Author Topic: Renungan Harian®  (Read 114595 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 26, 2018, 04:35:23 AM
Reply #1870
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23791
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/107-agustus.html

 ORIENTASI KE LUAR
1
2
3
4
5
Rating 0 (0 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 26 Agustus 2018 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 315 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yehezkiel 48:30-35

“Inilah pintu-pintu keluar kota itu: di sisi sebelah utara, yang ukurannya adalah empat ribu lima ratus hasta.” (Yehezkiel 48:30)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 41-44



Tuhan memanggil bangsa Israel untuk menjadi saksi atau berkat bagi bangsa-bangsa. Itulah salah satu janji-Nya kepada Abraham. Maka, bangsa itu dibawa ke sebuah kota yang nantinya berperan sebagai saksi bagi semua bangsa yang berada di luar kota itu. Apakah maksud Tuhan menempatkan kota itu di wilayah yang tidak kudus? Semua itu dimaksudkan agar setiap orang, baik orang awam maupun orang asing, dapat memasuki kota yang dikhususkan untuk Tuhan itu.

Ada dua belas pintu keluar yang dibuat di kota ini. Dua belas pintu itu diberi nama menurut kedua belas suku Israel. Mengapa disebut “pintu keluar” dan bukan “pintu gerbang” atau “pintu masuk”? Sebutan itu mengandung makna bahwa kota ini harus memiliki orientasi ke luar, bukan orientasi ke dalam. Atau lebih tepatnya, ketika seseorang keluar dari kota itu, maka akan ada pula berkat Tuhan yang keluar dari kota itu, ada kemuliaan Tuhan yang terpancar keluar dari kota itu. Kota itu, tempat Tuhan hadir dan bersemayam, akan terus mengingatkan bahwa Israel dipanggil untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

Seperti demikianlah panggilan Tuhan kepada setiap orang percaya. Tuhan memanggil hidup kita untuk memiliki orientasi ke luar dan menjadi berkat bagi sesama. Ketika Tuhan hadir dalam hidup kita, maka orientasi kita tidak lagi menerima, tetapi memberi. Tidak lagi memikirkan diri sendiri, tetapi mulai peduli kepada orang lain. Dan melalui hidup kita, kita dipanggil untuk memuliakan Kristus melalui perbuatan baik kepada sesama.

—SYS/www.renunganharian.net


HIDUP KITA ADALAH “KOTA YANG DIKHUSUSKAN TUHAN”
UNTUK MEMANCARKAN KEMULIAAN-NYA KEPADA SETIAP BANGSA


August 27, 2018, 05:27:47 AM
Reply #1871
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23791
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/107-agustus.html

 TERANGILAH SEKITARMU!
1
2
3
4
5
Rating 4.67 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 27 Agustus 2018 00:00
    Ditulis oleh Yuniar Dwi S   
    Dibaca: 956 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 5:13-16

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.” (Matius 5:16)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 45-48



Melayani di daerah terpencil sangatlah tidak mudah, apalagi saat saya harus melewati jalan yang bukan aspal, lampu jalan saat itu tidak tersedia dan belum lagi harus menempuh jarak yang sangat jauh. Suatu kali, lampu sepeda motor yang saya tumpangi bersama teman mati di tengah kegelapan dan akhirnya kami sepakat menuntunnya dengan memakai cahaya dari handphone yang seadanya. Padahal saat itu kami takut karena harus melewati ladang penduduk yang gelap.

Yesus berpesan bahwa kita harus menjadi terang di depan semua orang (ay. 16) yang hidup dalam kegelapan dan menuju kebinasaan. Bagai lampu yang padam, seperti itulah kehidupan kita yang hilang fungsi bagi sekitar kita. Ketika kita bersekutu dengan-Nya sebagai sumber terang dan menaati firman-Nya untuk kita hidupi setiap hari, kita pasti akan menghasilkan perbuatan baik yang memuliakan Allah, dan menuntun orang untuk mengenal Kristus, sang sumber terang yang menyelamatkan. Dengan apa kita perlu menerangi sekitar kita? Firman Tuhan berkata, “dengan perbuatan baik kita yang memuliakan Allah” (ay. 16). Tanpa kita berbuat baik, maka sia-sialah Kekristenan kita selama ini. Justru perbuatan baik itulah yang menolong orang lain penasaran mencari tahu siapa pemilik hidup kita.

