur'an:

1. Qs. 19:19
Isa Al Masih seorang anak laki-laki yang suci.
2. Qs. 19:21
Isa Al Masih sebagai tanda bagi manusia dan rahmat dari Tuhan.
3. Qs. 3:46, 5:19, 20, 110:
Isa Al Masih semasa dalam buaian dan ayunan sudah bisa berbicara dengan manusia.
4. Qs. 19:31
Isa Al Masih seorang yang diberkati Allah dimana saja berada.
5. 3:49, 5:110
Isa membuat burung, menyembuhkan orang buta sejak lahir, menyembuhkan penyakit sopak (lepra) dan menghidupkan orang mati.
6. Qs. 3:45
isa adalah Kalam Allah, terkemuka di dunia dan di akhirat.
7. Qs. 4:171
Isa Al Masih utusan Allah, Kalam Allah dan Roh Allah.
8. Qs. 21:91
Isa dan ibunya dijadikan tanda yang besar bagi semesta alam.

Dalam Hadits:

1. HSB. 1496
Isa itu utusan Allah, Kalam Allah, Roh Allah.
2. HSB. 1090
Isa akan turun menjadi Hakim yang adil.
3. H. Anas bin Malik hal. 72
Isa Roh Allah dan Kalam Allah
4. HSM Jilid I hal. 74
Isa adalah Iman Mahdi dan Hakim yang adil
5. H. Ibnu Majah:
Tidak ada Imam Mahdi selain Isa putra Maryam.

Bersambung .....
October 26, 2012, 03:39:26 PM
Reply #21
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 220
  • Gender: Male
  • Denominasi: Jemaat Kristen Awal
jadi maksud mas bro, melalui Yesus dapat di "tafsir" menjadi menyembah Yesus..??

maaf bukan mau mengganti ayatnya hanya sekedar mengikuti tafsiran saja:

Joh 14:6  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak MELALUI (MENYEMBAH) Aku.

lagi2 akan ketemu pertentangan dengan ucapan Yesus sendiri atas tafsiran diatas:

Matius, 4:10 “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.”

gini aja bro .... saya mau tanya ama anda .....
kepada siapakah TUHAN, Allah Israel menyerahkan hari penghakiman ?????

Berdasarkan Alquran .....

coba anda lihat Daud, bagaimana bangsa israel memperlakukan dia sebagai Raja :

Kitab Perjanjian Lama II samuel  24
24:20 Ketika Arauna menjenguk dan melihat raja dengan pegawai-pegawainya mendapatkannya, pergilah Arauna ke luar, lalu sujud kepada raja dengan mukanya ke tanah.

Yesus lebih besar daripada Daud.
Kitab Perjanjian Baru Wahyu 22
22:16 "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

salam Bro
October 26, 2012, 03:41:38 PM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3317
  • Denominasi: protestan
Sambungan .....
Dengan dukungan dan pernyataan beberapa ayat-ayat Al Qur'an dan Hadits perasaan saya seperti disinari dengan pancaran terang kebenaran untuk terus melangkah menuju "Jalan Keselamatan". Tetapi ada satu hal yang membuat saya berat melangkah untuk berjalan terus menuju ke puncak keputusan, yaitu masalah amal yang selama ini sudah saya kumpulkan sejak dari awal dengan jerih payah ibadah yang melelahkan dan memakan kurun waktu yang cukup panjang. Sebab menurut ajaran agama Islam, apabila orang itu sudah murtad (keluar) dari agama Islam segala amal ibadahnya akan musnah terhapus. Padahal bekal untuk menuju kehidupan kekal harus disertai dengan banyak amal.

Dari sini saya kembali dihantui perasaan takut, kuatir, keraguan, kebimbangan dan kebingungan. Saya lantas terus kembali buka-buka Kitab Hadits dan Al Qur'an. Pada saat membuka Hadits Shohih Muslim, saya temukan jawaban persoalan amal yang sangat melegakan dan memuaskan di HSM no. 2412-2414 yang menjelaskan dengan gamblang yaitu:

" 'Anjaabir qaala sami'tun nabiyya sholallahu 'alaihi wa sallam yaquulu: laa yud khilu akhadan minkum 'amluhul jannah, wa laa yujiiruhu minannaar. Wa laa anaa. illa birakh matin minallah"
" Dari Jabir r.a katanya dia mendengar Nabi Saw. bersabda: "Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah Swt. belaka" HSM 2412-2414

Dan Al Qur'an pun juga menyatakan dengan jelas yaitu Qs. 44:40-42,

"Inna yaumal fashli miiqaatuhum ajma 'iin"
"Sesungguhnya hari keputusan (hari kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya" Qs. 44:40

"Yauma laa yuqhnii maulan 'anmaulan syaian walaahum yunsharuun"
"Yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikitpun, dan mereka tidak akan mendapat pertolongan" Qs. 44:41

"Illa man rrakhimallahu innahu huwal 'aziizurrokhiim."
"Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang." Qs. 44:42

Kesimpulannya Qs. Ad Dukhaan ayat 40-42 menyatakan:
Pada hari keputusan (penghakiman, pengadilan) tak seorangpun kerabat yang bisa memberi manfaat (pertolongan) kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah.

Ternyata menurut pernyataan Qs. 19:21
Bahwa Isa itulah yang dijadikan tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Tuhan.

