Author Topic: Renungan Harian®  (Read 125529 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 27, 2018, 05:25:23 AM
Reply #1840
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/106-juli.html

 EGOIS DAN NARSIS
1
2
3
4
5
Rating 4.38 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 27 Juli 2018 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 919 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Ester 5:9-14

Lagi kata Haman: "Tambahan pula tiada seorang pun diminta oleh Ester, sang ratu, untuk datang bersama-sama dengan raja ke perjamuan yang diadakannya, kecuali aku...." (Ester 5:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Pengkhotbah 1-4



Dalam bahasa kita sekarang, tokoh Haman dalam kitab Ester boleh dibilang seorang narsis dan egois. Betapa tidak? Sebagai pejabat ia haus kuasa, gila hormat, dan selalu memakai wewenangnya untuk memenuhi kepentingan pribadi. Sebagai pribadi ia gemar memamerkan diri, suka dipuja, dan cuma mau tahu tentang dirinya sendiri. Pusat perhatiannya ialah diri sendiri. Kebanggaannya ialah berkata, "Tiada yang lain, kecuali aku."

Namun egoisme dan narsisisme bukannya tanpa ongkos. Celakanya di sini: manfaatnya hanya bagi diri sendiri, tetapi ongkosnya juga dipikul oleh pihak lain. Kehidupan Haman adalah contoh dan buktinya. Akhirnya bukan cuma dirinya, melainkan seluruh keluarganya binasa (Est. 9:12-13). Pun akibat ulahnya terjadilah pertumpahan darah di seluruh wilayah negeri jajahan Persia dan puluhan ribu nyawa melayang (Est. 9:16). Ironis sekaligus tragis, bukan?

Induk dari banyak persoalan, keributan, bahkan bencana di dunia ini adalah pribadi-pribadi narsistik yang egois, yang tahunya hanya diri dan ambisi pribadi. Tuhan sungguh ingin hidup kita memberkati sekitar, bukan menyusahkan orang. Membawa keteduhan, bukan kegaduhan. Menghadirkan sejahtera, bukan bencana. Membuat orang lain bahagia, bukan menderita. Maka, jauhilah egoisme dan narsisisme.

—PAD/www.renunganharian.net


LILIN YANG TAK SEDIA UNTUK MELELEH TIDAK AKAN PERNAH BERSINAR,
HATI YANG BEKU OLEH EGOISME TAK AKAN PERNAH MEMBERI MANFAAT BAGI SEKITAR



July 28, 2018, 05:09:44 AM
Reply #1841
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/106-juli.html

 MEMILIH UNTUK MEMBERI
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 28 Juli 2018 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 576 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Korintus 9:6-15

Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu. (2 Korintus 9:10)


Bacaan Alkitab Setahun:
Pengkhotbah 5-8



Jika pada waktu yang sama kita dihadapkan pada pilihan antara memberi dan menerima, manakah yang akan kita pilih? Dahulu saya cenderung memilih untuk menerima karena saya tak perlu mengeluarkan uang atau barang yang saya miliki untuk orang lain. Namun, setelah banyak belajar mengenai memberi dan berbagi, kini saya cenderung lebih memilih untuk memberi. Alasannya, ketika saya memilih untuk memberi, suatu saat saya akan menerima—dengan keyakinan bahwa hukum tabur tuai masih berlaku hingga kini.

Allah sendiri berkata bahwa selama bumi masih ada, kegiatan menabur (memberi) dan menuai (menerima) juga masih akan berlangsung dalam kehidupan manusia. Hukum ini berlaku bagi semua manusia, tanpa terkecuali. Bagi orang percaya, kekuatan pemberian akan semakin berlipat ganda karena Allah ikut “terlibat” di dalamnya. Allah tak hanya menyediakan berkat, supaya kita dapat memberi (menabur), tetapi kuasa-Nya akan bekerja melipatgandakan benih yang telah kita taburkan. Bukan hanya itu, dengan memberi, Allah akan semakin menumbuhkan karakter murah hati dalam diri kita sehingga kita semakin dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Ketika kita memberi kepada orang lain, ada kesempatan untuk melihat secara langsung ekspresi dari orang yang menerima pemberian kita. Kebanyakan akan menunjukkan ekspresi bahagia dan bersukacita karena pada dasarnya manusia itu senang diberi sesuatu oleh orang lain. Mari, jangan pernah takut atau ragu-ragu untuk mengembangkan gaya hidup memberi karena pemberian kita akan mendatangkan berkat bagi kita dan orang lain.

