Author Topic: Renungan Harian®  (Read 97820 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 12, 2013, 04:55:43 AM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/525-empat-komitmen-murid.html

EMPAT KOMITMEN MURID

    Diterbitkan hari Sabtu, 12 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Martinus Prabowo

Baca: Kisah Rasul 11:18-26
Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)

Bacaan Alkitab Setahun:Kejadian 34-36

Quote
Jonathan Edward, pelari lompat jangkit dari Inggris, adalah pemegang rekor dunia pada tiga Olimpiade berturut-turut dan ditahbiskan sebagai World Athlete of the Year pada 1995. Prestasi ini tak lepas dari komitmen dan pengorbanannya dalam berlatih. Ia juga berdisiplin dalam pola makan dan tidur. Ia bersaksi, “Komitmen untuk berprestasi seperti dengan komitmen yang diperlukan dalam mengikuti Kristus. Namun, lompat jangkit tidak mendominasi hidup saya; Kristuslah yang mendominasi hidup saya.”

Menjadi murid Kristus memerlukan komitmen. Nas hari ini menunjukkan empat komitmen seorang murid. Pertama, mau diajar. Jemaat mula-mula pertama-tama hidup dalam pengajaran rasul-rasul (Kis. 2:42). Firman juga bermanfaat untuk mengajar (2 Tim 3:16). Aktivitas pokok seorang murid adalah belajar. Sebagai murid, kita harus sukarela diajar Tuhan setiap waktu dalam firman.

Kedua, mau dikoreksi kesalahannya. Hal ini rasanya sukar, namun penting. Kita diajar untuk mengenali mana yang benar dan mana yang salah. Ketika membuka firman, kita harus siap untuk berkata, “Saya salah.” Jika keyakinan kita yakini tidak sejalan dengan firman, perlu kerendahan hati untuk tidak berdalih.

Ketiga, mau berubah. Sebaiknya, kita harus menutup telinga atau Alkitab kita, jika tidak siap menjadi murid. Pasalnya, menjadi murid harus siap berubah!

Dan terakhir, mau menjalankan kebenaran. Firman bukan soal pengetahuan, melainkan bagaimana firman itu “menjadi daging” dalam hidup kita.—MRT

APAKAH GUNANYA PENGETAHUAN ALKITAB
JIKA KEHIDUPAN KITA TIDAK DIUBAHKAN?
January 13, 2013, 04:55:44 AM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/526-melayani-dengan-hati.html

MELAYANI DENGAN HATI

    Diterbitkan hari Minggu, 13 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho
   
Baca: 1 Tawarikh 11:10-25
Lalu ketiga orang itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud. (1 Tawarikh 11:18)

Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 37-39

Quote
Kesuksesan seorang pemimpin bukan hanya bergantung pada pribadinya. Ia tak ayal mendapatkan bantuan dari orang lain, seperti anak buah, keluarga, kolega, atau malah orang di luar organisasinya. Begitu juga dalam kehidupan bergereja. Adakah hamba Tuhan yang sukses dalam pelayanan tanpa dukungan orang lain?

Perikop ini memperlihatkan banyak orang yang berperan di balik kesuksesan Daud sebagai raja. Sebuah kisah yang mengharukan dicatat di sini. Tiga kepala pasukan Daud dengan berani menerobos perkemahan pasukan musuh untuk mengambilkan air minum baginya dari perigi di Betlehem. Betlehem, sebagai kota kelahiran Daud, pasti menimbulkan nostalgia baginya. Ia pun merespon dengan menunjukkan kepedulian pada anak buahnya. Ia memilih tidak meminum air pemberian itu, tetapi mempersembahkannya kepada Tuhan. Tanggapan itu mengungkapkan penghargaannya yang besar kepada ketiga anak buahnya tersebut. Tindakan yang mereka lakukan karena mereka mengasihi Daud, kini digunakan Daud untuk menyatakan kasihnya kepada Tuhan. Baik Daud maupun pendukungnya melayani dengan hati yang mengasihi Tuhan sehingga mereka pun mengasihi satu sama lain.

