Author Topic: Renungan Harian®  (Read 113128 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 27, 2018, 05:19:53 AM
Reply #1900
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 OLEH-OLEH YANG BASI
1
2
3
4
5
Rating 4.00 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 27 September 2018 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 819 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 6:19-24

“Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga; di surga ngengat dan karat tidak merusaknya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.” (Matius 6:20)


Bacaan Alkitab Setahun:
Zefanya 1 - Hagai 2



Setiap kali ke luar kota, tak lupa saya membeli oleh-oleh khas daerah tersebut untuk dibawa pulang. Namun, saya tidak sembarang membeli! Pertimbangan yang tidak boleh dilupakan adalah tingkat keawetan oleh-oleh itu, terutama jika berupa makanan. Jika tidak, besar kemungkinan oleh-oleh yang saya beli menjadi sia-sia karena basi atau berjamur sehingga tidak bisa dinikmati.

Harta dunia yang bersifat sementara tidak dapat kita nikmati dalam kekekalan. Ini seumpama oleh-oleh basi yang sia-sia. Sayangnya, di balik jubah keagamaan yang terlihat begitu saleh, dosa kemunafikan dalam hal pemikiran duniawi sangat mudah mencengkeram jiwa manusia dengan begitu kuatnya. Karena itu Yesus memperingatkan para murid supaya tidak mendambakan kekayaan dunia. Berjaga-jaga supaya tidak salah dalam memilih “harta” yang dikumpulkan, yang akan dijadikan andalan di masa depan.

Melalui nasihat ini Yesus tidak sedang bermaksud untuk merampas harta kita, melainkan mengarahkan kita supaya menentukan “harta” yang tepat. Yesus ingin kita tidak salah dalam menganggap sesuatu sebagai “harta”. Harta dapat diartikan sebagai sesuatu yang terpenting, bernilai, berharga, paling bermanfaat bahkan membawa kemuliaan. Bukankah tidak ada lagi yang lebih penting, lebih berharga, lebih bernilai dan membawa kemuliaan sampai pada kekekalan selain beriman kepada Tuhan dan melakukan kehendak-Nya? Betapa malangnya jika kita salah menentukan pilihan sehingga jerih lelah kita di dunia ini berakhir dalam kesia-siaan yang tak dapat dinikmati!

—EBL/www.renunganharian.net


BUKAN UANG DAN HARTA DUNIA YANG MENJADI NILAI MUTLAK ORANG PERCAYA,
MELAINKAN TUHAN SEBAGAI HARTA YANG PALING MULIA


September 28, 2018, 05:47:47 AM
Reply #1901
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 MENGENDALIKAN KEDENGKIAN
1
2
3
4
5
Rating 4.60 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 28 September 2018 00:00
    Ditulis oleh Heman Elia   
    Dibaca: 1172 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Kejadian 4:1-16

“Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” (Kejadian 4:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Zakharia 1-7



Semasa kecil, saya sering bertengkar dengan adik saya. Saya mengganggu dan bahkan kadang menyakitinya karena saya merasa kurang dikasihi dibanding dirinya. Ia sering digendong. Bila ada masalah di antara kami, saya diminta mengalah. Adik juga kadang-kadang berteriak tanpa sebab dan orangtua mengira saya pemicunya. Sebenarnya saat itu kami sedang berebut kasih orangtua. Hingga dewasa pun, sifat ini sulit hilang sepenuhnya. Ketika ada orang lain yang lebih disayang, saya seolah ingin bersaing dengannya memperebutkan perhatian.

Kain adalah anak yang kelahirannya disyukuri oleh Hawa. Bahkan mungkin Hawa mengira Kain merupakan janji Allah tentang keturunan yang akan meremukkan kepala si ular yang menyebabkan kejatuhannya. Ketika persembahannya ditolak dan sebaliknya persembahan Habel, adiknya, diterima Tuhan, muncul kedengkian yang besar. Kain pun sulit mengendalikan dirinya. Padahal Tuhan sudah memperingatkannya dengan keras. Namun, karena Kain lebih tunduk pada hawa nafsunya sendiri, ia pun melenyapkan adiknya. Padahal, seharusnya ia mencari tahu mengapa persembahannya tidak diterima, lalu memperbaiki dirinya.

Bila hati Anda panas karena kalah populer atau kurang dicintai orang lain, peringatan Tuhan kepada Kain patut dicamkan. Tuhan ingin kita dapat mengendalikan, bahkan mematikan hawa nafsu kita (Kol. 3:5-8). Keinginan untuk merebut perhatian dan kasih sayang janganlah menjadikan kita hamba dan korban dari nafsu kedagingan kita sendiri.

