Author Topic: Renungan Harian®  (Read 114304 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 18, 2018, 05:10:08 AM
Reply #1920
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23730
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 MENOLAK ANUGERAH
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (3 Votes)

    Diterbitkan hari Kamis, 18 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Endang B. Lestari   
    Dibaca: 751 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 10:13-16

“Siapa saja yang mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan siapa saja yang menolak kamu, ia menolak Aku; dan siapa saja yang menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.” (Lukas 10:16)


Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 12-13



Yohanes merupakan sosok pemberita kerajaan Allah yang besar dan baik. Namun, ia ditolak oleh orang seangkatannya. Kemudian Yesus datang dan banyak melakukan mukjizat. Namun, orang-orang di Khorazim, Betsaida dan Kapernaum juga menolak-Nya. Sungguh konyol. Mereka banyak menerima pengajaran yang baik, tetapi tidak berubah menjadi lebih baik.

Manusia yang tumpul perasaannya tidak dapat diikat dengan hukum, tidak bisa ditakuti dengan ancaman, tidak bisa dibangunkan dengan hal-hal yang mengagumkan, tidak terperangah dengan hal yang mengerikan, tidak bisa disadarkan dengan bukti yang nyata. Mereka tidak mau mendengar Alkitab, akal budi, suara hati, pengalaman, juga pemeliharaan Ilahi. Karena itu, Yesus mengecam mereka.

Faktanya memang kita sering tidak bisa melihat hal baik pada saat pembelajaran atau teguran dari Allah datang. Padahal, Allah sudah melakukan banyak cara untuk menyentuh kita. Sama seperti mereka dalam teks Alkitab, perasaan kita juga cenderung tumpul.

Orang yang mengecam pembawa kabar keselamatan dari Tuhan tidak akan mendapatkan berkat dari anugerah. Alih-alih tersentuh atau terbangun, mereka malah mencari dukungan untuk berprasangka buruk terhadap firman-Nya dan memfitnah si pembawa berita.

Kita perlu belajar menerima ajaran dan didikan-Nya; siapa pun yang dipakai Tuhan untuk menyampaikannya. Kiranya hati dan perasaan kita dilembutkan sehingga kebenaran-Nya memerdekakan dan mengubah kita, menuntun kita hidup dalam anugerah-Nya.

—EBL/www.renunganharian.net


KITA PERLU BELAJAR MENDENGARKAN DAN MENYAMBUT KEBENARAN
TANPA MELIHAT SOSOK PRIBADI YANG MENYAMPAIKANNYA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria


October 19, 2018, 06:03:02 AM
Reply #1921
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23730
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 HAMBA YANG BERUNTUNG
1
2
3
4
5
Rating 4.50 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 19 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Linawati Santoso   
    Dibaca: 1405 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 7:1-10

Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada- Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. (Lukas 7:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 14-16



Ketika Yesus memasuki Kapernaum, atas suruhan seorang perwira, beberapa tua-tua Yahudi datang menemui-Nya. Mereka meminta Yesus datang ke rumah perwira itu karena seseorang sakit dan membutuhkan pertolongan-Nya. Siapa yang sakit? Rupanya, yang sakit bukanlah orangtuanya, bukan istri atau anaknya, melainkan hambanya!

Betapa beruntungnya hamba perwira itu. Sekalipun bagi tuannya ia begitu berharga karena kesetiaan dan kerajinannya, statusnya tetaplah seorang hamba. Luar biasanya, ketika hamba itu sakit, perwira itu mau repot-repot mengutus tua-tua Yahudi untuk memanggil Yesus! Bahkan ketika Yesus tidak jauh dari rumahnya, sekali lagi perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya datang kepada-Nya untuk mengatakan sepatah kata dan hambanya itu akan sembuh. Faktanya, hanya demi kesembuhan seorang hamba, perwira itu bukan hanya mengutus orang-orang kepercayaannya, melainkan juga mempertaruhkan imannya!

Seperti hamba perwira itu, kita pun orang yang beruntung! Mengapa? Dahulu kita adalah hamba dosa, tetapi melalui pengorbanan Kristus, kita dimerdekakan dan kini menjadi hamba Allah. Sebagai Tuan, kebaikan Allah dalam kehidupan kita sungguh tak terkira. Bayangkan saja, Yesus menyebut kita sahabat-sahabat-Nya (Yoh. 15:15)! Dan lagi, Allah mengangkat kita sebagai anak, yang juga merupakan ahli waris Kerajaan Allah (Rm. 8:15-17). Sungguh anugerah yang sangat indah!

