Author Topic: Our Daily Bread / RBC Indonesia  (Read 151108 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

October 26, 2020, 04:55:48 AM
Reply #2780
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16




https://santapanrohani.org/

https://santapanrohani.org/2020/10/26/doa-di-tepi-pantai/

https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2020-10-26.mp3

Doa di Tepi Pantai
  26/10/2020 
Doa di Tepi Pantai
Baca: Mazmur 148 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 9–11; 1 Timotius 6
00:00
Unduh MP3
Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur. –Mazmur 148:13

Dalam sebuah perjalanan wisata untuk merayakan ulang tahun pernikahan kami yang kedua puluh lima, saya dan suami membaca Alkitab di tepi pantai. Ketika para pedagang lewat dan menawarkan suvenir dagangan mereka, kami mengucapkan terima kasih tetapi tidak membeli apa-apa. Salah seorang penjual bernama Fernando tersenyum ketika ditolak dan sempat bersikeras agar kami membeli suvenir untuk teman-teman kami. Ketika saya kembali menolak tawarannya, Fernando berkemas-kemas dan beranjak pergi . . . sambil masih tersenyum lebar! “Semoga Tuhan memberkatimu hari ini,” kata saya.

Dengan penuh semangat, Fernando berbalik dan berkata, “Dia sudah memberkatiku! Yesus telah mengubah hidupku.” Fernando berlutut di antara kursi kami. “Aku merasakan hadirat-Nya di sini.” Kemudian ia mulai bercerita bagaimana Allah telah menyelamatkan dirinya dari narkoba dan alkohol lebih dari empat belas tahun lalu.
Allah mengundang kita untuk membawa seluruh kebutuhan kita ke hadapan-Nya.

Air mata saya mulai mengalir saat ia membaca satu pasal dari kitab Mazmur dan berdoa untuk kami. Bersama-sama, kami memuji Allah dan bersukacita dalam hadirat-Nya . . . di tepi pantai.

Mazmur 148 adalah mazmur pujian. Pemazmur mengajak seluruh ciptaan untuk “memuji nama Tuhan, sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta” (ay.5), “sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit” (ay.13).

Allah mengundang kita untuk membawa seluruh kebutuhan kita ke hadapan-Nya dan percaya bahwa Dia mendengar dan memperhatikan kita. Namun, Dia juga bersuka mendengar doa dan pujian syukur yang kita naikkan di mana pun kita berada. Di tepi pantai sekalipun.
Atas hal apa Anda akan memuji Tuhan hari ini? Bagaimana Dia telah memakai kesaksian orang lain untuk menggugah Anda memuji nama-Nya?
Tolonglah aku memuji-Mu dengan setiap tarikan napas yang Engkau berikan kepadaku, ya Allah.
Oleh Xochitl Dixon | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Meninjau Mazmur 148 dari sudut pandang masyarakat di Timur Tengah kuno akan menolong kita lebih memahami konteks dan panggilan bagi segala sesuatu untuk memuji Allah. Contohnya, ada budaya yang memandang matahari, bulan, dan bintang-bintang (ay.3) sebagai allah; tetapi mazmur ini mengingatkan pembacanya bahwa benda-benda langit itu harus memuji Allah, bukan disembah.

Di ayat 4, ungkapan “langit yang mengatasi segala langit” kemungkinan mengacu kepada alam roh juga. Bumi dan langit dipandang sebagai lengkungan, dan surga berada di atas lengkungan itu. Orang-orang kuno menganggap bahwa ada air di antara lengkungan langit dan surga. Mereka percaya air hujan datang dari sana. Jadi, panggilan kepada “air yang di atas langit” (ay.4) untuk memuji Allah menekankan panggilan bagi semua ciptaan untuk memuji Allah, termasuk cuaca (ay.8). –Julie Schwab


https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/files/sites/60/ID-26-2.jpg

https://youtu.be/I4Fa4uQ5o54






October 27, 2020, 09:13:18 AM
Reply #2781
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16




https://santapanrohani.org/

https://santapanrohani.org/2020/10/27/memilih-berharap/

https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2020-10-27.mp3

Memilih Berharap
  27/10/2020 
Memilih Berharap
Baca: Mikha 7:2-7 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 12–14; 2 Timotius 1
00:00
Unduh MP3
Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu Tuhan. –Mikha 7:7

