Author Topic: Dosa yang tak Terampuni  (Read 1163 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 23, 2012, 04:59:00 PM
Reply #30
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 44
Salam Saudara - saudara yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

Untuk mempermudah jalannya diskusi, ijinkan saya untuk memilih netter - netter yang mewakili masing - masing premis.

Premis 1

- Bahwa ada dosa yang tidak bisa diampuni

Saya meminta saudara dude untuk mewakilkan. Walau saya sendiri adalah penganut (bukan berarti anut total :D) pendapat ini, namun saya akan mencoba membantu apa adanya. Penunjukan ini Karna saya melihat pendapat saudara dude yang bisa kita lihat dalam tulisan2 nya agak masuk akal, sederhana dan lebih mudah di ceerna oleh orang awam

saya akan kutibkan pendapat beliau 
Quote
saya berpikir..
apa yah yang telah terjadi.. hingga ANANIAS DAN ISTRI BISA MATI...
dibunuh dengan pisau tidak ditulis.. itupun pasti mengelepar gelepar kesakitan dulu..
atau di magic magic in.. tidak ada penyebutan mantra yang terjadi diayat tersebut diatas??
tapi koq bisa langsung bisa mati yah??
mati dan di kubur..
kalau masih hidup.. tega amat yah orang hidup dikubur..
namun yang jelas tertulis.. MATI... DAN DIKUBUR..
Jika saya tidak salah menangkap maksud yang ditekankan saudara dude disini, yaitu kematian ananias adalah bentuk dari direct punishment Allah. Atau tidak ada kesempatan ke dua bagi ananias dan istrinya untuk meminta ampun dan diampuni. bagaimana Bentuk kesalahan mereka, dapat kita lihat di ayat tersebut.

Premis 2

- Tidak ada yang namanya Dosa yang tidak bisa diampuni.

Mungkin saudara Krispus lebih cocok untuk mewakilkannya, Karna asumsi yang didukung dengan ayat2 Alkitab bisa membuat iman saya sebagai penganut premis 1 goyah :happy0062:

Saya akan coba kutibkan pendapat saudara Krispus
Quote
Tidak ada yang termasuk dalam dosa yang tidak terampuni, semua dosa dapat diampuni Allah.

Matius 12:32 bukan menuliskan tentang "adanya" dosa yang yang tak dapat di ampuni, tetapi tentang menentang atau menolak karya ROH KUDUS dalam hidupnya. Setiap orang yang menolak pekerjaan Roh Allah dalam hidupnya harus menanggung dosanya sendiri. Melawan ROH KUDUS artinya menolak AnugrahNya yang menjadikan kita kudus dan berlayak di hadapan Allah, bukan karena perbuatan kita tetapi karena kita mau menerima Anugrah.

1 Korintus 12:3
Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh ROH KUDUS.

Bagaimana dosanya bisa diampuni jika ia tidak menerima Yesus sebagai Tuhan dalam hidupnya. Bagaimana pula ia dapat mengaku Yesus adalah Tuhan jika ia menentang karya ROH KUDUS dalam hidupnya?

Demikian yang dimaksud Yesus, karena darahNya terlalu berharga untuk dikatakan "ada yang tidak dapat ditebusNya"


Jika saya bisa menilai bahwa saudara krispus mencoba menjelaskan bahwa campur tangan Tuhan dalam Kristus adalah bentuk dari pengampunan apapun bentuk dosanya. seperti kita lihat di kalimat yang saya garis bawahi.

bagi sahabat yang lain harap mengikuti diskusi dari ke dua rekan kita ini, argument yang di sampaikan agar diusahakan berhubungan dengan diskusi mereka.

Perlu kita ingat bahwa ini hanya semacam diskusi, dan bukan lah penolakan akan ajaran. Kita hanya ingin tahu dan belajar akan bagaimana itu bentuk dosa yang tidak dapat diampuni atau apakah setiap dosa itu dapat di ampuni. Hal ini sangatlah penting bagi kita semua untuk menjaga diri kita tetap kudus dan jauh dari tindakan perbuatan dosa, apalagi dosa yang masuk dalam kategori tidak dapat diampuni (jika ada).

Blessing
December 23, 2012, 07:02:17 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2110
  • Gender: Male
Cut

jelas jelas ayat ananias mendustai ROH KUDUS.. itu sama saja penghujatan...

Cut


Mendustai = menghujat

Apa arti menghujat bagi anda?