—HEM/www.renunganharian.net


KEDENGKIAN YANG TAK TERATASI AKAN
MELAHIRKAN DOSA YANG LEBIH BESAR


September 29, 2018, 05:47:54 AM
Reply #1902
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 BEZALEEL YANG MULTITASKING
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (1 Vote)

    Diterbitkan hari Sabtu, 29 September 2018 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 820 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Keluaran 31:1-11

“Dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan.” (Keluaran 31:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Zakharia 8-14



Saya selalu takjub ketika melihat orang-orang yang dapat melakukan satu dua aktivitas dalam waktu bersamaan. Misalkan, sembari mengaduk teh dengan tangan kanan, tangan kirinya sibuk menutup termos dan menaruhnya pada tempatnya. Saya percaya bahwa di dalam diri setiap orang ada kemampuan untuk melakukan setidaknya dua hal sekaligus, dengan sama baiknya, selama orang tersebut tidak malas. Kemampuan inilah yang Allah berikan dalam diri Bezaleel bin Uri bin Hur.

Nama Bezaleel memang tak seterkenal Harun, Yosua, atau Miryam. Namun, peran Bezaleel tak dapat dianggap remeh dalam proses pembuatan Kemah Pertemuan dan semua perlengkapannya. Allah telah mengaruniakan keahlian, pengertian, dan pengetahuan untuk melakukan segala macam pekerjaan, bersama Aholiab bin Ahisamakh dan beberapa orang ahli lainnya (ay. 6). Tanpa mereka, sepertinya Musa akan sangat kesulitan melakukan perintah Allah terkait pembuatan Kemah Pertemuan.

Dalam hidup ini, orang yang diberi kemampuan untuk mengerjakan lebih dari satu hal sejatinya memiliki bekal yang sangat berharga. Orang tersebut akan berguna dalam mengerjakan banyak hal, dengan kualitas yang sama baiknya. Tentu saja, modal berharga tersebut harus ditopang pula dengan ketekunan dan kerajinan, supaya hasilnya dapat lebih maksimal. Apakah kita merasa “diberi titipan Allah” kemampuan dan keahlian mengerjakan lebih dari satu hal? Jangan simpan atau pendam potensi itu, tetapi kembangkanlah dan muliakanlah Allah!

—GHJ/www.renunganharian.net


PEKERJAAN YANG DILAKUKAN DENGAN PENYERTAAN ALLAH,
UJUNGNYA AKAN MEMULIAKAN DIA


September 30, 2018, 04:59:19 AM
Reply #1903
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/108-september.html

 SALAHKAH MENJADI KAYA?
1
2
3
4
5
Rating 0 (0 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 30 September 2018 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 371 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 18:18-27

Ketika melihat bahwa ia menjadi amat sedih, berkatalah Yesus, “Alangkah sukarnya orang yang banyak harta masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Lukas 18:24)


Bacaan Alkitab Setahun:
Maleakhi 1-4



Orang kadang-kadang bertanya, “Salahkah menjadi kaya? Bukankah Yesus mengatakan bahwa orang kaya sukar masuk surga?” Apabila kita tidak benar-benar memahami perkataan Yesus, kita tentu takut menjadi kaya. Yesus bukan menghendaki kita untuk tidak menjadi kaya, melainkan Dia menginginkan hati kita tidak melekat pada kekayaan.

Abraham dan Ayub merupakan contoh orang kaya yang disertai Tuhan. Hati mereka terbukti tidak terpikat pada harta kekayaan, melainkan pada Pribadi Allah. Berbeda dengan Abraham dan Ayub, orang kaya yang bertemu Yesus ini menggenggam erat kekayaannya. Terbukti, ketika Yesus memintanya untuk menjual segala miliknya, membagikannya kepada orang miskin, dan lalu datang mengikut Dia, orang itu menjadi amat sedih (ay. 22-23). Banyak sekali harta miliknya sehingga ia berat meninggalkannya. Itulah sebabnya Yesus berkata: “Alangkah sukarnya orang yang banyak harta masuk ke dalam Kerajaan Allah” (ay. 24).

Yesus tidak melarang kita menjadi kaya. Dia datang ke dunia justru agar kita memperoleh hidup dalam segala kelimpahannya (Yoh. 10:10). Tetapi ingatlah, kekayaan dapat dipakai Iblis sebagai jerat untuk memikat hati manusia. Demi mendapatkan banyak uang, seseorang dapat bekerja terlalu lama sehingga mengorbankan jam-jam doa atau waktu-waktu ibadahnya. Beberapa orang bahkan meninggalkan imannya demi menjadi kaya. Menjadi kaya tidaklah salah, tetapi hati yang dikuasai oleh kekayaan jelas tidak berkenan di hadapan Allah.