—LIN/www.renunganharian.net


ANUGERAH ALLAH MENGUBAH STATUS KITA DARI
HAMBA YANG HINA MENJADI ANAK KESAYANGAN-NYA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 20, 2018, 07:03:16 AM
Reply #1922
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23730
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 KETIKA MARA PULANG
1
2
3
4
5
Rating 4.40 (5 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 20 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 1464 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Rut 1:1-22

Tetapi ia berkata kepada mereka: “Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.” (Rut 1:20)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 1



Sebut saja namanya Jack. Pria 35 tahun itu mengalami berbagai hal yang buruk dalam hidupnya. Kondisi itu akhirnya menimbulkan akar pahit dalam dirinya, yang tampak jelas dari perkataan yang terlontar dari mulutnya. Setiap kali ada perkara yang mirip dengan pengalaman pribadinya, Jack pun segera berkata-kata dengan ketus, tajam dan tak jarang disertai amarah yang meluap. Jika diperbolehkan mengganti nama, mungkin Jack akan menambahkan “Mara” sebagai nama tengahnya.

Kepahitan hidup juga sempat dialami oleh Naomi. Harapan untuk keluar dari kesulitan hidup sirna ketika suami dan kedua anak lelakinya mati di sana. Dalam kondisi jiwa yang lelah, ia memutuskan untuk pulang ke Betlehem. Rasa sakitnya seperti dikorek ketika orang-orang di sana berkata, “Naomikah itu?” (ay. 19). Namun, ia tidak melontarkan kata-kata kasar atau meluapkan amarah. Ia meminta mereka menyebutnya Mara karena ia mengalami berbagai peristiwa pahit. Syukurlah, Allah tak membiarkan Naomi terus terpuruk. Melalui pernikahan Rut dengan Boas, senyum Naomi pun kembali mengembang. Terlebih dengan lahirnya Obed, cucunya, yang kelak menjadi kakek Daud (Rut 4:13-17).

Terkadang Allah mengizinkan umat-Nya mengalami perkara yang buruk, bahkan yang menyebabkan kepahitan hati. Namun, keputusan kitalah yang menentukan apakah kita akan menjadi orang yang dikuasai kepahitan. Atau sebaliknya, kita menerima dengan kerelaan, seraya meyakini bahwa rencana-Nya indah bagi kita, sekalipun kini kita belum memahaminya.

—GHJ/www.renunganharian.net


HANYA ALLAH YANG MEMILIKI “OBAT”
UNTUK MENYEMBUHKAN KEPAHITAN HIDUP MANUSIA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 21, 2018, 12:04:21 PM
Reply #1923
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23730
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 SETIA KEPADA ALLAH
1
2
3
4
5
Rating 4.88 (8 Votes)

    Diterbitkan hari Minggu, 21 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Richard Tri Gunadi   
    Dibaca: 1889 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yeremia 35:1-19

“Sungguh, keturunan Yonadab bin Rekhab menepati perintah yang diberikan bapa leluhurnya kepada mereka, tetapi bangsa ini tidak mau mendengarkan Aku!” (Yeremia 35:16)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 2-3



Di mata kawan-kawannya, Paul itu aneh dan kolot. Rekan sekantornya biasa menerima dan memberikan suap, tetapi ia tetap mematuhi prosedur. Saat kawan-kawannya berhura-hura dan mabuk-mabukan, ia aktif melayani di gereja. Karena sikap dan pendiriannya yang teguh itu, teman-temannya menghormatinya.

Orang-orang Rekhab adalah orang Israel dari garis keturunan Yehuda. Mereka setia dan taat kepada Allah Israel seperti bapa leluhur mereka. Waktu Yeremia menyuruh Yaazanya beserta kaum orang Rekhab minum anggur, mereka menolak dengan tegas. Mereka menjelaskan bahwa mereka menepati perintah yang diberikan bapa leluhurnya kepada mereka (ay. 6). Jika kita meneliti riwayat Yonadab bin Rekhab, ia pernah melawan para pemuja Baal (2Raj. 10:15,16,23). Keturunan Yonadab bin Rekhab tetap setia pada janji yang dibuat kurang lebih dua ratus tahun sebelumnya, melewati beberapa pergantian pemerintahan. Tuhan membandingkan kesetiaan mereka dengan bangsa Yehuda yang tidak mau mendengarkan firman-Nya. Sebagai hadiah atas kesetiaan mereka, orang-orang Rekhab mendapatkan kehormatan melayani Tuhan sepanjang masa (ay. 19).