Kiranya pelayanan kita pun juga memiliki motivasi serupa. Kita melayani satu sama lain karena kasih Tuhan sudah dinyatakan dalam hidup kita dan kita mengasihi Tuhan dengan sukacita. Kiranya orang yang menjadi anak buah mendukung pemimpinnya dengan sungguh-sungguh dan orang yang memimpin memedulikan anak buahnya dengan tulus.—ENO

DUKUNGAN YANG PALING KUAT
ADALAH DUKUNGAN YANG LAHIR DARI KASIH


January 14, 2013, 05:05:39 AM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/527-teori-pengasuhan-anak.html

TEORI PENGASUHAN ANAK

    Diterbitkan hari Senin, 14 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Stephanus Junianto
    Dibaca: 224 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 14:24–33

Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut. (Amsal 14:27)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kejadian 40-42

Quote
Grace, anak saya, bercerita tentang suka duka dalam merawat anaknya, Jane. Menurutnya, teman-temannya sesama ibu muda mengalami tantangan serupa. Mereka membaca teori tentang pengasuhan anak dari banyak buku yang ditulis penulis Barat. Menarik, namun metode pendekatan dan penekanannya berbeda-beda. Timbul kesan, beberapa aspek hanya cocok dengan kebiasaan orang Barat. Jadi, bagaimana pengasuhan yang alkitabiah itu? Apakah yang utama dalam mendidik anak itu?

Salomo menunjukkan pentingnya takut akan Tuhan. Maksudnya tentu saja bukan takut akan hukuman Tuhan atau takut ditolak oleh-Nya, melainkan rasa hormat dan gentar akan keagungan dan kekudusan-Nya. Takut akan Tuhan mendatangkan berkat bagi keturunan kita (ay. 26) dan merupakan sumber kehidupan sejati (ay. 27). Rasa takut yang muncul berdasarkan pengenalan pribadi akan Allah ini melandasi kebahagiaan yang murni dan tak berkesudahan, serta memampukan kita untuk menangkal dosa dan pencobaan.

Nah, bukankah itu hal yang terpenting bagi orangtua dalam mendidik anak: mendorong mereka untuk memiliki takut akan Tuhan? Sebagai orangtua, kami bersyukur atas anugerah-Nya sehingga anak kami boleh mengenal Tuhan sejak dini—Grace pada umur 12; Lisa pada umur 11; Yahya pada umur 10—dan mereka bertumbuh jadi anak yang takut akan Tuhan. Maka, dalam percakapan tadi, Grace menyimpulkan, hal yang utama dalam mendidik Jane adalah menolongnya mengenal Tuhan Yesus dan bertumbuh dalam pengenalan itu sehingga ia memiliki takut akan Tuhan.—SJ

MENDORONG ANAK BERGAUL KARIB DENGAN TUHAN SEJAK DINI
ADALAH SUMBANGSIH TERPENTING KITA SEBAGAI ORANGTUA
January 15, 2013, 05:11:19 AM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/528-sayang-anak.html

SAYANG ANAK

    Diterbitkan hari Selasa, 15 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Martinus Prabowo
   
Baca: 1 Samuel 1:1-20
(Jika Engkau)…memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya... (1 Samuel 1:11)

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 43-45

Quote
Pernah memperhatikan bagaimana para penjual mainan menjajakan dagangannya di terminal bus atau stasiun kereta? Teriakan mereka khas dan mudah dikenali. “Sayang anak... sayang anak...!” Teriakan itu biasanya lumayan sukses memancing para orangtua untuk merogoh kantong dan berbelanja. Ya, orangtua tak ayal ingin menunjukkan rasa sayang pada anak.

Di Alkitab, kita bertemu dengan Hana, ibu yang sangat mengharapkan anak. Ia harus menanti sekian lama. Ia menyaksikan madunya, Penina, melahirkan anak-anak bagi Elkana. Saat mereka beribadah di Yerusalem tahun demi tahun, ia menyaksikan Elkana membagikan jatah persembahan bagi Penina dan anakanaknya. Selama itu, ia tak kunjung dikaruniai keturunan.

Hana baru mengandung setelah ia bernazar akan menyerahkan anaknya bagi Allah (ay. 11). Ia memenuhi nazarnya ketika anak itu lahir, dan nantinya anak itu menjadi hakim termasyhur di Israel sampai zaman raja-Raja. Ya, nama anak itu adalah Samuel. Hana sendiri kemudian dikaruniai beberapa anak lagi. Seandainya Hana tidak bernazar, apakah selamanya Hana akan mandul?