—LIN/www.renunganharian.net


SEBAGAI ANAK ALLAH, HENDAKLAH KITA TIDAK TERPIKAT OLEH KEKAYAAN
DUNIAWI, TETAPI BERUSAHA UNTUK MENGEJAR KEKAYAAN SURGAWI


October 01, 2018, 05:25:16 AM
Reply #1904
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 BURUNG PENGHARAPAN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 01 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh May Lan   
    Dibaca: 917 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 14:15-31

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.” (Yohanes 14:27)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 1-4



Setiap tahun ada lebih dari 10 juta pucuk origami berbentuk burung bangau diletakkan di sekitar patung Sadako Sasaki yang berada di lingkungan Hiroshima Peace Memorial Park. Bangau-bangau kertas itu berkaitan erat dengan harapan Sasaki, korban radiasi nuklir ketika bom atom dijatuhkan ke atas kota itu pada 6 Agustus 1945. Harapan yang harus pupus lantaran kanker darah yang diderita oleh bocah tersebut.

Perang, atas nama apa pun, merupakan salah satu bentuk kutuk mengerikan yang harus dihadapi oleh anak-anak manusia di dunia ini. Banyak jiwa, yang begitu berharga di mata Yesus, melayang pada usia belia. Padahal, bagi anak-anak pulalah Dia bersedia naik ke atas kayu salib untuk menanggung segala kutuk. Salib menjadi jalan pembebasan yang ditempuh Yesus agar anak-anak pun memiliki kesempatan untuk bersentuhan dengan kedamaian. Damai yang sanggup mengenyahkan kegelisahan dan kegentaran hati di tengah dunia yang terus bergejolak (ay. 27).

ROH KUDUS menandai jejak kehadiran Sang Raja Damai dalam diri anak-anak. Dia adalah burung pengharapan yang sesungguhnya. Kehadiran-Nya melahirkan seruan tulus anak-anak Tuhan bagi perdamaian dunia. Seruan yang selaras dengan untaian kata yang terpahat pada patung Sasaki: This is our cry, this is our prayer, for building peace in the world (Inilah tangisan kami, inilah doa kami, untuk membangun kedamaian di dunia ini). Marilah, sebagai anak-anak Allah, kita menyatakan damai sejahtera bagi dunia di sekitar kita.

—EML/www.renunganharian.net


SERUAN DAN DOA PERDAMAIAN DUNIA AKAN MENJELMA MENJADI KENYATAAN
TATKALA ROH KUDUS HADIR DAN TINGGAL DALAM HATI SETIAP UMAT MANUSIA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria





October 02, 2018, 05:36:14 AM
Reply #1905
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 SETELAH PERTOBATAN
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 02 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Yuniar Dwi S   
    Dibaca: 1069 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 1:1-18

Namun semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. (Yohanes 1:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 5-6



Beberapa misionaris naik kapal ke Afrika. Selain mereka, ternyata ada juga beberapa perompak yang mencuri harta penumpang tanpa ketahuan selama beberapa hari. Para misionaris itu memberitakan Injil pada penumpang kapal satu per satu, termasuk para perompak. Berita Injil menggelisahkan hati para perompak itu. Saat sadar akan dosa, mereka mulai mengembalikan barang-barang curian kepada pemiliknya. Mereka bertobat dari dosa dan berkomitmen hidup dalam kebenaran.

Kebenaran sejati itu nyata ketika Yesus Kristus datang ke dalam dunia (ay. 14) dan membawa terang sehingga setiap orang ditelanjangi dosanya karena terang itu telah hadir. Kehadiran Yesus dalam diri setiap orang yang dulunya tinggal dalam gelap menyingkapkan bahwa ada pengharapan baru bagi setiap orang yang ditentukan menjadi milik-Nya dan dengan kesungguhan hati menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Bagi mereka yang percaya diberi-Nya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (ay. 12). Menjadi anak anak Allah berarti memberi hidup kita dipimpin oleh ROH KUDUS, yaitu hidup sesuai dengan firman-Nya, bukan lagi hidup menuruti keinginan daging.

Sudah berapa lamakah kita ikut Tuhan? Bagaimana perubahan hidup yang selama ini kita alami? Menjadi anak-anak Allah itu tidak hanya berhenti pada pembenaran yang kita terima saat kita berkeputusan mengikuti Yesus, tetapi juga mencakup proses kita terus menguduskan diri untuk serupa dengan Dia dan sifat-sifat-Nya setelah kita bertobat.