—GHJ/www.renunganharian.net


PEMBERIAN YANG DILAKUKAN KARENA IMAN
DAN KERELAAN TIDAK AKAN SIA-SIA



July 29, 2018, 04:16:09 AM
Reply #1842
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/106-juli.html

 BERKAT KETEKUNAN
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 29 Juli 2018 00:00
    Ditulis oleh Richard Tri Gunadi   
    Dibaca: 349 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 13:9-16

Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya. (Amsal 13:11)


Bacaan Alkitab Setahun:
Pengkhotbah 9-12



Saya bisa kuliah berkat uang receh. Saat saya lulus SD, ayah memutuskan kelak saya harus kuliah. Beliau setiap hari menabung uang receh lima ratus dan seribu rupiah di kaleng bekas. Saya pun turut menabung seratus dan lima ratus rupiah. Setelah enam tahun dan saya masuk kuliah, uang tabungan kami cukup untuk membayar pendaftaran kuliah, uang kos, dan beberapa biaya lain.

Menabung adalah gambaran ketekunan dan kesabaran. Kita sering secara tidak sabar menginginkan sesuatu yang besar. Kedagingan kita menginginkan serba cepat dan enak. Kita berdoa agar Tuhan memudahkan usaha kita, memberkati kita lebih banyak, dan menjauhkan kita dari segala kesukaran dan kerugian. Nyatanya, hasil yang didapatkan dengan cara instan kebanyakan habis juga dengan cara instan. Firman Tuhan mengingatkan, “Siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit menjadi kaya.” Karena itu, kalau kita meminta sesuatu yang besar, tetapi Tuhan melatih ketekunan dan kesabaran kita untuk mendapatkannya, jalanilah dengan rela. Sekecil apa pun berkat yang kita terima setiap hari, syukuri dan kumpulkan.

Tuhan bisa memberi dengan cepat atau lambat, jadi biarkan Dia memproses kita menurut kebaikan-Nya. Dia memberkati orang-orang yang mau berusaha dan mengumpulkan sedikit demi sedikit. Bersyukurlah kalau Tuhan saat ini melatih kita bertekun dan bersabar melalui proses untuk mencapai tujuan yang besar. Dia tidak akan pernah terlambat memberikan berkat pada waktu yang terbaik bagi kita.

—RTG/www.renunganharian.net


SYUKURILAH BERKAT TUHAN YANG BISA DIKUMPULKAN
SEDIKIT DEMI SEDIKIT SETIAP HARI


July 30, 2018, 05:08:50 AM
Reply #1843
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/106-juli.html

 BELAJAR BERBESAR HATI
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 30 Juli 2018 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 833 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Korintus 7:2-10

Namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan karena kami. (2 Korintus 7:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kidung Agung 1-4



Paulus pernah bersitegang dengan jemaat di Korintus. Hal itu terjadi karena ia dengan terang-terangan menegur dosa-dosa yang dilakukan jemaat. Hanya masalahnya, sebagian jemaat tidak terbuka hatinya, tidak bisa menerima teguran itu, dan merasa sakit hati. Buntutnya, mereka bersekutu dengan guru-guru palsu untuk menolak kerasulan Paulus (2Kor. 6:11-13).

Bagaimana reaksi Paulus? Ketika melihat penolakan jemaat, Paulus memberikan respons yang menunjukkan kualitas karakter dan kedewasaan rohaninya. Pertama, ia menyatakan bahwa apa pun yang terjadi, kasihnya kepada jemaat sama sekali tidak berubah, malah ia menyatakan ingin sehidup semati dengan jemaat (ay. 3). Kedua, Paulus berusaha menghibur jemaat yang terluka itu dengan mengatakan bahwa rasa sakit hati tersebut baik adanya karena akan membawa mereka kembali kepada kebenaran (ay. 9). Dan ketiga, ia mengutus Titus untuk mengklarifikasi maksud dari teguran yang keras itu (ay. 6). Kebesaran hati Paulus ini nyatanya berbuah manis. Titus melaporkan bahwa jemaat mengalami perubahan positif setelah membaca surat Paulus (ay. 13-16).