Pancarkan terang Kristus dan jadilah lampu-Nya, Semakin kita mengasihi Tuhan, semakin kita juga memiliki kerinduan untuk membawa orang lain tinggal dalam kasih dan terang Tuhan. Teruslah bersinar dan jangan biarkan terangmu mati sehingga menyesatkan banyak orang.

—YDS/www.renunganharian.net


MENJADI SEBUAH LILIN KECIL ATAU MERCUSUAR DI ATAS BUKIT,
YANG PENTING TERANGILAH SEKITARMU



August 28, 2018, 05:14:13 AM
Reply #1872
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23791
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/107-agustus.html

 DEWASA ADALAH ...
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 28 Agustus 2018 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 750 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Korintus 13:1-13

Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. (1 Korintus 13:11)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 49-50



Jika Anda diminta untuk mendefinisikan ciri-ciri umum seorang yang telah dianggap dewasa, daftar apa yang akan Anda tunjukkan? Mungkin Anda akan menunjuk pada: usia, postur tubuh, tingkat pendidikan, kedudukan, atau jabatan tertentu. Sedangkan jika Anda diminta untuk mendefinisikan ciri-ciri seorang anak, dengan mudah Anda akan menjawabnya. Dari bentuk fisiknya, cara berbicara, perilakunya, kita bisa menyebutnya seorang yang masih anak-anak.

Rasul Paulus mengungkapkan siapa sesungguhnya yang disebut dewasa itu. Bukan usia, bukan bentuk fisik, atau jabatan tinggi apa pun yang disandangnya. Secara sederhana ia berkata bahwa orang yang dewasa adalah orang yang telah meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Dan semua itu ditunjukkan dengan cara seseorang berpikir, bertindak, dan cara berperilaku dalam kehidupannya sehari-hari.

Jadi arti kedewasaan sejati tidak diukur dari usia atau kedudukan apa pun, tetapi salah satunya adalah tentang bagaimana ia menunjukkan tanggung jawabnya! Kedewasaan adalah ketika ia tidak hanya cukup umur untuk mengendarai motor atau mobil, tetapi juga bertanggung jawab untuk mematuhi semua peraturan di jalan. Dewasa itu bukan tentang kedudukan di kantor, tapi bagaimana ia bertanggung jawab dalam memanfaatkan waktu untuk bekerja. Dewasa itu tidak diukur berapa lamanya kita bergereja, tetapi apakah kita tahu tanggung jawab untuk hidup sebagai orang Kristen. Semakin kita mampu bertanggung jawab dalam hidup, maka semakin bertambah pula kepercayaan dan kehormatan.

—SYS/www.renunganharian.net


SEORANG YANG DEWASA ROHANI TAHU AKAN TANGGUNG JAWABNYA:
MENYUKAKAN HATI TUHAN, BUKAN MENCARI PUJIAN YANG SIA-SIA



August 29, 2018, 05:20:28 AM
Reply #1873
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23791
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/107-agustus.html

 BERHALA MODERN
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 29 Agustus 2018 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 842 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Ulangan 4:15-29

“… supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apa pun....” (Ulangan 4:16)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 51-52



Di dalam Alkitab, berkali-kali Tuhan memperingatkan bangsa Israel agar tidak membuat patung berhala yang menyerupai apa pun. Kita mungkin berpikir, “Peringatan tersebut jelas bukan untukku! Bukankah tidak ada satu pun patung berhala di rumahku?” Tunggu dulu! Pada kenyataannya, keberadaan berhala di masa kini justru lebih beragam daripada di zaman bangsa Israel.