Saya termasuk di antara jutaan orang di dunia yang menderita SAD (Seasonal Affective Disorder), sejenis depresi yang umum dialami oleh orang-orang yang tinggal di daerah dengan sinar matahari terbatas karena pendeknya siang hari pada musim dingin. Ketika mulai takut bahwa musim dingin tidak akan pernah berakhir, saya akan mencari bukti apa saja yang dapat menunjukkan bahwa siang hari yang panjang dan suhu hangat akan segera tiba.

Tanda-tanda pertama musim semi—bunga yang tiba-tiba merekah di tengah hamparan salju—juga mengingatkan saya bahwa pengharapan dari Allah dapat menerobos hari-hari yang tersuram dalam hidup kita. Nabi Mikha menyatakan hal ini selagi ia mengalami “musim dingin” yang menyakitkan akibat umat Israel yang menjauh dari Allah. Saat Mikha menilai situasi yang suram itu, ia meratapi bahwa “tiada lagi orang jujur di antara manusia” (Mi. 7:2). Namun, meskipun situasi tampak begitu buruk, Mikha menolak kehilangan pengharapan. Ia percaya bahwa Allah sedang bekerja (ay.7)—walaupun di tengah kehancuran yang terjadi ia belum melihat buktinya.
Pengharapan kita di dalam Tuhan tidak akan pernah mengecewakan.

Di tengah “musim dingin” yang gelap dan seakan tidak kunjung berakhir, apalagi musim semi sepertinya masih jauh dari kenyataan, kita pun menghadapi pergumulan yang sama dengan Mikha. Akankah kita putus pengharapan? Ataukah kita akan “menunggu-nunggu Tuhan” dalam pengharapan (ay.7)?

Pengharapan kita di dalam Tuhan tidak akan pernah mengecewakan (Rm. 5:5). Dia sedang bekerja mendatangkan suatu masa ketika “musim dingin” tidak ada lagi: suatu masa ketika dukacita dan derita sirna (Why. 21:4). Hingga saat itu tiba, marilah kita berserah kepada Allah, dengan mengakui, “Kepada-Mulah aku berharap” (Mzm. 39:8).
Di manakah Anda menemukan pengharapan di masa-masa sulit? Dalam keadaan sulit seperti apa Allah telah memberikan pengharapan yang Anda butuhkan?
Bapa Surgawi, dalam masa-masa sulit hidupku, mudah sekali aku putus asa; tolonglah aku untuk terus berharap kepada-Mu. Dalam setiap musim hidupku, tolonglah aku agar dapat membagikan damai sejahtera yang kutemukan di dalam diri-Mu kepada orang lain.
Oleh Lisa M. Samra | Lihat Penulis Lain


Wawasan
Mikha, penulis kitab nubuatan Mikha, adalah nama yang cukup umum di Israel kuno. Ia salah satu dari setidak-tidaknya sembilan orang bernama Mikha atau Mikhaya di Perjanjian Lama. Mikha berarti “ia yang seperti Yahweh.” Penafsir Ralph Smith mengatakan bahwa nama itu cocok dengan kitab yang ditulisnya, “karena Yahweh ditinggikan di dalam kitab itu. Dari baris-baris awal yang mengumumkan kedatangan Yahweh, sampai ke pernyataan penutup mengenai kesetiaan Allah… Yahweh dipuja sebagai yang berdaulat.” Nabi Mikha berasal dari kota pantai Moresyet di daerah dataran subur dari Daerah Bukit, kira-kira tiga puluh empat kilometer di sebelah barat daya Yerusalem. Allah memanggilnya untuk meninggalkan tempat tenang tersebut dan pergi menegur para raja, nabi, dan umat Israel yang telah melakukan penyimpangan praktik ibadah dan ketidakadilan terhadap sesama. Mikha memberitakan pesan Allah pada abad kedelapan SM selama pemerintahan tiga raja Yehuda, yaitu Yotam, Ahas, dan Hizkia. –Alyson Kieda


https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/files/sites/60/ID-27.jpg

https://youtu.be/I4Fa4uQ5o54







October 28, 2020, 06:49:40 AM
Reply #2782
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://santapanrohani.org/

https://santapanrohani.org/2020/10/28/untuk-siapa/

https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2020-10-28.mp3

Untuk Siapa?
  28/10/2020 
Untuk Siapa?
Baca: 2 Samuel 23:13-17 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 15–17; 2 Timotius 2
00:00
Unduh MP3
Daud . . . mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada Tuhan. –2 Samuel 23:16