Dari kebenaran itu kita belajar: Teguran dalam kasih yang kita nyatakan bisa saja disalahpahami dan menimbulkan konflik. Namun, konflik tersebut bisa jadi dipakai Tuhan untuk mengasah hati kita, terutama dalam hal kebesaran hati, untuk bersedia merendahkan hati dan mengampuni. Melalui konflik, Tuhan sedang meningkatkan kualitas karakter dan kedewasaan kita.

—SYS/www.renunganharian.net


KUALITAS KARAKTER DAN KEDEWASAAN KITA TERUJI
PADA SAAT TERJADI KETEGANGAN DALAM HUBUNGAN KITA DENGAN SESAMA



July 31, 2018, 04:56:22 AM
Reply #1844
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/106-juli.html

 KETIKA AKU TIDUR
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 31 Juli 2018 00:00
    Ditulis oleh Adama Sihite   
    Dibaca: 685 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 4

Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman. (Mazmur 4:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kidung Agung 5-8



Setelah lelah mengerjakan segala aktivitas, manusia membutuhkan istirahat untuk memulihkan keadaan tubuhnya. Biasanya, setelah beristirahat, tubuh menjadi segar dan siap untuk beraktivitas kembali. Orang biasanya beristirahat dengan tidur. Tidur yang cukup penting bagi kesehatan. Kurang tidur mengganggu kesehatan; terlalu banyak tidur juga mengundang penyakit.

Tidur bukan sekadar istirahat, tetapi harus dilihat sebagai berkat Tuhan agar kita dapat memulihkan kekuatan tubuh dan tetap sehat. Tidur pun punya makna spiritual bagi manusia, apalagi bila saat tidur kita yakin berada di dalam genggaman tangan Tuhan yang melindungi. Pemazmur menyadari hal ini dan, karenanya, ia merasa tenteram saat tidur. Oleh sebab itu, adalah baik untuk datang kepada Tuhan sebelum tidur. Datang untuk mengutarakan seluruh isi hati, berkomunikasi dengan-Nya, dan memohon perlindungan-Nya. Pemazmur bahkan mengatakan, pada saat tidurlah Tuhan memberikan berkat kepada umat yang dicintai-Nya (Mzm. 127:2). Karena itu, sebelum tidur sebaiknya kita telah berdamai dengan Tuhan, dengan diri sendiri dan juga sesama. Jangan kotori tempat tidur dengan amarah, dendam, dan dosa (bdk. Ef. 4:26; Ibr. 13:4).

Jangan anggap remeh tidur. Selain penting untuk kesehatan, tidur adalah bentuk pemeliharaan Tuhan kepada kita. Kesempatan untuk memulihkan diri sehingga memiliki kekuatan lagi untuk berkarya bagi Dia dan bagi sesama. Anugerah yang harus disyukuri. Maka, tidurlah pada waktunya, dan bekerjalah dengan antusias.

—AAS/www.renunganharian.net


TIDUR BERKUALITAS, BUKAN SEKADAR DARI JUMLAH JAMNYA,
TETAPI JUGA KETIKA KITA TIDUR DALAM ANUGERAH-NYA



August 01, 2018, 05:35:58 AM
Reply #1845
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/107-agustus.html

 KESEMPURNAAN
1
2
3
4
5
Rating 4.71 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 01 Agustus 2018 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 1171 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Filipi 3:10-21

... kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. (Filipi 3:12b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 1-4



Salah satu sumber ketidakbahagiaan masa kini ialah perasaan tak dapat memenuhi standar, tuntutan dan harapan yang otomatis sudah ada di benak kita. Kita dikepung oleh perasaan bersalah, gagal, masih kurang, dan serba meleset dari target. Singkat kata, ketidaksempurnaan sungguh mengusik kita.

Menurut Paulus, sempurna itu berarti seutuhnya menyerupai Kristus (ay. 10,21). Kapan itu terjadi? Sudah—yaitu sejak kita “ditangkap oleh Kristus Yesus” (ay. 12,15). Kristus menudungi kita di hadapan Allah sehingga kita terlihat sempurna di mata Allah. Namun, belum juga—sebab masih akan digenapkan pada saat kedatangan-Nya kelak (ay. 12,20-21). Artinya, kita dicengkeram oleh perbuatan Kristus dari segala sisi. Tak usah cemas. Kesempurnaan adalah pekerjaan Kristus bagi kita. Bagian kita ialah berdamai dengan segala ketidaksempurnaan, baik yang telah lewat maupun yang ada di depan mata, sambil terus bergerak ke masa depan setapak demi setapak. Yang penting arahnya satu: menuju Kristus. Sementara itu, Dia terus-menerus menjadikan karya-Nya sempurna di dalam diri kita (ay. 13-16).

