Author Topic: Membuang Yakobus & Menyelipkan “Hanya” (Martin Luther Katolik Kafetaria?)  (Read 5189 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 31, 2012, 02:27:12 PM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 140
  • Gender: Male
  • Denominasi: Tidak termasuk denominasi yang berjumlah 19.057.296
Banyak orang Katolik sejak zaman dulu suka pilih-pilih ayat kitab suci—bahkan surat-surat atau kitab-kitab favoritnya. Tindakan ini bisa disebut sebagai “agama kafetaria”—orang boleh memesan apa pun yang disukainya. Tidak ada yang bisa mendiktenya. Semuanya terserah dia.

Martin Luther tampaknya seorang Katolik semacam itu. Sebagai seorang biarawan Katolik, seharusnya ia menjadi seorang tokoh panutan umat. Tapi coba, apa yang dilakukannya?

Ia mau membuang Surat Yakobus dari Alkitab—mungkin karena tidak sesuai dengan teorinya dia tentang pembenaran.

Luther berkata:

Quote
"That epistle of James gives us much trouble, for the papists embrace it alone and leave out all the rest. . . . .Accordingly, if they will not admit my interpretation, then I shall make rubble also of it. I almost feel like throwing Jimmy into the stove, as the priest in Kalenberg did" (Luther’s Work, 34:317).

"Surat Yakobus memberi kita banyak masalah, karena Papist [para pengikut Paus] menganutnya sendiri dan meninggalkan yang lain-lainnya.... Karenanya, jika mereka tidak mengakui penafsiran saya, saya akan menghancurkannya [Surat Yakobus]. Saya hampir merasa seperti melemparkan "Jimmy" [sebutan bagi Surat Yakobus] ke perapian, seperti yang dilakukan imam di Kalenberg" (Luther 34:317)

Quote
We should throw the epistle of James out of this school [i.e. Wittenburg], for it doesn’t amount to much. It contains not a syllable about Christ. Not once does it mention Christ, except at the beginning. I maintain that some Jew wrote it who probably heard about Christian people but never encountered any. Since he heard that Christians place great weight on faith in Christ, he thought, ‘Wait a moment! I’ll oppose them and urge works alone.’ This he did. (Luther’s Works 54: 424)

Kita seharusnya membuang surat Yakobus dari sekolah ini [yaitu Wittenburg], karena surat itu tidak bernilai sama sekali. Surat ini tidak berisi perkataan tentang Kristus. Tidak sekali pun surat ini menyebut Kristus, kecuali pada awalnya. Saya berpendapat bahwa pasti surat ini ditulis oleh orang Yahudi yang mungkin mendengar tentang orang Kristen tetapi tidak pernah berjumpa dengan mereka. Karena ia mendengar bahwa orang Kristen menempatkan tekanan yang besar pada iman dalam Kristus, ia [orang Yahudi itu] berpikir, “Tunggu sebentar! Saya akan melawan mereka dan mendesak [ajaran] perbuatan saja”. Inilah yang ia lakukan.  (Luther’s Works 54: 424)

Quote
Many sweat to reconcile St. Paul and St. James, but in vain. 'Faith justifies' and 'faith does not justify' contradict each other flatly. If any one can harmonize them I will give him my doctor's hood and let him call me a fool."  (Life and Letters of Martin Luther, hlm. 269)

Banyak kerja keras mendamaikan St. Paulus dan St. Yakobus, tetapi sia-sia. “Iman membenarkan” dan “iman tidak membenarkan” saling berkontradiksi secara langsung. Jika ada yang dapat menyelaraskan mereka, saya akan memberikannya topi doktor saya dan biar ia memanggil saya si to***. (Life and Letters of Martin Luther, hlm. 269).

Entah seorang Katolik Kafetaria atau bukan, tampaknya Martin Luther adalah seorang yang jujur. Ia punya teori tentang Pembenaran, tetapi ia percaya bahwa Surat Yakobus menentang teorinya sendiri. Solusinya jitu: ia tidak berusaha berbohong dengan memelintir Surat Yakobus, tetapi justru membuangnya! (*Mungkin banyak yang belajar kejujuran Luther untuk hal ini*)

Berikan referensi resmi, jangan cuma bikin argumen “orang-orangan sawah”. Kalau enggak begitu, orang-orang non-Kristen berkomentar: “Pantes saja mereka Kristen, biasa fitnah…”
October 31, 2012, 02:28:01 PM
Reply #1
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 140
  • Gender: Male
  • Denominasi: Tidak termasuk denominasi yang berjumlah 19.057.296
Bahkan, tidak cukup dengan membuang Surat Yakobus, ia masih menambahkan kata “hanya” di depan kata “iman” dalam surat Roma 3:28 dalam Alkitabnya. Tentu, karena ia benar-benar sudah kehabisan akal dalam mempertahankan teori Pembenaran versinya. 

Luther bahkan mempertahankan penambahan kata tersebut dan berkata:

Quote
"If your Papist annoys you with the word (alone), tell him straightway: Dr. Martin Luther will have it so. Papist and ass are one and the same thing. Whoever will not have my translation, let him give it the go-by: the devil's thanks to him who censures it without my will and knowledge. Luther will have it so, and he is a doctor above all the doctors in Popedom". (Amic. Discussion, 1, 127,'The Facts About Luther,' O'Hare, TAN Books, 1987, p. 201.)