Tuhan mempunyai rencana untuk Samuel. Nazar Hana membuka pintu bagi tergenapinya rencana tersebut. Ia tidak lagi menginginkan anak untuk diri sendiri. Begitulah caranya mengungkapkan rasa sayang pada anak yang dirindukannya: dengan mempersilakan Tuhan memproses anak itu sesuai dengan rencana-Nya. Justru saat kita membiarkan Tuhan menyelesaikan agenda-Nya atas anak kita, Dia memberkati keluarga kita secara berlimpah.—MRT

MENDEDIKASIKAN ANAK KE DALAM TANGAN ALLAH
ADALAH MENYERAHKAN MEREKA KEPADA SANG PENGASUH TERBAIK
January 16, 2013, 04:09:12 AM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/529-bubuk-kepahitan.html

BUBUK KEPAHITAN

    Diterbitkan hari Rabu, 16 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun
 
Baca: Ibrani 12:14-17
Jagalah supaya jangan ada seorang pun kehilangan anugerah Allah, agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang. (Ibrani 12:15)

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 46-48

Quote
Seorang guru hendak mengajarkan sesuatu kepada muridnya. Ia memberikan segenggam tepung biji mahoni untuk dimasukkan ke dalam sebuah cangkir berisi air, lalu menyuruh anak itu meminumnya. Sang murid segera memuntahkan air itu karena tak tahan mencecap rasa pahit yang luar biasa.

Kemudian guru itu kembali memberinya segenggam tepung biji mahoni, kali ini untuk dituangkan ke dalam sebuah telaga bening. Ia menyuruh anak itu mengambil airnya dan meminumnya. Kali ini si murid dapat menikmati air itu, yang tetap terasa tawar dan menyegarkan. “Tepung itu mewakili semua hal buruk dan kepahitan dalam hidup ini. Yang menentukan pengaruhnya adalah seberapa luas wadah yang menampungnya, yaitu hati kita!” kata gurunya bijak.

Penulis surat Ibrani mendorong agar orang-orang percaya tetap bertekun dalam iman, sekalipun banyak kesukaran menghadang dari berbagai sisi, termasuk dari sesama orang percaya. Mengikut Kristus memang tidak menjamin seseorang terbebas dari masalah, bahkan tak jarang menjadikan kehidupan kita kian pelik. Syukurlah, orang percaya telah diberi hati yang baru, hati yang seperti Kristus untuk menghadapinya. Anugerah-Nya memampukan kita untuk menawarkan “bubuk kepahitan” sehingga hati kita tetap manis dan segar.

Apakah Anda bergumul untuk mengampuni orang lain? Apakah Anda kesulitan berdamai dengan seseorang? Apakah gereja mengecewakan Anda? Lihatlah anugerah-Nya—bagaimana Dia mengasihi dan mengampuni Anda tanpa syarat—dan ampunilah mereka yang bersalah kepada Anda.—HEM

KEPAHITAN BUKAN DITENTUKAN OLEH APA YANG KITA ALAMI
MELAINKAN OLEH RESPON HATI KITA TERHADAP PENGALAMAN ITU
January 17, 2013, 04:17:27 AM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/530-lanjut-usia.html

LANJUT USIA

    Diterbitkan hari Kamis, 17 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Susanto

Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus. (Yesaya 46:4)

Bacaan Alkitab Setahun:Kejadian 49-50

Quote
Pada 2011, penduduk dunia tercatat mencapai jumlah sekitar 7 miliar jiwa, dan kira-kira 1 miliar di antaranya warga lanjut usia (lansia). Indonesia menduduki ranking keempat dunia dengan jumlah lansia 24 juta jiwa. Warga lansia ini cenderung kurang mendapatkan perhatian. Tidak tersedia fasilitas yang memadai untuk mempersiapkan dan mengarahkan mereka agar tetap sehat, produktif, dan sejahtera.

Ketika kita masih kecil dan belum mampu mengurus diri sendiri, orangtua kita mencurahkan hidupnya untuk merawat, menghidupi, dan melatih kita agar mampu mandiri. Ironisnya, ketika kekuatan mereka melemah, dan mereka membutuhkan pertolongan orang lain untuk mengurus hidup pada masa tuanya, tak jarang anak-anak meninggalkan mereka berjuang sendiri.

Bagi para lansia, Firman Tuhan pada hari ini bukanlah suatu hiburan kosong. Kepada Israel, Dia menegaskan pemeliharaan-Nya. Masalahnya, Israel justru menganggap Allah meninggalkan mereka dan mereka berpaling pada ilah lain (ay. 6-7). Dengan lembut Tuhan menegur dan mengingatkan mereka akan kasih setia-Nya. Dia memanggil Israel agar kembali kepada-Nya karena Dia akan menyatakan keselamatan-Nya (ay. 4). Di dalam Kristus, Allah menggenapi janji ini, dan Dia tidak akan pernah membiarkan kita dan meninggalkan kita seorang diri—sampai rambut kita memutih sekalipun.

