Author Topic: Renungan Harian®  (Read 114453 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 17, 2018, 09:20:00 AM
Reply #1890
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 TANGIS PENYESALAN
1
2
3
4
5
Rating 4.86 (14 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 17 September 2018 00:00
    Ditulis oleh Heman Elia   
    Dibaca: 3316 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 22:54-62

Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedih. (Lukas 22:62)


Bacaan Alkitab Setahun:
Daniel 7-9



Terlepas dari beberapa kelemahannya, Petrus memiliki keistimewaan yang pernah direspons positif oleh Yesus. Dia adalah pribadi yang spontan dan terbuka. Di Danau Genesaret, Yesus menyuruhnya menebarkan jala. Ketika mukjizat terjadi, Petrus justru tersungkur dan meminta Yesus pergi karena merasa dirinya orang berdosa (Luk. 5:8). Ketika Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya tentang siapakah diri-Nya, Petrus tepat menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat. 16:16).

Namun spontanitas Petrus pernah pula ditegur keras oleh Yesus. Ketika Tuhan mengatakan bahwa Ia berdoa agar iman Petrus tidak gugur, Petrus justru membual. Dengan penuh percaya diri, dia menyatakan bahwa dirinya bersedia masuk penjara dan mati bersama Kristus. Beberapa jam kemudian, Petrus justru mengutuk dan bersumpah, menyatakan bahwa ia tidak kenal Yesus (Mat. 26:74). Tatapan penuh kasih Yesus dan ingatan Petrus pada teguran-Nya membuat Petrus insaf bahwa imannya memang lemah. Petrus pun menangis sedih atas dosa dan kegagalannya.

Bila kita tidak pernah menangisi dosa kita, itu kemungkinan karena kita belum benar-benar menghayati diri sebagai orang berdosa. Kita juga belum sungguh mengenal Yesus, Sang Mesias itu. Sebagaimana Petrus, kesadaran akan diri yang berdosa di bawah tatapan kasih Yesus niscaya akan mengubah total hidup kita. Pada titik itulah, kita baru dapat menjadi hamba Kristus yang efektif. Sebab saat itu kita mengenal kasih pengampunan Kristus sehingga mulai dapat melayani dengan kasih.

—HEM/www.renunganharian.net


PENGENALAN AKAN KRISTUS DAN KESADARAN DIRI SEBAGAI ORANG BERDOSA
MEMAMPUKAN KITA MELAYANI DENGAN KASIH

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria


September 18, 2018, 07:36:26 AM
Reply #1891
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 KEBESARAN HATI
1
2
3
4
5
Rating 4.94 (18 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 18 September 2018 00:00
    Ditulis oleh Richard Tri Gunadi   
    Dibaca: 2673 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 3:22-36

“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” (Yohanes 3:30)


Bacaan Alkitab Setahun:
Daniel 10-12



Di reuni SMA, bertemulah para murid dan guru mereka. Beberapa guru masih mengampu mata pelajaran yang sama, tapi para murid sudah banyak berubah. Ada yang jadi pengusaha, dokter, pilot, atau tentara. Apakah para guru iri melihat para murid lebih sukses dan lebih kaya? Tidak. Mereka justru senang karena anak didik mereka menjadi orang yang berguna.

Suatu kali murid-murid Yohanes Pembaptis mendatanginya dan bercerita bahwa Yesus Kristus membaptis banyak orang dan banyak pengikutnya pergi kepada Yesus. Apakah Yohanes iri atau bersungut-sungut? Tidak! Ia justru senang Yesus makin dikenal dan dicari banyak orang, makin besar pengaruhnya. Yohanes mengerti dirinya hanya pembuka jalan, hanya utusan, sehingga dengan rendah hati ia merelakan dirinya makin kecil dan Yesus makin besar. Saat itu ia memiliki pengaruh dan nama besar. Raja Herodes pun takut untuk membunuhnya karena Yohanes dianggap nabi, bahkan setara dengan Elia. Namun, kerendahan hati Yohanes membuatnya bersaksi tentang Yesus. Baginya, kehilangan pengikut tidak membuatnya hina atau rugi, justru hal itu sesuai dengan tujuan hidupnya.