Berhala adalah segala sesuatu yang: 1) Menyesatkan, dan 2) Membuat kita melupakan Allah (ay. 19,23). Sadar atau tidak, dunia kini dipenuhi berbagai berhala modern. Keberadaannya bukan lagi berupa patung berbentuk manusia maupun hewan tetapi lebih kepada hal yang memikat hati kita lebih dari Tuhan, misalnya: pekerjaan atau hobi. Jika kita terus bekerja tanpa punya waktu untuk berdoa, itu artinya pekerjaan kitalah berhalanya. Jika kita lebih suka melakukan hobi daripada pergi ke gereja, hobi sudah menjadi berhala kita. Bahkan pelayanan sekalipun dapat menjadi berhala apabila ketika kita melayani, kita mengabaikan waktu untuk bersekutu secara pribadi dengan Tuhan.

Tuhan tidak berkenan terhadap keberadaan setiap berhala. Itulah sebabnya, Dia tidak segan menghukum umat-Nya ketika mereka berlaku tidak setia (ay. 25-27). Saat ini, mari mengoreksi kehidupan kita masing-masing. Perhatikan setiap hal yang berpotensi menjauhkan diri kita dari Tuhan. Dan jika kita menemukan berhala dalam kehidupan kita, singkirkan sekarang juga agar keberadaannya tidak membuat kita kehilangan berkat Allah!

—LIN/www.renunganharian.net


DENGAN MENYINGKIRKAN SETIAP BERHALA DALAM KEHIDUPAN KITA,
ITU ARTINYA KITA HIDUP TIDAK MENDUA HATI DI HADAPAN TUHAN


August 30, 2018, 05:19:11 AM
Reply #1874
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23791
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/107-agustus.html

 APA KELEBIHAN KITA?
1
2
3
4
5
Rating 4.40 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 30 Agustus 2018 00:00
    Ditulis oleh Piter Randan Bua   
    Dibaca: 794 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Roma 3:1-8

Jika demikian, apa kelebihan orang Yahudi dan apa gunanya sunat? (Roma 3:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ratapan 1-2



Orang Yahudi adalah umat istimewa karena kepada merekalah Firman Allah dipercayakan pertama kali. Di Roma mereka dikenal sebagai orang yang pandai mengajar tentang kebenaran dan memiliki aturan moral yang ketat. Mereka memiliki tradisi sunat sebagai tanda perjanjian dengan Allah yang dianggap begitu istimewa. Di hadapan bangsa lain, mereka menganggap diri sebagai orang yang diselamatkan. Namun, mereka juga kerap bertindak amoral dan melanggar aturan mereka sendiri.

Dalam ayat 8, dinyatakan bahwa mereka melancarkan fitnah terhadap ajaran Paulus. Mereka menyebarkan penafsiran yang keliru terhadap kasih karunia Allah. Mereka menyebarkan isu bahwa semakin banyak kita berbuat jahat, semakin banyak pula kasih karunia yang akan kita peroleh. Hal ini mereka lakukan untuk menghancurkan dan menghentikan apa yang dilakukan oleh Paulus.

Sebagai orang yang mengaku percaya pada Allah dan yakin diselamatkan oleh Kristus, kadang-kadang kita melakukan hal serupa. Kita bangga dengan metode, cara, dan kultus-kultus kita dalam melayani Tuhan. Namun, dalam waktu yang bersamaan kita sering menghina sesama. Saban hari saya berada di antara pengajar jemaat yang terbahak-bahak mentertawakan cara beribadah jemaat lain.

Agar tidak terjebak hal serupa, kita harus menyadari bahwa semua yang melekat pada kita tidak memiliki kelebihan apa pun dari yang dimiliki orang lain. Satu-satunya hal yang bisa membedakannya adalah ketaatan kita kepada Allah.