"Qaala kadzaliki qaala rabbuka huwa 'alayya hayyinum wa linaj 'alahu, ayatanllinnaasi..."
"Jibril berkata: Demikianlah Tuhanmu berfirman, "Hal itu adalah mudah bagiku: dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami: dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan."
Qs. Maryam 19:21

V. MENYATAKAN IMAN DAN BERTOBAT
Maka di tahun 1997 itupun secepatnya saya mengambil keputusan dengan tegas menyatakan iman bahwa Yesus Kristus itu benar-benar Tuhan dan Juruselamat saya serta seluruh umat manusia. Dengan demikian segeralah saya minta dibaptis sebagai tanda pertobatan dan pengakuan iman saya menjadi pengikut Yesus Kristus. Sekarang resmilah saya menjadi pengikut Yesus Kristus. Perasaan senang dan tenang selalu mengalir menyegarkan rohani saya.
Sebab Al Qur'an pun juga mengakui:

"Idz qaalallahu yaa 'Iisaa innii mutawaffiika warafiuka ilayya wa muthahiruka minalladzii nakafaruu wa jaa'ilul ladzii nattaba 'uuka fauqalladzii nakafaruu ilaa yaumil qiyaamah..."
"(Ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang kafir hingga hari kiamat" Qs. Ali Imran 3:55

Maka dengan pernyataan ayat-ayat Al Qur'an dan penjelasan Hadits itu iman saya sebagai pengikut Yesus Kristus semakin dikuatkan dan mantap. Sebab masalah keselamatan kalau sampai ditunda-tunda hingga ajal tiba akibatnya akan fatal dan gagal total sampai kekal. Sesal dan kesal tiada artinya karena sudah tida ada jalan keluarnya. Karena itu sebaiknya cepatlah bertobat sebelum terlambat. Sebab Al Qur'an sendiri sudah mengatakan dengan tegas:

"Wa inminkum illa wariduhaa, kana 'alaa rabbika khadmaan mmaqdhiyyaa"
"Dan tiada seorangpun daripadamu melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan" Qs. 19:71 (baca Tafsir Al Azhar oleh Prof. DR. Hamka)

Bersambung .....
October 26, 2012, 03:44:23 PM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3317
  • Denominasi: protestan
Sambungan .....
Mengapa masuk neraka menjadi suatu kepastian yang sudah ditetapkan? Mungkin pikiran orang akan mengatakan, "Kalau begitu Tuhan tidak adil jika semua orang dipastikan masuk neraka". Justru disitulah terletak pernyataan keputusan keadilan Tuhan yang sesungguh-sungguhnya. Sebab pertanyaan di atas sama bobotnya dengan mengatakan, bahwa Tuhan lebih tidak adil kalau orang berdosa itu dibiarkan masuk dan berkeliaran didalam Surga. Sebab Surga itu adalah sebuah Kerajaan Tuhan yang kudus, suci bebas dari virus, bakteri dan kuman dosa. Jadi tidak layak orang yang terjangkit penyakit dosa itu diizinkan datang masuk dan tinggal serta menginjak-injak di wilayah kerajaan Tuhan yang disebut Negeri Surgawi atau Negara Surga. Dengan demikian tepat sekali apa yang dikatakan Al Qur'an:

"Innahu manya 'ti rabbahu mujrimaan fainnalahu jahannama laa yamuutu fiihaa wa laa yakhyaa"
"Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka jahanam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak hidup" Qs. 20:74
Baca juga Qs. 43:74, 77.

Hal ini jauh sebelum Al Qur'an mengatakan, ratusan tahun yang lalu Rasul Paulus mengatakan terlebih dahulu kepada umat manusia yang ada di Roma.

"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan" Roma 3:23

"Sebab upah dosa ialah maut"
Roma 6:23a

Maka akibat orang yang berbuat dosa itu adalah maut atau masuk neraka. Baik Al Qur'an maupun pernyataan Rasul Paulus tidak mengatakan masalah bobot, nilai, ukuran dan timbangan berat ringannya, besar kecilnya dosa, tapi penekanannya masalah persoalan dosa.

Karena Surga itu adalah wilayah kekuasaan Kerajaan Tuhan dimana tempat Tahta Singgasana Tuhan Sang Maha Raja Penguasa Jagad Raya Pencipta Alam Semesta itu bersemayam, maka tidak layak dimasuki dan ditempati orang yang najis, kotor kena noda dosa (Wahyu 21:27, Qs. 20:74 Qs. 43, 74, 77). Tetapi bukanlah ibadah, perbuatan baik, amal kita sudah menebus dan menghapus dosa-dosa kita, sama sekali tidak (baca HSM No. 2412-2414). Sebab ibadah, perbuatan baik, dan amal sasarannya bukanlah menjadi penebus atau penghapus dosa, melainkan menjalankan ketaatan yang mendatangkan ganjaran, jadi segala sesuatu yang kita lakukan tidak bisa dijadikan sebagai alat pencuci dan pembersih kotoran noda dosa. Sekarang bagaimana caranya kita bisa bersih suci supaya bebas lepas dari ancaman hukuman neraka jahanam dan masuk hidup di Negeri Surgawi, maka harus ada sosok Penguasa yang membebaskan dan pribadi yang suci (baca Qs. 3:45 dan Qs. 19:19. Matius 28:18, Lukas 1:35) yang menyucikan dan menyatakan kita sudah bebas dan suci layak hidup di Negeri Surgawi.