Kalau orang-orang binaan sekarang jauh lebih hebat dan lebih berhasil daripada kita, patutlah kita mengucap syukur. Berarti jerih payah kita tidak sia-sia dan mendatangkan hasil yang jauh lebih baik. Kita berterima kasih kepada Tuhan karena memberkati hidup mereka. Tak perlu iri, tetapi dukung dan doakan mereka agar makin maju dan makin hebat.

—RTG/www.renunganharian.net


KITA HARUS SENANG ORANG-ORANG YANG KITA BIMBING
DAN LATIH MENJADI LEBIH HEBAT

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria


September 19, 2018, 05:26:20 AM
Reply #1892
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 MINYAK GOSOK
1
2
3
4
5
Rating 4.33 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 19 September 2018 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 988 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yakobus 5:13-18

... baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. (Yakobus 5:14)


Bacaan Alkitab Setahun:
Hosea 1-6



Alkitab memakai dua macam istilah untuk tindakan "mengoleskan" (minyak). Yang pertama berarti mengoleskan minyak gosok untuk memijat, mengobati, atau merawat orang sakit (terluka). Yang kedua, mengoleskan minyak sebagai bagian dari suatu upacara keagamaan. Yang pertama adalah tindakan medis, sedangkan yang kedua tindakan ritual.

Yakobus memakai istilah Yunani yang mengandung pengertian medis. Kala itu penggunaan minyak gosok untuk orang sakit sangat lazim (bdk. Luk. 10:34). Boleh dikata, pengolesan minyak mewakili tindakan medis pada saat itu. Jadi, nasihat ini memberi tekanan bukan pada pengolesan minyak melainkan pada doa dalam nama Tuhan. Artinya, terhadap orang sakit tidak cukup hanya diobati, ia perlu didoakan. Pengobatan selayaknya dilakukan serentak dengan pelayanan doa. Doa yang bersungguh hati amat besar kuasanya (ay. 16). Memberi efek baik secara jasmani maupun rohani (ay. 15-16; 19-20).

Barang siapa mencermati temuan mutakhir dan kemajuan teknologi pengobatan terkini pasti berdecak kagum. Minyak gosok telah berkembang menjadi sinar laser. Pertanyaannya, di zaman semaju ini, masihkah doa memiliki tempat yang penting dan mendesak? Tak jarang orang mengucap doa hanya sebagai unsur pelengkap—sementara hati sudah merasa tenang dan yakin pada kecanggihan teknologi medis yang dipakai. Doa baru menjadi pelarian ketika ternyata obat tidak bekerja atau tidak tersedia. Di sinilah nasihat Yakobus sungguh patut kita renungkan dengan jujur. Masihkah kita berdoa dengan sungguh hati?

—PAD/www.renunganharian.net


JIKA KITA BERIMAN SEHARUSNYA TINDAKAN BERDOA MEMILIKI BOBOT
DAN PERAN YANG SAMA, YANG BERLAKU BAGI SEMUA KASUS PENYAKIT

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria


September 20, 2018, 05:27:31 AM
Reply #1893
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 MENJALANI JALAN TUHAN
1
2
3
4
5
Rating 4.22 (9 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 20 September 2018 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho   
    Dibaca: 937 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Samuel 16:14-23

Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: “Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia.” (1 Samuel 16:18)


Bacaan Alkitab Setahun:
Hosea 7-14



Saya sering tidak dapat memahami jalan Tuhan. Dia bekerja dengan cara yang tak saya duga. Ia membuat semua terjadi sesuai waktu dan rencana-Nya. Jalan Tuhan bagi Daud pun demikian. Di akhir takhtanya Saul galau karena sering diganggu roh jahat. Kesempatan ini dipakai Tuhan untuk membawa Daud ke dalam lingkungan istana. Menilik kehidupan Daud yang tadinya tak dipandang karena hanya seorang gembala, pada perikop yang kita baca hari ini kita menemukan bahwa ternyata pengalaman itu Tuhan pakai untuk menyiapkan dia menerima panggilan-Nya untuk kelak menjadi raja Israel.