Apakah saya tetap setia dan taat kepada Allah dalam kondisi apa pun? Banyak orang baik, tetapi jarang ada orang yang setia. Karena itu, kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang setia kepada Tuhan. Orang-orang di sekitar kita bisa tidak setia lagi kepada Tuhan karena berbagai alasan dan kondisi, tetapi kiranya kita memiliki kesetiaan seperti orang-orang Rekhab.

—RTG/www.renunganharian.net


TETAP SETIA KEPADA TUHAN DAN BUATLAH
TUHAN BANGGA KARENA KITA DIDAPATI SETIA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 22, 2018, 05:42:51 AM
Reply #1924
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23730
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 BERBALIK PADA KASIH-NYA
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (4 Votes)

    Diterbitkan hari Senin, 22 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Yessica Kansil   
    Dibaca: 1244 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yoel 2:12-14

... berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang.... (Yoel 2:13)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 4-5



Seorang anak meninggalkan rumah. Setelah cukup lama, ia menyadari kesalahannya dan mengabari ayahnya bahwa ia hendak pulang. Tak yakin ayahnya akan menerimanya kembali, ia berkata akan pulang ke rumah jika melihat sehelai sapu tangan putih tergantung di pagar. Keesokan harinya dengan pikiran pesimis ia berjalan menuju rumahnya. Ternyata, tak hanya ada satu, tetapi puluhan sapu tangan putih mengelilingi rumah itu.

Nabi Yoel menyerukan agar bangsa Israel berbalik kepada Allah dari dosa mereka. Ia berupaya meyakinkan setiap orang bahwa tulah belalang yang terjadi bukanlah sebuah kebetulan atau bencana alam semata, tetapi karena amarah Tuhan (Yl. 1:2). Ia mendesak agar bangsa itu tak hanya bertobat, tetapi bahkan memuji-muji Allah dengan sangkakala yang biasanya digunakan sebagai tanda hari raya atau bulan baru (Mzm. 81:3). Menurutnya, pertobatan akan membuat murka Tuhan padam dan segenap bangsa itu akan selamat. Tak hanya menyuruh bertobat, ia mengajak mereka kembali berbalik pada kasih Allah.

Seruan Nabi Yoel kepada bangsanya dikarenakan ia mengenal karakter Allah yang sesungguhnya maha Pengasih dan Penyayang. Hal itu masih relevan hingga kini. Saat kita menyadari dan menyesali dosa, kita selalu dapat berbalik kepada Allah dengan segenap hati, berpuasa, menangis, mengaduh, mengoyakkan hati dan bukannya pakaian. Lebih dari ayah yang menanti anaknya dengan sapu tangan putih, Allah yang baik itu senantiasa menunggu untuk membersihkan kita dari dosa.

—YES/www.renunganharian.net


BERTOBATLAH, MENANGISLAH, PUJILAH ALLAH,
DAN KEMBALILAH MENJADI ANAK-NYA

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 23, 2018, 06:41:45 AM
Reply #1925
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23730
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 HATI YANG SUDAH DIBERSIHKAN
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Selasa, 23 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Wahyu Barmanto   
    Dibaca: 1926 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Ibrani 10:19-39

Karena itu, marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. (Ibrani 10:22)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 6-7



Hati merupakan organ vital yang berfungsi menawarkan dan menetralisir racun, mengatur sirkulasi hormon, mengatur komposisi darah yang mengandung lemak, gula, protein dan zat lain. Begitu pentingnya fungsi hati bagi masa depan kehidupan manusia. Karena itu, kita dianjurkan untuk menjaga dan merawatnya dengan baik. Untuk menjaga agar hati kita sehat, para pakar kesehatan menyarankan agar kita rajin berolah raga dan memiliki pola hidup sehat.