Salah dalam mendefinisikan menghujat akan melahirkan pandangan yang salah juga bahkan melahirkan sikap yang ekstrim.
December 24, 2012, 03:29:36 AM
Reply #32
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 44
Mendustai = menghujat

Apa arti menghujat bagi anda?

Salah dalam mendefinisikan menghujat akan melahirkan pandangan yang salah juga bahkan melahirkan sikap yang ekstrim.

Salam saudara krispus

Menghujat atau Blasphemy dalam kamus bahasa indonesia bisa di artikan khusus sebagai memfitnah, memperolok, mencemari, menjahati, atau memburuk - burukkan.

Menurut Wiki, Blasphemy sendiri di artikan , is the act of insulting or showing contempt or lack of reverence for a religious deity or the irreverence towards religious or holy persons or things. (translate : adalah tindakan penghinaan, menghina atau menunjukkan atau kurangnya penghormatan terhadap dewa agama atau ketidaksopanan terhadap orang-orang suci atau agama atau hal-hal )

Yang dimaksud saudara dude dalam hal kisah Ananias mungkin  kalo bisa saya lebih sederhanakan ialah mereka telah menentang Allah dengan tidak percaya (memperolok/menjahati dengan berlaku curang). Kita bisa lihat perkataan Rasul Petrus yang terdapat di ayat tersebut, yang merupakan bentuk penekanan terhadap kesalahan mereka. Kutipan:


Kis 5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai ROH KUDUS dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."

Di ayat 5 tertulis “ selama tanah itu dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu..” jelas menerangkan bahwa Ananias tidak percaya kepada Allah untuk menyerahkan semua hasil penjualan tanahnya, dia mengira jika dia serahkan semuanya maka dia akan kehilangan haknya (sebahagian) terhadap tanah tersebut.

Perlu juga untuk saudara Krispus ketahui,
Secara explisit dan jelas yang tertulis dalam Mat 12:31-32 menyatakan bahwa dosa yang tidak terampuni itu ada. lihat ayatnya di bawah ini yang saya garis bawahi.

MATIUS 12 : 22-32 ( baca seluruhnya)
12:31 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap ROH KUDUS tidak akan diampuni.
12:32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang ROH KUDUS, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak

Kita tidak mungkin menafsirkan ayat yang sudah terang dan jelas seperti itu dengan mencoba mencari tafsiran lainnya, apalagi yang kontra. Dan tentu Firman Tuhan tidak lah mungkin terdapat kontradiksi didalamnya.

Blessing
« Last Edit: December 24, 2012, 03:37:37 AM by fivestars »
December 25, 2012, 10:15:10 AM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3667
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Begini saya jelaskan mudah dimengerti menurut Alkitab : 
1. Dosa KECIL,
2. Dosa BESAR = Dosa yang tidak bisa terampuni

1Yoh5:16a Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa

Nah dosa apa ?

==================================================================

1. Dosa " Kecil "

Dosa " KECIL " identik Yang tidak mendatangkan maut !
1Yoh5:16b
Yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut.

Kunci Rahasia " Tidak mendatang maut = Dosa kecil " orang tersebut bisa berdoa pada Tuhan untuk minta pengampunan maka Allah akan memberikan hidup kepadanya karena doa pengampunannya !

=================================================================

2. Dosa " Besar " identik Dosa yang mendatangkan maut = " MURTAD " = Dosa yang tidak bisa terampuni

1Yoh5:16c
Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak ku-katakan, bahwa ia harus berdoa

Aneh kan ? Yohanes berkata demikian, mana bisa berdoa ?

dimana jawaban ?


siapa yang bisa teruskan ! selain ayat ayat Murtad - menginjak - menyalibkan anak Allah lho !

Terimakasih.

GBU !
Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: " Terkutuklah orang ( OSAS & TULIP ) yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." [/col
December 25, 2012, 03:00:53 PM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2110
  • Gender: Male
Salam saudara krispus

Menghujat atau Blasphemy dalam kamus bahasa indonesia bisa di artikan khusus sebagai memfitnah, memperolok, mencemari, menjahati, atau memburuk - burukkan.

Menurut Wiki, Blasphemy sendiri di artikan , is the act of insulting or showing contempt or lack of reverence for a religious deity or the irreverence towards religious or holy persons or things. (translate : adalah tindakan penghinaan, menghina atau menunjukkan atau kurangnya penghormatan terhadap dewa agama atau ketidaksopanan terhadap orang-orang suci atau agama atau hal-hal )

Yang dimaksud saudara dude dalam hal kisah Ananias mungkin  kalo bisa saya lebih sederhanakan ialah mereka telah menentang Allah dengan tidak percaya (memperolok/menjahati dengan berlaku curang). Kita bisa lihat perkataan Rasul Petrus yang terdapat di ayat tersebut, yang merupakan bentuk penekanan terhadap kesalahan mereka. Kutipan:


Kis 5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai ROH KUDUS dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."