Seorang pegawai istana Saul mengingat bahwa Daud, sang gembala, mempunyai keahlian bermain musik yang bisa berguna bagi kebaikan raja Saul sehingga ia diundang ke istana. Dalam perannya di istana, ternyata Daud menunjukkan prestasi yang sangat baik sehingga Saul mengangkatnya ke posisi yang tinggi sebagai pembawa senjatanya. Hingga saat itu, Saul belum mengetahui bahwa Daud telah diurapi oleh Samuel menjadi raja berikutnya atas Israel. Mungkin sekali Daud dan Isai pun tidak menyadari bahwa urapan yang dilakukan oleh Samuel adalah pengurapannya sebagai raja untuk menggantikan Saul.

Saya berharap kita mendapat pelajaran berharga dari kisah Daud ini. Memang jalan Tuhan penuh misteri. Oleh karena itu kita belajar mengikuti jalan yang disiapkan Tuhan untuk kita. Kita tidak dapat memaksakan jalan kita kepada-Nya. Kita harus berproses agar makin peka terhadap tuntunan Tuhan. Kita juga harus percaya bahwa jalan-Nya adalah jalan terbaik bagi kita.

—ENO/www.renunganharian.net


JALAN TUHAN NAIK TURUN DAN BERLIKU,
TETAPI DI UJUNGNYA KEBAIKAN MENUNGGU

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



September 21, 2018, 05:25:24 AM
Reply #1894
September 22, 2018, 06:47:56 AM
Reply #1895
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 TIDAK ADA MALAIKAT MENOLONG
1
2
3
4
5
Rating 4.71 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 22 September 2018 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 1168 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kisah Pr. Rasul 12:1-10

Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang. (Kisah Pr. Rasul 12:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Amos 1-5



Ada banyak peristiwa tak terduga, baik yang menimpa diri kita atau melibatkan orang lain. Akhir ceritanya pun acap kali berbeda. Ada orang yang menderita sakit bertahun-tahun tiba-tiba Tuhan sembuhkan dengan cara ajaib. Sebaliknya, ada yang sakit biasa-biasa saja, tanpa diduga nyawanya justru tidak tertolong. Saat kita melihat atau bahkan mengalaminya mungkin kita berpikir: “Mengapa Tuhan menyembuhkan yang sudah sekarat tapi tidak menolong yang lain?”

Saat kita membaca bacaan hari ini, apakah kita juga bertanya: “Mengapa Tuhan tidak menyelamatkan Yakobus sama halnya Ia menyelamatkan Petrus?” Waktu itu Petrus pun tidak kalah menderita. Kedua tangan Petrus terbelenggu dan dipenjara di bawah pengawasan empat regu jaga. Ia sebenarnya sedang menanti ajal selepas Paskah. Tetapi Tuhan mengutus malaikat-Nya dan membebaskan Petrus dari penjara. Bukankah ini sebuah mukjizat? Tapi mengapa tidak ada malaikat penolong untuk Yakobus?

Sekalipun kita tidak mampu memahami cara Tuhan bekerja, tetapi percayalah bahwa semua yang dilakukan-Nya adalah benar. Mungkin kita seperti Yakobus yang terperangkap dalam masalah dan tidak ada malaikat datang untuk melepaskan kita. Percayalah, itu pun dilakukan Tuhan untuk maksud kebaikan. Allah pun tidak melepaskan Yesus dari salib karena melalui jalan saliblah manusia menerima keselamatan. Meski tidak ada malaikat datang dalam hidup kita, itu bukan berarti Tuhan meninggalkan kita. Sebaliknya, Ia sudah mempunyai rencana kebaikan di balik setiap persoalan yang sedang kita alami.