Foto itu membuat saya tertawa terpingkal-pingkal. Kerumunan orang telah memadati kedua sisi jalan sebuah kota di Meksiko; mereka melambai-lambaikan bendera dan melemparkan konfeti sambil menunggu kedatangan Sri Paus. Di tengah jalan, lewatlah seekor anak anjing liar, yang terlihat menyeringai gembira, seolah-olah semua orang itu berkumpul untuk menyambutnya. Anjing kecil itu tahu bagaimana menikmati sambutan yang meriah!

Anak anjing yang “mencuri panggung” memang lucu, tetapi mencuri pujian yang diperuntukkan bagi orang lain adalah sikap yang tidak patut. Daud menyadari hal ini, karena itu ia menolak meminum air yang sudah diperoleh anak buahnya dengan mempertaruhkan nyawa. Sebelumnya, dengan hati sedih ia berharap seandainya ada yang mengambilkannya air minum dari sebuah sumur di Betlehem. Tiga perwira Daud menanggapi keinginan sang raja dengan penuh semangat. Mereka pun menerobos perkemahan musuh, menimba air dari sumur itu, dan membawanya kepada Daud. Daud sangat tersentuh oleh pengabdian mereka, dan ia menolak untuk meminum air itu. Ia memilih untuk “mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada Tuhan” (2Sam. 23:16).
Karakter kita dapat dilihat dari cara kita menanggapi pujian dan penghargaan yang kita terima.

Karakter kita dapat dilihat dari cara kita menanggapi pujian dan penghargaan yang kita terima. Ketika sebuah pujian ditujukan kepada pihak lain, terutama Allah, menyingkirlah. Penghargaan itu tidak ditujukan bagi kita. Namun, ketika pujian itu memang diberikan kepada kita, berterima kasihlah kepada yang memberikannya dan kemudian lipat gandakan pujian itu dengan memberikan seluruh kemuliaan kepada Tuhan Yesus. “Air” itu juga bukan untuk kita. Syukurilah, lalu persembahkanlah kepada Allah.
Apakah hari ini ada seseorang yang memuji Anda atau orang lain? Bagaimana tanggapan Anda terhadap pujian tersebut?
Ya Allah, biarlah mulutku senantiasa dipenuhi pujian bagi-Mu. Hanya Engkaulah yang layak dipuji!
Oleh Mike Wittmer | Lihat Penulis Lain
Wawasan
2 Samuel 21–24 dapat dilihat sebagai penutup bagi kedua kitab Samuel. Penutup itu diapit oleh kisah-kisah tentang kegagalan Saul maupun Daud sebagai raja lewat perbuatan mereka yang membahayakan orang lain. Saul membunuh orang-orang Gibeon (21:1), dan kegagalan Daud membahayakan orang-orang Israel (24:17). Di antara kedua kegagalan tersebut, bagian penutup ini menyebutkan kerapuhan Daud dan ketergantungannya kepada para panglimanya.

Ada dua syair di tengah-tengah penutup tersebut, ketika Daud mengenang kembali kehidupannya dengan menceritakan kesetiaan Allah sekaligus janji-Nya untuk membangkitkan seoang raja penyelamat yang lebih baik. Syair-syairnya memperkuat tema inti dari kitab Samuel, yaitu bahwa Allah meninggikan yang rendah hati dan menentang yang tinggi hati, dan bagaimana Dia setia kepada janji-janji-Nya, meski kejahatan manusia begitu besar. –Monica La Rose



https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/files/sites/60/ID-28.jpg

https://youtu.be/I4Fa4uQ5o54








October 29, 2020, 06:28:51 AM
Reply #2783
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://santapanrohani.org/

https://santapanrohani.org/2020/10/29/tangan-seorang-supir-truk/

https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2020-10-29.mp3

Tangan Seorang Supir Truk
  29/10/2020 
Tangan Seorang Supir Truk
Baca: Roma 12:3-8 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 18–19; 2 Timotius 3
00:00
Unduh MP3
Kita mempunyai karunia yang berlain-lainan . . . siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. –Roma 12:6,8