Di ayat 5 tertulis “ selama tanah itu dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu..” jelas menerangkan bahwa Ananias tidak percaya kepada Allah untuk menyerahkan semua hasil penjualan tanahnya, dia mengira jika dia serahkan semuanya maka dia akan kehilangan haknya (sebahagian) terhadap tanah tersebut.

Perlu juga untuk saudara Krispus ketahui,
Secara explisit dan jelas yang tertulis dalam Mat 12:31-32 menyatakan bahwa dosa yang tidak terampuni itu ada. lihat ayatnya di bawah ini yang saya garis bawahi.

MATIUS 12 : 22-32 ( baca seluruhnya)
12:31 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap ROH KUDUS tidak akan diampuni.
12:32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang ROH KUDUS, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak

Kita tidak mungkin menafsirkan ayat yang sudah terang dan jelas seperti itu dengan mencoba mencari tafsiran lainnya, apalagi yang kontra. Dan tentu Firman Tuhan tidak lah mungkin terdapat kontradiksi didalamnya.

Blessing


Kontradiksi?

Hal ini sama seperti Yesus menaggapi Farisi soal "boleh menceraikan isteri sebab zinah" sehingga beberapa orang beranggapan cerai boleh asal karena zinah. Padahal perempuan berzinah pastilah dilempar batu sampai mati dan suaminya jadi duda, boleh menikah kembali dengan wanita lain, karena isterinya telah mati. Farisi adalah orang yang menjalankan Taurat dengan keras dan kaku.

Tidak diampuni di dunia sekarang dan akan datang jika ia melawan ROH KUDUS, hal ini sudah saya jelaskan, bahwa jika anda melawan ROH KUDUS, anda tidak mungkin menerima Yesus sebagai Tuhan dan itu artinya tidak ada satupun dosa yang diampuni baik didunia ini maupun akan datang. Tidak ada yang kontradiksi, hanya Yesus tidak berbicara gambalang saja.

Mendefinisikan mendustai = menghujat dengan sudut pandang analisa anda menunjukan anda berusaha mencocokan kedua kisah tersebut dikarenakan sama ada kata ROH KUDUS, sedangkan pada kejadian Herodes yang juga seketika matinya tidak diperhitungkan. Apakah tidak diampuni = dihukum seketika? Anda akan terjebak dalam kebutaan dimana ada dosa terhadap ROH KUDUS, yang artinya ada hukum tentang pelanggaran (dosa) tersebut.

Ingat Allah menurunkan hukum dalam kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah penyingkapannya bukan tambahan hukum baru, melainkan hukum Allah yang sama didalam wasiat yang diperbaharui. Dimana hukum yang dimaksudkan?
December 31, 2012, 04:09:32 AM
Reply #35
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 44
Sebelumnya saya mengucapkan Selamat hari Natal 2012 dan selamat menyambut tahun baru 2013, untuk semua saudara2 seiman dalam Yesus.

pengertian Dosa yang tak terampuni itu sendiri bisa kita majaskan dengan istilah direct punishment. Namun usaha kita dalam mengartikan nya bukan selalu hukuman yang seketika itu juga atau saat itu juga. Dosa yang tidak terampuni yang kaitannya dengan Direct punishment bisa kita analogikan sebagai hukuman yang tidak ada ampun dan juga tidak adanya kesempatan untuk meminta ampun.

Quote
Mendefinisikan mendustai = menghujat dengan sudut pandang analisa anda menunjukan anda berusaha mencocokan kedua kisah tersebut dikarenakan sama ada kata ROH KUDUS

Mungkin saudara perlu membaca lagi tulisan saya sebelumnya. Disitu saya hanya bertujuan untuk memperkecil makna dari “menghujat” yang saudara dude coba terangkan. Menurut saya, arti “menghujat”  jika kita mengambil kisah ananias sebagai refrensinya, maka bisa kita artikan dengan usaha menentang Allah dengan memperolok/menjahati, berdusta, atau berlaku curang terhadap Allah. Saya kira disitu pointnya.