Kita mengenal istilah sakit hati, patah hati. Ini mengacu pada pengalaman yang menyakitkan dan membuat hidup seseorang menjadi pahit atau traumatis sehingga sulit untuk mengampuni dan melupakan.

Ketika datang kepada Tuhan melalui doa, puji-pujian dan persekutuan dengan saudara seiman, kita harus memiliki hati yang rela. Kita harus memiliki keyakinan bahwa Tuhan telah membersihkan hati kita dari segala sesuatu yang dapat menghambat persekutuan kita dengan Tuhan.

Kita diingatkan bahwa Tuhan telah membersihkan hati nurani kita dengan air yang murni oleh penebusan Kristus. Melalui kuasa ROH KUDUS, kita telah dimurnikan dari segala macam kepahitan hati, iri, dengki, sifat pendendam atau tidak mau mengampuni. Tuhan telah membersihkan serta menyucikan kita dari sesuatu yang dapat merusak persekutuan kita dengan Dia. Marilah kita datang kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan. Hilangkan segala sesuatu yang ada di dalam hati kita yang dapat merusak persekutuan kita dengan Tuhan.

—WB/www.renunganharian.net


OLEH KEMURAHAN TUHAN, TUBUH DAN HATI KITA
TELAH DIBERSIHKAN DARI SEGALA KEJAHATAN

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 24, 2018, 06:00:56 AM
Reply #1926
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23730
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 MENGUJI ROH
1
2
3
4
5
Rating 4.29 (7 Votes)

    Diterbitkan hari Rabu, 24 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Samuel Yudi Susanto   
    Dibaca: 1440 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Yohanes 4:1-6

Saudara-saudaraku yang terkasih, janganlah percaya kepada setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. (1 Yohanes 4:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 8-9



Ada yang bilang jika dunia ini sudah semakin rasional. Berbagai hal yang tidak dapat ditangkap oleh indra dianggap tidak mendapat tempat lagi di hati. Benarkah pendapat itu? Kenyataannya, begitu banyak orang percaya pada hal-hal yang berbau mistik. Jika tersiar kabar ada “orang sakti”, ke sanalah orang-orang berbondong-bondong pergi. Hal-hal yang dirasa aneh dan supranatural, nyatanya masih saja menjadi “makanan lezat” untuk dikonsumsi.

Yohanes mengingatkan bahwa ada beberapa orang telah menggunakan hal-hal mistis dengan tujuan menyesatkan hidup orang-orang percaya. Yohanes menyebut oknum itu adalah nabi-nabi palsu yang telah menyebar ke seluruh dunia dengan maksud melemahkan iman dan menyesatkan. Para nabi palsu itu bahkan mampu menunjukkan berbagai mukjizat dalam setiap “pelayanan” yang mereka lakukan. Namun peringatan Yohanes sangat jelas: jangan percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu! Apakah roh itu mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, atau malah tidak mengakuinya. Dan ujian kedua, kenalilah buahnya agar dengan demikian kita bisa mengenal seperti apakah pohonnya (Mat. 12:33).

Firman Tuhan mengingatkan kita akan banyaknya penyesat muncul di akhir zaman (2Yoh. 1:7). Mari belajar menjaga hati agar tidak mudah terpesona pada berbagai mukjizat yang tampak di depan mata. ROH KUDUS, Sang Penuntun, Dia mengajar kita untuk bersabar, mengamati, dan menguji apakah ajaran-ajaran yang mereka beritakan itu sejalan dengan Firman Tuhan atau malah menentang-Nya.

—SYS/www.renunganharian.net


SETIAP ROH YANG TIDAK MENGAKUI YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN,
ADALAH ROH-ROH PALSU YANG MENYESATKAN

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 25, 2018, 06:43:41 AM
Reply #1927
October 26, 2018, 06:55:26 AM
Reply #1928
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23730
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 BERCANDA KEJAM
1
2
3
4
5
Rating 4.70 (10 Votes)

    Diterbitkan hari Jum'at, 26 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Heman Elia   
    Dibaca: 2074 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 26

Seperti orang gila menembakkan panah api, panah dan maut, demikianlah orang yang memperdaya sesamanya dan berkata: "Aku hanya bersenda gurau." (Amsal 26:18-19)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 12-13



Menyenangkan berada di tengah orang-orang yang memiliki rasa humor yang tinggi. Relasi menjadi akrab. Suasana tegang mencair. Tugas berat terasa lebih ringan. Bahkan kritik pun dapat disampaikan tanpa melukai yang menjadi sasaran teguran. Tentu saja, gurauan perlu didasarkan pada niat baik dan semangat saling menolong.