Siapakah nama sosok pribadi itu Dialah Yesus Kristus atau Isa Al Masih (Matius 1:21, Lukas 1:31, Kisah Rasul 9:5, Kisah Rasul 4:10). Yesus Kristus itulah yang akan menyatakan suatu ketetapan dan keputusan sebagai hakim yang adil (HSM Jilid I hal 74, HSB.1090, Yohanes 5:27,30) Apa yang menjadi standarisasi (ketentuan) untuk menjalankan suatu keputusan penghakiman yang adil nanti.

Iman percaya kita kepada-Nya (Yohanes 3:18, Markus 16:16) Bagaimana kalau ada orang yang tetap tidak mau beriman kepada kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya? Tuhan Yesus sudah mengatakan dengan tegas dan keras:

"Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu, sebab jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah dia, kamu akan mati dalam dosamu"
Yohanes 8:24

"Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."
Yohanes 14:6

"Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum."
Markus 16:16

"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
Kisah Rasul 4:12

Dengan kata lain Firman Tuhan yang tertulis dalam Kitab Suci mengatakan dengan tegas, jelas dan keras bahwa:

"Seorang akan masuk neraka jikalau dia tidak percaya bahwa Yesus adalah jalan satu-satunya untuk masuk Surga. Jadi keputusan inilah (percaya atau tidak) yang akan dijadikan standarisasi penghakiman untuk menyatakan setiap orang masuk Surga atau neraka."

Bersambung ......
October 26, 2012, 03:46:39 PM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3317
  • Denominasi: protestan
Sambungan ....
VI. MENJAWAB ATAS KESALAHPAHAMAN
Dari awal sudah jelas motivasi atau tujuan saya yaitu untuk mengislamkan orang-orang Kristen, karena disebabkan kesalahpahaman didalam menyoroti dan menyikapi penilaian iman Kekristenan yang didasarkan dari beberapa hal pernyataan ayat-ayat Al Qur'an. Jadi dengan demikian semua penolakan saya itu bukan asbun (asal bunyi) dan tudingan yang bersifat sembarangan, tetapi didasarkan atas pernyataan dan keterangan ayat-ayat Al Qur'an yang diperkuat dengan dukungan penjelasan dan keterangan Injil Barnabas. Maka kalau disimpulkan dasar penolakan saya itu adalah:

1. MENOLAK DOGMA TRINITAS. QS. 5:73
2. MENOLAK SEBUTAN ANAK ALLAH. QS. 112:3; QS. 72:3
3. MENOLAK ISA ALMASIH DIKATAKAN ALLAH. QS. 5:72
4. MENOLAK KITAB ORANG Kristen SEKARANG. QS. 5:15; QS. 2:75
5. MENOLAK KEMATIAN ISA AL MASIH. QS 4:157

Penolakan yang didasari atas pernyataan semacam itu bukanlah semata-mata hanya saya saja, tetapi semua umat Islam yang menyebar di seluruh permukaan bumi ini yang mengerti dan paham tentang ajaran iman agama Islam yang sebenarnya pasti dengan jelas akan menolak kelima hal pernyataan di atas.

Sekarang yang menjadi pertanyaan bagaimana memberikan jawaban atas semua kesalahpahaman itu setelah iman saya percaya kepada Tuhan Yesus Kristus?

Terlebih dahulu saya haturkan puji syukur dan sembah sujud kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menebus, mengampuni dan menyelamatkan saya. Terus terang dengan jujur saya katakan tidak semudah itu memberi jawaban kalau hanya didasarkan kepintaran pikiran dan kemampuan ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu saya tak lupa memohon kepada Tuhan Yesus Kristus untuk memimpin dan membimbing hamba melalui kuasa Roh-Nya supaya saya diberi hikmat kebijaksanaan Surgawi untuk menjawab dan menjelaskan semua kesalahpahaman itu. Tibalah saatnya sekarang memberi jawaban satu persatu dengan hati-hati yang disertai dengan rasa rendah hati.

VII. PENOLAKAN DOGMA TRINITAS
Seluruh umat Islam pasti dengan jelas menolak dogma TRITUNGGAL atau TRINITAS. Karena kesalahpahaman didalam menyikapi dan menilai iman orang Kristen yang dilandasi dengan dasar pernyataan Al Qur'an:

"Laqod kafarol ladziina qooluu innallaha tsaalitsu tsalaatsa"
"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga". (Qs. Al Maaidah 5:73)

"Wa idz qaalallaahu yaa 'iisabna maryama aanta qultu linnasit takhidzuunii wa ummiya ilaa haini minduunilaahi, qoala subkhaanaka maa yakuunu lii an quula maa laisa lii bikhaq".
"Dan (Ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia; Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab: Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku". (Qs. 5:116)

Berangkat dari dua nats itulah orang Islam mengatakan bahwa Allahnya orang Kristen itu tiga yang dikenal dengan istilah TRINITAS/TRITUNGGAL. Dimana orang islam menilai bahwa Tuhannya orang Kristen itu berjumlah tiga. Yang didasarkan atas pernyataan Qs. 5:73, Qs. 5:116 dan Qs. 4:171. Dimana kalau saudara teliti dan hayati dengan hati-hati ayat-ayat itu menyoroti 3 wujud pribadi yaitu: Maria, Isa dan Allah, dengan demikian Allah adalah salah satu dari yang ketiga. Padahal iman Kristen yang Alkitabiah bukanlah yang demikian yang disebut dogma TRINITAS, melainkan menjabarkan bagaimana keberadaannya (existensi) Tuhan itu? Yaitu Mencipta, Berfirman, dan Memelihara atau Membimbing.