—PRB/www.renunganharian.net


TAK ELOK MEMBANDINGKAN DIRI KITA DENGAN ORANG LAIN KARENA
ITU SAMA HALNYA DENGAN MENGERDILKAN ALLAH YANG MAHABESAR



August 31, 2018, 05:27:37 AM
Reply #1875
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23791
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/107-agustus.html

 TUHAN MEMULIHKAN!
1
2
3
4
5
Rating 4.67 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 31 Agustus 2018 00:00
    Ditulis oleh Yuniar Dwi S   
    Dibaca: 861 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yoel 2:18-27

“Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan....” (Yoel 2:25)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ratapan 3-5



Suatu kali saya diingatkan oleh Tuhan akan pilihan-pilihan buruk yang saya ambil beberapa bulan yang lalu. Hasilnya saya mengalami penyesalan yang begitu luar biasa dalam kehidupan ini. Ternyata pilihan dan tindakan yang buruk tanpa melibatkan Allah membuat hasil yang sia-sia dalam hidup.

Allah juga berjanji kepada umat-Nya yang telah berdosa kepada-Nya, janji-Nya ialah Ia akan memulihkan keadaan mereka (ay. 19,25-26) jika mereka benar-benar bertobat (ay. 13). Dalam kehidupan ini, kita tidak lepas dari kedaulatan-Nya. Janji Allah itu menjadi suatu penghiburan bagi orang-orang yang letih lesu tanpa pengharapan saat penghukuman atas mereka itu ada (Yl. 1-2:11). Bangsa Israel pernah membuat pilihan-pilihan yang buruk akan hidupnya dan mereka menyesal dan berpaling kembali kepada Allah. Begitu pula hidup kita, ketika kita berpaling pada Allah dan melakukan yang benar sesuai firman-Nya, maka ada pemulihan yang luar biasa atas hidup kita. Tidak menutup kemungkinan juga jika pemulihan dari Tuhan itu terjadi lebih dari apa yang kita pikirkan selama ini dan pastinya mendatangkan kebaikan bahkan damai sejahtera bagi hidup kita.

Tidak selamanya Allah akan menghukum umat yang dikasihi-Nya, demikianlah kasih dan anugerah Allah itu ada untuk kita. Pilihan-pilihan buruk yang pernah kita ambil akan menjadi sebuah pelajaran yang berharga. Mari kita mencari wajah Tuhan, maka Tuhan akan memulihkan keadaan kita menjadi baik menurut pemandangan-Nya. Kita akan semakin mengenal-Nya selama kita mau taat.

—YDS/www.renunganharian.net


PERCAYALAH, TUHAN AKAN MEMULIHKAN KEADAAN ORANG
YANG SUNGGUH-SUNGGUH BERTOBAT


September 01, 2018, 05:32:28 AM
Reply #1876
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23791
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 MENGHITUNG HARI
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 01 September 2018 00:00
    Ditulis oleh Arie Saptaji   
    Dibaca: 743 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 90

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 1-4



Menurut penelitian di Singapura, kalau seseorang hidup selama 70 tahun, rata-rata ia akan menggunakan kurang lebih 23 tahun untuk tidur, 17 tahun untuk bekerja, 11 tahun untuk nonton televisi/bermain, 6 tahun dalam perjalanan, 6 tahun untuk makan, 3 tahun untuk bersiap-siap, dan 3 tahun untuk pergi ke gereja.

Itu kondisi rata-rata di negara yang warganya terkenal berdisiplin itu. Bangsa kita tentu agak berbeda. Namun, Anda sendiri tentu dapat memperkirakan, bagaimana Anda mengisi kehidupan Anda. Nah, seperti itukah gambaran kehidupan yang sukses? Kehidupan yang penuh makna?

Setiap hari sepanjang hidup kita, masing-masing kita menerima pemberian yang sama: waktu sepanjang 24 jam. Dan bersama dengan itu, Tuhan juga memberi kita tanggung jawab untuk mengelola waktu yang telah diberikan-Nya. Itulah salah satu makna “menghitung hari”.

Ada tiga hal yang dapat kita lakukan dengan waktu hidup kita: kita dapat menghabiskan hidup kita, kita dapat menyia-nyiakannya, atau sebaliknya, kita dapat menginvestasikannya untuk sesuatu yang berharga, sesuatu yang akan bertahan melampaui masa hidup kita.