Kita disinikan sedang membicarakan masalah dosa yang tidak terampuni. Jika kita hanya terfokus kaku dengan satu arti kata menghujat, maka saya yakin diskusi ini akan bergerak menjadi diskusi bahasa Indonesia. Dan saya tidak ingin kearah itu. maka dengan itu saya coba memperkecil makna dari "menghujat" tersebut guna menyamakan persepsi. atau katakanlah bahwa berdusta tidak sama dengan menghujat.

Quote

Ingat Allah menurunkan hukum dalam kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah penyingkapannya bukan tambahan hukum baru, melainkan hukum Allah yang sama didalam wasiat yang diperbaharui. Dimana hukum yang dimaksudkan?

Saya tidak yakin bahwa kedatangan Anak Manusia tidak membawa hukum baru untuk manusia. Karna jelas kita ketahui bahwa Allah di PL menjadi acuan kita untuk percaya dan ikut terhadap Allah di PB yaitu Kristus. Dasar kita ikut Kristus bukan hanya Claim Yesus semata. Namun juga penunjukkan langsung dari Allah PL kepada kita untuk ikut dalam Hukum yang di perkenalkan Anak Manusia sebagai Allah di PB  itu sendiri. Dan ini adalah salah satu hal yang baru didalam hukum Alkitab yaitu Hukum Kerajaan Allah sebagai bentuk perjanjian kita yang baru kepada Allah di PL sekaligus Allah di PB. Itulah salah satu bentuk ke Esa annya.

Quote

anda tidak mungkin menerima Yesus sebagai Tuhan dan itu artinya tidak ada satupun dosa yang diampuni baik didunia ini maupun akan datang. Tidak ada yang kontradiksi, hanya Yesus tidak berbicara gambalang saja.

Jika kita kembali ke kisah Ananias, ada point yang bisa kita ambil. Sesuai apa yang ditulis Di ayat 2
Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

Menggambarkan bahwa Ananias saat itu dalam rangka ingin memberikan persembahan kepada Tuhan melalui para Rasul. Artinya Ananias adalah orang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Sama dengan kita yang percaya bahwa Yesus itu adalah Tuhan. Maka pendapat yang menyatakan bahwa dosa yang tidak terampuni hanya terdapat pada orang yang tidak percaya Yesus itu Tuhan tidak bisa di pertahankan.
Sama dengan Adam dan hawa yang percaya yahwe itu Tuhan. Tapi mereka tetap mendustai/memperolok Yahwe.[/font]


Blessing
December 31, 2012, 05:54:31 AM
Reply #36
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen
Kisah 5:1-11


 
Kalau boleh saya sedikit berkomentar. Agaknya ayat- ayat diatas sedikit rumit jika dihubungkan judul topik. sehingga menyebabkan topik pembahasan menjadi meluas dan memberikan makna ganda. Jika boleh saya memberikan tanggapan tentang cerita Ananias, saya akan sedikit menjabarkan menurut versi yang saya dengar dan saya pahami.
ada baiknya kita membaca bahan sebelum nats tersebut karena menurut saya ada pentingnya membaca nats sebelumnya


4:32 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.
4:33 Dan dengan kuasa yang besar  rasul-rasul memberi kesaksian  tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia  yang melimpah-limpah.
4:34 Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa
4:35 dan mereka letakkan di depan kaki  rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.
4:36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.
4:37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

[/pre]

Jadi cerita ini menjelaskan tentang sekumpulan orang yang telah percaya yang menjual segala kepunyaannya yang nantinya akan diberikan kepada rasul- rasul untuk kebutuhan bersama karena segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. 

sebelum masuk ke konteks ananias, pada ayat tersebut menceritakan tentang Yusuf yang disebut juga Barnabas. Yusuf ini adalah seorang Lewi. Dalam Bangsa Israel. Suku Lewi adalah Suku yang paling Miskin diantara bangsa Israel yang tidak memiliki tanah untuk dimiliki. Tetapi Barnabas memiliki Tanah di Siprus, dan dia menjual semua kepunyaannya dan kemudian memberikannya kepada rasul-rasul. 

Setelah itu lalu seorang lainnya bernama Ananias menjual tanahnya yang kemudian setengahnya ditahan kemudian sisanya diberikan kehadapan rasul-rasul. Sementara diawal cerita mereka semua telah sehati sejiwa, tidak ada lagi milik sendiri melainkan segala sesuatu adalah milik bersama. Lalu dimana letak Permasalahannya ??