Orang Kristen percaya: Tuhan Mencipta disebut dengan panggilan BAPA.
Orang Islam menyebut dengan istilah AL KHOLIQ.

Orang Kristen percaya Firman Allah itu telah menjadi manusia yaitu Yesus.
Orang Islam percaya firman Allah yang menjadi tulisan dan dibukukannya itu disebut Al Qur'an
Dengan kata lain Firman Allah yang berbentuk tulisan dan dibukukan itulah disebut Al Qur'an. Tidak ada paksaan atau terserah mau pilih yang jadi buku atau yang jadi manusia.

Allah memelihara atau membimbing oleh orang Kristen disebut ROH KUDUS.
Dimana Allah atau Tuhan itu wujud-Nya Roh (Yohanes 4:24; 2 Korintus 3:17).
Orang Islam biasanya mempergunakan dengan istilah Taufik dan Hidayah.

Bersambung .....

October 26, 2012, 03:48:55 PM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3317
  • Denominasi: protestan
Sambungan ....
Rohnya Tuhan yang berdiam di dalam diri manusia untuk memelihara, memimpin dan membimbing manusia supaya mentaati segala perintah-Nya itulah yang disebut ROH KUDUS. Dengan demikian yang disebut TRINITAS bukan berbicara jumlahnya Allah melainkan keberadaanNya Tuhan itu.

Dalam pernyataan Qs. 5:73 dan Qs 5:116 itu menyoroti dan mengkritik paham sesat aliran MARIAMIS yang mempergunakan istilah Dogma TRINITAS memasukkan oknum MARYAM (Maria) sebagai salah satu wujud Allah yaitu Maria, Yesus dan Allah dengan demikian Allah adalah salah satu dari yang tiga. Coba renungkan dan hayati kembali Qs. 5:73 dan Qs. 5:116. Di samping itu Al Qur'an juga mengkritik aliran PAGANISME (penyembah beberapa berhala) di antara nama berhala itu adalah Al lata, Al uzza dan Manah sebagai Allah dan Anak Allah (baca Qs. An Najm. 53:19-21).

Dalam pernyataan Qs. 5:73 dan Qs. 5:116 itu tidak kena mengena serta meleset jauh dari pandangan iman orang Kristen dengan mempergunakan dogma TRINITAS. Karena dogma TRINITAS menyatakan keberadaan Tuhan yang Maha Pencipta, Berfirman dan Memelihara, orang Islam juga percaya bahwa Tuhan itu Pencipta, Tuhan itu berfirman, dan Tuhan itu memelihara.

VIII. PENOLAKAN SEBUTAN ANAK ALLAH
Semua orang Islam tidak akan mau menerima dan mengaku kalau Yesus (Isa) itu disebut Anak Allah, karena berdasarkan Al Qur'an:

"Lam yalid wa lam yuu lad"
"Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan".
"Wa annahuu ta'aalaa jaddu rabbinaa mattakhadza shokhibataw walaa walada".
"Dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Tuhan tidak beristri dan tidak beranak". Qs. 112:3 dan Qs. 72:3

Dengan berpegang pada dua nats ayat di atas itulah orang Islam menolak bahwa Yesus (Isa) disebut Anak Allah.

Orang Islam beranggapan bahwa Allah mempunyai anak secara biologis atau secara fisik. Coba cermati dan teliti kembali Qs. 72:3 itu. Sehingga kalau Allah itu punya Anak yang Alkitabiah di seluruh dunia tidak beranggapan dan berkeyakinan seperti itu. Kalau orang Kristen mengatakan Yesus disebut Anak Allah itu adalah kata majasi atau kata analogis (kiasan, perumpamaan) yang bersifat rohani sebab wujud hakekat Tuhan itu Roh atau ghaib. Yohanes 4:24; 2 Korintus 3:17 "Bahwa Tuhan itu adalah roh".

Kalau orang Islam beranggapan bahwa Tuhan orang Kristen itu wujud hakekatnya manusia terus kawin dengan manusia lantas punya anak yang bernama Yesus. Saya malah tidak bisa membayangkan kalau Allah itu kawin dengan manusia bagaimana caranya? Waduuh... itu namanya sesat alias menghujat... Jadi jelasnya Yesus disebut Anak Allah itu menyatakan pra keberadaan-Nya pada hakekatnya atau wujud esensi-Nya adalah ghaib atau tidak nampak oleh mata kepala siapapun, baca dengan teks dan lafad Arabnya Qs. 3:45, Qs. 4:171 dan HSB 1496 di situ tersirat pernyataan: Isa itu ada utusan Allah, Kalam Allah dan Roh Allah.

Jadi Yesus disebut Anak Allah itu yang pada hakekat-Nya adalah Firman Tuhan yang ghaib (tidak nampak) karena melekat sehakekat dalam dzat diri Ilahi keluar menjadi wujud manusia itulah Anak Tuhan yang tunggal atau Firman yang hidup atau dengan kata lain Firman yang menjadi kehidupan manusia yang berwujud manusia bernama Yesus Kristus atau Isa Almasih atau juga disebut Yeshua Hamashiah. Yohanes 1:14 "Firman itu telah menjadi manusia". Orang Islam juga mempunyai keyakinan bahwa Firman Allah yang berwujud tulisan itu disebut Al Qur'an dengan kata lain bahwa Al Qur'an itu adalah Kalam Allah.