Sepanjang hidup kita akan bergumul dengan ketidaksempurnaan. Tak jarang kita bodoh dan ceroboh. Badung dan tersandung. Terseret dan terpeleset. Silau dan kacau. Tak usah sok suci dan menipu diri. Tak perlu frustrasi. Rangkul saja ketidaksempurnaan itu dengan jujur sambil terus merangkul Kristus dan melangkah maju hari demi hari. Kita tidak sempurna, tetapi sedang disempurnakan terus oleh Kristus.

—PAD/www.renunganharian.net


SEJAUH KITA BERJALAN DALAM RANGKULAN-NYA YANG SEMPURNA,
MENGAPA MESTI TAKUT PADA KETIDAKSEMPURNAAN?



August 02, 2018, 05:13:28 AM
Reply #1846
August 03, 2018, 05:03:20 AM
Reply #1847
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/107-agustus.html

 SEPERTI PADI ORGANIK
1
2
3
4
5
Rating 4.67 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 03 Agustus 2018 00:00
    Ditulis oleh Agus Santosa   
    Dibaca: 702 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Roma 12:1-2

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu .... (Roma 12:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 10-14



Ada belasan hektar sawah di Desa Rogomulyo, Kabupaten Semarang, yang diolah dengan menerapkan pola tani organik. Tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia, melainkan kompos alami seperti sluri atau ampas biogas. Namun, menanam padi organik tidaklah mudah. Sawah organik bisa saja tercemar air yang mengandung pupuk urea atau pestisida kimia dari sawah-sawah lain yang bukan organik.

Seperti menanam padi organik di antara sawah-sawah bukan organik, demikianlah kita orang percaya hidup di dunia ini. Seruan “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini” bukan untuk menggiring kita menjauh dari kehidupan ini. Mustahil kita hidup tanpa pernah bersentuhan dengan hal-hal duniawi. Seperti padi organik, kita memang “ditanam” Tuhan di dunia ini. Kita tidak diperintahkan untuk mengasingkan diri, memisahkan diri, atau menutup diri dari kehidupan di sekitar kita. Tuhan justru ingin kita hidup benar dan bertumbuh secara rohani di dunia seperti ini.

“Jangan menjadi serupa dengan dunia ini” mendesak kita untuk menjadi baik dan benar di mana pun kita ditempatkan Tuhan. Kita dituntut hidup kudus, beribadah mempersembahkan diri dengan tidak tercemar oleh kefasikan. Kita diminta menjadi benar seturut kehendak Tuhan, tidak tepercik oleh pemikiran dan perbuatan yang tidak dikenan-Nya. Meskipun tidak mudah, kita harus hidup dalam kehendak Tuhan yang Maha Sempurna, dan tiada henti memperbarui akal budi kita.

—ASA/www.renunganharian.net


KEBAIKAN DAN KEBENARAN ADALAH BENIH TERBAIK YANG AKAN
MEMBERIKAN HASIL TERBAIK, DI MANA PUN KITA MENANAMNYA


August 04, 2018, 05:29:44 AM
Reply #1848
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/107-agustus.html

 SUN TZU
1
2
3
4
5
Rating 4.67 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 04 Agustus 2018 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 634 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Tawarikh 17:1-10

… sehingga mereka tidak berani berperang melawan Yosafat. (2 Tawarikh 17:10b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 15-21



Sun Tzu, pengatur strategi perang legendaris dari Cina kuno, pernah berkata, “Kesempatan untuk mengalahkan musuh disediakan oleh musuh itu sendiri.” Jika kita membiarkan kelemahan kita terlihat oleh musuh, sebenarnya kita sudah memberikan kemenangan kepadanya. Kemenangan lebih ditentukan bukan oleh kekuatan lawan, melainkan kelemahan kita sendiri.