Apakah kita menghitung hari-hari kita dengan bijaksana? Apakah yang kita lakukan dengan waktu kita? Apakah waktu itu menguasai kehidupan kita atau kita yang menguasainya? Apakah kita menggunakannya untuk kepentingan Kerajaan Allah atau sekadar untuk mengejar ambisi pribadi? Karenanya, pertanyaan pendek yang perlu kita renungkan secara sungguh-sungguh adalah: Apa yang kita lakukan dengan hidup kita?

—ARS/www.renunganharian.net


MENGELOLA WAKTU SECARA BIJAKSANA, ADALAH PENGHORMATAN
DAN PENGHARGAAN PADA ALLAH, SANG PEMBERI KEHIDUPAN




September 02, 2018, 04:11:38 AM
Reply #1877
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23791
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 DIGERAKKAN TUJUAN
1
2
3
4
5
Rating 3.50 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 02 September 2018 00:00
    Ditulis oleh Richard Tri Gunadi   
    Dibaca: 283 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Tawarikh 22:2-19

Karena pikir Daud: "Salomo, anakku, masih muda dan kurang berpengalaman, dan rumah yang harus didirikannya bagi TUHAN haruslah luar biasa besarnya sehingga menjadi kenamaan dan termasyhur di segala negeri; sebab itu baiklah aku mengadakan persediaan baginya!" Lalu Daud membuat sangat banyak persediaan sebelum ia mati. (1 Tawarikh 22:5)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 5-9



Doni memiliki enam adik. Ia bekerja dengan giat demi ikut membiayai kuliah adik-adiknya. Meskipun sebenarnya ia bisa kuliah sambil kerja dan mendapatkan gelar sarjana, ia rela tak kuliah dan hidupnya pas-pasan. Syukurlah, semua adiknya berhasil lulus sarjana dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Keenam adiknya membalas kebaikan Doni dengan menunjang keperluan hidupnya.

Sebuah tujuan akan menggerakkan kita. Karena itu, tanpa tujuan yang jelas, orang menjalani hidup secara asal-asalan. Daud memiliki tujuan yang mulia, yaitu mendirikan Bait Allah. Tuhan menghargainya, tetapi Dia tidak mau Daud yang membangun Bait Allah karena ia sudah menumpahkan banyak darah (ay. 8). Tuhan berjanji, anak Daudlah, yaitu Salomo, yang akan mendirikannya. Meskipun bukan dirinya yang membangun, Daud senang anaknya yang mendapatkan kepercayaan. Meskipun dalam kesusahan, sebelum mati ia mengumpulkan sangat banyak persediaan bahan bangunan untuk Bait Allah (ay. 14). Daud memberi perintah kepada segala pembesar Israel untuk memberikan bantuan kepada Salomo (ay. 17). Saat Salomo menjadi raja, tujuannya ini tercapai.

Apakah tujuan saya mengikut Kristus? Apakah tujuan saya bekerja? Kalau saat ini kita belum memiliki tujuan yang jelas, kita dapat mencoba menyusun tujuan yang jelas, berguna, dan realistis. Pastikan kita menyertakan tujuan Tuhan dalam rencana tersebut sehingga baik rencana itu terwujud maupun tidak, kita sudah mengupayakan yang terbaik.

—RTG/www.renunganharian.net


TUJUAN MEMENGARUHI SIKAP; SIKAP MEMENGARUHI TINDAKAN


September 03, 2018, 05:08:45 AM
Reply #1878
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23791
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 ZERO HUNGER GENERATION
1
2
3
4
5
Rating 4.29 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 03 September 2018 00:00
    Ditulis oleh May Lan   
    Dibaca: 709 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 5:1-12

“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kehendak Allah, karena mereka akan dipuaskan.” (Matius 5:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 10-13



Masalah pangan merupakan salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh banyak negara. Setidaknya ada sekitar 800 juta jiwa yang mengalami kelaparan kronis di dunia dewasa ini. Fakta krusial itulah yang menjadi pertimbangan perlunya memasukkan isu pangan dalam SDGs (Sustainable Development Goals). Pertimbangan tersebut bertujuan untuk menekan kelaparan hingga ke titik nadir pada 2030, yang pada gilirannya nanti, menurut José Graziano da Silva, sanggup menciptakan the zero hunger generation (generasi yang terbebas dari kelaparan).