"Jika kalian Papist terganggu dengan kata 'hanya', katakanlah pada dia: 'Dr. Martin Luther akan membuatnya demikian,' dan katakan 'Papist dan keledai, keduanya adalah sama.' Siapa pun yang tidak memiliki/mengakui terjemahan saya, biarkan ia  berlalu:  iblis berterima kasih padanya yang menyensornya [kata ‘hanya’] tanpa kehendak dan sepengetahuan saya. Luther  akan memasukkannya [kata ‘hanya’], dan dia adalah seorang doktor di atas semua doktor dalam wilayah kekuasaan Paus.” (Amic. Discussion, 1, 127,'The Facts About Luther,' O'Hare, TAN Books, 1987, p. 201.)

Luther benar-benar seorang Katolik yang Kafetaria dan jujur. Ia beragama seenaknya, memilih-milih bagian favorit dalam Alkitab seenaknya, dan menambah-nambah seenaknya...

Karena ia tidak patuh atasannya ketika ditegur, ia pun berhasil membuka "cabang" versinya sendiri--yang tidak lama kemudian akan diikuti oleh "cabang"-"cabang" lain dengan teori versinya masing-masing.

Inilah akibat beragama dengan cara kafetaria...

 :afro:
Berikan referensi resmi, jangan cuma bikin argumen “orang-orangan sawah”. Kalau enggak begitu, orang-orang non-Kristen berkomentar: “Pantes saja mereka Kristen, biasa fitnah…”
October 31, 2012, 02:35:58 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2289
Saya tidak tahu Martin Luther.
Tapi mungkin dia meneliti (masih belum pasti) apakah surat Yakobus asli atau tidak. Sebab kitab yang bernuansa Kristen ada banyak, kalau mau lengkap silahkan pakai semua :

http://www.sacred-texts.com/chr/index.htm


GBU
October 31, 2012, 03:07:59 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 939
Apakah menolak sebagian dari yang ada lebih baik dari yang menambahkan apa yang tidak ada?
October 31, 2012, 03:12:57 PM
Reply #4
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 140
  • Gender: Male
  • Denominasi: Tidak termasuk denominasi yang berjumlah 19.057.296
Saya tidak tahu Martin Luther.
Tapi mungkin dia meneliti (masih belum pasti) apakah surat Yakobus asli atau tidak. Sebab kitab yang bernuansa Kristen ada banyak, kalau mau lengkap silahkan pakai semua :

http://www.sacred-texts.com/chr/index.htm

Terima kasih atas linknya.
Situs yang bermanfaat.
Berikan referensi resmi, jangan cuma bikin argumen “orang-orangan sawah”. Kalau enggak begitu, orang-orang non-Kristen berkomentar: “Pantes saja mereka Kristen, biasa fitnah…”
October 31, 2012, 03:13:44 PM
Reply #5
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 140
  • Gender: Male
  • Denominasi: Tidak termasuk denominasi yang berjumlah 19.057.296
Apakah menolak sebagian dari yang ada lebih baik dari yang menambahkan apa yang tidak ada?
Yang bagus adalah: apa adanya saja... :)
Berikan referensi resmi, jangan cuma bikin argumen “orang-orangan sawah”. Kalau enggak begitu, orang-orang non-Kristen berkomentar: “Pantes saja mereka Kristen, biasa fitnah…”
October 31, 2012, 03:46:15 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 939
Yang bagus adalah: apa adanya saja... :)

Sayangnya YHWH tidak sependapat dengan anda, bro. Pilihannya hanya mengikut Dia atau tidak, pilihan apa adanya bagi YHWH ada apanya?
October 31, 2012, 03:49:54 PM
Reply #7
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 140
  • Gender: Male
  • Denominasi: Tidak termasuk denominasi yang berjumlah 19.057.296
Sayangnya YHWH tidak sependapat dengan anda, bro. Pilihannya hanya mengikut Dia atau tidak, pilihan apa adanya bagi YHWH ada apanya?
Oh, arahnya ke sini?

OOT kan...
Berikan referensi resmi, jangan cuma bikin argumen “orang-orangan sawah”. Kalau enggak begitu, orang-orang non-Kristen berkomentar: “Pantes saja mereka Kristen, biasa fitnah…”
December 29, 2017, 04:11:57 PM
Reply #8
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 28
  • Denominasi: Katolik
Apakah menolak sebagian dari yang ada lebih baik dari yang menambahkan apa yang tidak ada?


Katolik tidak pernah menambah Alkitab, Alkitab yang dipakai Katolik sama dengan Orthodox, yang mengurangi adalah dari pihak Protestan dengan menghilangkan kitab
    Tobit
    Yudit
    Tambahan kitab Ester
    Kebijaksanaan
    Sirakh
    Barukh, termasuk tambahan surat Yeremia
    Tambahan kitab Daniel
    1 Makabe
    2 Makabe

Untuk jelasnya baca link ini http://www.katolisitas.org/apakah-deuterokanonika-tidak-termasuk-dalam-alkitab/
December 30, 2017, 11:03:03 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2051
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Wow, setelah lima tahun lebih, ternyata @g3pr3k terpanggil mengomentari trit ini.
Terima kasih posnya, @g3pr3k. Tuhan memberi damai sejahtera bagi Anda dan orang-orang yang Anda kasihi.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)