Dalam tahun ketiga pemerintahan Yosafat, keadaan Yehuda aman, tak ada peperangan dengan bangsa lain. Tak ada serbuan pasukan asing. Mereka segan dan gentar pada Yehuda di bawah kepemimpinannya. Mengapa? Yosafat menerapkan strategi “memperkuat dirinya” (ay. 1). Selain membangun penjagaan militer di kota-kota berkubu (ay. 2), ia menguatkan pertahanan spiritual dirinya dan segenap rakyatnya (ay. 4,6). Dengan cerdas dan tekun ia mengirim para pengajar Taurat ke seluruh pelosok negeri agar rakyat mengenal Firman Tuhan (ay. 7-9). Dengan kondisi spiritual dan militer yang terjaga dengan baik, dengan sendirinya musuh tidak berani menyerang (ay. 10).

Alkitab berisi banyak peringatan agar kita senantiasa berjaga-jaga (Luk. 21:23; Ef. 6:18; 1Tes. 5:6; 1Ptr. 5:8; Why. 16:15). Bukan maksudnya kita selalu tegang dan serius, melainkan agar kita jangan gegabah dan lengah. Alkitab menjadi santapan harian bagi jiwa kita. Hubungan pribadi dengan Tuhan kita rawat. Kekompakan keluarga kita jaga. Ibadah bersama kawan seiman kita pelihara. Talenta kita asah dan kita pakai untuk melayani. Singkatnya, jangan beri kesempatan pada musuh untuk menaklukkan kita.

—PAD/www.renunganharian.net


MELALUI KRISTUS, ALLAH TELAH MEMBERI KITA KEMENANGAN,
TETAPI JANGAN SAMPAI KITA SENDIRI MENYERAHKAN KEMENANGAN ITU KEPADA IBLIS




August 05, 2018, 04:23:46 AM
Reply #1849
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26139
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/107-agustus.html

 BERJUANG UNTUK BANGSA
1
2
3
4
5
Rating 3.00 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 05 Agustus 2018 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho   
    Dibaca: 290 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kejadian 47:13-26

“Mengenai hasilnya, kamu harus berikan seperlima bagian kepada Firaun, dan yang empat bagian lagi, itulah menjadi benih untuk ladangmu dan menjadi makanan kamu dan mereka yang ada di rumahmu, dan menjadi makanan anak-anakmu." (Kejadian 47:24)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 22-26



Sebagai bangsa Indonesia, kita prihatin melihat kondisi bangsa kita sekarang ini. Generasi muda dihancurkan lewat narkoba; teror dan kekerasan mengancam di mana-mana; korupsi merajalela bak sel kanker menggerogoti tubuh; intoleransi merebak dan merusak kebinekaan kita. Namun, cukupkah kita prihatin? Sebagai rakyat biasa, apa yang bisa kita perbuat untuk mengatasi masalah bangsa ini?

Kita dapat belajar dari Yusuf. Selain menyelamatkan keluarga dari kelaparan, misi dan tugas Yusuf yang lebih luas ialah menyelamatkan seisi Mesir. Kondisi negeri itu sedemikian parah, tetapi, atas nama Firaun, ia siap menanggulangi bencana ini sesuai dengan rencana yang disingkapkan dari mimpi Firaun. Sebagai wakil Firaun, ia mengambil kebijakan yang memperkokoh dan memperkaya kerajaan. Sentuhan manusiawi dalam transaksi antara rakyat dan kerajaan ditetapkan oleh Yusuf: tanah rakyat menjadi milik Firaun, tetapi 80% hasilnya tetap menjadi hak mereka. Rakyat pun berkata kepada Yusuf, "Engkau telah memelihara hidup kami, asal kiranya kami mendapat kasih tuanku."

Yusuf merupakan contoh nyata peran umat Tuhan di tengah bangsanya. Dalam situasi serba sulit, kita dapat dipakai Tuhan sebagai alat-Nya, agar berkat-Nya tercurah bagi dunia pada umumnya dan sesama kita pada khususnya. Jika kita belum bisa berbuat dalam skala yang luas, mulailah dari keluarga kita. Mari kita persiapkan generasi penerus yang berkualitas, baik secara intelektual maupun moral.

—ENO/www.renunganharian.net


KEMERDEKAAN SUDAH DIPERJUANGKAN OLEH PARA PAHLAWAN.
GILIRAN KITA BERJUANG UNTUK MENGISI KEMERDEKAAN ITU.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)