Kabar itu sangat mengejutkan. Setelah sembuh dari kanker prostat, kini ayah saya didiagnosis menderita kanker pankreas. Ini tidak mudah, karena selama ini ayah saya harus merawat ibu saya yang juga menderita penyakit kronis. Karena keduanya sekarang membutuhkan perawatan, saya sudah membayangkan betapa sulitnya hari-hari ke depan.

Setelah terbang pulang untuk mendampingi mereka, saya pergi ke gereja tempat mereka biasa berbakti. Di sana, seseorang bernama Helmut menemui saya dan menyatakan keinginannya untuk membantu. Dua hari kemudian, Helmut datang ke rumah dengan membawa catatan segala sesuatu yang kami butuhkan. “Kalian butuh makanan ketika kemoterapi sudah dimulai,” katanya. “Saya akan membuat jadwal giliran memasak. Saya bisa memotong rumput. Boleh tahu kapan jadwal pengambilan sampah?” Helmut adalah supir truk yang sudah pensiun, tetapi bagi kami ia seperti malaikat. Ia terkenal sudah banyak membantu orang—para ibu tunggal, gelandangan, kaum lansia.
Umat Tuhan memang dipanggil untuk membantu orang lain.

Umat Tuhan memang dipanggil untuk membantu orang lain (Luk. 10:25-37), tetapi ada orang-orang tertentu yang memiliki kapasitas lebih untuk melakukannya. Rasul Paulus menyebut hal ini karunia kemurahan (Rm. 12:8). Mereka yang mempunyai karunia tersebut bisa melihat kebutuhan orang lain, mengumpulkan bantuan, dan memberikan waktu lebih untuk melayani tanpa merasa kewalahan. Dengan digerakkan oleh ROH KUDUS, mereka menjadi tangan-tangan dalam tubuh Kristus yang menjangkau orang yang membutuhkan (ay.4-5).

Ketika ayah saya menjalani kemoterapi hari pertama, Helmut yang mengantarnya ke rumah sakit. Malam itu kulkas kami penuh dengan makanan. Itulah kemurahan Allah melalui tangan seorang supir truk.
Karunia rohani apa saja yang Anda miliki? (Untuk menolong Anda, baca Roma 12:3-8; 1 Korintus 12; Efesus 4:7-13.) Bagaimana Anda dapat menggunakan karunia-karunia itu untuk melayani sesama?
Bapa di surga, penuhilah aku dengan kemurahan-Mu, agar aku bisa melayani mereka yang berkekurangan dengan efektif dan sukacita, agar hidupku menunjukkan siapa diri-Mu.
Oleh Sheridan Voysey | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Roma 12:2 memerintahkan orang-orang percaya untuk berubah dengan memperbarui akal budi mereka. Alangkah luar biasa bahwa hal pertama yang Paulus bahas tentang pembaruan akal budi adalah kerendahan hati (ay.3). Kerendahan hati menyenangkan hati Allah, tetapi Allah membenci kecongkakan dan keangkuhan (Yesaya 2:11; Daniel 4:37; Amos 6:8). Dengan kerendahan hati seperti itu kita akan dapat menilai dengan jernih apa saja karunia yang kita miliki (dan apa yang tidak kita miliki) sehingga semua karunia tersebut dapat berkontribusi kepada tubuh Kristus sesuai kebutuhan yang ada (Roma 12:6-8). Apa pun karunia kita, kita harus memakainya dengan sukacita dalam semangat kasih dan kerendahan hati. –Con Campbell


https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/files/sites/60/ID-29.jpg

https://youtu.be/I4Fa4uQ5o54









October 30, 2020, 06:25:33 AM
Reply #2784
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


https://santapanrohani.org/

https://santapanrohani.org/2020/10/30/setiap-orang-butuh-mentor/

https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2020-10-30.mp3

Setiap Orang Butuh Mentor
  30/10/2020 
Setiap Orang Butuh Mentor
Baca: Titus 2:1-8 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 20–21; 2 Timotius 4
00:00
Unduh MP3
Kepada Titus, anakku yang sah menurut iman kita bersama. –Titus 1:4