—YDS/www.renunganharian.net


SETELAH BERTOBAT, APAKAH KITA TERUS
BERKOMITMEN HIDUP BENAR DAN KUDUS?

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria


October 03, 2018, 05:58:20 AM
Reply #1906
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 TUHAN PAKAI AKU
1
2
3
4
5
Rating 4.67 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 03 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Denny Pranolo   
    Dibaca: 1365 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 12:20-26

“Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” (Yohanes 12:24)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 7-9



Dalam diskusi pelayanan, tercetus sebuah pertanyaan, “Kenapa banyak hamba Tuhan dalam Alkitab yang kisah hidupnya tidak ditulis dengan lengkap?” Dari sekian banyak jawaban, ada satu yang saya rasa paling masuk akal. “Soalnya kalau ditulis semua bisa-bisa tidak ada yang mau jadi hamba Tuhan.”

Ada benarnya. Proses yang dilewati para hamba Tuhan itu luar biasa berat. Dari beberapa kisah yang dicatat Alkitab, kita mendapat gambaran tentang betapa tidak mudahnya proses yang harus mereka lewati. Yusuf melewati 13 tahun sebagai budak. Musa harus hidup dalam pembuangan selama 40 tahun. Daud menjadi buronan selama 13 tahun. Daftarnya bisa terus bertambah. Masa-masa itu mungkin adalah masa tergelap bagi mereka. Masa ketika mereka seakan tidak produktif. Tidak menghasilkan karya nyata. Masa ketika tidak ada buah kehidupan. Namun, setelah melewati masa itu, kita bisa melihat bahwa hidup mereka benar-benar berubah. Mereka jadi orang yang produktif, berbuah. Hidup mereka menjadi kesaksian nyata bagi banyak orang.

Hikmahnya: setiap orang yang mau dipakai oleh Tuhan harus mau melewati proses itu. Suatu masa yang sepertinya tidak produktif. Masa ketika kita seakan tidak melakukan apa-apa. Bahkan sepertinya Tuhan juga meninggalkan kita. Namun, jika kita setia, terus bertahan sampai akhir, kita bisa melihat perbedaannya. Ya, jika kita berkata, “Tuhan pakailah aku,” apakah kita mau melewati prosesnya setelah tahu apa yang harus terjadi?

—DP/www.renunganharian.net


UNTUK DIPAKAI OLEH TUHAN, KITA HARUS
BERSEDIA MELEWATI PROSES PEMBENTUKANNYA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria


October 04, 2018, 05:19:50 AM
Reply #1907
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 MENCARI DAN MENYELAMATKAN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (2 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 04 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 860 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 19:1-10

“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Lukas 19:10)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 10-11



Seorang pria yang dulunya pemabuk mengakui bahwa dirinya telah bertobat. Namun, tak banyak orang yang percaya bahwa ia sungguh-sungguh bertobat karena ia masih sering terlihat mendatangi bar langganannya sepulang kerja. Hal yang tak banyak diketahui orang adalah pria itu datang ke bar untuk bersaksi tentang pertobatannya kepada orang yang mau mendengar kisah hidupnya. Hingga akhirnya seorang pemuda merespons ceritanya, lalu bertobat, dan akhirnya menjadi pelayan Kristus.

Sejak semula, tujuan Tuhan menyelamatkan orang percaya bukan untuk kepentingan diri sendiri. Mereka yang telah “ditemukan dan diselamatkan” dalam anugerah-Nya, diharapkan dapat memberi diri dipakai Allah untuk mencari dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang “terhilang”. Jika hal itu dilakukan, akan selaras dengan apa yang diteladankan oleh Tuhan Yesus, karena Dia sendiri rela datang ke dunia untuk mencari dan menyelamatkan jiwa yang terhilang. Sayang, terkadang orang percaya abai terhadap kerinduan Tuhan ini sehingga masih banyak orang yang belum mendengar kabar keselamatan di dalam Kristus.

Kerinduan Tuhan akan keselamatan jiwa-jiwa yang terhilang masih terus ada hingga hari ini. Memang Dia sendiri tidak lagi datang langsung ke dunia, seperti yang dahulu pernah dilakukan-Nya. Kini di tangan kitalah panggilan itu diarahkan, supaya Anak Manusia dapat bekerja melalui kuasa Roh-Nya, agar jiwa-jiwa dapat merespons panggilan kasih-Nya, bertobat, dan diselamatkan. Maukah kita merespons kerinduan-Nya?