Demikian juga Isa Qs. 3:45; Qs. 4:171 dan HSB 1496 serta Hadits Anas Bin Malik hal. 72 yang berbunyi:

"Isa faa innahu Rohulullah wa kalimatuhu"
Artinya: "Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Kalam Allah".

Jadi jelas istilah kata Anak Allah bagi Yesus bukan karena Allah itu beristri, terus istri Allah itu melahirkan anak yang bernama Yesus. Yesus adalah Firman Allah yang menjadi manusia, yang melakukan karya penebusan dan penyelamatan manusia. Dengan demikian setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamatnya sudah bebas dari ancaman hukuman api neraka jahanam, karena Yesus sudah mati di kayu salib untuk menebus seluruh umat manusia yang berdosa. Itulah yang disebut Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang kepada setiap insan.

"Karena begitu besar kasih Bapa akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Yohanes 3:16

"Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Bapa."
2Korintus 5:21

Bersambung .....
October 26, 2012, 03:51:15 PM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3317
  • Denominasi: protestan
Sambungan ....
Tetapi masih ada juga orang yang mengatakan, "tidak mungkin Tuhan bisa menjadi manusia". Jawabannya adalah kebalikannya "justru malah tidak mungkin Tuhan tidak bisa jadi manusia". Kenapa tidak langsung mempergunakan istilah kata "Kalam Allah atau Firman Allah". Ingat setiap kultur daerah mempunyai adat, budaya dan bahasa yang berbeda-beda, lagi pula perkembangan peradaban dan kebudayaan zaman dulu dan sekarang tidak bisa disamakan pasti ada perubahan atau pembaharuan, kalau dipaksakan akan mengubah makna arti historis, spiritualistis, theologisnya, maka untuk menjaga kelestarian agar tidak kehilangan pengertian yang menyimpang tetap dipertahankan makna dan artinya pada posisi aslinya.

IX. PENOLAKAN ISA AL MASIH DISEBUT ALLAH
Semua orang Islam pasti akan menolak dengan keras kalau Yesus (Isa) itu disebut Allah atau Tuhan, karena berdasarkan pernyataan Al Qur'an:

"Laqad kafarol ladziina qooluu innallaha huwal masiikhubnu maryama", artinya: "Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "sesungguhnya Allah ialah Almasih putra Maryam", Qs. 5:72, juga disertai dengan pernyataan Qs. 20:98, yang bunyinya demikian:

"Innamaa ilaa hukumullohul ladzii laa ilaaha illa huwa"
"Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia" Qs. 20:98

Dengan demikian seluruh umat Islam diwajibkan mengucapkan krido, ikrar atau shahadat tain (kalimat tauqid) mengucapkan keesaan Allah, yang bunyinya:

"Ashadu anaa ilaa ha illalah"
artinya: "Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah".

Dengan pernyataan itu jelas orang Islam tidak akan menerima dan mengakui Tuhan selain Allah. Oleh sebab itu dalam menyikapi dan memahami pribadi Yesus oleh orang Kristen disebut Tuhan atau Allah, orang Islam jelas akan salah paham atau salah pengertian di dalam menafsirkan. Memang Tuhan itu adalah Allah dan Allah itu adalah Tuhan. Dua kalimat kata "Tuhan dan Allah" tidak bisa dipisahkan namun bisa dibedakan. Allah adalah hakekat oknumnya, yaitu Dzat Wajibul Wujud (yang wajib ada keberadaan-Nya). Istilah Ibraninya Asher Haya (yang ada).

Tuhan adalah: Kuasa Allah atau kewibawaan Allah. Seperti kalimat "Allahu rabbul alamin" artinya: Allah adalah Tuhan alam semesta atau Allah adalah penguasa alam semesta.Terus bagaimana kalau kalimat seperti ini "Mukholafatuhu lilkhawadzisi" (Allah wujud-Nya tidak serupa dengan makhluq-Nya), lantas dihubungkan Yesus yang keberadaan-Nya manusia. Kalau Yesus disebut Allah mengacu pada pra keberadaan-Nya yang hakekatnya adalah Firman Allah menjadi manusia.

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu melekat sehakekat dengan ELOHIM (Allah) dan Firman itu adalah ELOHIM (Allah). Yohanes 1:1

Muncul pertanyaan, Siapakah yang dimaksud "pada mulanya" dalam kalimat ayat itu? Yaitu Yesus sebelum menjadi manusia dan keberadaan-Nya sebagai Firman. Sekarang mari lanjutkan Yohanes 1:14 "Firman itu telah menjadi manusia". Coba sekarang renungkan di ayat pertama mengatakan: "Firman itu adalah Allah", jadi Firman atau Allah itu yang menjadi manusia. Terus sekarang hubungkan dengan Qs. 4:171 "Sesungguhnya Almasih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh dari-Nya". Terjemahan dalam kurung tidak kami cantumkan karena teks asli Arabnya tidak ada. Atau renungkan juga bunyi Hadits ini "Isa faa innahu Rohulullah wa kalimatuhu", "Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Kalam Allah" (Hadits Anas Bin Malik hal. 72) atau bisa juga saudara baca HSB 1496.