Bagi para anak, Firman Tuhan mengundang kita untuk merelakan diri dipakai oleh-Nya dalam mewujudkan janji-Nya kepada orangtua untuk merawat dan mendukung mereka. Bersediakah kita?—SST

ANAK YANG DIBIARKAN TIDAK HORMAT PADA ORANGTUA
TIDAK AKAN HORMAT TERHADAP SIAPA SAJA—Billy Graham

January 18, 2013, 04:45:54 AM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/531-superman.html

SUPERMAN

    Diterbitkan hari Jum'at, 18 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Olivia Elena

Baca: Lukas 12:13-21
.... “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung pada kekayaannya itu.” (Lukas 12:15)

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 1-4

Quote
“Delapan dari sepuluh pebisnis mengalami masalah ketika melakukan regenerasi ke anaknya,” ujar seorang businesscoach yang saya wawancarai. Menurutnya, pada masa seperti inilah biasanya perusahaan digoyang konflik. “Ini karena si pengusaha senior sudah terbiasa menjadi superman!”

Superman? Ternyata yang dimaksudkannya adalah kecenderungan bersikap one man show, keinginan untuk mengendalikan segala sesuatu sendiri, sulit untuk memercayai orang lain. Sindroma yang kerap menjangkiti pebisnis senior adalah merasa paling tahu dan paling andal dalam menjalankan bisnis. Akibatnya, putra-putri yang seharusnya dididik sejak dini untuk menjadi penerus malah merasa tersisih dan akhirnya alih generasi tidak berlangsung secara mulus.

Perumpamaan Kristus dalam bacaan hari ini juga menampilkan sosok superman, seorang kaya yang sibuk mengembangkan usahanya. Apakah itu salah? Tidak. Masalahnya, ia mencurahkan seluruh jiwa dan hidupnya demi bisnisnya itu. Orang sekarang menyebutnya workalholic. Ia tamak dalam bekerja dan mengeruk laba. Tamak, dalam bahasa Yunani adalah pleonexia, berarti keinginan yang tidak terkontrol, tidak ada habisnya. Orang ini sibuk menjadi superman sampai lupa akan hal-hal yang lebih penting dan lebih abadi.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita merasa serbamampu dan mandiri sampai alpa akan anugerah-Nya yang memampukan kita berkarya? Apakah kita masih meluangkan waktu untuk membagikan pengetahuan dan kecakapan kepada generasi penerus kita?—OLV

HARTA SEHARUSNYA HANYA MERUPAKAN ALAT
KETAMAKAN MEMBUATNYA BERBALIK MEMPERALAT KITA
January 19, 2013, 04:24:23 AM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/532-harga-sebuah-pilihan.html

Quote
HARGA SEBUAH PILIHAN

    Diterbitkan hari Sabtu, 19 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun

Baca: Rut 1:1-22
Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengkuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi... bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku. (Rut 1:16)


Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 5-7

Rut dan Orpa adalah dua perempuan Moab dengan nasib yang hampir sama. Keduanya menjadi menantu bangsa asing di negeri sendiri, lalu menjadi janda pada usia muda. Mereka tinggal bersama Naomi, mertua mereka yang juga sudah menjanda. Ketika Naomi mendengar bahwa bencana kelaparan di Betlehem, Israel, tempat asalnya, telah berlalu, ia berniat pulang kampung. Kelaparan itulah penyebab keluarganya bermigrasi sepuluh tahun lalu. Telah tersedianya kembali makanan di Betlehem–yang berarti Rumah Roti–menunjukkan bahwa Tuhan telah kembali memperhatikan umat-Nya.

Rut dan Orpa harus memilih: tetap tinggal di negeri mereka atau ikut ke sebuah negeri baru dengan masa depan yang tidak jelas. Naomi mendesak Rut untuk tinggal di Moab, agar tetap dekat dengan handai tolan dan dewa-dewa mereka. Tetapi, Rut bersikeras mendampingi mertuanya. Peneguhan imannya bahkan terlihat dalam argumentasinya. Orpa memilih tinggal, dan ia hilang dari catatan sejarah. Sebaliknya, Rut menjadi salah satu perempuan asing yang dipakai Tuhan untuk melahirkan Yesus, Sang Juru Selamat (Mat. 1:5).