Saat berjalan menuju kantor atasan saya yang baru, saya dipenuhi rasa khawatir dan waswas. Atasan saya sebelumnya sering memperlakukan bawahannya dengan sikap keras dan merendahkan, sehingga tidak jarang saya (dan rekan-rekan lain) menangis dibuatnya. Sekarang saya bertanya-tanya, Seperti apakah atasan yang baru ini? Namun, begitu saya memasuki ruang kerja atasan saya yang baru, ketakutan saya hilang. Beliau menyambut saya dengan hangat dan meminta saya bercerita tentang diri saya serta apa saja yang membuat saya merasa frustrasi. Ia mendengarkan dengan saksama, dan melalui raut wajahnya yang baik hati dan kata-katanya yang lembut, saya tahu ia benar-benar peduli. Selain sebagai saudara seiman dalam Tuhan, ia pun menjadi mentor, penyemangat, sekaligus sahabat saya di kantor.

Rasul Paulus adalah mentor rohani bagi Titus, “anakku yang sah menurut iman kita bersama” (Tit. 1:4). Lewat surat dari Paulus, Titus menerima perintah dan arahan yang bermanfaat untuk tanggung jawabnya di dalam gereja. Paulus tidak hanya mengajar, tetapi juga memberi contoh bagaimana memberitakan “apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat” (2:1), menjadi “teladan dalam berbuat baik, . . . jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu” (ay.7-8). Demikianlah Titus menjadi mitra pelayanan, saudara seiman, dan rekan kerja Paulus (2Kor. 2:13; 8:23)—dan juga mentor bagi yang lain.
Jadilah mentor dan teladan yang baik bagi seseorang hari ini!

Banyak di antara kita pernah merasakan manfaat dibimbing oleh mentor—baik itu guru, pelatih, kakek atau nenek, pembina pemuda, atau gembala gereja—yang mengarahkan kita dengan pengetahuan, kebijaksanaan, dorongan semangat, dan iman kepada Allah. Siapa saja yang mungkin akan menerima manfaat dari pelajaran-pelajaran rohani yang telah Anda peroleh selama berjalan bersama Tuhan Yesus?
Siapakah mentor rohani Anda? Siapakah yang pernah Anda bimbing? Lalu, siapa yang akan Anda bimbing nanti?
Ya Bapa, aku bersyukur untuk mereka yang pernah menjadi mentorku di saat aku sangat membutuhkan bimbingan rohani. Tuntunlah aku kepada seseorang yang mungkin butuh dorongan dariku hari ini.
Oleh Alyson Kieda | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Kata bijaksana yang dipakai dalam bagian Alkitab hari ini (Titus 2:1-8) adalah terjemahan dari kata Yunani sṓphrōn, yang berarti “akal sehat”. Kebijaksanaan yang dimaksudkan adalah penguasaan diri, suatu kedewasaan dalam penilaian dan pengendalian diri yang wajar. Paulus menggunakan bentuk kata ini lima kali dalam Titus. Para penilik jemaat yang memperhatikan kerohanian umat Allah haruslah “bijaksana” (1:8). Lalu, di dalam budaya yang orang-orangnya terbiasa menjadi “pembohong, binatang buas, pelahap yang malas” (ay.12), para laki-laki dan perempuan yang beriman (2:2,5-6) harus menjadi contoh bagaimana oleh anugerah Allah mereka memilih “tidak lagi hidup berlawanan dengan kehendak Allah dan tidak menuruti keinginan duniawi”, melainkan hidup dengan “menahan diri, tulus dan setia kepada Allah” (ay.12 BIS). –Arthur Jackson



https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/files/sites/60/ID-30.jpg

https://santapanrohani.org/video/menikmati-sukacita-di-tengah-kesulitan/









October 31, 2020, 07:20:38 AM
Reply #2785
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27414
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16



https://santapanrohani.org/

https://santapanrohani.org/2020/10/31/puing-puing-dan-allah/

https://d1qj9y79pcvssa.cloudfront.net/odb/id/id-odb-2020-10-31.mp3

Puing-Puing dan Allah
  31/10/2020 
Puing-Puing dan Allah
Baca: Ayub 1:18-22 | Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 22–23; Titus 1
00:00
Unduh MP3
Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan! –Ayub 1:21