Jadi disini jelas sekali baik Kitab Injil, Al Qur'an dan Hadits ketiganya sama-sama menyatakan bahwa Yesus atau Isa dalam pra keberadaan-Nya sebagai manusia adalah Firman Allah.

Mari kita lanjutkan sekarang dengan istilah kata Tuhan.
Tuhan artinya Sang Pemilik atau Sang Penguasa.

"Yesus mendekati mereka dan berkata: "kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di Surga dan di bumi." Matius 28:18

Sekarang hubungkanlah dengan Al Qur'an:

"Ketika Malaikat berkata: Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya namanya Almasih Isa Putra Maryam. Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang yang terdekat dengan Tuhan".
Qs. Ali Imran 3:45

Pertanyaannya, yang punya kuasa di bumi dan di Surga atau istilah Al Qur'annya terkemuka di dunia dan di akhirat pada dasarnya kan Allah? Kenapa Isa punya kedudukan yang sama dengan Allah? Kalau begitu siapa sesungguhnya Isa Almasih itu sebenarnya? Jawabnya adalah Roh Allah, Kalam Allah yang menjadi manusia. Makanya Isa itu bisa memberitahu tentang hari kiamat Qs. 43:61, "Isa itu dikatakan Iman Mahdi (Pemimpin yang Agung) dan Hakim yang Adil (HSM. Jilid I hal. 74)

Yesus itulah nanti yang menentukan secara mutlak seseorang dimasukkan ke Surga atau neraka.
Bersambung ..
October 26, 2012, 03:53:22 PM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3317
  • Denominasi: protestan
Sambungan .....
"Lalu semua bangsa akan dikumpulkan dihadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akam menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan."
Matius 25:32-34

"Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum."
Markus 16:16

"Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Bapa."
Yohanes 3:18

Jadi jelasnya Yesus itu adalah Allah karena Dia adalah Pribadi yang Awal dan yang Akhir. Dalam kitab Wahyu Yesus berkata:

"Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."
Wahyu 1:8,17; 2:8; 22:13

"Huwal awwalu wal akhiru wadhdhariru wal bathinu; wa huwa bikulli syaiin 'aliim"
"Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Dzhahir dan Yang Batin ( Yang Nampak dan Yang Tidak Nampak); dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu."
Qs. 57:3

Yesus disebut Tuhan karena Yesus yang mempunyai kekuasaan tertinggi di dunia dan di akhirat (Qs. 3:45; Matius 28:18). Karena Yesus adalah pribadi yang Awal dan yang Akhir dalam keillahian-Nya, maka Yesus punya kekuasaan tertinggi di Surga maupun di dunia. Pribadi yang punya kuasa mutlak itulah disebut Tuhan. Dan Tuhan itulah yang berhak menyelamatkan maupun menghukum siapapun ke dalam lautan api neraka jahanam.

Untuk memantapkan keyakinan bahwa Yesus itu Tuhan dan Juruselamat, baiklah saya jelaskan dengan keterangan ilmu Kristologi yang Alkitabiah.
Mari kita buka sekarang Kitab Yesaya 45:5

"Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada ELOHIM (yang disembah), bahasa Arabnya, "Ana rabbu wa laisa akharu la ilaaha siwaya".

Tegasnya nats ini menyatakan "Tidak ada Tuhan kecuali ELOHIM". Dengan kata lain bahwa ELOHIM (yang disembah) itu adalah Tuhan. Sekarang buka lagi Kitab Yesaya 45:21, di situ dikatakan: "Bukankah Aku, Tuhan? Tidak ada yang lain, tidak ada ELOHIM (yang disembah) selain daripadaKu! ELOHIM (sesembahan) yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!

Kesimpulan nats itu, "Tidak ada Juruselamat kecuali ELOHIM atau dengan kata lain ELOHIM itulah Juruselamat. Sekarang kita renungkan bahwa ELOHIM itu adalah Tuhan dan Juruselamat.

Pertanyaannya sekarang, apakah wujud ELOHIM dan Tuhan itu? "ELOHIM itu Roh" (Yohanes 4:24) "Tuhan itu Roh" (2Korintus 3:17). Jadi baik ELOHIM maupun Tuhan itu adalah Roh. Pengertian Roh disini adalah ghaib yang artinya tidak seorangpun yang bisa melihat wujud hakekat-Nya. (Yohanes 1:18). Sekarang sudah jelas bahwa wujudnya ELOHIM (yang disembah atau sesembahan) yang disapa dengan sebutan Tuhan dan Juruselamat itu adalah Roh, bukan manusia. ELOHIM yang disapa dengan sebutan Tuhan dan Juruselamat itu bersemayam atau berdiam dan berkarya dimana? Ada di dalam diri pribadi Yesus (Isa). Hal ini seturut dengan pengakuan dan pernyataan Yesus itu sendiri.

"Apa yang Aku katakan padamu, tidak aku katakan dari Diri-Ku sendiri, tetapi Bapa (ELOHIM yang wujudnya Roh) yang diam (bersemayam) di dalam Aku. Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya". Yohanes 14:10

Pertanyaannya, pekerjaan apa yang dilakukan? Pekerjaan Karya penyelamatan. Sehubungan dengan itu maka Yesus disebut Juru Selamat.