—SYS/www.renunganharian.net


IMAN ADALAH SEKALIPUN KITA TIDAK MELIHAT PERTOLONGAN TUHAN
NAMUN KITA TETAP PERCAYA BAHWA DIA BEKERJA DALAM SEGALA SESUATU

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria







 KETAGIHAN FIRMAN


    Diterbitkan hari Jum'at, 21 September 2018 00:00

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mazmur 1:1-3

Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. (Mazmur 1:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yoel 1-3



Tubuh yang lelah dan perasaan yang tertekan dapat diobati dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan. Ada yang mendapatkannya dengan melakukan perawatan tubuh. Ada pula yang merasa senang ketika pergi piknik, memancing, karaoke, membaca novel, nonton film, dan sebagainya.

Aktivitas yang menyenangkan mendorong tubuh memproduksi senyawa kimia yang disebut hormon endorfin. Hormon ini diproduksi tubuh ketika kita merasakan bahagia, termasuk saat tertawa dan menolong orang. Endorfin dapat mengurangi perasaan negatif seperti marah, sedih, dan depresi. Hormon ini juga mengatur produksi zat pertumbuhan dan seks, mengendalikan rasa nyeri serta sakit yang menetap, mengendalikan stres, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Sungguh baik bagi kesehatan jasmani dan kehidupan kita.

Meskipun ada banyak hal yang menyenangkan, pemazmur menyebut orang yang berbahagia adalah mereka yang “ketagihan firman”: menjadikan Firman Tuhan sebagai kesukaannya. Merekalah yang akan merasakan kepuasan sejati karena mengetahui hidupnya berkenan bagi Tuhan. Merenungkan Firman Tuhan setiap saat dan memiliki persekutuan intim dengan-Nya juga memungkinkan orang menerima sumber hidup sejati yang tidak pernah habis dari Roh. Tuhan, Sang Sumber Hidup itu, juga menjamin hidup mereka sehingga hidup mereka menjadi berkat, layaknya pohon yang tumbuh subur dan menghasilkan buah.

Mau mendapatkan bahagia sejati? Jadikan saja Firman Tuhan sebagai kesukaan!




BAHAGIA TIMBUL MELALUI RANGKAIAN KEPUTUSAN YANG MENJADI KEBIASAAN.
APAKAH Firman Tuhan MENJADI LANDASAN KEBAHAGIAAN ANDA?


September 23, 2018, 04:59:16 AM
Reply #1896
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 DEMI MELAKUKAN RENCANA-NYA
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 23 September 2018 00:00
    Ditulis oleh Richard Tri Gunadi   
    Dibaca: 374 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Hakim-hakim 11:1-11

Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead. (Hakim-Hakim 11:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
Amos 6 - Obaja 1



Andreas (nama samaran) menerima keponakan yang hamil di luar nikah dan diusir orangtuanya. Lebih menyedihkan lagi, si pacar tak mau bertanggung jawab. Akhirnya bayi itu lahir dengan sehat dan dibesarkan ibunya. Kini bayi itu sudah tumbuh menjadi anak yang ganteng, pintar bermain musik, dan selalu juara kelas.

Tidak ada anak haram. Anak lahir karena kuasa dan kehendak Tuhan. Betul, bisa jadi orangtuanya berbuat dosa, tapi hamil atau tidak yang menentukan adalah Tuhan. Jangan sampai karena orangtua berbuat dosa, anak turut dihina dan dipermalukan. Gilead bersetubuh dengan perempuan sundal sehingga lahirlah Yefta. Ia tumbuh menjadi pahlawan yang gagah perkasa, tetapi saudara-saudaranya tidak mau menerimanya dan mengusirnya (ay. 2). Meskipun tidak diterima dan tidak diakui, ia tidak mendendam. Terbukti ketika para tua-tua Gilead menjemputnya dari tanah Tob untuk mengangkatnya menjadi panglima perang melawan bani Amon, Yefta bersedia (ay. 11), dan ia membawa seluruh perkara itu di hadapan Tuhan. Saat Yefta maju perang, bani Amon berhasil dikalahkan (ay. 33).