Letak permasalahannya adalah jika Petrus menerima Hasil penjualan tanah si ananias, & jika ROH KUDUS tidak memberitahukan bahwa Ananias telah menahan sejumlah uangnya dan tidak memberikan semua hasil tanahnya, maka orang banyak akan mengganggap Petrus melakukan korupsi. Lalu apa yang terjadi jika seorang Rasul pada saat itu kedapatan melakukan Korupsi??. Tentu saja tidak ada yang akan percaya lagi kepada pembawa pesan ALLAH. maka dari itu ROH KUDUS secara langsung memberikan hukuman kepada Ananias, Begitu pula dengan Istrinya.


jadi jika dihubung- hubungkan agaknya sulit jika kita menghubungkan dengan dosa yang tak terampuni. Tapi menurut saya.

Siapakah kita yang berhak Menghakimi ??

Siapakah kita yang berhak menentukan Bersalah atau tidaknya seseorang?

Kenapa kita begitu angkuh Sehingga kita merasa Berhak menentukan siapa yang Berdosa & Tidak?

Siapakah kita  yang menentukan Dosa yang tak terampuni & dapat diampuni ?    :ashamed0004:



Yang penting adalah kita tau mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Yang mana itu dosa & yang mana tidak.. & Sisanya Marilah kita serahkan Kepada Tuhan untuk menentukannya apakah Dosa itu dapat diampuni atau tidak.

Akhir kata saya mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan.. jika boleh di kritik, silahkan. karena saya juga masih belum begitu dalam mengenal Tuhan.
maklum masih newbe.. Posting pertama saya.

GBU   :angel:
Tuhan Memberkati_^
January 04, 2013, 08:01:44 PM
Reply #37
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 100
  • Gender: Male
Kita tidak bisa mengatakan bahwa kematian teman anda karena tidak percaya pada ROH KUDUS. Kita tidak bisa menghakimi..

Tapi sesuai judul "Dosa yang tak Terampuni", saya ada ayatnya.. Moga membantu
Matius 12:32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang ROH KUDUS, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.
January 06, 2013, 03:56:30 AM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2399
  • Denominasi: Katolik
Kita tidak bisa mengatakan bahwa kematian teman anda karena tidak percaya pada ROH KUDUS. Kita tidak bisa menghakimi..

Tapi sesuai judul "Dosa yang tak Terampuni", saya ada ayatnya.. Moga membantu
Matius 12:32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang ROH KUDUS, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.

Semua dosa sebesar apapun juga, kalau kita betul-betul bertobat dan mohon pengampunanNya, pasti oleh Allah diampuni.
Bukankah Allah itu maha pengasih !

Yes.1: 18.
Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju;
sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

Akan tetapi mengapa kalau kita menghujat ROH KUDUS, tidak ada pengampunan.
Mat.12: 31-32.
Sebab itu aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap ROH KUDUS tidak akan diampuni.
Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang ROH KUDUS, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.

Marilah kita selidiki, apa maksud Yesus bahwa kalau orang menghujat ROH KUDUS tidak mendapat ampun.
Untuk mengetahui apa yang dimaksud oleh Yesus dengan perkataan " MENGHUJAT ROH KUDUS ', marilah kita masuk didalam persoalan dimana pada saat itu Yesus mengucapkan kata-kata itu.

Kita baca seluruh perikop Mat.12: 22-32.
Yesus mengusir setan dengan kuasa ROH KUDUS, akan tetapi oleh orang Farisi Dia dituduh mengusir dengan kuasa Beelzebul.
Lalu Yesus memberikan perumpamaan:
Mat.12: 29.
Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu ? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu.

Apa arti perumpamaan diatas, berhubungan dengan tuduhan orang Farisi bahwa Yesus yang mengusir setan dengan ROH KUDUS, dikatakan dengan kuasa setan ?

Kita orang Kristen yang sudah lahir baru, dimana tubuh kita adalah Bait Allah, dan ROH KUDUS sudah berada tinggal didalam tubuh kita.
Kita yang mempunyai tubuh adalah bos atas diri kita sendiri, jadi wewenang bisa kita berikan kepada ROH KUDUS, atau ke aku-an nya masih mendominir, atau ROH KUDUS itu kita ikat lalu kita masukkan roh lain untuk menguasai tubuh kita.
Misalnya: Kita menyembah berhala, menerima tuhan-tuhan lain.
Jadi ROH KUDUS yang sudah diberikan kepada kita dan dibayar mahal itu, kita khianati.
Ini yang namanya: MENGHUJAT ROH KUDUS.
Berhala-berhala ini kalau tidak kita lepaskan sampai kita mati, maka kita tidak akan mendapat pengampunan.

Syalom.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)