Setelah mendoakan apa yang Allah kehendaki untuk mereka lakukan di masa depan, Mark dan Nina yakin bahwa mereka harus pindah dan tinggal di pusat kota. Mereka baru saja membeli sebuah rumah kosong dan merenovasinya ketika badai tornado datang menerjang. Mark mengirim pesan kepada saya: “Kami mendapat kejutan pagi ini. Tornado yang baru melanda Jefferson City telah menghancurkan rumah kami hingga tinggal puing-puing. Allah pasti sedang merencanakan sesuatu.”

Bukan hanya badai yang dapat datang dengan tak terduga dan menyebabkan kekacauan dalam hidup kita. Namun, salah satu kunci untuk bertahan adalah dengan tetap berfokus kepada Allah di tengah malapetaka yang kita derita.
Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan! –Ayub 1:21

Angin ribut yang melanda hidup Ayub telah membuatnya kehilangan harta benda dan menyebabkan kematian anak-anaknya (Ayb. 1:19). Namun, ternyata itu hanya satu dari serangkaian kejutan mengerikan yang dialaminya. Sebelum itu, tiga orang sudah datang membawakan kabar buruk baginya (ay.13-17).

Kapan saja, hidup kita bisa tiba-tiba berubah, dari sukacita kepada dukacita, dari mensyukuri kehidupan kepada menghadapi kematian, atau bermacam tantangan hidup lainnya. Hidup kita bisa tiba-tiba hancur menjadi “puing-puing”—entah dalam kondisi keuangan, hubungan dengan orang lain, kesehatan, pergumulan emosional, maupun tantangan spiritual. Namun, Allah lebih besar daripada badai apa pun. Untuk melewati cobaan hidup kita membutuhkan iman yang berpusat kepada-Nya—iman yang memampukan kita untuk berkata seperti Ayub dan umat Tuhan lainnya, “Terpujilah nama Tuhan!” (ay.21).
Apa yang telah menolong Anda memusatkan pandangan kembali kepada Allah? Apa saja pelajaran dari kisah Ayub yang dapat menolong Anda melewati badai hidup yang menghadang?
Ya Bapa, ampunilah aku karena sering melepaskan pandanganku dari-Mu pada masa-masa sulit dalam hidupku. Tolonglah aku agar dapat memandang-Mu kembali dengan cara yang baru.
Oleh Arthur Jackson | Lihat Penulis Lain
Wawasan
Kapan kisah Ayub terjadi? Beberapa faktor mengacu kepada era para leluhur, sejajar dengan masa hidup Abraham (kira-kira 2000 SM), sehingga kitab Ayub dianggap sebagai salah satu yang tertua dalam Alkitab. Kita melihat adanya tata cara hidup keluarga kuno, seperti kekayaan yang diukur menurut jumlah ternak dan budak, dan bukan dengan emas dan perak (Ayub 1:3; 42:12; Kejadian 12:16). Disebutkan pula tentang para pengembara Kasdim (Ayub 1:17), dan Ayub masih hidup 140 tahun setelah pemulihannya, sehingga ia dapat “melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat” (42:16).

Ayub dipuji sebagai seorang yang “saleh dan jujur; . . . takut akan Allah dan menjauhi kejahatan” (1:1). Beribu-ribu tahun kemudian ia dipuji sebagai contoh hidup benar (Yehezkiel 14:14,20) dan teladan “ketekunan” dengan iman yang tidak bergeming kepada Allah (Yakobus 5:11). –K.T. Sim


https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/files/sites/60/ID-31.jpg

https://santapanrohani.org/video/menikmati-sukacita-di-tengah-kesulitan/






 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)