Jadi ELOHIM yang wujudnya Roh disapa Tuhan dan Juruselamat itu tidak berdiam atau bersemayam dan berkarya di dalam binatang, bebatuan atau tumbuh-tumbuhan melainkan menyatu atau manunggal di dalam diri manusia. Mengapa di dalam manusia? Sebab yang akan diselamatkan adalah manusia. Kenapa harus di dalam manusia Yesus? Sebab Yesus (Isa) itu pra kemanusiaan-Nya adalah Firman Tuhan dan Firman Tuhan itulah yang menjadi wujud manusia. Yesus Kristus/Isa Almasih. Oleh karena Dia (Yesus/Isa) mempunyai hakekat dan sifat keilahian dengan kuasa keTuhananNya menyelamatkan umat manusia yang percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Orang-orang yang percaya kepada-Nya itulah yang akan diselamatkan dari ancaman hukuman api neraka jahanam. Bukan orang yang beragama atau bukan karena kesolehan menjalankan hukum agama. Karena agama hanya sebagai alat untuk hidup taat, bukan sebagai penyelamat.
Bersambung ......
October 26, 2012, 03:56:14 PM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3317
  • Denominasi: protestan
Sambungan ...
Kembali pada pernyataan di atas bahwa Yesus (Isa) disebut Allah, Tuhan atau Juruselamat bukan karena semata-mata jasad kemanusiaan-Nya tapi keIlahian-Nya yang menjadi manusia itulah yang disebut Allah atau Tuhan atau Juruselamat. Jadi yang disangkal Al Qur'an Al Maaidah 5:72 adalah kemanusiaan-Nya saja:

"Laqad kafarol ladziina qoo luu innallaha huwal masiikhubnu maryama",
artinya: "Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam". Qs. Al Maaidah 5:72

Kesimpulan ayat di atas, "orang itu kafir, kalau menganggap Allah itu adalah Isa Al Masih anaknya Maryam", Wah, bisa kacau deh dan amburadul donk... kalau imannya orang Kristen demikian. Sebab akan timbul pertanyaan, kalau memang benar Allah itu putra Maryam. Pertanyaannya sebelum Maryam mempunyai anak berarti Allah belum ada? Dan kedudukan-Nya kalau begitu lebih tinggi Ibunya (Maryam) daripada Allah? Sungguh ironis sekali kalau demikian adanya. Tapi iman Kristen yang Alkitabiah bukanlah demikian kenyataannya melainkan harus dibedakan dimana konteks keberadaan keIlahian Yesus dan kemanusiaan Yesus. Jadi kalau mau mengoreksi keIlahian Yesus Kristus harus berpegang Dogma Theologi Kristologi, supaya tidak terjebak hanya satu sisi yang akan menimbulkan pandangan kesalahpahaman yang membutakan.

X. PENOLAKAN KITABNYA ORANG Kristen SEKARANG
Orang Islam beranggapan bahwa kitab sucinya orang Kristen yang dipegang sekarang ini sudah tidak suci atau asli lagi. Karena berpedoman pada pernyataan ayat-ayat Al qur'an diantaranya:

"Alladziina yattabi 'uunar rasuulan nabiyyat umiyyal ladzii yajiduunahuu maktuuban 'indahum fit taurooti wal injiili ya' muruhum...", artinya: "Orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang umi yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka"
(Qs. 7:157)

Dan juga diperkuat pernyataan ayat berikut ini:

"wa idz qoola 'iisabnu maryama yaa banii israa iila innii rosuulullahi ilaikum mashadiqol limaa baina yadayya minat tauroti wa muba sysyiron bi rosuuiln ya 'ti min ba 'diismuhuu ahmad..." artinya: "Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: 'Hai bani Israel, sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu memberikan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahKu, yang namanya Akhmad (Muhammad)..." (Qs Ash. Shaff 61.6)

Dengan dasar pedoman Al Qur'an pada 2 nats ayat di atas, orang-orang Islam berkeyakinan bahwa Muhammad itu sudah tertulis nubuatannya di dalam kitab Taurat dan Injil, tapi bukan kitab Taurat dan Injil yang dipegang orang Kristen sekarang, yang mana keadaannya sudah tidak suci atau asli lagi.

Sehubungan dengan tidak terdapatnya sebuah nama Ahmad atau Muhammad di dalam Kitab Perjanjian Lama dan Baru, maka Allah berfirman kepada Muhammad, menyatakan bahwa: "Ada orang yang mengaku rasul, nabi yang umi namanya sudah tertulis di dalam Taurat dan Injil. Dan Allah juga menyatakan bahwa "Isa berkata kepada bani Israel, akan adanya seorang Rasul sesudah-Nya yang bernama Ahmad." Memang tidak pernah ada tertulis di dalam Alkitab Taurat dan Injil seorang Rasul atau nabi yang bernama Ahmad maupun Muhammad. Penulis Alkitab Perjanjian lama dan Perjanjian Baru adalah orang-orang yang beriman, tidak segampang itu mengatakan dengan sembarangan; yaitu mengatakan "telah mengubah atau menyembunyikan".