Setiap manusia, diciptakan Tuhan untuk melakukan rencana- Nya dan memuliakan nama-Nya. Memang ada manusia yang terlahir dari keluarga yang rusak, dari zinah, atau dari tindak pemerkosaan, tetapi saat manusia itu hidup dalam takut akan Tuhan, hidupnya dipakai Tuhan dengan luar biasa. Hormatilah dan kasihilah setiap manusia karena mereka diciptakan Tuhan untuk melakukan rencana-Nya.

—RTG/www.renunganharian.net


TIDAK ADA ANAK HARAM; SEORANG ANAK LAHIR
KARENA KUASA DAN KEHENDAK TUHAN

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria


September 24, 2018, 05:35:55 AM
Reply #1897
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 MERENDAHKAN DIRI
1
2
3
4
5
Rating 4.17 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 24 September 2018 00:00
    Ditulis oleh Eddy Nugroho   
    Dibaca: 1021 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Filipi 2:1-11

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (Filipi 2:8)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yunus 1-4



Kekuatan komunitas orang percaya terletak pada kesatuan hati, pikiran, kasih, jiwa, dan tujuan di antara para anggotanya. Sebaliknya, anggota yang mementingkan diri sendiri akan mengancam keutuhan komunitas. Ia menganggap dirinya yang paling hebat dan penting. Orang seperti ini sulit bekerja sama dengan orang lain. Baginya, keutuhan komunitas bukanlah prioritas.

Paulus melihat adanya ancaman perpecahan di tengah jemaat Filipi, yaitu sikap mementingkan diri, menganggap orang lain tidak penting. Sikap ini merupakan wujud kesombongan karena menganggap diri lebih hebat daripada orang lain. Paulus pun mengajak segenap jemaat untuk memiliki pikiran dan perasaan yang terdapat di dalam Kristus Yesus. Yesus sendiri rela melepaskan identitas ilahi-Nya dengan segala hak istimewa-Nya. Dia mengabaikan kemuliaan diri-Nya, membiarkan diri dihina, direndahkan, disiksa, bahkan dibunuh demi keselamatan manusia. Yesus telah merendahkan diri-Nya sebagai hamba yang hina demi memulihkan harkat hidup manusia dan mempersekutukan mereka kembali dengan Allah, Sang Sumber Hidup.

Merendahkan diri memang bukan perkara mudah. Memerlukan kebesaran jiwa untuk melakukannya. Kita perlu berlatih untuk merendahkan diri dan menganggap orang lain lebih penting dalam relasi kita dengan sesama, khususnya di antara orang percaya. Misalnya, saat berbeda pendapat dalam hal-hal yang tidak prinsip, bersediakah kita mengalah dan mendukung ide orang lain?

—ENO/www.renunganharian.net


KEUNGGULAN KARAKTER SESEORANG TERLIHAT
DALAM KESEDIAANNYA UNTUK MERENDAHKAN DIRI

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



September 25, 2018, 05:19:14 AM
Reply #1898
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 TIDAK HANYA BUNGKAM
1
2
3
4
5
Rating 4.60 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 25 September 2018 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 857 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Raja-raja 5:1-14

Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.” (2 Raja-Raja 5:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mikha 1-7



Didi tampak kebingungan mencari kunci motornya. Anto, adiknya, kebetulan melihat kunci itu tergeletak di atas meja makan. Bukannya memberitahu kakaknya tempat kunci itu berada, Anto malah pura-pura tidak tahu. “Kakak kan selalu menjahiliku. Jadi, biar saja ia mencari sendiri,” pikirnya.