Kekristenan pun menghadapi masalah kelaparan meski berbeda dimensi. Lapar rohani merupakan persoalan jamak yang dihadapi oleh gereja Tuhan. Hambatan bagi Kekristenan bukan hanya ada di negara yang secara fisik menghambat Injil dan Kekristenan, tetapi juga di negara bebas tetapi sangat materialistik dan hedonistik.

Bukan suatu kebetulan apabila salah satu butir dalam Khotbah di Atas Bukit menyinggung tentang kelaparan rohani. Situasi pelik ini sudah diprediksikan oleh Yesus dan pemuasan kebutuhan akan kebenaran hanya dapat dilakukan oleh diri-Nya sendiri (ay. 6). Hal ini menunjukkan kalau Dia mengerti persoalan dan kebutuhan hakiki umat pilihan-Nya sekaligus menyediakan jawaban yang tepat untuk kebutuhan tersebut.

Jawaban Yesus merupakan upaya berkesinambungan demi memuaskan kelaparan gereja-Nya akan kebenaran. Upaya ini menjadi cara untuk menekan kelaparan rohani pada anak-anak-Nya hingga ke titik terendah.

—EML/www.renunganharian.net


PEMENUHAN KEBUTUHAN LAPAR TERHADAP KEBENARAN
AKAN MELAHIRKAN ZERO HUNGER GENERATION DALAM Kekristenan


September 04, 2018, 04:41:20 AM
Reply #1879
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23791
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 KAMI SANGAT KUAT
1
2
3
4
5
Rating 4.75 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 04 September 2018 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 585 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Korintus 3:1-9

Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang menumbuhkan. (1 Korintus 3:6)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 14-16



Seusai memenangkan NBA 1998, Michael Jordan ditanya wartawan tentang kunci kemenangan timnya. Jordan berkata, “Malam ini kami sangat kuat! Ya, kemenangan ini bukan karena permainan individu, tetapi karena setiap orang dalam tim bermain dengan sangat baik.” Wartawan itu kaget. Mungkin ia menyangka bahwa sang superstar NBA tersebut akan menganggap dirinya paling berperan dalam memenangkan timnya, tetapi dugaan itu ternyata keliru.

Ketika menyampaikan surat bernada teguran kepada jemaat di Korintus, rasul Paulus juga mengungkapkan satu rahasia dalam pertumbuhan rohani orang percaya. Rahasia itu terletak pada kerja sama orang percaya dengan Allah! Nampaknya jemaat Korintus belum memahami rahasia itu sehingga mereka hidup terkotak-kotak, juga dalam perselisihan dan iri hati (ay. 3). Seandainya mereka memahami bahwa sejatinya dua hamba Tuhan itu sedang bekerja sama dengan Allah, tentu kondisinya akan lain. Dalam “kerja sama” ini, karya Allah melalui Roh-Nya tentu yang paling dominan, sekalipun peran Paulus dan Apolos juga tak dapat diabaikan sebagai penanam dan penyiram kebenaran firman Allah.

Kehidupan manusia sejatinya adalah rangkaian kerja sama dalam berbagai bidang. Bagi kita orang percaya, karya Allah mutlak tidak dapat dipungkiri dalam setiap keberhasilan kita melakukan segala sesuatu. Mereka yang menyadari prinsip ini berpotensi melakukan hal-hal yang besar karena mereka ibarat sebuah tim yang bekerja dengan sangat kuat!

—GHJ/www.renunganharian.net


KETIKA ALLAH DILIBATKAN,
PEKERJAAN YANG KITA LAKUKAN
DAPAT BERDAMPAK SANGAT KUAT!


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)