Menurut keyakinan orang Islam bahwa Kitab Taurat diberikan dan dipercayakan kepada Nabi Musa As. Kitab Zabur (Mazmur) diberikan dan dipercayakan kepada Nabi Daud As. Kitab Injil diberikan dan dipercayakan kepada Nabi Isa As. Kalau ketiga kitab itu sudah diberikan dan dipercayakan kepada para Nabi dan Rasul yang diutus-Nya, tetapi ternyata mereka tidak bisa menjaga keabsahan dan keasliannya. Pertanyaannya yang salah itu yang mengutus atau yang diutus? Kalau memang demikian adanya tentunya yang mengutus yang dipersalahkan, karena yang mengutus itu adalah Tuhan Yang Maha Tahu, kenapa yang diutus itu tidak bisa mempertanggungjawabkan, tetapi tetap diutus? Perlu diketahui bahwa Yesus (Isa) pada masa hidupnya dibumi tidak pernah menerima sebuah kitab, yang bernama kitab Injil. Justru kitab Injil itu pada dasarnya yang mencatat kehidupan pelayanan Yesus di muka bumi serta mencatat kematian, kebangkitan dan terangkat-Nya kembali ke Surga. Pertanyaannya, kenapa Al Qur'an salah informasi dan persepsi yaa...? Perlu diketahui juga bahwa para perncatat Kitab Perjanjian Baru itu para murid-Nya sendiri serta orang-orang yang hidupnya sezaman dengan Yesus itu sendiri. Mereka semua itu adalah para saksi mata yang hidup melihat peristiwa kejadian itu secara langsung.
Bersambung .....
October 26, 2012, 03:58:45 PM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3317
  • Denominasi: protestan
Sambungan ...
"Theofilus yang mulia, banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi diantara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar."
Lukas 1:1-4

Dengan demikian para murid beserta para saksi mata tidak pernah mendengar ucapan Yesus yang menubuatkan kedatangan seorang Nabi atau Rasul bernama Ahmad atau Muhammad. Dan Yesus sendiri pun tidak pernah mengatakan demikian.

Kalau yang dikatakan Al Qur'an itu dari kutipan ucapan Yesus dalam bahasa Ibrani atau Aramik yang dicatat dalam Kitab Yohanes 16 membicarakan masalah kehadiran Ruakh Hakadosh (ROH KUDUS) yang disebut dengan nama lain Roh Kebenaran dalam bahasa Ibraninya Ruakh Ha Emed. Mungkin dari kata-kata itulah dipersepsikan (dianggap) Ahmad atau Muhammad, mengingat ucapan Ha Emed dan Ahmad itu kedengaran bunyinya mirip/sama. Kalau memang benar demikian Ahmad atau Muhammad itu utusan Yesus. Haleluya, puji Tuhan karena Ha Emed datang itu diutus oleh Yesus.

"Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu; adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi; Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu".
Yohanes 16:7


Jadi kesimpulan ayat itu Yesus akan pergi, terus Dia akan mengutus Ruakh Ha Emed, dan pekerjaan Ha Emed itu adalah menghibur orang Kristen. Kalau memang benar adanya bahwa Ha Emed itu adalah Ahmad atau Muhammad datang itu diutus Yesus untuk menghibur orang-orang Kristen donk...? Kalau gitu orang Kristen bisa sama-sama dengan umat Islam mengucapkan Haleluya 12 kali, karena sama-sama merasa dihibur oleh Ahmad atau Muhammad.

Ada pertanyaan lagi, yang salah itu bukan par nabi dan rasul tapi umat yang berkhianat, oleh sebab itu Allah dalam Al Qur'an berfirman lagi yang memberi tuduhan dan prasangka kepada ahli kitab:

"Yaa ahlal kitaabi qad jaa akum rosuulnaa yubayyinu lakum katsuram mimaa kuntum tukhfuuna minal kitaabi waya ' fuu 'ankatsiirin...", artinya: Hai ahli kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu rasul kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Alkitab yang kamu sembunyikan.
(Al Maaidah 5:15)

Pernyataan semacam itu justru sangat ironis sekali karena di sisi lain saat Muhammad kebingungan dan kebimbangan dalam keraguannya menerima wahyu dari Allah, lantas Allah malah memerintahkan Muhammad yang bunyinya demikian:

"Fa in kunta fii syakin mim maa anzalnaa ilaika fas alil ladziina yaq ra uunal kitaaba min qablika..."
"Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu..."
(Qs. Yunus 10:94)

Secara nalar dan logika, mestinya Allah harus melarang secara keras dan tegas kepada Muhammad supaya tidak bertanya kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum Muhammad. Sebab isi kitab yang dibaca itu sudah banyak yang disembunyikan, dengan demikian orang yang membaca kitab itu sudah tidak dapat dipercaya sama sekali atau tidak bisa dipercaya lagi. Tapi ironisnya mengapa Allah justru malah menyuruh Muhammad bertanya kepada mereka?

Golongan Islam kembali menuding kitab yang kita pegang sekarang ini telah dirubah sehingga isinya sudah tidak asli lagi, hal ini didasarkan pernyataan Al Qur'an.

"A fa tathma'uuna ayyu ' minuu laqum waqod kana fariiquum minhum yasma uuna kalamallahi, tsumma yukharri fuunahuu minba 'di maa aqoluuhu wahum ya 'lamuun".
"Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui".
(Qs. Al Baqoroh 2:75)

Benarkah ayat itu menuding kitab yang kita pegang ini yang diubah? Sama sekali tidak ada hubungannya dan kena mengena. Coba saudara cermati, teliti, dan hayati serta fahami bunyi isi ayat itu dengan sungguh-sungguh saudara pasti akan menemukan isi ceritanya.

Bersambung ....
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)