Beruntung, cara berpikir dan bertindak gadis pelayan istri Naaman tidaklah seperti itu. Mengetahui tuannya sakit kusta, ia memberitahu nyonyanya agar tuannya menghadap nabi di Samaria. Nabi itu adalah Elisa (ay. 3). Coba kita amati asal-usul gadis itu! Sebelumnya, ia adalah seorang anak perempuan Israel. Pada waktu orang Aram menyerang negerinya, ia dibawa sebagai salah seorang tawanan. Bisa jadi gadis itu masih menyimpan dendam karena nasibnya kini berubah menjadi pelayan. Menariknya, ia tidak menyembunyikan harapan kesembuhan dari tuannya. Pada akhirnya, Naaman disembuhkan dari kustanya (ay. 14). Tidak tercatat apakah gadis itu mendapatkan penghargaan dari tuannya. Sadar atau tidak, kesembuhan Naaman bersumber dari seorang gadis pelayan yang tidak membungkam mulutnya dari suatu kabar baik.

Sebagai anak-anak Tuhan, kita juga mempunyai kabar baik untuk diberitakan pada dunia. Apakah itu? Tentu saja kabar keselamatan melalui kematian Yesus di kayu salib. Pengorbanan-Nya membawa pengharapan bagi setiap hati yang gundah dan jiwa yang merana oleh dosa. Saat ini, bersediakah kita mewartakan kabar baik ini kepada dunia?

—LIN/www.renunganharian.net


TUHAN MEMANGGIL KITA BUKAN SEBAGAI PRIBADI YANG TERUS-MENERUS BUNGKAM,
MELAINKAN BERANI MEWARTAKAN KABAR KESELAMATAN




September 26, 2018, 05:04:16 AM
Reply #1899
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23770
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 PENERAPAN PRAKTIS
1
2
3
4
5
Rating 4.60 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 26 September 2018 00:00
    Ditulis oleh Arie Saptaji   
    Dibaca: 716 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yakobus 2:14-26

Kamu lihat bahwa iman bekerja sama dengan perbuatan-perbuatannya dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. (Yakobus 2:22)


Bacaan Alkitab Setahun:
Nahum 1 - Habakuk 3



Dalam sebuah pertemuan pendalaman Alkitab, pemimpin kelompok berinisiatif untuk memberikan contoh penerapan praktis Yakobus 2:14-16. Ia bertanya, siapa di antara anggota kelompoknya yang pada saat itu mengalami kekurangan uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dua orang mengangkat tangan. Ia lalu meminta anggota yang lain untuk memberikan persembahan kasih kepada kedua orang itu. Besarnya terserah, sesuai dengan kemampuan dan dorongan hati masing-masing.

Saya teringat betul kejadian itu karena salah seorang yang mengangkat tangan tadi tidak lain adalah saya sendiri. Saat kemudian saya menjadi pemimpin kelompok, beberapa kali saya mempraktikkan hal serupa. Dan hasilnya selalu mengesankan. Bukankah praktik senantiasa jauh lebih membekas dalam ingatan daripada sekadar teori?

Firman Tuhan tidak dimaksudkan hanya sebagai pengetahuan, tetapi sebagai kebenaran yang mengubahkan hidup. Kebenaran itu akan menjadi nyata ketika kita menerapkannya. Kita sering didorong untuk membaca Firman Tuhan, mempelajari, dan merenungkannya. Hal-hal itu sangat baik, tetapi tidak boleh menjadi suatu tujuan akhir. Sebagai tindak lanjutnya, kita perlu meminta hikmat dari Tuhan untuk menerapkan kebenaran itu secara praktis dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan demikian, firman itu “menjadi daging” dalam diri kita, membentuk kita semakin serupa dengan karakter Kristus. Penerapan praktis yang selaras dengan kebenaran Firman Tuhan inilah yang akan menyempurnakan iman kita.

—ARS/www.renunganharian.net


Firman Tuhan ADALAH KEBENARAN YANG DIMAKSUDKAN
UNTUK MENGUBAHKAN POLA PIKIR, SIKAP HATI, DAN GAYA HIDUP KITA



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)