Namun, Amsal mengingatkan bahwa bergurau dapat menghancurkan orang lain. Dengan maksud menjerat orang lain, kita mengeluarkan kata-kata yang seolah lucu. Dalam ayat nas, “memperdaya” dapat berarti tipu muslihat atau siasat untuk menjatuhkan orang lain. Kita menemukan beberapa contoh dalam Alkitab. Yusuf dijuluki sebagai “tukang mimpi” oleh kakak-kakaknya (Kej. 37:19). Elisa dipanggil sebagai “botak” (2Raj. 2:23). Peristiwa paling keji dialami oleh Yesus. Di atas kayu salib, orang menertawakan-Nya dengan mengatakan, “Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!” (Mat. 27:42). Julukan dan lontaran gurauan seperti itu sebenarnya adalah ejekan dan olok-olok yang merendahkan. Mereka menggunakannya untuk menindas orang yang tampak tidak berdaya sembari menarik perhatian orang kepada diri mereka.

Pada zaman internet ini, membuat dan menyebarkan gambar (meme) dan humor yang menyerang pribadi orang lain seolah bukan perbuatan tercela. Padahal, ada banyak orang merasa terluka. Akibatnya, hubungan yang awalnya baik lalu sulit dipulihkan. Hendaknya kita menyaring dulu dan bertanggung jawab atas apa yang kita katakan dan sebarkan.

—HEM/www.renunganharian.net


KATA-KATA KITA HENDAKNYA PENUH KASIH DAN TIDAK HAMBAR,
AGAR DAPAT SENANTIASA MEMBANGUN ORANG LAIN

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria



October 27, 2018, 05:49:00 AM
Reply #1929
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23730
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://www.renunganharian.net/2018/109-oktober.html

 GODAAN GAWAI
1
2
3
4
5
Rating 5.00 (6 Votes)

    Diterbitkan hari Sabtu, 27 Oktober 2018 00:00
    Ditulis oleh Go Hok Jin   
    Dibaca: 889 kali

AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Samuel 2:27-36

“Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.” (1 Samuel 2:30b)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 14-16



Seorang pengkhotbah geram menanggapi perilaku sebagian orang percaya yang asyik dengan gawainya ketika lagu-lagu pujian sedang dinyanyikan atau khotbah sedang disampaikan. Ia lantas membandingkan dengan khidmatnya penganut keyakinan lain ketika sedang beribadah. Sebaliknya, kita beribadah di rumah Allah, tetapi malah mengabaikan Allah. Sungguh ironis!

Sikap seseorang saat beribadah menunjukkan dengan jelas seberapa dalam penghormatannya kepada Allah. Kita saja tidak akan merasa nyaman ketika ada orang bersama dengan kita, seruangan atau duduk berhadapan ketika kita sedang berbicara, tetapi ia justru lebih asyik dengan gawainya dan mengabaikan kita. Jika demikian, bukankah sudah selayaknya Allah mendapatkan penghormatan, yang ditunjukkan lewat sikap orang percaya ketika ibadah sedang berlangsung? Allah mengharapkan agar umat-Nya dapat menaruh hormat secara tepat kepada-Nya. Seperti ditegaskan dalam nas hari ini, barangsiapa yang menghormati Allah, Allah akan menghormatinya juga, tetapi siapa yang menghina Dia, akan dipandang rendah oleh-Nya.

Tak mudah memang menahan godaan untuk tidak memainkan gawai selama ibadah berlangsung. Saya sendiri akhirnya memilih meninggalkan gawai di rumah setiap kali pergi beribadah supaya dapat lebih fokus menjalankan ibadah. Bagaimana dengan sikap kita selama beribadah? Masihkah kita mengikutinya dengan khidmat, sebagai tanda penghormatan kita kepada Allah, hamba Tuhan, dan saudara seiman kita?

—GHJ/www.renunganharian.net


KITA AKAN MENGHORMATI ALLAH DI MUKA UMUM
JIKA KITA MENGHORMATI DIA DI DALAM HATI

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)