—GHJ/www.renunganharian.net


JIWA-JIWA YANG TERHILANG PERLU DICARI DAN DISELAMATKAN,
TAK HANYA DIDOAKAN



October 05, 2018, 05:15:26 AM
Reply #1908
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 KAIDAH EMAS
1
2
3
4
5
Rating 3.67 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 05 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Pipi Agus Dhali   
    Dibaca: 806 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 7:12-14

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” (Matius 7:12a)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 12



Dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun 1928, salah seorang calon adalah penganut agama minoritas. Banyak orang menyerangnya dengan isu agama. Hebatnya, calon di kubu seberang—Herbert Hoover, yang kemudian menang—bersikap lain. Ia menentang diskriminasi itu. Di benua asalnya, Eropa, leluhurnya dianiaya karena iman mereka. Maka, dalam darahnya mengalir perjuangan membela toleransi beragama, termasuk membela lawan politiknya. Perlakuan yang diharapkannya dari pihak lain, diterapkannya pada siapa saja.

Setelah membahas Taurat Musa secara cerdas, jernih dan kreatif, Tuhan Yesus menyimpulkan pengajaran-Nya dengan sederhana. Dia tahu, akhirnya semua berpulang pada keinginan atau kehendak manusia. Apa yang dimaui manusia? Semua orang ingin diperlakukan dengan baik, adil, penuh hormat dan kasih. Jadi, mengapa bukan itu yang seseorang berikan kepada orang lain? Bukankah ia mengharapkan perlakuan serupa dari mereka? Sederhana. Sayangnya, manusia enggan mempraktikkannya—ibarat melewati jalan yang sempit sesak (ay. 13-14).

Sebenarnya banyak perkara dalam hidup ini layak dihadapi dengan meneropong keinginan kita sendiri. Maukah kita diperlakukan seperti itu? Maukah agama kita dilecehkan? Asal-usul kita dihinakan? Hasil karya kita tak dihargai atau dibajak? Nama baik kita dicemarkan oleh fitnah? Tentu tidak! Lalu, apa yang kita kehendaki? Penghargaan, perlakuan adil, dan kasih sayang, bukan? Maka, mari kita lakukan itu kepada sesama. Itulah hukum emas kehidupan ini!

—PAD/www.renunganharian.net


JIKA KITA MAU BERTEMU DI LANDASAN SAMA-SAMA INGIN DIPERLAKUKAN
SEPERTI APA, BANYAK KONFLIK ANTAR MANUSIA TIDAK PERLU ADA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 06, 2018, 05:38:59 AM
Reply #1909
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23498
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 AMPUNI
1
2
3
4
5
Rating 3.67 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 06 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Denny Pranolo   
    Dibaca: 725 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 23:33-43

[Yesus berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”] Lalu mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. (Lukas 23:34)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 13-14



Stiker itu bertulisan besar: Jesus, save Me from Your followers (Yesus, selamatkan aku dari para pengikut-Mu). Membacanya, saya teringat perkataan seorang kawan, mantan hamba Tuhan, yang sekarang sukses sebagai penulis. “Aku tidak ada masalah dengan Tuhan, tapi komunitas orang Kristen bikin aku gerah.” Ia pun memutuskan keluar dari gereja.

Kasus dikecewakan oleh komunitas keagamaan memang bukan hal baru. Yesus sendiri mengalaminya. Dia dikhianati oleh orang yang mengaku pengikut-Nya. Dia ditentang oleh orang yang menganggap diri mereka orang saleh. Dia disalibkan oleh sekelompok orang yang merasa beragama. Kesemuanya itu memang bisa membuat kita merasa jengah dengan agama dan aktivitas kerohanian. Namun, respons Yesus atas semuanya itu sungguh menarik. Dia berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Sebagai manusia, sangat wajar apabila Yesus merasa kesal, jengah, marah dengan perlakuan yang diterima-Nya dari orang-orang beragama. Namun, Dia tidak membiarkan perasaan-Nya mengambil alih. Dia memilih tindakan yang tepat.

Saya yakin di antara kita pun ada yang mengalami kasus serupa, dikecewakan oleh sesama orang Kristen. Kita punya pilihan. Apakah kita akan membiarkan luka itu terus berkembang dan akhirnya menguasai hidup kita? Atau, kita memilih bertindak seperti Yesus, dengan melepaskan pengampunan? Memang tidak mudah, tapi semuanya diawali dengan sebuah keputusan. Satu keputusan bisa mengubah segalanya.

—DP/www.renunganharian.net


PILIHANNYA ADALAH MEMENDAM RASA SAKIT HATI ATAU MENGAMPUNI

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)