Setiap orang mengambil ratusan, bahkan ribuan, pilihan setiap hari. Ada pilihan yang mudah, namun ada yang sulit. Ada pilihan yang sepertinya tidak berdampak apa-apa, namun ada juga pilihan yang seolah mempertaruhkan seluruh hidup. Pilihan Anda dapat menunjukkan identitas dan kondisi Anda. Apakah iman Anda selalu berperan ketika Anda menentukan berbagai pilihan?—HEM

BAHKAN SAAT ANDA TAK PUNYA PILIHAN,
PILIHLAH TUHAN
January 20, 2013, 04:37:44 AM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/533-bibit.html

Quote
BIBIT

    Diterbitkan hari Minggu, 20 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Alison Subiantoro

Baca: 1 Samuel 2:12-25

Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN. (1 Samuel 2:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 8-10

Dalam budaya beberapa masyarakat di Indonesia, ada kepercayaan tentang pentingnya kualitas bibit seseorang. Bibit di sini berarti orangtua sang anak. Menurut kepercayaan ini, orangtua yang baik akan menghasilkan anak yang baik pula, dan sebaliknya. Sebagai contoh, anak seorang raja dipercayai lebih berkualitas daripada anak rakyat jelata. Sebaliknya, anak seorang penjahat dipercayai pasti tidak akan menjadi anak yang baik.

Memang normal kalau seorang anak yang dibesarkan di tengah keluarga yang baik akan cenderung bertumbuh dengan baik, dan sebaliknya. Tetapi, di sisi lain, kualitas orangtua bukanlah sesuatu yang diturunkan secara genetik. Bimbingan dan didikan orangtua turut berperan dalam menentukan pembentukan kualitas karakter anak-anak.

Perhatikanlah pengalaman keluarga Imam Eli. Meskipun ia seorang imam besar, anak-anaknya memiliki karakter yang buruk. Hal ini tampaknya terjadi karena sikap Imam Eli sendiri yang cenderung kurang tegas dalam mendidik mereka. Hal ini nampak dari caranya dalam menegur mereka meskipun kesalahan mereka sangat besar (ay. 23-25).

Fakta ini memberikan harapan bagi kita yang memiliki orangtua yang kurang baik. Ya, kita tidak harus menjadi sama dengan orangtua kita. Pengenalan akan Tuhan dan kebenaran-Nya memampukan kita untuk mengembangkan karakter yang baik, karakter Kristus. Di sisi lain, bagi para orangtua, fakta ini menantang kita untuk mendidik anak-anak selaras dengan firman-Nya, agar karakter mereka terbentuk sejak dini.—ALS

KUALITAS KARAKTER SEORANG ANAK TIDAK DITURUNKAN,
TETAPI DIBENTUK MELALUI PENDIDIKAN DARI ORANG TUA
January 21, 2013, 04:39:40 AM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/
http://www.renunganharian.net/index.php/2013/33-januari/534-tanda-kebodohan.html

Quote
TANDA KEBODOHAN

    Diterbitkan hari Senin, 21 Januari 2013 00:00
    Ditulis oleh Hembang Tambun

Baca: Pengkhotbah 10:1-15

... kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar. (Pengkhotbah 10:4b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 11-13


Dalam sebuah penerbangan Jakarta-Medan, ketika roda pesawat baru saja menyentuh landasan, seorang ibu dan anak remajanya berjalan tergesa-gesa meninggalkan kursi menuju pintu pesawat. Petugas kabin segera berlari menegur mereka, menyuruh duduk kembali, serta mengumumkan agar semua penumpang tidak beranjak sebelum pesawat berhenti sempurna. Para penumpang menyoraki ibu dan anak itu, serta melemparkan berbagai kata-kata pedas khas Medan. Tindakan itu jelas membahayakan diri mereka dan dapat mengganggu penumpang lain.

Kesabaran memang semakin langka pada zaman serbainstan ini. Teknologi menawarkan untuk membuat segala sesuatu jadi cepat dan praktis. Hal ini memengaruhi juga sikap kita kepada orang lain dan kepada Tuhan. Banyak orang menganut slogan “Siapa cepat, dia dapat” atau “Waktu adalah uang”. Tidaklah mengherankan, kita hidup dalam dunia yang serba tergesa-gesa.

Pengkhotbah menegaskan bahwa ketidaksabaran merupakan sebuah tanda kebodohan. Kebodohan mengakibatkan berbagai hal buruk. Sebaliknya, kesabaran dapat mencegah kesalahan besar. Sabar berarti tetap tenang dan tabah menghadapi sesuatu atau seseorang. Sifat sabar dikembangkan melalui sebuah proses yang panjang, yaitu karya ROH KUDUS dalam diri orang percaya (Gal. 5:22). Sabar bukan berarti pasif dan acuh tak acuh, melainkan memberi kesempatan lebih banyak kepada diri sendiri untuk menelaah dan menyiapkan tindakan terbaik dalam situasi apa pun. Marilah belajar untuk bersabar.—HEM

KESABARAN PADA MULANYA MUNGKIN TAMPAK LAMBAN,
NAMUN PADA AKHIRNYA AKAN MENDATANGKAN KEAMANAN

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)